English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 29 Maret 2009 (Minggu Sore)
1 Korintus 3: 9b
= tema di Bagan Batu: "kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah" ->...

Ibadah Doa Malang, 24 November 2009 (Selasa Sore)
Pelayan Tuhan harus tergembala dalam Ruangan Suci (3 macam ibadah) supaya: Mengalami penyucian Mendapat...

Ibadah Doa Malang, 27 Januari 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:1-12
14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juli 2019 (Jumat Sore)
Dari rekaman

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Februari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Malang, 30 Juli 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan...

Ibadah Persekutuan Jakarta I, 09 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Maret 2013 (Senin Sore)
Tema Ibadah di Manokwari

1 Yohanes 4 : 8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Temanya adalah...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 19 November 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas tentang kecerdikan setan....

Ibadah Raya Malang, 20 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 22 Februari 2019 (Jumat Malam)
Keluaran 3: 17-20
3:17. Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 November 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ahli Taurat menunjuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juni 2014 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Kejadian 6: 9
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang...

Ibadah Doa Malang, 15 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu terdiri dari 22 pasal dan...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 05 Mei 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Desember 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11 masih berkaitan erat dengan Wahyu 10.
Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tutup pendamaian dengan tujuh percikan darah--menunjuk pada Yesus sebagai Anak Allah.

Wahyu 11 terkena pada dua kerubium--terbuat dari emas murni, menunjuk pada zat ilahi--:

  1. Kerubium I= Allah Bapa--Tuhan.
  2. Kerubium II= Allah Roh Kudus--Kristus.

Jadi, Wahyu 10 dan 11 menunjuk pada tutup pendamaian dengan tujuh percikan darah dan dua kerubium, itulah Allah Tritunggal; Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang menutupi peti dari tabut perjanjian--peti dari tabut perjanjian menunjuk pada gereja Tuhan; kita semua--, artinya Tuhan Yesus Kristus menutupi/menaungi gereja Tuhan; sama dengan melindungi, memelihara, dan sekaligus mengisi gereja Tuhan sampai sempurna seperti Dia--tabut perjanjian berisi tongkat Harun, dua loh batu, dan buli-buli emas berisi manna.
Peti dari tabut perjanjian memang terbuat dari kayu tetapi disalut emas murni, sehingga tidak kelihatan lagi kayunya--sempurna seperti Yesus, itulah mempelai wanita sorga (Yesus adalah Mempelai Pria Sorga dan kita mempelai wanita sorga).

Di mana kita bisa mengalami naungan Allah Tritunggal; Tuhan Yesus Kristus--Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--? Di kandang penggembalaan--ruangan suci--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Ini tidak bisa ditawar!

Proses naungan dari Allah Tritunggal:

  1. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    Ini ditunjukkan dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua, enam buah sesusun--66; menunjuk pada 66 kitab dalam alkitab, itulah firman pengajaran yang benar.
    Roti juga menunjuk pada tubuh Kristus.
    Kemudian di atas meja roti sajian ada korban curahan dari anggur, yang menunjuk pada darah Yesus.

    Keluaran 25: 29=> mengenai meja roti sajian.
    25:29. Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

    Dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, kita diisi dengan firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci; sama dengan mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sehingga firman mendarah daging dalam hidup kita, kemudian firman ditambah dengan perjamuan suci menyucikan seluruh hidup kita baik lahir maupun batin--penyucian dobel--:


    • Penyucian hati dari keinginan jahat, najis, dan kepahitan.
      Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan: waktu, tenaga, uang dan sebagainya.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Hati harus disucikan sehingga lebih bahagia memberi dari pada menerima.

      Keinginan najis= percabulan.
      Kepahitan= iri hati, kebencian tanpa alasan, dendam dan lain-lain.

      Kalau hati disucikan kita akan mengalami naungan Tuhan.


    • Penyucian dari perbuatan-perbuatan dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah: perselingkuhan, pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

      Harus disucikan sehingga menghasilkan perbuatan benar, suci, dan baik--berkenan kepada Tuhan dan sesama.


    • Penyucian dari perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah--benar jadi salah dan sebaliknya--, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar dihambat, pengajaran palsu didukung.
      Tidak boleh ada lagi!

      Harus disucikan sehingga menghasilkan perkataan benar, suci, dan baik.
      Artinya: kita bisa bersaksi sampai berkata ya di atas ya, tidak di atas tidak; sama dengan kita diisi dengan BULI-BULI EMAS BERISI MANNA--iman yang murni.

      Kalau imannya tidak murni, kita akan ragu.
      Tetapi kalau iman kita murni, maka kita bisa berkata ya di atas ya, tidak di atas tidak, benar di atas benar, tidak benar di atas tidak benar.
      Kalau ada sesuatu yang tidak benar, terutama pengajaran, kita harus menghindar, bukan melawan. Tidak salah! Sekalipun kita menghadapi seorang pemimpin, kalau ia tidak benar kita harus menghindar.
      Kalau iman tidak murni, akan mengikuti yang tidak benar.

      Kalau ada iman yang murni kita akan ditudungi oleh Tuhan, dan menghasilkan BULAN di bawah kaki mempelai--penebusan yang sempurna; tidak ada cacat cela; bulan menunjuk pada Anak Allah, matahari Allah Bapa, dan bintang Allah Roh Kudus.


    Jadi kalau kita bersekutu dengan Anak Allah kita akan memiliki iman yang murni bulan di bawah kaki mempelai--pijakan yang kuat, jangankan rubuh, goyahpun tidak; kita tidak akan tergelincir dalam pengajaran.
    Kalau kita sudah merasa diberkati lewat firman pengajaran, kita harus bertanggung jawab untuk memikul pengajaran ini. Kalau hanya mencari yang enak bagi daging--tidak mau memikul pengajaran--, kita akan tergelincir.


  2. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    Urapan Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus--kemampuan ajaib dari Roh Kudus untuk melayani Tuhan.
    Karunia menentukan jabatan pelayanan.

    Contoh: punya karunia main gitar, nanti jabatannya pemain musik; karunia menimbang roh, nanti jabatannya gembala.
    Karunia menimbang roh adalah karunia untuk membedakan ajaran yang benar dari pada yang tidak benar, supaya jemaat tidak diracun.

    Karunia dan jabatan sama dengan jubah pelayanan, supaya kita bisa melayani Tuhan.
    Sesudah melayani, urapan Roh Kudus membuat kita beribadah melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus dengan:


    • Setia berkobar-kobar sesuai jabatan pelayanan dan karunia dari Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Kalau kita melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan berikan dengan setia menyala-nyala/setia berkobar-kobar, kita akan menjadi sama seperti bintang yang bercahaya.
      Apapun yang kita hadapi Roh Kudus mampu untuk mengatasi halangan dan rintangan; Dia mampu mendorong kita untuk setia berkobar-kobar.

      Begitu tidak setia, hati-hati, bintang pasti gugur di tengah jalan, dan semuanya mulai turun baik jasmani maupun rohani: kesucian, kebahagiaan nikah.
      Hati-hati, bintang gugur adalah sama seperti Lucifer! Lucifer adalah bintang timur di sorga tetapi ia tidak taat--tidak setia berarti tidak taat--, sehingga ia hancur dan menjadi Setan.

      Harus setia berkobar! Roh Kudus yang menolong.
      Yesus taat dan setia sampai mati, dan Ia naik.
      Begitu juga dengan kita, kalau kita setia, kita akan naik. Jangan pikir kalau kita taat kita akan hancur!


    • Setia dan benar.
      Yesaya 11: 1-2, 5
      11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
      11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Yesus adalah tunas Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.
      Tadi, bintang menunjuk pada setia berkobar-kobar.

      Sekarang, tunas menunjuk pada setia dan benar.
      Kalau setia dan benar, kita akan bertunas, berbunga, dan berbuah.
      Tadi kalau setia berkobar-kobar kita akan menjadi bintang yang terus bercahaya.

      Beribadah melayani dengan setia dan benar sampai garis akhir sama dengan memakai ikat pinggang.
      Ikat pinggang merupakan perhiasan mempelai.
      Yeremia 2: 32
      2:32. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

      Jadi kalau kita setia dan benar, kita akan dihiasi oleh Tuhan. Tadi, kita diterangi, sekarang dihiasi, tidak mungkin tersandung dan hancur.
      Wahyu 19: 11
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Dipakai Tuhan bukan disiksa tetapi hidup itu sedang diterangi dan dihiasi. Tidak mungkin tersandung, terjatuh, dan hancur.
      Pelayan Tuhan yang setia dan benar akan dipakai dalam kegerakan kuda putih/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah layani dengan sungguh-sungguh--kita sedang diterangi dan dihiasi--, penggembalaan--lebih diterangi dan dihiasi, bukan disiksa/dirugikan--, antar penggembalaan.

      Tadi, kita bisa berdiri teguh, tidak tergelincir, sekarang diterangi dan dihiasi oleh Tuhan.


    Kalau kita terus melayani dengan setia-benar dan setia-berkobar, karunia Roh Kudus akan terus ditambahkan sampai menjadi permanen dalam hidup kita, itulah TONGKAT HARUN YANG BERTUNAS, BERBUNGA, DAN BERBUAH.

    Biarpun kita hanya seperti tongkat yang kecil--tidak punya akar; tidak punya harapan; tidak punya potensi--tetapi kalau setia-benar dan setia-berkobar--diletakkan di hadapan Tuhan--Roh Kudus bisa membuat tongkat bertunas, berbunga, dan berbuah.

    Kalau secara jasmani sudah tidak bisa lagi, taruh di hadapan Tuhan, biar Dia yang menolong kita.
    Kalau tidak punya potensi lalu tidak setia, mau apa lagi? Apakah tongkat mau dibiarkan kering? Kalau tongkat dibiarkan kering, ia akan rapuh, hancur, dan binasa.

    "Karena itu di dalam penataran nikah saya selalu mengatakan: kalau yang jasmani belum bisa jadi satu, laki-laki dengan perempuan mana bisa satu? Rambutnya saja beda, seleranya beda. Karena itu yang rohani harus menjadi satu kesatuan: satu pengajaran, satu pelayanan, satu penggembalaan, satu iman, supaya yang rohani bisa menutupi yang jasmani."

    Begitu juga dengan tongkat, kecil tak berdaya, mau apa lagi? Taruh di hadapan Tuhan dengan segala kekurangan kita! Layani Tuhan dengan setia-berkobar, biar tangan-Nya yang bekerja; Dia yang bertanggung jawab, Dia akan membuka jalan sesuai dengan kehendak-Nya.

    "Saya ingat saat ditanya om berapa kolektenya. Beliau tahu, kolektenya untuk naik bis saja tidak cukup. Tetapi beliau berkata: 'Bagus, teruskan!' Beliau memberi semangat. Maksudnya 'teruskan' adalah tetap setia-benar dan setia-berkobar; taruh di hadapan Tuhan, biar Dia yang bekerja. Tuhan tolong kita semua."

    Mungkin pekerjaan di dunia sudah besar, jangan lengah, karena dunia ini seperti padang gurun, baru bilang enak, tiba-tiba tidak enak. Harus tetap di hadapan Tuhan supaya bertunas, berbunga, dan berbuah. Ini sama dengan mahkota dua belas BINTANG--perhiasan terakhir yang dipakai oleh mempelai.


  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
    Di sini kita diisi dengan kasih Allah.

    Di dalam kandang penggembalaan kita sedang dinaungi oleh Tuhan--dipelihara, dilindungi, dan diisi oleh Tuhan dengan buli-buli emas berisi manna (iman yang murni; bulan di bawah kaki; pijakan yang kuat), urapan Roh Kudus yang permanen (tongkat Harun; mahkota dua belas bintang; perhiasan mempelai), dan kasih Allah.

    Praktik diisi oleh kasih Allah:


    • Mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.
      Artinya: kita hanya berbuat baik; tidak merugikan orang lain, tidak berbuat jahat kepada orang lain, mulai dari dalam nikah; tidak berhutang apa-apa, terutama hutang dosa--kalau hutang uang, bayar, kalau tidak mampu, datang ke orangnya--; tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.

      Biarpun orang berbuat jahat, jangan dibalas, tetapi biarkan, kemudian tingkatkan untuk bisa membalas kejahatan dengan kebaikan--kita memiliki loh batu kedua.


    • Mengasihi Tuhan lebih dari semua= menyembah Tuhan/taat dengar-dengaran kepada Tuhan.
      Kalau kaum muda taat kepada Tuhan, ia akan taat pada orang tua yang benar. kalau orang tua tidak benar kita menghindar, jangan melawan, minta hikmat kepada Tuhan.

      Kita taat dengar-dengaran kepada Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek; kita memiliki loh batu pertama. Kita masuk ruangan maha suci.


    Jadi, lewat ibadah doa penyembahan, kita sedang diisi dengan DUA LOH BATU. Ini sama dengan kasih Allah yang permanen, yang akan menjadi selubung MATAHARI.

Jadi, lewat kandang penggembalaan, kita sedang mengalami naungan Tuhan--perlindungan dan pemeliharaan Tuhan--, dan Dia mengisi hidup kita dengan matahari, bulan, dan bintang--firman, Roh Kudus, dan kasih--sehingga kita ditampilkan sebagai terang dunia.

Wahyu 12: 1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

'perempuan'= mempelai wanita.
Kita ditampilkan sebagai terang dunia, sama seperti Yesus; kita ditampilkan sebagai mempelai wanita sorga, sama yang sempurna seperti Yesus adalah Mempelai Pria Sorga yang sempurna.

Sudah digembalakan, bagus, tetapi hati-hati, posisi orang yang digembalakan adalah sama seperti perempuan yang sedang mengandung hendak melahirkan dan berhadapan dengan naga. Sungguh-sungguh lemah dan tak berdaya.
Wahyu 12: 2-3
12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Karena itu jangan sombong kalau sudah digembalakan, diberkati, dan disucikan, karena posisi kita sangat lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Sistem penggembalaan jangan membuat kita sombong; baru dipakai sedikit sudah sombong. Jangan! Justru kalau kita digembalakan dalam kabar mempelai kita akan semakin merasa tidak bisa apa-apa.

Apa yang bisa dilakukan? Hanya mengeluh dan mengerang; banyak menyembah dengan hancur hati, ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.
Menyembah dengan hancur hati= kita hanya mengakui segala kekurangan dan kelemahan secara rohani--banyak dosa, pikiran dan perkataan salah--, dan jasmani--masalah-masalah. Serahkan semua kepada Tuhan!
Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kepada kita dalam bentuk kedua sayap dari burung nasar yang besar.

Wahyu 12: 3-6, 14
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:14. Kepada perempuan itu
diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

'ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit'= banyak bintang yang jatuh karena sombong setelah dipakai Tuhan--terkadang sudah menghina pengajaran.
Mari hari-hari ini kita banyak menyembah Tuhan dengan hancur hati. Jangan sampai menjadi bintang yang gugur!

Malam ini, dari mana kita mendapat perlindungan? Tempat penggembalaan.
Wujudnya adalah kedua sayap dari burung nasar yang besar--gendongan tangan Tuhan atas kehidupan kita.

Kegunaan dari kedua sayap burung nasar yang besar:

  1. Mazmur 17: 8
    17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Yang pertama: tangan belas kasih Tuhan--kedua sayap burung nasar yang besar--sanggup menaungi kita seperti biji mata-Nya sendiri.
    Artinya:


    1. Tuhan memberikan perlindungan dan pemeliharaan bagi kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan besar di dunia akhir zaman yang semakin membesar. Kita dipelihara dan dilindungi sampai berkelimpahan--mengucap syukur--bahkan hidup kekal.


    2. Tangan Tuhan melindungi dan memelihara kita dari binatang buas--panah api si jahat: dosa-dosa, ajaran palsu, pencobaan-pencobaan.
      Kita dilindungi supaya jangan jatuh dalam pencobaan, jangan berbuat dosa, tetapi tetap hidup benar dan suci.


    3. Tangan Tuhan memberikan damai sejahtera--sekalipun menghadapi suasana padang gurun tetapi kita dibaringkan di padang rumput. Semua enak dan ringan.


  2. Ulangan 32: 10-12
    32:10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
    32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan
    mendukungnya di atas kepaknya,
    32:12. demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan
    tidak ada allah asing menyertai dia.

    Yang kedua: tangan belas kasih Imam Besar mendukung kita semua untuk melintasi badai lautan dunia.
    Artinya: menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita; memberi kekuatan ekstra untuk menghadapi Getsemani--percikan darah--; masa pra aniaya antikris--sebelum antikris datang kita akan menghadapi Getsemani.

    Kitab wahyu berlangsung selama tujuh tahun.
    Tujuh tahun ini terbagi menjadi dua: tiga setengah tahun pertama adalah masa pra aniaya antikris--di sini termasuk penyucian terakhir dengan percikan darah dalam bentuk apapun--, dan tiga setengah tahun kedua masa antikris berkuasa di bumi.
    Kita semua harus menghadapi Getsemani.

    "Karena itu sekarang kalau ada halangan sedikit, kecapekan, mari berjuang karena nanti untuk bisa beribadah saja kita harus menghadapi aniaya. Karena itu saya terhibur. Isteri saya tanya: Tidak capek? Saya jawab: Sekarang enak. Mari, semangat! Mau apa lagi kita? Apalagi kalau kita sudah merasa kecil tak berdaya, taruh di hadapan Tuhan, tergembala, dan serahkan kepada Dia."

    Kalau sudah menjadi biji mata, aman, kita akan dinaungi, didukung, disingkirkan, dan diangkat.
    Kita diberi kekuatan ekstra supaya kita tetap kuat teguh hati: tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan; tidak menyangkal Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan; tetap menyembah Dia; tetap setia berkobar melayani Dia.

    Petrus tidak kuat menghadapi percikan darah, sehingga ia menyangkal Tuhan, apalagi kita. Karena itu, mari merendahkan diri, hanya mengaku seperti bayi yang tidak bisa apa-apa; kita hanya berharap kedua sayap dari burung nasar yang besar.


  3. Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Yang ketiga: kedua sayap burung nasar menyingkirkan kita dari antikris.

    Karena itu mulai dari sekarang kita belajar menyingkir dari perkara dunia untuk bergantung sepenuh pada Tuhan; tidak ragu-ragu. Kalau tidak, nanti akan ragu-ragu saat mau menyingkir.
    Kalau sekarang kita ragu-ragu untuk memilih yang benar, nanti saat antikris datang kita pasti sangat ragu terhadap Tuhan dan memilih antikris. Orang yang biasa cari yang enak bagi daging sekalipun tidak benar pasti akan memilih antikris, tidak mungkin tidak.

    Mulai sekarang buktikan bahwa kita percaya Tuhan; tidak ada allah asing; kita hanya hidup dari Tuhan. Tegas untuk memilih yang benar! Buktinya adalah kita lebih mengutamakan Tuhan lebih dari semua.

    Kalau menghadapi yang tidak benar, kita harus menyingkir, jangan ada hubungan sedikitpun. Tetapi kalau itu keluarga, tetap ada hubungan keluarga, silakan, biarpun dia salah, tetap ingat dia keluarga kita, tidak masalah.
    Yang tidak boleh adalah jangan ada hubungan secara rohani; jangan ada fellowship secara rohani.
    Harus tegas! Kalau tidak, nanti akan ikut antikris.

    Di padang gurun kita dipelihara dengan firman pengajaran dan perjamuan suci, sesudah itu kedua sayap dari burung nasar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai.
    Artinya:


    1. Mengangkat dari kejatuhan--Daud jatuh dengan Batsyeba, bisa diangkat untuk kembali hidup benar dan suci karena ia berada di dalam penggembalaan.


    2. Mengangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Kalau mata melihat sesuatu yang merosot, tingkatkan yang rohani, dan Tuhan akan menolong. Di dalam penggembalaan pasti berhasil dan indah.


    3. Kita dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan kita semakin diubahkan sampai menjadi sempurna seperti Yesus. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya--tutup dan peti menjadi satu, tidak terpisah lagi selamanya. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya; Mempelai Pria Sorga dan mempelai wanita sorga menjadi satu.

Ada tangan Tuhan diulurkan di tengah-tengah kita apapun yang kita hadapi.
Serahkan semua kepada Tuhan! Ada kedua sayap dari burung nasar yang menolong kita.
Yang sudah diberkati, tidak salah, tetapi jangan sombong; yang masih di bawah, tenggelam, gagal, jatuh, jangan putus asa, tetapi jangan tinggal di dalamnya. Serahkan semua kepada Dia!
Mungkin sayap sudah terkulai, sudah bosan, putus asa, menghadapi kemustahilan, serahkan kepada Tuhan.

Kuat teguh hati hari-hari ini! Sayap yang terkulai, hati bosan, putus asa, kecewa, tidak kuat lagi, atau ada yang sombong, bangga dan lain-lain, mari tetap percaya dan berharap Tuhan, tidak ada yang lain. Kita membutuhkan kedua sayap dari burung nasar yang besar--perjamuan suci adalah makanan dari burung nasar.

Biarlah malam ini ada kekuatan dan semangat baru bagi kita; ada harapan baru bagi kita. Tuhan tidak pernah menipu kita. Sayap yang terkulai diangkat kembali; ada kekuatan baru. Tetap setia berkobar melayani Tuhan dan percaya/berharap Dia; tetap menyembah Dia.

Kita sabar menunggu waktu Tuhan seperti perkembangan burung nasar: dari kecil harus ada naungan, setelah itu didukung oleh Tuhan, disingkirkan, dan terakhir diangkat oleh sayap burung nasar. Semua akan indah pada waktunya, sampai nanti kita naik ke awan-awan yang permai bersama keluarga kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top