English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Retreat Family II Malang, 29 Desember 2012 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Korintus 3:16-17
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juni 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 November 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sebelumnya adalah peringatan kepada Yudas. Ini adalah...

Ibadah Raya Surabaya, 04 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Juli 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-13
9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada...

Ibadah Raya Malang, 10 Desember 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-13
6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka...

Ibadah Raya Malang, 21 April 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis...

Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 April 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Rasul Yohanes di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Februari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 6-9 => perumpamaan tentang pohon ara...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha

Matius 7:15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Maret 2015 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Tana Toraja.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Februari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Raya Surabaya, 03 September 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Natal Kartika Graha Malang, 24 Desember 2017 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 2 : 12
2:12 Dan karena diperingatkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 November 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 15-17 => Perumpamaan Tentang Orang-orang Yang Berdalih
14:15. Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
14:16. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan
perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
14:17. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.


Ini tentang perjamuan besar; sama dengan perjamuan kawin Anak Domba; pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat yang sempurna; tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga--di awan-awan yang permai.
Ini disebut juga dengan nikah rohani antara Kristus dengan sidang jemaat.

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Sesudah itu kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru, kerajaan sorga kekal selamanya.
Inilah makna dari perjamuan besar.

Ayat 17= Tuhan sudah mempersiapkan hidangan, itulah firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, dan ternak-ternak sembelihan, artinya kurban Kristus di kayu salib.
Inilah persiapan dari Tuhan untuk mengundang kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba (sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 November 2019).

Dari nikah yang jasmani harus menerima firman pengajaran dan kurban Kristus sampai mencapai nikah yang rohani/sempurna untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, dan Yerusalem baru.

Lukas 14: 18-20
14:18. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
14:19. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
14:20. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.

Tetapi sayang, banyak orang yang menolak undangan ke perjamuan besar, berarti ketinggalan saat Yesus datang kedua kali di awan-awan yang permai; ia akan mengalami murka/hukuman dari Tuhan, kebinasaan untuk selama-lamanya.

Lukas 14: 21
14:21. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

Mengapa banyak orang menolak undangan Tuhan untuk masuk perjamuan besar?

  1. Pergi ke ladang.
  2. Mencoba lembu.
    Point 1 dan 2 menunjuk pada perkara-perkara jasmani.
    Artinya: banyak orang menolak undangan Tuhan karena perkara jasmani.

    Nikah jasmani juga banyak hancur karena perkara jasmani. Ini pelajaran bagi kaum muda, jangan fokus hanya pada perkara jasmani.


  3. Baru kawin.
    Ini menunjuk pada perkara rohani--melawan nikah yang rohani; Tuhan mengundang di perjamuan nikah yang rohani tetapi dia sibuk dengan nikah jasmani yang penuh hawa nafsu daging dan tidak berkenan kepada Tuhan.

Jadi, banyak yang menolak undangan Tuhan karena menolak salib--menolak undangan Tuhan sama dengan menolak salib Tuhan. Sekarang banyak yang ikut Tuhan tetapi menolak salib; lebih berat pada perkara jasmani sampai tidak mencapai perkara rohani--seperti Esau kehilangan yang rohani karena fokus pada yang jasmani.

Di perjanjian baru, Petrus juga menolak salib. Kita harus hati-hati.
Matius 16: 21-23
16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22. Tetapi
Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,
melainkan apa yang dipikirkan manusia."

'pergi ke Yerusalem'= sekarang kita menuju ke Yerusalem baru harus banyak menanggung penderitaan.
'melainkan apa yang dipikirkan manusia'= pikiran daging.

Petrus menolak salib karena ia menggunakan pikiran daging/pikiran manusia.
Dalam segala hal jangan memakai pikiran daging, tetapi iman--pandangan rohani.
Seringkali kaum muda mau berkarir sampai menggunakan cara yang tidak benar karena menggunakan pikiran daging--tidak mau salib.

Praktik menolak salib:

  1. 1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Salib sama dengan penderitaan daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali pada kehendak Tuhan; sama dengan bertobat. Ini yang benar.

    Praktik pertama menolak salib: tidak bertobat--tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat.

    Bagaimana permulaan orang yang tidak mau bertobat? Berdusta.
    Yeremia 9: 5
    9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

    Malas bertobat itu dusta. Seringkali kita gampang saja berdusta.
    Kalau berdusta dalam nikah, nikah akan pahit getir, tidak ada air anggur. Hati-hati, mulai masa perkenalan jangan obral janji. Jadilah kaum muda yang bertobat!

    Bertobat sama dengan tidak berdusta. Selama masih berdusta, berarti tidak mau bertobat--malas untuk bertobat--, sampai tidak bisa bertobat--menjadi sama seperti Setan. Kita harus hati-hati dengan mulut, jangan sampai ada dusta. Biarpun kita baik, kalau dusta, kita belum bertobat. Orang di luar Yesus banyak yang disebut: baik.

    "Ada satu perusahaan di luar Tuhan, pegawainya yang mula-mula perusahaan berdiri (8 orang) dikasih rumah, perabotan yang mewah. Semua bilang: baik, tetapi belum tentu bertobat."

    Kalau sudah berdusta, tidak akan bisa berkata: Haleluya, berarti tidak sempurna, dan tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Ini sama dengan menolak undangan Tuhan.

    Biarlah hari-hari ini kita berkata benar dan baik--jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.


  2. Yohanes 21: 1-3
    21:1. Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
    21:2. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

    Tuhan suruh murid-murid untuk menangkap manusia, untuk dibawa ke kerajaan sorga, tetapi di sini kembali jadi penangkap ikan karena Yesus sudah mati sehingga timbul pikiran daging dari Petrus. Ikan untuk dijual dan dimakan, itulah profesi.
    'Kami pergi juga dengan engkau'= ikut-ikutan. Jangan ikut-ikut manusia, tetapi Tuhan. Pikiran jangan pikiran daging. Kalau pikiran daging akan ikut manusia, bukan Tuhan.

    Praktik kedua menolak salib--dikaitkan dengan Petrus kembali menjala ikan--:


    • Beribadah melayani bahkan aktif dalam ibadah pelayanan tetapi hanya untuk mencari perkara jasmani/daging.
      Kita harus mohon pada Tuhan untuk memiliki pikiran rohani.
      Mungkin semangat dalam pelayanan, tetapi untuk apa? Kalau hanya untuk cari uang, kedudukan, jodoh dan sebagainya, itu semua tidak berguna; tidak berkenan kepada Tuhan.


    • Tidak setia, sampai meninggalkan ibadah pelayanan karena mencari perkara jasmani.
      Satu waktu Tuhan akan uji kita, yang jasmani dibuat merosot, bagaimana pengikutan kita kepada Tuhan? Apakah bisa setia atau tidak? Apakah kita melayani Tuhan dengan pikiran dan pandangan rohani atau jasmani?
      Di dalam penggembalaan tidak ada ongkos untuk berangkat, bagaimana? Ini ujian dari Tuhan supaya kesetiaan menjadi karakter kita.

      Hati-hati, kalau tidak setia, mulai dari nikah bisa ditinggalkan, begitu juga penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tidak mencapai tubuh Kristus.

      "Saya bersyukur kepada Tuhan diberi kekuatan firman. Saya meneladan guru saya. Saat itu membangun gereja. Beliau berkata: 'Untuk pembangunan tubuh Kristus jalan terus.' Tetap dipercaya sampai beliau meninggal. Jangan tidak setia karena perkara uang!"


    Akibatnya:


    • 'mereka tidak menangkap apa-apa'= tidak bisa berbuat apa-apa; sama dengan tidak bisa berbuah manis, berarti tawar dan pahit getir.
    • Yohanes 21: 4
      21:4. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

      Akibat kedua: tidak mengenal Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung; tidak pernah dijamah Tuhan sehingga kering rohaninya--tidak pernah puas.

      Ketidakpuasan bisa dideteksi dari kata-kata yang kering.
      Kalau tidak puas, bahaya, karena bisa mencari kepuasan di dalam dunia dan jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa.


    • Yohanes 21: 7
      21:7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

      Akibat ketiga: 'tidak berpakaian'= telanjang; sama dengan berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sehingga diusir oleh Tuhan ke neraka.


    Inilah akibatnya kalau mengikut Tuhan dengan pikiran daging.
    Sungguh-sungguh hari-hari ini! Biar kita sungguh-sungguh beribadah melayani Tuhan dengan pikiran dan pandangan rohani--pandangan hanya tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. Di dalam nikah, penggembalaan, fellowship, lihat Yesus. Dia yang bertanggung jawab atas hidup kita karena Dia adalah kepala atas hidup kita. Tenang saja!

    Kalau kita benar-benar bertobat--tidak berdusta lagi--, kemudian melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, setia berkobar-, dan hanya memandang Yesus, Dia yang akan bertanggung jawab. Pandang Dia sekalipun sekarang belum punya apa-apa!


  3. Yohanes 21: 15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Tadi saat Yesus berkata mau ke Yerusalem untuk dibunuh, Petrus menarik Yesus ke samping, padahal penggembalaan adalah gembala di depan dan domba mengikuti. Kalau gembala ditarik ke samping, berarti tidak tergembala.

    Praktik ketiga menolak salib: tidak mau tergembala dengan benar dan baik.

    Penggembalaan adalah masalah hati. Mengapa tidak mau tergembala dengan benar dan baik?


    • Hatinya sombong; merasa mampu; tidak butuh Tuhan, padahal Tuhan mengutus kita seperti anak domba di tengah-tengah serigala. Ini posisi kita apapun keadaan kita. Kalau merasa makin mampu, berarti domba semakin gemuk, semakin tidak bisa lari. Jangan sombong!

      Kaum muda, kalau sudah diberkati, jangan sombong, tetapi tetap tergembala.
      Hati-hati saat diberkati dan dipakai Tuhan, karena kita menjadi tontonan yang menarik bagi manusia daging--orang yang hanya berpandangan daging--, dan juga menarik bagi serigala--Setan.
      Banyak kali hamba Tuhan juga melihat jemaat yang 'gemuk', kemudian dilayani dengan baik. Itulah hamba Tuhan dengan pandangan daging.

      Jadi, hamba/pelayan Tuhan yang berpandangan daging sama dengan serigala.


    • Hatinya kosong, artinya tidak punya kasih.
      Tadi Tuhan bertanya tiga kali kepada Petrus:


      1. Pertanyaan pertama: Tuhan bertanya dengan kasih agape, Petrus menjawab dengan kasih sesama.
      2. Pertanyaan kedua: Tuhan bertanya dengan kasih agape, Petrus menjawab dengan kasih sesama.
      3. Pertanyaan ketiga: Tuhan bertanya dengan kasih sesama, Petrus ingat bahwa ia tidak punya kasih karena ia sudah menyangkal Tuhan.


      Petrus tidak punya dua loh batu, tetapi hanya ada kepentingan diri sendiri; tidak punya kasih, dan itu berarti binasa selamanya.


    Jalan keluarnya: kita harus tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal; tidak bisa diterkam oleh serigala.
    Buktinya:


    • 'sedih hati Petrus', artinya merendahkan diri sehingga bisa sadar akan dosa, menyesali, dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama.
      Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi, supaya kita menerima kasih Allah.


    • Kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan.
      Artinya:


      1. Mengasihi Tuhan lebih dari semua; rela berkorban apapun untuk Tuhan sampai rela mati untuk Dia.
        Yohanes 21: 18-19
        21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
        21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."


      2. Taat dengar-dengaran.
      3. Mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh--setia berkobar-kobar--sampai garis akhir--meninggal dunia atau Tuhan datang kembali.


      4. Menyerah sepenuh kepada Tuhan; menyembah Dia; berseru dan berserah kepada Dia.
        Dan Tuhan mengulurkan tangan kasih-Nya untuk memuliakan Petrus (ayat 19), sekarang Tuhan mengulurkan tangan untuk mengangkat kita.
        Artinya: tangan Tuhan sanggup untuk memelihara, menolong kita--menyelesaikan semua masalah yang mustahil--, semua berhasil dan indah, kita dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus, tidak salah dalam kata-kata. Kita bersorak sorai: Haleluya untuk menyambut kedatangan-Nya.

        Jangan pakai pikiran daging tetapi pikiran rohani: bertobat dan layani Tuhan sungguh-sungguh!

Kita memang anak domba, tetapi jangan sampai dijamah Setan. Biarlah kita dijamah Tuhan, dan kita tidak mati tetapi mulia di hadapan-Nya.
Arahkan pandangan dan pikiran yang rohani hanya kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top