English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-47
Berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya, yakni...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Mei 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Februari 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 12
26:12. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Desember 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Juli 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 28 Agustus 2012 (Selasa Malam)
Tema: tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:10-11
8:10 Lalu malaikat yang ketiga...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:17-20
10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu...

Ibadah Doa Malang, 03 Januari 2017 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Markus 12:28-34
12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 April 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:7-12 tentang belalang dan kalajengking....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 13-21 merupakan PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah atas manusia di dunia, yaitu sepertiga dari umat manusia akan mati secara tubuh, jiwa, dan roh/binasa lewat peperangan besar (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019).

Kita sudah mempelajari ayat 15 (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Juni 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 28 Juni 2019).
Wahyu 9: 15
9:15. Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

Empat malaikat peperangan--setan, antikris, nabi palsu, dan hamba/pelayan Tuhan palsu--yang sudah siap menggunakan setiap jam untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.
Oleh sebab itu kita harus mempergunakan setiap jam perpanjangan sabar Tuhan dan perpanjangan umur kita untuk sungguh-sungguh bertobat, bekerja di ladang anggur, dan menyembah Tuhan (doa satu jam, doa puasa, dan doa semalam suntuk)--peperangan rohani supaya kita tidak masuk peperangan jasmani.

Tanpa pertobatan, pelayanan kepada Tuhan, dan penyembahan--doa satu jam, doa puasa, doa semalam suntuk--apapun yang kita lakukan tidak ada gunanya; hanya masuk peperangan jasmani.

Siang ini kita mempelajari ayat 16.
Wahyu 9: 16
9:16. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

Satu waktu akan terjadi peperangan besar karena dua alasan yaitu:

  1. Jumlah tentara yang terlibat dalam peperangan adalah jumlah yang besar, yaitu 20.000 laksa= 200.000.000 pasukan--seluruh pasukan di dunia.
  2. Jumlah korban yang ditimbulkan adalah jumlah yang besar, yaitu sepertiga dari umat manusia. Dahsyat sekali. Kalau ada tiga miliar manusia, berarti satu miliar yang akan mati. Tidak tahu lagi bagaimana bentuknya.

    "Mohon maaf, bukan bermaksud lain-lain tetapi hanya sebagai pembanding, waktu terjadi tsunami di Aceh, yang meninggal dunia sekitar seratus ribu, dan seluruh dunia langsung heboh. Tetapi nanti satu miliar mati--kalau penduduk dunia ada tiga miliar--, bagaimana itu."

Wahyu 9: 17

9:17. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.
9:18. Oleh ketiga malapetaka ini
dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.

Senjata yang digunakan adalah:

  1. Api= senjata api--perang dunia pertama.
  2. Asap= bom atom (seperti cendawan raksasa)--perang dunia kedua.
  3. Belerang= senjata kimia--perang dunia ketiga.

Ini semua membunuh manusia secara jasmani.

SENJATA API
Setan tritunggal tidak puas hanya membunuh tubuh, karena itu ia menggunakan senjata api secara rohani untuk membunuh jiwa dan roh manusia sehingga binasa selamanya.
Ini yang harus kita waspadai.

Senjata api secara rohani yang bisa membinasakan manusia sampai di neraka adalah lidah yang dikuasai oleh setan tritunggal:
Yakobus 3: 5-6
3:5. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6. Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

  1. Lidah dikuasai setan.
    Praktiknya: berdusta--Setan adalah bapa pendusta--; tidak jujur.
    Ini yang menodai seluruh tubuh, artinya: tidak bisa sempurna tetapi tetap bercacat cela sehingga ketinggalan saat Yesus datang kedua kali di awan-awan yang permai dan binasa untuk selamanya.

    Yesaya 28: 15
    28:15. Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

    Kalau berdusta untuk menyembunyikan diri, kehidupan itu tidak akan bisa dijamah oleh siapapun termasuk Tuhan, tetapi hanya bisa dijamah oleh setan yang menguasai maut--dibawa kepada maut--; sama dengan teken kontrak dengan setan--maut/kebinasaan.

    Mari berpikir, untuk teken kontrak masalah jasmani saja, kita menggunakan notaris. Kenapa kita berani teken kontrak dengan setan lewat berdusta? Ngeri! Teken kontrak yang jasmani saja kita teliti, tetapi untuk masalah rohani untuk apa begitu gampang teken kontrak dengan setan lewat berdusta? Mengerikan! Tinggal tunggu waktunya, akan masuk dalam maut.


  2. Lidah dikuasai antikris, itulah lidah yang buas dan beracun.
    Yakobus 3: 7-8
    3:7. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
    3:8. tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

    Lidah buas= tidak bisa dikendalikan.
    Lidah penuh racun= mematikan kerohanian.
    Praktiknya: memfitnah--yang benar jadi salah dan sebaliknya--, bergosip, sampai menghujat Tuhan.

    Kalau salah jadi benar atau benar jadi salah, itu benar-benar racun, orang bicara satu kali langsung percaya dan tersebar karena ada antikris di dalamnya, tetapi perkataan/firman yang benar, sulit diterima.
    Wahyu 13: 5-6
    13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk
    menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

    'empat puluh dua bulan lamanya'= tiga setengah tahun.
    'menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya'--kemah kediaman menunjuk pada Tabernakel--= menghujat pengajaran Tabernakel/pengajaran yang benar; sama dengan berkata: Mana kedatangan-Nya? Pengajaran benar jadi salah, dihambat dan lain-lain, tetapi pengajaran palsu jadi benar dan didukung. Ini yang sekarang terjadi.

    Inilah lidah yang bagaikan api, yang dikuasai oleh antikris. Kita harus hati-hati.


  3. Lidah dikuasai nabi palsu--terutama ajaran palsu--, yaitu mencampuradukkan pengajaran; tidak tegas soal pengajaran--seperti lidah memuji Tuhan tetapi juga mengutuk manusia (tidak ada pemisahan).
    Yakobus 3: 9-10
    3:9. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
    3:10. dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

    Harus tegas! Lidah memuji dan lidah mengutuk jelas berbeda. Harus tegas, pilih salah satu! Begitu juga dengan pengajaran, harus tegas.
    Hati-hati dengan ajaran palsu sekarang ini. Lewat media apapun ada ajaran palsu, bukan hanya dosa dan puncaknya dosa yang disebarkan lewat internet.

    "Karena itu saya heran ketika kita mulai dengan internet, semua menghantam, dalam rapat ditertawakan, padahal itu perintah om Pong. Saya bingung, kalau dosa dan ajaran palsu lewat internet dibiarkan, tetapi pengajaran yang benar lewat internet malah diejek oleh orang kita sendiri. Ini berarti sudah sampai waktunya pada lidah nabi palsu yang hanya mengajarkan ajaran-ajaran dusta. Tetapi heran juga, hari-hari ini banyak yang mencontoh kita."

Lidah yang dikuasai setan tritunggal akan mengakibatkan paling sedikit dua hal:

  1. Menimbulkan peperangan, permusuhan, kebencian dan lain-lain di dalam nikah dan sidang jemaat--tubuh Kristus.
    Peperangan dalam nikah sudah terjadi pada seluruh dunia gara-gara lidah. Karena itu jaga lidah, jangan salah bicara dalam nikah dan penggembalaan. Jangan sampai terjadi peperangan, permusuhan, dan kebencian.


  2. Menimbulkan perkataan sia-sia yang akan dihakimi dan dihukum, sampai kebinasaan selamanya di api neraka.
    Matius 12: 36-37
    12:36. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
    12:37. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

    Bayangkan, hanya berdusta sudah bisa membawa pada api neraka--bahkan berdusta paling dekat dengan neraka (Wahyu 21: 8)--!
    kita harus menjaga, jangan memfitnah dan lain-lain sampai menghujat, dan jangan ada perkataan sia-sia.

Tuhan tidak rela jika manusia ciptaan-Nya apalagi hamba/pelayan-Nya harus binasa di dalam neraka karena lidah yang dikuasai setan tritunggal.

Jalan keluarnya: Yesus harus taat sampai mati di kayu salib, sehingga Ia mendapatkan nama di atas segala nama untuk mengalahkan setan tritunggal, dan melepaskan lidah kita dari cengkeraman setan tritunggal.
Filipi 2: 8-11
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit(setan) dan yang ada di atas bumi(nabi palsu) dan yang ada di bawah bumi(antikris),
2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Usaha Tuhan luar biasa untuk melepaskan kita. Bukan biasa-biasa, tetapi Ia harus mati di kayu salib.
Yesus taat sampai mati, kemudian Ia bangkit dan naik ke sorga bukan hanya untuk melepaskan kita dari cengkeraman setan, tetapi juga mencurahkan Roh Kudus untuk membaharui kita. Dia terlebih dulu melepaskan kita dari setan yang menguasai lidah kita, tetapi lidah masih rusak--bekas dari setan masih ada. Karena itu lidah harus dibaharui oleh Roh Kudus.

Yohanes 16: 7
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

'Aku pergi'= mati, bangkit, dan naik ke sorga.
Kisah Rasul 2: 1-4
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Roh Kudus bagaikan lidah-lidah seperti nyala api untuk mengubahkan lidah kita.
Contoh: Petrus yang dulunya menyangkal Tuhan, setelah menerima Roh Kudus ia bisa berkhotbah; memuji dan memuliakan Tuhan.

Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada kita, mulai dari loteng Yerusalem.
Roh Kudus dicurahkan langsung dari sorga, tidak perlu lagi minyak urapan seperti dalam perjanjian lama.
Dulu minyak zaitun dijemur, ditumbuk, dan diperas untuk jadi minyak, kemudian ditambah rempah-rempah, ditumbuk, diperas, jadilah minyak urapan Tetapi itu semua sudah digenapkan oleh Yesus--Dia yang dijemur, ditumbuk, dan diperas di kayu salib. Yesus adalah satu-satunya Pembaptis Roh.

"Kita harus mengerti ini, supaya tidak ditipu, apalagi disuruh beli minyak. Senjata mutakhir hanya membunuh tubuh, tetapi setan menciptakan yang rohani untuk membunuh jiwa dan roh. Hati-hati dengan minyak urapan palsu! Dia merasa hebat, padahal sebenarnya dia sudah terhilang sampai Tuhan datang. Bukan begitu! Sejak loteng Yerusalem urapan Roh Kudus sudah langsung dari sorga."

Roh Kudus membaharui lidah kita yang bagaikan senjata api menjadi senjata kebenaran.
Filipi 2: 11
2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Lidah hanya memuji, menyembah, mengagungkan Tuhan, menjadi berkat bagi orang lain--bersaksi--, dan berkata benar dan jujur. Kita ada harapan untuk terus diubahkan sampai satu waktu kita tidak salah dalam perkataan; sempurna seperti Yesus.

Yakobus 3: 2
3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Kalau lidah sempurna, berarti seluruh tubuh kita sempurna seperti Yesus untuk layak menyembah Dia yang datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga dengan sorak sorai: Haleluya--tidak salah dalam perkataan berarti kita hanya menyeru: Haleluya.

Wahyu 19: 6-7
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Tugas kita hanya memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi sesama, dan berkata benar dan jujur.
Mulai dari sekarang lidah kita diubahkan, kita mulai memuliakan, menyembah Tuhan, menjadi berkat bagi orang lain--bersaksi--, dan berkata jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, kalau ada salah/kekurangan/kelemahan kita mengaku kepada Tuhan dan sesama, kalau kita benar, kita mengampuni dan melupakannya.
Kalau masih mengungkit-ungkit kesalahan orang lain, berarti belum jujur. Rugi! Satu waktu bisa menjadi senjata api.
Ini untuk jangka panjang, yaitu sampai kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangka pendeknya adalah sekarang ini kita harus menggunakan setiap jam yang Tuhan percayakan kepada kita untuk menyembah Dia. Kita belajar mulai sekarang untuk menyembah Dia dengan kata: Haleluya. Jangan mengantuk atau bosan!

Menyembah Tuhan sama dengan memberikan segala pujian, hormat dan segalanya kepada Tuhan, dan menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Gunakan sungguh-sungguh!
Semua yang hebat dan luar biasa berasal dari Tuhan, tetapi dari kita hanya kekurangan dan kelemahan. Kalau kita mau menyerahkan kehebatan kita, kehebatan yang mana yang melebihi Tuhan? Karena itu kita hanya menyerahkan kekurangan dan kelemahan kita.
Mungkin kita berkorban seratus juta untuk Tuhan, tetapi kita tetap berkata: Hanya ini Tuhan dengan segala kekurangan dan kelemahan. Jangan berkata: Oh dahsyat ya. Kalau merasa dahsyat justru kita jatuh.

Jadi, sebenarnya tidak mungkin kita jadi sombong kalau belajar kabar mempelai, kecuali keras hati, karena semakin kita mengenal pribadi Tuhan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--puncak pengenalan--lewat kabar mempelai, semakin dalam kita mengenal diri sendiri dalam kekurangan dan kelemahan.

"Karena itu saya ajarkan: Kalau berkata: Petrus tenggelam, kita lebih dari Petrus. Itu berarti sudah tenggelam, termasuk yang berkhotbah. Justru kita harus hati-hati. Siapa kita dibandingkan dengan Petrus? Itulah kabar mempelai."

Tadi lidah menyeru nama Tuhan, sekarang tangan diangkat menyerah kepada Tuhan.
Kalau digabung, kita berserah dan berseru kepada Tuhan, dan Sang Raja akan mengulurkan tangan Roh Kudus kepada kita semua, sehingga mujizat kita alami.

Hasilnya:

  1. Yesaya 43: 15-17
    43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
    43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
    43:17. yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

    Firaun yang hebat dan berkuasa--pelita yang paling terang--akhirnya padam--, tetapi kita yang dulunya tidak bisa, bisa menjadi terang. Itulah pertolongan dari Sang Raja.

    Hasil pertama: kita mengalami kuasa penciptaan Tuhan--mujizat jasmani--:


    1. Dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara kita. Tunjukkan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi dengan sungguh-sungguh, biar Tuhan yang membuka jalan.

      "Seringkali saya masih menunggu jemaat berseru dengan sangat berat. Saya tersentak dan mendoakan, sebentar lagi sudah beres. Sebenarnya tidak perlu begitu, tetapi setiap saat kita sungguh-sungguh. Memang kita menghadapi kesulitan hari-hari ini, tetapi Tuhan yang menolong."


    2. Yang mustahil menjadi tidak mustahil; memberi jalan keluar dari segala masalah yang mustahil--'membuat jalan melalui laut'.
      Ingat, bagi Tuhan lebih mudah dari pada membalikkan telapak tangan.

      "Kemarin satu keponakan saya lulus di perguruan tinggi di Malang. Saya ingat saat semester satu dan dua dia sudah mau berhenti karena merasa tidak bisa. Dia yang paling didoakan, ternyata paling cepat lulusnya dibandingkan teman-temannya. Saya pikir dia D3, tetapi dia jawab kalau dia S1. Saya tambah terkejut lagi. Saya belajar dari perkara-perkara kecil yang seringkali kita remehkan. Bagi Tuhan lebih mudah dari pada membalikkan telapak tangan. Tuhan bisa melakukan semuanya bagi kita."

      Jangan putus asa. Yang hebat jangan merasa hebat. Tetapi sekalipun orang bilang tidak bisa, kalau Tuhan yang membuka jalan, semuanya bisa. Tuhan tolong kita.


    3. Memberi masa depan yang berhasil dan indah.
      Waktu itu Israel sudah habis, tidak ada kehidupan, tetapi Tuhan yang akan menolong kita.


    Firaun kaya, luar biasa hebat, tetapi di luar tangan Tuhan--tidak memuliakan Tuhan, malah menghujat dan melawan Tuhan; tidak berserah dan berseru kepada Tuhan--, ia mati di tengah laut.
    Sebaliknya, biarpun kita kecil tak berdaya, tidak bisa apa-apa, kalau mau mengandalkan Sang Raja--berseru dan berserah--, tangan Roh Kudus bisa menolong kita.

    Ada sumbu yang sudah berasap--tidak ada harapan--? Buluh yang sudah terkulai? Mari berseru dan berserah, Tuhan akan membangkitkan kembali. Ada harapan kembali; kita kuat kembali; buluh yang terkulai akan kuat kembali. Tuhan mengadakan mujizat di tengah kita.


  2. Yesaya 6: 5-8
    6:5. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
    6:6. Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
    6:7. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
    6:8. Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "
    Ini aku, utuslah aku!"

    Yesaya najis bibir--berarti seluruh tubuhnya najis; hidup dalam kenajisan; tidak ada harapan secara rohani--, tidak bisa dipakai Tuhan, tetapi ketika ia melihat Sang Raja, ia bisa disucikan dan dipakai oleh Tuhan.

    Siang ini, apa keadaan kita? Kalau kita mau mengalami penyucian mulut sampai mata memandang Sang Raja, Dia bisa menolong kita. Tadi, secara jasmani: ekonomi, kesehatan, masa depan dan sebagainya, yang penting kita memuliakan Tuhan yaitu mengakui bahwa semua dari Tuhan dan Ia bisa berbuat semuanya, dan kita mengakui kekurangan dan kelemahan kita. Itu saja. Terus berseru dah berserah! Mau apa lagi di akhir zaman?

    Hasil kedua: kita disucikan dan diubahkan sampai berkenan kepada Tuhan yaitu hidup dalam kebenaran dan kesucian--mujizat rohani.
    Kita akan diutus oleh Tuhan, dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Tuhan tolong kita semua.


  3. Lukas 23: 40-43
    23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    23:41.
    Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
    Raja."
    23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
    hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Penjahat gambaran dari kehidupan yang habis-habisan secara jasmani dan rohani. Untung dia bisa melihat Yesus Sang Raja--'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja'.
    Yang penting lidah jujur--'Kita memang selayaknya dihukum'. Kalau salah, kita mengaku.

    Jasmani dan rohani sudah hancur-hancuran, tinggal tunggu waktu sebentar lagi, habis. Tetapi masih ada waktu terbuka, bukan menunggu tahun, bulan, atau hari, tetapi jam ini juga.

    Hasil ketiga: jam ini juga Sang Raja mampu menolong kita semuanya, tinggal kita percaya atau tidak.

    Berseru dan berserah--mengangkat tangan--mulai sekarang! Jangan tunggu disalib seperti penjahat ini, masih riskan, karena penjahat yang lain justru menghujat Tuhan! Jangan sombong! Jangan tunggu sampai habis-habisan! Kalau sekarang kita mau merendahkan diri, jam ini juga Sang Raja bisa menolong kita semuanya, sampai kita sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.

Penjahat yang sudah hancur secara jasmani dan rohani bisa Tuhan tolong sampai bersuasana Firdaus.
Mari kita mengangkat tangan, berseru dan berserah kepada Dia. Ada Sang Raja di tengah-tengah kita. Hari ini, jam ini Dia ada di tengah-tengah kita. Tuhan akan menolong kita semua.

Jangan bergantung pada yang lain, tetapi pada Sang Raja! Sungguh-sungguh! Dia Sang Raja dan Mempelai Pria Sorga mampu melakukan apa saja bagi kita. Jangan ragu-ragu, serahkan semua!
Berseru dan berserah sungguh-sungguh sampai Dia berbelas kasihan untuk mengulurkan tangan kepada kita. Tidak ada yang mustahil bagi Sang Raja.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top