Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Keluaran 12: 21-23
"Kuasa Darah Anak Domba Paskah"

Bangsa Israel mengambil anak domba paskah, kemudian disembelih dan darahnya disapukan pada ambang pintu rumah mereka, sehingga bangsa Israel bebas dari maut/tulah dan sekaligus bisa keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan--negeri perjanjian.

Jadi, kuasa darah anak domba Paskah--darah binatang--sanggup melepaskan Israel dari Mesir menuju ke tanah Kanaan--negeri perjanjian.
Sekarang, darah anak domba Paskah sama dengan darah Yesus--Anak Domba Allah yang mati disalib--yang sanggup melepaskan kita dari Mesir--dunia dan segala pengaruhnya---menuju ke awan-awan yang permai saat kedatangan Yesus kedua kali dan kita masuk perjamuan kawin Anak Domba Allah.
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan kawin Anak Domba= nikah yang rohani antara Yesus sebagai kepala--Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat sebagai tubuh-Nya--mempelai wanita Sorga.
Oleh sebab itu, kita harus menjaga nikah kita supaya nikah kita menjadi benar, suci dan satu sampai mencapai perjamuan kwin Anak Domba.

Sesudah itu, Wahyu 20, kita masuk kerajaan 1000 Tahun Damai; Firdaus yang akan datang.
Sesudah itu, kita masuk Wahyu 21-22; langit yang baru dan bumi yang baru, itulah Yerusalem baru; kerajaan Sorga yang kekal selama-lamanya.

Itulah kekuatan darah Anak Domba Paskah.

Ada 3 bukti bahwa kita keluar dari Mesir; sekarang dunia dengan segala pengaruhnya oleh kuasa darah Anak Domba:

  1. dilepaskan dari berhalaMesir.
    Yeremia 46: 14-15
    46:14. "Beritahukanlah di Mesir, dan kabarkanlah di Migdol! Kabarkanlah di Memfis dan di Tahpanhes! Katakanlah: Ambillah tempat dan bersiaplah, sebab sekitarmu habis dimakan pedang!
    46:15. Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup
    sapi jantanmubertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!

    'sapi jantanmu'= berhala orang Mesir. Ini yang disembah oleh orang Israel.

    Waktu berada di Mesir selama kurang lebih 400-450 tahun, bangsa Israel melihat penyembahan lembu jantan ini di Mesir, sehingga saat dalam keadaan terjepit, mereka ingat pada berhala ini. Saat Musa naik ke gunung Sinai dan tidak turun-turun, mereka ingat berhala orang Mesir dan membuatnya.

    Keluaran 32: 9 (tentang berhala lembu emas)
    32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk

    Anak lembu emas adalah lawandari anak domba paskah.
    Bangsa israel membuat anak lembu emas sebagai tandingan dari anak domba paskah.

    Begitu TUHAN melihat anak lembu emas yang dibuat oleh bangsa Israel, TUHAN katakan: bangsa ini adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk; keras hati.

    Israel membuat berhala anak lembu emas, bagi kita sekarang sama dengan tegar tengkuk atau keras hati.

    Jadi, bukti bahwa kita keluar dari Mesir/dunia adalah keluar dari berhala anak lembu emas; KELUAR DARI HATI YANG KERAS.

    Praktik hati keras:

    • Keluaran 32: 1
      32:1. Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harundan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

      Praktik keras hati yang pertama: ibadahnya mengerumuni Harun, bukan Yesus.
      Artinya: beribadah melayani TUHAN, tetapi hanya untuk melihat dan mencari perkara jasmani; melihat uang, pendetanya, kedudukan dan lain-lain. Betapa sia-sianya kita beribadah semacam ini, kalau hanya mencari perkara jasmani tanpa pertimbangan yang rohani (mengabaikan yang rohani), terutama mengabaikan kebenaran firman Allah/firman pengajaran yang benar.

      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan
      mencintai dirinya sendiri(1)dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3)dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6)dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3.
      tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4.
      suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5.
      Secara lahiriahmereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'tidak mempedulikan agama'= mencampur adukkan agama, bukan atheis, karena orang-orang ini adalah orang yang beribadah di ayat 5.

      'Secara lahiriah...'= hanya secara lahiriah, tidak sampai kepada rohaninya.
      Kekuatan ibadahadalah kebenaran firman pengajaran.
      Ibadah yang jasmani hanya mengerumuni Harun--menolak kekuatan ibadah--, sehingga tidak mengalami keubahan hidup/pembaharuan, tetapi tetap mempertahankan manusia darah daging dengan 18 sifat tabiat daging; mulai dari egois sampai tidak taat.

      18= 666= dicap 666 oleh antikris; jadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya.

      Inilah suatu kekerasan hati. Berkata: beribadah melayani TUHAN, tetapi hanya untuk melhiat yang jasmani dan menolak firman pengajaran yang benar.

    • Keluaran 32: 4
      32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

      Praktik kedua keras hati: buta rohani; lembu emas dibilang: Allah; palsu jadi benar dan sebaliknya. Ini orang yang keras hati.

      Buta rohani= tidak maumemembedakan pengajaran yang benar dan tidak benar. Sebenarnya sudah tahu mana yang benar, tetapi tidak mau karena mengerumuni Harun--karena figur manusia, kedudukan dan sebagainya. Kalau diteruskan, satu waktu tidak bisamembedakan pengajaran yang benar dan tidak benar, sehingga menolak firman pengajaran benar dan menerima pengajaran palsu.

      Kalau pengajarannya palsu, akan masuk penyembahan palsu ('Hai Israel, inilah Allahmu...'), yaitu penyembahan kepada antikris dan akan dibinasakan selama-lamanya; namanya tidak tertuls dalam kitab kehidupan (Wahyu 13: 8).

    • Roma 2: 4-5
      2:4. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
      2:5. Tetapi oleh
      kekerasan hatimuyang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

      Wujud kemurahan Allah adalah TUHAN belum datang kedua kali dan kita belum meninggal dunia. Maksud utamanya adalah supaya kita bertobat.

      Sebelum kita bertobat, berarti belum mencapai maksud kemurahan TUHAN.

      Praktik ketiga keras hati: tidak mau bertobat; tetap mempertahankan dosa sekalipun sudah ditegor firman.
      Contoh: dosa dusta. Mungkin awalnya menyesal, tetapi tidak mau bertobat, terus berdusta. Lama-lama akan biasa berdusta.

      Jadi, tidak mau bertobat= tetap mempertahankan dosa bahkan enjoy dalam dosa.
      Kalau diteruskan, satu waktu tidak bisa bertobat, sekalipun masih punya tubuh, sehingga jadi sama seperti setan. Kalau setan bisa bertobat, ia lebih dahulu bertobat, karena ia tahu siksanya neraka. Tetapi setan tidak punya tubuh, sehingga tidak bisa bertobat.
      Selama kita punya tubuh, masih ada kemurahan untuk bertobat. Gunakan kesempatan untuk bertobat dan lepas dari dosa lewat kuasa darah Anak Domba!

      1 Korintus 5: 11
      5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamujangan bergauldengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      'cabul'= bukan berarti jatuh dalam dosa. Kalau jatuh satu kali dan dia mau mengaku dan bertobat, maka masih bisa menyatu lagi. Tetapi cabul di sini berarti sudah enjoy dalam dosa, malah marah kalau diingatkan. Ada hamba TUHAN, sudah jatuh, tetapi tidak mau mengaku, malah marah dan menyalahkan orang lain. Orang semacam ini tidak bisa menyatu; mau bagaimanapun, terang dengan gelap tidak akan bisa menyatu.

      Hati-hati!Sering kali yang membuat kita tidak bisa menyatu adalah cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, dan penipu.

      'makan bersama'= fellowship. Fellowship bukanlah sekedar bertemu, tetapi makan bersama, yaitu makan firman Allah.

      "Jadi, kita datang ke sini sama-sama makan. Bukan hanya saudara saja, tetapi saya juga makan."

      Kalau tidak makan, tetapi kerja terus, maka dia paling cepat lapar--merasa tidak puas--, pingsan, dan mati.

      Kita harus bertobat, terutama dari 6 dosa yang mendarah daging; 6 dosa yang menguasai tubuh, jiwa dan roh kita yang hanya bisa dibasuh oleh darah Anak Domba Allah, seperti ambang pintu rumah Israel ditandai dengan darah anak domba. Sekarang, pintu hati kita ditandai dengan tanda darah, supaya bisa bertobat.

      1. Mengikat tubuh:

        1. cabul: dosa kawin mengawinkan; dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyipangan seks: homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri, seks dengan binatang, sampai nikah yang salah dan kawin cerai.
          Dosa ini sulit sekali untuk lepas.
          Hanya darah Anak Domba Paskah yang mampu melepaskan.
          Pada malam Paskah yang indah ini, bertobatlah!

        2. Mabuk: dosa makan minum; merokok, mabuk, narkoba.

      2. Mengikat jiwa; menjadi tabiat: kikir, pemfitnah dan penipu.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan, tetapi hanya menerima dan mencari.

        Ibadah yang sejati adalah memberil. Bangsa Israel datang kepada TUHAN bukan dengan tangan hampa. Yang paling miskin membawa burung tekukur, yang kelas menengah membawa kambing domba, dan yang kaya membawa lembu.

        Kalau sudah lepas dari dosa kikir, maka kita lebih bahagia memberi daripada menerima.

        Pemfitnah= yang benar menjadi salah dan sebaliknya. Ini bahaya.

      3. Mengikat roh: penyembahan berhala, dimulai dengan serakah (dalam surat Kolose 3: 5, '..keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala').
        Serakah= merampas haknya orang lain, terutama haknya TUHAN, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

        Kalau kikir dan serakah, berarti ia sudah menyembah uang, sama dengan menyembah antikris.

        Tugu pemberhalaan yang paling tinggiadalah dosa kebenaran sendiri:

        1. menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan TUHAN/pengajaran benar.
        2. kebenaran di luar firman Allah.
          Firman mengatakan: tidak boleh, tetapi kita mengatakan: boleh. Kalau 1000 orang mengatakan: boleh, tetapi firman mengatakan: tidak boleh, maka 1000 orang itu adalah kebenaran sendiri.

          Tetapi, biar 1 orang mengatakan: tidak boleh dan firman juga mengatakan: tidak boleh, itulah kebenaran firman, bukan kebenaran sendiri.

          Ukuran kebenaran adalah sesuai firman atau tidak, bukan 1000 orang atau 1 orang.

          Contoh: seorang anak kecil melihat Petrus bersama Yesus dan ia bertanya pada Petrus, 'apakah kenal Yesus?'--ini kebenaran,, tetapi Petrus mengatakan, 'tidak kenal Yesus'. Biar pendeta senior melawan anak kecil, kalau anak kecil itu sesuai firman, itulah kebenaran. Tidak peduli mau 1000, 100, tua, muda. Yang penting sesuai dengan firman.

          Jangan dibolak balik, supaya bisa memenuhi keinginan kita!Firman sudah mengatakan: tidak boleh, tetapi dibolak balik sampai bilang: boleh, karena keinginan kita mengatakan: boleh. Ini kebenaran di luar firman.

    1 Korintus 5: 7-8
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu
    marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurniandan kebenaran.

    Hanyakekuatan darah Anak Domba Allah yang mampu melepaskan kita dari berhala Mesir; melepaskan kita dari kekerasan hati dan 6 dosa yang mengikat, sehingga kita bisa bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN--untuk dapat hidup dalam kbenaran dan kemurniaan.
    Batas pergaulan kita adalah kebenaran dan kemurnian, termasuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

    Hasilnya: kita hidup dalam suasana pesta ('marilah kita berpesta'); kita mengalami suasana pesta.
    Dunia ini ada dalam suasana kutukan dan dosa. Kalau kita memasang pagar--bertobat, hidup dalam kebenaran-kemurnian dan pengajaran yang benar--, maka kita akan mengalami suasana Firdaus.

    Jangan mau mendengar yang tidak benar! Kalau mendengar yang tidak benar berarti kita keluar dari pagar seperti Hawa; keluar dari Firdaus dan menuju suasana kutukan.

    Jangan memberi kesempatan untuk mendengar ajaran palsu!Kalau berani mendengar ajaran palsu, berarti berani keluar dari pagar Firdaus dan menuju suasana kutukan.
    Biarlah kita pulang malam ini dalam suasana Firdaus.

  2. Bukti kedua bahwa kita lepas dari Mesir: lepas dari sistem kehidupanMesir.
    Ulangan 11: 10
    11:10. Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.

    Sistem Mesir adalah sistem jerih payah/letih lesu.
    Artinya:

    • mengandalkan kepandaian, pengalaman, kekuatan, modal dan lain-lainuntuk memenuhi kebuTUHAN hdiup sehari-hari.

      Kita belajar dari Petrus, seorang nelayan yang sudah berpengalaman. Semalam-malaman dia bekerja keras, tetapi tidak menangkap apa-apa; gagal total bahkan telanjang.

      "Sekarang juga diikuti hamba-hamba TUHAN yang memakai sistem Mesir yang santai-santai saja, tidak mau berdoa dan puasa lagi, sehingga gagal total. Tidak ada ikan yang ditangkap, malah keluar."

      Kalau hanya mengandallkan kemampuan dalam mencari nafkah, satu waktu akan gagal total. Saat laut tenang, Petrus sudah gagal total, apalagi kalau laut bergelora, pasti habis. Tetapi, kita harus bergantung pada pemberitaan firman Allah dan mempraktikkan. TUHAN yang menjamin kehidupan kita di tengah kesulitan. Dan TUHAN sanggup menjadikan yang gagal menjadi berhasil.

      Begitu Yesus datang, 'tebarkan jalamu', maka ia mendapat banyak ikan, sekalipun tidak masuk akal, karena saat itu siang hari.

      Segala sesuatu yang ditambah dengan pembaritaan firman akan berhasil dan indah.

      "Apapun bentuknya yang TUHAN perinttahkan kepada saya, saya hanya satu doanya, 'bukakanlah firman sebagai pembuka jalan', dan terbuka semua jalan."

      "Saya teringat pada tahun 80an, Pdt In Juwono mengadakan PPI di Jember. Saya ikut bersama orang tua saya. Waktu itu, murid-murid sudah mau ujian penerimaan mahasiswa baru. Ada yang bawa koper, tetapi bukan berisi baju, tetapi buku pelajaran. Salah satunya adik saya yang bungsu. Dalam salah satu khotbah, om Yo mengatakan, 'ayo, kaum muda yang mau mengikuti ujian, dengar firman'. Papa saya berkata, 'mana bisa?', karena dia masih baru dalam pengajaran. Tetapi, TUHAN buktikan. Nilai ujian akhir adik saya jelek, tetapi bisa lulus. Baru papa saya berkata, 'oh betul. Begitu ya pengajaran.' Itulah kuasa firman. kalau hanya belajar saja tanpa firman, satu waktu akan gagal total. Hanya melayani tanpa firman, satu titik juga akan gagal."

      praktikkan firman dan tangan TUHAN yang menolong!
      TUHAN bertanya, 'apa yang ada padamu?' Sering kali kita tunjukkan uang, ijazah dan lainnya, sehingga gagal. Tetapi, kalau ada 5 roti 2 ikan, maka bisa memberi makan 5000 orang; roti firman bisa menghapus segala kemustahilan.

      "Kegagalan kita hamba TUHAN adalah 'uang 200 dinar tidak cukup, om', sama seperti Filipus--gambaran hamba TUHAN--saat TUHAN suruh untuk memberi makan. Dan Filipus menjawab, 'uang 200 dinar tidak cukup.' Waktu kami mau mengadakan ibadah ini, sampai hari Selasa belum ada uang, karena kami keluar terus. Jangankan uang, gedungnya saja belum tahu. Tetapi kalau 'berapa roti ada padamu?', pasti cukup bahkan berkelimpahan. Biarpun kita kecil, tetapi kalau ada roti, pasti berkelimpahan. Biar besar, tetapi kalau uang yang dipegang, pasti habis. Ini bedanya."

    • Yang kedua: sistem Mesir artinya mengejar perkara jasmani--kehidupan sehari-hari--sempai mengorbankan perkara rohani.
      Ini sama seperti Esau yang berburu daging sampai mengorbankan hak kesulungan (perkara rohani). Akhirnya, ia meraung-raung, kehilangan yang rohani--kehilangan segala-galanya sampai selama-lamanya. Kalau hanya kehilangan yang jasmani, masih bisa dicari, tetapi kalau kehilangan yang rohani, berarti kehilangan segala-galanya.

      Kita boleh bekerja dan kuliah yang keras, tetapi jangan abaikan yang rohani. Utamakan yang rohani; utamakan ibadah pelayanan!


    • Yang ketiga: sistem Mesir artinya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan perakara jasmani--kebuTUHAN hdiup sehari-hari.

      "Ini juga dipakai oleh hamba TUHAN untuk memenangkan jiwa. Katanya memenangkan jiwa, tetapi memakai cara yang tidak benar. Inilah cara Mesir yang ingin cepat semuanya; tanah Mesir seperti tanah datar. Kalau jalan Kanaan berupa gunung dan lembah. Ini maunya, yaitu orang Kristen dipacu semua di jalannya setan--mau yang cepat, termasuk kami hamba TUHAN."

      Kalau mau cepat tetap tidak halal, itu adalah jalannya ulardan pasti binasa.
      Pedoman kita hari-hari ini adalah lebih baik tidak..... dari pada tidak benar.

      "Ada murid saya mengatakan, 'om, gereja harus gini gitu'. Saya jawab, 'tidak benar.' Lalu dia bertanya, 'lalu saya bagaimana, om?' Dan saya hanya katakan 'silahkan saja, kamu mau yang tidak benar atau kehilangan gereja?' Dia mau yang benar dan memang kehilangan gereja. Tidak apa-apa. Lebih baik kehilangan gereja dari pada kehilangan keselamatan. Sering kali, hanya untuk untung 500 rupiah, kita berdusta. Apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawa?"

      Pilih kebenaran/keselamatan!
      TUHAN tolong kita semua.

      "Saya juga praktik. Di Malang, ada gereja yang ditempati dan ada gereja yang membangun. Saya diusir dari sana. Seharusnya SK-nya milik saya. Sementara membangun, hampir selesai, saya diusir. Om Pong sebagai ketua umum waktu itu gampang saja, 'pergi saja, tetapi aset-asetnya bawa karena itu milik jemaat'. Saya bawa bangku-bangkunya juga dimarahi, tetapi masih dikasih sekalipun hanya sedikit. Tidak masalah. Saya tinggalkan dan bersyukur. Dulu, saya maunya di jalan Simpang dan di sana. Setelah saya tinggalkan, ternyata ada maksud TUHAN yagn indah beberapa tahun kemudian, yaitu TUHAN ingin saya membuka di Surbaya, bukan 2 di Malang, sekalipun gerejanya masih kontrak. Yang penting bisa ibadah. Kenapa harus bingung? Dari pada punya gereja tetapi tidak benar, lebih baik sekalipun tidak punya, tetapi bena dan bisa ibadah yang benar."

    Ulangan 11: 11-15
    11:11. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunungdan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
    11:12. suatu negeri yang
    dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
    11:13. Jika kamu dengan
    sungguh-sungguhmendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
    11:14. maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya,
    hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
    11:15. dan
    Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

    = sistem tanah Kanaan.
    Memang butuh waktu lama. Mungkin kita dihina, biar saja. Tetapi, satu waktu hujan akan turun. Kita tinggal tunggu waktunya.

    'dipelihara oleh TUHAN'= dipelihara langsung oleh TUHAN.
    'sungguh-sungguh mendengarkan perintah...'= taat. Kesungguhan dalam ibadah inilah yang penting. Nanti TUHAN akan curahkan hujan dan kita tidak kuat menerimanya.

    'Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu'= jangankan orangnya, hewannyapun juga dipelihara oleh TUHAN.

    Sistem Kanaan/sistem Sorga adalah sistem lembah dan gunung. Jelas membutuhkan waktu yang lama; waktu di tangan TUHAN. Kita hanya sabar menunggu waktu TUHAN.

    Lembah= kematian.
    Gunung= kebangkitan.
    Lembah dan gunung= SISTEM SALIB. Ini bukti lepas dari sistem Mesir.
    Praktiknya:

    • hidup benar,
    • setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Kesetiaan dimulai dari perkara terkecil,
    • taat dengar-dengaran.

    "Dulu, saya hidup di gereja. Kalau diajak melayani ke kawah Ijen, pasti jatuh, apapun yang kita naiki, karena berbatu-batu. Nanti yang dilayani hanya 2 orang suami-isteri. Kalau suaminya tugas, berarti tinggal satu. Kalau mau hujan, juga tidak keluar. Memang harus setia mulai dari yang kecil."

    Kalau ini ada, maka TUHAN mencurahkan hujan kemurahan dan hujan berkatyang tidak bisa dihalangi siapapun.

    "Jadi, jangan iri kalau melihat orang sudah menerima hujan berlimpah-limpah. Tetapi ikuti perjalanan lembah gunungnya, pasti ketemu hujan juga."

    Hujan kemurahan dan berkat TUHAN:

    • berkat jasmani,
    • berkat rohani,
    • berkat nikah rumah tangga dan
    • berkat untuk hewan; berkat untuk beribadah kepada TUHAN--hewan dibawa oleh orang Israel untuk beribadah.
      Sampai sejauh itu pemeliharaan TUHAN.

    Sangat tidak bisa diterima oleh TUHAN, kalau seorang hamba TUHAN diutus dan mengatakan 'tidak ada ongkosnya'. Sebab, TUHAN memberkati sampai ke rumput untuk hewan.
    Seringkali, kesalahan kita adalah berkat dari TUHAN dihabiskan untuk perkara-perkara jasmani sampai tidak ada berkat untuk ibadah, bahkan rumput untuk hewan juga dimakan.

    "Bukan saya menghina atau sombong. Om Pong kalau menyuruh saya, tidak ada ongkosnya, mulai dari saya sebagai pengerja. Memang harus dilatih. Itu sebabnya, saya menabung, karena om Pong bisa menyuruh sewaktu-waktu. Kalau disuruh sekali oleh om Pong dan tidak mau, maka selamanya tidak disuruh."

    Jangan makan rumput! Sebab orang yang memakan rumput sama dengan hewan yang hidup dari naluri. Hewan jika ingin kawin, dia akan kawin dengan siapa saja; dia ingin makan, anaknya akan dimakan kalau tidak ada makanan lain. Ini hamba TUHAN yang hidup dari naluri, bukan dari iman.

    Jika makan rumput, maka akan menjadi manusia rumput--manusia daging--yang menjadi layu dan kering rohani, terbakar dan binasa (1 Petrus 1).

    Ibadah ini mengandung janji untuk hidup sekarang sampai hidup kekal.
    Inilah sistem Kanaan; hidup benar, setia berkobar-kobar dan taat. Kita tinggal sabar menunggu waktu TUHAN.

  3. Bukti ketiga bahwa kita lepas dari Mesir: lepas dari tabiatorang Mesir.
    Keluaran 3: 21-22
    3:21. Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hatiterhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,
    3:22. tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang
    perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu."

    Orang Mesir bermurah hati, bukan berarti murah hati/suka memberi, tetapi berarti tidak menghargai perkara rohani.

    "Ini ada satu rumus juga bagi kita. Orang Mesir itu orang dunia yang tidak menghargai perkara rohani, yaitu firman, ibadah, orang-orang benar dan sebagainya. Ini suatu pelajaran. Jika di dunia ini kita tidak dihargai karena kita memegang firman pengajaran benar, karena kita hidup benar, tidak mau berliku-liku, dan kita merasa tidak berharga, jangan marah, sebab saat itulah kelepasan dari Mesir sudah dekat."

    Artinya: waktu kita untuk dipakai TUHAN justru saat kita tidak dihargai dan memang kita merasa tidak berharga.
    Kalau kita dipakai TUHAN, maka kita akan berharga di mata TUHAN.

    Yang diberikan oleh orang Mesir; yang tidak dihargai:

    • kain-kain/pakaian= jubah= jubah pelayanan sampai pakaian putih berkilau-kilauan/pakaian mempelai.
      Jubah pelayanan = jubah Yusuf yang maha indah.

      Jangan sampai kita hamba TUHAN dan pelayan-pelayan TUHAN seperti orang dunia yang tidak menghargai jubah!
      Kita harus MENGHARGAI/MENJUNJUNG TINGGI JUBAH PELAYANANsesuai jabatan pelayanan yang TUHAN berikan kepada kita.
      Artinya:

      1. Arti menghargai jubah yang pertama: harus setia, berkobar-kobar dan bertanggung jawabdalam ibadah pelayanan sampai garis akhir; sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.

        "Kalau gembala tidak setia, bagaimana sidang jemaat? Mulai dari seorang gembala harus setia berkobar-kobar dan bertanggung jawab. Sistem penggembalaan bukan sistem kerajaan, tetapi sistem keteladanan."

        Jangan sampai seperti orang dunia! Orang dunia tidak menghargai jubah pelayanan. Tetapi, kita adalah orang Sorga dan kita harus menghargai. Tidak ada alasan lain.

        Kalau tidak setia bahkan tinggalkan ibadah pelayanan, sama dengan berhutang darah Yesus/darah Anak Domba Paskah yang tidak bisa dibayar apapun, bahkan nerakapun tidak bisa membayar, sebab neraka adalah hukuman kekal. Biarlah kita sungguh-sungguh.

      2. Arti menghargai jubah yang kedua: Rela kalau jubah pelayanan dicelup dalam darah; seperti jubah Yusuf, artinya:

        1. Rela sengsara daging karena pelayanan. Banyak kali, kita sepulang dari kuliah, dari perkerjaan, masih harus melayani.
          Kita harus rela sengsara daging, justru kalau tidak sengsara, berarti bukan pelayanan dari TUHAN.

          Kalau sudah sengsara, 'Aduh, Om, kok begini?' Itu sudah betul, tinggal kita lanjutkan.

        2. Rela berkorban apapun juga, yaitu waktu, perasaan, tenaga, uang dan lain-lain. Sering kali kita berkorban perasaan; kita mau menolong orang, tetapi malah disalahkan. Kalau melawan, berarti tidak jadi dicelup dalam darah.

          Perasaan ini harus diredam, sekalipun orang sudah mengatakan apa saja. Sebut “darah Yesus, TUHAN tolong”.

          "Saya paling tidak tahan kalau apa-apa ditulis di facebook. Saya tidak punya facebook, tetapi ada orang yang lapor pada saya. Baru-baru ini saya dengar lagi dan saya mau balas. Tetapi firman TUHAN sudah menjawab. Tidak perlu lagi. TUHAN yang tahu. Memang harus berkorban perasaan. Saya mau menolong orang, tetapi malah dibeginikan. Saya hanya menasihati supaya dihapus, kalau perlu diberi kata-kata maaf; saya juga menyuruh supaya dia menulis di status: 'Yang itu salah, saya yang salah, saya minta maaf'. Itu lebih bagus lagi. Itu kalau mau dicabut secara tuntas. Kalau kita diam, maka ia berhadapan dengan TUHAN."

          Kita juga harus rela mencucurkan keringat dan air mata untuk pelayanan, sampai tidak menghiraukan nyawa seperti Rasul Paulus (Kisah Para Rasul 20:24).

          "Maaf, kalau ini dianggap kesombongan. Banyak orang memperhatikan saya. Saya tiap Jumat harus ke Medan. Mereka berkata, 'om, saya belikan tiketnya'. Kalau saya hiraukan tiketnya, saya malu dengan Paulus yang tidak menghiraukan nyawanya. Saya selalu berangkat berdua dengan isteri, jadi selalu membeli tiket untuk 2 orang. Sebab untuk memberitakan Kabar Mempelai, jangan sampai menjadi kabar setengah mempelai (karena datang sendirian). Akhirnya saya dapat ayat ini dan saya katakan kepada mereka, 'Rasul Paulus sampai tidak menghiraukan nyawanya, kalau saya menghiraukan tiket, terima kasih. Kalau bapak/ibu membelikan saya tiket, tiketnya datang, saya yang tidak datang'. Harus ada tanda darah."

      3. emas= perhiasan mempelai; yaitu TAAT DENGAR-DENGARAN.
        Orang Mesir adalah bangsa yang tidak taat, main tabrak sana sini; menabrak aturan firman.
        Kalau kita tahu itu salah, jangan ikuti! Semoga semuanya menjadi benar.

    • Perak= ketebusan.
      Amsal 10: 20a
      10:20a. Lidah orang benarseperti perak pilihan

      Lidah yang benar= JUJUR= ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Kalau 'ya...tetapi.., tidak benar, namun....', berarti masih ular dan belum ditebus.

      Amsal 15: 8
      15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya

      Kalau jujur, maka kita menjadi rumah doa. Kalau tidak, kita akan jadi sarang penyamun.
      Salah satu keluhan TUHAN adalah 'rumahKu adalah rumah doa, tetapi engkau menjadikannya sarang penyamun'.

      Sebagai rumah doa, kita bisa menyembah TUHAN sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga dengan kata 'Haleluya'.

      Wahyu 19: 6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!Karena TUHAN, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Penyembahan ini kita mulai dari sekarang.
      Wahyu 19: 1, 3-4
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya!Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
      Haleluya!Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "
      Amin, Haleluya."

      Kita menyembah dengan 'Haleluya', sebab penyembahan di Sorga juga dengan kata 'Haleluya'.
      Jadi, penyembahan kita di bumi harus merupakan pantulan dari Sorga. Inilah gunanya belajar Tabernakel.

      Musa melihat Sorga di gunung Sinai dan TUHAN perintahkan Musa, supaya membuat Tabernakel, itulah Sorga di bumi. Kita belajar Tabernakel, supaya apa yang kita lakukan di bumi, sama dengan kerajaan Sorga.
      Semua harus sama dengan kerajaan Sorga.

      Kita belajar Tabernakel harus sampai praktik. Kalau tidak praktik/tidak bertobat, justru akan tambah nakal.

      Saat kita menyembah Sang Raja dengan kata 'Haleluya', kita akan merasakan kemurahan dan kebajikanSang Raja di setiap langkah hidup kita/setiap detak jantung kita.

      Mazmur 106: 1
      106:1. Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      (terjemahan lama)
      106:1. Haleluyah! Pujilah akan TUHAN, karena baiklah Ia, dan
      kemurahan-Nya kekal selama-lamanya.

      Tidak akan ada yang putus asa, tidak ada yang bangga, karena semua hanya kemurahan dan kebajikan TUHAN.
      Kalau sudah putus asa, tarik nafas lalu hembuskan. Kalau bisa keluar nafas, itulah kemurahan TUHAN yang masih menolong kita. Begitu juga kalau mau bangga. Semua hanya karena kemurahan dan kebajikan Sang Raja.

      Saat kita putus asa atau dalam keadaan diberkati, suara penyembahan kita akan berbeda, itulah gunung dan lembah; nyanyian baru.

      Kemurahan dan kebajikan akan melakukan mujizat secara jasmani. Setiap kata 'Haleluya' kita serukan, maka mujizat akan terjadi.

      Mazmur 106: 9
      106:9. Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun.

      Begitu menyeru 'Haleluya', laut Teberau terbelah.
      Artinya: ada jalan keluardari segala masalah sampai yang mustahil.
      Sebab itu, jangan sampai kita permainkan kata 'Haleluya'.

      "Jangan digunakan untuk bergurau! Mau berkhotbah, menyerukan 'Haleluya! Haleluya!' Ini bukan kampanye. Saya paling tidak setuju."

      'Haleluya!' adalah penyembahan pada Sang Raja di Sorga, di mana kita mengakui bahwa setiap detak jantung kita hanya kemurahan dan kebajikan TUHAN.

      Nanti, kita akan melihat, satu kata 'Haleluya'ini akan menjadi pemisah yang dahsyat.
      Mazmur 136: 1, 4, 13
      136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:4. Kepada Dia yang
      seorang dirimelakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:13.
      Kepada Dia yang membelah Laut Teberaumenjadi dua belahan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      Kita tidak perlu berharap kepada siapapun, tidak perlu bergantung pada pribadi lain, tetapi kita hanya bergantung pada Dia seorang diri di kayu salib yang melakukan keajaiban besar.
      Dia memberi jalan keluar dari segala masalah, ada masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya, dan ada pemeliharaan TUHAN.

      Mungkin malam ini ada yang sakit, tidak bisa makan dan sebagainya, seharusnya mati, tidak bisa lagi, serukan 'Haleluya' dan sungguh mengakui bahwa kita hidup dari kemurahan dan kebajikan TUHAN.

      Israel juga bergerak ke Kanaan, artinya kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Mari, banyak menyembah. Maka laut akan makin terbukadan kegerakan akan makin besar.

      Jika mujizat jasmani terjadi, maka mujizat rohani juga akan terjadi. Kita diubahkansampai tidak salah dalam perkataan.

      Yakobus 3: 2
      3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya

      Kita menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna dengan satu suara 'Haleluya'.
      Kita akan terangkat di awan-awan permai dan kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu masuk Firdaus sampai masuk Yerusalem baru/Kanaan samawi.

      Sementara, yang tertinggal di bumi, ada seruan yang dahsyat seperti saat orang Mesir tidak ada tanda darah pada pintu rumahnya.

      Keluaran 11: 6
      11:6. Dan seruan yang hebatakan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi.

      Seruan yang hebat ini menurut bahasa masing-masing, karena tidak satu tubuh sehingga tercerai berai. Sedangkan yang di atas, hanya ada satu suara, yaitu 'Haleluya'--bahasa Sorga.

      Jadi, 2 hal yang harus dicamkan. Satu kata 'Haleluya' adalah:

      1. satu kata yang memisahkanantara orang yang naik ke Sorga dan tertinggal di bumi.
        Jangan pernah berkata 'hanya beda sedikit, sama saja'. Satu kata saja beda, hasilnya sudah berbeda, satu di atas, satu di bawah.
        Hati-hati dengan satu kata!

        Kita ingat ketika bangsa Israel hendak menyeberang, mereka harus mengatakan 'syibolet'. Tetapi ada orang yang tidak bisa mengatakan 'syibolet', melainkan 'sibolet', orang itu harus mati. Hanya beda satu huruf 'y'. Kalau 'syibolet', bisa menyeberang. Kalau 'sibolet', maka harus mati.”

      2. 'Haleluya' adalah satu kata yang mengandung mujizatdan sorak sorai dari Sang Raja yang seorang diri berjuang di kayu salib untuk melakukan keajaiban besar.

      Mungkin kita datang dengan persoalan besar, kita datang dan menyembah TUHAN, maka mujizat akan terjadi dan perpisahan akan makin tegas. Kita tidak lagi bersama dengan orang berdosa yang di bawah, tetapi mulai terangkat ke awan-awan; terlepas dari dunia.

TUHAN tolong kita semua. Sampai nanti TUHAN datang kedua kali, mujizat yang terakhir yaitu kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia dan kita sungguh-sungguh terangkat ke awan-awan dengan kata 'Haleluya', sampai masuk kerajaan Sorga.
Serius! Sungguh-sungguh. Satu kata saja bisa berbeda. Bukan kita fanatik, tetapi ini kebenaran.

"Om Pong selalu berkata, 'Kalau sudah tahu salah, tetapi dibela, itulah fanatik bodoh-bodoh'. Tetapi kalau benar, kita dukung, itu adalah teguh di dalam TUHAN."

 TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 26 Oktober 2017 (Kamis Sore)
    ... meterai kelima hukuman Allah Roh Kudus kelima atas dunia yaitu pembalasan Tuhan kepada orang-orang di dunia yang sudah membunuh hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tidak bersalah mati syahid . Mati syahid adalah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang dibunuh karena Tuhan. Mati syahid sudah terjadi dari jaman ke jaman Jaman permulaan ...
  • Ibadah Doa Malang, 22 Juli 2014 (Selasa Sore)
    ... aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku lalu berkata Jangan takut Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir Tersungkur sama dengan bisa menyembah dengan hancur hati sampai daging tidak bersuara seperti orang mati . Rasul Yohanes memiliki firman Allah meja roti ...
  • Ibadah Persekutuan Ambon II, 13 November 2013 (Rabu Pagi)
    ... dengan Allah. Yohanes - . Barangsiapa tidak mengasihi ia tidak mengenal Allah sebab Allah adalah kasih. . Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita hidup oleh-Nya. Allah adalah kasih. Jadi Anak Allah juga adalah kasih. ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2009 (Minggu Sore)
    ... keubahan hidup itu adalah seperti Yesus sebagai Tunas Daud meneladani Yesus sebagai Tunas Daud. macam keubahan hidup atau teladan Yesus sebagai Tunas Daud Yesaya - hidup dalam urapan Roh Kudus. Kalau kita mau bertunas maka kita juga harus hidup dalam urapan Roh Kudus jangan hidup menurut daging. Praktik hidup dalam ...
  • Ibadah Raya Malang, 11 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
    ... setia. Mulai dari seorang gembala harus setia seperti Yesus Gembala Agung juga setia sampai mati. Jadi syarat untuk menang bersama Yesus adalah menjadi imam-imam yang beribadah melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan dengan setia sampai garis akhir. Kita masih membahas tentang kesetiaan. Korintus - Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019 (Minggu Siang)
    ... kali percikan darah bukan hanya di atas tutup pendamaian tetapi juga di depan peti perjanjian. Peti dari tabut perjanjian menunjuk pada kehidupan kita--peti terbuat dari kayu yang disalut emas firman Roh Kudus dan kasih Allah . Bentuk percikan darah dinista tidak salah disalahkan berpuasa doa semalam suntuk beribadah melayani Tuhan sekalipun hari ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab, 05 Januari 2012 (Kamis Sore)
    ... menyerahkan Yesus kemunafikan. Yudas Iskariot menjadi munafik sebab Yudas menyembunyikan dosa-dosa di dalam perut hatinya yaitu Dosa mencuri. Yohanes - Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin melainkan karena ia adalah seorang pencuri ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juni 2012 (Senin Sore)
    ... menolak salib sedangkan penjahat malah mau menerima salib. Matius - . Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. . Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring Eli Eli lama sabakhtani Artinya Allah-Ku Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku WAKTU PENYALIBAN. Markus . Hari jam sembilan ketika ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2008 (Rabu Sore)
    ... Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ibrani - Firman pengajaran menyucikan mulai dari hati pikiran kita sampai kita menjadi sempurna. Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Berpuasa adalah salah satu cara mempersiapkan diri masuk dalam kegerakan hujan akhir. Matius - Tanda puasa yang benar ay. minyakilah kepalamu pikiran ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Mei 2010 (Senin Sore)
    ... injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan mengubahkan hidup kita sampai sempurna jadi mempelai wanita yang siap sedia menyambut kedatangan Tuhan. Matius - Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga mengantuklah mereka semua lalu tertidur. ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.