English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 29 Maret 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51, berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Maret 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang SHEKINAH GLORY, atau cahaya kemuliaan.
Yesus bangkit...

Ibadah Raya Malang, 30 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah 7 kali percikan...

Ibadah Doa Malang, 16 April 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran terang/...

Ibadah Paskah Persekutuan II Surabaya, 15 Mei 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 22 Juli 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Efesus 1:7-10
1:7 Sebab...

Ibadah Kaum Muda Malang, 05 September 2009 (Sabtu Sore)
MARKUS 13:18
Nubuat ke-4: AntikrisYang akan masuk dalam zaman aniaya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:1-12 Yesus mengutus 70 murid.
Lukas 10:1-2
10:1...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 pada Tabernakel menunjuk pada Halaman,...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Oktober 2010 (Selasa Siang)
PENGAJARAN MEMPELAI
Keluaran 31:18
31:18 Dan TUHAN memberikan...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Februari 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan Tuhan....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 21 Juli 2019 (Minggu Siang)

Penyerahan Anak

Kisah Rasul 10: 1-4
10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2. Ia
saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
10:3. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
10:4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "
Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

'pasukan Italia'= bangsa kafir.
Pasal 10 adalah pintu gerbang bagi bangsa kafir untuk bisa diselamatkan bahkan disempurnakan oleh Tuhan.
Kornelius adalah bangsa kafir pertama yang bisa percaya Yesus, diselamatkan, sampai disempurnakan.

Biarlah kesempatan saat ini kita menyerahkan anak ini ke dalam tangan Tuhan, supaya ada kesamaan dengan Kornelius yang ada di dalam alkitab. Tangan Tuhan akan menolong anak ini untuk:

  1. Terutama takut akan Tuhan--takut berbuat dosa sampai takut berdusta; membenci dosa sampai dusta.
  2. Menjadi saleh--suci dan beribadah kepada Tuhan; menghadapkan diri kepada Tuhan.

Ini yang kita mohonkan kepada Tuhan, supaya anak ini sungguh-sungguh takut akan Tuhan dan hidup saleh/suci--beribadah kepada Tuhan--sehingga anak ini bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan--menyerah sepenuh kepada Dia--, yaitu:

  • Berdoa kepada Tuhan--ingat Tuhan.
  • Memberi sedekah; perbuatan baik--ingat pada sesama yang membutuhkan, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Doa dan sedekah akan menjadi asap berbau harum di hadapan Tuhan. Kalau tidak menjadi asap berbau harum, akan menjadi dosa yang membumbung tinggi bagaikan cendawan raksasa, yang mengakibatkan penghukuman.

Hasilnya: Tuhan selalu mengingat anak ini sebagai bayi yang tidak berdaya.
Yesaya 49: 15-16
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

'Aku tidak akan melupakan engkau'= Tuhan selalu mengingat artinya Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk:

  1. 'melukiskan engkau di telapak tangan-Ku', artinya:


    1. Tuhan memeluk anak ini, sehingga ada jaminan pemeliharaan langsung dari Tuhan  di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa di bumi.
    2. Jaminan pertolongan; Tuhan menolong dan menyelesaikan semua masalah tepat pada waktunya.
    3. Jaminan masa depan berhasil dan indah.


  2. 'tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku', artinya:


    1. Jaminan perlindungan dari Tuhan terhadap panah api si jahat baik dalam bentuk dosa, puncaknya dosa, ajaran palsu, pencobaan, celaka marabahaya, sehingga aman, hidup enak dan ringan.


    2. Tembok menunjuk pada tembok Yerusalem baru yang besar lagi tinggi; bukan tembok yang roboh.
      Artinya: setia berkobar-kobar, setia dan benar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.

      Hati-hati, ada tembok yang roboh, yaitu kebun anggur dari pemalas. Temboknya roboh sehingga binatang buas masuk dan duri-duri tumbuh karena malas.


    3. Tembok Yerusalem baru menunjuk pada pembaharuan, artinya mengalami pembaharuan sampai Yerusalem baru.
      Nilai tambah bayi adalah ketulusan hati. Semoga ini menjadi bagian dalam hidup anak ini sampai benar-benar sempurna untuk menembusi pintu gerbang dan tebok Yerusalem baru.

Biar Tuhan yang memperhatikan, mempedulikan, memeluk kita untuk menjaga tembok-tembok di ruang mata-Nya, sampai masuk Yerusalem baru selamanya.
Dunia semakin sulit, tangan kita tidak mampu apa-apa. Tetapi kalau ada tanda-tanda seperti Kornelius, Tuhan akan terbuka hati untuk mengingat kita semua.

Tuhan memberkati.

Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 13-21 merupakan PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah atas manusia di dunia, yaitu sepertiga dari umat manusia akan mati secara tubuh, jiwa, dan roh/binasa di neraka selamanya karena peperangan besar (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019).

Kita masih mempelajari ayat 16-19 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2019).
Wahyu 9: 16-19
9:16. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.
9:17. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.
9:18. Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh
api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.
9:19. Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Disebut peperangan besar karena tentaranya sangat besar yaitu dua puluh ribu laksa (dua ratus juta)--seluruh tentara di dunia--, dan jumlah korbannya sangat besar yaitu sepertiga dari umat manusia.

'pasukan berkuda'=> kuda menunjuk pada kekuatan dan kecepatan.
Jadi, hari-hari ini setan sedang mencari dan melatih tentara-tentara yang suka menunggang kuda, yaitu:

  1. Kuda menunjuk pada kekuatan daging, artinya: manusia yang hanya mengandalkan kekuatan daging: kepandaian, kekayaan dan sebagainya, tetapi tidak mengandalkan Tuhan, bahkan menyangkal dan meniadakan Dia.

    Ini juga terjadi dalam ibadah, sekarang dalam ibadah dicari yang pintar dan sebagainya, padahal seharusnya tidak demikian. Kalau kita lihat rasul-rasul ada yang terpelajar dan ada yang tidak. Tetapi sekarang dikembalikan untuk mengandalkan kekuatan daging, untuk menjadi pasukan berkuda dari setan.


  2. Kuda menunjuk pada kecepatan, artinya manusia yang cepat untuk berbuat dosa, tetapi enggan untuk bertobat, bahkan tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat seperti setan.

Inilah pasukan berkuda yang dicari oleh setan.

Senjata yang digunakan adalah:

  1. Api= senjata api--perang dunia pertama--(sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2019).
    Secara jasmani, senjata api membunuh tubuh. Tetapi setan tritunggal menggunakan senjata rohani untuk membunuh tubuh, jiwa, dan roh.

    Secara rohani, senjata api menunjuk pada lidah.


  2. Asap= bom atom--perang dunia kedua--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 Juli 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 12 Juli 2019).
    Secara jasmani, begitu bom meledak terjadi asap bagaikan cendawan raksasa, dan manusia mati secara tubuh. Tetapi setan tritunggal tidak berhenti sampai di situ. Ia mau membunuh secara tubuh, jiwa, dan roh.

    Secara rohani, senjata asap menunjuk pada dosa dan puncaknya dosa, yang membumbung tinggi sampai ke hadirat Tuhan dan meledak untuk membinasakan manusia di neraka.


  3. Belerang= senjata biologis/gas--perang dunia ketiga--(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 14 Juli 2019).

SENJATA BELERANG

Secara jasmani, senjata belerang adalah senjata biologi/gas; tidak disadari, mati semua.
Tetapi setan ingin membunuh manusia secara tubuh, jiwa, dan roh.

Secara rohani, belerang menunjuk pada maut yang bekerja secara diam-diam--tidak kita disadari. Ini yang bahaya.
Wahyu 20: 10, 14
20:10. dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam
lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
20:14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

Maut bekerja secara diam-diam lewat ajaran palsu untuk membinasakan manusia termasuk hamba Tuhan di lautan api dan belerang, neraka selamanya.

Kita harus berhati-hati dengan ajaran palsu. Hari-hari ini kita memang diperhadapkan untuk memilih dunia dengan ajaran palsu atau memilih Tuhan tetapi seperti kehilangan.

"Kemarin seorang kaum muda bersaksi, ia dapat beasiswa di universitas swasta yang terkenal di Jakarta, dapat uang saku, asrama. Lalu ada ibadah di sana yang tidak cocok karena wanita boleh mengajar. Dia mendengar siaran langsung, lalu menghadap karena dia tidak kuat. Bagi daging enak, semua lengkap. Saya suruh dia izin pada dosennya untuk tidak ikut ibadah karena sudah beribadah tiga macam. Tidak boleh, dia disuruh memilih keluar atau tetap ikut ibadah. Dia memilih keluar. Saya sebagai gembala juga mendukung, saya tampung dia di Malang. Kemarin dia ikut tes di Universitas Brawijaya Malang bisa masuk. Dia bersaksi bahwa Tuhan tidak menipu; Dia meninggalkan semua karena takut dengan senjata belerang. Benar-benar pertaruhan yang luar biasa, tetapi Tuhan bela."

Sekarang ajaran palsu melanda orang-orang pilihan juga, itulah kehidupan yang sudah berada dalam kabar mempelai. Hati-hati!
Kalau sekarang hanya mencari yang jasmani, nanti pasti kena penyembahan palsu.

Wahyu 13: 11-15
13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
13:12. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
13:15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

'sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga'= nabi palsu.
'binatang yang pertama'= antikris.
'tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi'= kalau beribadah hanya melihat tanda jasmani, pasti akan menyembah antikris--pengajaran palsu akan mendorong pada penyembahan palsu.

Antikris dan nabi palsu bekerjasama untuk menyesatkan orang-orang pilihan lewat ajaran-ajaran palsu dan tanda-tanda palsu yang memuncak sampai menurunkan api dari langit--mujizat jasmani tetapi tidak diikuti penyucian dan keubahan hidup (menghilangkan batas kebenaran dan kesucian), malah berbuat dosa; tidak menghiraukan nilai rohani, termasuk dalam ibadah.
Kalau dari Tuhan, dimulai dari pembaharuan hidup baru mujizat-mujizat jasmani, sampai pada kesempurnaan.

Akibatnya: hamba/pelayan Tuhan masuk dalam penyembahan palsu--penyembahan kepada antikris--yang membawa pada kebinasaan selamanya di lautan api dan belerang.

Tadi setan menurunkan api dari langit, karena itu kita harus memperhatikan api dari sorga, supaya tidak disesatkan tanda-tanda palsu dan tidak masuk dalam penyembahan antikris.
Matius 3: 10-12
3:10. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12. Alat penampi sudah ditangani-Nya Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam
api yang tidak terpadamkan."

Ada tiga macam api dari Tuhan yang harus kita perhatikan supaya tidak terkecoh dengan api dari antikris dan nabi palsu:

  1. Api yang pertama: api penghukuman pada pohon yang tidak menghasilkan buah pertobatan= api penghukuman atas kehidupan yang tidak bertobat.
    Matius 3: 8, 10
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:10. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

    2 Petrus 3: 9
    3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Jangan salahkan Tuhan kalau ada api penghukuman bagi orang yang tidak bertobat, yang hanya mencari perkara jasmani--tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Bahaya! Ini sama dengan api dari antikris.

    Panjang sabar Tuhan adalah kita masih diberi panjang umur, dan Dia belum datang kembali kedua kali.
    Untuk apa panjang sabar Tuhan? Tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat.
    Prosesnya: oleh dorongan pedang firman yang menunjuk dosa-dosa kita bisa sadar, menyesal, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; sama dengan bertobat. Inilah tujuan utamanya.

    Sekalipun kita memiliki gelar dan punya kekayaan, kalau belum bertobat berarti belum mencapai tujuan utama. Bertobat dulu baru diisi dengan yang lainnya--semua yang kita lakukan ditandai dengan pertobatan Itu yang sesuai dengan kehendak Tuhan; kita menjadi pohon yang berbuah, yang tidak akan ditebang dan dibakar.

    "Mari sungguh-sungguh kalau Tuhan memberikan perpanjangan umur. Tadi ada kesaksian di Malang dari seorang tentara. Dia dikirim ke Timor Timur, sudah kena granat tetapi tidak mati. Apa itu maksudnya? Seharusnya dia sudah mati. Dia katakan: 'Kalau tidak membunuh, aku akan dibunuh dalam perang.' Jadi lebih baik dia membunuh. Tetapi begitu kena granat dan tidak mati, dia sadar, inilah kesempatan dari Tuhan. Mengapa masih hidup? Untuk minta ampun sekalipun itu tugas negara. Itu namanya bertobat. Apalagi kalau ada kesaksian: Aku seharusnya mati, tetapi ditolong. Maksud Tuhan adalah supaya bertobat. Kalau saat itu mati, sudah langsung masuk neraka."

    Yeremia 9: 5
    9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

    Permulaan bertobat adalah tidak berdusta/jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak.
    Kita jujur terutama soal pengajaran/Tuhan--pengajaran benar kita dukung dan praktikkan, yang sesat kita hindari bukan musuhi.

    "Kalau pengajaran benar dihina, kalau salah, dia berkata: Iya salah, tetapi kita harus hormat. Tidak jujur, sama dengan tidak bertobat! Saya banyak dikecam karena dalam doa saya tidak ada kata-kata: Yesus Mempelai Pria Sorga. Jadi saya dikatakan bukan kabar mempelai. Kemudian soal khotbah juga dikecam: Hanya bertobat dan baptisan air saja, itu bukan kabar mempelai. Kalau tidak bertobat, bagaimana bisa sempurna? Bertobat dulu baru menuju kesempurnaan. Harus jelas membedakan Tuhan dan hantu. Kalau tidak jelas, tidak mungkin sempurna. Jujur dalam pengajaran, ditambah jujur dalam segala hal, itu baru namanya bertobat."

    Tetap berdusta sama dengan malas untuk bertobat--tidak mau bertobat sampai satu waktu tidak bisa bertobat seperti Setan. Ini adalah pohon yang menghasilkan buah yang tidak baik, ia harus ditebang dan menghadapi api penghukuman Tuhan.

    Jadi, api Tuhan yang pertama ini mendorong kita untuk BERTOBAT. Jangan lihat api dari langit yang diturunkan oleh antikris!
    Lihat api Tuhan--bertobat--, mulai dari jujur.
    Kalau lidah jujur, maka seluruh hidup kita ada dalam kebenaran, artinya: hidup dalam kebenaran (tidak berbuat dosa) dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar. kita bebas dari api penghukuman Tuhan, dan masuk ke dalam langit dan bumi baru, Yerusalem baru selamanya, di mana hanya terdapat kebenaran.

    2 Petrus 3: 12-13
    3:12. yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
    3:13. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

    Kita tidak boleh berkata: Hanya tidak benar sedikit, hanya beda sedikit. Tidak akan boleh masuk Yerusalem baru.
    Sekali lagi, alkitab lebih pasti dari ilmu pasti. Tidak boleh kita berkata: Hanya dosa sedikit. Semua harus berisi kebenaran! Apa yang tidak benar, entah sedikit atau banyak, harus disingkirkan. Dosa-dosa, singkirkan!; ajaran tidak benar, singkirkan semua! Tuhan tolong kita.

    Mulai sekarang antikris menghasilkan api dari langit, perkara jasmani luar biasa, tetapi tidak ada nilai rohaninya--tanpa pertobatan, kesucian. Ini yang bahaya.
    Lebih baik lihat api dari Tuhan yaitu bertobat dan hidup benar supaya bisa masuk Yerusalem baru.


  2. Matius 3: 12
    3:12. Alat penampi sudah ditangani-Nya Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

    (terjemahan lama)
    3:12. Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi
    sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

    Api yang kedua: api penghukuman Tuhan bagi kehidupan kristen yang bagaikan sekam dan jerami:


    • Jerami.
      Maleakhi 3: 18-4: 1
      3:18. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
      4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang
      berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

      Orang fasik= orang yang tidak mau beribadah; sama dengan jerami.

      Jadi jerami menunjuk pada hamba/pelayan Tuhan yang tidak setia dalam ibadah pelayanan, sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Mulai dari gembala tidak setia dalam ibadah.
      Tuhan Yesus sudah mengatakan: Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Jadi gembala dulu yang dihantam, kalau gembala tidak setia, tidak mungkin domba-domba bisa setia.

      Banyak kali yang diutamakan dari gembala adalah dia baik, sekalipun tidak benar, tidak apa-apa. Tetapi bukan itu. Setia dan benar dulu baru baik, itu yang murni dari Tuhan. Kalau baik tetapi tidak benar, ia sedang menutupi kejahatannya.

      Sekalipun hidup jasmaninya baik dan banyak berkorban, tetapi kalau tidak setia dan benar dalam ibadah pelayanan, ia tidak berguna di hadapan Tuhan (Tuhan katakan: Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi)--seperti jerami yang tidak berguna--, dan hanya menunggu waktu untuk dibakar dengan api penghukuman.

      Perhatikan api penghukuman yang kedua, yaitu api penghukuman bagi jerami.
      Oleh sebab itu kita harus menjadi hamba/pelayan Tuhan yang SETIA-BENAR DAN SETIA BERKOBAR-KOBAR DALAM JABATAN PELAYANAN SAMPAI GARIS AKHIR--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.


    • Sekam. Sekam ini sudah berbentuk buah tetapi kosong--masih kulit.
      Artinya: hamba/pelayan Tuhan kulit, yang hanya puas dengan perkara jasmani--perkara di luar.

      Mungkin setia dalam ibadah pelayanan, tetapi hanya puas dengan upah jasmani, dan tidak mau diisi dengan perkara rohani yaitu firman dan perjamuan suci.
      Akibatnya: segala-galanya menjadi tidak berguna; hanya dibakar, binasa untuk selamanya.

      Tujuan utama Tuhan memberi kulit--berkat jasmani--kepada kita adalah untuk DIISI DENGAN FIRMAN ALLAH.

      Ada dua macam pemberitaan firman Allah:
      Ibrani 5: 11-14
      5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
      5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
      5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.


      • Susu= Injil keselamatan; firman penginjilan; kabar baik, yaitu firman Allah yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dalam dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa--selamat, diberkati, dan bahagia.
        Efesus 1: 13
        1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

        Amsal 25: 25
        25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

        Sasarannya: orang-orang yang belum percaya Yesus dan kehidupan yang ukuran rohaninya masih seperti bayi atau anak kecil.
        Tetapi bahaya, karena bisa diombang-ambingkan ajaran palsu.

        Ibrani 5: 13
        5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

        Anak kecil ini suka dongeng, dan mudah diombang-ambingkan angin ajaran palsu (dalam kitab Efesus).

        Akibatnya: tidur rohani, bahaya, bisa mabuk--ada di tempat kotor tetapi merasa di Yerusalem baru.
        Karena itu sesudah susu harus ada makanan keras.


      • Makanan keras= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; kabar mempelai, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat dan diberkati sampai sempurna seperti Yesus--dewasa rohani dan menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

        2 Korintus 4: 3-4
        4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
        4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

        Matius 25: 6
        25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

        Kalau sudah dalam pengajaran, jangan turun lagi ke penginjilan. Tetap bertahan! Ingat, yang terakhir akan menjadi terdahulu. Kalau kita mundur lagi--menjadi yang terakhir--, sudah tidak bisa lagi menjadi yang terdahulu. Kita harus hati-hati, yang belum mengenal pengajaran, bisa jadi terdahulu setelah mendengar pengajaran.


      Jadi, ukuran kedewasaan rohani adalah penyucian; semakin disucikan kita semakin dewasa sampai dewasa penuh/kesempurnaan.

      Apa yang disucikan? Pancaindera--ada di wajah--; sama dengan PENYUCIAN HATI--kalau hatinya takut, wajahnya pucat; hati marah, wajahnya merah.
      Ibrani 5: 14
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Matius 15: 19
      15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).


      • Pikiran jahat= termasuk prasangka buruk. Jangan suka mereka-reka!
      • Pembunuhan= kebencian tanpa alasan.
      • Perzinahan= satu kali jatuh dalam dosa atau terikat.
      • Percabulan= sudah enjoy dalam dosa.
      • Pencurian= mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
        Banyak gembala yang menjadi pencuri. Hati-hati, jemaat juga hati-hati.
        Lebih bahaya lagi yaitu pencurian terhadap kepercayaan Tuhan kepada seorang gembala untuk mengawasi milik-Nya.

        Milik Tuhan yang terkecil adalah persepuluhan, kemudian penyembahan, dan mempelai. kalau gembala tidak dipercaya untuk menerima persepuluhan--perkara terkecil di hadapan Tuhan--, berarti tidak dipercaya makanan dan penyembahan--penyembahannya pasti palsu--, dan itu artinya tidak dipercaya mempelai--tidak ada yang sempurna. Bahaya!


      • Sumpah palsu= termasuk dusta.
      • Hujat= menghujat Tuhan--pengajaran benar jadi salah, dan sebaliknya.


      Kalau hati diisi dengan tujuh keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, akibatnya: pelita akan padam, hidupnya membabi buta, masuk dalam kegelapan yang paling gelap, dan mengalami api penghukuman.
      Tetapi kalau hati disucikan oleh pedang firman, pelita akan bercahaya, mata menjadi terang, sampai kita sempurna seperti Yesus untuk bisa melihat Dia dengan jelas muka dengan muka.


    Perhatikan api penghukuman Tuhan atas jerami dan sekam! Mari setia dan berkobar, dan isi hidup ini dengan firman penginjilan dan pengajaran, supaya kita disucikan sampai sempurna--semakin disucikan kita semakin jelas melihat Yesus dengan segala aktivitas, kasih, dan pertolongan-Nya.


  3. Matius 3: 11
    3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    Api yang ketiga: api Roh Kudus.

    Yohanes membaptis dengan air untuk menghasilkan hati nurani yang baik, yaitu hati yang tulus seperti bayi.
    Hati tulus/jujur adalah dasar untuk menerima baptisan Roh Kudus--memenuhi kita dengan api Roh Kudus.

    Di loteng Yerusalem, Roh Kudus turun bagaikan lidah-lidah seperti nyala api--langsung dari sorga.
    Kisah Rasul 2: 3
    2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

    Yesus mati, bangkit, dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus.
    Siang inipun, di manapun, kapanpun Tuhan bisa mencurahkan Roh Kudus.

    Roh Kudus itu dilahirkan, berarti kita lebih dulu mengandung Roh Kudus. Kalau kita belum mengalami kepenuhan Roh Kudus, itu karena kita tidak tekun--saat mengandung kita harus tekun dan sabar menunggu waktu Tuhan, sampai taat. Itulah kandungan Roh Kudus, setelah itu Roh Kudus lahir, dan kita bisa menerima kepenuhan.

    Salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus adalah berbahasa roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus, bukan manusia.
    Kisah Rasul 2: 4
    2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Kegunaan Roh Kudus: mengadakan mujizat dari Tuhan--tadi api dari langit merupakan mujizat palsu, tetapi api dari Tuhan mengerjakan mujizat-mujizat--, yaitu:


    • Mujizat rohani= pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari lidah--tadi Roh Kudus turun bagaikan lidah-lidah seperti nyala api.
      Petrus tadinya menyangkal Tuhan--memilukan dan memalukan Tuhan--, sekarang berkhotbah untuk memuliakan Tuhan.

      Memuliakan Tuhan yaitu:


      • Dimulai dari lidah mengaku dosa, kalau diampuni, kita bertobat dan hidup benar, jangan berbuat dosa lagi.
      • Berkata benar dan baik--menjadi bekat bagi orang lain. Jangan menyakiti hati orang lain!
      • Bersaksi kabar baik bagi orang-orang yang belum percaya Yesus, dan kabar mempelai kepada yang sudah selamat untuk bisa disempurnakan.
      • Menyembah Tuhan.
        Roma 8: 26
        8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

        Roh Kudus membuat kita bisa menyembah dengan hancur hati, merasa tidak layak, tidak mampu, dan tidak berharga, tetapi hanya bergantung pada belas kasih Tuhan sepenuhnya.


    • Mujizat jasmani: gunung diratakan, laut dibelah, langit dibelah--saat Yesus dibaptis, langit terbuka, dan Roh kudus turun.
      Zakharia 4: 6-7
      4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
      4:7. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

      Roh Kudus mampu meratakan gunung-gunung yang besar, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      Kalau gunung rata, kita bisa melihat ke depan, artinya ada masa depan yang berhasil dan baik.

      Mari, kalau semua usaha sudah tidak bisa, tinggal satu, yaitu perhatikan dari Tuhan: api pertobatan, api kesetiaan, api penyucian, dan api Roh Kudus!


    • Sampai terakhir, Roh Kudus mampu mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, pintu sorga terbuka bagi kita. Kita bersama Dia selamanya.

Nanti antikris akan menurunkan api dari langit, tetapi sekarang api Tuhan dari sorga ada di tengah-tengah kita. Jangan putus asa! Gunung-gunung bisa diratakan. Roh Kudus bisa melakukan apa saja asal kita berserah.

Tangan kita terbatas, tetapi tangan Roh Kudus tidak pernah terbatas. Masalah jasmani, rohani, masa depan dan sebagainya, sudah buntu bahkan binasa sekalpun masih bisa ditolong.

Roh Kudus--api dari sorga--ada di tengah-tengah kita. Apa keadaan kita? Jangan putus asa atau bangga, biar Roh Kudus menolong kita. Kita tidak bisa apa-apa tanpa Roh Kudus, hanya ada api penghukuman.
Tunjukkan kekurangan, kemustahilan, kebusukan, dan kelemahan kita, biar kita disentuh oleh Roh Kudus, itu sudah cukup. Siapa tahu siang ini kesempatan bagi kita untuk ditolong. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, mujizat terjadi sampai pada kesempurnaan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top