Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,
10:3.
dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Penampilan pribadi Yesus dalam tujuh sinar kemuliaan:
  1. [Wahyu 10:1] Berselubungkan awan.
  2. [Wahyu 10:1] Pelangi ada di atas kepalanya.
  3. [Wahyu 10:1] Mukanya sama seperti matahari.
  4. [Wahyu 10:1] Kakinya bagaikan tiang api.
  5. [Wahyu 10:2] Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. [Wahyu 10:2] Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. [Wahyu 10:3] Berseru dengan suara nyaring seperti singa yang mengaum.
Yesus harus mengalami percikan darah, sengsara sampai mati di kayu salib dan menerima tujuh sinar kemuliaan untuk menyinari manusia yang hina dan bercacat-cela, supaya bisa sama sempurna seperti Dia.

ad. 7. Berseru dengan suara nyaring seperti singa yang mengaum.
Amos 3:7-8
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Suara singa mengaum adalah firman nubuat yang mengungkapkan dua hal:
  • Segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. Ini adalah untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna dan sama mulia dengan Tuhan, untuk layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk Firdaus, sampai masuk Yerusalem Baru.

  • Penghukuman yang akan datang yang akan melandai dunia, yaitu tiga kali tujuh hukuman oleh Allah Tritunggal, kiamat, sampai neraka selamanya.

Jika kita bisa mendengar firman nubuat, itu merupakan suatu kemurahan Tuhan.

Tuhan tidak berbuat segala sesuatu sebelum memberitahukan kepada hamba-hambaNya, para nabi, lewat firman nubuat.
Contohnya sebelum Tuhan menghukum dunia pada jaman yang lalu, terlebih dahulu Tuhan memberi tahu dan memberi jalan keluar serta tempat perlindungan.
  • Pada jaman Nuh, dunia akan dihukum dengan air bah, dan Tuhan memberi tempat perlindungan masuk bahtera.
  • Pada jaman Lot, ada hukuman api dan belerang, dan Tuhan memberi tempat perlindungan di pegunungan.

Pada kesempatan ini, kita belajar penghukuman Tuhan dalam bentuk kelaparan yang sudah terjadi. Dan ini pasti akan terjadi lagi di akhir jaman.
Ada dua kali kelaparan yang sudah terjadi:
  1. Kelaparan di jaman Yusuf.
    Kejadian 41:25-32
    41:25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
    41:26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
    41:27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
    41:28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
    41:29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir.
    41:30 Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
    41:31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.
    41:32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.


    Jika firman nubuat diulang-ulang, itu adalah:
    • Untuk memberi kepastian iman pada kita, bahwa Allah akan segera melakukan apa yang difirmankan.
    • Untuk memberi kesempatan kita praktek firman, sehingga kita jauh dari hukuman Tuhan, dan bisa disucikan serta diubahkan sampai terangkat di awan-awan yang permai.

    Sebelum terjadi masa kelaparan tujuh tahun di Mesir, terlebih dahulu Tuhan sudah memberitahukan kepada Yusuf. Yusuf adalah anak Yakub di masa tua, menunjuk pada gereja akhir jaman dengan Kabar Mempelai.

    Kisah Rasul 7:9-10
    7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
    7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.


    Jalan keluar menghadapi kelaparan adalah Yusuf mendapatkan hikmat untuk mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya.

    Kejadian 37:7
    37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."

    Gandum Yusuf tegak dan gandum saudara-saudaranya tunduk, artinya semua pemberitaan firman Allah yang Tuhan percayakan pada seorang gembala, akan meningkat pada Kabar Mempelai.
    Dengan adanya gandum Yusuf, maka Yusuf bisa menjadi perdana menteri. Artinya Kabar Mempelai sanggup memberikan kemuliaan jasmani di dunia, terlebih dari itu kemuliaan rohani sampai kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

    Ternyata kelaparan juga melanda tanah Kanaan/ negeri perjanjian, sekarang menunjuk pada kegerakan rohani.

    Amos 8:11-14
    8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Akibatnya adalah pingsan, suam-suam kuku, mulai tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan.
    Jika dibiarkan, akan rebah, jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan). Sampai tidak bangkit lagi, yaitu menikmati dosa sampai puncaknya dosa.

    Mengapa gereja Tuhan dalam kegerakan rohani bisa mengalami kelaparan rohani?
    Sebab tanpa firman pengajaran yang benar/ Kabar Mempelai, tetapi hanya menggembar-gemborkan kemakmuran dan hiburan jasmani. Ini sama dengan timbangan yang curang/ neraca palsu.

    Amos 8:5
    8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

    Syikal = timbangan uang/ perkara jasmani.
    Efa = timbangan gandum/ perkara rohani.
    Mengecilkan efa dan membesarkan syikal = mengecilkan firman dan mengutamakan perkara dunia.

    Amos 8:10
    8:10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."

    Jika ibadah tanpa firman, akibatnya adalah semua nyanyian menjadi ratapan, tangisan, dan kertak gigi selamanya.

    Markus 8:4-5
    8:4 Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
    8:5 Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."

    Sikap hidup yang benar adalah "Berapa roti ada padamu?", yaitu mengutamakan firman.
    Jika kita mengutamakan firman sampai praktek firman, maka akan terjadi kemuliaan seperti Yusuf.

    Jalan keluar menghadapi kelaparan adalah kita harus hidup dalam hikmat dan kasih karunia Tuhan, untuk mengumpulkan sebanyak-banyak firman pengajaran secara dobel. Gandum Yusuf berdiri tegak, artinya kita tidak akan jatuh, apalagi rebah. Justru kita akan dipermuliakan oleh Tuhan.

    Dua kali saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir:
    • Pertama kali membeli, kemudian habis dan lapar lagi.
      Kejadian 42:1
      42:1 Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?"

      Artinya mendengar firman Allah hanya untuk mendapatkan pertolongan jasmani, pemeliharaan jasmani, dll, maka pasti masuk kelaparan rohani lagi.

    • Kedua kali membeli, sampai saudara-saudara Yusuf menyatu dengan Yusuf.
      Kejadian 43:1-2
      43:1 Tetapi hebat sekali kelaparan di negeri itu.
      43:2 Dan setelah gandum yang dibawa mereka dari Mesir habis dimakan, berkatalah ayah mereka: "Pergilah pula membeli sedikit bahan makanan untuk kita."

      Artinya kita mencari firman pengajaran yang benar sampai mengalami penyucian dan pembaharuan hidup terus-menerus, sampai masuk kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

      Wahyu 14:1,5
      14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
      14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

      Kualitas mempelai wanita adalah tidak boleh ada dusta, jujur dan terang-terangan, sampai tidak bercela.

  2. Kelaparan pada jaman nabi Elia.
    1 Raja-raja 17:7-12
    17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
    17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
    17:9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
    17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
    17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
    17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."


    Sungai menjadi kering artinya segala sumber-sumber di dunia tidak bisa menjamin kehidupan manusia, sebab dikuasai oleh antikris. Jika mau hidup di dunia, harus menyembah antikris.
    Oleh sebab itu, kita harus selalu berharap pada firman Allah. Kita hidup dari firman Allah, firman pengajaran yang benar/ Kabar Mempelai. Jika bosan mendengar firman, maka sama dengan bosan hidup.

    Jalan keluar menghadapi kelaparan adalah:
    • Menyediakan segenggam tepung dan sedikit minyak.
      1 Raja-raja 17:12-15
      17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
      17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
      17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
      17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.


      Tepung dalam genggaman artinya:
      • Mendengar firman pengajaran yang benar sampai masuk ke jantung hati (ukuran jantung = satu genggaman), menjadi iman dalam hati. Kita hidup bergantung pada firman.
      • Mempraktekkan firman pengajaran yang benar dengan berani membayar harga yang mahal, sampai daging tidak bersuara lagi. Seperti Abraham yang taat untuk mempersembahkan anaknya yang tunggal.

    • Roti harus dibakar = ada nyala api siksaan/ percikan darah, sengsara daging tanpa dosa.
      1 Petrus 4:12-14
      4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.


      Saat mengalami percikan darah, maka Roh Kudus akan bekerja untuk membuat kita tahan uji, bahagia, mengucap syukur selalu saat menghadapi masalah-masalah. Sampai kita menjadi roti bundar kecil yang matang dan berkenan kepada Tuhan.
      Yang harus dibakar adalah:
      • Egois, mementingkan diri sendiri, tidak mau memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan, tidak mau memberi untuk pekerjaan Tuhan. Ini harus dibakar sehingga bisa lebih berbahagia memberi daripada menerima.
      • Kekuatiran, yang mengakibatkan tidak setia dan tidak taat. Ini harus dibakar sehingga menjadi taat dan setia, sama dengan menjadi tiang penopang.

      Wahyu 3:7-8
      3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
      3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.


      Maka Tuhan akan memberikan kunci Daud, yaitu kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      Mazmur 136:4
      136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      Tuhan seorang diri mampu melakukan keajaiban besar. Tuhan mampu membuka pintu-pintu bagi kita. Tuhan mampu memelihara kita di jaman yang sulit sampai jaman antikris berkuasa. Ada pertolongan dari segala masalah yang mustahil. Ada masa depan yang berhasil dan indah. Jika pintu di dunia dibukakan, maka pintu Sorga juga terbuka. Kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan hujan akhir. Kita disucikan dan diubahkan sampai sama sempurna dengan Tuhan, menjadi tiang penopang di Yerusalem Baru, dan tidak keluar lagi dari situ.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 31 Mei 2009 (Minggu Pagi)
    ... yaitu Yusak dan Kaleb. Dalam Perjanjian Baru dari Yesus seorang diri menjadi murid kemudian menjadi berkembang menjadi sampai tidak terhitung lagi saat ini. Secara kualitas merupakan hasil pekerjaan firman pengajaran Korintus - . Firman pengajaran adalah firman yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyucikan dan menyempurnakan sidang jemaat menjadi mempelai wanitaNya bisa ...
  • Ibadah Raya Malang, 04 November 2018 (Minggu Pagi)
    ... pada suara gembala bunyi sangkakala akan mengalami ketenangan yang semakin memuncak sampai ketenangan setengah jam di Sorga. Wahyu Kehidupan yang menolak bunyi sangkakala firman penggembalaan akan mengalami kegoncangan-kegoncangan yang semakin meningkat sampai kehancuran bahkan sampai kebinasaan selamanya di neraka. Oleh sebab itu mulai sekarang kita harus tergembala dengan benar dan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 07 Januari 2015 (Rabu Sore)
    ... menyembelih anaknya. 'Yang tidak dapat cemar' di mulai dari tidak gampang cemar sampai dengan tidak dapat cemar artinya tidak mau berbuat dosa apapun resikonya sekalipun ada kesempatan ancaman paksaan godaan dan keuntungannya hidup dalam kebenaran sampai dengan tidak bisa berbuat dosa benar seperti Yesus benar. Mungkin lingkungan kita di sekolah ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Juni 2009 (Sabtu Sore)
    ... perkara dunia bukan untuk mencari Tuhan. Roma - akibatnya adalah tidak berubah hidupnya tetap hidup dalam manusia daging hanya mengikuti keinginan daging sehingga tidak taat dengar-dengaran pada firman tidak taat dengar-dengaran pada orang tua jasmani dan rohani. Ini tidak berkenan pada Tuhan dan pasti tidak berkenan pada sesama. Wahyu anak Tuhan yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 21 November 2021 (Minggu Pagi)
    ... datang tetapi selama hidup harus mengalami peningkatan iman pengharapan dan kasih sampai pada kesempurnaan. Mengapa demikian Matius Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Pada akhir zaman kedurhakaan akan bertambah-tambah sehingga kasih menjadi dingin musim dingin. Terjadi krisis kasih krisis pengharapan dan krisis iman. Keadaan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 20 Januari 2010 (Rabu Sore)
    ... ini kita harus bisa berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan supaya tidak ketinggalan saat Yesus datang kembali. Lukas - Ada macam pelayanan pelayanan di ladang yaitu membajak dan menggembalakan. MEMBAJAK Artinya menyediakan tanah hati nurani yang baik untuk ditaburi dengan benih Firman pengajaran yang benar. Inilah permulaan pelayanan yaitu membajak lebih dahulu. ...
  • Ibadah Raya Malang, 16 Mei 2021 (Minggu Pagi)
    ... mengutamakan Firman Pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua dalam ibadah dan pelayanan. Kita harus gemar mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Pengajaran benar sehingga kita mengalami penyucian dan pembaruan yang sama dengan kuasa pengangkatan. Mulai sekarang kita tidak akan tenggelam dalam lautan dunia yang bergelora asalkan ibadah pelayanan kita ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 November 2010 (Senin Sore)
    ... Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. Permulaan Hikmat Takut akan Tuhan sudah selesai dibahas . Malam ini -- HIKMAT SURGA BERASAL DARI KELEMAHLEMBUTAN Yakobus - . Hai saudara-saudara yang kukasihi ingatlah hal ini setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar tetapi lambat ...
  • Ibadah Persekutuan Medan IV, 23 Juni 2010 (Rabu Sore)
    ... kebahagiaan Surga. Suatu waktu tidak ada lagi kesempatan untuk membaca dan mendengar Firman Pengajaran yang benar terjadi kelaparan rohani. Malam ini kita masih membahas tentang KELAPARAN ROHANI. Kelaparan ini juga melanda Kanaan yaitu saudara-saudara Yusuf. Kejadian - . Setelah Yakub mendapat kabar bahwa ada gandum di Mesir berkatalah ia kepada anak-anaknya Mengapa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 28 Februari 2024 (Rabu Sore)
    ... Barangsiapa tidak mengasihi ia tetap di dalam maut. Yohanes - . Dan inilah perintah-Nya itu supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus Anak-Nya dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. . Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.