Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 25:1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."


Gereja Tuhan harus selalu berjaga-jaga/siap sedia supaya dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua kali. Jika kita tertinggal saat Yesus datang, maka semua akan hancur binasa, tidak ada artinya.


Yang harus dijaga yaitu pelita harus tetap menyala.Syaratnya:

  1. Harus mendengar kabar mempelai.
    Matius 25:6

    25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!


  2. Harus memiliki minyak persediaan.
    Matius 25:3-4

    25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

    25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.


    Gereja Tuhan bagaikan 10 gadis yang terpisah menjadi 2 bagian:

    • Memiliki minyak persediaan = 5 gadis yang bijaksana, pelitanya tetap menyala sehingga bisa menyongsong kedatangan Yesus kedua kali.
    • Tidak memiliki minyak persediaan = 5 gadis yang bodoh, pelitanya padam sehingga tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

1 Korintus 1:18
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa,tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Praktek gadis yang bodoh adalah menolak salib, tidak mau menderita bersama Yesus, tidak mau sengsara daging.
Akibatnya binasa untuk selamanya.

Praktek gadis yang bijaksana adalah memikul salib, rela sengsara daging bersama Yesus.

Matius 16:24

16:24. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnyadan mengikut Aku.


Mengapa kita harus menderita bersama Yesus? Supaya kita menerima kasih karunia, hidup dalam kasih karunia.


1 Petrus 2:19

2:19 Sebab adalah kasih karunia,jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.


Kasih karunia menyelamatkan hidup kita.


Titus 2:11

2:11. Karena kasih karuniaAllah yang menyelamatkansemua manusia sudah nyata.


Kasih karunia memuliakan/menyempurnakan hidup kita. Kasih karunia menjadikan kita manusia yang sama mulia dengan Tuhan untuk dapat menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.


Roma 5:2

5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karuniaini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.


Oleh karena itu kasih karunia lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di dunia.Tidak ada jalan lain untuk kita bisa menerima kasih karunia selain lewat memikul salib. Hidup dalam kasih karunia bagaikan pelita tetap menyala, sehingga bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Diluar kasih karunia adalah kebinasaan.

Praktek sehari-hari hidup dalam kasih karunia
:

  1. Untuk menghadapi penghukuman Tuhan atas dunia.
    Kejadian 6:8

    6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Mengapa Tuhan menghukum dunia?

    Kejadian 6:5-7
    6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."


    Sebab hati manusia (termasuk anak-anak Tuhan) cenderung jahat dan najis sehingga hanya menghasilkan perbuatan-perbuatan dosa, sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (mabuk, judi, narkoba, dll) dan kawin mengawinkan (dosa seks, kawin campur, kawin cerai, dll).


    Semua perbuatan dosa itu hanya memilukan hati Tuhan, sama dengan memedihkan hati orang tua, merugikan orang lain.
    Dosa membumbung tinggi sampai menarik hukuman Tuhan datang.


    Nuh hidup dalam kasih karunia sehingga bisa masuk bahtera Nuh dan diselamatkan bersama istri, 3 anak dan mantunya.
    4 pasang nikah, ini yang disebut keselamatan mempelai.


    Oleh kasih karunia kita menerima keselamatan mempelai.

    Lukas 17:26-27
    17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:

    17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

    Dunia akhir jaman akan kembali seperti jaman Nuh, dimana manusia (termasuk anak-anak Tuhan) cenderung berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Dosa akan membumbung tinggi sehingga menarik hukuman Tuhan yaitu api dari langit untuk menghancurkan bumi.

    Kita sekarang diselamatkan oleh kasih karunia lewat bahtera Nuh yaitu baptisan air.


    1 Petrus 3:20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Syaratbaptisan air yang benar yaitu mati terhadap dosa.
    Praktekbaptisan air yang benar yaitu dikuburkan dalam air bersama Yesus.


    Roma 6:4
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisandalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Keluar dari baptisan air, kita memperoleh hidup yang baru yaitu hidup dalam kasih karunia.

    Kejadian 6:9

    6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak berceladi antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    Praktek hidup dalam kasih karunia adalah hidup baru yaitu hidup benar, jujur (tidak bercela), dan setia dalam ibadah pelayanan (bergaul dengan Allah).

    Hasilnya adalah keselamatan mempelai.
    Saat kedatangan Yesus kedua kali, kita tidak dihukum bersama dunia tetapi kita masuk keselamatan mempelai.


  2. Untuk menghadapi kelaparan.
    Kisah Rasul 7:9-10

    7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,

    7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karuniadan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.


    Yusuf hidup dalam kasih karunia sehingga bisa mengumpulkan gandum sampai terlepas dari kelaparan.


    Kejadian 41:46-49
    41:46. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

    41:47 Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu,
    41:48 maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu.
    41:49 Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.

    Menjelang kedatangan Yesus kedua kali juga akan terjadi kelaparan secara rohani.

    Amos 8:11-14

    8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparanke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."


    Kelaparan rohani yaitu kelaparan akan firman pengajaran yang benar sehingga mengakibatkan kematian rohani, kebinasaan (rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi).


    Kanaan menunjuk pusat kegiatan rohani, namun juga mengalami kelaparan karena kegerakan rohani yang ditampilkan hanya kemakmuran dan hiburan, bukan pembukaan firman.


    Mengapa didalam gereja Tuhan bisa mengalami kelaparan akan firman?
    Sebab mengecilkan efa (timbangan gandum) dan membesarkan syikal (timbangan uang).


    Amos 8:5

    8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal,berbuat curang dengan neraca palsu,

    Artinya:

    • Mengejar perkara jasmani sehingga tidak ada kesempatan untuk mencari firman pengajaran yang benar.
    • Sudah beribadah melayani tetapi hanya untuk mencari perkara jasmani, tidak mengutamakan pembukaan firman.

    Hanya gereja Tuhan yang mendapat kasih karunia yang akan mengutamakan pembukaan firman lebih dari segala sesuatu,sama dengan mengumpulkan firman sebanyak-banyaknya, sama dengan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, lewat kandang penggembalaan (3 macam ibadah pokok) dan lewat kebaktian kunjungan.


    Ibrani 4:12
    4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Jika kita mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya = mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran lewat penggembalaan dan kunjungan, maka kita akan mengalami penyucian, mulai dari hati dan pikiran disucikan.


    Markus 7:21-23
    7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat,
    (1)percabulan, (2)pencurian, (3)pembunuhan,
    7:22
    (4)perzinahan, (5)keserakahan, (6)kejahatan, (7)kelicikan, (8)hawa nafsu, (9)iri hati, (10)hujat, (11)kesombongan, (12)kebebalan.
    7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

    Jika meja hati kita disucikan dari 12 keinginan jahat dan najis, maka bisa diisi dengan 12 roti (6 tumpuk roti dan 6 tumpuk roti) yaitu firman pengajaran yang benar.

    Semakin hati dan pikiran disucikan, maka kita semakin bisa menikmati firman pengajaran, menimbun gandum sebanyak-banyaknya sehingga tidak masuk kelaparan rohani.

    Filipi 4:7-8

    4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
    4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara,
    (1)semua yang benar, (2)semua yang mulia, (3)semua yang adil, (4)semua yang suci, (5)semua yang manis, (6)semua yang sedap didengar, (7)semua yang disebut kebajikan dan (8)patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

    Hati dan pikiran kita disucikan sampai menjadi seperti Yesus (8 hati dan pikiran Yesus), memiliki kesucian mempelai.
    Praktek hidup dalam kasih karunia adalah hidup suci dalam firman pengajaran yang benar, hati dan pikiran suci seperti Yesus.


    Hasilnya:

    • Kita hidup dalam damai sejahtera, di tengah krisis dunia.
    • Kita mengalami pemeliharaan langsung dari Tuhan di tengah segala krisis dunia, sampai kita disingkirkan jauh dari antikris.

      Wahyu 12:14

      12:14 Kepada perempuan itu diberikan
      (dikaruniakan, TL) kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus suatu waktu akan menjadi dua sayap burung nasar yang besar yang menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata ular.

  3. Untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.
    Wahyu 22:20-21

    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

    22:21 Kasih karuniaTuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Gereja Tuhan mendapat kasih karunia untuk menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali.

    'Ya, Aku datang segera' menunjuk kesiapan Yesus untuk datang kembali kedua kali.

    Yohanes 14:1-3
    14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

    14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

    14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembalidan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.


    Yesus siap datang kembali kedua kali jika Yesus sudah menyiapkan tempat tinggal kita di Surga.


    'Amin, datanglah Tuhan Yesus' menunjuk gereja Tuhan siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Persiapan gereja Tuhan adalah menyiapkan tempat bagi Yesus di bumi yaitu kita harus masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus (Yesus sebagai Kepala datang mencari tubuhNya). Sama dengan menjadi imam-imam dan raja-raja yang memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.


    Matius 8:18-20
    8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
    8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
    8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    Mengikut Tuhan kemana saja Tuhan pergi sama dengan pengikutan tubuh terhadap kepala. Kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Pelayanan pembangunan tubuh Kristus bagaikan bertolak ke seberang menyeberangi lautan, yang membutuhkan pengorbanan-pengorbanan, kecuali satu yaitu pengajaran yang benar jangan dikorbankan.
    Dalam menyeberang, masih harus menghadapi angin ribut dan gelombang, tantangan-tantangan, sama dengan memikul salib. Namun dibalik salib ada kasih karunia.

    Matius 8:23-25
    8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.

    8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

    Yesus yang tidur sama dengan Yesus yang sudah mati di kayu salib untuk mengalahkan setan yang menimbulkan angin dan gelombang maut.


    Ibrani 2:14, 17-18

    2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
    2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besaryang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolongmereka yang dicobai.


    Yesus bangkit menjadi Imam Besar dengan kuasa kebangkitan untuk mendamaikan dosa dan menolong kita dari segala masalah. Istilah 'dapat' berarti tidak pertolongan Tuhan tidak bisa dibatasi oleh apapun juga, sampai yang sudah mustahil sekali pun.


    Markus 4:38-39
    4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidurdi buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

    4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!"Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.


    Praktek hidup dalam kasih karunia adalah diam dan tenang.
    Diam artinyabanyak berdiam diri, banyak memeriksa diri. Jika ada kesalahan, akui kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Tenang artinyamenguasai diri, jangan berharap siapa pun tetapi hanya berharap kepada Tuhan. Tergembala dengan baik, percaya dan mempercayakan diri kepada Gembala Agung.

    1 Petrus 4:7
    4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Jika kita diam dan tenang, kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan untuk melakukan mujizat.
    Secara jasmani, meneduhkan angin dan gelombang, menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil sekali pun.

    Secara rohani, mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani.

    Wahyu 21:8
    21:8 Tetapi orang-orang (1)penakut, orang-orang yang (2)tidak percaya, orang-orang (3)keji, orang-orang (4)pembunuh, orang-orang (5)sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Kita harus dibaharui dari 8 dosa sampai tidak ada dusta, sempurna, kesempurnaan mempelai.


    Wahyu 14:5

    14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

    Menjadi mempelai wanita yang siap menyongsong kedatangan Yesus Mempelai Pria Surga.

Tuhan memberkati.


Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
    ... jahat dan najis juga bisa mengalami keubahan hidup. Bagaimana kita mengalami pembaharuan atau keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus Keubahan hidup terjadi lewat kecaman Tuhan Yesus. Kecaman sekarang menunjuk pada pemberitaan firman pengajaran yang mengandung teguran yang keras yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang ...
  • Ibadah Doa Malang, 08 Agustus 2017 (Selasa Sore)
    ... kita mulai dari hati yang merupakan gudangnya dosa. Markus - sebab dari dalam dari hati orang timbul segala pikiran jahat percabulan pencurian pembunuhan perzinahan keserakahan kejahatan kelicikan hawa nafsu iri hati hujat kesombongan kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. Hati disucikan dari keinginan jahat keinginan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2009 (Minggu Sore)
    ... kekal yaitu firman pengajaran. kemurahan Tuhan. kerajaan Surga. Kita masih membahas bagian yang ketiga. Petrus Jadi perhatian kita terutama adalah untuk masuk kerajaan Surga. Bagaimana caranya kita masuk dalam kerajaan Surga Markus - Cara untuk masuk kerajaan Surga adalah menjadi seperti anak kecil secara rohani. Menjadi anak kecil secara rohani ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2016 (Minggu Sore)
    ... diterima oleh TUHAN. Melihat diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelemahannya sama dengan koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jangan melihat orang Ini sistem sorga bukan menghakimi orang. Jika ada dosa kekurangan dan kelemahan harus diakui kepada TUHAN dan sesama. Jangan disembunyikan Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi sehingga kita bisa ...
  • Ibadah Doa Malang, 28 Mei 2013 (Selasa Sore)
    ... - Tuhan menunjukkan jalanNya. ay - Tuhan membimbing kita. ay - Tuhan berjalan bersama kita. Kita mempelajari yang pertama. Keluaran Maka sekarang jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku sehingga aku mengenal Engkau supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah bahwa bangsa ini ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)
    ... bisa menerima Yesus sebagai Kepala. Tetapi jika kita malas menerima firman 'benar tetapi. . . tidak benar tetapi. . . ' ini bukan menerima Yesus sebagai Kepala tetapi ada kepala yang lain. Ada yang mengatakan 'Ini yang benar begitu yang benar' tetapi jika tidak bisa dijelaskan dengan ayat-ayat maka itu bukan firman pengajaran yang benar. Jika ...
  • Ibadah Doa Malang, 13 Desember 2018 (Kamis Sore)
    ... akan kami lakukan. Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN. . Berfirmanlah TUHAN kepada Musa Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu. Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa ...
  • Ibadah Kunjungan di Ciawi I, 16 Januari 2018 (Selasa Pagi)
    ... Itulah rencana Tuhan yang indah lewat tema ini. Tuhan juga mampu membangun yang jasmani. Gedung yang kita pakai ini berasal dari bangunan lama yang dirobohkan. Itu saja hidup tidak usah susah serahkan saja pada Tuhan Jadi Tuhan mampu membangun yang jasmani supaya terjadi pembangunan manusia baru tubuh Kristus yang sempurna ...
  • Ibadah Doa Malang, 08 November 2018 (Kamis Sore)
    ... berdiri di hadapan Allah dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala. Maka datanglah seorang malaikat lain dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Maret 2021 (Kamis Sore)
    ... gurun selama tiga setengah tahun. Siapa yang menjadi sasaran dari setan Gereja Tuhan yang hanya memiliki 'menuruti hukum-hukum Allah' meja roti sajian. 'memiliki kesaksian Yesus' pelita emas. Tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas. Artinya Tidak mau menyembah Tuhan terpaksa dalam menyembah. Penyembahannya belum mencapai ukuran Tuhan berarti daging masih bersuara pintu tirai ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.