English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 02 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 November 2013 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Ambon.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus Menyangkal Yesus.

Jika kita tidak mau...

Ibadah Raya Malang, 17 Maret 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:12
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Januari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 58-59; perikop: menilai zaman
12:58. Sebab, jikalau engkau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (mulai diterangkan pada...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Maret 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Medan I, 29 Oktober 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Juni 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal di Mojoagung, 13 Desember 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 21: 5

21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Tema: 'Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!'.
Sebenarnya Tuhan sudah menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan baik, dan sudah menciptakan manusia yang sama mulia dengan Dia untuk ditempatkan di Taman Eden, berbahagia bersama Tuhan.
Tetapi sayang, manusia digoda oleh setan sehingga tidak taat--berbuat dosa. Akibatnya: telanjang dan diusir dari Taman Eden ke dalam dunia.

Di dalam dunia manusia sudah berbuat dosa, bahkan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan sampai nikah yang salah).
Manusia telanjang, seperti anjing dan babi, tetapi tidak tahu malu, bahkan sampai seperti setan. Petrus pernah diusir oleh Tuhan: Enyahlah engkau, iblis!

Akibatnya manusia hidup dalam suasana kutukan, dan kalau dibiarkan sampai kebinasaan di neraka.

Dari sini ditarik PELAJARAN PERTAMA: Taman Eden berarti bahagia, semua berhasil. Jika kita sudah berhasil di dalam dunia ini baik jasmani maupun rohani, itu seperti di Taman Eden. Tetapi hati-hati! Saat itulah setan datang menggoda untuk menyerang dan menjatuhkan. Tetap harus waspada, berjaga-jaga.

Dulu ular di Taman Eden, sekarang naga yang datang (kitab wahyu). Mohon hamba Tuhan didoakan, supaya tidak jatuh. Waspada di dalam Tuhan!

Tuhan tidak menghendaki kalau manusia biansa, oleh sebab itu Dia mau menciptakan manusia yang sudah rusak dan hancur menjadi manusia baru yang sama mulia seperti Dia untuk ditempatkan di Yerusalem baru selamanya.
Prosesnya disebut: PEMBAHARUAN.

PELAJARAN KEDUA: manusia yang sudah hancur, masih bisa dibaharui. Jadi jangan kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan apapun keadaan kita malam ini. Mungkin lagi gagal, jatuh dalam dosa dan lain-lain, gagal di dalam nikah dan ekonomi. Jangan putus asa karena Tuhan masih sanggup membaharui kita.

Inilah dua pelajaran yang penting:

  • Saat berhasil hati-hati.
  • Saat belum berhasil, malah gagal dan hancur, jangan putus asa. Masih ada kuasa Tuhan untuk membaharui kita.

Pembaharuan dikaitkan natal => natal adalah Allah yang mulia lahir menjadi sama dengan manusia di dalam pribadi Yesus, supaya manusia berdosa bisa dilahirkan baru, untuk menjadi sama mulia seperti Dia dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk Firdaus, dan Yerusalem baru selamanya.

Wahyu 21: 6
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

(terjemahan lama)
21:6. Maka firman-Nya kepadaku, "
Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.

'Semuanya sudah selesai''= AKHIR dari pembaharuan atau puncak dari pembaharuan yaitu kita berada di Yerusalem baru.
Tetapi ucapan ini juga diteriakan Yesus di kayu salib.

Yohanes 19: 30-34
19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar
darah dan air.

Ini adalah AWAL dari pembaharuan--di kayu salib.
Yesus disalib menjelang hari Sabat, dan peraturannya tidak boleh ada mayat tergantung. Kalau belum mati, kakinya dipatahkan supaya cepat mati. Tetapi saat sampai pada Yesus, Dia sudah mati, sehingga kaki-Nya tidak boleh dipatahkan.

Jadi, Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk pembaharuan bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Lalu bagaimana dengan bangsa kafir? Prajurit adalah bangsa kafir.
Luka kelima yang paling besar dan paling dalam, yang mengeluarkan darah dan air, itulah pembaharuan untuk bangsa kafir.

Tanda darah= percaya Yesus dan bertobat, berhenti bebuat dosa; mati terhadap dosa, terutama mulai dari dusta. Kalau masih dusta, jangankan sempurna, bertobatpun belum, karena bapa pendusta adalah setan. Juga dari dosa kebencian--setan adalah bapa pembunuh. Kalau masih ada kebencian, jangan bilang sempurna, bertobatpun belum, apalagi kalau kebencian tanpa alasan--seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf; Esau terhadap Yakub.

Hati-hati! Jarang adik benci pada kakak, tetapi kakak benci pada adik. Salah! Kita harus hati-hati! Yang muda juga hati-hati! Jangan ada kebencian!

Tanda air= baptisan air. Orang yang sudah percaya dan bertobat baru bisa dibaptis air sehingga mendapatkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran. Pembaharuan dimulai dari hidup benar sampai benar, suci, dan mulia sama seperti Yesus.

Inilah titik pembaharuan. Titik awal bangsa kafir untuk dibaharui adalah tanda darah dan air.
Wahyu 16: 17-19
16:17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
16:18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
16:19. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.

(terjemahan lama)
16:17. Maka malaekat yang ketujuh itu pun mencurahkan bokornya ke atas udara, lalu kedengaranlah suatu suara besar dari dalam Rumah Allah, daripada arasy itu, berkata, "
Semuanya sudah genap."

'Semuanya sudah genap'= SUDAH GEMAP penghukuman Tuhan kepada kehidupan manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan yang menolak pembaharuan; mempertahankan manusia darah daging, dosa sampai puncaknya dosa. Dihukum mulai di bumi sampai di neraka.

Jadi memperingati natal, tema kita adalah pembaharuan. Kalau mau dibaharui, siapapun kita, bisa, sampai jadi sama dengan Tuhan, mulai dari darah dan air. Tetapi kalau tetap mempertahankan dosa, biar dia hamba/pelayan Tuhan, ia akan binasa selamanya, masuk dalam kegenapan penghukuman sampai di neraka selamanya.

Lalu siapa yang menolak pembaharuan? Orang hebat; sekarang gambaran dari hamba/pelayan Tuhan yang hebat.
Markus 11: 27-33
11:27. Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,
11:28. dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"
11:29. Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
11:30. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!"
11:31. Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
11:32. Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.
11:33. Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

'imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua'= orang-orang hebat.
'Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia?'= Yesus bertanya soal pembaharuan.

Malam ini perhatikan, baptisan dan kuasa tidak bisa dipisahkan. Kalau bpatisan benar, pasti ada kuasanya.

'Kami tidak tahu'= model hamba Tuhan yang berpolitik; hati yang keras.
'Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu'= tidak mengalami kuasa.

Jadi yang tidak mengalami pembaharuan adalah orang yang punya kedudukan dalam Bait Allah--sekarang adalah gembala, pemain musik, guru sekolah minggu dan lain-lain; juga jabatan di organisasi--, tua-tua--banyak pengalaman--, ahli taurat--kepandaian dalam hukum Allah. Semua menolak pembaharuan.

Jadi kedudukan, pengalaman, kepandaian belum bisa menjadi jaminan untuk mengalami kuasa pembaharuan. Mengapa begitu? Karena keras hati.

Sebalknya, penjahat di sebelah Yesus--tidak ada harga--, dalam sekejap bisa berada di Firdaus karena mau dibaharui.
BERGANTUNG DARI HATI.

Kalau hatinya keras, tidak baik, tulus, dan jujur, ia akan berpolitik; menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan kepentingan sendiri, termasuk kepentingan golongan.

"Satu murid saya berkata: Om, hampir saya ke Israel: Kenapa?: Saya tim sukses di gereja xxxx, kalau menang bisa ke Israel: Ada tim sukses? Hebat juga ya. Itulah, di dalam gerejapun berpolitik."

Tujuannya tercapai tetapi tidak mengalami kuasa pembaharuan. Kuasa Tuhan hanya ditukar dengan uang, kedudukan dan lain-lain yang dari dunia.
Mari, jangan berpolitik! Orang berpolitik tidak boleh masuk di dalam rumah Tuhan dan organisasi, karena tidak mungkin mengalami kusa Tuhan. Pilih salah satu! Di dalam rumah tangga juga jangan berpolitik! Memang bisa tercapai, tetapi tidak ada kuasa pembaharuan. Politik tidak boleh masuk dalam gereja Tuhan dan rumah tangga!

Pembaharuan adalah mujizat terbesar.
Dan perhatikan! Politik ini termasuk gosip, fitnah dan lain-lain.

"Sekarang ini di dunia maya, sudah terjadi, saling mencaci. Orang dunia, politik, juga orang di dalam rumah Tuhan; sudah kehilangan kuasa.
Saya katakan pada jemaat dan Lempin-El: Kamu membaca saja, sudah kehilangan kuasa, apalagi meladeni. Jangan! Tuhan tolong kita.
"

Yang harus ada di dalam rumah Tuhan, nikah, dan organisasi gereja adalah kebenaran apapun resikonya. Yusuf tidak mau berpolitik. Dia tetap melaporkan kejahatan kakak-kakaknya sekalipun ia tahu kakak-kakaknya membenci dia. Dia mempertahankan kebenaran sampai dipenjara sekalipun.

Hasilnya: kita akan mengalami kuasa pembaharuan.
Mari sungguh-sungguh. Kalau tidak dibaharui, manusia tinggal tunggu waktu untuk rapuh, hancur dan binasa.

Siapa yang menerima kuasa pembaharuan? Maria, ibu Yesus.
Lukas 1: 26-30, 34, 37-38
1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:34. Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:37. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Maria begitu sederhana , sampai salam saja dia tidak mengerti.
Ayat 34= 'bagaimana mungkin?' tidak mengerti juga; banyak pertanyaan.

Maria tidak punya pengetahuan, tidak mengerti salam malaikat, tidak punya kedudukan, bahkan cenderung miskin. Kalau dilihat ia menikah dengan Yusuf, tukang kayu. Kalau dilihat persembahannya: burung tekukur; kalau kelas tinggi: lembu, kelas menengah, domba/kambing, kelas bawah: burung tekukur.

Ini kebalikan dengan ahli taurat, imam-imam, dan tua-tua. Keadaan Maria berlawanan dengan imam-imam, tetapi dia mengalami kuasa Tuhan karena ia memiliki hati yang lembut; jujur, percaya dan taat. Itu yang penting!

Inilah hati nurani yang baik, landasan untuk menerima kuasa Tuhan mulai dari pembaharuan. Kalau mujizat rohani terjadi, yang jasmani juga akan terjadi.

Landasannya adalah hati, bukan gereja besar atau kecil.

Dari mana hati nurani yang baik? Dari zaman Nuh, hati manusia cenderung jahat, memilukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat keluh kesah gembala.
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Belajar dari zaman Nuh, kita mendapatkan hati nurani yang baik lewat baptisan air. Hanya ada satu baptisan air yang benar.
Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat harus dikuburkan di dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidupbaru/hidup sorgawi, yaitu hati nurani yang baik.
Inilah tanda darah dan air.
Hati nurani yang jahat dikuburkan dan mendapatkan hati nurani yang baik: jujur, percaya, dan taat.

"Zaman Nuh, tidak ada anak sekolah minggu yang selamat karena guru-gurunya tidak taat juga. PR untuk guru-guru sekolah minggu!"

Jujur mulai dari soal Tuhan; kalau benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Sedikit ragi sudah bisa menghancurkan. Harus jujur!
Inilah landasan yang kuat untuk menerima kuasa Tuhan/kuasa pembaharuan.

Setan tidak bisa meniru kuasa pembaharuan. Kalau yang rohani terjadi, yang jasmani pasti terjadi.
Mari, kalau mau menerima kuasa Tuhan, landasannya harus baik.
Kalau landasannya tidak kuat, berkat dan orangnya akan sama-sama hancur.

Oleh sebab itu malam natal ini, yang sudah percaya, bertobat, dan baptisan, periksa. Ini adalah awal pembaharuan. Kalau tidak benar, tidak akan mencapai akhir pembaharuan. Harus percaya dan bertobat. Pelaksanannya adalah dikuburkan bersama Tuhan. Baru hasilnya hati nurani yang baik.

PELAJARAN LAGI: lebih baik ditenggelamkan dalam baptisan air bersama Yesus untuk menerima hati nurani yang baik, dari pada ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang--dulu air bah. Sungguh-sungguh! Ikut Tuhan harus benar! Tidak bisa netral, tidak akan bisa mengalami kuasa Tuhan. Tegas hari-hari ini!

Ada tiga macam kuasa Tuhan yang Dia berikan pada malam natal ini dengan dasar hati nurani yang baik:

  1. Markus 11: 1-11 => Yesus menyucikan Bait Allah.
    Kuasa pertama: kuasa penyucian dari roh jual beli--ikatan akan uang. Hati nurani yang baik bisa menerima pedang firman yang benar.

    Roh antikris= roh jahat; keinginan akan uang, praktiknya:


    • Beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari uang dan kedudukan; bukan tahbisan lagi tetapi profesi.
      Kalau ada roh jual beli, gereja akan menjadi seperti pasar, artinya:


      1. Murahan; semua boleh melayani, bukan lagi kemurahan.
      2. Ramai= dibuat seperti suasana duna, tidak ada lagi penycuian.


    • Tigngalkan ibadah pelayanan, tidak setia dalam ibadah karena mencari uang. Boleh bekerja tetapi jagnan tinggalkan ibadah pelayanan.


    • Kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Untuk bisa memberi, tergantung dari hati nurani. Jemaat Makedonia miskin tetapi bisa memberi.

      Serakah= mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--seperti Yudas Iskariot.
      Bagaimana kalau gembala pencuri? Bagaimana nasib sidang jemaat? Tentu resah, hancur, dan kering. Ini kesalahan.

      Sidang jemaat juga mencuri milik Tuhan, bagaimana nasibnya? Akhan mencuri milik Tuhan dan dilempar ke lembah Akhor--lembah kesukaran--sampai kebinasaan.


    Di malam natal ini kita hidup dalam kesucian. Sungguh-sungguh ibadah, jangan kikir, dan bisa mengembalikan milik Tuhan.

    Jangan bicara sorga kalau tidak ada kesucian! Jagnan bicara kuasa yang lain kalau tidak ada kesucian.


  2. Markus 11: 12-18 => Yesus menunggangi keledai masuk Yerusalem
    Kuasa kedua: kuasa pemakaian Tuhan = kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk masuk Yerusalem baru kekal selamanya.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau sudah suci, kita akan diberi jabatan pelayanan--jubah indah--untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Hidup menjadi indah.
    Maria tidak bisa apa-apa, tetapi dipakai Tuhan karena ia perawan suci--kesucian. Ini yang harus dikejar.

    Ditunggangi Yeuss memang butuh pengorbanan, tetapi hidup itu makin indah, dan bukan makin berat tetapi makin ringan.
    Kalau sudah diberi jubah, pertahankan! Yudas diganti Matias, dan hidupnya tidak indah sama sekali.

    Kita harus setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Tuhan datang kembali; dulu Harun dan anak-anaknya ditahbiskan sampai selama-lamanya.

    Kalau digabung, suci, setia dan berkobar-kobar, sama dengan keledai yang tertambat pada pokok anggur yang benar; ranting melekat pada pokok anggur yang benar (pribadi Yesus).
    Ranting itu kecil, tetapi kalau suci dan setia, bisa berbuah manis dan lebat. Kita kecil, yang penting suci dan setia. Kita bisa berbuah manis--mengalami kebahagiaan sorga.

    Ranting kecil tetapi disebutkan: Bapa-Kulah pengusahanya. Bapa di sorga pengusaha dan pemeliharanya, tidak pernah bangkrut. Pelayanan tidak pernah bnangrut, nikah dan semuanya tidak pernah bangkrut kalau kita melekat pada pokok anggur yang benar.
    Semua hanya sarana, tetapi Bapa di sorga yang memelihara langsung dair sorga.

    "Ada jemaat yang menentang saat saya sampaikan ini karena gajinya dua digit dalam juta. Tuhan izinkan gajinya nol selama tiga bulan. Dia datang dan minta ampun. Saya tanya: Bisa hidup?: Bisa." Dari mana?: Dari Tuhan. Hamba Tuhan hidup bukan dari jemaat.s aya dulu jemaat kecil juga hidup, tidak pernah minta-minta, sampai sekarang juga sama. Berarti yang menghidupi adalah Tuhan."

    Kita hidup dari kemurahan Tuhan sehingga di mana saja, kapan saja, dan situasai apa saja kita tetap hidup, sampai hidup kekal selamanya.


  3. Markus 11: 20-26=> pohon ara kering sampai ke akar-akarnya.
    Kuasa ketiga: kuasa untuk mematikan dan membangkitkan. Ini sama dengan kuasa pembahruan--mati dari hidup lama dan bangkit untuk hidup yang baru.

    Pertama, Maria takut untuk mengandung, tetapi akhirnya ia berkata: Jadilah padaku menurut perkatanmu itu.
    Inilah kuasa pembaharuan, yaitu Maria berubah menjadi setia dan percaya kepada Tuhan. Dia harus dicela dan difintah karena kebenarnan firman. Tidak apa-apa, kita menyerah sepenuh pada Tuhan. Tidak ada lagi ketakutan, kekuatiran, dan pertanyaan.

    Hasilnya: Maria mengalami kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.
    Malam ini, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, apapun yang kita hadapi. Maria bisa melahirkan Yeuss tanpa suami. Berarti Yesus yang menjadi kepala. Luar biasa!

    Maria tidak jadi dirajam batu, tetapi tetap terpelihara.
    Ada firman pengajaran di dalam kita kqlau kita setia dan percaya; menyerah sepenuh dan hanya menyembah dengan ahncur hati kepada Tuhan.

    SETIA-SUCI, PASTI SETIA-PERCAYA; menyerah dan menyembah Tuhan. Yesus yang menentukan semuanya di dalam hidup kita. Tidak usah takut akan masa depan. Dia bisa melakukan segala-galanya bagi kita. Yang tidak bisa kita pikir, bisa Dia lakukan.

    Yohanes 11: 31-32
    11:31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
    11:32. Setibanya
    Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    Maria diizinkan menghadapi Lazarus yang mati empat hari. Kalau suci dan setia, pasti tetap setia dan percaya, dan pengajaran yang benar akan menjadi kepala. Luar biasa. Yang tidak ada menjadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    'tersungkur'= berserah pada Tuhan.
    Lazarus mati empat hari gambaran dari:


    • Kebusukan. Kalau kita busuk malam ini, ada kuasa Tuhan.
    • Kehancuran nikah dan buah nikah, ekonomi dan lain-lain.
    • Kemustahilan.


    Dua Maria ini menghadapi. Sikap kita yang menentukan. Sikap yang salah adalah meratap--menyalahkan orang lain, tetapi paling sulit ditolong Tuhan; Ia tidak bisa berbuat apa-apa.
    Kalau suci dan setia, menghadpai apapun kita akan setia dan percaya. Tidak ada lagi menyalahkan orang, tetapi hanya tersungkur di hadapan Tuhan, dan Lazarus dibangkitkan.

    Mari, langsung praktik malam ini! Maria ibu Yesus harus tertekan. Mungkin kita menghadapi. Atau seperti Maria menghadapi Lazarus mati empat hari, sudah busuk, hancur, dan mustahil. Busuk jadi harum, yang hancur dipulihkan, mustahil menjadi tidak mustahil.

    Smapai kalau Yesus datang, mujziat terakhir, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, kita siap menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk Yerusalem baru--'SUDAH SELESAI!'

    Masalah apa saja, sudah selesai sampai 'sudah selesai' di Yerusalem baru.

Jangan kecewa dan putus asa, tetapi berserah pada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top