Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 21: 1-8 terbagi dalam tiga bagian:

  1. Ayat 1= langit yang baru dan bumi yang baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2023sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 November 2023). Ini menunjuk pada pembaharuan perhatian.

  2. Ayat 2-3= manusia baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 19 November 2023) sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Desember 2023), yaitu mempelai wanita yang berdandan untuk suaminya dan Tabernakel yang permanen di sorga.
    Ini menunjuk pada pembaharuan hati sampai pembaharuan seluruh hidup.

  3. Ayat 4-8= suasana baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2023).

Kalau kita sudah mengalami ini semua, kita akan mencapai Yerusalem baru selamanya.

AD. 3
Suasana baru adalah:

  1. Ayat 4= suasana tanpa maut (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2023) sampai Ibadah Doa Surabaya, 20 Desember 2023).

  2. Ayat 5-6= suasana kepuasan sorga, sehingga tidak perlu mencari kepuasan di dunia--tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa--(diterangkan pada Ibadah Natal Malang, 24 Desember 2023).

  3. Ayat 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2023sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Medan, 04 Januari 2024). Tahun ini adalah tahun kemenangan. Biar kita terus menang sampai kemenangan terakhir, yaitu duduk bersanding bersama dengan Yesus di takhta sorga selamanya.

  4. Ayat 8= suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Januari 2024).

Banyak ajaran mengajarkan kalau kerajaan sorga adalah kaya, sehingga kita harus kaya. Salah! Banyak orang di luar Tuhan yang lebih kaya. Kerajaan sorga yang sebenarnya adalah kebenaran--'Carilah kerajaan sorga dan kebenarannya ...'--, kesucian, dan kesempurnaan. Baik kaya atau tidak, tetapi kalau benar, suci, dan sempurna, itulah warga kerajaan sorga.

AD. 4
Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ada delapan dosa yang membawa manusia masuk/tenggelam ke dalam lautan api dan belerang; binasa selamanya di neraka--melawan suasana baru--:

  1. Penakut dan tidak percaya--bimbang--= melawan kebenaran--halaman Tabernakel--, berarti tidak masuk halaman (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Januari 2024sampai Ibadah Raya Surabaya, 14 Januari 2024).
    Kalau bimbang, tidak akan mungkin hidup benar.

  2. Keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, penyembah berhala= melawan kesucian--ruangan suci--, berarti tidak masuk ruangan suci--tidak tergembala--(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 21 Januari 2024).

  3. Dusta= melawan kesempurnaan--ruangan maha suci--, berarti tidak masuk ruangan maha suci. Salah satu tanda kesempurnaan yaitu mulut tidak salah dalam perkataan. Selama ada dusta tidak mungkin sempurna.

BAGIAN 2
1 Yohanes 3: 15
3:15.Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuhmanusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

' bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya' = binasa.

Pembunuhandidorong oleh tabiat kebencian sampai kebencian tanpa alasan.
Karena itu kalau ada rasa tidak suka, harus diselesaikan. Kalau tidak selesaikan akan meningkat kepada kebencian, bahkan kebencian tanpa alasan.
Ini yang membawa pada kematian kedua; tidak mewarisi kerajaan sorga.

Pembunuhatau kebencian berlangsung dari zaman ke zaman(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Januari 2024):

  1. Zaman permulaan--zaman Allah Bapa; dari Adam sampai Abraham kurang lebih dua ribu tahun--diwakili oleh Kain membunuh Habel(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Januari 2024).
    Ini awasan bagi kita. Dalam nikah terjadi kebencian.
    Kain dan Habel adalah sama-sama pelayan Tuhan--sama-sama mempersembahkan korban kepada Tuhan. Tetapi persembahan Kain tidak diindahkan karena ia jahat dan malas--tidak ada tanda kesulungan. Kain hanya mempersembahkan sebagian dari hasilnya.

    Tetapi Habel mempersembahkan yang sulung--terbaik--, sehingga persembahan Habel diindahkan oleh Tuhan, dan hidupnya dibuat indah oleh Tuhan. Bahkan sampai mati, darah Habel masih berbicara.

  2. Zaman pertengahan--zaman Allah Anak; dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali kurang lebih dua ribu tahun--diwakili oleh raja Yoas(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Januari 2024).
    Raja Yoas membunuh imam Zakharia--anak imam Yoyada. Ini artinya raja Yoas tidak tahu berterima kasih--tidak tahu berhutang budi.
    Ketika terjadi pemberontakan dan anak raja mau dibunuh, Yoas disembunyikan dan dididik oleh imam Yoyada sampai menjadi raja. Ia menjadi raja yang benar dan baik; memperbaiki rumah Tuhan. Tetapi mendadak bisa membunuh imam Zakharia.

    Mengapa? Karena ia mendengar suara asing termasuk gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan ajaran lain yang mengenakkan dan menonjolkan daging.

    Pengajaran yang benar tidak akan pernah memuji kita, malah disuruh tetap berhati-hati--sudah dipakai Tuhan, diberkati, hati-hati, sebab masih ada dosa dan sebagainya.
    Tetapi orang-orang Yehuda memuji raja Yoas. Ajaran asing selalu memuji daging. Hati-hati!

    Imam Zakharia memperingatkan Yoas, dan ia dibunuh. Hati-hati dengan ajaran lain yang menonjolkan daging, yang bisa membuat kita lengah, lupa diri, lupa Tuhan, dan lupa saudara!
    Sekarang banyak terjadi terutama di dalam ibadah pelayanan.

  3. Zaman akhir--zaman Allah Roh Kudus; dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali kurang lebih dua ribu tahun--diwakili oleh Antikris, yang menganiaya dan membunuh gereja Tuhan yang tidak disingkirkan ke padang gurun--ketinggalan di dunia.

    Wahyu 13: 1-2, 16
    13:1.Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:2.Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
    13:16.Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17.dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18.Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Sasaran Antikris adalah gereja Tuhan yang tidak ikut dalam penyingkiran selama tiga setengah tahun.

    Antikris adalah binatang buas yang keluar dari dalam laut dan menguasai manusia termasuk pelayan Tuhan yang tidak sungguh-sungguh dengan memberi cap 666 pada seluruh hidup mereka.

    Diberi cap 666= tubuh, jiwa, dan roh dicap 666:

    • Tubuhnya daging.
    • Jiwanya daging.
    • Rohnya daging.

    Ini sama dengan tidak punya pikiran dan perasaan. Yang dipikirkan hanya dagingnya sendiri, tidak peduli orang lain; sama dengan tanpa Roh Kudus.

    Praktik binatang buas:

    • Perbuatannyahanya perbuatan jahat--menganiaya dan membunuh--dan perbuatan najissemata-mata.

    • Perkataannyaadalah perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah, dan hujat.
      Wahyu 13: 5-6
      13:5.Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
      13:6.Lalu ia membuka mulutnyauntuk menghujatAllah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

      'empat puluh dua bulan lamanya' = tiga setengah tahun.
      'kemah kediaman-Nya' = Tabernakel.

      Yang dihujat adalah Tabernakel, pribadi Tuhan/pengajaran yang benar, dan orang benar/suci.
      Kalau orang tidak benar, malah disanjung.
      Ini kelicikan dari ajaran palsu.

      Pengajaran yang benar selalu menunjuk dosa kita. Tetapi ajaran palsu hanya melihat kehebatannya. Hati-hati!

    2 Tesalonika 2: 7-8
    2:7.Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan.Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
    2:8.pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

    Sekarang antikris kecil-kecil sudah mulai bekerja.
    Contoh: suami atau isteri berselingkuh, istri tidak tunduk pada suami; anak melawan orang tua--durhaka dalam nikah--, itu berarti sudah dicap 666 dan akan jadi Antikris.

    Siapa yang menahan Antikris saat ini?Gereja Tuhan yang benar dan suci. kalau gereja Tuhan sudah disingkirkan ke padang gurun, Antikris yang sebenarnya akan datang.

    Serius!Ini bukan dongeng, tetapi pasti akan terjadi, dan sekarang sudah mulai terjadi. Kita semua harus waspada, jangan sampai durhaka. Jangan ada perbuatan jahat dan najis, termasuk perkataan sia-sia.
    Awasi diri sendiri dengan kebenaran firman! Jangan mendurhaka soal apa saja!

    Kalau gereja Tuhan yang benar sudah menjadi terang dunia (Wahyu 12: 1), Antikris tidak akan bisa dibendung, dan dalam tiga setengah tahun ia akan benar-benar melakukan segala yang sadis dan najis luar biasa, yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi.

    Akibatnya: Antikris akan dibinasakan oleh Tuhan, termasuk pelayan Tuhan yang menerima cap 666--menjadi kaki tangan Antikris.

Tuhan tidak rela kalau manusia yang diciptakannya apalagi yang sudah ditebus dan dipakai Tuhan hanya menjadi sama dengan Antikris, atau dianiaya dan dibunuh oleh Antikris, terlebih lagi jadi penganiaya dan pembunuh seperti Antikris.

Jalan keluarnya: Yesus harus mati di kayu salib untuk menyatakan kasih-Nya kepada manusia berdosa lewat dua hal:

  1. Lukas 23: 33-34
    23:33.Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
    23:34.Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

    'di tempat yang bernama Tengkorak' = bukit Golgota.

    Yang pertama: lewat pengampunan dosa oleh darah Yesus.

    Dua penjahat di sebelah Yesus sebenarnya mendapat kesempatan untuk diampuni dosanya.
    Penjahat pertama mau mengaku dosa dan selamat. Tetapi penjahat kedua malah menghujat--mengejek Yesus.

    Semua bergantung pada kita. Yesus sudah menjadi jalan, tinggal kita mau atau tidak. Pada kesempatan siang ini, kalau mau diampuni, kita selamat dan bebas dari Antikris.

  2. Filipi 2: 5, 8, 11
    2:5.Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    2:8.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:11.dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Ayat 5 = binatang buas tidak punya pikiran dan perasaan.

    Yang kedua: lewat memberikan pikiran dan perasaan Yesus kepada kita.

    Yesus taat sampai mati di kayu salib. Kita taat sampai daging tidak bersuara lagi.

Waspada!Manusia ciptaan Tuhan mulai bergeser menjadi binatang buas seperti Antikris. Kapan terjadinya? Saat tidak taat dengar-dengaran sehingga jatuh dalam dosa. Begitu tidak taat, manusia sudah bergeser ke arah binatang buas.
Contoh: Adam dan Hawa tidak taat, sehingga mereka diusir dari Firdaus. Dalam Wahyu 12: 13, naga merah padam juga naik ke sorga tetapi dicampakkan ke bumi--menjadi Antikris--, karena ia tidak layak ada di sorga.

Filipi 2: 11
2:11.dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Kalau taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, kita akan cenderung untuk menyembah Yesus. Kita pasti gemar menyembah Tuhan, bukan menghina apalagi menghujat.

Kalau sekarang masih harus dipaksa untuk menyembah, berarti belum ada ketaatan dan kesucian, dan nanti bisa dipaksa oleh Antikris untuk menyembah Antikris.

Hari-hari ini mari kita manfaatkan korban Kristus di kayu salib untuk mengampuni segala dosa-dosa kita. Kalau sudah terlanjur berbuat dosa, minta ampun, lalu terima pikiran dan perasaan Yesus--taat dengar-dengaran--, sehingga kita gemar menyembah Tuhan.

Kalau Antikris gemar menghujat Tuhan; tidak mau menyembah Tuhan tetapi ingin disembah.

Dua sikap manusia terhadap pernyataan kasih Allah di kayu salib--terutama saat menderita, baik penderitaan karena dosa, kesulitan di dunia atau penderitaan karena Yesus--:

  1. Lukas 23: 39
    23:39.Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"

    Sikap pertama: menolak kasih Tuhan dari kayu salib; sama dengan menghujat Yesus, sehingga menjadi sama dengan Antikris dan dicap 666 yang akan dibinasakan selamanya.

    Dalam penderitaan kita seringkali menghujat dan menyalahkan Tuhan. Hati-hati! Kita yang salah sendiri, tetapi malah menyalahkan Tuhan.
    Dalam kesulitan-kesulitan kita seringkali tidak percaya Tuhan lagi.

    Mungkin tidak menghujat dengan perkataan, tetapi dalam bentuk perbuatan. Misalnya: merasa sudah setia beribadah, tetapi tidak ditolong Tuhan, akhirnya tidak mau ibadah.
    Atau bagi gembala saat menderita karena Yesus, bisa menghujat karena jiwa-jiwa tidak bertambah.

  2. Lukas 23: 40-43
    23:40.Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    23:41.Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    23:42.Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    23:43.Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Sikap kedua: menerima kasih Tuhan dari kayu salib, sekaligus menerima pikiran dan perasaan-Nya dari kayu salib yaitu taat dengar-dengaran, sehingga mulutnya hanya menyembah Tuhan sebagai:

    • Imam Besar yang tidak berdosa--'tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.'
      Imam Besar Harun masih berbuat dosa, sehingga satu tahun sekali ia masuk ke ruangan maha suci dengan membawa darah dan dupa untuk memperdamaikan dosanya sendiri dan seluruh umat Israel.

      Ibrani 7: 26
      7:26.Sebab Imam Besaryang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosadan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,

      Kita punya Imam Besar yang tidak berdosa, sehingga bisa menolong kita yang berdosa.

      Kita dihukum karena dosa kita. Dia tidak bersalah tetapi dihukum karena menebus dosa kita.

      Praktikmenyembah Yesus sebagai Imam Besar: berani mengakudosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Kita juga berani mengampunidosa orang lain dan melupakannya.

      Kalau dosa sendiri dan orang lain sudah dihapus oleh darah Yesus--diselesaikan--, kita akan mengalami damai sejahtera. Kita menghadapi semuanya dengan ketenangan, dan Imam Besar siap untuk melakukan apa saja yang kita butuhkan.

    • Raja segala raja--'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.'
      Praktikmenyembah Yesus sebagai Raja: kita harus menang atas dosa-dosa dan puncaknya dosa.

      "Seringkali firman diartikan secara jasmani, sehingga membuat tersesat. Beberapa tahun yang lalu saya pernah diundang untuk mengikuti perkumpulan, lalu ketuanya berkata: Kita cari tempat paling tinggi di Malang untuk membuat menara doa--seperti tertulis dalam alkitab. Dalam hati saya tidak setuju: Yunus berdoa di dasar laut saja didengar oleh Tuhan. Semestinya yang dimaksud 'menara' adalah tempat untuk berjaga-jaga. Jadi kita berjaga-jaga dalam doa. Ini seringkali diartikan secara jasmani terus. Contoh lain: sekalipun dosanya banyak dibilang: hebat (yang penting uangnya mengalir). Ini yang bahaya. Kalau yang jasmani terus, tidak peduli yang rohani, berarti sama dengan Antikris. Kalau Kristus mendahulukan yang rohani. Yang jasmani Dia tinggal semuanya, sampai Dia menderita (kuburan saja tidak punya) untuk melaksanakan yang rohani (keselamatan). Ada juga yang bilang: Kita anak raja, kita harus kaya. Bukan begitu. Kalau kita menyembah Yesus sebagai Raja, kita harus menang atas dosa."

      Mazmur 20: 7, 10
      20:7.Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
      20:10.Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja!Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

      Kita tidak berbuat dosa, tetapi hidup suci, sehingga diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Gunakan mulut untuk menyembah Yesus, Imam Besar! Akui dosa! Lalu, kita menang atas dosa-dosa dan jangan berbuat dosa lagi. Kita hidup dalam kebenaran, kesucian, dan aktif dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    • Mempelai Pria Sorga yang akan datang kembali.
      Lukas 23: 43
      23:43.Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      Firdaus adalah tempatnya mempelai--Adam dan Hawa adalah mempelai pertama.
      Nanti, Yesus sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai mempelai wanita akan bersama-sama di dalam kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

      Praktikmenyembah Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
      Orang yang taat sampai daging tak bersuara bisa melakukan perintah Tuhan mulai dari dalam nikah rumah tangga.
      Suami taat pada firman, yaitu mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar; istri tunduk pada suami dalam segala hal; anak taat pada orang tua; orang tua tidak membuat anak tawar hati.
      Jangan saling menuntut! Lakukan dulu kewajiban sebagai suami atau istri!

      Anak yang salah harus ditegor, terutama kalau salah dalam nikah. Jangan sampai jadi seperti imam Eli.
      Kalau membiarkan anak dalam kesalahan--tidak ditegor--, satu waktu anak akan tawar hati.

      "Saya pernah ditelepon orang. Dia dalam pengajaran juga. Dia mendengarkan firman, lalu bertanya kepada saya: Saya dulu beda agama dan beda baptisan, tetapi saya diberkati oleh gembala saya (sama-sama dalam pengajaran seperti kita). Saya berkata: Tidak boleh! Akhirnya dia menyesal dan tawar hati. Jadi harus ditegor."

    Kita menyembah Yesus sebagai Raja segala raja, Imam Besar, dan Mempelai Pria Sorga dengan suara: Haleluya.
    Wahyu 19: 6-7
    19:6.Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7.Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Mulai sekarang kita menyembah Tuhan--secara pribadi, keluarga, dalam ibadah masing-masing, fellowship--sampai nanti penyembahan terbesar di awan-awan yang permai.
    Dari keempat penjuru bumi hanya menyembah Yesus dengan kata: Haleluya. Ini adalah bukti kesatuan--satu tubuh, satu Kepala, dan satu suara.

    Dulu manusia memiliki satu suara. Tetapi karena membangun Babel, jadi kacau. Tetapi lewat kurban Kristus di kayu salib bisa jadi satu suara lagi.

    Hasilmenyembah Yesus sebagai Raja, Imam Besar, dan Mempelai Pria Sorga:

    • Ibrani 4: 14-16
      4:14.Karena kita sekarang mempunyai Imam BesarAgung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
      4:15.Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
      4:16.Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Hasil pertama: Yesus, Imam Besarmengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk menanggung segala kelemahan, letih lesu, beban berat, susah payah dan air mata kita, sehingga kita mengalami damai sejahtera. Semua jadi enak dan ringan.

      Serahkan semua saat ini! Dan kita akan menerima pertolongan Tuhan tepat pada waktunya; tangan setia belas kasih-Nya sanggup menyelesaikan semua masalah tepat pada waktunya.

    • Yesaya 43: 15-17
      43:15.Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakanIsrael."
      43:16.Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui lautdan melalui air yang hebat,
      43:17.yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

      Ayat 16 = laut Kolsom dibelah.

      Hasil kedua: Yesus, Rajasegala rajamengulurkan tangan kuasa-Nya untuk menciptakan jalan di tengah laut--semestinya bangsa Israel mati; maju, mundur, ke kiri dan kanan tidak bisa lagi.

      Artinya: tangan Sang Raja berkuasa untuk melindungi dan memelihara kitadi tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.

      Waktu Antikris berkuasa nanti keadaannya seperti di laut Kolsom; maju, mundur, ke kiri, ke kanan sudah tidak bisa lagi, tinggal menyembah Antikris atau mengalami aniaya. Lebih baik sekarang, saat-saat dalam kesulitan kita menyembah Tuhan, Sang Raja. Jangan mengomel atau menuduh Tuhan!

      Kita mengalami kuasa penciptaan Tuhan dari tidak ada menjadi ada. Yang mustahil jadi tidak mustahil. Dan kita dipakai dalam kegerakan ke Kanaan; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    • Efesus 5: 25-27
      5:25.Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26.untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannyadengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27.supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      'memandikannya dengan air dan firman'= menyucikan secara dobel dengan baptisan air dan firman pengajaran yang benar.

      Hasil ketiga: Yesus, Mempelai Pria Sorgarela mati di kayu salib untuk menyucikan mempelai wanita-Nyalewat baptisan air dan air hujan firman pengajaran yang benar sampai kita sempurna, tidak bercacat cela saat Dia datang kembali.

      Kita menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
      Jangan lupa dengan keluarga kita! Didoakan! Satu orang diselamatkan, satu keluarga bisa diselamatkan. Satu orang disempurnakan, satu keluarga bisa disempurnakan.
      Artinya kalau ada keluarga yang belum mengenal Yesus, kita bersaksi tentang kabar baik (penginjilan). Kalau sudah mengenal Yesus, kita bersaksi tentang kabar mempelai (penyucian). Jangan sampai semua diartikan secara jasmani termasuk alkitab!

      Yang membuat alkitab jadi jasmani adalah Antikris. Yesus meninggalkan yang jasmani untuk yang rohani. Ada keubahan hidup dahulu, baru jasmaninya ditolong oleh Tuhan, sampai kita disempurnakan.

Mulai dengan hati damai. Serahkan beban berat dan dosa! Tuhan bisa mengerjakan semuanya bagi kita.
Sebut nama Yesus, Dia akan menolong kita. Jangan tidak percaya atau menghujat, tetapi menyembah Dia.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 April 2010 (Kamis Sore)
    ... kemuliaan sebagai Raja segala raja sebagai Mempelai Laki-laki Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Karena memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Laki-laki Sorga maka disebut juga Kabar Mempelai. Kabar Mempelai ini bukan milik pribadi atau milik satu organisasi gereja ...
  • Ibadah Persekutuan Semarang I, 26 September 2013 (Kamis Sore)
    ... satu persekutuan tubuh Kristus. Persekutuan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah. Setelah itu meningkat dalam penggembalaan antar penggembalaan sampai satu waktu tubuh Kristus yang sempurna terbentuk. Benar-benar ada naungan Yesus sebagai Kepala. Penggembalaan persekutuan tubuh Kristus digambarkan dalam hal Seperti anak-anak ayam dibawah naungan sayap induknya. Seperti carang melekat pada pokok ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2019 (Minggu Siang)
    ... ada tempat kosong. Ini pelajaran bagi kita kalau ada orang meninggalkan jabatan pelayanan tempat itu tidak boleh kosong masih ditunggu oleh Tuhan tetapi kalau sudah digantikan oleh orang lain tidak akan bisa kembali lagi. Contoh Yudas jatuh diganti oleh Matias dan ia tidak bisa kembali lagi. Kalau masih ditunggu berarti masih ...
  • Ibadah Pendalaman Alktiab Surabaya, 21 November 2016 (Senin Sore)
    ... uang berhutangnya juga uang. Kalau dibeli dengan darah tetapi tidak mau beribadah melayani TUHAN berarti berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Mari saat kita harus ibadah kita berusaha mohon pada TUHAN. Jangan berhutang darah Mari berusaha untuk tetap beribadah melayani TUHAN. Kalau tidak setia lalai sampai ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 16 Juni 2013 (Minggu Sore)
    ... pada Tuhan rohani kita tidak akan pernah merosot. ay. - dibawah gunung suasana dunia. Dibawah gunung lebih banyak murid-murid tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit ayan. Inilah gambaran dari hamba Tuhan anak Tuhan yang terpisah dari Tuhan sehingga ibadahnya bersuasana dunia dan kering rohaninya bahkan banyak masalah air mata sampai menderita penyakit ayan ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Juli 2009 (Selasa Sore)
    ... adalah umat pilihan Tuhan bagaikan pohon ara yang berbuah sulung sehingga menyenangkan Tuhan memuaskan Tuhan berkenan kepada Tuhan. Tetapi sayang Israel menjadi tidak taat tidak dengar-dengaran menjadi keras hati menolak lawatan Tuhan prakteknya Menolak lawatan Tuhan lewat hukum taurat melanggar taurat. Mereka melanggar taurat lewat menyembah berhala. Menolak lawatan Tuhan lewat Yesus ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2014 (Minggu Sore)
    ... barangsiapa yang haus hendaklah ia datang dan barangsiapa yang mau hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma Roh Mempelai Pria Surga Yesus sebagai kepala. pengantin perempuan mempelai wanita tubuh. Marilah mengundang. Tugas terakhir dari gereja Tuhan kaki dian emas yang bercahaya yang merupakan kepercayaan Tuhan yaitu mengundang hamba Tuhan umat-umat ...
  • Ibadah Raya Malang, 17 Januari 2010 (Minggu Pagi)
    ... masuk penghukuman bersama dunia tetapi terangkat bersama Tuhan. Matius - berjaga-jaga menghadapi kedatangan Tuhan yang tidak terduga waktunya adalah berjaga-jaga pada waktu pembagian makanan rohani setia dan bijaksana pada waktu pembagian makanan rohani. Wahyu setia dan bijaksana untuk membaca mendengar dan menuruti firman pengajaran yang benar. menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk bisa membaca ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Februari 2014 (Sabtu Sore)
    ... dan berdirilah di tengah Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka Aku bertanya kepada kamu Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat berbuat baik atau berbuat jahat menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua lalu berkata kepada orang sakit itu Ulurkanlah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Juli 2018 (Rabu Sore)
    ... tempat di mana tidak ada air mata dan maut lagi. Di mana tempatnya Lewat kita saling mengasihi sekarang ini. Saling mengasihi adalah teladan dari Tuhan sendiri yaitu Ia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal bagi kita sekalian Yesus harus mati di kayu salib untuk kita semua. Anak-Nya yang tunggal dikorbankan berarti tidak ada kepentingan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.