English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 10 Februari 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:14-15
2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap...

Ibadah Doa Malang, 16 Januari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan...

Ibadah Doa Malang, 06 Juli 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh...

Ibadah Doa Malang, 10 Juni 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Gideon Pakpahan
 
Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13] penampilan pribadi Yesus dalam...

Ibadah Raya Malang, 16 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang peniupan sangkakala keenam.

Wahyu...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 30 November 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 2:16-22
2:16. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah:...

Ibadah Ciawi IV, 04 Desember 2008 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5-6
ay. 6='semuanya telah terjadi'= semuanya sudah genap (terjemahan lama).
...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20 -> Tema ibadah di Medan.
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan Tuhan Yesus untuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 September 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-11 => perikop: tempat yang paling utama...

Ibadah Raya Malang, 04 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar...

Ibadah Kaum Muda Malang, 08 Agustus 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-17 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.
Sebelum Tuhan datang kedua kali,...

Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3:1
3:1 Adapun Musa, ia biasa...

Ibadah Natal Persekutuan II di Batam, 03 Desember 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Februari 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.
Ini yang disebut dengan INTI dari mempelai wanita sorga; nanti di ayat selanjutnya, bangsa kafir juga dimeteraikan, menjadi kelengkapan dari mempelai wanita sorga.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan digantikan oleh suku Manasye.
Mengapa suku Dan tidak masuk? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018).

Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Matius 3: 3, 7
3:3. Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Ini merupakan nubuat tentang Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis adalah manusia yang terbesar di bumi, yang pernah dilahirkan, dan dia diutus oleh Tuhan untuk melayani baptisan air.
Jadi baptisan air sangat penting; merupakan dasar dari kehidupan rohani dan hidup kekal. Karena itu Yohanes Pembaptis yang diutus untuk melayani baptisan air, bukan orang sembarangan.

Baptisan air menentukan kita menjadi keturunan Abraham--menerima janji Tuhan--atau keturunan ular beludak--menerima murka Tuhan.
Kita harus hati-hati dengan baptisan air.

Baptisan air sama dengan 'luruskanlah jalan bagi-Nya', artinya meluruskan jalan bagi Tuhan; menyediakan jalan lurus bagi Tuhan, itulah hati yang tulus, tempat lewatnya Yesus/tempat Yesus bekerja.

Ayat 7= keturunan ular beludak adalah kehidupan yang memiliki hati nurani yang tidak lurus/tulus.
Mengapa demikian?

  • Tidak mau masuk baptisan air yang benar.
  • Menolak baptisan air yang benar.
  • Memilih baptisan air yang tidak benar--hanya sesuai kehendak/pendapat manusia--; ini sebenarnya belum dibaptis.

Inilah hati dari keturunan ular beludak. Di sini, orang Farisi dan Saduki--orang Israel--mewakili suku Dan; hatinya tidak tulus.

Praktiknya:

  1. Kejadian 6: 5-6
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu
    memilukan hati-Nya.

    Praktik pertama hati nurani yang tidak tulus: hati nurani yang jahat sehingga memilukan hati Tuhan.

    1 Timotius 6: 10
    6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Dalam hati nurani yang jahat terdapat akar kejahatan, yaitu cinta akan uang; terikat oleh keinginan akan uang. Bukan uangnya yang salah, tetapi terikat pada uangnya.

    Akibat terikat akan uang: tidak bisa mengasihi Tuhan, tetapi melawan Dia. Praktiknya:


    1. Mencari uang dengan cara tidak halal; termasuk mencari nilai di sekolah dengan cara tidak halal--tidak sesuai dengan iman/firman pengajaran yang benar.
    2. Mencari uang sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
    3. Mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


    Inilah hati nurani yang tidak tulus.


  2. Titus 1: 15
    1:15. Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.

    Praktik kedua hati nurani yang tidak tulus: hati nurani yang najis, yaitu mencari kepuasan daging/kepuasan di dunia lewat keinginan mata, daging, dan telinga--mendengar ajaran palsu--sehingga mendorong untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba), dan kawin mengawinkan (kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

Kejahatan dan kenajisan ini adalah satu. Di zaman Nuh, anak-anak Allah melihat anak-anak manusia lalu mereka kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan.

Ke mana arah hati nurani yang jahat dan najis? Dipakai dalam pelayanan pembangunan Babel, mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan, yang akan dibinasakan selamanya--tidak dimeteraikan oleh Allah.
Wahyu 18: 2
18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Tadi, yang dimeteraikan adalah inti mempelai, tetapi suku Dan tidak masuk karena masalah hati.
Kita sudah mempelajari keturunan ular beludak adalah masalah sikap hidup--Yudas tertelungkup, rasul Paulus telentang--dan sebagainya.
Malam ini, masalah hati.

Hati-hati dengan baptisan air! Kalau baptisannya tidak benar, hatinya tidak akan tulus, tetapi tetap keturunan ular beludak. Yang baptisannya sudah benarpun, masih harus diperiksa, apakah hatinya sudah benar-benar tulus, apalagi yang tidak benar, tidak mungkin ada hati nurani yang lurus, malah mengarah pada pembangunan Babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan, tidak dimeteraikan oleh Allah.

Sekarang kita belajar tentang perkembangan Babel:

  1. Kejadian 11: 1-4, 9
    11:1. Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
    11:2. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
    11:3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat
    batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
    11:4. Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan
    marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
    11:9. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah
    dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

    Perkembangan Babel yang pertama: pembangunan menara Babel.

    Menara Babel dibangun dengan batu bata--tanah liat yang dibakar dengan api.
    Tanah liat menunjuk pada manusia.
    Jadi batu bata sama dengan manusia yang dibakar dengan apinya setan: api dosa, hawa nafsu daging, dan dunia.

    Ini yang dipakai untuk pembangunan menara Babel; menjadi alatnya setan.

    Praktik membangun menara Babel:


    • 'marilah kita mencari nama'= mencari nama di dunia= kesombongan; mencari popularitas, kejayaan, kekayaan--semua perkara jasmani--sampai menyingkirkan nama Yesus, berarti kehilangan keselamatan selamanya.

      Rela kehilangan keselamatan, padahal Tuhan katakan: Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Tetapi kalau sudah dipakai oleh setan, lain, yaitu sampai menyingkirkan keselamatan dan kebenaran.

      Tidak peduli lagi sekalipun tidak benar. Yang penting populer, jaya, kaya dan lain-lain--kehilangan keselamatan dan kebenaran.
      Hati-hati, secara jasmani dan rohani bisa terjadi. Di dunia rohani juga mencari popularitas dan sebagainya; menyingkirkan nama Yesus/keselamatan.


    • Praktik kedua: nama Yesus adalah firman; menyingkirkan nama Yesus sama dengan menyingkirkan firman.
      Mazmur 138: 2

      138:2. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

      (terjemahan lama)
      138:2. Maka sujudlah aku di hadapan maligai kesucian-Mu sambil memuji nama-Mu, karena sebab kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu; karena lebih dari pada segala kepujian-Mu Engkau telah membesarkan
      firman-Mu.

      Membesarkan nama Yesus sama dengan membesarkan firman.

      Segala sesuatu yang dilakukan di dunia secara jasmani dan rohani, kalau tanpa firman pengajaran yang benar, hanya akan membangun menara Babel, sia-sia, dan dibinasakan selamanya.

      Termasuk ibadah kita, tanpa firman pengajaran yang benar, itu hanya membangun menara Babel, semua akan sia-sia dan dibinasakan. Kita harus waspada! Jangan menonjolkan yang lain! Menonjolkan perkara di dunia ini sama dengan membangun menara Babel.


    Kalau batu bata dipakai membangun menara Babel, akibatnya: dikacaubalaukan oleh Tuhan= hidupnya kacau balau sampai tercerai berai; terjadi pemisahan sampai pemisahan paling tajam antara dua orang di tempat tidur (suami-isteri)--satu terangkat satu tertinggal--, bahkan perpisahan selamanya--bukan penyatuan--, dan gagal total.
    Ini soal bahasa.

    Sebenarnya, dulu manusia hanya satu suara dan satu bahasa. Tetapi karena tidak lagi mengutamakan nama Yesus dan pengajaran yang benar melainkan namanya sendiri, akibatnya kacau balau, mulai nikah tercerai berai, gagal total, sampai nanti pemisahan yang terakhir antara yang di awan-awan dengan yang di dunia--dipisahkan dengan bahasanya.

    Saat Yesus datang kembali terjadi pemisahan selamanya, mempelai wanita naik di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya--oleh pengajaran yang benar dan kuasa nama Yesus bisa kembali pada satu suara dan satu bahasa--satu tubuh, tidak tercerai berai. Ini kehidupan yang benar-benar mengutamakan firman pengajaran yang benar dan nama Yesus; masuk kesatuan tubuh yang sempurna.
    Tetapi yang membangun Babel, akan tercerai-berai dengan banyak suara; terjadi pesta pembantaian, seruan hebat seperti dulu di Mesir.

    Biar hari-hari ini kita benar-benar mengutamakan firman pengajaran yang benar dan nama Yesus. Jangan jadi batu bata, pasti gulung tikar dan gagal total. Memang kelihatan hebat, tetapi satu waktu akan menjadi satu bata yang dibuang, cerai-berai semua.

    Jalan keluarnya: dimulai dari satu batu--batu penjuru (Yesus)--, dan kita menjadi batu hidup yang disusun di atasnya untuk menjadi mempelai wanita Tuhan.
    1 Petrus 2: 4-5
    2:4. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Batu hidup yang dibuang dan disalibkan, itulah batu penjuru.
    Batu penjuru= nama Yesus, kurban Kristus, nama yang menyelamatkan, dan firman pengajaran yang benar. Ini dasarnya.

    Proses menjadi batu hidup: tanah liat--manusia darah daging--harus dibakar dengan api Tuhan; api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah. Ini sama dengan imam-imam dan raja-raja yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau tidak mau menjadi batu hidup, pasti jadi batu bata--hidupnya kacau balau, gagal total, dan terjadi pemisahan. Tidak ada lainnya!

    Namanya batu hidup, artinya:


    • Hidup dari kemurahan Tuhan sehingga di mana saja, kapan saja, situasi apa saja kita bisa hidup sampai hidup kekal selamanya. Tidak usah takut!


    • Tidak kacau tetapi rapih tersusun; hidup kita tidak kacau;.
      Efesus 2: 20-21
      2:20. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
      2:21. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan,
      rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

      Hidup kita menjadi rapih dan indah.


    Yang sudah kacau balau, jangan putus asa, yang penting mau dibakar: masuk baptisan air yang benar, kemudian dibakar dengan api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah; kita disucikan sampai menjadi imam dan raja. Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna--rapih tersusun; rapih dan indah.


  2. Daniel 4: 25-32, 34
    4:25. tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
    4:26. Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan.
    4:27. Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!"
    4:28. Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;
    4:29. sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel,
    4:30. berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?"
    4:31. Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu;
    4:32. engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!"
    4:34. Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

    Perkembangan Babel yang kedua: pembangunan kerajaan Babel.
    Kerajaan Babel adalah kesombongan.
    Artinya:


    • Mengandalkan kekuatan, kekayaan, kepandaian di dunia, bukan Tuhan. Bukan tidak boleh pandai atau kaya, tetapi jangan mengandalkan itu.
      Orang semacam ini tidak punya akal budi, hanya seperti binatang, bahkan binatang buas (maaf, agak kasar); tidak ada hubungan dengan Tuhan. Jadi bukan hebat, tetapi tidak punya akal budi--kelebihan manusia dari binatang adalah memiliki akal budi yang berasal dari Roh Allah.


    • Daniel 5: 22-23, 30
      5:22. Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.
      5:23. Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.
      5:30. Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.

      Yang kedua: menghina perkakas rumah Tuhan.
      Artinya:


      1. Melayani Tuhan tanpa kesucian.
        Yesaya 52: 11
        52:11. Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!

        Tuhan itu suci, kalau dilayani tanpa kesucian, berarti menghina perkakas Tuhan.

        Oleh sebab itu harus ada pedang firman. Ini yang menjaga kesucian kita. Ada kesalahan yang dinyatakan lewat pedang firman, cepat selesaikan, kita menjaga kesucian.

        Biarlah setiap ibadah kita mohon supaya ada firman pengajaran yang benar untuk memeriksa kesucian hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan kita. Kita selalu diperiksa, supaya berkenan di hadapan Tuhan.

        Banyak kali bukan hanya tidak suci, tetapi tidak satu imampun boleh melayani, yang penting banyak orang datang, dan uangnya datang. Ini menghina perkakas rumah Tuhan.

        "Dua kali saya mendengar kesaksian dari orang, dan satu kali saya mendengar sendiri: 'Orang Kristen ya?': 'Bukan, tetapi saya anggota paduan suara di gereja lho, pak.': 'Masak?': 'Betul pak.': 'Kok bisa?': 'Ya bisa.' Yang satu kesaksian dari jemaat di sini, temannya pemain musik yang handal. Dulu dia tahu kalau orang itu bukan orang Kristen. Saat bertemu setelah bertahun-tahun tidak ketemu, orang itu berkata: 'Saya sekarang main musik di gereja.': 'Oh, selamat ya.': 'Oh tidak, agama saya tetap.' Kok bisa? Inilah yang terjadi sekarang ini. Kesombongan, yang penting orang datang, uangnya juga datang. Tidak peduli suci atau tidak, benar-benar menghina perkakas rumah Tuhan.
        Karena itu yang paling murni adalah penggembalaan, saudara tahu saya, saya tahu saudara.
        "


      2. Meletakkan jabatan pelayanan karena mempertahankan dosa. Sok rendah hati: Maaf om, saya tidak layak. Sok rendah hati, padahal sangat sombong; dosanya dipertahankan dan pelayanannya dibuang. Ia tidak layak terus, tidak mau diubahkan. Dia pilih setan dari pada Tuhan. Salah!

        Yang harus dipertahankan adalah pelayanannya, dan dosanya yang dibuang. Kita melayani Tuhan sampai garis akhir.
        Saat firman menusuk kita, mari akui dan tetap layani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kembali, bahkan sampai selamanya.


      3. Secara jasmani artinya: tidak bisa memelihara perkakas rumah Tuhan.

        "Alat-alat patah karena tidak dibersihkan dan dipelihara. Lempin-El juga, kursi tidak diperlakukan dengan baik, sudah saya tegor: 'Jangan merusak!' Mau beli, susah, sudah bisa beli, malah dirusak. Seharusnya uangnya untuk membeli yang lain, bisa maju gereja. Ini merusak; menghina perkakas rumah Tuhan. Saya bilang pada Lempin-El dan pengerja: 'Kamu cabut stop kontak dari jauh--ditarik kabelnya--karena tidak mau jalan. Seringkali begitu. Mari kita rawat rumah Tuhan! Dulu pernah ada ranjang bayi di Malang, saya sudah bilang: 'Kalau mengepel, angkat dulu.' Dulu saya masih ikut mengepel tiap hari sabtu, tetapi setelah hari sabtu saya ke Jakarta, sudah keropos semua, disiramkan begitu saja airnya ke sana. Ini termasuk menghina perkakas rumah Tuhan secara jasmani."


    • Daniel 6: 7-8
      6:7. Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!
      6:8. Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.

      Yang ketiga: ingin disembah. Awalnya ingin dipuji, dihormati, dihargai, lebih utama dari yang lain, akhirnya gila hormat; mau disembah, lebih dari Tuhan. Kalau gila hormat, akan gila-gilaan.

      Sikap yang baik adalah saling menghormati, melayani, dan menghargai--tubuh Kristus; pembangunan kerajaan sorga.


    Semua ini akan mengarah pada kebinasaan.


  3. Wahyu 18: 2
    18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Wahyu 17: 5

    17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

    Perkembangan Babel yang ketiga: pembangunan kota Babel/perempuan Babel, mempelai wanita setan.

    Sifat perempuan Babel: jahat, najis, dan tidak setia--selain jahat dan najis, pelacur tidak setia. Mulai dari gembala, kalau tidak setia, bagaimana jemaat? Yesus setia sampai mati di kayu salib. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak setia.

    "Yang mendengar jarak jauh karena keadaan dan pengajaran yang benar, ayo setia. Lebih susah lagi, karena tidak kelihatan. Kalau yang datang ke gereja bisa kelihatan kalau tidak datang, dan bisa saya hubungi. Kalau yang jarak jauh harus sungguh-sungguh, benar-benar kesetiaan kepada Tuhan teruji, tidak ada yang lihat kecuali Tuhan. Sungguh-sungguh!"

    Wahyu 17: 1, 15
    17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
    17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah
    bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

    Perempuan Babel duduk di tempat yang banyak airnya (lautan).
    Duduk artinya berkuasa.
    Air yang banyak menunjuk pada bangsa kafir.
    Hati-hati! Di kitab Wahyu 7: 1-8, bangsa Israel dimeteraikan, dan ayat 9 bangsa kafir juga dimeteraikan, tetapi didahului oleh Babel; banyak kali bangsa kafir dikuasai oleh Babel.

    Jadi, perempuan Babel dengan roh jahat, najis, dan tidak setia menguasai bangsa kafir di akhir zaman, untuk dikembalikan pada zaman Nuh--akhir zaman akan kembali seperti zaman Nuh dan Lot, di mana manusia termasuk anak-anak Tuhan hanya berbuat dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

    "Kalau tidak setia, bahaya. Karena itu saya selalu katakan: Mohon maaf, kaum muda dan siapapun juga, kalau kita tidak beribadah pada jam-jam ibadah, hati-hati, ada kejatuhan di situ.
    Karena itu saya senang kalau jemaat izin karena tugas, dan selalu saya doakan--jangan sakit hati--: 'Selamat, sehat sampai di tempat, dan tetap hidup benar dan suci.'
    "

    Itu yang penting. Karena tidak setia ini satu paket dengan jahat dan najis. Ini pentingnya penggembalaan karena ada doa penyahutan yang Tuhan percayakan kepada seorang gembala. Kalau pohon ara di pinggir jalan--tidak tergembala--, salah sekali--tidak berbuah--langsung habis.

    Kalau jahat, najis, dan tidak setia, akibatnya:


    • Zaman Nuh dihukum dengan air bah.
    • Zaman Lot dihukum dengan api dari langit; hanya satu kota Sodom Gomora yang habis.
    • Zaman akhir lebih dahsyat lagi.
      2 Petrus 3: 10-11

      3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
      3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian,
      betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

      Kedatangan Tuhan kedua kali sama seperti pencuri.
      Pada saat kedatangan Yesus kedua kali, akan terjadi kiamat, penghukuman Tuhan atas dunia dengan api dan belerang, sehingga dunia beserta isinya musnah, sampai tenggelam di dalam api neraka selamanya.

      Kedatangan Tuhan seperti pencuri. Kalau tidak tahu kedatangan-Nya, akan tertinggal dan kena penghukuman, binasa selamanya.
      Lalu, siapa yang selamat? Kehidupan yang berjaga-jaga (setia). Yang tidak setia, bahaya!

      'betapa suci dan salehnya kamu harus hidup'= jaga kesucian dan kesetiaan!
      Suci tetapi tidak setia, atau setia tetapi tidak suci, juga akan tertinggal saat Tuhan datang kembali.
      Harus suci dan setia--tidak bisa dipisahkan; seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar--, ini yang kita jaga di akhir zaman, sementara ada pembangunan kota Babel.


    Jalan keluarnya supaya tidak diduduki perempuan Babel: air harus masuk dalam tempayan, jangan tetap di lautan bebas. Kalau ada di lautan bebas, benar-benar ia diduduki Babel sampai binasa.
    Yohanes 2: 6-7
    2:6. Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
    2:7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

    Bangsa kafir harus masuk dalam tempayan, artinya harus tergembala dengan benar dan baik--seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Dari lautan bebas hanya jadi enam tempayan, artinya hanya sedikit yang mau tergembala, sedangkan yang lainnya mau bebas--bebas mengikuti keinginan mata, daging, dan telinganya. Hati-hati, bangsa kafir banyak yang dikuasai oleh Babel.

    Syarat tergembala:


    • Selalu berada di dalam kandang penggembalaan; tekun dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, dan ibadah doa.
      Tadi enam tempayan--dari tanah liat--, menunjuk pada tiga tempayan--tubuh, jiwa, dan roh suami--dan tiga tempayan--tubuh, jiwa, dan roh isteri.
      Suami-isteri harus tergembala sehingga tubuh, jiwa, dan rohnya melekat kepada Allah Tritunggal--seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Mulai dari suami-isteri, dan nanti akan diikuti oleh anak-anak.

      Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, tidak bisa dijamah oleh Babel/setan. Kita hidup dalam ketenangan, damai sejahtera, semua enak dan ringan.


    • Taat dengar-dengaran pada suara gembala. Kalau mendengar suara asing, lari, bukan hanya tidak mau mendengar. Suara asing ini yang membimbangkan, membuat kacau-balau, tidak tenang lagi.

      Suara asing= ajaran palsu, gosip dan lain-lain.


    Kalau tergembala, hasilnya: terjadi mujizat; secara rohani: air menjadi air anggur yang manis--seperti ranting yang berbuah. Cepat atau lambat mujizat akan terjadi.
    Mulai dari suami-isteri. Yang suami atau isterinya belum tergembala, doakan, supaya bisa benar-benar tergembala.

    Mujizat rohani yang terbesar adalah keubahan hidup dari air menjadi air anggur yang manis--Tuhan berkata: 'cicipilah'--, artinya keubahan hidup dimulai dari lidah.

    Lidah bangsa kafir seperti anjing menjilat muntah. Tetapi kalau digembalakan, lidahnya akan mencicipi air anggur yang manis.

    Menjilat muntah= dusta, gosip, fitnah, saling menghakimi, saling menyalahkan. Oleh kekuatan dalam penggembalaan, lidah bangsa kafir diubahkan menjadi lidah yang menjilat air anggur yang manis, artinya:


    • Perkataan yang manis, dimulai dengan mengaku dosa, bukan menghakimi. Dan hidupnya juga akan terasa manis.
      Kalau rumah tangga, penggembalaan mau manis, jangan saling menghakimi--itu pahit--, tetapi mengaku dosa, kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi, dan yang benar, mengampuni dosa orang lain dan melupakan.
      Kalau saling menyalahkan dan menghakimi, hidupnya akan pahit getir--masih menjilat muntah.


    • Perkataan yang benar dan baik, menjadi berkat bagi semua orang, mulai dari rumah tangga.

    • Bersaksi. Masih banyak jiwa yang belum mengenal Yesus, kita bersaksi tentang firman penginjilan supaya orang-orang berdosa dan belum mengenal Yesus bisa percaya dan diselamatkan.
      Tetapi kita juga bersaksi tentang kabar mempelai, supaya orang-orang yang sudah selamat bisa digembalakan dan masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi mempelai wanita Tuhan.

      Ini tugas kita hari-hari ini. Mulai dari lidah--cicipi--!
      Keubahan hidup bangsa kafir dimulai dari lidah. Kapal besar ditentukan oleh kemudi yang kecil; lidah yang kecil menentukan mau ke mana arah perahu kehidupan dan penggembalaan kita. Kalau bergosip mau ke mana? Jangan! Tuhan tolong kita.


    • Sampai yang terakhir lidah hanya menyembah Tuhan, menyeru nama Yesus.


    Inilah perkataan manis yang ditunggu oleh Tuhan. Sebenarnya bangsa kafir hanya menjilat, hidupnya seperti muntah; tidak berguna--mulai dari dalam rumah tangga--, bahkan najis, jijik, kotor. Mari, diubahkan semua. Tuhan tolong semua.

    Kidung Agung 7: 9
    7:9. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

    'Mengalir'= bersaksi kepada sesama yang dalam keadaan pahit getir, supaya mereka ikut manis.
    'Orang yang sedang tidur'= Yesus yang tidur di kapal yang ditimbus angin dan gelombang.
    'melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur'= membangunkan Yesus yang sedang tidur.

    Banyak kali kapal kena angin gelombang sampai mau tenggelam bahkan tenggelam karena perkataannya belum manis; masih dikuasai Babel. Hidupnya juga masih belum manis; kacau. Pelayanan masih kacau karena perkataannya belum manis, berarti perbuatannya juga belum manis, sehingga hidup dan nikahnya belum manis semua.
    Tuhan tunggu perkataan yang manis.

    Matius 8: 23-26
    8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
    8:24. Sekonyong-konyong
    mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "
    Tuhan, tolonglah, kita binasa."
    8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu
    bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

    'Tuhan, tolonglah, kita binasa'= perkataan manis.
    Perjalanan hidup pribadi, nikah, dan pelayanan kita sama seperti kapal yang mengarungi lautan dunia untuk menuju pelabuhan damai sejahtera--mulai dari perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai (pelabuhan pertama), kerajaan Seribu Tahun Damai/Firdaus yang akan datang (pelabuhan kedua), sampai Yerusalem baru (pelabuhan ketiga).

    Dalam perjalanan ini kita selalu menghadapi angin dan gelombang yang datang sekonyong-konyong untuk menenggelamkan perahu supaya kita tidak mencapai pelabuhan tetapi binasa selamanya.

    Angin dan gelombang ditiupkan oleh setan dengan kuasa maut dalam bentuk:


    • Angin= ajaran palsu, gosip yang membuat kita bimbang.
      Bukan berarti hanya di sini yang benar, tetapi alkitab. Cocokkan dengan alkitab! Kalau tidak cocok, berarti ada dua: alkitab yang benar, dan pasti ada yang tidak benar. Kita memilih-milih, jadi bimbang, akhirnya memilih yang tidak benar, dan langsung tenggelam. Hati-hati!
      Pengajaran yang benar adalah alkitab, bukan manusia siapapun.

      Petrus bisa berjalan di atas air yang bergelombang bersama Tuhan, tetapi begitu kena angin dan ia bimbang, langsung tenggelam.


    • Gelombang= pencobaan secara jasmani: ekonomi, kesehatan, studi dan sebagainya.
      Secara rohani: dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Ini semua mau menenggelamkan kita.


    • Angin dan gelombang membuat kebimbangan, ketakutan, kesengsaraan, kepahitan, kegagalan, kejatuhan, ketenggelaman.


    Murid-murid menggunakan kekuatan, kepandaian, dan pengalaman sendiri--sama dengan membangun menara Babel--untuk menaklukkan angin dan gelombang, tetapi tidak bisa, malah angin dan gelombang semakin hebat sampai kapal hampir tenggelam. Tetapi Yesus tetap tidur; tidak bergairah.

    Kalau menghadapi sesuatu dalam pelayanan, pekerjaan dan sebagainya, lalu menggunakan kekuatan sendiri, Yesus akan tidur.
    Tetapi kalau kita sudah menyerah, mengaku tidak mampu, ada perkataan manis: Tuhan tolonglah aku, di situ Yesus bangun untuk menghardik angin dan gelombang.

    Tuhan bergairah, dan Dia mengulurkan tangan untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil--laut menjadi teduh--, kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan, ada masa depan yang berhasil dan indah.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali, kita diubahkan dari perkataan manis menjadi sempurna, tidak salah dalam perkataan. Kita terangkat di awan-awan dengan satu suara: Haleluya--seperti dulu sebelum pembangunan menara Babel manusia hanya satu logatnya. Gara-gara membangun menara Babel kita cerai-berai sampai sekarang. Tetapi oleh kekuatan salib Tuhan/kurban Kristus--Dia tidur dan bangun menunjuk pada kuasa kematian dan kebangkitan-Nya--, Dia mampu meneduhkan lautan sampai kita menjadi satu suara lagi di awan-awan yang permai; tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi mempelai wanita sorga.

Kebimbangan, ketakutan, kepahitan, banyak air mata dan sengsara, kemustahilan, kesusahan, kepedihan dan sebagainya akibat gelombang, kita berseru saja kepada Yesus, Dia akan menolong kita semua, dan semua akan menjadi teduh.
Apapun keadaan kita, berseru kepada-Nya, Dia akan tergairah untuk menolong kita semua.

Apa yang membuat kita kuatir, takut, dan gelisah, pahit getir hidup ini, putus asa, kecewa, mustahil dan lain-lain? Serahkan kepada Dia! Berserah dan berseru kepada Dia! Mungkin tidak ada yang tahu, kesempatan hanya Tuhan yang tahu. Percaya, Dia tidak jauh dari kita. Jangan bimbang sedikitpun! Jangan mengandalkan sesuatu, tetapi hanya Tuhan!

Perjamuan suci--tubuh dan darah Yesus--adalah kuasa kebangkitan Tuhan yang bisa menolong; uluran tangan kuasa kebangkitan Tuhan, yang bukan hanya menyembuhkan kita tetapi bisa melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita semua.
Segala kepahitan, kebimbangan, kekuatiran, kegagalan, kekacauan, kehancuran, kemustahilan sudah ditanggung Dia di kayu salib. Oleh kematian-Nya Dia sudah menanggung itu semua, dan Dia bergairah kalau kita ada perkataan manis, percaya, berserah dan berseru kepada-Nya. Dia bergairah untuk bangun, kuasa kebangkitan menolong kita semua.

Jangan salah memilih! Biar Tuhan memberikan hati yang tulus, supaya kita memilih pembangunan tubuh Kristus, mulai dengan menjadi batu hidup, bukan batu bata, sampai nanti satu suara mempelai wanita, bukan Babel yang kacau-balau.
Kita bersama Tuhan dan keluarga kita masing-masing. Mari, doakan semua, biar dia menyakiti kita, doakan. Kalau tertinggal, hancur semua. Jangan terjadi pemisahan yang kekal. Tuhan tolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top