English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 19 November 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas tentang kecerdikan setan....

Ibadah Raya Surabaya, 23 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 15 Januari 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3 berbicara tentang 3 pengalaman utama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 September 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".

Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 19 November 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1 memuat dua rencana besar,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Oktober 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-10 => perikop: tempat yang paling utama...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:17-20
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Doa Malang, 30 September 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:20
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 22 Desember 2020 (Selasa Sore)

Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.


Ini adalah penampilan dari setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatannya:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 November 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 03 Desember 2020).

  2. [Wahyu 12:4b] Mulutnya menelan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2020).

  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
  4. [Wahyu 12:13] Memburu/ mengejar dengan cepat.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menyiksa anak-anak Tuhan yang ketinggalan.

ad. 2. Mulutnya menelan.
Wahyu 12:4b-6
12:4b.Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Di sini mulut naga hendak menelan Anak laki-laki yang dilahirkan.
Anak laki-laki di sini adalah:
  1. Pelepas (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 10 Desember 2020).

  2. 'menggembalakan semua bangsa dengan gada besi' = gembala (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 13 Desember 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 17 Desember 2020).

Jadi, setan hendak menelan Anak laki-laki artinya setan mau menghalangi kelepasan dari gereja Tuhan sehingga gereja Tuhan tetap dalam ikatan dosa. Setan juga mau menghancurkan sistem penggembalaan/ sistem Sorga, sehingga gereja Tuhan beredar-edar, sampai binasa selamanya.

Oleh sebab itu, gereja Tuhan harus tergembala dengan benar dan baik, sehingga mengalami kelepasan secara terus-menerus, sampai bisa lari dari naga bahkan tidak bisa dilihat oleh naga.

Dua tempat pelarian:
  1. Ayat 6 = lari ke padang gurun selama tiga setengah tahun. Ini adalah masa aniaya Antikris.
  2. Ayat 5 = lari ke takhta Allah pada saat Yesus datang kembali kedua kali, sehingga kita mendapatkan hidup kekal, tidak ditelan naga.

Ibrani 12: 1-2
12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Ibrani 12:1 [terjemahan lama]
12:1. Oleh sebab itu, sedangkan kita dilingkungi dengan sebegitu banyak orang yang menyaksikan seperti awan rupanya, maka hendaklah kita membuangkan tiap-tiap pikulan yang berat, dan dosa yang mudah menjerat kita, dan biarlah kita berlari dengan tekun di dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita,

Lari ke padang gurun sampai ke takhta Sorga sama dengan lari dalam perlombaan rohani menuju kesempurnaan.

Proses lari menuju kesempurnaan mulai dari sekarang:
  1. Menanggalkan beban dosa.
    Beban adalah dosa-dosa yang sudah kita lakukan, katakan, dan angan-angankan.
    Banyak beban di dunia ini tetapi beban terberat adalah beban dosa, karena membebani kita mulai di dunia sampai di neraka.

    Kalau ada beban, kita tidak akan bisa lari masuk dalam perlombaan rohani sampai kesempurnaan, sehingga binasa selamanya.

    1 Yohanes 1:7,9

    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Kita menanggalkan beban dosa lewat:
    • Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    • Mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya adalah darah Yesus aktif untuk:
    • Mengampuni segala dosa kita sampai tidak ada bekasnya. Kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu.
    • Menyucikan kita segala kejahatan, sama dengan mencabut akar dosa supaya tidak mengulangi dosa lagi. Kita bertobat dan hidup dalam kebenaran. Kita mengalami damai, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

    Kalau kita hidup benar, kita akan enak untuk berlari.

  2. Terlepas dari jerat dosa.
    Ibrani 12: 1
    12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

    Ibrani 12:1 [terjemahan lama]
    12:1. Oleh sebab itu, sedangkan kita dilingkungi dengan sebegitu banyak orang yang menyaksikan seperti awan rupanya, maka hendaklah kita membuangkan tiap-tiap pikulan yang berat, dan dosa yang mudah menjerat kita, dan biarlah kita berlari dengan tekun di dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita,

    Jerat dosa adalah dosa-dosa yang dipasang oleh setan di tempat yang biasa kita lewati, sehingga kita bisa tersandung dan terjatuh dalam dosa, sampai rebah di dalam dosa dan tidak bangkit-bangkit lagi, sama dengan enjoy di dalam dosa.

    Contoh jerat:
    • Ajaran palsu.
      Ulangan 12:29-30
      12:29. "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
      12:30. maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

      Saat diberkati atau dipakai Tuhan, ada jerat kesombongan sampai lupa Tuhan dan sesama mulai di rumah tangga, dan akhirnya terjerat ajaran-ajaran palsu termasuk dukun dan lain-lain.
      Hati-hati, jerat ada hubungan dengan setan.

    • Keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      1 Timotius 6:9-10

      6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
      6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      Kikir = tidak bisa memberi.
      Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
    • Babel, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin-mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah).
      Amsal 7:10,21-23
      7:10. Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
      7:21. Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.
      7:22. Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang
      terbelenggu untuk dihukum,
      7:23. sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.

      Amsal 7:23 [terjemahan lama]
      7:23. ke tempat anak panah makan terus di limpanya, dan seperti burung bersegera-segera mendapatkan jerat dan tiada diketahuinya bahwa disengajakannya matinya.

      'terbelenggu'= terjerat.

    Amsal 7:1-3
    7:1. Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.
    7:2. Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.
    7:3. Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.

    Jalan keluar menghadapi jerat dosa adalah firman pengajaran yang benar ('simpanlah ajaranku seperti biji matamu').

    Tanpa firman pengajaran sama dengan tanpa biji mata, sehingga buta dan tersandung dalam kegelapan di padang gurun. Ia tidak lagi menuju Yerusalem baru, tetapi kebinasaan.
    Oleh karena itu, kita harus mencari pengajaran. Yang sudah berada di dalam pengajaran, jangan keluar. Kalau keluar, tidak bisa kembali lagi.

    Kita harus mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh, mengerti, dan percaya, sehingga firman menjadi iman di dalam hati. Firman diukir di dalam hati. Kita tidak bimbang. Setelah itu firman dipraktikkan (diukir di tangan).
    Hasilnya adalah firman pengajaran yang benar menerangi kita di padang gurun yang gelap, menyucikan kita dari dosa-dosa yang menjerat. Kita tidak tersandung, terjatuh, dan rebah dalam dosa, tetapi kita hidup dalam kesucian. Arah kita jelas menuju Yerusalem baru.

    Kalau hidup suci, kita akan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.

    Efesus 4:11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Melayani Tuhan sama dengan berlari dalam jalur perlombaan rohani. Tetapi hati-hati, setelah melayani jangan tersandung dalam panggilan dan pilihan.

    2 Petrus 1:10-11

    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    Oleh karena itu kita harus setia berkobar-kobar dalam jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir, sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Kita melayani sepenuhnya, sehingga kita mendapat hak penuh untuk masuk kerajaan Sorga yang kekal.

  1. Mata tertuju pada Yesus, Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, artinya kita imam-imam dan raja-raja meneladan kepada Yesus sebagai Imam Besar.
    Ibrani 12:2
    12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    Apa yang harus diteladani? Ketabahan hati-Nya, sama dengan kuat teguh hati.

    Ibrani 12:3-4

    12:3. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
    12:4. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

    Kuat dan teguh hati artinya tidak lemah, bimbang, kecewa, putus asa, tersandung, terjatuh, dan meninggalkan Tuhan apa pun yang kita hadapi, tetapi tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan, tetap percaya dan berharap pada Tuhan. Kita bergantung pada kemurahan dan kebajikan-Nya.

    Contoh: Raja Daud. Ia kuat teguh hati karena bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan yang tidak pernah berubah.
    • Daud kuat teguh hati saat menghadapi Goliat, karena ia bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan.
      1 Samuel 17:11,36-37
      17:11. Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.
      17:36. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."
      17:37. Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."

      Saat itu Daud menghadapi lembah kemustahilan, tidak mungkin menghadapi Goliat, tetapi ia hanya percaya pada Tuhan, dan ia menang.
      Kemurahan dan kebajikan Tuhan berperang ganti Daud, artinya tangan Tuhan sanggup menyelesaikan masalah-masalah yang mustahil, ekonomi, penyakit, pelayanan.
      Jangan lihat masalahnya, tetapi lihat kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    • Daud kuat teguh hati menghadapi Saul yang mau membunuh dia.
      1 Samuel 24:4-7
      24:4. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
      24:5. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
      24:6. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
      24:7. lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."

      Hati-hati, Daud menghormati orang yang diurapi oleh Tuhan sekalipun orang itu salah.
      Jangan menjamah orang yang diurapi Tuhan lewat perkataan dan perbuatan yang tidak baik.
      Saat itu Daud menghadapi lembah kebencian. Daud kuat teguh hati yaitu ia menghargai urapan Tuhan.
      Buktinya ia tidak berbuat dosa, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan, sehingga ia berharga di mata Tuhan.

      Hasilnya:
      1. Daud menjadi biji mata Tuhan yang selalu dibela oleh Tuhan.
      2. Tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan juga menjadikan Daud sebagai raja, artinya masa depan berhasil dan indah.
      3. Kokoh dalam jabatan imam dan raja sampai garis akhir.
        Kalau berbuat jahat, jabatan tidak akan kokoh, dan berarti kehilangan kerajaan Sorga.

    • Daud kuat teguh hati saat menghadapi Natan yang menyampaikan firman yang keras secara terang-terangan.
      2 Samuel 12:12-14
      12:12. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
      12:13. Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
      12:14. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."

      Herodes ditegor oleh Yohanes Pembaptis tetapi marah.
      Banyak yang ditegor lalu tidak datang lagi, itu berarti keluar dari kemurahan Tuhan.

      Saat itu Daud berbuat dosa, berarti ia ada di lembah maut.
      Daud kembali pada kemurahan dan kebajikan Tuhan lewat menerima firman yang keras. Ia sadar, menyesal, dan mengaku dosanya, sehingga ia diampuni oleh Tuhan.

      Tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan mengangkat Daud dari lembah maut/ kejatuhan, sehingga ia bisa hidup benar dan suci, dipakai Tuhan sampai menerima kedatangan Yesus pertama kali.

      Matius 1:1,6
      1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
      1:6. Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

      Bagi kita sekarang yang banyak cacat cela dan dosa, jangan putus asa, jangan tinggal dalam kelemahan, tetapi mengaku. Kita akan diubahkan untuk hidup benar dan suci, sampai diubahkan jadi sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top