Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 21: 1-8 = langit yang baru dan bumi yang baru.

Wahyu 21: 1
21:1.Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

Rasul Yohanes melihat langit yang baru dan bumi yang baru, karena langit yang lama dan bumi yang lama sudah berlalu/musnah oleh kiamat.

Ini adalah pembaharuan perhatian, yaitu memperhatikan langit yang baru dan bumi yang baru.
1 Korintus 7: 29-32
7:29.Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30.dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31.pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32.Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

'Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu' = sedang berlalu sampai sudah berlalu.

Langit dan bumi yang lama sedang berlalu sampai sudah berlalu'; sama dengan hancur dan musnah oleh kiamat dalam waktu yang singkat.

Oleh sebab itu dalam waktu yang singkat perhatian kita harus dibaharui, yaitu tidak hanya tertuju kepada perkara dunia, supaya kita tidak ikut musnah bersama dunia. Tetapi perhatian kita harus lebih tertuju pada perkara Tuhan, sehingga kita mendapatkan hidup kekal bersama Tuhan di Yerusalem baru.

Perhatian kita kepada Tuhan dikaitkan dengan langit dan bumi yang akan berlalu yaitu: memperhatikan perkataan Yesus; memperhatikan firman yang dibukakan rahasianya--firman pengajaran yang benar, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

Matius 24: 35
24:35.Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

2 Petrus 1: 19
1:19.Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahayadi tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

'firman yang telah disampaikan oleh para nabi'= firman nubuat; firman pengajaran.

Memperhatikan firman pengajaran yang benar sama dengan memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap.

Kenapa butuh pelita--firman pengajaran yang benar--?Karena dunia akhir zaman sudah dalam kegelapan, yaitu kesulitan yang bertambah-tambah, dosa-dosa dan puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, ajaran palsu--gosip-gosip--, ancaman, dan aniaya.
Yang paling dibutuhkan dalam kegelapan adalah pelita/firman pengajaran yang benar/firman nubuat; sama dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

2 Korintus 4: 3-4
4:3.Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4.yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus adalah firman yang menyatakan apa yang akan terjadi dan pasti terjadi, terutama tentang dua hal:

  1. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
    Firman pengajaran akan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna, sama mulia dengan Dia. Kita menjadi mempelai wanita-Nya untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah yang sempurna), kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru--langit yang baru dan bumi yang baru.

  2. Penghukuman Tuhan atas dunia, yaitu tiga kali tujuh penghukuman dari Allah Tritunggal sampai kiamat--langit dan bumi yang lama sudah berlalu dan hancur selamanya.

    Tiga kali tujuh penghukuman dari Allah Tritunggal: tujuh kali penghukuman Allah Roh Kudus--tujuh meterai--, tujuh kali penghukuman Anak Allah--tujuh sangkakala--, dan tujuh kali penghukuman Allah Bapa--bokor malapetaka ditumpahkan ke atas dunia.

Kalau perhatian kita tertuju pada perkara Tuhan, kita sedang melihat pelita yang menyala atau melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang mampu menyucikan dan mengubahkan kitasampai sempurna, sampai masuk Yerusalem baru.
Kalau kita tidak menerima cahaya injil tentang kemuliaan Kristus, kita akan mengalami penghukuman selamanya, lenyap bersama langit dan bumi yang lama sampai binasa selamanya.

Memprhatikan firman nubuat; firman pengajaran yang benar artinya:

  1. Mendengar dalam urapan Roh Kudus= mendengar dengan sungguh-sungguh--tidak terganggu situasi, kondisi apapun--dan dengan suatu kebutuhan yang tidak tergantikan oleh apapun.
    Contoh: bayi butuh susu tidak bisa digantikan dengan yang lainnya--dalam surat Petrus: 'bayi selalu rindu akan air susu yang murni dan yang rohani.'

    Kalau mendengar dalam urapan Roh Kudus, kita tidak akan pernah bosan dan mengantuk.

  2. Roh Kudus menolong kita untuk mengerti firman pengajaran yang benar.
    Kalau dorongan Roh Kudus, dari mengerti bisa jadi iman. Tanpa Roh Kudus, dari mengerti malah jadi pengetahuan yang membawa pada diskusi dan pertengkaran.

  3. Roh Kudus menolong kita untuk percaya pada firman; menjadi iman di dalam hati.
    Buktinya:

    1. Tidak berbuat dosa--iman adalah rem untuk tidak berbuat dosa. Kita mulai terlepas dari dosa-dosa.
    2. Lambat untuk berkata-kata (surat Yakobus) dan lambat marah--sabar.

  4. Roh Kudus menolong kita untuk praktik firman pengajaran yang benar.

Kalau sudah praktik firman, hasilnya: terang kemuliaan Kristus bersinar dalam hati kitauntuk dipancarkan ke luar lewat perkataan dan perbuatan.

2 Korintus 4: 6
4:6.Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Kalau seorang ada dalam pengajaran dan sudah disucikan sampai dalam hati, perkataannya akan berbeda dengan orang yang tidak mengerti pengajaran. Yang dibicarakan juga sangat berbeda.

Sinar ini akan terus meningkat sampai kita sempurna; sama mulia seperti Yesus. Semakin praktik firman, semakin terang, sampai sama terang seperti Yesus.
Biarlah kita memusatkan perhatian pada perkara Tuhan, yaitu memusatkan perhatian pada firman pengajaran yang benar.

Ada tiga peningkatan terangkemuliaan saat praktik firman:

  1. Terang pelita dalam rumah tangga.
    2 Petrus 1: 19
    1:19.Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahayadi tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Terang pelita dalam hati yang dipancarkan akan menampilkan kita sebagai terang/pelita di dalam rumah tangga.
    Kalau ada anggota dalam rumah tangga yang praktik firman, di dalam nikah akan ada pelita. Kalau tidak ada pelita, gelap semuanya, satu waktu akan saling tabrakan dan terjatuh.
    Karena itu, ada satu saja yang benar di dalam nikah, yang lain akan bisa ikut selamat.

    Waktu rasul Paulus ditangkap dan dimasukkan penjara, lalu terjadi gempa dan semuanya lari. Ketika kepala penjara mau bunuh diri, rasul Paulus berkata: Kami masih ada.Lalu kepala penjara bertanya: Bagaimana kami bisa selamat?Akhirnya ia sekeluarga dibaptis. Ini berarti kepala penjara menjadi pelita dalam rumah tangga. Kalau kita sebagai suami praktik firman, anak dan isteri akan terkena sinarnya.

    Semua harus menjadi pelita dalam rumah tangga. Tetapi kalau hanya ada satu yang jadi pelita, rumah tangga akan aman.

    Praktikpelita dalam rumah tangga:

    • Suami mempraktikkan firman pengajaran yang benar, sehingga menjadi pelita dalam rumah tangga artinya

      1. Suami mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada isteri.

      2. Suami sebagai kepala dari isteri: suami menjadi aliran jasmani--ekonomi--dan rohani bagi istri dan anak-anak--aliran kebenaran, ibadah.

      3. Suami memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga berdasarkan Yesus/pengajaran yang benar sebagai Kepala dari suami.

      Susunan dalam rumah tangga yaitu Yesus kepala dari suami, suami kepala dari isteri.

    • Istri menjadi pelita dalam rumah tangga--isteri sebagai tubuh (tulang rusuk)--artinya istri tunduk pada suami dalam segala sesuatu.
      Mengapa istri bisa tunduk? Karena ada leher. Jadi istri banyak menyembah Tuhan untuk menyerahkan segala kekurangan dan kelemahan suami dan anak-anak kepada Tuhan supaya diubahkan. Tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh yang lemah.

    • Anak menjadi pelita dalam rumah tangga--anak sebagai anggota tubuh--artinya anak taat dengar-dengaran kepada orang tua, sehingga bisa meringankan beban orang tua.
      Kalau anak melawan orang tua, akan seperti tubuh tanpa tangan dan kaki. Betapa susahnya!

      Karena itu anak-anak sangat penting. Terutama anak hamba Tuhan yang dipakai Tuhan tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan.

      Kalau anak taat, rumah tangga akan jadi indah.
      Kolose 3: 20
      3:20.Hai anak-anak, taatilah orang tuamudalam segala hal, karena itulah yang indahdi dalam Tuhan.

      Kalau tidak taat, akan jadi beban, dan nikah jadi tidak indah.

    Kalau suami, istri, dan anak menjadi pelita dalam rumah tangga, hasilnya: pelita dalam rumah tanggal sanggup mengalahkan kegelapan dahsyat di akhir zaman.
    Matius 5: 15
    5:15.Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orangdi dalam rumah itu.

    Ada dua macam kegelapan yang dahsyat di akhir zaman:

    • Kegelapan gantang--gantang artinya tempat nasi--= kegelapan ekonomi di akhir zaman. Semua ekonomi dunia dikuasai Antikris, sehingga kita tidak berkutik.
      Kalau mau menyembah Antikris, semua akan gampang, tetapi akan dibinasakan saat Tuhan datang kembali.

      Karena itu mari hidup dalam terang, kegelapan ekonomi tidak bisa memengaruhi kita, dan Tuhan berikan dua sayap burung nasar yang semakin besar. Saat Antikris berkuasa kita akan disingkirkan ke padang gurun, kita dipelihara oleh Tuhan lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.

      Gantang juga menunjuk pada dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba). Berhenti!

    • Kegelapan tempat tidur= dosa percabulan lewat tontonan dan sebagainya.
      Hati-hati! Jaga terang, jangan sampai jatuh dalam dosa Babel!

    Pelita tetap menyala dalam rumah tangga untuk mengalahkan kegelapan gantang dan tempat tidur, sehingga nikah akan semakin bercahaya sampai mencapai nikah sempurna, yaitu perjamuan kawin Anak Domba.

    Jadi mendengarkan firman, sampai bisa dilihat yaitu menjadi pelita (terang). Firman pengajaran bukan hanya teori. Jika firman pengajaran didengarkan, dimengerti, dan diyakini, sudah akan ada dampaknya. Jika firman pengajaran dipraktikkan--hati terang bercahaya dan keluar lewat perbuatan dan perkataan--, kita akan menjadi terang yang bisa dilihat--terang dalam rumah tangga.

  2. Menjadi bintang-bintang yang bercahaya.
    Daniel 12: 3
    12:3.Dan orang-orang bijaksana akan bercahayaseperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

    Bintang menunjuk pada seorang gembala dan kehidupan yang dipakai oleh Tuhan.
    Bintang di dunia bisa pudar, tetapi bintangnya Tuhan tidak pernah pudar, sampai nanti menjadi bintang timur yang gilang gemilang.

    Praktikmenjadi bintang bercahaya: bijaksana.
    Matius 7: 24-25
    7:24."Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    7:25.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuhsebab didirikan di atas batu.

    Bijaksana, artinya:

    • Mendengar dan melakukan firman; taat dengar-dengaran apapun resikonya.
      Contoh: Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, sehingga tempat di mana ia mengorbankan Ishak dijadikan Bait Allah Salomo.

      Bagi kita sekarang, kalau kita taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar apapun resikonya; berkorban apa saja sesuai dengan gerakan firman--waktu, tenaga, pikiran--, kita akan bertemu dengan Jehovah Jireh. Tuhan menyediakan dari tidak ada menjadi ada, bahkan kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Jadi, dalam pembangunan tubuh Kristus dibutuhkan ketaatan.
      Tuhan melihat ketaatan, bukan kehebatan.

    • Tahu batasdalam pergaulan (1 Korintus).
      Batas pergaulan baik jasmani maupun rohani--berfellowship--yaitu kebenaran dan kemurnian, sehingga kita mengalami suasana pesta.
      Kemurnian= sesuai dengan firman pengajaran yang benar--yang murni.
      Kebenaran= tidak berbuat dosa.

      Kita juga tahu batas dalam perkataan. Hati-hati dalam bicara! Jangan berdusta atau bergosip, tetapi berkata benar dan baik.

      Kalau ada batasnya, akan bersuasana pesta sorga.
      Kalau tidak ada batasnya, kita akan jatuh, seperti bintang keluar dari orbitnya.

    • Melakukan perbuatan benar dan baiksampai membalas kejahatan dengan kebaikan untuk menuntun orang pada kebenaran.

      Daniel 12: 3
      12:3.Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaranseperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.


    Kalau jadi bintang, hasilnya:Tuhan menjamin masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya.
    Amsal 24: 14
    24:14.Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

    'hikmat' = bijaksana.

    Jadi terang akan semakin bercahaya mulai dari hati sampai kita lakukan, katakan. Kita akan tampil sebagai pelita dalam rumah tangga dan tampil sebagai bintang yang bercahaya. Yang terakhir, kita tampil sebagai bintang timur.
    2 Petrus 1: 19
    1:19.Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Saat fajar menyingsing--kedatangan Yesus kedua kali--kita sudah menjadi bintang timur yang gilang gemilang seperti Yesus.

  3. Menjadi bintang timur yang gilang-gemilang.
    Wahyu 22: 16
    22:16."Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

    Gilang-gemilang artinya tidak pernah jatuh dan tidak pernah gelap.
    Lucifer adalah bintang timur, tetapi ia jatuh, karena kesombongan dan ketidaktaatan.
    Kalau kita menerima sinar dari kabar mempelai, mau disucikan dan diubahkan, kita akan jadi pelita dalam rumah tangga, bintang yang bercahaya, dan bintang timur yang gilang-gemilang seperti Yesus, itulah mempelai wanita sorga yang sempurna sama mulia seperti Yesus.

    Praktikbintang timur yang gilang-gemilang: seperti yaspis, jernih seperti kristal.
    Wahyu 21: 9-11
    21:9.Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
    21:10.Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
    21:11.Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    'Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu' = tujuh kali hukuman meterai dari Allah Roh Kudus, dilanjutkan dengan tujuh kali sangkakala, dilanjutkan dengan tujuh kali malapetaka--bokor dari Allah Bapa--; sama dengan tiga kali tujuh penghukuman.

    'lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba' = mempelai di sini adalah kehidupan yang bebas dari penghukuman Allah Tritunggal.

    Ayat 10 = ayat sebelum mengatakan tentang mempelai wanita tetapi di sini yang ditunjukkan adalah kota Yerusalem baru.

    Mempelai wanita sama dengan Yerusalem baru= kota dengan terang permata yang indah, yaitu permata yaspis.

    Yaspis artinya kerinduan yang menyala-nyala; sama dengan setia berkobar-kobar, dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Ciri seorang isteri (mempelai wanita) adalah setia.
    Kalau Babel (pelacur besar) tidak akan bisa setia.

    Bagaimana keadaan kita setelah pandemi? Banyak yang lemah. Tetapi biarlah lewat firman pengajaran, kita bisa disinari dan kembali semangat, mulai dari menjadi terang dalam rumah tangga, bintang yang bercahaya, dan bintang yang gilang-gemilang.

    Kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai Tuhan datang kembali kedua kali.

    Jernih seperti kristal= jujur.

    Jadi, mempelai wanita sorga adalah jujur, setia, dan taat.
    2 Timotius 2: 13
    2:13.jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

    Sampai hari ini kalau kita tidak setia, Yesus masih memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali setia. Itulah kesetiaan Tuhan.
    Tetapi ingat! Kesempatan dari Tuhan dari batasnya. Kalau sudah habis, akan datang hukuman.

    Kesetiaan merupakan karakter dari Yesus, Mempelai Pria Sorga. Biar ini juga jadi karakter kita.

    Jujur, taat, dan setia sama dengan menyerah sepenuh pada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kasih dan kuasa-Nya pada kita. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita--Yesus sebagai kepala bergumul sampai mati di bukit Tengkorak.

    Kalau kita memperhatikan firman pengajaran yang benar--perkara Tuhan, pribadi Tuhan--, Dia akan memperhatikan kita.

    Hasilnya:

    • Ibrani 2: 17-18
      2:17.Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setiakepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
      2:18.Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

      Hasil pertama: tangan kasih setia Tuhan sanggup mendamaikan dosa-dosa kita.
      Artinya: kalau kita dalam dosa dan puncaknya dosa, datang kepada Tuhan dengan kejujuran, kesetiaan, dan ketaatan. Dia akan mendamaikan seluruh dosa kita; mengampuni dosa kita, dan jangan berbuat dosa lagi. Kita hidup dalam kebenaran.

      Orang benar tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan.
      Kalau tetap mempertahankan dosa, kita akan ditinggalkan Tuhan.

      Mazmur 37: 25-26
      37:25.Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
      37:26.tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

      Tuhan memberkati kita sampai ke anak cucu, dan kita menjadi berkat bagi orang lain, bahkan sampai Antikris berkuasa di bumi.

    • 'Ia dapat menolong mereka yang dicobai'= tangan kasih setia Tuhan mampu menyelesaikansemua masalah yang mustahiltepat pada waktunya.

      Ibrani 4: 'tepat pada waktu-Nya'

      Jika Tuhan belum menolong, berarti masih belum waktu-Nya dan Tuhan masih sibuk dengan rohani kita. Kita harus sibuk dengan kerohanian kita--dosa-dosa dan kesalahan harus diselesaikan--, bukan sibuk dengan masalah kita. Jika dosa selesai, semua masalah pasti akan selesai.

    • 1 Tesalonika 5: 23-24
      5:23.Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurnadengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:24.Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Hasil ketiga: Tuhan mengulurkan tangan yang setia dan menggenapi janjinya untuk menyucikan dan mengubahkan kita, sehingga tubuh, jiwa, dan roh kita sempurna seperti Dia. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

      Kita bersorak-sorai: 'Haleluya' untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru--langit yang baru dan bumi yang baru--selamanya.

Terlalu lama kita hanya memperhatikan banyak perkara dunia lebih dari perkara sorga.
Mari, perhatikan langit bumi yang baru; perhatikan firman pengajaran sampai tampil sebagai bintang yang bercahaya, bintang timur yang gilang gemilang.
Semua ada dalam perhatian Tuhan, kepedulian Tuhan. Dia setia, berbelas kasih, tidak pernah ingkar janji, dan Dia bergumul bersama kita sampai pada kesempurnaan.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021 (Minggu Pagi)
    ... mau jadilah engkau tahir. Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Pengertian kusta secara rohani Kebenaran diri sendiri kebenaran di luar Alkitab. Kebenaran diri sendiri menyebabkan ajaran benar sesuai Alkitab menjadi salah dan ajaran salah menjadi benar dan manusia menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain. Tidak tahu berterima kasih ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 20 Agustus 2011 (Sabtu Sore)
    ... diselamatkan. Kesaksian tentang firman pengajaran injil kemuliaan yaitu untuk membawa kehidupan yang sudah diselamatkan supaya disucikan dan disempurnakan. Dalam Lukas suasana pengutusan adalah seperti anak domba di tengah serigala dalam keadaan tidak berdaya dan tidak bisa mengandalkan apa-apa. Jalan keluarnya adalah TERGEMBALA. Bangsa Kafir yang tidak tergembala tidak akan bisa dipakai ...
  • Ibadah Raya Malang, 13 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
    ... harus dibinasakan. Oleh sebab itu Tuhan menciptakan manusia baru yang sama mulia dengan Dia. Tuhan juga menciptakan langit dan bumi baru Yerusalem Baru sebagai tempat manusia baru untuk selama-lamanya. Prosesnya disebut pembaharuan. Dalam Wahyu - ada empat macam pembaharuan Ayat pembaharuan langit dan bumi baru. Ayat - pembaharuan manusia baru. Ayat - ...
  • Ibadah Doa Malang, 02 November 2010 (Selasa Sore)
    ... dan Gembala Agung sehingga kita dituntun sampai ke tahta kemuliaan bersama Dia. Matius Tetapi apabila engkau berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu Secara jasmani tanda berpuasa yang benar adalah tidak makan dan tidak minum. Secara rohani tanda berpuasa yang benar adalah meminyaki kepala pikiran diurapi oleh Roh Kudus mencuci muka ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 September 2012 (Minggu Sore)
    ... kepala dan orang-orang Farisi tidak eprcaya pada kebangkitan Yesus menolak kebangkitan Yesus dan menghalang-halangi kebangkitan Yesus dengan memeterai kubur Yesus dan menjaga kubur Yesus dengan penjaga-penjaga. Secara manusia tidak mungkin terjadi kebangkitan Yesus. Jadi percikan darah adalah penyucian terakhir terutama terhadap SESUATU YANG TIDAK BISA DIJANGKAU OLEH AKAL PIKIRAN MANUSIA sesuatu yang ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 31 Januari 2009 (Sabtu Sore)
    ... menghasilkan kelakuan hidup yang jasmani. Ibadah daging adalah ibadah yang tidak mengutamakan firman pengajaran. Praktek ibadah jasmani adalah Suka jalan-jalan artinya tidak tergembala. Jubah panjang ini adalah jubah ibadah tetapi dipakai untuk jalan-jalan. Bisa dimulai dari gembalanya sendiri tidak tergembala juga jemaat tidak tergembala. Tidak tergembala tanpa firman. Matius Akibat tidak tergembala ...
  • Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 29 Mei 2014 (Kamis Pagi)
    ... di situpun kamu berada' . Jadi kitab Wahyu - ada kaitan dengan kenaikkan Yesus ke Surga. Memperingati kenaikkan Tuhan pada kesempatan hari ini kita menerima KUNCI KERAJAAN SURGA dari Tuhan. Ini yang mau Tuhan berikan kepada kita. Praktik memiliki kunci kerajaan Surga Ini kita pelajari dari Tabernakel. Musa naik ke gunung ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Februari 2017 (Kamis Sore)
    ... sesuatu pekerjaan engkau atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi laut dan segala isinya dan Ia berhenti pada hari ketujuh itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan ...
  • Ibadah Raya Malang, 30 September 2018 (Minggu Pagi)
    ... kita bisa mengikut Yesus beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Praktek sehari-hari pengalaman salib bersama Yesus Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan bertobat mati terhadap dosa. Petrus - Sebab untuk itulah kamu dipanggil karena Kristuspun ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Februari 2023 (Kamis Sore)
    ... hidup dalam kemurahan Tuhan. Praktik sehari-hari hidup dalam kemurahan Tuhan Bertobat. Roma Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan Kita berhenti berbuat dosa mati terhadap dosa dan kembali kepada Tuhan. Oleh pemberitaan firman yang menunjuk dosa kita bisa ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.