English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Persekutuan Papua II, 03 Maret 2010 (Rabu Pagi)
Ibrani 4: 12-14
= makanan Firman Tuhan yang bisa dimakan sampai hidup kita bisa...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Maret 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri
Matius 26: 21-25
26:21. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:24
25:24 Haruslah engkau menyalutnya dengan...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Maret 2010 (Rabu Sore)
Matius 25
= dalam susunan tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah.
Ini menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Juni 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang jemaat di Sardis.
Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26= menunjuk pada buli-buli emas berisi manna= keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

ay. 6-13=...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 12 Juli 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 13-21 merupakan PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah atas manusia di dunia, yaitu sepertiga dari umat manusia akan mati secara tubuh, jiwa, dan roh/binasa di neraka selamanya karena peperangan besar (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019).

Wahyu 9: 16-19
9:16. Dan jumlah tentara itu ialah
dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.
9:17. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya;
mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.
9:18. Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh
api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.
9:19. Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Kita masih mempelajari ayat 16-19 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2019).

Senjata yang digunakan adalah:

  1. Api= senjata api--perang dunia pertama--(sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2019).
    Secara rohani, senjata api menunjuk pada lidah.


  2. Asap= bom atom--perang dunia kedua--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 Juli 2019).
  3. Belerang= senjata kimia--perang dunia ketiga.

SENJATA ASAP

Seperti jasmani, senjata asap adalah bom atom (nuklir) yang saat meledak akan menyebabkan cendawan raksasa yang membumbung tinggi ke angkasa dan menimbulkan kematian tubuh.

Tetapi setan tidak ingin hanya membunuh secara tubuh. Karena itu ada senjata asap secara rohani, yang bisa membunuh manusia secara jiwa dan roh. Ini yang kita waspadai.
Wahyu 9: 2-3
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan
dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

'kuasa kalajengking-kalajengking' = sengat kalajengking.
Senjata asap secara rohani menunjuk pada asap yang keluar dari lobang jurang maut, yang dari dalamnya berkeluaranlah belalang dan kalajengking.
Kalajengking memiliki sengat, itulah sengat maut yaitu dosa.

1 Korintus 15: 55-56
15:55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Dosa sekecil apapun kalau dipertahankan--ditutup dengan dosa--, satu waktu akan membumbung tinggi sampai di hadirat Tuhan, dan akan menimbulkan ledakan besar, itulah penghukuman Tuhan; kebinasaan selamanya di neraka--upah dosa adalah maut.

Sebaliknya, dosa sebesar apapun kalau mau diakui/diperdamaikan dengan darah Yesus, Dia sanggup untuk menghapus dosa, membenarkan, menyucikan, sampai menyempurnakan kita--kita menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna, yang membumbung tinggi ke atas untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.
Tinggal pilih! Jika dosa membumbung tinggi kita binasa, tetapi kalau berhenti berbuat dosa kita yang naik terangkat ke atas--membumbung tinggi--, bersama dengan Tuhan untuk selamanya.

Jangan meremehkan dosa, apalagi dosa makan minum dan kawin mengawinkan! Secara jasmani saja sudah membunuh (banyak orang mabuk mati), apalagi secara rohani.

Dosa yang membumbung tinggi ke hadirat Tuhan dan menimbulkan ledakan penghukuman Tuhan atas dunia ini sudah pernah terjadi pada zaman Nuh, Lot, dan Yunus.
Kita sudah belajar pada zaman Nuh--Nuh masuk bahtera--dan Lot--peristiwa Sodom dan Gomora--(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Juli 2019).

Malam ini kita belajar zaman Yunus--kota Niniwe. Pada zaman Nuh, meledak dan binasa semuanya. Pada zaman Lot satu negeri (Sodom dan Gomora) dibinasakan. Tetapi di kota Niniwe beda, karena penghukuman dihentikan lewat pemberitaan nabi Yunus.

Yunus 1: 2
1:2. "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

Dosa Niniwe juga membumbung tinggi ke hadirat Tuhan, dan satu waktu akan meledak menjadi penghukuman Tuhan atas kota Niniwe. Tetapi Tuhan maha penyayang/pengasih sehingga menyuruh Yunus untuk memberitakan firman yang keras di Niniwe--'berserulah terhadap mereka.'
Jadi, kalau kita mendengarkan firman yang keras--bunyi sangkakala yang diulang-ulang--, berarti kita mengalami pelayanan Tuhan yang maha penyayang/pengasih untuk melepaskan kita dari penghukuman.

Karena itu jangan marah saat dosa kita ditunjuk. Kalau tidak mau ditunjuk malah marah, dosa itu yang akan membumbung, dan tinggal menunggu ledakan penghukuman Tuhan karena kita sudah menolak kasih Tuhan.
Jangan main-main dengan dosa sampai puncaknya dosa!

Yunus 3: 5-10
3:5. Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6. Setelah sampai kabar itu kepada
raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka
menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Ayat 6 = raja Niniwe sama seperti raja Daud. Ketika Daud ditegor keras: 'Kamu berzinah Daud,' ia langsung minta ampun (dosa tidak membumbung, tetapi ditutup oleh kasih sayang Tuhan). Ini berbeda dengan raja Herodes.
Raja Niniwe minta ampun saat ditegor dengan keras, sehingga dosa ditutup oleh kasih Tuhan, tidak membumbung.

Jadi saat firman yang keras diberitakan tentang dosa makan minum, kawin mengawinkan, ini berarti mau ditutup oleh kasih sayang Tuhan. Kalau kita marah, bosan, tidak mau dengar firman, dosa akan naik dan tinggal tunggu penghukuman. Tetapi kalau minta ampun kepada Tuhan, berarti masih ditutup oleh kasih sayang Tuhan. Inilah pentingnya firman yang keras hari-hari ini, karena dosa mau membumbung tinggi; pada zaman Nuh sudah terjadi, pada zaman Lot sudah terjadi, pada zaman Yunus sudah terjadi, sekarang pada zaman akhir akan kembali lagi. Raja saja bisa menerima firman yang keras, siapa kita yang seringkali sombong, bahaya!

Tuhan maha penyayang dan pengasih sehingga memerintahkan Yunus berseru di Niniwe; menyampaikan firman yang keras untuk menolong orang Niniwe. Firman yang keras, yang diulang-ulang untuk menolong kita (bukan untuk mempermalukan kita), supaya kita tidak binasa--bukan asap dosa yang naik dan timbul kebinasaan, melainkan asap berbau harum yang naik dan kita bersama Tuhan selamanya. Inilah cara Tuhan menolong.

Raja Niniwe dan rakyatnya mau mendengarkan Yunus, dan mereka berpuasa.
Doa puasa berasal dari doa penyembahan.
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, dan tabiatnya sehingga kita tidak berbuat dosa--daging adalah pemicu dosa.
Doa puasa adalah proses untuk mempercepat dan memperkuat perobekan daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, dan tabiatnya, sehingga kita cepat untuk bertobat.
Mungkin tanpa puasa kita tidak mampu (masih mengulangi dosa), mari tambah dengan puasa.

"Ada seorang ibu yang dipengaruhi kenajisan. Puasa sehari tidak bisa, dua hari tidak bisa, tiga hari tidak bisa, empat hari baru bisa. Inilah mempercepat dan memperkuat proses perobekan daging dengan segala hawa nafsunya."

Doa puasa, penting! Menghadapi penyakit ayan--gila babi (dosa makan minum dan kawin mengawinkan)--Tuhan berkata: 'Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.'
Yoel 2: 12-13
2:12. "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."
2:13.
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Kalau kita menyesal karena dosa, Tuhan juga menyesal akan penghukuman-Nya.

Jadi, kegunaan doa penyembahan terutama doa puasa adalah:

  1. Yang pertama: mengoyakkan hati, artinya melembutkan hati untuk bisa bertobat.
    Yesus belum datang kembali kedua kali dan kita masih diberi panjang umur, tujuan utamanya adalah bertobat. Tanpa pertobatan semua sia-sia. Kaum muda, jangan menikah kalau belum bertobat. Menikah tanpa pertobatan hanya neraka.

    Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Kita melunakkan hati sendiri sampai mengaku dosa. Jangan terus menyalahkan orang lain dan Tuhan! Percuma! Lebih baik melunakkan hati sampai bisa menyalahkan diri sendiri. Kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi (bertobat).

    Melunakkan hati sendiri sama dengan melunakkan hati Tuhan untuk tidak menghukum kita, malah memberkati kita. Betapa enaknya.
    Yoel 2: 14
    2:14. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu.

    Kalau hukuman ditarik oleh Tuhan, berkat yang datang.

    Jangan mudah menghakimi orang lain, jangan gampang salah paham, supaya bukan penghukuman Tuhan yang datang (tetapi berkat Tuhan yang datang). Untuk apa kita berkata: Aku yang benar, tetapi tidak ada benar. Lebih baik: Aku yang salah, minta ampun, dan berkat turun. Enak sekali. Tuhan tolong kita semua.

    Yunus 3: 4
    3:4. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

    Orang Niniwe berpuasa selama empat puluh hari, sama seperti Musa berpuasa empat puluh hari di atas gunung Sinai sehingga ia mendapatkan Tabernakel dan dua loh batu.
    Tadi ada berkat jasmani, tidak ada penghukuman Tuhan. Sekarang berkat rohani juga ada yaitu firman pengajaran--kita bisa mengerti dan mempraktikkan firman pengajaran.

    Keluaran 24: 12, 18
    24:12. TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka."
    24:18. Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu
    empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.

    Musa mendapatkan dua loh batu dan juga perintah untuk membuat Tabernakel (pasal 25).
    Ulangan 9: 9
    9:9. Setelah aku mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum.

    Doa penyembahan yang ditingkatkan menghasilkan angka empat puluh.
    Angka 40 menunjuk pada perobekan daging sepenuh sehingga kita menerima pembukaan rahasia firman--dulu Musa menerima Tabernakel dan dua loh batu. Ini merupakan berkat terbesar, dan pasti Tuhan membukakan jalan bagi kita sampai pintu sorga terbuka bagi kita.

    Dulu Musa menerima Tabernakel, sekarang kita menerima pengajaran Tabernakel dan pengajaran mempelai; sama dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai dalam terang Tabernakel.

    Hari-hari ini mari melunak dalam doa penyembahan. Hukuman tidak ada, tetapi berkat jasmani dan pembukaan firman Allah, sampai pintu sorga terbuka.

    Inilah kegunaan doa penyembahan terutama doa puasa.


  2. Kisah Rasul 13: 2-5
    13:2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    13:3. Maka
    berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
    13:4. Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
    13:5. Setiba di Salamis
    mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

    Yang kedua: lewat berpuasa kita diutus Tuhan dengan tugas khusus yaitu memberitakan kabar mempelai untuk membawa orang yang sudah selamat--di Bait Allah--supaya masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Inilah tugas kita mulai dari dalam rumah tangga. Kalau kita menerima pembukaan firman, menikmati, sampai praktik, Tuhan akan membukakan pintu baik jasmani maupun rohani bagi kita semua. Sesudah itu kita bersaksi untuk membawa orang-orang yang sudah selamat, supaya disempurnakan; masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Ayat 5b= Yohanes di sini adalah Yohanes Markus (bukan rasul Yohanes).
    Kisah Rasul 12: 24-25
    12:24. Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.
    12:25. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka.
    Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.

    Pembangunan tubuh Kristus tidak bisa dikerjakan seorang diri, tetapi harus bekerja sama. Di dalam nikah juga jangan sombong. Demikian juga dalam penggembalaan, harus kerja sama sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Contohnya: Yohanes Markus setia melayani sebagai pembantu--menjadi seorang hamba--, dan akhirnya ia dipercaya untuk menulis injil Markus yang menampilkan Yesus sebagai hamba--sesuai dengan pengalamannya.

    Inilah kegunaan doa puasa. Malam ini lunakkan hati, jangan ditutup dengan dosa dan dusta! Dosa kecil sampai dosa besar serahkan pada Tuhan! Lunakkan hati sendiri dan lunakkan hati Tuhan! Berkat akan dicurahkan, hukuman tidak jadi. Ada pembukaan firman dan pembukaan jalan.
    Kemudian, pemakaian Tuhan lebih jelas lagi dalam hidup kita.


  3. Matius 6: 17
    6:17. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

    Tanda puasa yang benar:


    • Mencuci muka dengan air firman pengajaran= penyucian hati oleh firman pengajaran--muka sama dengan hati.
    • Minyakilah kepalamu= pikiran disucikan oleh Roh Kudus.


    Yang ketiga: doa puasa adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan hati dan pikiran kita, sehingga kita bisa melihat Tuhan.

    Matius 5: 8
    5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Jika hati suci, pikiran suci, maka kita bisa melihat Tuhan (mata terang). Mata adalah pelita tubuh. Jika mata terang, pelita akan tetap menyala.
    Mengapa pelita tetap menyala? Karena selalu ada minyak.
    Kalau pelita tetap menyala (kita selalu dalam urapan Roh Kudus), maka:


    • Kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan apapun yang kita hadapi.
    • Kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian; terang-terangan; jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Ada urapan Roh Kudus dalam hidup kita.
      Buktikan pelita kita tetap menyala!


    Kegunaan pelita menyala:


    • Markus 4: 21
      4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

      Kegunaan pertama: kita bisa menghadapi kegelapan gantang dan tempat tidur; nikah dan buah nikah dilindungi dari kegelapan gantang dan tempat tidur sehingga tidak hancur tetapi tetap menjadi satu sampai nikah yang sempurna saat Tuhan datang.

      Gantang menunjuk pada ekonomi dan dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba). Berapa banyak nikah hancur karena ekonomi.
      Suami, isteri, anak harus dalam urapan Roh Kudus, sehingga pelita tetap menyala.

      Kegelapan tempat tidur menunjuk pada dosa kawin mengawinkan= percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, kawin cerai, kawin campur, kawin mengawinkan (termasuk kawin lari). Juga hati-hati dengan hubungan sejenis, percabulan terhadap diri sendiri.
      Mari kita bertahan lewat nikah tetap satu, benar, suci, bahagia, sampai sempurna.

      Malam ini kita butuh Roh Kudus, sebab manusia daging tidak kuat. Tanpa Roh Kudus kita hanya membumbung dalam dosa seperti Sodom Gomora, zaman Nuh, dan kota Niniwe.


    • 2 Raja-raja 4: 10, 35
      4:10. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."
      4:35. Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian
      meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.

      Kita butuh Roh Kudus. Kita hidup setia, benar, suci, dan jujur.

      Di sini, ada anak yang mati. Ibunya mempersiapkan kamar untuk nabi di atas. Kalau nabi datang, di situlah kamarnya dan ada pelita. Lalu anaknya yang mati dibawa ke kamar itu, ada pelita menyala dan nabi meniarap tiga kali, akhirnya anak yang mati itu bersin sampai tujuh kali. Angka tujuh artinya sempurna.

      Kegunaan kedua: menolong kita untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil; dari tidak ada menjadi ada.

      Sungguh-sungguh buka mata kita malam ini. Banyak berdoa dan berpuasa sampai pelita tetap menyala! Nikah dan buah nikah akan terjaga; benar, suci, menjadi satu, sampai nikah sempurna, kemudian masalah yang mustahil jadi tidak mustahil; tidak ada menjadi ada; ada masa depan berhasil dan indah.


    • Matius 25: 1, 10
      25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
      25:10. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

      Mulai sekarang kita berdoa dan berpuasa. Jangan tunggu nanti! Lunakkan hati untuk bertobat dan berdoa-berpuasa, supaya minyak selalu ada dan pelita tetap menyala.

      Yang ketiga: Roh Kudus mampu mempersiapkan kita untuk menyongsong kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja di awan-awan permai.
      Artinya: Roh kudus menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan Yesus ke dua kali.

Tabiat apa yang tidak baik, biar disucikan dan diubahkan oleh Roh Kudus. Banyak kebutuhan kita, tetapi kebutuhan mutlak kita adalah Roh Kudus, supaya pelita tetap menyala. Biar Roh Kudus menjamah, mengurapi, dan memenuhi kita.
Apapun keadaan kita, lunakkan hati sampai berpuasa.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top