English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 05 Juli 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:49
12:49 Satu hukum saja akan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Oktober 2017 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan peneguhan nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Kunjungan Medan V, 31 Oktober 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Desember 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 11 Juli 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Banyak permohonan yang kita mohon kepada Tuhan untuk anak,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 menunjuk pada berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Lukas 1:18-23
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 12 April 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Syarat menjadi pemimpin:
Memiliki tongkat.
Keluaran 7:9-13
7:9 "Apabila Firaun...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Mei 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:24-25
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 29 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Doa Malang, 07 September 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 17:21

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2009 (Senin Sore)

Matius 24: 29-31
= nubuat ke-5, tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

ay. 29-31= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:

  1. ay. 29
  2. ay. 30
  3. ay. 31

AYAT 29
= kegoncangan dan kegelapan melanda bumi ini= badai maut menimpa bumi ini sampai puncaknya yaitu antikris berkuasa dan disusul dengan penghukuman Tuhan atau kiamat, bahkan sampai pada kebinasaan kekal.

AYAT 30
= cara Tuhan menolong kita, yaitu Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai.

Dari ayat 29 dan 30 ini dapat disimpulkan, untuk menghadapi badai maut ini, mulai dari sekarang, gereja Tuhan harus bisa melihat Yesus dalam kemuliaan, yaitu lewat injil kemuliaan, sampai dengan melihat Yesus muka dengan muka di awan-awan yang permai. Itu artinya, kita benar-benar terlepas dari badai maut.
Setiap melihat kemuliaan Tuhan, kita makin terlepas dari badai maut. Makin jelas kita melihat kemuliaan Tuhan, kita akan semakin terlepas dari badai maut. Sampai nanti kita melihat Dia muka dengan muka, kita sudah benar-benar terlepas dari badai maut dan kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.

Wahyu 19: 9
Sementara dunia hancur lebur, kita sudah berada pada pesta nikah Anak Domba, ada pada puncak kebahagiaan.
Disebut pesta nikah Anak Domba, sebab yang menebus kita adalah Anak Domba Allah.
Sesudah itu, kita masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai dan kemudian menuju pada Yerusalem Baru, kerajaan Surga yang kekal.

Langkah-langkah melihat Yesus Anak Domba Allah dalam kemuliaan:

  1. Yohanes 1: 29-32 -> Lihat Anak Domba yang menebus dosa dunia= melihat Yesus sebagai Juruselamat yang mati dikayu salib untuk menghapus dosa manusia. Ini pengalaman kematian.

    Praktiknya
    adalah:
    1. mati terhadap dosa, bertobat.
    2. masuk dalam baptisan air.
    3. masuk dalam baptisan Roh Kudus.

    Baptisan air dan baptisan Roh Kudus, itu menghasilkan hidup yang baru.

    Matius 3: 16; Roma 6: 4
    = istilah keluar dari air, itu sama dengan keluar dari kuburan air. Baptisan air kalau tidak benar, maka Roh Kudus tidak akan turun. Tapi kalau baptisan sama dengan Yesus, maka Roh Kudus akan turun.
    Hidup baru= hidup yang sesuai dengan kerajaan Surga, yaitu hidup dalam kebenaran dan hidup dalam ketulusan hati/kejujuran (merpati).

    Yosua 24: 14
    Tulus hati ini mulai dari ibadah pelayanan, yaitu kita mencari Tuhan dalam ibadah pelayanan, bukan mencari yang lainnya. Sebab kalau kepada Tuhan saja tidak tulus, apalagi terhadap sesama.

    Contohnya adalah Ayub.

    Ayub 1: 1-3
    Kesalehan= sikap untuk menghadap Tuhan. Dan Ayub ini adalah kehidupan yang sudah lahir baru= melihat Yesus Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dan kalau kita sudah hidup benar dan jujur, tidak perlu takut dengan yang jasmani. Ayub ini diberkati oleh Tuhan (ay. 3).
    Kalau kita sudah selamat, pasti akan diberkati dan dipelihara Tuhan, tidak akan sampai terlunta-lunta.

  2. Yohanes 1: 35-38 -> Lihat Anak Domba Allah untuk diikuti= pengalaman kebangkitan.
    Praktiknya:
    1. Yohanes 1: 37 = mengikuti Yesus sebagai Gembala; artinya tergembala.
      Tergembala= tekun dalam 3 macam ibadah pokok.
      Kenapa kita harus tergembala?
      • supaya kita tidak disesatkan oleh ajaran sesat dari nabi palsu. Kalau tersesat, itu artinya hilang keselamatan.
      • supaya tidak ditelan oleh singa yang beredar-edar. Artinya jatuh dalam dosa. Ini juga hilang keselamatan.

      Jadi, penggembalaan itu adalah tempat perlindungan yang aman bagi keselamatan kita. Dan penggembalaan adalah tempat untuk memantapkan keselamatan sampai sempurna.

      Contohnya adalah Ayub.
      Ayub diambil segalanya oleh setan. Tapi Tuhan membela Ayub dan tidak mengijinkan setan untuk mengambil keselamatannya.

      Matius 16: 26
      Keselamatan, itu tidak bisa dibandingkan dengan perkara dunia. Jangan sampai karena perkara dunia, kita tinggalkan keselamatan.
      Kehilangan keselamatan, apa yang kita dapat dunia ini tidak akan mampu menolong kita.

      Ayub 1: 6-7, 9-10, 12
      Ayub 2: 2-6
      Ayub ini tergembala. Buktinya adalah tinggal dalam kemah dan bergaul dengan Allah. Dulu, penggembalaan itu digambarkan dengan tinggal dalam kemah yang bisa bongkar pasang, tidak bergantung pada dunia ini (Ayub 29: 1-4).

      3 macam ibadah= Allah Tritunggal. Dan tidak ada tempat bagi setan untuk menjamah tubuh, jiwa, dan roh kita, sebab semuanya dikuasai oleh Allah.

    2. Yohanes 1: 38 = mengikuti Yesus sebagai Rabi (Guru); ada kaitan dengan pengajaran.
      Artinya adalah mengikuti dan menerima Firman pengajaran yang benar yang dikaitkan dengan tempat tinggal Guru.
      Tempat tinggal Yesus adalah kerajaan Surga. Dulu Musa disuruh membuat Tabernakel dibumi yang merupakan gambaran dari kerajaan Surga.
      Jadi Firman pengajaran yang benar adalah Firman Pengajaran Tabernakel dan Mempelai.

    Jadi kalau digabung, melihat Yesus Anak Domba Allah untuk diikuti artinya adalah tergembala pada Firman Pengajaran yang benar.

    Jangan sembarang tergembala!

    Lukas 10: 39-40
    Maria duduk dekat kaki Yesus. Dan ini artinya adalah tergembala yang benar. Praktiknya adalah mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar.

    'duduk'= sudah mantap dalam penggembalaan.
    Hasilnya (ay. 42): pelayanan Maria yang terbaik dan kekal, tidak bisa direbut oleh siapapun.
    Kalau dengar Firman tidak mantap, pelayanan apa yang kita lakukan?

    Kalau Firmannya jelas, maka kita akan jelas dalam pelayanan kita. Sebab Firman itu adalah komando pelayanan kita.


    Kalau kita bisa memberikan yang terbaik pada Tuhan, maka tuhan juga akan bisa menjadikan yang terbaik untuk kita, sampai pada kehidupan yang kekal.

    Lukas 13: 10-11
    = wanita ini tergembala, tapi tidak ada Firman Pengajaran yang benar dan akibatnya ia bungkuk selama 18 tahun. Baru setelah Yesus datang dan memberikan pengajaran yang benar, maka wanita ini bisa sembuh.

    'bungkuk'= diarahkan pada perkara-perkara jasmani, bangga dengan perkara di bumi.

    Yudas, ada Firman Pengajaran yang benar, tapi ia tidak mau tergembala dengan benar. Ia masih sering ketemu dengan orang-orang Farisi dan akhirnya sepakat untuk menjual Yesus.

  3. Wahyu 1: 7 -> Lihat Anak Domba Allah dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga.
    Bagaimana cara kita melihatnya?

    2 Petrus 1: 16-18
    Kita melihat kemuliaan Yesus diatas gunung, itulah gunung yang kudus, gunung penyembahan. Nanti kita akan benar-benar melihat kemuliaan Tuhan. Tapi sekarang, kita bisa melihatnya lewat penyembahan.

    Gunung penyembahan itu gunung kudus. Jadi, penyembahan itu harus didasari oleh kesucian. Kalau kita tergembala pada Firman pengajaran yang benar, kita bagaikan carang melekat pada Pokok Anggur yang benar yang selalu dibersihkan (= penyucian secara intensif), sehingga kita bisa menyembah pada Tuhan.

    Lukas 9: 28
    Hasil penyembahan yang benar adalah keubahan hidup. Dan ini merupakan kemuliaan bagi kita.
    Kalau kita melihat Yesus Sang Raja, kita akan diubahkan menjadi sama seperti Yesus Sang Raja.

    Matius 21: 5
    Ciri raja salah satunya adalah lemah lembut, yaitu hati yang bisa menerima Firman sekeras apapun dan selama apapun.
    Hati lemah lembut juga berarti bisa menerima orang lain dalam segala kekurangan dan kelebihannya.

    Kalau hati lemah lembut, maka mulut juga akan lemah lembut.

    Amsal 15: 4
    Lidah yang lembut, itu bisa mencapai pohon kehidupan.
    Lidah lembut, puncaknya adalah sampai mengaku diri ini hanya tanah liat yang banyak kekurangan dan kelemahan, bukan menuduh orang lain. Dan tanah liat, kalau diinjak sekalipun, tidak akan melawan. Kalau melawan, itu masih ular.

    Kalau kita sudah lembut seperti tanah liat, kita ada dalam tangan Tuhan dan kita dibimbing sampai ke Firdaus, ke pohon kehidupan.
    Ayub sudah selamat dan sudah diberkati. Sudah dihantam badai, tapi nyawanya selamat.
    Dan Ayub diijinkan mengalami badai yang sangat dasyat, karena ia masih ada kekerasan hati, belum seperti tanah liat, masih mempertahankan kebenaran sendiri.

    Ayub 32: 1-2
    Ayub 42: 5-6
    Begitu Ayub mengaku sebagai tanah liat, ia berada dalam tangan Tuhan dan keadaannya dipulihkan oleh Tuhan.

    Yesaya 43: 15-16
    Tangan Tuhan sebagai Raja ini juga mampu membuat jalan yang baru dan memulihkan baik yang jasmani maupun yang rohani, dan kita diciptakan menjadi ciptaan yang baru, untuk masuk dalam Firdaus dan makan buah dari pohon kehidupan.

Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top