English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Juli 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Ciawi I, 16 Januari 2018 (Selasa Pagi)
Bersamaan dengan peresmian gedung Espenia di Ciawi

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21: 5
21:5....

Ibadah Doa Malang, 18 September 2012 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:23-25
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Februari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15 adalah tentang dusta mahkamah...

Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 04 November 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 22 Februari 2019 (Jumat Malam)
Keluaran 3: 17-20
3:17. Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 November 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 12:15b-21
12-15b Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya
12:16 Ia dengan keras melarang mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 November 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2 dan 3 menunjuk 7 kali...

Ibadah Doa Malang, 01 Maret 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:1-5 menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Persekutuan III Surabaya, 15 Mei 2014 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 10 November 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah judul/ kata pengantar...

Ibadah Doa Malang, 01 September 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2015 (Minggu Sore)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10: 13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.


= Yesus memberkati anak-anak.
Tujuan penyerahan anak kepada Tuhan:

  1. Tujuan yang pertama: supaya Tuhan meletakkan tangan/Tuhan menjamah anak kita.
    Tuhan menjamah, artinya


    1. memberikan meterai darah Yesus, supaya anak kita selalu mengalami pengampunan dosa dan hidup benar di dalam Tuhan.
    2. memberikan meterai firman Tuhan, supaya anak kita sungguh-sungguh menjadi anak yang taat dengar-dengaran pada orang tua dan Tuhan, sehingga hidup dalam kesucian.


    Jika sudah ada meterai darah Yesus dan meterai firman Allah (ada jamahan tangan Tuhan), maka setan tidak bisa menjamah anak kita dan antikris tidak bisa memberi cap 666.
    Buktinya, anak kita tidak akan pernah terhalang untuk datang kepada Tuhan (waktu itu banyak orang yang menghalangi, tetapi Yesus yang membela anak kecil), dan dia tidak akan pernah menghalangi orang tuanya untuk datang kepada Tuhan.


  2. Tujuan yang kedua: supaya anak kita berada dalam pelukan tangan Tuhan sebagai Gembala. Kalau taat dengar-dengaran, maka anak kita benar-benar berada dalam pelukan tangan Tuhan.

    Yohanes 10: 27-28
    10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    'mendengarkan suara-Ku'= mendengar dan dengar-dengaran.

Hasilnya:

  1. Hasil pertama: 'Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya' = Tangan Gembala yang baik memberikan jaminan kepastian untuk memelihara anak kita di zaman yang sulit ini, memberikan masa depan yang indah, sampai memberikan hidup kekal selamanya.


  2. Ibrani 13: 20-21
    13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,
    13:21 kiranya
    memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

    Hasil kedua: Tangan Yesus Gembala Agung akan memberikan perlengkapan, yaitu jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus (Efesus 4: 11-12), sehingga anak kita akan sungguh-sungguh dipakai oleh Tuhan, untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dan untuk kemuliaan nama Tuhan.
    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus = jubah yang indah = kehidupan yang indah di hadapan Tuhan.


  3. 1 Petrus 5: 4
    5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

    (terjemahan lama)
    5:4. Dan apabila kelihatan kelak
    Penghulu gembala itu, maka kamu akan beroleh makota kemuliaan yang tiada akan layu.

    Hasil ketiga: Yesus sebagai Penghulu gembala akan memberikan makhota kemuliaan.
    Saat Yesus datang kedua kali, maka anak kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus dan menerima makhota yang tidak layu/makhota mempelai, untuk berjumpa dengan Yesus selamanya.

IBADAH RAYA

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang siap untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) yang mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya= berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada jemaat yang kelima, yaitu jemaat di SARDIS.
Wahyu 3: 1-3
3: 1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
3:2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak
berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

PENYUCIAN TERAKHIR kepada sidang jemaat Sardis, yaitu (ayat 2) supaya sidang jemaat Sardis mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya (menerima kekuatan ekstra dari Tuhan), SUPAYA TETAP BERJAGA-JAGA.

Pada ayat 2 dan 3, ada 2 hal yang harus dijaga oleh sidang jemaat di Sardis:

  1. Ayat 2 = 'sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku'.
    Hal pertama yang harus dijaga: berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan/tahbisan , sebab tahbisannya tidak ada yang sempurna/belum berkenan pada Tuhan, bahkan sudah hampir mati/tidak ada apinya lagi, sehingga perlu berjaga-jaga di dalam api firman, Roh Kudus dan kasih Allah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2015).


  2. Wahyu 3:3
    3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

    Hal kedua yang harus dijaga: berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali.

Malam ini, kita mempelajari yang kedua: BERJAGA-JAGA DIKAITKAN DENGAN KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA KALI.

Kita harus berjaga-jaga, supaya waktu kedatangan Yesus kedua kali jangan seperti pencuri. Karena kalau seperti pencuri datang, kita tidak tahu kapan Yesus datang, sehingga kita akan tertinggal dan binasa.
Jadi, berjaga-jaga tentang kedatangan Yesus kedua kali dikaitkan dengan berjaga-jaga tentang WAKTU kedatangan yesus kedua kali.

Markus 13: 33,35
13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
13:35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang,
menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

Ada 4 macam waktu berjaga-jaga:

  1. Jaga yang pertama: menjelang malam (jam 18.00-21.00).
    Apa yang harus dijaga?
    Lukas 24: 29-32
    24:29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
    24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
    24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
    24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita
    berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

    Menjelang malam, kita berjaga-jaga tentang IMAN, supaya iman kita tidak gugur, tetapi selalu berkobar-kobar dalam firman pengajaran yang benar dan dalam perjamuan suci.
    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada alat Meja Roti Sajian.
    Bagi kita sekarang, artinya berjaga-jaga tentang iman lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.

    Firman pengajaran benar dan perjamuan suci tidak bisa dipisahkan. Perjamuan suci tanpa pembukaan firman pengajaran benar, hanya menjadi kebiasaan. Roti pada Meja Roti Sajian, berjumlah 12; dibagi menjadi 2 susun, masing-masing 6 buah = 66 kitab dalam Alkitab = firman pengajaran yang benar.
    Roti juga menunjuk pada tubuh Kristus (perjamuan suci).
    Meja Roti Sajian adalah satu-satunya alat yang memiliki korban curahanan dari anggur, itulah darah Yesus.

    "Saya sudah pernah bersaksi. Ada seorang profesor/guru besar dari universitas kedokteran di Medan. Beliau bertanya pada saya,'Kalau Bapak menerangkan Meja Roti Sajian adalah firman pengajaran benar, saya bisa terima. Tetapi tentang perjamuan suci, saya baru bisa menerima separuh. Karena roti adalah tubuh Kristus, tetapi darah Yesus-nya di mana?' Itu diterangkan dalam Kitab Keluaran, tentang Meja Roti Sajian, dan merupakan satu-satunya alat yang memiliki korban curahan dari anggur, itulah darah Yesus. Jadi, menerangkan firman harus dengan ayat menerangkan ayat."

    Keluaran 25: 29
    25:29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

    = mengenai Meja Roti Sajian.
    Jadi, berjaga-jaga tentang iman adalah kita TEKUN DAN BERKOBAR-KOBAR DALAM FIRMAN PENGAJARAN BENAR DAN PERJAMUAN SUCI. Mengapa harus disertai perjamuan suci?
    Supaya firman pengajaran benar menjadi praktik dalam hidup kita = mendarah daging dalam kehidupan kita = menjadi pengalaman hidup bagi kita, sehingga iman kita tidak goyah.

    Hasilnya:


    • Hasil yang pertama: Lukas 24: 31
      24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

      = 'terbukalah mata mereka' = mata terbuka untuk mengenal Yesus dengan jelas = kita lebih mengerti/makin mengerti dan yakin akan firman pengajaran benar.

      "Kalau bapak/ibu/saudara bisa semakin mengerti dan yakin pada pembukaan firman, itu berarti kita semakin jelas/mata makin terbuka untuk memandang Yesus. Tetapi kalau tidak mengerti, ini bahaya! Berarti makin tertutup. Dalam 2 Korintus 4, kalau buta/tidak bisa melihat cahaya injil kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah, ini gawat. Kita harus mohon kepada Tuhan supaya mata kita lebih terbuka lagi, lebih mengerti, lebih yakin pada firman pengajaran yang benar."

      Kalau untuk hamba Tuhan sepenuh/para gembala, mata terbuka adalah makin banyak mendapat pembukaan firman Allah sebagai makanan bagi sidang jemaat.
      Di mana ada pembukaan firman Allah, di situ ada pembukaan jalan segala sesuatu.

      Kalau kita makin mengerti/yakin pada pembukaan firman, maka semakin terjadi pembukaan jalan. Kita tidak perlu takut. Sampai jalan ke Sorga pun akan terbuka bagi kita.

      Hidup kita bukan bergantung pada gaji, perusahaan, toko dan lain-lain. Para hamba Tuhan, bukan bergantung pada jemaat, tetapi bergantung pada 'berapa banyak roti yang ada padamu'.
      Saat mau memberi makan 5000 orang, yang ditanyakan oleh Yesus adalah 'berapa banyak roti yang ada padamu?', bukan 'di mana toko, ada berapa bayak uang dan sebagainya'.

      Pertanyaan bagi kita malam ini: berapa roti/firman pengajaran yang kita mengerti, kita yakini dan praktikkan?
      Itulah pembukaan jalan bagi kita dan jaminan kehidupan bagi kita semua.


    • Hasil kedua: iman semakin teguh, sampai permanen di dalam hidup kita. Artinya:


      1. tidak goyah/tidak bimbang oleh pencobaan  dan masalah apapun yang sudah mustahil, sehingga kita tetap percaya dan berharap Tuhan,
      2. tidak goyah/tidak bimbang oleh ajaran palsu/ajaran sesat, sehingga tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada pengajaran benar,
      3. tidak goyah oleh dosa-dosa, sehingga kita tidak berbuat dosa sampai puncak dosa, tetapi kita tetap hidup dalam kebenaran.


      Kalau sudah memiliki iman yang teguh/permanen, maka kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Saat Yesus datang kedua kali, yang dicari bukan berapa banyak jemaat yang terkumpul, berapa besar gereja yang dibangun, berapa besar gaji dan lain-lain. Tetapi yang dicari adalah 'adakah iman yang teguh?'

      Lukas 18:8
      18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

      "Memang penting untuk bekerja atau kuliah yang keras. Tetapi jangan lupa, kebaktian pendalaman Alkitab juga penting. Berjaga-jaga tentang iman. Sebab saat Yesus datang kedua kali, yang ditanyakan bukan 'berapa perusahaanmu? Berapa gerejamu?' Itu semua hanya kepercayaan Tuhan. Tetapi yang ditanyakan adalah 'mana imanmu yang teguh?' Ini yang harus dijaga."


  2. Jaga yang kedua: tengah malam (jam 21.00-00.00).
    Tengah malam menunjuk waktu yang paling gelap.
    Matius 25: 1-6
    25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
    25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
    25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
    25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
    25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
    25:6 Waktu
    tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    = cerita tentang 10 gadis dengan pelita yang menyala.
    Berkaitan dengan kegelapan, berarti kita berjaga-jaga tentang PENGHARAPAN = berjaga-jaga dalam terang, supaya pelita tetap menyala.
    Oleh sebab itu, kita harus mempunyai minyak persediaan.
    Hati-hati! 5 gadis bijaksana pelitanya tetap menyala karena memiliki minyak persediaan, sedangkan 5 gadis yang bodoh pelitanya padam karena tidak memiliki minyak persediaan. Akibatnya, 5 gadis bodoh tidak bisa masuk ke dalam pesta, sebab pintu sudah ditutup = tertinggal saat Yesus datang kedua kali.

    Berjaga-jaga tentang pengharapan = berjaga-jaga supaya pelita tetap menyala/mempunyai minyak persediaan, bisa dilakukan lewat Pelita Emas = ketekunan dalam ibadah raya (Pelita Emas selalu diisi dengan minyak zaitun). Kalau tidak tekun, maka tidak ada minyak, sama dengan padam.
    Dalam ibadah raya, minyak diisi supaya kita tidak kering dan pelita tidak padam; kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia Roh Kudus (Roh Kudus dicurahkan, sehingga ada minyak tersedia).

    Bukti pelita tetap menyala/kita masih memiliki pengharapan kepada Tuhan:


    • Matius 5: 15-16
      5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
      5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

      Bukti pertama pelita tetap menyala/memiliki minyak persediaan: kita memancarkan terang = ada terang/perbuatan baik di dalam nikah rumah tangga dan di depan semua orang (di sekolah, kantor, jalan raya)..

      Tidak ada orang meletakkan pelita di bawah gantang dan tempat tidur.
      Gantang = dosa makan-minum.
      Tempat tidur = dosa kawin-mengawinkan.
      Jadi, kita harus menjaga pelita tetap menyala dengan PERBUATAN BENAR DAN BAIK, supaya pelita tidak ditutup dengan gantang dan tempat tidur/supaya kita tidak jatuh dalam dosa-dosa kejahatan dan kenajisan (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).
      Sampai satu waktu, kita menjadi terang dunia (Wahyu 12:1) = sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

      Terang/perbuatan benar dan baik dalam nikah rumah tangga, yaitu:


      1. Suami: mengasihi isteri seperti diri sendiri,
      2. Isteri: tunduk pada suami dalam segala hal,
      3. Anak: taat dengar-dengaran pada orang tua.


      Kalau sudah ada terang dalam nikah rumah tangga, kemudian dilanjutkan dengan saling memperhatikan dan saling melayani.


    • Lukas 12: 35
      12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

      Bukti kedua pelita tetap menyala/memiliki minyak persediaan: 'hendaklah pelitamu tetap menyala' = tetap beribadah melayani Tuhan dengan SETIA DAN BAIK, sekalipun kita berada di tengah malam, artinya zaman akhir atau keadaan yang paling gelap, paling jahat dan paling najis.
      Kalau tidak setia, maka kita akan ditelan oleh kegelapan.

      Matius 25: 21
      25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      'perkara kecil'= pelayanan yang sering dianggap kecil oleh orang atau pelayanan yang tidak kelihatan, seperti tim doa dan pembersih gereja.
      Perkara kecil ini dilihat oleh Tuhan, sebab sesungguhnya semua pelayanan itu mulia di hadapan Tuhan.

      Setia dan baik dalam perkara yang kecil, justru merupakan terang yang paling maksimal/paling menyala, dan kita akan dipercaya dalam perkara besar/dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, dan ditambah, kita mengalami kebahagiaan Sorga yang makin meningkat, sampai puncaknya, kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba saat Yesus datang kedua kali di awan-awan permai.


    • 1 Yohanes 3: 2-3
      3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
      3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

      'menaruh pengharapan itu kepada-Nya'= masih ada pengharapan akan kedatangan Tuhan kedua kali (masih memiliki minyak persediaan).

      Bukti ketiga pelita tetap menyala/memiliki minyak persediaan: kalau kita masih memiliki pengharapan tertinggi, yaitu pengharapan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, maka kita harus HIDUP SUCI sampai seperti Yesus suci dan sempurna.


    Jadi, inilah yang harus kita jaga, yaitu ada perbuatan baik dan benar, setia dan baik dalam perkara kecil, dan hidup dalam kesucian.


  3. Jaga yang ketiga: larut malam (jam 00.00-03.00) = waktu ayam berkokok (paling dingin).
    Yang harus dijaga adalah KASIH, karena kasih ini yang sering kali menjadi dingin. Kita harus selalu merasakan hangatnya kasih Allah. Kita menjaga kasih Allah lewat ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Di dalam Tabernakel, ditunjukkan dengan alat Mezbah Dupa Emas (persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya).
    Kita harus menjaga kasih, sebab kasih akan menjadi dingin dan kedurhakaan akan bertambah-tambah = krisis kasih.

    Matius 24: 12
    24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Seperti yang dialami oleh Petrus. Saat Yesus sudah ditangkap, dia mengikuti dari jauh dan berdiang pada api prajurit-prajurit (bukti bahwa Petrus kedinginan). Petrus, hamba Tuhan yang hebat dan dipakai Tuhan, tetapi bisa menjadi dingin rohaninya, apalagi kita, kita harus hati-hati! Kita harus berjaga-jaga, supaya tidak dingin kasih.

    Lukas 22: 54-60
    22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya, lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
    22:57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
    22:58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!"
    22:59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea."
    22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.


    'Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka'= bukti bahwa Petrus dingin rohaninya, sehingga Petrus membutuhkan api dari dunia. Kalau sudah dingin rohani, pasti durhaka.

    Contoh kehidupan yang mengalami krisis kasih adalah Petrus, seorang hamba Tuhan yang senior, hebat dan dipakai Tuhan, ternyata tidak punya kasih. Apalagi kita. Oleh sebab itu kita harus berjaga-jaga.

    Akibat kalau kasih menjadi dingin/krisis kasih:


    • tidak puas = tidak hangat, sehingga berdiang pada api dosa dan api dunia.
      Api dunia adalah tontonan-tontonan yang tidak baik dari dunia, baik dunia nyata, maupun dunia maya (internet).

      "Bapak Pendeta Pong Dongalemba (almarhum) sangat merindukan, 'siapa tahu, kilat ini adalah lewat internet'. Kalau Om Yo mengatakan, 'lewat televisi'. Saat menerangkan tentang 2 saksi yang mati dibunuh, kemudian dalam 3,5 hari seluruh dunia bisa tahu. Darimana bisa tahu dalam waktu 3,5 hari? Dari televisi. Itu zaman dulu, sekitar tahun 80'an. Makanya kita bersyukur, saya juga tidak sengaja, tidak bermaksud menggunakan internet, kaset dan lain-lain. Saya tidak pernah menyuruh orang, tetapi dari jemaat sendiri. Pertama, kaset digunakan untuk merekam khotbah. Kalau ada guru sekolah Minggu tidak bisa hadir dalam ibadah, maka bisa pinjam kaset rekaman khotbah. Tahu-tahu sudah untuk hamba Tuhan dan sekarang sudah menggunakan internet. Kalau internet, dulu Om Pong hanya menyuruh saya membeli komputer, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di e-mail gereja. Tugas saya hanya itu. Tetapi sekarang sudah berkembang.
      Hati-hati! Dosa juga mau masuk dalam internet. Say kaget. Satu waktu, kita hanya digosipkan di internet, lalu internet kita juga digosipkan. Tidak cukup hanya gosip, lama-lama kenajisan yang masuk. Kemarin saya mendapat SMS dari Singapore, seorang dokter, mengatakan, 'hati-hati Om! Sekarang tiap kali membuka youtubenya gereja, langsung keluar gambar-gambar porno.' Kita betul-betul diserang. Doakan internet ini sungguh-sungguh.
      Siaran radio juga didoakan, saat ini masih penjajakan. Saya juga merindu supaya bisa masuk radio FM rohani di Malang, Surabaya juga. Supaya firman bisa disebarkan, sebelum api dosa dan api yang lain masuk, mari kita dahului dengan firman.
      "

      Kesaksian:
      "Ada kesaksian juga dari seorang dokter di Medan. Sekarang, khotbah hari Minggu pagi di Malang selalu disiarkan di radio Joy FM Medan. Salah seorang pasiennya bersaksi, tidak kenal, mungkin dari Protestan. Saat dia menyetir mobil sambil mendengar khotbah lewat siaran radio, begitu khotbah selesai atau di tengah khotbah, dia langung minggir. Dia tidak kuat, dia mencucurkan air mata menyembah Tuhan karena terkena firman. Ini menggairahkan saya untuk bisa menggunakan internet, menggunakan apapun juga untuk menyebarkan firman, harus membayar berapapun tidak apa-apa. Oleh sebab itu, internet ini jangan dicampur-campur. Sudah urusan kita masing-masing, karena berbahaya. Kita tidak usah urus yang lain. Kita sendiri yang sungguh-sungguh dalam kemurnian."


    • Akibat krisis kasih yang kedua: durhaka.
      Kedurhakaan paling banyak melanda pada 2 tempat:


      1. kedurhakaan dalam nikah rumah tangga: terjadi pertengkaran, kekerasan, perselingkuhan, perceraian, kawin-cerai, kawin-mengawinkan/seks bebas, sampai saling membunuh. Ini pekerjaan antikris.

        "Krisis kasih dalam nikah rumah tangga lebih dahsyat dari tsunami. Saat dilanda tsunami, masih ingat keluarganya. Tapi kalau krisis kasih, lupa pada keluarganya."


      2. Kedurhakaan dalam ibadah pelayanan (rumah Tuhan).
        Lukas 22: 54
        22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.

        Kedurhakaan dalam rumah Tuhan, yaitu:


        1. mulai dengan tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
          Ini sama dengan menyangkal Yesus dan sudah mengalami krisis kasih, apapun alasannya.

          "Terutama kami para gembala. Tugas pokok seorang gembala adalah memberi makan sidang jemaat. Kalau sudah tidak mau/tidak setia lagi memberi makan, itu krisis kasih, apapun alasannya. Kecuali sakit permanen, ada yang sakit lalu tidak bisa berkhotbah lagi, itu urusannya dengan Tuhan. Kita jangan menghakimi orang lain."


        2. Menyangkal Yesus lewat perbuatan dosa/perbuatan jahat dan najis.
          Titus 1: 15-16
          1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
          1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi
          dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.


    Seharusnya, saat menyangkal Yesus, Petrus harus terbuang selamanya, sebab Petrus tidak bisa melihat Yesus dan Yesus tidak bisa melihat Petrus. Tetapi untunglah, masih ada kokok ayam = firman penggembalaan.

    Di atas sudah dijelaskan; berjaga tentang iman menunjuk pada Meja Roti Sajian, berjaga tentan gpengharapan menunjuk pada Pelita Emas dan berjaga tentang kasih menunjuk pada Mezbah Dupa Emas. Bagi kita sekarang, 3 alat ini adalah penggembalaan.

    Inilah pentingnya penggembalaan; antara orang tergembala dengan orang tidak tergembala akan ada perbedaan. Kalau tidak tergembala seperti pohon ara di pinggir jalan, begitu tidak berbuah, langsung kering.
    Tetapi kalau tergembala seperti pohon ara di kebun anggur, saat tidak berbuah dan mau dipotong, masih ada penjaga yang menunggu, 'jangan tuan, tolong beri waktu sampai tahun depan, saya akan cangkul tanahnya, siapa tahu bisa berbuah' = masih ada kemurahan Tuhan/kesempatan.

    Kokok ayam selalu diulang-ulang, itulah firman penggembalaan yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, untuk disampaikan pada sidang jemaat dengan:


    • setia.
      Kalau gembala tidak setia dalam pemberitaan firman/ayam tidak berkokok, maka matilah Petrus.

      "Ini tugas kami para gembala. Doakan kami. Saya memang ada tugas keluar, tetapi itu merupakan kelimpahan dari dalam. Kita tidak boleh egois. Tetapi saya berjanji, setelah selesai, harus cepat kembali. Tidak ada alasan capek dan sebagainya, lebih baik tidak keluar.
      Saya berangkat dari Malang, hari Jum'at jam 3 pagi. Lalu sampai di Medan, jam 6 sore berkhotbah. Lalu jam 3 pagi berangkat ke Jakarta, jam 9 khotbah di Jakarta. Kemudian saya pulang dan langsung melayani baptisan air. Walaupun agak terlambat tiba di Malang karena jalanan agak macet dari Surabaya. Bukan menonjolkan, tapi ini karena doa dari saudara. Saya seorang gembala, harus kembali secepatnya. Saya berjanji, kalau tidak bisa berkhotbah di dalam, lebih baik saya tidak keluar. Siapa tahu ada orang yang harus menerima Firman penggembalaan, tetapi gembala tidak setia.
      "


    • teratur,
    • berkesinambungan
    • dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan, peringatan dan pertolongan bagi sidang jemaat, bukan menjadi peringatan dan penghukuman.


    Lukas 22: 61-62
    22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
    22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    Di dalam firman penggembalaan terkandung kasih Allah yang besar dan agung lewat pandangan kasih Tuhan untuk menolong dan mengangkat kita dari segala kejatuhan dan kegagalan. Tinggal kita mau terima atau tidak.

    Bukti menerima kasih Allah lewat firman penggembalaan, adalah kita bisa mengenal diri sendiri yang banyak kekurangan, kesalahan dan kegagalan, sehingga bisa menangis, artinya bisa MENGAKU DOSA-DOSA DAN KEGAGALAN kita kepada Tuhan dan sesama dengan hancur hati. Saat itu darah Yesus akan mengampuni, menutupi dan menyelesaikan dosa-dosa kita.

    Dosa adalah beban terberat bagi manusia. Kalau dosa bisa diselesaikan oleh kasih Allah, maka semua beban masalah bisa diselesaikan oleh kasih Allah.

    Selesaikan dosa dulu, maka semua beban akan diselesaikan.
    1 Korintus 13: 12-13
    13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Jadi, dalam penggembalaan, kita harus sungguh-sungguh menjaga iman, kasih dan pengharapan, supaya kita bisa terangkat saat Yesus datang kedua kali. Kita terangkat ke awan-awan permai, kita memandang Dia muka dengan muka.


  4. Lukas 23: 56b
    23:56b Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

    Lukas 24: 1
    24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

    Jaga yang keempat: waktu pagi-pagi buta/fajar menyingsing.
    Yang harus dijaga adalah JANGAN SAMPAI ADA IKATAN, terutama ikatan akan uang (keinginan daging). Sekalipun punya iman, harap dan kasih, tetapi kalau masih diikat, maka tidak bisa terangkat.

    Ikatan akan uang adalah ikatan yang terakhir.
    Saat Israel akan keluar dari Mesir, wanita dan laki-laki boleh keluar, tetapi yang terakhir, lembu dan ternak tidak boleh. inilah ikatan akan kekayaan.

    Di sini digambarkan para wanita membawa rempah-rempah ke kubur Yesus.
    Wanita adalah gambaran dari gerejaTuhan.
    Ada 2 arti rempah-rempah:


    • Arti yang pertama: kekayaan.
      Rempah-rempah itu mahal, disamakan nilainya dengan emas. Pada waktu Yesus lahir, Yesus diberi persembahan emas, kemenyan dan mur (kemenyan dan mur adalah rempah-rempah).

      2 Korintus 9: 6-8
      9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
      9:7 Hendaklah masing-masing
      memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
      9:8 Dan
      Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

      Bukti kalau kita terlepas dari ikatan akan uang (kekayaan), adalah kita bisa memberi dengan sukarela (tidak terpaksa, tidak memaksa, tidak dipaksa) dan memberi dengan sukacita; baik untuk pekerjaan Tuhan maupun untuk sesama yang membutuhkan. Inilah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      "Bapak Pendeta In Juwono selalu mengatakan, yang diutamakan adalah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, bukan pembangunan fisik. Pembangunan fisik boleh. Di Malang juga sedang mempersiapkan untuk diperluas, tetapi belum. Kita doakan saja, kalau Tuhan sudah membutuhkan, maka pasti bisa. Tetapi jauh lebih penting dari itu adalah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna."

      Kalau kita memberi dengan sukarela dan sukacita, maka kita mendapat kasih karunia dari Tuhan ('Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu').

      Hasilnya:


      1. kasih karunia Tuhan sanggup untuk memelihara kita sampai tidak kekurangan ('kamu senantiasa berkecukupan'),
      2. bahkan 'berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan' = pakaian mempelai, untuk kita siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

        Wahyu 19: 8
        19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

        (terjemahan lama)
        19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
        segala kebajikan orang-orang suci itu."


    • Arti kedua dari rempah-rempah: doa penyembahan.
      Arti dari doa penyembahan adalah:


      1. Proses perobekkan daging sehingga kita bisa mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani yang sempurna seperti Yesus.
        Kalau daging dirobek/dibakar, ini seperti rempah-rempah atau dupa dibakar, sehingga ada bau harum yang naik, itulah pembaharuan.


      2. Memandang wajah Yesus, sehingga kita mengalami sinar matahari dari wajah Yesus yang menyinari kita.
        'fajar menyingsing/pagi-pagi buta'= matahari mulai terbit.
        Selama masih ada sinar matahari, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita (kenajisan, kegagalan, dan sebagainya), pandang wajah Yesus saja. Masih ada mujizat dan pembaharuan (mujizat terbesar).

        Zefanya 3: 16-18
        3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
        3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
        3:18 seperti
        pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

        Kegunaan sinar matahari kasih Allah
        :


        1. Kegunaan pertama: 'janganlah tanganmu menjadi lemah lesu' = kedua tangan tetap terangkat kepada Tuhan = kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, apapun yang terjadi.
          Kalau tidak setia, maka setan menang. Tujuan setan menggoda/mencobai kita adalah supaya kita menjadi tidak setia.

          "'Aduh, berat Om.' Atau jangan-jangan ada gembala yang merasa berat juga, ini gawat. Kadang-kadang jemaat mengata-ngatai gembala, saya seringkali menasihati orang, 'Ayo, Pak, setia'. Jawabannya, 'Memang berat Om. Kalau Om sendiri yang merasakan, mungkin Om juga tidak datang'. Saya hanya tertawa saja. Jangan sampai saya sendiri yang tidak setia karena ada beban berat, semua jemaat bisa mati."

          Kita tetap bisa melakukan perbuatan benar dan baik, tetap bisa menyembah Tuhan, percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan, apapun yang terjadi.
          Kita hanya berserah dan berseru pada Tuhan sekalipun sudah menghadapi kemustahilan.


        2. Kegunaan kedua: 'pahlawan yang memberi kemenangan' = sinar matahari kasih Allah sanggup memberikan kemenangan pada kita atas musuh-musuh dan segala masalah yang mustahil, semua masalah akan diselesaikan oleh Tuhan.


        3. Kegunaan ketiga: 'Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya' = sinar matahari kasih Allah sanggup melakukan mujizat, yaitu membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari 'Janganlah takut, hai, Sion!'
          Artinya: mulai dari hati yang dibaharui.

          Mungkin hati sedang takut, pahit, dendam, marah, mungkin sedang najis, jahat, putus asa, gagal, kecewa, pandang sinar matahari!
          'Janganlah takut, hai, Sion!' artinya hati damai sejahtera, tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan, kita mengasihi Tuhan lebih dari semua dan kita hanya merasakan hangatnya kasih Allah.

          Maka, mujizat jasmani juga terjadi. Semua menjadi enak dan ringan, semua selesai dan indah pada waktu-Nya.

          JikaTuhan datang kedua kali, kita mengalami mujizat terakhir, yaitu kita menjadi sama mulia dengan Tuhan, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai, kita memandang Dia muka dengan muka selamanya ('seperti pada hari pertemuan raya').


    Jadi, berjaga-jaga yang terakhir adalah HANYA MEMANDANG WAJAH YESUS. Jangan terikat/ada keinginan daging, tetapi bisa memberi sampai memberi seluruh hidup kepada Tuhan. Kita hanya memandang Dia, sinar matahari/kasih yang besar. Maka, mujizat akan terjadi. Tuhan menolong kita semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top