English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Maret 2011 (Sabtu Sore)
Tujuh hal yang kena mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib.

ad. 6. Sengsara...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Juli 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Dari Rekaman Ibadah Doa di Jakarta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 16 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Jumat Agung Malang, 10 April 2009 (Jumat Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Terjadi kegoncangan, badai maut melanda...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Juli 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37
4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Malang, 22 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 September 2015 (Minggu Malam)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Doa Malang, 07 Februari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus

Wahyu 8:12
8:12 Lalu malaikat...

Ibadah Doa Malang, 12 Mei 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 19 dalam susunan Tabernakel...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Februari 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Kita berada dalam kitab Wahyu 3.

Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Tuhan jujur dalam mengakui kelebihan dan lain-lain dari sidang jemaat akhir zaman, tetapi sekalipun ada kelebihan, kalau ada satu saja cacat cela, semuanya percuma, tidak bisa sempurna dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali/tertinggal saat Yesus datang kedua kali, maka itu berarti kebinasaan. Sebab itu, Tuhan terus menyucikan sampai kita sempurna dan layak menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) yang mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada jemaat yang kelima, yaitu jemaat di SARDIS.

Kita sudah mempelajari, ada 3 golongan sidang jemaat di Sardis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Februari 2015):

  1. Ayat 1= 'engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati'= golongan yang dikatakan hidup padahal mati.
  2. Ayat 2= 'yang sudah hampir mati'= golongan yang sudah hampir mati.
  3. Ayat 4= 'berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu'= golongan yang layak untuk berjalan bersama Yesus dengan pakaian putih.

Malam ini, kita masih pelajari ayat 5-6.
Wahyu 3: 5-6
3:5. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
3:6. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat di Sardis yang mau mengalami penyucian terakhir:

  1. 'dikenakan pakaian putih'= Tuhan mengenakan pakaian putih (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015),
  2. 'Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan'= nama tertulis dalam kitab kehidupan.

AD. 1. TUHAN MENGENAKAN PAKAIAN PUTIH
Kemarin kita sudah membahas tentang pakaian putih, malam ini masih kita lanjutkan.
Pakaian putih adalah pakaian kepercayaan Tuhan = pakaian pelayanan.

1 Timotius 1: 12
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --

= kehidupan yang menerima pakaian putih/pakaian kepercayaan dari Tuhan/pakaian pelayanan.
Kemarin kita mendengar, Saulus menjadi Rasul Paulus dan menerima pakaian putih; manusia yang paling berdosa bisa dipercaya untuk menjadi pelayan Tuhan, sebab dia menerima kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Tuhan.
Siapapun kita, kalau menerima 3 hal ini, maka kita bisa dipakai dan dipercaya oleh Tuhan untuk melayani Tuhan.

Rasul Paulus mendapat pakaian putih/pakaian kepercayaan Tuhan/pakaian pelayanan, sidang jemaat di Sardis juga mendapat pakaian putih/pakaian pelayanan, sekarang kita sidang jemaat bangsa kafir di akhir zaman juga mendapat pakaian putih/pakaian kepercayaan Tuhan/pakaian pelayanan. Kita bisa beribadah melayani Tuhan, kita bisa menjadi imam-imam dan raja-raja. Semuanya oleh karena kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Tuhan.

Kita akan mempelajari tanda pelayanan yang benar, sebab ada ibadah pelayanan yang diterima oleh Tuhan dan ada yang tidak diterima oleh Tuhan.
Seperti Kain dan Habel. Ibadah pelayanan Kain ditolak oleh Tuhan, sedangkan Habel diterima oleh Tuhan.

Tanda-tanda pelayanan yang benar atau yang berkenan pada Tuhan:

  1. 1 Timotius 1: 12
    1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --

    Tanda pelayanan yang benar/berkenan kepada Tuhan yang pertama: 'Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku' = 'Tuhan yang menguatkan aku'. Artinya:


    • Kita tidak menggunakan kemampuan sendiri, sekalipun ada--yaitu kepandaian, kekayaan, kedudukan dan lain-lain.
      Untuk dunia, kita bisa menggunakan itu semua, tetapi untuk Kerajaan Sorga tidak bisa. Kalau untuk Kerajaan Sorga harus pandai, kaya dan lain-lain, berarti Tuhan tidak adil.
      Oleh sebab itu Rasul Paulus mengatakan, 'Dia, yang menguatkan aku', artinya kita tidak menggunakan kemampuan sendiri.


    • Kita mengakui bahwa kita mempunyai banyak kelemahan.
      Kalau kita sudah mengajukan diri sendiri, berarti pelayanan kita tidak benar.

      2 Korintus 12: 9-10
      12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
      12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

      'justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna' = justru dalam kelemahan, kita menerima kuasa Tuhan.
      Inilah rahasia dalam pelayanan.
      Jika kita mengaku lemah, maka kita akan menerima kekuatan dari Tuhan lewat kuasa Roh Kudus.
      Kalau kita merasa kuat, maka dibiarkan oleh Tuhan, sebab orang kuat tidak perlu dibantu.

      Mengaku lemah, artinya:


      • mengaku tidak layak, banyak kesalahan dan tidak mampu/tidak berdaya,
      • mengosongkan diri, sehingga Roh Kudus (kuasa Tuhan) dicurahkan kepada kita.


    Di sini, kita meneladan Yesus. Yesus bisa menjadi hamba/pelayan saat Dia bisa mengosongkan diri-Nya. Dia Allah yang hebat, tetapi kalau tidak bisa mengosongkan diri, maka Yesus tidak bisa menjadi hamba.

    Filipi 2: 5-7
    2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    2:7 melainkan telah
    mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

    Inilah teladan kita. Yesus mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, sekalipun kenyataannya Dia setara dengan Allah ('yang walaupun dalam rupa Allah').

    Mengosongkan diri adalah pekerjaan terbesar untuk melayani Tuhan, menjadi hamba Tuhan/pelayan Tuhan, yaitu imam-imam dan raja-raja.
    Jadi, sebelum melayani, kita harus mengosongkan diri terlebih dahulu di bawah kaki Tuhan, mengaku 'saya tidak bisa apa-apa, saya tidak layak'.

    "Sekalipun saya sudah 20 tahun menjadi hamba Tuhan/gembala,tapi tidak bisa santai-santai saat mau berkhotbah. Mungkin bisa melayani, tapi tidak berkenan pada Tuhan. Banyak kali, kita mau melayani ke satu tempat, kita menikmati fasilitas hotel, 'Ah, saya sudah biasa, sudah 20 tahun menjadi hamba Tuhan'. Ini tidak berkenan di hadapan Tuhan."

    Kalau tidak mengosongkan diri, kita tidak bisa menjadi hamba, tidak bisa menerima kekuatan dari Tuhan dan Roh Kudus tidak dicurahkan kepada kita.

    Mengosongkan diri adalah:


    • tidak memikirkan diri sendiri, tetapi bergantung sepenuh pada Tuhan.
    • Filipi 2: 8
      2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

      Mengosongkan diri yang kedua: menjadi doulos, artinya:


      • Arti yang pertama: hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang tidak punya hak, tetapi hanya melakukan kewajiban.
        Kewajiban hamba Tuhan/pelayan Tuhan hanyalah untuk memuliakan Tuhan, bukan memilukan atau memalukan Tuhan; maka hak dan upah kita ada di tangan Tuhan, baik untuk hidup sekarang, sampai hidup kekal selamanya. Tuhan tidak pernah menipu kita, tidak ada kecurangan pada-Nya.

        Jadi, pelayanan pertama/pekerjaan terbesar untuk melayani Tuhan adalah mengosongkan diri terlebih dahulu. Yesus adalah Allah, harus mengosongkan diri terlebih dahulu, baru bisa menjadi hamba. Kita juga harus mengosongkan diri, baru bisa melayani. Sebab kalau mengosongkan diri, maka ada kuasa dari Tuhan, itu baru berkenan di hadapan Tuhan. Tetapi kalau merasa, 'Ah, saya sudah biasa, sudah 20 tahun menjadi hamba Tuhan', mau berkhotbah santai saja, tidak ada persiapan, tidak mengosongkan diri. Memang bisa, tetapi tidak berkenan pada Tuhan, sama dengan kita ditipu.


      • Arti yang kedua: hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
        Kalau Yesus, taat sampai mati bahkan mati di kayu salib, kalau kita, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

        Contoh:
        janda Sarfat hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak, hanya untuk dia dan anaknya lalu mati. Tetapi diminta oleh nabi Elia untuk Tuhan lebih dahulu dan dia berikan roti bundar. Ini taat sampai daging tidak bersuara. Kalau daging masih bersuara, 'keterlaluan, sudah tinggal sedikit, masih diminta'.

        Abraham, disuruh menyembelih anaknya, kalau daging, dianggap keterlaluan. Padahal, bukan firmannya yang keterlaluan, tetapi dagingnya yang terlalu.

        Ukuran untuk taat dengar-dengaran adalah kita mengasihi Tuhan lebih dari semua.
        Mudah saja. Janda Sarfat hanya disuruh membuat roti, tepungnya sudah ada, bukan disuruh mencari tepung. Lalu disuruh untuk memberikan kepada Tuhan lebih dahulu, kalau mengasihi Tuhan maka tidak sulit. Tetapi kalau tidak mengasihi Tuhan, 'kok bisa?'

        Demikian juga Abraham, disuruh menyembelih anaknya. Mudah atau sulit? Mudah, hanya disuruh menyembelih, bukan disuruh beranak. Kalau mengasihi Tuhan lebih dari semua, maka bisa taat, tetapi kalau mengasihi anak lebih dari Tuhan, akan menjadi sulit.

        "Kalau mengasihi Tuhan lebih dari semua, maka tidak sulit. Tetapi kalau mengasihi sesuatu lebih dari Tuhan, maka sulit untuk taat. Untuk masuk 3 macam ibadah, berkorban waktu, sudah sulit dan pasti mengomel, karena mengasihi diri sendiri lebih dari Tuhan."


      Yesus taat sampai mati di kayu salib. Seharusnya Dia tidak layak, tidak boleh mati di kayu salib, sebab orang yang mati di salib adalah penjahat kelas kakap, sedangkan penjahat saja belum tentu disalib, masih bisa dengan hukuman yang lain. Yesus berbuat baik, tetapi harus mati disalib, karena Dia mengosongkan diri.

      Filipi 2: 9-10a
      2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      2:10a supaya
      dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      Jika kita bisa mengosongkan diri = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi, hasilnya: kita mengalami kuasa nama Yesus untuk mengalahkan setan tritunggal:


      • mengalahkan sumber pencobaan/masalah: semua masalah sampai yang mustahil bisa diselesaikan,
      • mengalahkan sumber kegagalan.
        Setan mau menggagalkan pelayanan kita. Kapan kita gagal? Saat kita tidak taat. Firman mengatakan 'tidak boleh', tetapi kita bilang 'boleh'.
        Kalau sakit, atau tidak makan, belum tentu gagal. Sekalipun tidak makan, tetapi hanya berdiam diri dan menyembah Tuhan, maka orang itu menang.

        "Saya hampir kalah. Saat diizinkan Tuhan tidak makan, saya mau lari tinggalkan Tuhan. Untunglah Tuhan tolong, kalau saya kalah dan lari, saya sudah tidak berada di sini,"

        Jadi, seorang hamba Tuhan menang atau kalah, berhasil atau tidak bukan dari berapa banyak uang yang dimiliki; kalau tidak taat, dia sudah gagal, sekalipun punya segalanya, hebat dan dipelihara. Dalam sekejap bisa habis.

        Setan sumber kegagalan dikalahkan, berarti kita menjadi berhasil.


      • mengalahkan sumber sandungan.
        Usaha setan adalah supaya kita berhenti melayani.
        Kalau kita menang atas sandungan, berarti kita tetap kuat mengikut dan melayani Tuhan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali.


    Jadi, inilah tanda pelayanan yang benar, yang pertama, 'Dia/Tuhan, yang menguatkan aku'. Bukan 'aku', sebab 'aku' kosong, tidak ada apa-apa. Kalau kita bisa mengosongkan diri/menghampakan diri, maka di situ Tuhan mengisi kita dengan kuasa Roh Kudus dan kuasa nama Yesus, sehingga kita menang, berhasil, masalah diselesaikan, dan kita kuat sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Kita melayani Dia sampai garis akhir.


  2. 1 Timotius 1: 12
    1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --

    Tanda pelayanan yang benar/berkenan kepada Tuhan yang kedua: 'Ia menganggap aku setia' = kesetiaan.
    Ini tanda pelayanan yang benar. Kalau tadi, mengosongkan diri sama dengan ketaatan.

    Jadi, bukan besar/kecilnya masalah, kaya/miskin, tetapi yang penting adalah mengosongkan diri sampai taat dengar-dengaran dan kesetiaan.

    2 Korintus 11: 2-3
    11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

    Ini ketakutan Rasul Paulus, ketakutan seorang hamba Tuhan yaitu kalau tidak setia, sehingga tidak bisa ditolong.

    "Sekalipun tidak bisa makan, tetapi kalau setia, masih bisa ditolong. Tetapi sekalipun kaya/hebat, apalagi masih miskin, kalau tidak setia maka tidak bisa ditolong. Sebab tidak setia sama dengan diperdaya ular."

    Rasul Paulus takut kalau sidang jemaat kehilangan kesetiaan sejati kepada Kristus, dan ini akan terjadi pada akhir zaman.
    'mempertunangkan' = akhir zaman = masa pertunangan = tinggal selangkah lagi menuju pernikahan (kedatangan Yesus kedua kali). Hati-hati!

    Kehilangan kesetiaan sejati kepada Kristus sama dengan Hawa yang diperdaya oleh ular, berarti terkutuk hidupnya, harus diusir dari Taman Firdaus menuju dunia yang penuh kutukan.

    "Ini yang harus diwaspadai! Kalau cuma diizinkan sakit atau tidak makan, tetapi setia, masih bisa ditolong.Tetapi kalau tidak setia, sekalipun kaya, hebat, apalagi miskin, maka tidak bisa ditolong. Sebab, seperti Hawa yang diperdaya oleh ular harus diusir dari Taman Eden, hidup dalam suasana kutukan, tidak ada suasana Firdaus.
    Mulai dari seorang gembala harus setia. Sebab ada ayat mengatakan, 'gembala yang lebih dulu dipukul supaya domba tercerai-berai'. Kalau gembala tidak setia, maka domba-domba tercerai-berai. Ini bahaya besar.
    "

    Pada akhir zaman/masa pertunangan ini kita harus menjaga kesetiaan.
    Ada 3 macam kesetiaan yang harus dijaga:


    • 2 Korintus 11: 4
      11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

      Tentang 'yang lain' = kalau ajarannya lain, rohnya lain maka yesus-nya juga lain. Ini yang berbahaya.

      Kesetiaan yang pertama: kesetiaan sejati kepada Kristus = kesetiaan kepada firman pengajaran benar, yang sudah kita terima dan yakini selama ini, yang sudah menjadi pengalaman hidup kita.

      "Kita sudah bersaksi, pengajaran ini luar biasa, oleh firman ini kita begini-begitu. Ini yang harus kita pegang. Sebab ular selalu datang untuk memberi yang lain pada kita. Setan tidak suka kalau ada kesaksian, 'saya disucikan, saya ditolong oleh pengajaran'. Dia datang dengan membawa yang lain."

      Firman pengajaran benar yaitu:


      • tertulis dalam alkitab,
      • dibukakan rahasianya/diwahyukan/diilhamkan oleh Tuhan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

        "Tinggal baca ayat, diterangkan ayat. Jangan menambah atau mengurangi firman, sebab kalau ditambah atau dikurangi, maka ular akan masuk. Hawa mengurangi kata 'bebas' dan menambah kata 'raba', maka ular masuk."


      Mengapa kita harus setia pada firman pengajaran yang benar?
      Sebab, firman pengajaran yang benar


      • menentukan arah pelayanan kita kepada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala; arahnya jelas, sebab firman pengajaran yang benar adalah Yesus sebagai kepala.

        "Maaf. Kalau tidak ada pengajaran yang benar, maka bukan Yesus yang menjadi Kepala, tetapi serigala dan burung yang menjadi kepala. Pelayanan kita menuju kepada pembangunan tubuh Babel yang menempatkan serigala dan burung sebagai kepala.
        Serigala = roh jahat; burung = roh najis.
        Istilah Bapak Pendeta Pong Dongalemba (almarhum), 'kita bukan fanatik bodoh-bodoh'. Kalau fanatik bodoh-bodoh, yang salah yang didukung, yang benar malah dibuang. Tetapi kita bukan fanatik. Kita berpegang teguh pada pengajaran yang benar, supaya arah pelayanan kita jelas, yaitu mengarah pada pembangunan tubuh Kristus dan menempatkan Yesus sebagai Kepala.
        "


      • Firman pengajaran benar juga merupakan komando = menentukan apa yang harus kita lakukan dalam pelayanan, yaitu melakukan kehendak Bapa.

        "Kalau salah komando, sekalipun terlihat hebat, tetapi 'enyahlah engkau'. Maaf, kalau otak/kepala terganggu, sedikit saja ada titik di otaknya, sudah lain jadinya. Misalnya tangan, tidak bisa bekerja dengan benar lagi. Makanya, jangan berani-berani mengatakan, 'cuma beda sedikit'. Itu berarti sudah terganggu, kalau titiknya banyak di otak, bisa mati."

        "Mari, ini sudah sering kita baca, biarlah menjadi suatu awasan bagi kita. Jangan hanya kata orang pelayanan kita hebat, luar biasa, tetapi Tuhan katakan 'enyahlah engkau', karena tidak sesuai dengan firman."

        Matius 7: 21-23
        7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
        7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
        7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
        Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

        Ukuran keberhasilan pelayanan kita adalah melakukan kehendak Bapa = mempraktikkan firman pengajaran benar.
        Ayat 22 = pelayanan ukuran manusia.

        "Mungkin sampai mengusir setan ke gunung-gunung, goa-goa. Kalau saya bilang, 'untuk apa mengusir setan sampai ke gunung-gunung atau goa-goa? Usir saja setan yang ada di dalam hati.' Banyak yang tertawa setelah mendengar pengajaran ini, 'Ya itu Om, kami dulu begitu'. Itulah kalau tidak sesuai firman. Yang sesuai firman, setan berada di dalam hati. Untuk apa mengusir setan di tempat lain, sedangkan di dalam hati sendiri masih banyak setannya?".

        'mengadakan banyak mujizat' = penyihir dan dukun bisa melakukan mujizat jasmani, tetapi tidak sesuai firman.
        Waktu zaman Musa, Firaun tidak mau mengalah. Saat Musa melempar tongkat dan menjadi ular, orang Mesir juga bisa melakukan hal yang sama. Jadi, mujizat jasmani banyak tandingannya.

        Yang tidak bisa ditandingi oleh apapun adalah mujizat keubahan hidup.
        Firman pengajaran benar dimulai dengan mujizat keubahan hidup, baru disusul oleh mujizat jasmani yang lain, itu betul-betul dari Tuhan.

        Pelayanan yang tidak sesuai dengan firman pengajaran benar = pembuat kejahatan, sekalipun dahsyat di mata manusia.
        Akibatnya: nasibnya sama seperti Hawa yang diperdaya ular, sehingga diusir oleh Tuhan = suasana kutukan sampai kebinasaan. Dari Firdaus diusir ke dunia, sudah di dunia masih diusir lagi, berarti masuk ke neraka.


    • Lukas 16: 10-12
      16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
      16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
      16:12 Dan jikalau kamu
      tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

      'perkara kecil' = mamon/perkara uang. Tetapi sekarang, justru menjadi perkara besar dalam rumah Tuhan dan akibatnya menyembah antikris.
      Firman/pribadi Tuhan adalah perkara besar.

      Ayat 11 = kalau tidak setia/tidak bisa dipercaya harta yang jasmani, bagaimana mau dipercaya harta yang sesungguhnya/harta Sorga? Tidak bisa.
      Ayat 12 = kalau harta orang lain kita ambil, maka kita tidak bisa menikmati berkat Tuhan.

      Kesetiaan yang kedua: kesetiaan dalam perkara kecil, dikaitkan dengan milik Tuhan.

      Ada 3 milik Tuhan yang tidak boleh diganggu-gugat:


      • perpuluhan dan persembahan khusus (paling kecil),
      • rumah Tuhan/rumah doa,
      • mempelai wanita Tuhan (paling besar).


      Kita setia dan benar mulai dari yang paling kecil dulu, baru yang paling besar.

      PERPULUHAN DAN PERSEMBAHAN KHUSUS
      Perpuluhan dan persembahan khusus adalah perkara kecil.
      'Sepersepuluh' = paling kecil.

      Jadi, kita harus setia dan benar/dapat dipercaya soal harta jasmani, supaya kita bisa dipercaya soal harta rohani/harta Sorga (kerajaan Sorga).
      Kita harus setia dan benar/bisa dipercaya soal harta orang lain, baru kita dipercaya harta sendiri.

      Penjelasan:
      Perpuluhan dan persembahan khusus adalah harta orang lain, sama dengan hartanya Tuhan. Jangan dicuri! Harus dikembalikan kepada Tuhan dengan setia dan benar.
      Kalau dicuri, maka tidak ada harta sendiri dan harta Sorga = kehilangan/tidak bisa menikmati harta sendiri dan harta Sorga.

      Di dalam berkat yang kita terima dari Tuhan, ada harta orang lain, yaitu milik sesama yang membutuhkan. Juga harus dikembalikan dengan setia dan benar.

      Kalau ini terjadi, maka kita bisa dipercaya/menikmati harta sendiri, ditambah dipercaya harta Sorga.

      Inilah pelajaran tentang perkara kecil.

      "Jangan terperosok oleh perkara kecil! Sudah saya terangkan. Kalau dulu, Yudas mencuri uang, maka dia sendiri yang mati. Dia tidak bisa dipercaya harta sendiri dan harta Sorga, karena dia pencuri. Kalau secara manusia, memang banyak yang didapat sebagai pencuri, tetapi tidak bisa dipercaya harta sendiri, hanya bisa membeli tanah kuburan dan pasti pedih hatinya."

      Kesaksian:
      "Dulu keluarga kami memang orang miskin. Kemudian kami menabung dan saat bisa membeli tanah, malah digosipkan oleh tetangga, 'iya beli tanah, tapi beli tanah kuburan'. Saya masih berusia 15 tahun waktu itu. Tapi dalam hati saya berpikir, 'Aduh, kok dihina sampai begitu ya?'"

      Begitulah Yudas, hasil curiannya hanya untuk membeli tanah kuburan, tidak ada gunanya. Tidak bisa menikmati harta sendiri, apalagi harta Sorga.
      Kalau dulu Yudas mencuri uangnya, sekarang yang berbahaya, jemaat dan tua-tua mencuri kepercayaan Tuhan tentang perpuluhan dan persembahan khusus kepada seorang gembala.
      Akibatnya: gembala tidak dipercaya perkara besar/makanan rohani, sehingga satu gereja mati semua; kalau dulu, hanya Yudas sendiri yang mati.
      'perkara besar/makanan rohani' = pembukaan firman.

      "Ada yang tidak percaya, 'masa satu gereja mati semua?' Bapak Pdt. Pong selalu mengatakan, 'Kalau gembala mengajarkan ajaran sesat kepada 1000 jemaat, maka 1000 jemaat yang mati'. Di Alkitab lebih ngeri, pada zaman Nuh, satu dunia mati, hanya 8 orang yang selamat dari air bah. Ini sungguh-sungguh. Zaman Lot, satu negara mati semua, hanya 3 orang yang selamat."

      Kita hamba Tuhan/pelayan Tuhan harus setia dalam perkara kecil/mamon/soal keuangan.
      Kalau kita tidak setia soal mamon, maka antikris yang sama dengan mamon, akan tampil untuk disembah. Kita tidak dipercaya harta sendiri, tidak dipercaya harta Sorga, tetapi hanya menyembah antikris.
      Ini dikaitkan dengan milik Tuhan yang kedua, yaitu rumah Tuhan.

      RUMAH TUHAN/RUMAH DOA
      Lukas 16: 13
      16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

      Rumah Tuhan/rumah doa = kita menyembah Tuhan. Kalau kita sudah mengembalikan milik Tuhan dan sesama yang membutuhkan, baru kita bisa menyembah Tuhan.

      Tetapi kalau kita mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) dan milik sesama yang membutuhkan, maka ini sama dengan terikat oleh mamon dan kita menyembah antikris. Sebab, antikris juga mau menjadi tuan untuk disembah.
      Akibat menyembah antikris yaitu akan dibinasakan selamanya.

      Kalau kita menyembah Tuhan, maka kita mengalami keubahan terus-menerus, sampai menjadi milik Tuhan yang ketiga, yaitu mempelai wanita Sorga.

      MEMPELAI WANITA TUHAN
      Yesus adalah Mempelai Pria = kepala.
      Mempelai wanita Tuhan = tubuh Kristus yang sempurna.
      Kepala dengan tubuh tidak bisa dipisahkan. Artinya, kesetiaan mempelai yang tidak bisa dipisahkan/diceraikan oleh apapun, tidak bisa diganggu gugat oleh apapun selama-lamanya. Kita bersama Tuhan selamanya.

      Ini kesetiaan dalam perkara kecil. Dimulai dari 'kesetiaan pada satu laki-laki' = kesetiaan kepada firman pengajaran yang benar, supaya jelas arah pelayanan kita dan apa yang harus kita kerjakan (tidak ngawur).

      "Dulu Om Pong pernah bercerita, ada 1 orang pengerja di Jalan Johor, disuruh pergi ke Lemah Putro. Belum diberi tahu disuruh apa, tetapi dia sudah lari. Akhirnya kembali lagi, lalu bertanya, 'Om, saya disuruh apa?'
      Baru-baru ini juga, 1 pengerja kami, waktu disuruh tidak memperhatikan, malah memperhatikan handphonenya. Akhirnya dia telepon saya, bertanya, 'Apa yang harus saya kerjakan?' Seperti itulah, jika tanpa pengajaran yang benar, kita tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Oleh sebab itu harus ada bimbingan firman pengajaran yang benar. Bukan berarti di sini yang paling benar. Firman pengajaran yang benar yaitu yang sesuai alkitab, dibukakan rahasianya/diwahyukan oleh Tuhan.
      "

      Dalam Matius 25, kesetiaan terhadap perkara kecil = kesetiaan terhadap talenta/jabatan pelayanan.

      "Banyak orang yang mengatakan 'baik', terutama para gembala. 'Oh, gembalanya baik hati, saya sakit dikunjungi'. Tetapi sekarang jarang yang setia. Banyak yang baik, tetapi jarang yang setia."

      Amsal 20: 6
      20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

      Sekalipun baik hati, tetapi kalau tidak setia, maka tidak ada artinya. Kalau tidak setia dalam jabatan pelayanan, tidak ada artinya.

      "Terutama kami para gembala, mohon didoakan. Juga untuk jabatan pelayanan yang lain, seperti musik, dan lain-lain. Mari, setia!
      Gembala juga banyak yang memuji jemaat. Apalagi kalau jemaatnya luar biasa baik terhadap gembalanya. Tetapi kalau tidak setia, tidak ada gunanya.
      "

      Yang berguna adalah setia dan baik. Kalau setia dan baik, maka kita mengalami kebahagiaan Sorga.
      Setia saja tetapi tidak baik = tidak berguna.
      Baik saja tetapi tidak setia = tidak berguna.

      Matius 25: 21
      25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      Mari kita semua berdoa, semoga kita semua menjadi hamba yang baik dan setia. Sebab kalau tidak setia dan baik, berarti malas dan jahat.

      "Sebenarnya itu hanya kamuflase, pura-pura. Kalau menurut alkitab, yaitu setia dan baik. Kalau malas, maka pasti jahat. Sebenarnya, kebaikannya hanya untuk menutup-nutupi kejahatannya. Tadi disebutkan, 'banyak orang menyebut dirinya baik hati', tetapi sebenarnya hanya untuk menutupi kejahatannya. Di balik itu semua, kalau diteropong oleh firman, banyak kejahatannya. Hanya saja kita tidak tahu. Makanya, doakan saya supaya setia, terutama gembala yaitu setia memberi makan domba-domba. Kalau diteropong manusia, kelihatan baik, tetapi kalau diteropong firman, tidak setia, sebenarnya malas dan jahat. Akibatnya, dicampakkan dalam kegelapan paling gelap."


    • Kesetiaan yang ketiga: kesetiaan dalam panggilan Tuhan.
      Waktu Yesus naik ke gunung dan berdoa, kemudian Yesus memanggil 12 murid menjadi 12 rasul = panggilan Tuhan, bukan manusia.

      "Kemarin saya sudah bersaksi, tidak akan saya memilih/menunjuk saudara-saudara untuk melayani."

      Kita harus yakin bahwa panggilan itu datangnya dari Tuhan, sehingga saat kita mengalami tantangan dan rintangan, maka yang bekerja adalah Tuhan sendiri, sebab Ia yang memanggil kita.

      2 Timotius 1: 9
      1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

      'Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus' = panggilan Tuhan adalah panggilan kudus/suci, artinya di dalam pelayanan, kita harus menjaga kesucian dan kekudusan. Syarat untuk melayani Tuhan adalah suci/kudus, bukan kepandaian atau kebodohan, kekayaan atau kemiskinan.

      'bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri' = kemarin kita sudah mendengar, Saulus menjadi rasul Paulus (manusia paling berdosa) tetapi bisa dipakai untuk melayani Tuhan, itu hanya karena kasih karunia Tuhan.
      Jadi, Tuhan memanggil kita karena kasih karunia, bukan karena perbuatan, kehebatan, kelemahan atau kekurangan kita.

      Mengapa Tuhan harus memanggil kita?
      Mungkin kita bertanya, 'kenapa saya sudah kuliah, sudah bekerja, itu sudah memakan waktu, tetapi mengapa masih harus dipanggil untuk melayani Tuhan?' Sebab panggilan Tuhan adalah tiket masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

      2 Petrus 1: 10-11
      1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
      1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

      Panggilan Tuhan adalah hak penuh untuk masuk Sorga.
      Kalau tidak setia, maka hak kita makin berkurang sampai kehilangan hak untuk masuk Sorga.

      Tuhan memanggil kita hanya karena kasih karunia dari Tuhan, sebab Dia sudah mengetahui keadaan kita.
      Roma 11: 29
      11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.

      Tuhan tidak pernah menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya, sebab Dia menghendaki kita semua mendapat hak untuk masuk Kerajaan Sorga. Tinggal kita mau atau tidak.

      "Sebab itu saya tidak pernah mau mempersulit dalam pelayanan. Kalau ada yang sudah lama tinggalkan pelayanan, cukup ambil formulir dan diisi, ditanda tangani dengan sungguh-sungguh. Sebab panggilan adalah kasih karunia dari Tuhan dan Tuhan tidak pernah menyesali panggilannya. Formulir gunanya supaya tertib. Kemarin sudah saya terangkan, kita ada ketertiban juga. Kalau pelayanan diurapi Roh Kudus, salah satu tandanya adalah tertib dan teratur, bukan asal-asalan."

      Sekarang kepada kita.
      Kita sebagai pelayan Tuhan, JANGAN PERNAH MENYESAL karena dipanggil oleh Tuhan untuk melayani, apalagi tinggalkan panggilan dan pilihan Tuhan.
      Yesus tidak pernah menyesal sekalipun tahu kelemahan kita. Kalau kita menyesal, kita sombong sekali. Jangan sampai terjadi!

      "Kalau saya, hampir menyesal. Saya sudah betul-betul menghina panggilan, 'Apa itu panggilan? Tidak ada panggilan-panggilan. Hanya membuat orang susah saja, sampai tidak bisa makan'. Begitu kata-kata saya waktu itu. Kalau saya lanjutkan, berarti saya menghina kasih karunia Tuhan. Tidak tahu saya di mana hari ini, habis sudah."

      Sidang jemaat juga, jangan pernah menyesali apalagi tinggalkan panggilan dan pilihan Tuhan, itu hanya kutukan dan kebinasaan, kita kehilangan hak untuk masuk kerajaan Sorga.
      Biarlah Tuhan menolong dan menguatkan kita semua.


  3. 1 Timotius 1: 12
    1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --

    Tanda pelayanan yang benar/berkenan kepada Tuhan yang ketiga: 'aku bersyukur' = ada ucapan syukur kepada Tuhan, bukan mengomel.

    Ucapan syukur = hasil kelimpahan di dalam hati. Jika ditingkatkan, akan memuncak pada penyembahan kepada Tuhan sang Raja dan Imam Besar.

    1 Timotius 1: 17
    1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

    Ayat 12, diawali dengan bersyukur.
    Ayat 17 diakhiri dengan menyembah Sang Raja.

    Filipi 2: 14-15
    2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    = pelajaran tentang bintang-bintang (Filipi 2: 12-16).
    Kalau melayani sambil bersungut-sungut/berbantah-bantah, maka kita menjadi bintang yang terus berbenturan, sehingga menjadi bintang yang gugur/tidak bercahaya, sama dengan hidup dalam kegelapan sampai masuk kegelapan yang paling gelap.
    Mari, kita sungguh-sungguh menjaga mulut kita!
    Biarlah kita selalu mengucap syukur dan menyembah Tuhan. Jangan bersungut-sungut/berbantah-bantah!

    Dari mana rasul Paulus bisa mengucap syukur dan menyembah Tuhan?
    "Kita melayani Tuhan, kalau dari segi waktu, hari Senin sepulang kerja harus masuk ibadah, ada yang belum mandi dan lain-lain. Tapi mengapa bisa mengucap syukur dan menyembah Tuhan? Dari mana?"

    1 Timotius 1: 13-14
    1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
    1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

    = ini dorongan untuk mengucap syukur. Dulu rasul Paulus seorang penganiaya, ganas, penghujat, tetapi boleh melayani Tuhan karena kurban Kristus/kasih karunia.

    Jawaban:
    Sebab Rasul Paulus selalu ingat bahwa dasar pelayanannya adalah pekerjaan pendamaian oleh darah Yesus/kurban Kristus. Bukan karena dia hebat/tidak hebat.

    "Jadi, setiap kali kita mau mengomel, ingat kurban Kristus. Kalau dibandingkan dengan kurban Kristus, pengorbanan kita tidak ada artinya, kita hanya berkorban waktu, berkorban tidak mandi dan lain-lain. Sedangkan Tuhan sudah berkorban segalanya, Sorga Dia tinggalkan. Seharusnya kita malu kalau mengomel."

    Jadi, kurban Kristus menjadi dasar dari pelayanan kita hari-hari ini, sama dengan kita berdiri teguh di atas kurban Kristus.
    Artinya: kebenaran, ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak'; benar katakan 'benar', tidak benar katakan 'tidak benar' = benar dan jujur. Ini tidak bisa dirobohkan.

    Sampai nanti dalam Wahyu 12: 1, mempelai wanita berdiri di atas bulan berwarna merah; bulan menunjuk pada kurban Kristus.
    Naga tidak bisa mengganggu gugat dan kita menjadi milik Tuhan selamanya.

    "Kalau mulai merasa berjasa atau capek, ingat kurban Kristus, maka kita pasti mengucap syukur. 'Terima kasih Tuhan, seandainya aku tidak melayani, jadi apa aku? Dulu berbuat ini-itu.' Maka tidak ada capek lagi, kita mengucap syukur pada Tuhan.
    Sekarang saya berkhotbah tiap hari, dari Senin-Minggu, satu hari 2x berkhotbah. Tidak ada libur. Banyak orang mengatakan, 'Waduh, kok sampai begitu?' Saya bilang, 'lebih ringan. Dulu saya waktu menjadi guru, satu hari mengajar selama 7x45 menit, tidak ada liburnya. Ditambah siangnya memberi les. Kalau sekarang, masih lebih ringan, pagi jam 9-12, sore jam 5-8. Lebih ringan.' Kalau dulu, mengajar mulai pagi jam 07.00 - 11.45. Setelah itu sore sampai malam memberi les. Saya merasa ringan karena kurban Kristus.
    "

    Mari berdiri di atas kurban Kristus! Ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak'; benar katakan 'benar', tidak benar katakan 'tidak benar', itulah yang selalu mengucap syukur.

    "Kalau iya tetapi...., tidak tetapi...., maka pasti berbantah-bantah dan ular yang datang. Itu rahasianya. Coba di dalam rumah tangga, kalau suami ditanya sesuatu, jawabannya 'iya, tetapi...', 'nanti kalau begini?', 'tidak, tetapi...' Maka ular datang. Tetapi kalau mengatakan 'ya' di atas ya, dan 'tidak' di atas tidak, sesuai firman, maka ular akan lari.
    Terutama soal pengajaran. Kalau tidak mau ada perbantahan, maka harus berkata 'ya' diatas ya, ;'tidak' di atas tidak. Benar katakan 'benar', tidak benar katakan 'tidak benar'. Kalau benar, harus kita dukung. Kalau tidak benar, harus menghindar. Tidak ada berbantah-bantah. Sebab kalau berbantah-bantah, makin hari makin redup karena mencari kebenaran sendiri. Saya tidak mau. Biar orang mengatakan ini itu, kita tetap tenang saja. Kalau berbantah, makin redup dan tanpa disadari akan berbenturan, tahu-tahu sudah sama-sama jatuh.
    "

    Mengapa harus ingat kurban Kristus?:
    Rasul Paulus selalu ingat pada kehidupannya yang dulu. Bukan berarti mau kembali seperti dulu.

    "Mungkin saudara bertanya, 'kok kesaksian Om ini tentang kehidupannya yang dulu, waktu dia lapar mau lari?' Ini sama seperti rasul Paulus yang selalu mengingat kehidupannya yang dulu. Bukan berarti saya mau kembali seperti dulu, tetapi sama seperti rasul Paulus."


    • Supaya kita tidak sombong.

      "Maksudnya, supaya kita ingat bahwa 'saya dulu juga begitu'. Makanya kalau ada murid-murid yang agak nakal, masih saya tolong, kalau bisa tidak usah pulang. Karena saya ingat, dulu saya mau lari. Karena saya tahu, kalau mereka pulang, maka pasti hancur. Kasihan, karena saya juga mengalami. Tetapi Om Pong tidak tahu kalau saya mau lari, karena saya belum pernah mengaku pada Om Pong."


    • Supaya ada dorongan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

      "Kalau orang seperti saya yang najis, kotor dan jahat, tetapi bisa menjadi hamba Tuhan, ini kesempatan untuk sungguh-sungguh. Misalnya, kalau kita tidak ada ijazah tetapi bisa diangkat menjadi direktur, maka itu suatu kesempatan untuk sungguh-sungguh bekerja. Karena seharusnya tidak bisa, tetapi bisa, maka harus dijaga sungguh-sungguh."


    • Supaya ada penghiburan bagi diri sendiri dan bagi orang lain, bahwa orang berdosapun atau ada kelemahan masih ada kesempatan dipakai oleh Tuhan selama masih ada kurban Kristus.


    • Hati bisa melimpah untuk mengucap syukur dan menyembah Tuhan sang Raja, dengan kata "haleluya".

      "Saya katakan kepada murid-murid saya, 'kalau saya disuruh mengulangi lagi pengalaman saya dengan Tuhan yang dulu, belum tentu saya kuat. Tetapi kalau bisa seperti ini, hanya karena kasih karunia/kurban Kristus.'"

      Biarlah hari-hari ini kita perbanyak berkata "haleluya" supaya tidak lupa. Sebab nanti di awan-awan hanya ada satu kata, yaitu "haleluya". Kalau kita banyak berkata yang lain, nanti saat di awan-awan yang keluar adalah perkataan lain.

      "Seperti saya, karena saya orang desa, jadi kalau ada sesuatu terjadi saya biasa mengatakan 'as....', bukan 'Yesus'. Tetapi sekarang saya belajar untuk menyebut 'Yesus..' apapun yang terjadi. Jadi, apa yang biasa kita katakan sekarang, itu nanti yang keluar waktu di awan-awan permai. Kalau sekarang tidak pernah berkata 'haleluya', tetapi berkata yang lain, nanti tidak bisa terangkat ke awan-awan."


    Zakharia 14: 17-18
    14:17 Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.
    14:18 Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

    Sekarang kita tinggal pilih, mau berkata apa. Kalau banyak berkata yang lain, akibatnya turun tulah, tetapi kalau banyak berkata "Haleluya", maka turun hujan berkat dari Sorga.
    Biarlah kita banyak menyembah sang Raja dengan 'Haleluya', supaya tulah disingkirkan, sehingga pintu Sorga terbuka dan kita mengalami hujan kemurahan Tuhan artinya:


    • Untuk memberkati kita secara ajaib.
      Seperti waktu bangsa Israel diberkati dengan hujan manna dari Sorga; tidak bekerja tetapi bisa diberkati. Tuhan memberkati kita secara ajaib untuk memelihara hidup kita secara ajaib. Yang sulit bagi manusia, tetapi tidak ada yang sulit bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.


    • hujan pertolongan = kemurahan dan anugerah Tuhan menolong kita dari segala masalah; yang mustahil menjadi tidak mustahil,
    • hujan penyucian dan pembaharuan dari Tuhan (mujizat terbesar), sampai kita sempurna seperti Dia.


    Tadi, hujan kemurahan Tuhan tercurah dari atas ke bawah. Tetapi nanti kalau sudah sempurna, maka dari bawah ke atas, kita akan terangkat ke awan-awan yang permai, masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, ini penyembahan yang besar.

    Jadi, pelayanan harus disertai dengan penyembahan, sebab nanti puncaknya kalau kita sudah sempurna, kita terangkat ke awan-awan permai, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba dan ada suara penyembahan yang besar.

    "Istilah Bapak Pendeta Totaijs almarhum, penyembahan di awan-awan permai ini adalah 'mezbah yang terbesar'."

    Wahyu 19: 6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    = penyembahan yang besar di awan-awan yang permai. Belum cukup sampai di situ, tetapi sampai penyembahan yang besar di Sorga selama-lamanya.

    Wahyu 19: 1
    19:1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,

    = penyembahan di Sorga selama-lamanya.

Biarlah malam ini kita melayani Tuhan, menyerahkan hidup kepada Tuhan dalam pelayanan yang benar, yaitu:

  1. 'Dia yang menguatkan kita' = TAAT = ada kekuatan dari Tuhan.
  2. KESETIAAN, maka Tuhan menolong kita.
    Kesetiaan yaitu setia dalam perkara kecil dan setia dalam panggilan Tuhan.


  3. Ada UCAPAN SYUKUR, penyembahan kepada Raja, supaya pintu Sorga terbuka.
    Maka hujan kemurahan akan dicurahkan kepada kita dengan tidak habis-habisnya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top