English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 16 Oktober 2009 (Jumat Pagi)
Tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.

Mengapa harus...

Ibadah Jumat Agung Malang, 10 April 2009 (Jumat Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Terjadi kegoncangan, badai maut melanda...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Palangkaraya, 23 September 2011 (Jumat Pagi)
TEMA:

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 26 Maret 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12 dalam susunan Tabernakel terkena...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 06 September 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 27:3
27:3 Juga harus engkau membuat...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13]...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Raya Malang, 16 Juli 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Pematang Siantar
Mazmur 31: 16a
31:16a. Masa hidupku ada dalam tangan-Mu

= pengakuan raja Daud yang hebat dan...

Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 17 Desember 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 tentang salam kepada ketujuh jemaat.

Wahyu 1:4-5
1:4 Dari...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 22 November 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Kita berada dalam kitab Wahyu 3.

Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Tuhan jujur dalam mengakui kelebihan dan lain-lain dari sidang jemaat akhir jaman, tetapi sekalipun ada kelebihan, kalau ada satu saja cacat cela, smeuanya percuma, tidak bisa sempurna dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Sebab itu, Tuhan terus menyucikan sampa kita sempurna dan layak menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) yang mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada jemaat yang kelima, yaitu jemaat di SARDIS.

Kita sudah mempelajari, ada 3 golongan sidang jemaat di Sardis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Februari 2015):

  1. Ayat 1= 'engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati'= golongan yang dikatakan hidup padahal mati.
  2. Ayat 2= 'yang sudah hampir mati'= golongan yang sudah hampir mati.
  3. Ayat 4= 'berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu'= golongan yang layak untuk berjalan bersama Yesus dengan pakaian putih.

Malam ini, kita lanjut pada ayat 5-6.
Wahyu 3: 5-6
3:5. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
3:6. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat di Sardis yang mau mengalami penyucian terakhir:

  1. 'dikenakan pakaian putih'= Tuhan mengenakan pakaian putih,
  2. 'Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan'= nama tertulis dalam kitab kehidupan.

AD. 1. TUHAN MENGENAKAN PAKAIAN PUTIH
Pakaian putih adalah pakaian kepercayaan dari Tuhan= pakaian pelayanan.

"Saat ini, kita dalam rangka penataran imam dan calon imam mulai Minggu yang lalu, masih ditambah lagi pada hari ini."

1 Timotius 1: 12, 15
1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--
1:15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka
akulah yang paling berdosa.

= Tuhan memberikan pakaian putih (pakaian pelayanan) kepada rasul Paulus; sementara itu, di ayat 15, rasul Paulus mengaku sebagai orang paling berdosa.
Sebenarnya, rasul Paulus bernama Saulus. Pada ayat 13, rasul Paulus sebelumnya memang jahat, penghujat, penganiaya, seorang ganas dan sebagainya.
Dari sini, kita belajar, tidak ada alasan untuk tidak melayani, tinggal mau atau tidak.

Jadi, rasul Paulus yang tadinya bernama Saulus, seorang yang paling berdosa, bisa menerima pakaian kepercayaan/pakaian putih/pakaian pelayanan dari Tuhan. Kalau manusia paling berdosa (paling telanjang) bisa dipakai, berarti kita semuanya bisa dipakai dan dipercaya oleh Tuhan.

Mengapa bisa terjadi demikian--orang yang paling berdosa (jahat, najis) bisa menerima pakaian putih/pakaian pelayanan?
1 Timotius 1: 1-2
1:1. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,
1:2. kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman:
kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Di sini, rasul Paulus menulis surat kepada Timotius dan didahului dengan salam. Di dalam salam, itu ada doa selamat, bukan sembarangan.
Inilah kuncinya, orang yang paling jahat masih diberikan pakaian putih, karena Saulus mengalami pengangkatan dari Tuhan menjadi rasul Paulus, sehingga bisa menerima pakaian putih/pakaian pelayanan lewat KASIH KARUNIA, RAHMAT dan DAMAI SEJAHTERA dari Tuhan.

Setelah menerima kasih karunia, rahmat dan damai--setelah menerima pakaian putih, rasul Paulus berdoa juga untuk Timotius yang masih muda, supaya Timotius juga menerima kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera, sehingga ia menerima pakaian putih atau diangkat menjadi imam dan raja.
Jadi, yang mengangkat menjadi pelayan Tuhan itu bukanlah manusia. Manusia hanya bisa berdoa, sebab hanya Tuhan yang bisa mengangkat. Lewat pemberitaan Firman, lewat penataran calon imam-imam dan dengan berdoa, Tuhan sedang mempercayakan pakaian putih.
Hamba Tuhan tidak bisa memaksa orang untuk melayani. Kalau manusia yang mengangkat, bahaya. Kalau malam ini, kita menerima kasih karunia, rahmat Tuhan dan damai sejahtera, maka kita semua akan diberi pakaian putih (diangkat menjadi imam dan raja).

Imam dan raja adalah

  • seorang yang suci,
  • seorang yang memangku jabatan pelayanan dari Tuhan,
  • seorang yang beribadah melayani Tuhan.

Mengapa harus menjadi imam dan raja (menerima pakaian putih)?
Wahyu 20: 6
20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Jawabannya adalah karena penghuni kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) adalah imam dan raja (orang yang memakai pakaian putih), yang lainnya tidak boleh. Dulu manusia berada di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa, manusia dibuang ke dunia. Sekarang kita akan dikembalikan ke Firdaus yang akan datang.
Ini diperjelas lagi dalam Wahyu 22: 3, 5.

Wahyu 22: 3, 5
22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

'hamba-hamba-Nya' = imam-imam.
Penghuni takhta kerajaan Sorga (Yerusalem baru) juga imam dan raja yang memiliki pakaian putih.
Biarlah Tuhan yang tolong kita semua. Dalam Efesus 4: 11, terdapat 5 jabatan (diurutkan dengan jari-jari tangan):

  1. Ibu jari; menunjuk rasul,
  2. Jari telunjuk (penunjuk); menunjuk nabi,
  3. Jari tengah yang paling menonjol; menunjuk penginjil,
  4. Jari manis; menunjuk gembala ('gembala manis'),
  5. Jari kelingking yang paling kecil (jari ini bisa sampai di telinga); menunjuk guru (pengajaran).

Ini semua bisa dijabarkan, yang kelihatan seperti pemain musik, yang tidak kelihatan seperti tim doa, pembersih gereja dan sebagainya. Banyak jubah pelayanan, tetapi nilainya sama semua. Tidak ada pekerjaan Sorga yang hina atau hebat, tetapi sama mulia semuanya.

Ingat! Penghuni kerajaan 1000 Tahun Damai dan kerajaan Sorga adalah imam dan raja yang memakai pakaian putih.

Kita pelajari satu persatu.
KASIH KARUNIA
Yohanes 3: 16
3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

'mengaruniakan'= kasih karunia; artinya pemberian Tuhan kepada manusia yang sebenarnya tidak layak menerima.
Wujud pemberian Tuhan adalah Tuhan memberikan anak-Nya yang tunggal kepada dunia untuk mati di kayu salib (kurban Kristus di kayu salib).

Kita sebagai manusia berdosa, sebenarnya tidak layak untuk menerima pemberian yang besar dari Tuhan.
Sikap kita: harus menerima kasih karunia Allah= 'setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, tetapi mendapatkan hidup kekal, diselamatkan'= percaya kepada Yesus sehingga kita diselamatkan.

Praktik menerima kasih karunia Tuhan:

  1. Mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan kepada sesama (horizontal) dengan sejujur-jujurnya: 'hati percaya, mulut mengaku'. Vertikal dan horizontal, ini membentuk kayu salib.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita
    mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Kalau kita mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya, maka darah Yesus dari kayu salib aktif untuk 2 hal:


    • Mengampuni segala dosa kita= menutupi segala dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi (kita seperti tidak pernah berbuat dosa).
      Kita memang berbuat dosa, tetapi semua kutukan dosa dan hukuman dosa sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib. Sekarang, kita tinggal percaya kepada Yesus. Bukti kita percaya kepada Yesus adalah dengan mengaku dosa.
      Belum cukup, karena sudah minta ampun (mengaku dosa), masih bisa berbuat lagi.


    • Menyucikan segala dosa kita= mencabut akar-akar dosa, supaya kita tidak berbuat dosa lagi.


    Inilah kasih karunia Tuhan kepada manusia yang tidak layak. Kita tidak layak, karena sebenarnya kita yang harus disalib dan binasa. Luar biasanya kasih karunia Tuhan atau darah Yesus adalah bisa menjangkau orang yang paling berdosa, sehingga bisa diampuni dan dibebaskan dari dosa.

    1 Timotius 1: 13-15
    1:13. aku yang tadinya seorang penghujat da n seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
    1:14. Malah
    kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
    1:15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka
    akulah yang paling berdosa.

    Rasul Paulus mengaku paling berdosa dari antara manusia, tetapi sudah diampuni, dilepaskan dari dosa sampai tidak berbuat dosa lagi. Sekarang kita juga bisa, tinggal mau atau tidak mau!

    Hanya ada satu yang tidak bisa dijangkau oleh darah Yesus, yaitu orang yang keras hati, artinya: tidak percaya Yesus dan tidak mau mengaku dosa, tetapi tetap mempertahankan dosa.
    Jadi, kalau tidak mau mengaku dosa, sama artinya dengan tidak percaya Tuhan, sebab dikatakan: 'kalau hati percaya, mulut pasti mengaku'.


  2. Mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
    Matius 6: 14-15
    6:14. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
    6:15. Tetapi jikalau kamu
    tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

    Kalau kita tidak mau mengampuni dosa orang lain, bahkan ada yang berani mengatakan (mungkin isteri kepada suami), 'sampai matipun, aku tidak mau mengampuni, hatiku terlalu sakit', ini gawat, karena Tuhan juga tidak mengampuni dosa kita.
    Ingat! Pengampunan dari Tuhan bisa batal karena 2 hal:


    • kalau dosa kita sudah diampuni, tetapi berbuat lagi,
    • kalau kita tidak mau mengampuni dosa orang lain.


    Ingat! Dalam Alkitab ada kisah tentang orang yang berhutang banyak kepada raja, ia minta ampun kepada raja dan ia diampuni oleh raja. Tetapi, saat ia keluar dari kerajaan, ia bertemu dengan temannya yang berhutang sedikit, tetapi ia menyuruh temannya untuk membayar hutangnya sampai mencekik temannya. Akhirnya raja membatalkan pengampunannya dan ia dimasukkan dalam penjara.

Kalau dosa dipertahankan, tetapi kita melayani Tuhan dan berdoa, itu merupakan kejijikan dan kefasikan bagi Tuhan, sebab itu dosa-dosa harus diselesaikan.

Amsal 21: 27

21:27. Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.

'orang fasik'= orang yang tidak mau mengaku dosa dan tidak mau mengampuni dosa orang lain (tetap mempertahankan dosa).
Akibatnya: korban, ibadah pelayanan dan doanya adalah kekejian bagi Tuhan (tidak berkenan bagi Tuhan dan tidak layak untuk melayani Tuhan).
Jemaat tidak merasa apa-apa dalam pelayanan dan suasana menjadi kering. Ini tanggung jawab kita sebagai gembala atau imam-imam. Kita harus menerima kasih karunia terlebih dahulu (mengaku dosa sendiri supaya diampuni dan mengampuni dosa orang lain).
SELESAIKAN DOSA dulu, baru melayani!

"Saya selalu menerangkan, dosa itu beban. Coba khotbah sambil menggendong gula 1 kuintal, akhirnya jemaat tidak ada yang mengerti Firman Tuhan. Seringkali kita merasa hebat dalam bermain musik dan sebagainya, tetapi ada dosa yang dipertahankan. Inilah tidak berkenan kepada Tuhan dan kekejian bagi Tuhan."

Kalau sudah menerima kasih karunia Tuhan, maka korban, ibadah pelayanan, doa dan seluruh hidup kita bisa berkenan pada Tuhan.

RAHMAT
1 Timotius 1: 16
1:16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

(terjemahan lama)
1:16. Tetapi inilah sebabnya aku sudah beroleh
rahmat, yaitu supaya di dalam hal aku yang terlebih besar dosanya itu, Yesus Kristus menunjukkan sehabis-habis sabar-Nya, dan aku menjadi suatu teladan bagi segala orang yang percaya akan Dia kelak, menuju hidup yang kekal.

'aku yang terlebih besar dosanya' = paling besar dosanya. Setelah menerima kasih karunia, selanjutnya menerima rahmat.
Rahmat adalah kerelaan Tuhan Yesus untuk menjadi manusia, supaya bisa berbelas kasihan untuk menolong manusia berdosa yang sengsara dan binasa.
Dosa itu bukan pesta.

"Istilah saya sejak dahulu, (maaf, kalau ada yang tersandung), kurang ajarnya setan (penipu besar) mengatakan pesta sex, pesta narkoba. Bukan pesta, tetapi sebenarnya sengsara dan binasa selama-lamanya. Tidak ada namanya berbuat dosa itu enak. Contohnya: katanya korupsi enak, lalu KPK datang, semua keluarga sudah tidak enak. Suami bilang 'selingkuh enak', sebentar lagi isteri dan anaknya menangis. Dosa itu tidak enak."

Itulah sebabnya, Yesus rela menjadi manusia untuk menolong manusia, sebab Ia tahu persis keadaan manusia. Manusia berdosa hanya bisa ditolong oleh manusia yang tidak berdosa dan satu-satunya manusia yang tidak berdosa adalah Yesus, tidak ada yang lain. Ini yang harus menjadi keyakinan kita. Jika Yesus tidak menjadi manusia, maka hidup kita tidak ada artinya, sebab tidak ada yang bisa menolong kita.

Yesus yang sempurna di Sorga rela lahir menjadi sama dengan manusia (Natal), supaya manusia berdosa bisa dilahirkan baru untuk menjadi sempurna seperti Dia. Inilah rahmat Tuhan.
Kita tidak menggunakan istilah 'menjelma', karena Alkitab menggunakan istilah 'lahir'.

1 Petrus 1: 3-4
1:3. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (1),
1:4. untuk
menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa(2), yang tidak dapat cemar(3) dan yang tidak dapat layu(4), yang tersimpan di sorga bagi kamu(5).

Jadi, menerima rahmat Tuhan= mengalami KELAHIRAN BARU dari manusia daging menjadi manusia rohani yang sempurna, sama seperti Yesus.
Kita harus dilahirkan sebanyak dua kali. Kita sudah dilahirkan oleh ibu kita, tetapi tidak cukup, sebab itu harus dilahirkan lagi oleh Tuhan (menerima rahmat Tuhan), lewat air (baptisan air yang benar) dan firman.
Jika manusia hanya lahir satu kali dari seorang ibu, maka ia akan mengalami 2 kali kematian, yaitu kematian di dunia dan kematian kedua di dalam neraka.

Hati-hati! Banyak baptisan air yang tidak benar, tetapi kita harus masuk dalam baptisan air yang benar; orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga keluar/bangkit dari air bersama Yesus untuk menerima hidup baru, yaitu hidup Surgawi ('tersimpan di surga').
Baptisan air ini harus jelas, bukan sekedar peraturan atau ceremonial gereja, sebab ini menentukan apakah kita menerima rahmat Tuhan atau tidak.

Sesudah menyelam dalam baptisan air (Efesus 5: 'memandikan dengan air dan Firman'), kita dilahirkan baru oleh Firman pengajaran yang benar (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua); kita harus menyelam dalam Firman pengajaran yang benar untuk terus dimandikan dan dibaharui sampai sempurna seperti Yesus.

Tanda manusia baru yang menerima rahmat Tuhan (1 Petrus 1: 3-4):

  1. 'hidup yang penuh pengharapan'= hidup penuh pengharapan kepada Tuhan. Tidak berharap pada gaji, orang dan sebagainya. Semua yang kita miliki (toko, gaji dan sebagainya) hanyalah sarana saja, tetapi yang memberikan hidup adalah Tuhan.

    Buktinya: saat mengalami pencobaan dan masalah yang mustahil, kita hanya seperti bayi yang menangis kepada Tuhan, tidak berharap siapa-siapa dan Tuhan yang akan menyelesaikan tepat pada waktu-Nya.
    Saat kapal kita (kapal ekjonomi, kapal nikah) digoncang gelombang dan kita lari sana sini, justru tambah cepat tenggelam. Yesus memberi contoh, saat kapal yang ditumpanginya goyang, Dia malah tidur.
    Saat-saat kita menghadapi pencobaan, angin ribut, gelombang, apa yang kita perbuat? Kalau penuh pengharapan kepada Tuhan (manusia baru), kita justru banyak berdoa dan menangis pada Tuhan.

    Contoh: Saat Daniel mendengar tentang gua singa, ia bukan lari kemana-mana, tetapi lari ke kamarnya dan berdoa kepada Tuhan.


  2. 'menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa'= 'menerima warisan yang tidak dapat binasa' (terjemahan lama).
    Warisan yang tidak binasa adalah Firman Allah, Roh Kudus dan kasih Allah yang membawa kita pada warisan hidup kekal untuk selama-lamanya.

    'manusia hanya seperti rumput yang layu, tetapi Firman Allah kekal untuk selamanya (tidak binasa)'= malam ini, kalau kita menerima Firman Allah, itu bagaikan menerima warisan. Kesalahan orang Kristen, kalau menyanyi lama-lama tidak apa-apa, tetapi kalau Firman mau yang cepat-cepat.

    "Kita jangan mau ditipu oleh hamba Tuhan. Saat menerima Firman (sedang menerima warisan), jangan mau disunat oleh hamba Tuhan. Catatan tentang Firman semakin banyak, itu berarti warisannya semakin banyak. Satu waktu janji Tuhan akan digenapi."

    Kalau kita hanya diisi dengan segala sesuatu dari dunia (ilmu di dunia, kekayaan), itu tidak kekal, sama seperti rumput dan hanya binasa.


  3. 'tidak dapat cemar'= hidup benar dan suci. Kalau hidup benar dan suci (manusia baru), maka kita tidak mudah cemar sampai tidak bisa dicemarkan, tidak terpengaruh oleh kecemaran dunia.
    Seperti bunga lili (bunga bakung) yang putih dan hidup di rawa-rawa yang airnya kotor, tetapi begitu matahari terbit, bunganya keluar dan tetap putih, tidak tercemar oleh lingkungan.


  4. 'tidak dapat layu'=


    • tidak gampang kecewa, putus asa dalam menghadapi sesuatu, tetapi selalu mengucap syukur dan tetap percaya-berharap kepada Tuhan. Sebaliknya, kalau gampang kecewa, putus asa, itulah manusia lama (daging).


    • termasuk tidak bangga pada sesuatu, tetapi mengakui bahwa semua hanya karena kasih karunia dan rahmat Tuhan.


  5. 'yang tersimpan di sorga bagi kamu'=


    • hidup dalam suasana Sorga, sekalipun kita masih hidup di dunia yang penuh kutukan.
      Semakin kita dibaharui--lewat baptisan air dan Firman--, sekalipun dunia semakin terkutuk, sengsara, dalam kesulitan, kita akan semakin merasakan suasana Sorga.
      Kalau manusia daging yang mengikuti dunia ini, semakin hari akan semakin susah, karena antikris semakin menguasai dunia ini.
      Contoh: antikris berkuasa 50%, kita tinggal 50% (kita tambah susah), antikris 70%, kita tinggal 30% (tambah susah lagi), sampai antikris berkuasa 100% di dunia ini dan kita habis. Kalau menjadi manusia rohani, saat antikris berkuasa, kita bersuasana Sorga dan bertambah dekat kepada Tuhan.


    • hidup dalam kebenaran dan layak menjadi senjata kebenaran (hamba kebenaran); setelah itu, baru kita bisa melayani Tuhan.
      Ini ada jalannya semua. Kalau dalam keadaan telanjang (dalam dosa), melayani Tuhan, semuanya akan lari.

      Sebab itu harus menerima kasih karunia terlebih dahulu (hapus dosa-dosa), setelah itu menerima rahmat Tuhan (lahir baru). Yang kita layani adalah pekerjaan Sorga, bukan dunia (kalau cuma pintar saja tidak akan cukup). Sebab itu kita harus dilahirkan baru dulu dan menerima hidup surgawi, setelah itu baru bisa melayani kerajaan surga.

      Hamba kebenaran adalah


      1. imam-imam dan raja-raja (hamba Tuhan, pelayan Tuhan) yang beribadah melayani Tuhan dengan setia-benar dan setia-berkobar kobar.


      2. Hamba kebenaran juga menjadi teladan, tidak menjadi sandungan dan tidak memilukan hati Tuhan.
        Dulu, rasul Paulus memang menjadi sandungan (memenjarakan dan membunuh orang yang ada di jalan Tuhan), tetapi sekarang, ia menjadi teladan.

        Kita juga harus menjadi teladan dan terang di manapun kita berada, tidak hany menjadi pelita yang menyala di dalam rumah Tuhan.

        1 Timotius 1: 16
        1:16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

        (terjemahan lama)
        1:16. Tetapi inilah sebabnya aku sudah beroleh rahmat, yaitu supaya di dalam hal aku yang terlebih besar dosanya itu, Yesus Kristus menunjukkan sehabis-habis sabar-Nya, dan aku
        menjadi suatu teladan bagi segala orang yang percaya akan Dia kelak, menuju hidup yang kekal.


      Kalau sudah menjadi hamba kebenaran (melayani dengan setia benar), berarti KITA SUDAH MENERIMA PAKAIAN PUTIH (pakaian pelayanan).
      Selanjutnya, kita menjadi teladan bagi yang gelap = menjadi pelita yang menyala untuk menyinari yang gelap, supaya mereka juga percaya Yesus dan diselamatkan, bahkan menjadi hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan.
      Seperti rasul Paulus menjadi teladan bagi yang muda (menyinari) dan mendoakan, supaya Timotius mendapatkan kasih karunia dan rahmat, sehingga bisa dipakai juga oleh Tuhan seperti rasul Paulus.

      Mungkin dalam rumah tangga, di sekolah masih ada yang gelap, apapun jabatan pelayanan kita, yang penting sungguh-sungguh dan kita menyinarkan terang, supaya orang lain bisa percaya Yesus, diselamatkan dan bisa dipakai oleh Tuhan (menerima pakaian putih).

      "Seringkali, saya dengan nada santai mengatakan, 'zangkoor menyanyi jam berapa?' Kira-kira menyanyi jam 18.30, coba saja zangkoor dipanggil menyanyi jam 21.00, siapa yang mau mendengarkan? Begitu juga tim doa, ambil waktu satu jam satu hari, contohnya jam 6-7, tekuni itu, sama seperti menyanyi zangkoor. Jangan santai-santai, tetapi harus sungguh-sungguh. Justru pelayanan-pelayanan yang tidak kelihatan ini yang sungguh-sungguh diperhatikan oleh Tuhan (sebab orang lain tidak ada yang tahu)."

      Semakin bersinar (setia dan berkobar), kita akan semakin dipercaya oleh Tuhan.

DAMAI SEJAHTERA

Artinya:

  1. Yohanes 16: 33
    16:33. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

    Arti damai sejahtera yang pertama: kemampuan atau kekuatan dari Tuhan supaya kita kuat teguh hati, sehingga bisa bertahan melayani Tuhan sekalipun menghadapi tekanan/goncangan angin ribut.

    Apapun yang kita hadapi, kita harus menjaga damai sejahtera. Kita tidak akan pensiun dalam ibadah pelayanan, tetapi kita bisa melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kembali kedua kali).
    Kita berjuang untuk menerima kasih karunia Tuhan (dosa-dosa sudah selesai), rahmat (lahir baru dan mendapatkan pakaian putih, sehingga menjadi hamba kebenaran dan dipercaya oleh Tuhan) dan damai sejahtera.

    Seringkali, setelah dipercaya oleh Tuhan, lalu tidak bisa dipercaya lagi (berhenti), sebab itu minta damai sejahtera supaya bisa tetap melayani Tuhan sampai garis akhir.

    Kadang-kadang kita pilih-pilih sendiri untuk jabatan pelayanan; yang benar harus berdoa kepada Tuhan.

    "Dulu, saya juga memilih jabatan pelayanan sendiri. Mau menjadi hamba Tuhan sepenuh, saya takut. Setelah menyerah kepada Tuhan dan menjadi hamba Tuhan sepenuh, saya tidak mau menjadi gembala. Saya mau jadi guru dan penginjil, saya mau belajar Tabernakel dan mengajar di sekolah Alkitab di manapun. Karena saya pernah tinggal di gereja dan gembalanya dimarahi oleh jemaat. Sejak itu, saya tidak mau jadi gembala. Tetapi Tuhan ijinkan, ya sudah. Tidak bisa pilih-pilih sendiri. Biarlah Tuhan yang menolong kita semua dan memberikan jabatan pelayanan kepada kita."


  2. Arti damai sejahtera yang kedua: mempersatukan apa yang sudah tercerai/terpisah; menyatukan kita dengan sesama, dimulai:


    • dalam nikah rumah tangga menjadi satu. Yang sudah tercerai, mungkin masih dalam satu rumah (satu tempat tidur), tetapi hatinya sudah jauh, mari kembali berdamai. Mari mnerima kasih karunia (saling mengaku dan mengampuni), mengalami kelahiran baru dan menjadi hamba yang benar (melayani di rumah dengan setia dan benar), menjadi teladan, bukan memerintah dan menekan. Setelah itu, baru terjadi damai sejahtera.


    • lebih besar lagi, dalam penggembalaan menjadi satu,
    • membesar lagi, antar gereja menjadi satu,
    • sampai satu tubuh yang sempurna.
    • Termasuk juga, menyatukan kita dengan Tuhan = tubuh dengan kepala menjadi satu untuk selama-lamanya.

Ingat akan keluarga kita, sinari semuanya, bukan hanya selamat, tetapi menjadi imam dan raja penghuni surga.
Mari, semuanya berjuang untuk melayani Tuhan, sebab tidak ada yang lebih indah, selain melayani Dia. Menjadi hamba kebenaran, itu sudah membuat indah hidup kita. Menerima pakaian putih, itu merupakan pakaian yang indah dan hidup kita menjadi indah.

Kalau sudah ada damai sejahtera, hasilnya:

  1. Roma 16: 20
    16:20. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    Hasil pertama: kita menang atas musuh/setan;


    • setan sebagai sumber masalah, kalau menang berarti semua masalah, sampai masalah yang mustahil diselesaikan,
    • setan sebagai sumber air mata, kalau menang berarti air mata dihapus dan kita bahagia,
    • setan sebagai sumber kegagalan, kalau menang berarti semua menjadi indah dan berhasil.


    Bersama Tuhan, kita menang dan tidak akan pernah kalah.


  2. 1 Tesalonika 5: 23-24
    5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    5:24.
    Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

    Hati yang damai bagaikan landasan yang kuat.

    Hasil kedua: Tuhan sanggup memelihara secara jasmani dan menyucikan tubuh, jiwa, roh kita sampai sempurna seperti Dia.

    Kalau Tuhan sudah memanggil kita--memberikan pakaian putih, memberikan kepercayaan untuk melayani--, Dialah yang akan bertanggung jawab dan tidak usah ragu-ragu.

    "Dulu saya bodoh dan takut saat dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan sepenuhnya. Saya lari dari panggilan Tuhan selama 10 tahun. Yang tidak dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan sepenuh, jangan berani-berani menjadi hamba Tuhan sepenuhnya. Yang dipanggil menjadi hamba Tuhan sepenuhnya, jangan malah takut dan bodoh seperti saya dulu. Pdt. F.G van Gessel menuliskan, 'kalau hamba Tuhan sudah melayani 30 tahun akan memetik buah-buah manis'. Sekarang saya baru 20 tahun, masih 10 tahun lagi. Ini salah saya sendiri. Sekarang kita harus berjuang terus."

    'Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya' = apapun kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita (menjadi hamba Tuhan sepenuh atau tidak, melayani yang kelihatan atau yang tidak kelihatan), tetapi Ia setia dan menepati janji-Nya, Dia tidak pernah menipu dan tidak ada kecurangan pada-Nya.


  3. Yohanes 12: 26
    12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    'Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa' = kehidupan yang melayani Tuhan akan dipermuliakan atau ditinggikan oleh Tuhan.

    Damai sejahtera menyatukan sesama menjadi satu tubuh dan menyatukan tubuh dengan kepala.

    Hasil ketiga: menyatukan tubuh dengan kepala ('di mana Yesus berada, di situ kita berada'), mulai dari sekarang Tuhan menyertai kita semuanya. Jangan takut!

    Kalau disertai uang dan sebagainya, semuanya bisa habis. Tetapi kalau Tuhan beserta kita, tidak akan pernah habis, semuanya ada, semua bisa Dia lakukan. Sampai nanti saat kedatangan-Nya yang kedua kali, 'di mana Yesus berada, di situ kita berada':


    • saat Dia berada di awan-awan, maka di situlah kita berada, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba,
    • Dia berada dalam kerajaan 1000 Tahun Damai, di situ juga kita berada,
    • Yang terakhir, Dia berada selama-lamanya di takhta Yerusalem baru dan kita duduk bersanding dengan Dia selama-lamanya.

Siapa tahu malam ini ada panggilan dan pilihan Tuhan kepada kita, pakaian putih akan diberikan kepada kita. Siapa saja, apapun keadaan kita, orang berdosa, pandai, gagal, semua mendapatkan kesempatan yang sama.
Tuhan tolong kita semuanya. Serahkan hidup pada Tuhan. Kalau ada sesuatu yang tidak baik atau hancur, perbaiki dulu, selesaikan dulu dosa-dosa (terima kasih karunia), terima rahmat; mengalami kelahiran baru, hidup benar, menjadi hamba kebenaran dan menjadi teladan (jangan memilukan dan jangan memalukan), serta hadapi semua dengan damai sejahtera; ketenangan, penyerahan sepenuh kepada Tuhan dan Tuhan yang akan bertindak.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top