English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Januari 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:8-11
10:8 Dan suara yang telah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Juni 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Raya Malang, 30 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 adalah tentang sangkakala yang keenam atau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 22 Februari 2019 (Jumat Malam)
Keluaran 3: 17-20
3:17. Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju...

Ibadah Raya Malang, 10 Februari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:12
8:12 Lalu malaikat yang keempat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 November 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sebelumnya adalah peringatan kepada Yudas. Ini adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Juli 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 14 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Agustus 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 14 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Manokwari III, 21 Maret 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10:45
10:45 Karena Anak Manusia juga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 April 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juni 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2015 (Senin Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Kita berada dalam kitab Wahyu 3.

Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang siap untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) yang mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada jemaat yang kelima, yaitu jemaat di SARDIS.
Wahyu 3: 1-4
3: 1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
3:2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
3:4. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang
tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.

Dari pembacaan ayat 1-4 dapat disimpulkan, ada 3 golongan sidang jemaat di Sardis:

  1. Ayat 1= 'engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati'= golongan yang dikatakan hidup padahal mati.
  2. Ayat 2= 'yang sudah hampir mati'= golongan yang sudah hampir mati.
  3. Ayat 4= 'berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu'= golongan yang layak untuk berjalan bersama Yesus dengan pakaian putih.

Kita bandingkan dengan Matius 8: 18-27 (hal mengikut Yesus).
Ada 3 golongan pengikut Yesus:

  1. Matius 8: 18-20
    8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
    8:19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "
    Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
    8:20. Yesus berkata kepadanya: "
    Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    Golongan pertama: golongan ahli taurat. Ini disamakan dengan golongan yang dikatakan hidup padahal MATI (Wahyu 3: 1).

    'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'= ahli taurat mau ikut Yesus ke mana saja Yesus pergi, sama dengan aktif dalam ibadah pelayanan (kelihatan hidup), padahal mati.

    Mengapa demikian (ahli taurat aktif dalam ibadah pelayanan tetapi mati)?
    Pada ayat 20, Yesus mengeluh karena ibadah pelayanan ahli taurat (beberapa jemaat Sardis) tidak menempatkan Yesus sebagai kepala ('Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya').

    Pribadi Yesus adalah Firman pengajaran yang benar. Dalam Yohanes 1: 1, 14 'pada mulanya adalah Firman atau logos' = Firman yang menjadi manusia.
    Tidak menempatkan Yesus sebagai kepala= TIDAK MENGUTAMAKAN Firman pengajaran yang benar.

    Akibatnya: mati; sama seperti tubuh tanpa kepala adalah mati. Kelihatan hidup (aktif), padahal mati. Ini yang harus kita waspadai dalam ibadah kita. Sekalipun terlihat luar biasa, tetapi kalau tidak mengutamakan firman, berarti mati. Sebab itu kita berdoa supaya kita selalu mengutamakan Firman pengajaran benar dalam ibadah pelayanan dan persekutuan, supaya kita tidak mati.

    Kalau tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, maka akan dikuasai 2 kepala yang lain, yaitu:


    • Serigala= menunjuk pada roh-roh jahat atau keinginan jahat.
      1 Timotius 6: 10
      6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      Keinginan jahat/akar segala kejahatan adalah keinginan/cinta akan uang, sehingga uang yang berakar di dalam hati (menjadi kepala di hati dan Yesus tidak berakar di dalam hati; tidak ada kasih Allah, Firman dan Roh Kudus).

      Praktik kalau uang berakar di dalam hati:


      • mencari uang dengan cara tidak halal,
      • beribadah melayani Tuhan, tetapi hanya untuk mencari uang (perkara jasmani),
      • meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang,
      • kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
        Serakah= merampas milik orang lain, terutama milik Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Ini yang menjadi keluhan Tuhan.

        Dulu, jaman gereja hujan awal, Yudas Iskariot merampas milik Tuhan dalam bentuk uangnya, sehingga ia sendiri yang binasa.
        Sekarang pada akhir zaman, kita harus hati-hati!
        Sekarang ini, sidang jemaat merampas kepercayaan Tuhan kepada seorang gembala untuk menerima perpuluhan dan persembahan khusus.
        Akibatnya: tidak ada makanan rohani di dalam sidang jemaat. Kalau gembala tidak dipercaya untuk menerima perpuluhan dan persembahan khusus (milik Tuhan), maka gembala tidak dipercaya makanan rohani; tidak ada makanan rohani dalam sidang jemaat, sehingga gembala dan seluruh sidang jemaat mati rohaninya, binasa untuk selamanya. Tidak ada makanan rohani dalam sidang jemaat= tidak ada Firman pengajaran yang benar.

        Ini yang harus kita waspadai, kelihatannya hidup, padahal mati (golongan ahli taurat). Kalau ada ikatan akan uang, maka rumah Tuhan menjadi pasar (sistem managemen). Rumah Tuhan merupakan tahbisan dan kepercayaan Tuhan (mulai dari yang terkecil itulah perpuluhan dan persembahan khusus) kepada seorang gembala, sehingga Tuhan mempercayakan juga makanan rohani kepada gembala untuk diberikan kepada sidang jemaat.


    • Burung= roh najis/keinginan najis yang mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan.
      Wahyu 18: 2
      18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

      'roh jahat'= serigala.
      'burung' = roh najis.
      Jadi, Babel itu tempatnya roh jahat dan roh najis.

      Yeremia 51: 37
      51:37. Babel akan menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala tempat kengerian dan suitan, tanpa penduduk.

      Serigala dan burung (roh jahat dan roh najis) membawa sidang jemaat pada pembangunan tubuh Babel (mempelai wanita setan) yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya.


    Tidak ada jalan lain!
    Harus dengan pedang (Firman pengajaran yang benar
    ) untuk menghadapi serigala dan burung yang sudah menguasai hati pikiran (berakar dalam hati), bahkan menguasai seluruh hidup.
    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Firman pengajaran benar), sanggup menyucikan hati dan pikiran dari keinginan jahat dan najis, sehingga seluruh hidup kita juga disucikan dan Yesus tampil sebagai kepala dalam kehidupan kita.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    'rasul-rasul maupun nabi-nabi' = jabatan pelayanan.
    'orang-orang kudus' = suci.

    Kalau hati, pikiran dan seluruh hidup kita disucikan dari keinginan jahat dan najis, maka Yesus tampil sebagai kepala untuk memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus, sama dengan kita diangkat menjadi imam-imam (pelayan Tuhan) yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, bukan Babel lagi.

    1 Timotius 4: 14 (pasal tentang tahbisan)
    4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    'nubuat'= pembukaan rahasia Firman.
    Karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan diberikan oleh Tuhan lewat nubuat atau pembukaan Firman Allah--supaya kita disucikan--ditambah dengan penumpangan tangan seorang gembala. Kalau mau menjadi imam-imam, setelah kita disucikan, maka harus ditumpangi tangan, supaya menerima karunia Roh Kudus yang menentukan jabatan kita. Karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan tidak bisa dipisahkan.
    Jadi, untuk menjadi imam ada aturannya, tidak bisa sembarangan.

    "Dulu, pertama kali saya diutus ke Malang, keadaannya masih kacau balau, tetapi firmannya sudah sampai di sini, yaitu penumpangan tangan. Saya takut karena desas desusnya banyak yang keluar, karena memakai penumpangan tangan. Tetapi saya tetap ikuti Firman dan dari sekian banyak, hanya satu yang mengundurkan diri, tetapi akhirnya kembali lagi dan mau menerima. Saya tidak peduli, kalau firman, harus dilakukan."

    Kalau sudah diangkat menjadi imam, kita harus tetap menjaga kesucian (harus berada di ruangan suci).
    Imamat 21: 12 (kudusnya para imam)
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'Janganlah ia keluar dari tempat kudus' = janganlah imam keluar dari tempat kudus, ini dimulai dari seorang gembala.

    Seorang imam harus selalu berada di ruangan suci (kandang penggembalaan).

    "Nanti saudara yang mau menjadi imam, mengisi formulir, apakah bersedia dalam tiga macam ibadah atau tidak? kalau tidak bersedia, tidak boleh menjadi imam, sebab, ini ketentuan dari Alkitab."

    Masuk ruangan suci= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita Emas= ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum),
    • Meja Roti Sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci,
    • Mezbah Dupa Emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


    Mengapa kita harus berada di dalam ruangan suci? supaya kita tidak melanggar kesucian; kita hidup dalam kesucian dan mengalami urapan Roh Kudus. Bertekun dalam tiga macam ibadah, supaya tubuh, jiwa, roh kita suci.
    Sehebat apapun hamba Tuhan, kalau keluar dari Ruangan Suci, pasti akan melangggar kesucian. Kalau sudah tidak suci, mulai kering (tidak ada urapan), mulai urakan (tidak tertib, mencari yang lawak-lawak supaya senang). Ini menjadi awasan bagi kita semua!

    Yang membedakan pelayanan di rumah Tuhan dengan dunia adalah ada urapan Roh Kudus dan kesucian atau tidak.
    Kalau beribadah melayani dengan sembarangan di gereja (tidak suci), ini sama dengan yang di dunia, hanya namanya saja di rumah Tuhan, padahal sebenarnya isinya pasar.

    "Saya dulu juga diperhadapkan saat pertama datang ke Malang. Harus 3 macam ibadah, saya takut juga. Tetapi karena Firman, harus saya lakukan. Kalau bukan Firman, saya biarkan saja. Main musik, ada cadangan, kalau tidak datang bisa langsung diganti. Tetapi, setelah Firman sampai, harus 3 macam biadah dan harus penumpangan tangan."

    Semakin kita disucikan, maka urapan semakin kuat dan karunia Roh Kudus semakin ditingkatkan.
    Kita semakin dipakai oleh Tuhan dan berkat-berkat Tuhan semakin melimpah, baik berkat rohani maupun jasmani. Tuhan tidak pernah menipu dan memeras kita.

    Dalam 1 Timotius 4: 14: 'Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu'= sikap terhadap karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan adalah jangan lalai; artinya jangan lengah atau tidak setia.
    Kalau lalai, akan terkutuk. Kalau tidak mau disucikan, pasti lalai (dua hal ini berjalan bersama-sama).

    Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    'lalai'= tidak setia.
    'menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah'= tidak mau disucikan (tidak mau pedang Firman).

    "Kalau Siswa-Siswi Lempin-El memecahkan gelas, maka saya hanya bertanya, 'apa yang tidak suci? Pandangan, pikiran atau apa?' Ada yang bertanya, 'apa hubungannya?' Bisa ada hubungan. Mungkin saat cuci-cuci, ada perempuan lewat, gelas pecah. Firman Tuhan ini praktik sehari-hari, tidak perlu membaca buku lainnya. Lama-lama mengaku, 'Ya, Om, ini karena pikiran saya'. Kalau bukan mata, nanti pikiran yang tidak suci."

    Kalau kita beribadah melayani pekerjaan Tuhan tanpa kesucian dan kesetiaan, itu menghambat hadirat Tuhan, sehingga kita akan terkutuk dan jemaat sengsara.
    Oleh sebab itu, kita harus melayani Tuhan dengan suci, setia dan berkobar-kobar. Inilah biji mata Tuhan.

    Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Pelayan Tuhan yang suci, setia dan berkobar-kobar = nyala api.
    Wahyu 1: 14
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Mata Tuhan bagaikan nyala api. Pelayan Tuhan juga bagaikan nyala api.
    Jadi, pelayan Tuhan yang suci, setia dan berkobar-kobar sama dengan biji mata Tuhan yang tidak bisa dijamah oleh siapapun; kita dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan secara khusus di padang gurun dunia, sebutir pasirpun tidak bisa masuk. 'dikhususkan' itulah menjadi biji mata Tuhan.

    Jangan ragu-ragu melayani Tuhan!
    Penataran imam adalah pelemparan jubah bagi yang belum melayani dan pembasuhan jubah bagi yang sudah melayani, supaya pelayanan semakin berkenan dihadapan Tuhan.


  2. Matius 8: 21-22
    8:21. Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
    8:22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

    Golongan kedua: golongan murid yang menguburkan orang mati. Ini sama dengan golongan yang sudah HAMPIR MATI di jemaat Sardis (Wahyu 3: 2).

    Hati-hati! Ini adalah murid-Nya Yesus. Murid ini sudah menerima Firman pengajaran yang benar, tetapi sayangnya tidak sampai praktik Firman dan hanya didiskusikan (menerima Firman sebatas pengetahuan untuk bahan kotbah).
    Ini sama dengan MENOLAK Firman pengajaran yang benar.
    Ini bukan murid yang sesungguhnya; kelihatan hidup, tetapi tidak pernah praktik Firman (hampir mati). Ini yang berbahaya.

    Di akhir zaman mulai dari sekarang ini, orang lain yang belum pernah menerima pengajaran, tetapi sekali menerima Firman pengajaran langsung melekat. Tetapi kita yang sudah lama menerima Firman, malah masih diskusi, berdebat (tidak praktik Firman) dan sebagainya.

    "Hati-hati di dunia maya, jangan berdebat tentang Firman. Jangan ikut-ikut seperti murid ini. Kalau benar, diam saja. Yang salah, itulah yang biasanya ngotot."

    "Seorang dokter bersaksi, bahwa pasiennya menerima Firman. Dia naik mobil dan dengar dari radio FM di Medan yang memutar khotbah saya. Dia langsung minggir dan menyembah Tuhan. Ini orang baru. Hati-hati! Yang lama malah masih mau diskusi mana yang benar dan salah. Tidak ada waktu lagi. Yang terkemudian menjadi terdahulu dan yang terdahulu menjadi terkemudian. Sekarang sudah waktunya praktik Firman, bukan diskusi. Kalau tidak praktik Firman, nasibnya seperti golongan yang hampir mati (hanya menguburkan orang mati), menerima pengajaran tetapi untuk menguburkan orang mati. "

    Menguburkan orang mati, artinya


    • mengurus tubuh yang mati, yaitu organisasi. Kalau tubuh yang hidup adalah organisme.
      Organisasi dikepalai oleh manusia.
      Memang perlu organisasi, tetapi tidak usah diributkan, biar saja berjalan seperti kehendak Tuhan. Kalau sudah ada ambisi untuk menjadi pengurus, ini berbahaya, sebab bisa sampai kepada antikris.

      2 Tesalonika 2: 3-4
      2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
      2:4. yaitu lawan yang
      meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

      Organisasi dikepalai oleh manusia. Jika manusia yang mengepalai organisasi (menjadi pengurus) tidak suci, menolak pengajaran benar (berkhotbah tetapi tidak praktik Firman), maka ia akan menjadi manusia durhaka seperti antikris yang tampil untuk berkuasa penuh atas hamba-hamba Tuhan dan sidang jemaat, bahkan mau disembah. Ini sama dengan gila hormat, sehingga menghalalkan segala cara untuk dihormati lewat mengancam dan lain-lain. Ini yang berbahaya kalau pengurus-pengurus organisasi tidak suci dan tidak praktik Firman.
      Kita harus hati-hati!

      "Untunglah, saya tinggal ikuti saja dari teladan yang sudah ada. Lempin-El ini memang hanya meneladani saja. Bapak Pdt Pong selalu mengatakan, 'kalau kita menjadi pengurus, kita hanya menjadi kuli, bukan mau berkuasa'. Kalau mau berkuasa, nanti menjadi antikris."

      Jika kita praktik Firman Pengajaran yang benar dan hidup suci, maka kita melayani organisme (tubuh Kristus yang hidup). Ini yang penting. Jangan mengarahkan kepada organisasi, tetapi kita mengarahkan kepada pembangunan tubuh Kristus.

      Efesus 4: 2
      4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

      'saling membantu'= setelah saling membantu, maka saling menyatu (pada ayat-ayat selanjutnya).
      3 faktor yang penting dalam melayani tubuh Kristus:


      • rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa; jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Tidak peduli siapa kita, kalau kita bersalah, harus mengaku dosa. Kalau tidak mau mengaku dosa (merasa berkuasa terus dan menyalahkan orang terus), inilah antikris.


      • lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya,
      • sabar= kemampuan untuk menolong orang lain sekalipun kita harus menderita (rela menderita untuk menolong orang lain). Jika menolong orang lain, pasti menderita. Yesus juga rela digantung di kayu salib untuk menolong kita.

        "Guru saya mengatakan ,'kalau kamu menolong, harus siap digantung. Bukan enak-enak menolong orang'. Apalagi menolong kaum muda soal jodoh, bisa digantung dimana-mana."


      "Kalau begitu, apakah organisasi tidak penting? Justru penting. Kalau tidak ada organisasi, kita akan dibubarkan. Yang sudah punya organisasi saja, bisa dibubarkan. Saya pernah mengalami hal ini waktu di Gending. Seorang Danramil (Kapten) memanggil saya dan memberitahu kalau gerejanya sudah ditutup. Tetapi saya mendapat hikmat dari Tuhan, 'ibadah tidak bisa ditutup Pak, nanti saya gunakan pasar, di bawah sungai dan di mana saja agar bisa beribadah.' Akhirnya, beliau berkata kalau gereja saya akan dibantu dan dilindungi, bahkan sampai hari ini. Kalau tidak, sudah ditutup dari tahun 1992. Organisasi itu penting."

      Bagaimana supaya organisasi bisa berkaitan dengan organisme? Jika mengurus organisasi dengan kesucian ditambah rendah hati, lemah lembut dan sabar, maka akan mengarah pada organisme (pembangunan tubuh Kristus).
      Begitu juga dengan nikah kita yang jasmani. Kalau melayani nikah dengan kesucian, rendah hati, lemah lembut dan sabar, maka nikah juga mengarah pada organisme (nikah yang bernilai rohani). Begitu juga dengan pelayanan kita. Ini rahasianya.

      Kalau tidak ada kesucian (melayani dengan sembarangan), akan tetap tertinggal di dunia dan tidak pernah menuju tubuh Kristus yang sempurna. Jadikanlah yang jasmani ini menjadi rohani, lewat kesucian, rendah hati, lemah lembut dan sabar!


    • Tubuh yang dikuasai maut (manusia darah daging yang tidak mengalami keubahan hidup ke arah manusia rohani dan tidak mewarisi kerajaan Sorga).

      1 Korintus 15: 50-51
      15:50. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
      15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi
      kita semuanya akan diubah,

      'tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah' = binasa (mengalami maut).

      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan
      mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3.
      tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4.
      suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka
      memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'pada hari-hari terakhir' = sekarang, pada jaman kita saat ini.
      'Manusia akan mencintai dirinya sendiri' = egois.
      'tidak mempedulikan agama' = ini bukan atheis, tetapi mencampur adukkan agama dengan mempelajari agama lainnya untuk memenangkan jiwa-jiwa. Yesus sendiri, tidak seperti itu. Yesus menginjil dan mengajar (tidak ada disebutkan Yesus mempelajari agama lain). Kita tinggal meneladani Tuhan saja.

      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' = tidak taat.

      Manusia darah daging adalah kehidupan yang beribadah melayani, tetapi menolak kuasa ibadah (menolak Firman pengajaran yang benar) atau menolak salib Kristus (tidak mau perobekan daging), sehingga tidak mengalami keubahan hidup, tetap menjadi manusia darah daging dengan 18 sifat tabiatnya, sehingga dicap dengan 666, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya.

      Inilah tubuh yang mati. Contoh menolak salib Kristus: beribadah minta yang enak-enak saja, ada hiburan di gereja dan sebagainya.
      Ironis sekali! Beribadah melayani, tetapi bukan dicap Tuhan, melainkan dicap antikris.
      Jangan menolak salib atau menolak Firman pengajaran yang benar! Beribadah memang merupakan perobekan daging supaya kita mengalami keubahan hidup. Dulu, bangsa Israel beribadah dengan membawa lembu untuk disembelih dan dibakar, inilah perobekan daging! Tanpa salib/pedang, tidak akan ada keubahan hidup.

      Keadaan orang yang dicap 666 oleh antikris, sama dengan wanita yang bungkuk 18 tahun.
      Lukas 13: 10-11
      13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
      13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah
      delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

      'Pada suatu kali Yesus sedang mengajar' = berarti sebelumnya belum ada pengajaran.
      'bungkuk 18 tahun'= hampir mati (menderita).
      Bungkuk 18 tahun ini terjadi di rumah Tuhan, berarti ini seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan.
      Golongan yang hampir mati sama dengan hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang bungkuk 18 tahun.

      Bungkuk (dalam arti rohani), artinya:


      • selalu kuatir.
        Amsal 12: 25
        12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

        = kuatir akan kebutuhan hidup sehari-hari (apa yang dimakan dan diminum) dan kuatir akan kebutuhan hidup di masa depan.


      • bimbang terhadap pribadi Tuhan (bimbang terhadap pengajaran yang benar) dan kuasa Tuhan, sama dengan tidak bisa berdiri tegak (goyah terus). Ini sebenarnya ada kaitannya dengan pembangunan Tabernakel, yang salah satu syaratnya adalah papan harus berdiri tegak. Kalau miring sedikit angin yang masuk, kalau miringnya banyak, ular yang masuk.

        Firman mengatakan, 'janganlah kamu kuatir .... carilah dahulu kerajaan surga dan kebenarannya'. Jika ada kekuatiran dan kebimbangan, akibatnya: tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan (tidak bisa mengutamakan Tuhan) dan tidak bisa benar.

        Kalau sudah tidak setia dan tidak benar, itu adalah kehidupan yang hampir mati rohaninya (bungkuk) dan sebentar lagi akan mati.


      • Lukas 13: 15-16
        13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
        13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

        Ayat 15= ada seorang ibu yang disembuhkan oleh Yesus pada hari Sabat, tetapi banyak yang protes. Akhirnya Yesus menjawab, 'pada hari Sabat lembu-lembu juga dilepaskan dan diberikan minum (tidak diikat terus), begitu juga pada ibu ini'.

        'perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis' = diikat seperti lembu yang tidak minum.
        'harus dilepaskan dari ikatannya itu' = harus diberikan minum juga.

        Arti bungkuk secara rohani yang ketiga adalah tidak puas, kering rohani, sehingga banyak bersungut-sungut (mengomel), menyalahkan orang lain, suka bergosip yang tidak baik, memfitnah dan lain-lain. Ini golongan yang hampir mati. Jangan diiikuti! Kalau diikuti, kita juga akan menjadi hampir mati.


      • Arti bungkuk secara rohani yang keempat adalah tidak berubah hidupnya, sampai tidak taat dengar-dengaran ('lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'). Perhatikan kaum muda! Kalau tidak taat, itu hampir mati. Kalau rohani mati, maka jasmaninya juga akan mati.


      • Arti bungkuk secara rohani yang kelima adalah menghadapi perkara-perkara yang mustahil, dalam penderitaan, kesusahan dan air mata.


      Saat ada perempuan bungkuk, Yesus harus mengajar di Bait Allah.
      Karena itu Tuhan datang kepada jemaat Sardis lewat Firman.

      Wahyu 3: 1
      3:1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

      'Inilah firman Dia' = Tuhan menyampaikan Firman.

      Jalan keluar dari bungkuk secara rohani adalah Yesus menyampaikan Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Di mana ada pemberitaan Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, di situ ada aktifitas Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung di tengah sidang jemaat, yaitu:


      • Lukas 13: 12
        13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."

        'melihat' = pandangan.
        Yang pertama: Yesus melihat= Firman pengajaran benar mengungkapkan segala dosa dan keadaan serta kegagalan kita, tidak ada yang tersembunyi di mata Tuhan.
        Dan Yesus memandang kita dengan pandangan belas kasihan untuk menolong kita, bukan menghukum.

        Selama masih mau mendengar Firman pengajaran yang benar--sekalipun sudah seperti penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus--, maka masih ada pertolongan dari Tuhan. Inilah kemurahan Tuhan! Sehebat apapun kita, kalau sudah bosan dan tidak mau mendengarkan Firman, maka tidak bisa ditolong.


      • Lukas 13: 12
        13:12. Ketika Yesus
        melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."

        Yang kedua: Yesus memanggil dan berkata= kita mendapatkan prioritas utama untuk disucikan dan ditolong oleh Tuhan (bukan untuk dipermalukan). Kita dipanggil oleh Tuhan saat Firman Allah menunjukkan keadaan kita (kita terkena Firman).

        Sikap kita adalah mengaku dosa, mengakui segala ketidakmampuan dan kegagalan kita dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama; jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi (bertobat) dan kita juga mengampuni dosa orang lain.

        Dosa adalah pemisah antara kita dengan Tuhan. Jika dosa dipertahankan, maka Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau dosa sudah diselesaikan, maka ada yang ketiga, yaitu Yesus meletakkan tangan.


      • Lukas 13: 13
        13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

        Yang ketiga: Yesus meletakkan tangan.

        Dari pihak kita, harga yang harus dibayar supaya Yesus meletakkan tangan-Nya kepada kita yaitu dengan mengaku dosa dan mengampuni dosa orang lain (menyelesaikan dosanya sendiri dan dosanya orang lain).

        Dari pihak Tuhan, Dia rela tergantung mati di kayu salib untuk bisa menjamah kita. Kalau Yesus tidak mati di kayu salib, Ia tidak bisa menjamah orang berdosa.
        Yesus harus mati di kayu salib, setelah itu Dia bisa mengulurkan tangan-Nya untuk menjamah kita semuanya.

        Jadi, pemberitaan Firman adalah uluran tangan Tuhan.
        Tetapi, kalau sampai meletakkan tangan-Nya, maka harus ditambah dengan perjamuan suci (kurban Kristus). Ada Firman dan perjamuan suci, maka Tuhan bisa menjamah dan memeluk kita; dari atas, Dia menjangkau kita.

        Hasilnya:


        1. mujizat rohani terjadi (yang bungkuk menjadi tegak kembali dan bisa memuliakan Tuhan):


          1. dari tidak taat menjadi taat dengar-dengaran,
          2. dari kuatir, bimbang menjadi percaya.


          Percaya dan taat kepada Tuhan sama dengan keubahan hidup. Percaya dan taat ini menjadi satu. Kalau tidak percaya, tidak mungkin taat.

          Jadi, percaya terlebih dahulu (tidak ada keragu-raguan sedikitpun), baru bisa taat.
          Percaya dan taat, sama dengan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.


        2. Lukas 13: 13: 'seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah' = memuliakan Tuhan lewat perbuatan-perbuatan baik dan pelayanan kita, termasuk lewat mulut kita.
          Maka, hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan.
          Tugas hamba Tuhan/pelayan Tuhan--lewat berkhotbah, main musik, kehidupan sehari-hari-- hanya satu, yaitu memuliakan Tuhan. Bukan cuma di gereja, tetapi di mana-mana kita harus memuliakan Tuhan.

          Yesaya 49: 3-4
          49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
          49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun,
          hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

          'menyatakan keagungan-Ku' = mengagungkan/memuliakan Tuhan.

          Percaya, taat, mempercayakan hidup dan memuliakan Tuhan, itulah bukti bahwa kita dijamah oleh Tuhan.
          Jika hamba Tuhan/pelayan Tuhan tidak dijamah oleh Tuhan, bagaimana jemaat bisa dijamah oleh Tuhan?
          Hamba Tuhan/pelayan Tuhan harus dijamah Tuhan terlebih dahulu!

          Jangan memilukan Tuhan seperti pada zaman Nuh. Kalau memilukan Tuhan, kita akan hancur lebur.
          Tetapi, kalau memuliakan Tuhan, sehancur apapun hidup kita, ada kekuatan, pertolongan dan harapan dari Tuhan.

          Kalau kita bisa memuliakan Tuhan (ayat 4), maka:


          1. hak dan upah kita ada di tangan Tuhan, artinya:


            • Tuhan yang memberi jaminan kepastian untuk pemeliharaan hidup sehari-hari sekarang ini, sampai masa depan yang indah, bahkan sampai hidup kekal,


            • Tuhan menghapus kemustahilan (bungkuk); Tuhan menyelesaikan segala masalah.


          2. Bukan hanya hak dan upah, selanjutnya seluruh hidup kita ada di dalam tangan Tuhan. Mati hidup kita ada di dalam tangan Tuhan.
            Jika Dia datang kembali kedua kali, kita disempurnakan dan dipermuliakan bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.


  3. Golongan ketiga: pada ibadah berikutnya.

Inilah keadaan jemat Sardis:

  1. Kelihatan hidup padahal mati, itulah ahli taurat = tidak menempatkan Yesus sebagai kepala (ada serigala dan burung). Biar kita disucikan, sehingga kita bisa melayani Tuhan. Kita suci, setia, berkobar-kobar, sama dengan menjadi biji mata Tuhan.


  2. Golongan yang hampir mati:


    • Mengurus tubuh yang mati. Jangan sampai organisasi (yang jasmani) mengganggu kita, tetapi kita fokus pada organisme. Kita hidup suci, rendah hati, lemah lembut dan sabar, supaya semuanya mengarah pada yang rohani (nikah dan pekerjaan di dunia mengarah kearah yang rohani). Tidak sia-sia semuanya.


    • Tidak berubah hidupnya, menjadi seperti antikris (bungkuk).

Malam ini, ada Firman dan perjamuan suci (lengkap), Tuhan bukan hanya mengulurkan tangan, tetapi Dia meletakan tangan-Nya, sehingga kita dibaharui dan mujizat terjadi malam ini. Tuhan tolong kita semua, ada jangkauan tangan Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top