English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Januari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta.

Lukas 10:38-39,...

Ibadah Doa Surabaya, 10 September 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan,...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Sdr. Yakub

Matius 24: 26-27
= tanda...

Ibadah Raya Malang, 29 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Juni 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Oktober 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan ketika Anak...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Januari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9 dalam susunana Tabernakel...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:12
9:12 Celaka yang pertama sudah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 November 2012 (Kamis Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Ambon III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juni 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Juli 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Desember 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 28-34, terkena pada Tabut Pernjanjian. Tutup peti dari emas murni menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2012 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran II Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Ciawi dan Jakarta: "Aku menjadikan segala sesuatu baru"
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "
Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

'menjadikan' = menciptakan.
Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian Tuhan sudah menciptakan tanah liat menjadi manusia yang sempurna, sama mulia seperti Dia, dan ditempatkan di taman Eden, bahagia bersama Tuhan.

Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular atau setan, dan jatuh dalam dosa, sehingga manusia telanjang, rusak, hancur, dan diusir ke dalam dunia; hidup dalam kutukan--letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata--, dan menuju kebinasaan di neraka selamanya.
Ini nasibnya manusia.

Tuhan tidak rela manusia yang diciptakan-Nya apalagi hamba/pelayan Tuhan harus terkutuk dan binasa bersama dunia ini.
Oleh sebab itu dalam kitab Wahyu Tuhan mau menciptakan manusia yang sudah telanjang, rusak, hancur menjadi manusia baru yang sama mulia dengan Dia--sempurna seperti Dia--untuk layak ditempatkan di Yerusalem baru kekal selamanya--tidak bisa digoda lagi; tidak bisa dijatuhkan lagi.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN.

Dalam Wahyu 21, ada empat macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore).
  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU

Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.
Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7.
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala
dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Pembaharuan suasana baru dibagi menjadi empat:

  1. Wahyu 21: 4= suasana tanpa maut/suasana tanpa air mata dan perkabungan (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi).


  2. Wahyu 21: 5-6= suasana kepuasan/kebahagiaan sorga--Tuhan memberikan air kehidupan--(diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015-Rabu Sore).
    Kalau kepuasan dunia tidak pernah memuaskan. Contohnya perempuan Samaria yang kawin cerai lima kali--sampai kawin mengawinkan--, puas sebentar lalu tidak puas lagi.


  3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015-Kamis Pagi dan Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 11 Agustus 2016-Kamis Pagi ditambah Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018.
    Tidak pernah kalah, sampai menang atas maut.


  4. Wahyu 21: 8= suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 17 Januari 2018).

AD. 4. Suasana kebenaran, kesucian dan kesempurnaan

Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Dulu manusia diciptakan dalam keadaan benar, suci, dan sama mulia dengan Tuhan, tetapi hilang semua. Karena itu sekarang Tuhan mau mengembalikan manusia ke dalam suasana kebenaran, kesucian, dan kemuliaan seperti ciptaan semula untuk layak masuk Yerusalem baru kekal selamanya.
Inilah rencana Tuhan.

Tetapi kita harus waspada, ada delapan dosa yang melawan kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan--menghalangi manusia untuk kembali menjadi ciptaan semula.

Delapan dosa bisa dikelompokkan menjadi:

  1. Dosa ke-1 dan 2= Penakut--diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 17 Januari 2018 sampai Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 18 Januari 2018--dan tidak percaya--diterangkan pada Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 26 November 2019--Selasa Malam--= melawan kebenaran Tuhan (halaman Tabernakel).


  2. Dosa ke-3 sampai 7 = Keji--diterangkan pada Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 28 November 2019--Kamis Pagi--, pembunuh--diterangkan pada Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 27 November 2019--Rabu Malam--, sundal--diterangkan pada Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 28 November 2019--Kamis Malam--, tukang sihir, penyembah berhala= melawan kesucian Tuhan (ruangan suci); tidak suci.


  3. Dosa ke-8 = Dusta= melawan kesempurnaan Tuhan (ruangan maha suci); tidak bisa sempurna--tidak bisa diharapkan.
    Kesempurnaan ditentukan dari lidah. Kalau berdusta, tidak mungkin benar apalagi sempurna.

Delapan dosa ini melawan kebenaran, kesucian, kesempurnaan, sehingga membawa manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan keluar dari kerajaan sorga untuk tenggelam di dalam lautan api dan belerang selama-lamanya; tidak bisa diangkat lagi. Ini yang harus kita hadapi.

ORANG-ORANG SUNDAL--dosa kelima.
Orang sundal sama dengan pelacur--dalam kamus bahasa Indonesia--; sama dengan perempuan Babel; sama dengan kota Babel.

Wahyu 17: 5
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Wahyu 18: 2
18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Babel adalah tempat kediaman dari roh jahat--keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah--dan roh najis--dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah).

Jadi, orang-orang sundal adalah gereja Tuhan; hamba/pelayan Tuhan yang dikuasai oleh roh jahat dan najis atau diduduki oleh dosa Babel.
Ini salah satu penghalang yang melawan kesucian Tuhan.

Siapa yang dikuasai Babel?
Wahyu 17: 1, 15
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah
bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

'pelacur besar'= perempuan Babel.
'tempat yang banyak airnya' = laut.
'bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa'= bangsa kafir.

Jadi, dosa Babel/perempuan Babel menguasai bangsa kafir, sehingga bangsa kafir menjadi orang-orang sundal.
Kita harus hati-hati!

Oleh sebab itu, bangsa kafir harus mengalami pembaharuan dari orang sundal menjadi manusia baru yang sempurna, sama mulia dengan Yesus, untuk ditempatkan di Yerusalem baru--tidak terseret ke dalam neraka.
Kita bangsa kafir mutlak harus mengalami pembaharuan--mujizat terbesar--, kalau tidak, hanya akan menjadi orang sundal yang diseret ke neraka selamanya. Kalau miskin menjadi kaya, tidak mutlak.

Proses pembaharuan dari orang sundal menjadi manusia baru:

  1. Yohanes 2: 6-7
    2:6. Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
    2:7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "
    Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

    Proses pertama pembaharuan dari orang sundal menjadi manusia baru: air yang banyak harus dibendung; sama dengan dimasukkan dalam tempayan--jangan dibiarkan bebas. Kalau dibiarkan bebas seperti air laut, pasti diduduki Babel.

    Dalam cerita ini hanya ada enam tempayan, artinya: hanya sedikit bangsa kafir yang mau tergembala dengan benar dan baik--di dalam tempayan tidak bisa bebas lagi.
    Sekarang yang dicari bangsa kafir adalah semua yang bebas.

    Lebih banyak bangsa kafir yang mau bebas--tidak mau tergembala--sehingga diduduki Babel; menjadi orang sundal. Banyak sekali, dan sedikit yang mau tergembala.
    Siapa itu? Hanya bangsa kafir yang mendapatkan kemurahan Tuhan--kasih karunia Tuhan--yang mau tergembala dengan benar dan baik.

    Kalau belajar dari enam tempayan--tempayan; tanah liat; kehidupan kita--: tiga tempayan: tubuh, jiwa, dan roh isteri; tiga tempayan: tubuh, jiwa, dan roh suami, artinya hanya nikah yang mendapat kasih karunia Tuhan yang bisa berada di dalam satu penggembalaan yang benar dan baik.
    Mari berdoa!
    Nuh dan keluarga (anak-anak) bisa satu bahtera, itu juga kemurahan Tuhan.

    Syarat tergembala dengan benar dan baik:


    • Harus berada di dalam kandang penggembalaan--ruangan suci.
      Tadi dosa keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, dan penyembah berhala melawan kesucian--di luar ruangan suci. Kalau mau dibaharui harus masuk ruangan suci.

      Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat, menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah, dikuasai, dan diduduki oleh Babel; tidak bisa menjadi orang sundal tetapi orang benar, suci, dan sempurna.


    • Syarat kedua: makan firman penggembalaan = harus mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan yang dobel, yaitu firman penginjilan dan pengajaran.
      1 Timotius 5: 17
      5:17. Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

      'Penatua-penatua yang baik pimpinannya'= gembala.
      'berkhotbah dan mengajar'= firman penginjilan dan pengajaran.

      Tugas dari gembala yang baik pimpinannya adalah


      1. Memberi makan sidang jemaat dengan firman penggembalaan yang dobel yaitu firman penginjilan dan pengajaran.
        Jadi, kebaikan gembala bukan memberi mobil, rumah dan sebagainya.
        Seringkali kita melihat seperti itu, gembala dianggap baik, tetapi tidak memberi makan. Itu justru tidak baik di hadapan Tuhan.

        Gembala yang baik pimpinannya justru gembala yang berjerih lelah untuk memberi makan sidang jemaat.


      2. Kalau sudah ada makanan, berarti ada doa penyahutan--tudung keselamatan bagi sidang jemaat.


      Doakan kami gembala supaya bisa menunaikan tugas dengan baik: memberi makan dan menaikkan doa penyahutan.
      Setiap kali mendengar jemaat goncang, saya merasa masih kurang, tudung harus dipasang empat kali lipat--tudung Tabernakel terdiri dari empat lapis: tiga lapis di atas adalah Allah Tritunggal, dan yang paling bawah (paling kelihatan) adalah gembala manusia. Gembala manusia bertanggung jawab untuk memberi makan dan menaikkan doa penyahutan, sehingga Gembala Agung juga hadir.


    Tadi, makan firman secara dobel, artinya:


    • Makan firman penginjilan, buktinya: hidup dalam kebenaran; semua aspek hidup kita harus benar.
    • Makan firman pengajaran, buktinya: hidup dalam kesucian--tubuh, jiwa, dan roh dikuasai Allah Tritunggal.


    Kalau sudah berada di kandang, hidup benar dan suci, hasilnya:


    • Tidak bisa dikuasai Babel, tetapi kita akan mantap bahkan meningkat dalam kebenaran dan kesucian, sampai kesempurnaan--ruangan maha suci.
    • Kita diberi jubah indah--diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok merupakan tangan Tuhan, bisa dijabarkan menjadi pemain musik dan lain-lain.

      Mulai dari nikah kita bisa melayani dengan benar dan baik, kemudian penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Mari tergembala, supaya bisa melayani dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


    • Tadi, lima jabatan pokok merupakan tangan Tuhan--lima jari Tuhan.
      Hasil ketiga: cepat atau lambat tangan Tuhan akan mengadakan mujizat bagi kita--seperti air menjadi anggur.


    Inilah proses bagaimana orang sundal dibaharui. Memang daging mau bebas dan senang--tidak mau tergembala. Ini yang dibendung dalam penggembalaan. Kalau daging dibendung kita bisa hidup benar dan suci, dipakai Tuhan, ada tangan Tuhan di sana untuk mengadakan mujizat.
    Selama tidak tergembala, kita hanya akan menjadi orang sundal--diduduki babel--, sehebat apapun kita.


  2. Yohanes 2: 8-10
    2:8. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
    2:9. Setelah pemimpin pesta itu mengecap
    air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
    2:10. dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

    Proses kedua pembaharuan dari orang sundal menjadi manusia baru: kalau sudah berada dalam tempayan, kita harus mengalami keubahan hidup dari air menjadi air anggur yang manis.

    Ini ketatnya proses pembaharuan. Hati-hati, kalau bukan kemurahan Tuhan bangsa kafir tidak akan tertolong.
    Tadi dari lautan bebas hanya diambil enam tempayan, kemudian dari enam tempayan hanya diambil secedok--hanya secedok yang menjadi anggur, bukan semuanya. Jadi tidak semua air dalam tempayan bisa berubah, tetapi hanya sedikit--secedok.
    Artinya: sekalipun bangsa kafir sudah berada dalam penggembalaan, tetapi hanya sedikit yang mengalami keubahan hidup ke arah kesempurnaan, yaitu kehidupan yang mengalami kemurahan Tuhan.

    Contohnya: Yudas Iskariot--bangsa Israel--sudah digembalakan oleh Tuhan Yesus sendiri, tetapi tidak mengalami keubahan hidup, apalagi bangsa kafir.

    Karena itu hati-hati! Sungguh-sungguh! Kalau masalah rohani, jangan sampai menyesal di kemudian hari--Yudas menyesal di kemudian hari tetapi tidak bisa lagi kembali. Kalau yang jasmani masih bisa dikejar.
    Benar-benar bahaya kalau bangsa kafir tidak sungguh-sungguh. Sudah berada dalam penggembalaan sekalipun masih bisa sundal kalau tidak sungguh-sungguh, termasuk seorang gembala. Ngeri!

    Mengapa sudah berada dalam penggembalaan tetapi tidak berubah?


    • Kesalahan pada penggembalaannya yaitu hanya cuci kaki, tetapi jemaat tidak pernah dimandikan--air enam tempayan biasanya hanya untuk mencuci kaki-tangan; adat istiadat.
      Ini menunjuk pada ibadah kebiasaan--tidak sungguh-sungguh--, yaitu tidak mengutamakan pemberitaan firman pengajaran yang bagaikan air hujan.

      "Waktu itu ada orang nasihati saya: Kalau hari minggu firmannya dikurangi, gereja ini penuh. Saya sedih. Saya dengar firman guru saya hari jumat, ternyata nasibnya sama. Saya jadi terhibur. Guru saya diperlakukan begitu, apalagi saya. Sampai hari ini saya ikuti Tuhan saja mau panjang atau pendek firmannya."

      Tidak mengutamakan firman pengajaran sama dengan tidak mengutamakan firman penyucian sehingga biasa melayani sekalipun dalam dosa; terdapat dosa kebiasaan di dalam jemaat. Dusta sedikit dianggap biasa.

      Mari, ibadah sungguh-sungguh! Buktinya adalah mengutamakan firman pengajaran yang benar. Menyanyi sungguh-sungguh, tetapi puncaknya adalah mengutamakan firman penyucian.
      Ada penginjilan, tetapi sekarang titik beratnya pada pengajaran.
      Bukti ada penginjilan adalah masih ada baptisan air.


    • Yang kedua: karena dalam ibadah menampilkan kesegaran/kesukaan dunia yang tidak pernah memuaskan kita--air--, bukan kesukaan sorga--anggur.
      Kalau tidak puas, hidup itu tidak akan pernah berubah.


    • Yang ketiga: karena tidak sungguh-sungguh--antikris berasal dari antara kita tetapi yang tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; tidak sungguh-sungguh dalam mendengar firman dan tidak sungguh-sungguh mempraktikkan firman. Ini sama dengan menyusup.


    Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan supaya mengalami keubahan hidup.
    Gembalanya Tuhan Yesus sendiri, mengapa Yudas tidak bisa berubah? Karena sudah ada pengajaran yang benar, ada kepuasan sorga, tetapi tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan dan mempraktikkan firman.
    Ada juga yang gembalanya salah, hanya cuci-tangan kaki, tidak dimandikan, sehingga masih ada kotoran-kotoran yang disembunyikan di balik baju---baju gembala, baju pemain musik. Juga ada kotoran di balik rambut (kelicinan; kelicikan)--kelihatan baik, benar, suci, padahal sebenarnya kotor.

    Apa yang diubahkan?


    • Yohanes 2: 3
      2:3. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

      Baru kurang tetapi berkata: habis= kekuatiran.

      Yang pertama: tabiat kuatir harus diubah menjadi percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

      1 Petrus 5: 7
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Pasal 5 adalah pasal penggembalaan.
      Di dalam kandang penggembalaan kita bisa menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan, sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Dia, sehingga kita bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Dia.

      Buktinya: kita mengutamakan Tuhan lebih dari semua, karena kita sadar Dialah yang memelihara kita; kita bukan hidup dari dunia, tetapi hidup dari Gembala Agung; kita mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua.
      Bukan berarti malas kerja. Tetap kerja, tetapi utamakan ibadah pelayanan.

      Inilah keubahan yang pertama.
      Hasilnya: Tuhan memelihara kita--'Ia yang memelihara kamu'.


    • Yohanes 2: 5
      2:5. Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

      Yang kedua: tabiat tidak taat--durhaka; melawan Tuhan--diubahkan menjadi taat dengar-dengaran apapun resikonya sampai daging tidak bersuara; dari melawan diubahkan jadi tidak melawan.

      Hasilnya: kita mengalami kuasa kemenangan atas segala musuh--Yesus taat dan Ia menang atas setan tritunggal. Semua masalah selesai, pencobaan juga selesai; pintu sorga terbuka, berarti pintu di dunia terbuka, semua jalan dibuka oleh Tuhan.
      Bahkan di dalam nikah bisa memenangkan suami yang bengis.

      1 Petrus 3: 1
      3:1. Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

      Istri tunduk pada suami sama dengan istri taat pada firman.
      Sebaliknya, suami yang taat--mengasihi istri--bisa memenangkan istri yang tidak tunduk.
      Anak yang taat bisa memenangkan orang tua yang belum percaya Tuhan.

      Itulah kuasa kemenangan dalam ketaatan.


    • Yohanes 2: 9
      2:9. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

      'mengecap'= lidah.

      Yang ketiga: perkataan sia-sia termasuk dusta--bangsa kafir bagaikan anjing yang menjilat muntah--diubahkan menjadi menjilat remah-remah roti dan anggur--terutama lewat ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--, sehingga menghasilkan kata-kata iman; sama dengan jujur (ya katakan: ya, tidak katakan: tidak).

      Remah-remah roti= pembukaan firman.
      Anggur= darah Yesus.

      Contohnya: perempuan Kanani (bangsa kafir); dari anjing yang menjilat muntah menjadi menjilat roti.
      Markus 7: 27-30
      7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "
      Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
      7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
      7:30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      'Benar, Tuhan'= jujur.

      Inilah yang perlu diubahkan.
      Tuhan tunggu, serahkan kekuatiran menjadi percaya, ketidaktaatan menjadi taat, dan kata-kata sia-sia--menjilat muntah menjadi menjilat remah-remah roti dan anggur--jujur.

      Kata-kata iman artinya:


      1. Membenarkan firman pengajaran yang benar sekalipun keras--'Benar, Tuhan'--, sehingga kita bisa mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman.
        Kalau didapati dosa kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

        Hasilnya: dosa selesai, apalagi hanya masalah hidup--dosa adalah beban terberat mulai di dunia sampai neraka.


      2. Kata-kata yang sesuai dengan firman pengajaran yang benar; sesuai alkitab; tidak ditambah dan dikurangi--; kata-kata benar dan jujur; tidak ada dusta, fitnah, dan gosip.
        Mau bicara apa saja, silakan tetapi harus sesuai dengan firman pengajaran yang benar.


      3. Hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan; berseru kepada Tuhan--'Tolonglah aku!'; berseru nama Yesus.


    Kalau kita tidak mau menjadi orang sundal, tetapi mengalami pembaharuan sampai Yerusalem baru kita harus masuk penggembalaan--tempayan--dan mengalami keubahan dari kekuatiran menjadi percaya, ketidaktaatan menjadi taat, dan perkataan sia-sia menjadi kata-kata iman.

    Hasilnya:


    • Petrus--mewakili laki-laki.
      Lukas 5: 5
      5:5. Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

      'tidak menangkap apa-apa'= jujur mengaku menghadapi krisis--ekonomi (tidak ada yang dimakan), pelayanan (tidak ada jiwa-jiwa).
      'karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'= kata-kata iman. Secara logika--pengalaman, pengetahuan dunia--, Petrus sudah mengerahkan semuanya tetapi tidak dapat apa-apa, sekarang di pantai siang hari disuruh menebarkan jala.

      Petrus taat pada firman sekalipun tidak sesuai dengan logika, pengetahuan dan lain-lain.
      Suami, gembala yang dalam krisis/kegagalan, mari kembali pada firman, dan dari tidak ada menjadi ada--Petrus menangkap banyak ikan--untuk memelihara hidup kita di tengah krisis dunia sampai antikris berkuasa di bumi, sampai hidup kekal.

      Mungkin selama ini kita mengandalkan logika lebih dari pada firman.

      "Seorang yang gajinya dua digit dalam juta menghina firman saat saya sampaikan: Kita bukan hidup dari gaji, gaji hanya sarana. Akhirnya dia diizinkan Tuhan digitnya hilang, bahkan minus. Setelah tiga bulan baru dia datang mengaku dan dia akui dia hidup dari iman."

      Mari, tinggikan firman lebih dari semuanya, praktikkan firman sekalipun tidak masuk akal. Itulah kata-kata iman.


    • Perempuan Kanani--mewakili ibu-ibu.
      Markus 7: 30
      7:30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      Ibu-ibu menghadapi krisis nikah dan buah nikah, penderitaan, air mata.
      Kalau ada kata-kata iman, semua akan dipulihkan; penderitaan dan air mata diganti kebahagiaan, damai sejahtera, semua enak dan ringan.


    • Sadrakh, Mesakh, dan Abednego--mewakili kaum muda--, menghadapi tekanan, kegagalan, maut.
      Mereka tetap menyembah Tuhan sekalipun Tuhan tidak menolong. Inilah kata-kata iman.

      Daniel 3: 16-18, 24-25
      3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
      3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
      3:18. tetapi
      seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
      3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
      3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan
      yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

      Ayat 17-18 = kata-kata iman.
      Ini adalah puncak penyembahan; penyembahan merobek tirai, yaitu tidak berdasarkan kebutuhan-kebutuhan daging lagi, tetapi karena sungguh-sungguh mengasihi Tuhan; bukan bergantung pada pertolongannya, tetapi bergantung pada Tuhan--mengasihi Tuhan lebih dari semuanya.

      Mari berseru dan Tuhan dalam kemuliaan beserta kita; ada Roh kemuliaan menyertai kita untuk menyelesaikan semua, memberi masa depan yang indah--Sadrakh, Mesakh, Abednego mendapatkan kedudukan yang tinggi--, memakai kita menjadi saksi Tuhan, sampai kalau Tuhan datang kembali kita benar-benar diubahkan menjadi sempurna seperti Dia.

      Kata-kata iman yang terakhir: Amin, datanglah, Tuhan Yesus!; sama dengan berseru: Haleluya, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
      Wahyu 22: 20
      22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

Sebenarnya bangsa kafir hanya orang sundal.
Mari serahkan hidup untuk digembalakan dan diubahkan sampai kata-kata ini banyak berseru dan menyembah Tuhan sampai Dia menolong kita semua.
Kalau banyak salah dalam kata-kata, serahkan kepada Tuhan.

Terlalu banyak bicara, terlalu banyak salah dalam perkataan, itulah bangsa kafir, sehingga jauh dari Tuhan dan dekat dengan Babel.
Mari kembali kepada Tuhan!
Apa pergumulan bapak-bapak, ibu-ibu--termasuk ibu janda--, anak muda, ada Tuhan di tengah-tengah kita, jangan bergantung pada yang lain. Kalau Tuhan mengizinkan sesuatu yang mustahil terjadi pada kita, tujuannya adalah supaya kita mengasihi Dia seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Kita mengasihi Dia bukan karena berkat dan pertolongan-Nya tetapi karena Dia--tidak bisa terpisah dari Dia. Tetapi yang mau berseru karena penyakit dan lain-lain, silakan, sampai bisa mengasihi Dia.

Kita bisa berseru dengan kata-kata iman, dan Yesus mengulurkan tangan belas kasih lewat kurban-Nya di kayu salib. Kalau Dia tidak mati di kayu salib, Dia tidak bisa mengulurkan tangan, dan menyertai kita dalam kemuliaan. Tetapi karena Dia sudah mati, Dia bisa mengulurkan tangan-Nya, dan menyertai kita dalam kemuliaan-Nya tanpa bisa ditandingi oleh apapun--seperti dialami oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dia mampu melakukan apapun bagi kita.

Perjamuan suci adalah uluran tangan belas kasih Tuhan yang tidak bisa dihalangi apapun juga; yang bisa melakukan apa saja bagi kita, sampai menyempurnakan kita.
Percayalah, kalau ada kata-kata iman, akan ada tangan belas kasih-Nya, dan mujizat pasti terjadi. Bukan hanya sampai di dunia, tetapi sampai di awan-awan yang permai, kata-kata iman terakhir: Haleluya, kita menyambut kedatangan-Nya. Ingat keluarga kita supaya semua ditolong dan diselamatkan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top