English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 09 Oktober 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Februari 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Baptisan Air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 14 September 2010 (Selasa Tengah Malam)
Kita mempelajari tentang PELITA EMAS
Keluaran 25: 37
25:37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Mei 2018 (Jumat Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 November 2011 (Sabtu Sore)
Berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Lukas 1:13-17

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan VI, 28 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Ibadah di GKPI PADANG BULAN MEDAN
Tema: IBADAH

Mengapa kita harus beribadah kepada Tuhan?
Sebab ada perbedaan antara orang beribadah...

Ibadah Raya Malang, 08 September 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Kejadian 25:21,24-26
25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Oktober 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding

Matius 12:38-42
12:38. Pada waktu itu berkatalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:13
8:13 Lalu aku melihat: aku...

Ibadah Kunjungan di Manokwari IV, 21 Maret 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Desember 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9
2:9


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 21: 5: "Aku menjadikan segala sesuatu baru"

Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "
Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian pada awal penciptaan, TUHAN sudah menciptakan langit bumi serta isinya termasuk manusia yang sama mulia dengan Dia--satu gambar dengan TUHAN--dan manusia ditempatkan di taman Eden. Semua baik dan semua bahagia pada waktu diciptakan. Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular--sebenarnya ular sudah ditaklukkan--dan jatuh dalam dosa, sehingga kehilangan kemuliaan Allah; telanjang dan diusir ke dunia, sehingga manusia hidup dalam suasana kutukan, penderitaan dan air mata.

Roma 3: 23
3: 23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam dunia, semua manusia termasuk hamba TUHAN dan pelayan TUHAN berbuat dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--sehingga binasa selamanya.
Dulu di Mesir, katak-katak naik ke punggung, sekarang laptop di punggung, bisa untuk membuka yang najis-najis, bahkan yang di kantong (handphone) juga untuk melihat yang najis.

TUHAN tidak rela manusia yang diciptakan-Nya--apalagi pelayan TUHAN/hamba TUHAN--hanya seperti anjing, babi, dan setan yang dibinasakan. Oleh sebab itu TUHAN mau menciptakan kembali langit dan bumi yang baru; juga manusia baru yang sama mulia dengan Dia untuk ditempatkan di Yerusalem baru selamanya.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN.
Dalam Wahyu 21, ada empat macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore).
  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU

Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Pembaharuan suasana baru dibagi menjadi empat:

  1. Wahyu 21: 4= suasana tanpa maut (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi).


  2. Wahyu 21: 5-6= suasana kepuasan/kebahagiaan sorga (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015-Rabu Sore).
  3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015-Kamis Pagi dan Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 11 Agustus 2016-Kamis Pagi).


  4. Wahyu 21: 8= suasana kesucian dan kesempurnaan TUHAN.

AD. 3. Suasana kemenangan
Wahyu 21: 7
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Yesus sudah menang atas semua sehingga bisa masuk sorga, maka kita juga harus menang untuk bisa masuk sorga.

Siapa yang bisa menang bersama Yesus? Yang dipanggil, yang dipilih, dan yang setia.
Wahyu 17: 14
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

'Anak domba'= Yesus.

YANG DIPANGGIL
Semua manusia sudah berdosa sehingga harus dipanggil Tuhan, yaitu:

  • Percaya pada Yesus.
  • Bertobat.
  • Mengalami baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah bertobat harus dikuburkan bersama Yesus di dalam air dan keluar dari dalam air untuk menerima hidup baru--langit baru; saat Yesus keluar dari baptisan air, langit terbuka. Ini sama dengan hidup sorgawi yaitu mengalami baptisan Roh Kudus--waktu Yesus keluar dari air, Roh bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya.

    Hidup sorgawi= hidup dalam kebenaran.
    Benar= selamat.
    Tidak benar= tidak selamat.
    Jadi, bisa hidup benar merupakan kemenangan.

    Kemenangan bukan berarti sakit jadi sembuh--dokter bisa, dukun bisa. Tetapi tetap hidup benar, sampai matipun, itulah kemenangan. Sorga jangan dinilai dengan hal jasmani. Karena itu kita belajar suasana baru, bukan kekayaan dan kemiskinan lagi--tidak ada kaitan.

    Seperti naik pesawat, semakin tinggi, yang di bawah seperti mainan saja. Begitu juga kalau rohani sudah tinggi, gedung besar, terserah, kaya, terserah. Itu berarti langit sudah terbuka bagi kita.

YANG DIPILIH
yaitu kehidupan yang digembalakan untuk disucikan oleh firman pengajaran yang benar. Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Hati-hati!

Keluaran 29: 1
29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

Perikop: Pentahbisan Harun dan anak-anaknya--keturunan Abraham, Ishak dan Yakub secara daging.

Kalau suci, kita akan dipilih dan diangkat menjadi imam dan raja, itulah hamba/pelayan Tuhan.

Keluaran 19: 6
19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Dulu yang bisa menjadi imam dan raja hanya keturunan Israel asli.
Bagaimana dengan kita bangsa kafir? Secara jalur keturunan tidak bisa. Karena itu Tuhan buka lewat jalur salib/kemurahan Tuhan.

1 Petrus 2: 9-10
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
Kalau tidak ada kemurahan Tuhan, kita semua tidak ada di sini. Hanya karena kemurahan-Nya kita diangkat jadi imam dan raja--dipanggil dan dipilih; dibenarkan dan disucikan.

Imam dan raja adalah

  • Seorang yang suci.
  • Seorang yang memangku jabatan pelayanan.
  • Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Kalau tidak mau melayani, berarti menginjak-injak darah Yesus dan akan dibinasakan.
Kita bekerja dan kuliah, tetapi jangan lupakan ibadah pelayanan.

YANG SETIA
Sudah hidup benar--dipanggil--, hidup suci--dipilih jadi imam dan raja--, masih belum cukup. Harus ditambah dengan setia.

Jadi, yang menang bersama Yesus adalah imam dan raja yang beribadah melayani Tuhan dengan setia-berkobar-kobar--terus aktif sekalipun usia lebih tua, tetap hormati darah Yesus--, dan setia-baik sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai Yesus datang kembali.

Inilah suasana kemenangan.

"Kami ada Lempin-El Kristus Ajaib. Sekarang angkatan XL, tahun kelimapuluh. Saya hanya melanjutkan mulai dari angkatan XXVII. Moto kami: lebih berguna pengerja yang setia dari pada gembala yang tidak setia. Yang Tuhan nilai adalah kesetiaannya. Kalau Tuhan nilai dari pembuat mujizat, yang mengepel tidak hebat, berarti Tuhan tidak adil. Yang Tuhan nilai adalah yang setia sampai akhir."

Matius 25: 21
25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Sudah setia, bagus, tetapi masih kurang lagi. Harus sungguh-sungguh.

"Dulu kami mau ke Jerman, mau masuk kedutaan saja sampai panas-panas antri. Apalagi untuk masuk sorga, jangan dikecil-kecilkan! Sudah setia belum cukup, masih harus ditambah baik."

Melayani dengan setia dan baik artinya:

  1. Ibrani 13: 18
    13:18. Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.

    Yang pertama: hati nurani yang baik, artinya: kita melayani dengan setia dan hati nurani yang baik.

    Hati nurani yang baik--peka--, yaitu:


    • Bisa membedakan yang benar dari yang tidak benar. Jangan bilang: sama saja. Itu tidak baik! Bisa membedakan dengan tegas terutama soal Tuhan yang benar dan tidak benar.

      Yosua berkata: 'Pilihlah!--bukan memaksa--, jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah, ibadah pada ilah silahkan, tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.' Tegas! Kita tahu Tuhan yang benar dan tidak dari pengajaran yang benar dan tidak. Jangan bilang: netral!

      "Kalau bilang: netral, bahaya. Mobilnya mercy, mau jalan giginya netral, tidak akan bisa jalan dan tidak pernah sampai. Mobil rusak juga tidak bisa sampai. Tidak bisa bilang: netral, mau di mana? Bukan berarti di sini yang benar, tetapi alkitab, bukan orangnya. Harus pilih!"

      Pilih pengajaran yang benar. Kalau pengajarannya benar, pelayanan dan penyembahannya juga pasti benar karena pengajaran adalah kepala.
      Kalau pengajarannya tidak benar, pelayanan dan penyembahannya juga tidak akan benar, bicaranya tidak benar.

      Sebenarnya ia tahu mana yang benar, tetapi ada perkara dunia yang memberati dia sehingga ia berkata: netral--hati nuraninya tidak baik.


    • Tanpa pamrih; tidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban; tidak mencari keuntungan, malah berkorban--seperti Yesus sampai berkorban nyawa untuk melayani.


  2. Efesus 4: 29
    4:29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

    Yang kedua: setia dan baik sama dengan melayani dengan setia dan perkataan yang baik--tidak ada gosip, fitnah dan hujat.

    Pengajaran benar dibilang salah, itulah menghujat.
    Perkataan yang baik: ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, tidak peduli siapapun. Itulah perkataan yang membangun dan menjadi berkat bagi orang lain.


  3. Roma 12: 17
    12:17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

    Yang ketiga: setia dan baik sama dengan melayani dengan setia dan berbuat baik.

    "Saya selalu katakan pada kaum muda: kamu masih sekolah, minta uang sekolah, tidak bisa kasih apa-apa untuk orang tua, tetapi minimal jangan merugikan. Sudah diberi uang SPP tetapi tidak mau belajar, itu berarti perbuatannya belum baik. Dulu saya sombong: 'Nanti pa, kalau saya lulus, gaji berapapun aku berikan.' Jawabannya beda: 'Saya tidak butuh itu, saya butuh anak yang taat dan baik.'"

    Kita juga, jangan merugikan orang lain sekalipun belum bisa berbuat apa-apa, itu sudah termasuk perbuatan baik. Ditambah lagi jangan membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.
    Mari berbuat baik selalu dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.


  4. Amsal 22: 1
    22:1. Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

    Yang keempat: setia dan baik sama dengan melayani dengan setia dan nama baik.

    'Nama baik'= selalu menjadi kesaksian untuk memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Ini adalah tugas imam di mana-mana.

Dipanggil--benar--, dipilih--disucikan dan diangkat jadi imam--, dan setia-baik--memuliakan Tuhan--, itulah tugas kita. Tinggal tugasnya Tuhan, tidak usah bingung.

Hasilnya:

  1. Yesaya 49: 3-4
    49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
    49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

    Hasil pertama: hak dan upah kita terjamin di dalam tangan Tuhan, sampai upah hidup kekal.

    Kalau di tangan orang, hanya janji saja, tetapi Tuhan tidak pernah menipu kita.
    Melayani apa saja, sesuai dengan kehendak Tuhan dan jabatan dari Tuhan, yang penting setia dan baik.


  2. Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Hasil kedua: mengalami kebahagiaan sorga.

    Hidup di dunia yang terkutuk tetapi kita mengalami suasana sorga yang bertambah-tambah sampai puncaknya pada pesta kawin Anak Domba di awan-awan yang permai. Sesudah itu masuk Yerusalem baru.


  3. Hasil ketiga: 'memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar'= dipercaya untuk melakukan perkara besar. Ini yang kita pelajari.

Yohanes 14: 12
14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Ada dua pekerjaan besar yaitu:

  1. Pekerjaan yang dilakukan Yesus yaitu pekerjaan penyelamatan.
    Yesus harus mati di kayu salib untuk menebus kita karena Ia satu-satunya manusia yang tidak berdosa.
    Kita dipercaya juga untuk memberitakan firman penginjilan kepada orang-orang yang belum percaya Yesus. Harus kita saksikan!

    Kemudian Yesus bangkit dan naik ke sorga, untuk menyediakan tempat bagi kita yaitu Yerusalem baru yang kekal. Sesudah itu Dia datang kembali untuk memberikan tempat bagi kita.


  2. Pekerjaan yang lebih besar lagi yaitu pekerjaan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Orang yang dipanggil dan dipilih harus dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Tubuh adalah tempatnya kepala, artinya menyediakan tempat bagi Yesus sebagai Kepala yang akan datang kembali kedua kali. Ini adalah pekerjaan yang besar di akhir zaman.

    "Saya bersaksi, kalau dianggap sombong, mohon ampun. Tetapi inilah kebesaran Tuhan. Bulan ini saja tiga kali ibadah kunjungan. Dari mana itu? Karena itu saya katakan: proyek besar. Tidak ada satu bos berkata: 'Saya tanggung semua.' Tidak ada! Semua dari Tuhan. Tidak ada kolekte, proposal ke perusahaan apalagi perusahaan minuman keras dan lain-lain. Tidak ada itu. Kami mau buktikan proyek ini proyeknya Tuhan, bukan manusia."

    Kalau proyek besar dilihat dari gedungnya, di dunia ditertawakan. Tetapi kalau tubuh Kristus, tidak ada yang menandingi.

    Kita menyediakan tempat bagi Yesus sebagai Kepala, Raja dan Mempelai Pria yang akan datang kembali. Dia menyediakan tempat bagi kita. Dia mau datang dan harus ada tempatnya, kitalah yang menyediakan tempat bagi Dia yaitu tubuh Kristus yang sempurna.

Praktik pembangunan tubuh Kristus: persekutuan/kesatuan.
Tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna. Itulah proyeknya Tuhan yang besar; dan siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali, Kepala dan tubuh menjadi satu, tidak terpisah lagi sampai di Yerusalem baru.

Perhatikan persekutuan mulai dari nikah!
Kalau belajar dari nikah, persekutuan adalah sesuatu yang wajar, tidak boleh dipaksa. Kalau dipaksa, pasti terjadi konflik. Kalau dipaksa dengan peraturan, akan rusak. Kepala yang mempersatukan kita semua.
Kalau nikah kita tidak jadi satu, bagaimana mungkin Israel dan kafir menjadi satu?

Masalah terberat dalam nikah adalah tidak menjadi satu. Kalau ada masalah ekonomi, tetapi suami-isteri satu, akan ringan. Tetapi ada masalah, tidak jadi satu, bagaimana bisa?
Nikah tidak menjadi satu dimulai dari tidak satu hati.

Mengapa tidak satu hati? Kita belajar dari meja roti sajian yang di atasnya ada dua belas roti yang dibagi menjadi dua susun, masing-masing enam roti--66--= menunjuk pada alkitab.
Satu hati terjadi bila diisi firman pengajaran yang benar. Kalau pengajarannya beda, tidak akan bisa satu hati.
Kalau hamba Tuhan beda pengajaran, sampai kapanpun tidak akan bisa jadi satu.

Selain satu hati, juga satu suara. Di atas roti ada dupa--satu suara penyembahan kepada Tuhan dengan "Haleluya".

Jadi, nikah menjadi satu lewat satu pengajaran dan satu penyembahan yang benar. Nikah akan menjadi rumah doa. Betapa indahnya, masalah apapun jadi ringan. Pertahankan kesatuan!
Di dalam penggembalaan juga. Kalau domba mendengar dua suara, akan jadi pemberontak.
Hamba Tuhan, mari bicara firman yang baik, jangan bicarakan orang lain. Satu hati dan satu suara, akan jadi rumah doa, kalau terjadi di penggembalaan akan luar biasa, antar penggembalaan lebih luar biasa lagi.

"Saya ada masalah IMB belum keluar. Tanah sudah dibeli, minta tanda tangan tetangga, selesai. Tinggal Kadisnya, ternyata ditangkap KPK. Kalau Tuhan izinkan tidak dibangun, saya jadikan asrama saja. Saya santai saja. Sekarang kami menampung tujuh puluh orang dengan cuma-cuma--pelajaran dari guru saya. Yang penting tidak boleh bohong. Kalau berbuat salah, lalu ditanya berdusta, akan saya suruh pulang. Kalau mengaku, masih bisa dididik."

Lewat persekutuan biarlah nama Tuhan dimuliakan dan pekerjaan Tuhan lebih besar, mujizat Tuhan lebih besar terutama pembaharuan.

Tampaknya mustahil untuk Israel dan kafir jadi satu, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Di perjanjian lama, untuk menyatukan dua belas suku Israel, Tuhan izinkan terjadi kelaparan--pada zaman Yusuf. Sebelas suku datang ke Mesir, dan terjadilah kesatuan. Bukan Tuhan kasih kelimpahan dulu, tetapi kelaparan.

Bagi kita sekarang artinya jika kita diizinkan mengalami krisis atau goncangan, maksud Tuhan adalah supaya kita masuk persekutuan yang benar. Mungkin nikah belum benar, mari selesaikan, penggembalaan belum benar, mari selesaikan, antar penggembalaan, mungkin ke sana ke mari, mari selesaikan, supaya tidak lapar. Ini ajaran Tuhan.

Yohanes 17: 11, 21-23
17:11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
17:21. supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:22. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
17:23. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Di perjanijan baru, Yesus berdoa empat kali supaya terjadi kesatuan tubuh Kristus. Untuk membangkitkan Lazarus, Yesus hanya berdoa satu kali.
Jadi, pembangunan tubuh Kristus lebih sulit dari pada membangkitkan orang mati. Artinya, ini bukan pekerjaan kita. Orang tidak bisa menyatukan dengan kekayaan apalagi kemiskinan; kepandaian apalagi kebodohan. Organisasi tidak bisa menyatukan. Hanya Yesus yang bisa. Ini adalah pekerjaan dari Kepala, itulah firman pengajaran yang benar. Jangan coba-coba menyatukan!

Mustahil bagi kita, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan; Dia bergumul sungguh-sungguh supaya terjadi kesatuan. Kita harus bergumul sungguh-sungguh untuk terjadinya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna tidak bisa dihalangi oleh siapapun dan apapun juga, bahkan oleh setan sekalipun.

Kalau kita diizinkan mengalami kebusukan, periksa kesatuan! Mungkin anak busuk, mungkin nikah kita yang tidak satu, domba busuk, mungkin penggembalaan kita yang tidak satu. Mari kembali pada persekutuan. Itu saja kuncinya. Kalau sudah benar, Yesus akan menjadi kepala, tidak ada yang busuk dan lapar tetapi semua bangkit. Sealam Yesus belum menjadi kepala, akan ada yang lapar dan busuk.

Dari sini bisa ditarik kesimpulan: yang menyatukan tubuh Kristus adalah:

  1. Gandum Yusuf.
    Yusuf dilahirkan pada masa tua Yakub--gambaran dari Allah Roh Kudus. Berarti Yusuf adalah gereja mempelai.
    Semua gereja kalau mau dipanggil dan dipilih akan jadi gereja memeplai.

    Berarti gandumnya Yusuf adalah kabar mempelai. Ini yang menyempurnakan.
    Alkitab menulis: "Mempelai datang, songsonglah Dia!"; "Berbahagialah yang diundang pada perjamuan kawin Anak Domba."

    Alkitab dibuka dan ditutup dengan nikah--kabar mempelai.


  2. Doanya Yesus--bicara soal ketekunan dalam doa penyembahan.

Inilah yang menyatukan kita semua.
Matius 8: 18-20
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Burung sudah ada sarangnya untuk bertelur, bukan untuk berteduh. Serigala mempunyai liang untuk berkembang biak. Tetapi tubuh Kristus masih tercerai-berai.
Inilah keluhan dan kerinduan Yesus supaya tubuh Kristus segera terbentuk untuk menjadi tempat Dia sebagai Kepala.

'Serigala'= roh jahat.
'Burung'= roh najis.
Setan sudah punya tempat tetapi Yesus belum. Kita harus rindu untuk masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya Yesus tampil sebagai Kepala. Kalau nikah tidak jadi satu, Yesus tidak akan jadi kepala, dan hancurlah nikah itu karena serigala dan burung yang jadi kepala. Begitu juga di dalam penggembalaan dan fellowship.

"Untunglah saya punya teladan dari Yesus dan dua gembala saya yang terakhir: Pdt. In Juwono dan Pdt. Pong. Tidak pernah memaksa, wajar saja. Kalau tidak rindu, rugi sendiri.
Kalau ada persekutuan benar dan saya tidak hadir, rugi seribu kali, serigala dan burung akan menghancurkan saya dan penggembalaan. Tetapi kalau ada persekutuan yang tidak benar dan saya hadir, serigala dan burung juga menghancurkan saya.
Jangan main-main dengan persekutuan! Kalau tidak benar, hindari, bukan musuhi. Karena ini menentukan siapa yang jadi kepala."

Kita harus rindu supaya Yesus tampil sebagai Kepala dalam nikah, penggembalaan dan fellowship.
Artinya:

  • Tidak ada tempat bagi roh jahat dan najis dalam hidup kita, nikah, penggembalaan dan fellowship, sehingga selalu hidup benar dan suci, sampai kesempurnaan.
  • Yesus sebagai Kepala bertanggung jawab atas segala hidup kita. Dia sampai rela mati di bukit Tengkorak untuk membuktikan tanggung jawab-Nya pada tubuh.
    Kaum muda jangan takut! Yang penting masuk dalam persekutuan yang benar. Kita harus sungguh-sungguh hari-hari ini. Layani Tuhan dengan setia baik--hati baik, perbuatan baik, perkataan baik, dan nama baik. Maka hak dan upah kita ada di tangan Tuhan, ada kebahagiaan, dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Dia bertanggung jawab untuk masa sekarang, masa depan sampai hidup kekal. Jangan ragu!

    Hidup kita bukan dari gaji. Gaji hanya sarana. Yang menentukan adalah Yesus sebagai kepala. Biar gaji besar, tetap makan dari mulut--di kepala--bukan dari kantong.
    Karena itu hamba Tuhan bukan hidup dari jemaat, tetapi dari Kepala.

Bukti Yesus sebagai Kepala:

  • Mengutamakan firman pengajaran yang benar. Mau menikah, lihat pengajarannya dulu, bukan yang lain.
    Kalau Yesus tidak jadi kepala, habis. Kalau Yesus jadi kepala, dari tidak ada menjadi ada.

    Mau tergembala, lihat pengajarannya. Mau fellowship, lihat Yesus; utamakan pengajaran yang benar, dan taat dengar-dengaran.


  • Tekun dalam doa penyembahan kepada Yesus dengan 'Haleluya'; ditambah puasa. Ada masalah bukan menelpon sana sini, itu berarti kepalanya bukan Tuhan tetapi orang lain. Manusia sangat terbatas, tetapi Yesus sebagai kepala tidak terbatas, Lazaruspun bisa bangkit.

    Kalau doa belum dijawab, tambah dengan puasa, kalau belum, tambah doa semalam suntuk. Tekuni! Sampai satu waktu tirai terobek, hanya berseru: 'ya Abba, ya Bapa!'--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, sehingga Tuhan yang bertanggung jawab, Dia tampil sebagai Jehovah Jireh--tidak ada jadi ada, dan anaknya tidak hilang. Kalau tidak taat, dari ada justru jadi tidak ada.

    Inilah kheidupan yang diurapi, dipenuhi dan meluap-luap dalam Roh Kudus.

    "Kalau daging tidak bisa. Di dompet ada dua lembar uang lima puluh ribu, masih bisa taat karen a masih ada sisa satu. Tetapi kalau hanya satu lembar uang, mulai berpikir untuk diserahkan."

    Janda Sarfat hanya punya sedikit tepung dan minyak, diminta untuk Tuhan dulu. Kalau daging, tidak akan taat.
    Kalau kepalanya Tuhan, semua akan beres.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    'bangsa bukan Yahudi'= bangsa kafir.
    Bangsa kafir seperti anjing--mulutnya bau--dan babi--perbuatan dan perkataannya bau.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus membakar anjing dan babi--kalau hanya dimandikan akan kembali lagi, kalau dibakar, habis.
    Artinya: Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan kita sehingga berbau harum di hadapan Tuhan.

    Malam ini biar kita dibakar dan berbau harum di hadapan Tuhan.
    Berbau harum= jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Jangan ditambah-tambah! Roh Kudus ada bersama kita.
    Jangan bilang: ya, tetapi..... itu anjing dan babi.

    Jujur = menjadi rumah doa.
    Tadi mujizat rohani kita alami--bau jadi harum--, sekarang jujur. Kalau bisa jujur, luar biasa, benar-benar mujizat.

    Kalau kita menjadi rumah doa, Roh Kudus akan mengadakan mujizat jasmani.
    Zakharia 4: 6-7a
    4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
    4:7a. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata.

    'Gunung diratakan'= masalah diselesaikan, ada masa depan yang berhasil dan baik.
    Mari, ada Roh Kudus, ada mujizat. Malam ini untuk bangsa kafir. Roh Kudus untuk kita bangsa kafir malam ini. Sungguh-sungguh.


  2. 2 Raja-raja 2: 11
    2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    Kegunaan kedua: Roh Kudus mengubahkan kita menjadi sempurna seperti Dia. Israel dan kafir menjadi satu.

Apapun keadaan kita, tempatkan Yesus sebagai kepala dan naikkan doa penyembahan. Serahkan pada Tuhan, maka Roh Kudus akan turun di tengah kita, dan mujizat terjadi di tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top