English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 27 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 November 2018 (Jumat Malam)
Lukas 22: 35-36, 38
22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Maret 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:11-13, kita membutuhkan kelepasan...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Wahyu 1: 1-3
INI TENTANG JUDUL/KATA PENGANTAR KITAB WAHYU.

Wahyu 1: 2
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Januari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta. Kita...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Oktober 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 49-53 => Yesus membawa pemisahan.
12:49. "Aku datang untuk melemparkan...

Ibadah KKR Palangkaraya II, 25 Februari 2009 (Rabu Pagi)
Ibrani 13:1
"Peliharalah kasih persaudaraan"

Mengapa harus mengasihi saudara?
Sebab mengasihi saudara = mengasihi Tuhan.Tidak...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 14 Januari 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Mei 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 28, adalah sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali,...

Ibadah Raya Malang, 03 November 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 17 Januari 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 21: 5: "Aku menjadikan segala sesuatu baru"

Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "
Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian pada awal penciptaan, TUHAN sudah menciptakan langit bumi serta isinya termasuk manusia yang sama mulia dengan Dia--satu gambar dengan TUHAN--dan manusia ditempatkan di taman Eden. Semua baik dan semua bahagia pada waktu diciptakan. Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular dan jatuh dalam dosa, sehingga kehilangan kemuliaan Allah; telanjang dan diusir ke dunia, sehingga manusia hidup dalam suasana kutukan: letih lesu, penderitaan, susah payah, dan air mata.

Roma 3: 23
3: 23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam dunia--sudah bersuasana kutukan--, semua manusia termasuk hamba TUHAN dan pelayan TUHAN tetap berbuat dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--sehingga binasa selamanya.
Dosa makan minum= mabuk, merokok, narkoba.
Dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan: penyimpangan, nikah yang salah: kawin cerai, perselingkuhan, kawin campur, dan kawin mengawinkan.
Akibatnya: manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan tampil seperti anjing dan babi, bahkan pada puncaknya tampil seperti iblis--Petrus, hamba Tuhan yang hebat--, karena menolak salib.

Matius 16: 21-23
16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang menolak salib sama dengan iblis, karena jalan Tuhan adalah jalan kematian, kebangkitan, dan kemuliaan. Kalau menolak jalan kematian, berarti menolak kemuliaan, sama dengan kehancuran dan kenajisan seperti iblis yang akan binasa selamanya.

TUHAN tidak rela manusia yang diciptakan-Nya--apalagi pelayan TUHAN/hamba TUHAN--hanya tampil seperti anjing, babi, dan setan yang terkutuk dan dibinasakan. Oleh sebab itu TUHAN menciptakan kembali langit dan bumi yang baru; juga manusia baru yang sama mulia--segambar, sempurna--dengan Dia untuk ditempatkan di Yerusalem baru, bahagia dan kekal selamanya.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN.
Dalam Wahyu 21, ada empat macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore).
  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU

Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Pembaharuan suasana baru dibagi menjadi empat:

  1. Wahyu 21: 4= suasana tanpa maut/ tanpa air mata (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi).


  2. Wahyu 21: 5-6= suasana kepuasan/kebahagiaan sorga (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015-Rabu Sore).
  3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015-Kamis Pagi dan Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 11 Agustus 2016-Kamis Pagi) ditambah Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018.


  4. Wahyu 21: 8= suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan TUHAN.

AD. 4. Suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan
Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ada delapan dosa yang langsung menenggelamkan anak Tuhan ke dalam lautan api dan belerang; neraka.
Delapan dosa ini melawan kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan.

Delapan dosa bisa dikelompokkan:

  1. Penakut dan tidak percaya= melawan kebenaran.
  2. Keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, penyembah berhala= melawan kesucian.
  3. Dusta= melawan kesempurnaan. Di Yakobus 3: 2, orang yang tidak salah dalam perkataan adalah orang yang sempurna.

PENAKUT
Orang penakut itu tidak bisa hidup benar--melawan kebenaran.
Lukas 12: 4-5
12:4. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
12:5. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

Ada dua macam ketakutan:

  1. Siapa/apa yang harus kita takuti.
  2. Siapa/apa yang tidak perlu kita takuti.

Sayang sekali, orang penakut--pengecut (terjemahan lama)--, termasuk hamba/pelayan Tuhan selalu dalam keadaan terbalik, yaitu:

  1. Siapa/apa yang seharusnya ditakuti, justru tidak takut.
  2. Siapa/apa yang seharusnya tidak perlu ditakuti, justru takut sekali.

Inilah manusia penakut/pengecut, yang membawa masuk ke neraka.

Hanya sahabat Yesus yang mengerti/tahu kepada siapa kita harus takut, yaitu kepada Tuhan.
Yohanes 3: 29
3:29. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Yesus adalah tabib, dan sebagainya. Dia gembala, kita domba, tetapi ada domba yang terhilang. Dia Bapa yang baik, kita anak, tetapi ada anak yang hilang. Karena itu pengenalan kita kepada Yesus harus ditingkatkan sampai Yesus sebagai kepala; suami. Kita sebagai tubuh; istri. Kepala dan tubuh tidak bisa terpisah selamanya.
Karena itu sahabat Yesus di sini adalah sahabat Mempelai.

Yohanes Pembaptis adalah sahabat Mempelai.
Sahabat mempelai adalah kehidupan hamba/pelayan Tuhan yang bersukacita; berbahagia, dan menikmati saat mendengar suara Mempelai, itulah kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, dan taat dengar-dengaran pada kabar mempelai.



Ada dua macam pemberitaan firman:

  1. Firman penginjilan= kabar baik, untuk membawa orang berdosa pada Yesus, bertobat, dibaptis, hidup baru dan selamat.
    Kabar baik penting! Tetapi harus ditingkatkan mendengar suara mempelai.


  2. Firman pengajaran= kabar mempelai.

Yohanes Pembaptis mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai sehingga ia tahu kepada siapa ia harus takut yaitu kepada Tuhan, bukan pada raja Herodes yang salah. Tuhan ajarkan kita harus tunduk pada raja, tetapi kalau nikahnya salah, jangan diikuti--kita takut akan Tuhan.
Inilah kuasa firman pengajaran, yang membuat kita mengerti kepada siapa kita takut dan tidak perlu takut.

Markus 6: 17-19
6:17. Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
6:18. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
6:19. Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,

Yohanes Pembaptis tidak takut pada raja sekalipun ia dibelenggu dan dipenjara.
Yohanes Pembaptis memberitakan kabar mempelai untuk menegor raja Herodes yang mengambil isteri saudaranya--nikah yang salah--, apapun resikonya. Dia takut akan Tuhan. Dia tegor Herodes. Dia tidak mau kompromi dengan raja Herodes yang salah dalam nikah; tidak takut sekalipun harus dipenjara dan dibunuh.
Dia dibunuh tapi saat Yesus datang kedua kali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan menjadi mempelai wanita Tuhan selamanya.

Jangan menjadi pengecut! Memang tidak enak bahasanya, tetapi ini bahasa alkitab.
Di kantor, jangan kompromi kalau atasan kita salah, karena takut di-PHK! Kalau kompromi dengan yang salah, itu berarti hamba/pelayan Tuhan pengecut/penakut, dan akan masuk dalam neraka; takut pada manusia yang salah tapi melawan Tuhan. Tidak boleh! Sungguh-sungguh!

Hanya sahabat Mempelai yang bisa tegas; kehidupan yang mendengar kabar mempelai yang bisa tegas untuk takut pada Tuhan apapun resikonya.

Praktik takut akan Tuhan:

  1. Yosua 24: 14-15
    24:14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.
    24:15. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

    ayat 15= menghadapi jemaat yang banyak sekali, Yosua tidak takut.

    Praktik pertama takut akan Tuhan: beribadah melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas.

    Orang yang tidak setia sama dengan melawan Tuhan.
    Setia= tidak bisa dihalangi oleh apapun.

    Seringkali untuk masuk kantor, kita berjuang sekalipun hujan lebat. Bagus. Tetapi kalau mau ibadah, baru bunyi guruh, sudah takut hujan, itu berarti tidak takut akan Tuhan. Salah!

    Tulus ikhlas= bisa membedakan Tuhan yang benar dan tidak benar.
    Dari mana bisa membedakan? Dari pengajaran yang benar dan palsu. Kalau tidak tulus, akan berkata: 'beda sedikit....sama saja.'
    Kalau tulus ikhlas bisa membedakan Tuhan yang benar dan tidak benar, juga ibadah yang benar dan palsu, serta penyembahan yang benar dan palsu, sehingga kita memilih (bukan dipaksa) Tuhan yang benar, pengajaran yang benar, ibadah pelayanan yang benar, dan penyembahan yang benar.

    Dulu Habel dan Kain beribadah, tetapi tidak semua diterima oleh Tuhan. Hanya satu--Habel--yang diterima. Karena itu harus setia dan tulus ikhlas, jangan ditipu! Hamba Tuhan juga, kalau tulus ikhlas, tidak akan menipu, tetapi akan menunjukkan yang benar apapun resikonya.

    Jadi takut akan Tuhan adalah beribadah melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas= beribadah melayani Tuhan dalam ibadah pelayanan yang benar dan berkenan kepada Tuhan, dengan setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Tuhan datang kembali.

    Tuhan memperjuangkan ibadah kita sebanyak dua kali:


    • Dalam perjanjian lama, Tuhan menghukum Mesir sepuluh kali untuk memperjuangkan ibadah bangsa Israel.
    • Di perjanjian baru, Yesus rela dihukum sampai mati di kayu salib untuk memperjuangkan ibadah bangsa kafir. Lewat darah Yesus--kemurahan Tuhan--bangsa kafir bisa beribadah.


    Karena itu kita juga harus memperjuangkan ibadah pelayanan yang benar dan berkenan pada Tuhan, seperti Yosua. Tidak takut pada jemaat karena ia lebih takut pada Tuhan; jemaat mau memilih ilah, silakan.
    Berjuang untuk berada pada ibadah pelayanan yang benar dan berkenan pada Tuhan.

    'aku dan seisi rumahku'= berjuang juga untuk seisi rumah. Sudah berani menikah, punya anak dan cucu, harus berjuang, terlebih berjuang untuk yang rohani, yaitu supaya seisi rumah berada dalam ibadah pelayanan yang benar dan berkenan pada Tuhan; beribadah melayani dengan setia sampai garis akhir.
    Kalau gembala, bukan hanya seisi rumah, tetapi berjuang juga untuk sidang jemaat--penggembalaan--supaya bisa dibawa dalam ibadah yang benar dan berkenan pada Tuhan.
    Kalau Tuhan pakai kita dalam fellowship--antar penggembalaan--, berjuang supaya fellowship bisa mencapai ibadah pelayanan yang benar dan setia.

    Hasilnya: Tuhan berjuang memberikan jaminan kepastian untuk hidup sekarang, masa depan yang indah sampai hidup kekal selamanya.
    1 Timotius 4: 8-10
    4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    Ibadah mengandung janji untuk hidup sekarang dan masa datang.
    Kalau hanya kuliah yang hebat, maksimal hanya sampai liang kubur, tetapi banyak yang sudah senang lulus, kemudian setengah mati cari kerja. Berarti di dunia saja tidak ada jaminan, apalagi di sorga, tidak ada kaitan. Kalau ada kaitan celaka, orang di luar Tuhan lebih pandai.
    Tetapi, ibadah itu ada kaitan untuk hidup sekarang dan masa datang. Karena itu kita harus berjuang lebih keras untuk ibadah pelayanan yang setia dan tulus ikhlas.


  2. Amsal 8: 13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik kedua takut akan Tuhan: membenci dosa dan dusta.

    Kalau berbuat dosa berarti melawan Tuhan. Seringkali kita takut pada dosa sehingga tidak takut akan Tuhan.
    "Kalau tidak merokok, aku lemas. Kalau tidak mabuk, nanti tidak bisa berpikir. Kalau tidak memakai narkoba, aku tidak bisa kerja."
    Celaka orang seperti itu! Lewat kabar mempelai, pilih Tuhan, jangan takut pada dosa! Takut pada dosa, sama dengan takut pada setan.

    Membenci dosa dan dusta= hidup dalam kebenaran dan kejujuran.
    Keluaran 1: 15-17
    1:15. Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:
    1:16. "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."
    1:17. Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.

    'raja Mesir'= gambaran dari setan.
    'bidan-bidan'= membantu kelahiran anak; secara rohani menunjuk pada hamba Tuhan yang membantu kelahiran baru.

    Di sini Firaun yang memberi perintah, dan kalau dilanggar, sekeluarga akan mati. Tidak main-main! Tadi sekeluarga diselamatkan, tetapi setan juga mau hancurkan sekeluarga.
    Takut pada siapa kita hari-hari ini? Pada Tuhan atau setan?

    Ini adalah contoh membenci dosa dan dusta, yaitu Sifra dan Pua--gambaran dari hamba/pelayan Tuhan.
    Sifra dan Pua tidak takut pada Firaun yang memerintahkan membunuh bayi laki-laki, tetapi takut akan Tuhan. Sekarang adalah hamba/pelayan Tuhan yang takut akan Tuhan.

    Syarat takut akan Tuhan:


    • Pua, artinya terang= terang-terangan/jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Kalau berkata: ya...tetapi....., itulah orang yang tidak takut akan Tuhan.
      Kalau takut akan Tuhan: 'Nanti kamu mati.': 'Iya mati, tetapi nanti akan dibangkitkan.'


    • Sifra, artinya: elok, enak dipandang; menjadi teladan terutama teladan iman dalam kebenaran--pengajaran benar dan hidup benar.


    Inilah hamba Tuhan yang takut akan Tuhan yaitu jujur dan menjadi teladan iman dalam kebenaran.

    Pua dan Sifra--pegang teguh pengajaran yang benar dan hidup benar--takut akan Tuhan sehingga bisa memilih untuk tidak membunuh bayi-bayi yang baru lahir.
    Bayi yang baru lahir itu tidak bisa berbuat dosa; gambaran dari orang benar. Sekarang, hamba/pelayan Tuhan yang benar tidak mau membenci orang yang benar--tidak membunuh bayi yang baru lahir--, termasuk tidak mau bergosip, menggosipkan dan memfitnah.

    Kalau benar dengan benar, tidak usah diapa-apakan, akan jadi satu. Suami isteri kalau satu benar, satu tidak benar, tidak akan pernah jadi satu. Terang dan gelap mau diapakan juga, tidak akan pernah bisa jadi satu. Kebenaran dan kejujuran yang bisa menyatukan kita.
    Ayo kembali!

    Kalau ada yang salah, mengaku. Kalau diampuni, jangan berbuat lagi. Yang lain, mengampuni dan melupakan. Kalau salah dalam ajaran, kembali pada alkitab, jujur. Di situlah terjadi kesatuan. Selama tidak jujur dan benar, mau dipaksakan tidak mungkin bisa satu, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan. Semua harus menjadi Pua dan Sifra. Kalau tidak, akan saling membenci, menggosipkan dan memfitnah.

    "Makanya kalau ada hamba Tuhan digosipkan kemudian melawan, itu berarti sama-sama tidak benar.
    Kalau dia diam, berarti dia benar. Kalau benar, dia tidak mau gosip atau ikut benci, tetapi mendoakan. Kalau ikut membenci, pasti ada tidak benarnya, ada tidak jujurnya. Sungguh-sungguh hari-hari ini!
    "

    Membunuh/membenci/memfitnah/menggosipkan orang benar, bahaya, itu sama dengan bayinya mati, artinya:


    • Tidak mengalami kelahiran baru, tetapi tetap manusia darah daging--tubuh, jiwa dan rohnya daging; dicap 666 dan jadi sama dengan antikris.
      Mulai perjanjian lama dan baru, kita lihat ulahnya antikris lewat siapapun, selalu membenci yang benar, sampai zaman Yesus. Bahaya! Dia tidak takut akan Tuhan yang seharusnya dia takuti.

      Hati-hati! Tidak akan terjadi kelahiran baru dan tidak mengalami pembaharuan. Sama seperti perempuan bungkuk di Bait Allah selama delapan belas tahun--dicap 666; jadi sama dengan antikris.

      Kita semua bisa saling membenci.

      "Belum jadi tim musik, baik-baik, setelah jadi tim musik, bisa terjadi saling membenci, gosip, kalau tidak ada kejujuran dan kebenaran."


    • Bagi hamba Tuhan sepenuh: tidak ada pertambahan jiwa-jiwa, justru jiwa yang ada lari/hilang; jemaat menjadi kering.


    Sebaliknya kalau jujur dan benar seperti Pua dan Sifra, kita akan saling mengasihi bahkan mengasihi musuh--ada belas kasih.

    Hasilnya: Tuhan menjadikan semua baik; yang hancur dan buruk jadi baik kalau kita jujur dan benar.
    Keluaran 1: 20
    1:20. Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.

    Jangan takut pada Firaun! Sehancur apapun kita kalau malam ini kita menjadi sahabat mempelai--takut akan Tuhan; pilih kebenaran dan kejujuran--yang hancur akan jadi baik, dan jumlah akan dipertambahkan (pelayanan berkembang), bahkan sampai berumah tangga--masuk perjamuan kawin Anak Domba saat Yesus datang kembali; mengalami kebahagiaan yang bertambah-tambah sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba.

    Keluaran 1: 21
    1:21. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.

    Suasana baru adalah tidak boleh ada ketakutan. Setan yang seharusnya kita lawan, malah kita takuti. Tuhan yang seharusnya kita takuti malah dilawan. Inilah pengecut! Harus dengar kabar mempelai sampai mempraktikkannya, baru bisa takut akan Tuhan.

    Mari kita takut akan Tuhan: ibadah pelayanan yang benar dan setia; berjuang untuk ibadah, Tuhan, dan penyembahan yang benar. Untuk diri sendiri selesai, lanjutkan berjuang bagi keluarga, jemaat, sampai hasilnya nyata: Tuhan berjuang untuk menjamin hidup kita.

    Kemudian berjuang untuk tidak membunuh bayi-bayi. Jangan membenci, tetapi berjuang untuk jujur dan benar, supaya tidak ada kepahitan, gosip, fitnah, benci, tetapi saling mengasihi bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita! Tuhan benar-benar menjadikan semua baik. Sekalipun orang itu merugikan kita, biarkan. Kalau tidak, justru akan berlarut-larut. Kita doakan, dan Tuhan akan jadikan semua baik.

    Kalau Tuhan menjadikan semua baik, tidak ada yang bisa menghancurkan, bahkan setan sekalipun; kalau Tuhan pertambahkan jiwa, tidak ada yang bisa menghentikan, termasuk setan. Sidang jemaat juga bisa mengalami perkembangan ekonomi kalau takut akan Tuhan.


  3. Pengkhotbah 12: 13
    12:13. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

    Praktik ketiga takut akan Tuhan: berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi apapun resikonya.

    Jangan goyah oleh tekanan dan ancaman apapun! Takutilah Tuhan! Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan; menyerah sepenuh pada Tuhan, hanya berseru: "Ya Abba, ya Bapa." Itu saja.

    Contoh:


    • Untuk hamba Tuhan:
      Kisah Rasul 5: 27-29
      5:27. Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
      5:28. katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
      5:29. Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

      Kalau soal pengajaran tidak usah takut. Kepala agama memang harus dihormati, tetapi kalau salah, jangan ragu. Lebih taat pada Tuhan dari pada manusia, itulah taat sampai daging tidak bersuara.

      Dulu mahkamah agama, sekarang bisa dalam bentuk organisasi gereja.

      "Pdt In Juwono selalu berkata: 'Kita harus taat kepada Tuhan lebih dari semua.'"

      Mahkamah agama seharusnya dijunjung tinggi, tetapi justru melarang ajaran yang benar. Karena itu murid-murid berkata: "Kami harus lebih takut pada Allah dari pada manusia, apalagi kalau manusianya salah."
      Petrus dan Yohanes lebih takut pada Tuhan dari pada manusia, terutama yang menentang firman pengajaran yang benar.

      Hari-hari ini adalah pilihan. Jangan jadi pengecut! Pengecut itu netral. Tetapi harus pilih, itulah hamba/pelayan Tuhan yang takut akan Tuhan. Kalau tidak memilih, berarti tidak takut pada Tuhan.


    • Yesus taat sampai mati di kayu salib--puncaknya.
      Seharusnya Dia tidak boleh mati karena Dia tidak berbuat dosa, tetapi Ia taat pada kehendak Bapa.


    Taat dengar-dengaran= mengulurkan tangan pada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan pada kita; kita hidup dalam tangan-Nya, Dia akan melindungi dan membela kita semua. Iblispun tidak bisa merebut kita dari tangan Tuhan, bahkan kita akan dipermuliakan bersama Dia selamanya.

    Semakin kita ditekan--seperti rasul-rasul dan Israel dulu--, kita justru lebih berkembang. Kabar mempelai kalau tidak ditekan, tidak akan sampai di mana-mana, tapi karena ditekan, bisa sampai ke mana-mana. Dan nanti terakhir, akan sampai di Yerusalem baru.

    Mari, takut akan Tuhan--jujur dan benar, sampai mengulurkan tangan kepada Tuhan; taat dengar-dengaran. Fellowship yang benar, kalau tidak, hanya menghambur-hamburkan uang.

    "Dulu di organisasi saya sekretaris, Om Amir ketuanya. Om Amir paling tahu. Saya paling rewel kalau soal uang, sampai sekarang juga. Jangan sampai uang keluar sia-sia, itu uangnya Tuhan, jangan dibuat main-main. Kita fellowship juga jangan main-main. Harus benar semuanya."

    Yesaya 11: 1-3
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    (terjemahan lama)
    11:3. Bahkan, iapun akan
    bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

    Perikop: Raja damai yang akan datang--Yesus.

    Bernafas dengan takut akan Tuhan= setiap bernafas; denyut jantung; setiap melangkah, kita takut akan Tuhan. Di udara ada roh jahat dan najis. Karena itu harus ada roh takut akan Tuhan.

Kesimpulan: keadaan orang yang takut akan Tuhan adalah seperti tunggul. Waktu Yesus mati di kayu salib, ia seperti tunggul.
Tunggul= padi yang sudah dipanen, dan tinggal sedikit untuk diinjak-injak atau dibakar. Jangan heran! Yesus diejek di kayu salib.

Tunggul adalah:

  • Sesuatu yang tidak berdaya, tidak bisa apa-apa. Dulu Yesus membangkitkan Lazarus, tetapi kemudian Ia disalib, Ia tidak berdaya, tidak bisa apa-apa.
  • Sesuatu yang tidak berharga apa-apa, tidak ada yang memperhatikan, tidak ada harapan.

Itulah keadaan orang yang takut akan Tuhan, tetapi mengalami urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya--kepenuhan Roh Kudus; meluap-luap dalam Roh Kudus. Semakin ditekan, Roh Kudus semakin dahsyat menguasai kita. Semakin tidak berdaya, Roh Kudus semakin menguasai kita. Karena itu jangan melawan, jangan cari teman. Sampai tidak berdaya 100%, Roh Kudus 100% dalam hidup kita. Kalau masih mencari teman, Roh kudus tidak bisa bekerja.

Kesempatan malam ini kalau kita seperti tunggul di dalam rumah tangga, di jemaat tidak bisa apa-apa, tidak tahu apa yang harus diperbuat, tidak ada kekuatan apa-apa, asal kita takut akan Tuhan--ibadah, jujur, benar, dan taat--, maka tangan Roh Kudus akan menolong kita semua.

Hasilnya:

  • Bertunas= ada hidup; seharusnya mati tetapi bisa hidup.
    Roh Kudus mampu mengubahkan yang mati menjadi hidup; mustahil menjadi tidak mustahil; menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Inilah mujzat secara jasmani.

    Praktikkan tiga hal takut akan Tuhan sampai bisa mengulurkan tangan pada Tuhan!
    Seratus persen kita tidak berdaya, seratus persen Roh Kudus akan bekerja malam ini juga
    Masa depan rusak bisa jadi hidup.


  • Berbunga= indah; kita mendapatkan karunia Roh Kudus.

    "Opa van Gessel almarhum menulis: persekutuan yang benar adalah tempat persemaian karunia-karunia. Tetapi kalau persekutuan tidak benar--kering--, kita semua pulang jadi kering; yang benar jadi tidak benar, yang ada karunia jadi hilang. Rugi besar!"

    Menikah juga hati-hati--menikah itu bersekutu--, kalau hanya karena paksaan, akan kering. Harus sungguh-sungguh dari Tuhan. Tergembala dan fellowship di manapun harus sungguh-sungguh, termasuk di sini harus dikoreksi. Kalau tidak benar, rugi 100%!

    Tetapi kalau benar, kita akan bertunas, berbunga, jadi indah; karunia-karunia Roh Kudus dipertambahkan; pemakaian Tuhan lebih mantap lagi dalam jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    "Ada kesaksian, hamba Tuhan mau ikut persekutuan, jemaatnya urunan supaya dia bisa naik pesawat ikut fellowship. Karena jemaat juga merasakan hasilnya, ikut senang kalau hamba Tuhannya ikut persekutuan. Ada karunia. Saya sudah bersaksi, saya dulu malam-malam menata panggung kalau ibadah kunjungan, bawa tas. Lalu diberi tugas memimpin pujian dan berkhotbah. Itulah karunia: lebih mantap, lebih jelas, dan lebih dipertambahkan lagi. Kita semua dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna."


  • Berbuah= berubah--mujizat secara rohani.
    Ada sembilan buah Roh.
    Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih(1), sukacita(2), damai sejahtera(3), kesabaran(4), kemurahan(5), kebaikan(6), kesetiaan(7),
    5:23. kelemahlembutan(8), penguasaan diri(9). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Malam ini yang berwajah muram, serahkan pada Tuhan sekalipun masalah belum selesai, sehingga wajah berseri, damai, tidak ada pahit, iri, takut.

    Sampai kalau Tuhan datang kedua kalit, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita menyambut kedatangan-Nya dengan sorak sorai Haleluya bersama dengan saudara-saudara kita yang takut akan Tuhan dari empat penjuru bumi. Kita tidak takut akan kedatangan-Nya tetapi memandang Dia muka dengan muka bersama Dia selamanya.

Kita memang tunggul, apalagi kita bangsa kafir, tetapi ada Roh Kudus. Asalkan takut akan Tuhan, mungkin memang tidak ada harapan, masa depan hancur, bawa semuanya pada Tuhan, Roh Kudus akan menghidupkan, menolong dan mengadakan mujizat bagi kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top