English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:24-26
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari...

Ibadah Doa Malang, 30 Januari 2018 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus....

Ibadah Raya Malang, 12 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 kali...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Mei 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:57-66 adalah tentang "Kelahiran Yohanes Pembaptis".

Lukas 1:65-66
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 47-56= PENANGKAPAN YESUS.
Jadi, di Getsemani, Yesus mengalami sengsara daging tanpa dosa sampai ditangkap oleh musuh-musuhNya.
Di akhir jaman, gereja...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5 secara umum terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juli 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 03 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juli 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37 tentang Yesus dalam rumah ibadat...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Juli 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 07 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Juni 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 (kita baca ayat 22-24) => siapa yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Agustus 2013 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:1
5:1 Pada suatu kali Yesus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 09 Februari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Kita sudah mempelajari Wahyu 11: 1: tentang ukuran Tuhan, yaitu Bait Suci Allah dan mezbah dupa emas. Kehidupan kerohanian kita diukur oleh Tuhan sampai memenuhi ukuran Tuhan, yaitu kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan (daging tidak bersuara lagi--tirai terobek--); sama dengan kesempurnaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020).

Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga.
Tabernakel terdiri dari tiga pintu: pintu gerbang--keselamatan; kebenaran--, pintu kemah--kesucian; kepenuhan Roh Kudus--, dan pintu tirai--ketika Yesus disalib tirai Bait Allah terobek. Kita juga harus mengalami perobekan daging sampai tidak bersuara lagi.
Inilah ukuran supaya kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Wahyu 11: 2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

'empat puluh dua bulan lamanya' = tiga setengah tahun.
Kalau tidak memenuhi ukuran dari Tuhan sekalipun sudah beribadah, Tuhan masih memberi jalan yaitu ia harus masuk dalam aniaya antikris selama tiga setengah tahun. (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2020 sampai Ibadah Doa Surabaya, 07 Februari 2020).

Ada dua kemungkinan yang terjadi:

  1. Hanya sedikit yang tetap menyembah Yesus sekalipun harus disiksa sampai dipancung kepalanya; berarti daging tidak bersuara lagi--memenuhi ukuran dari Tuhan tetapi lewat pedang antikris. Dan saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dalam kesempurnaan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan.


  2. Banyak yang tidak kuat--sekarang mau yang enak bagi daging--, dan dia akan menyembah antikris; menyangkal Yesus. Ia tidak disiksa, semuanya enak, antikris menyediakan semuanya, tetapi ia menjadi sama dengan antikris, dan saat Yesus datang kembali ia akan dibinasakan.

Karena itu ibadah pelayanan adalah suatu perlombaan; suatu perjuangan untuk memenuhi ukuran Tuhan sampai hidup kita menjadi benar, suci, dan sempurna. Bukan main-main! Kalau tidak, akan mengalami aniaya antikris selama tiga setengah tahun.

Tetapi Tuhan baik. Ini yang kita pelajari siang ini.
Wahyu 11: 3-6
11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
11:4. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.
11:5. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu.
11:6. Mereka
mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

'seribu dua ratus enam puluh hari lamanya'= empat puluh dua bulan; tiga setengah tahun.
'mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan'= Elia.
'mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah'= Musa.

Jadi, pada masa aniaya, Tuhan masih baik, yaitu Ia mengutus dua saksi yaitu Elia dan Musa untuk menguatkan yang tertinggal supaya tetap menyembah Tuhan--Tuhan memperhatikan kehidupan kristen yang harus masuk aniaya antikris selama tiga setengah tahun.

Dua saksi ini menyaksikan tentang dua hal:

  1. Wahyu 11: 3
    11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

    Yang pertama: menyaksikan tentang firman nubuat.

    Firman nubuat adalah firman yang menyatakan sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi yaitu:


    1. Jangan menyembah antikris, kalau menyembah akan binasa.
    2. Kemurahan Tuhan. Mereka yang bertahan untuk menyembah Tuhan pasti sempurna dan masuk sorga.


  2. Wahyu 11: 7-12
    11:7. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
    11:8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
    11:9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
    11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.
    11:11. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.
    11:12. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

    'kedua nabi itu telah merupakan siksaan'= kesaksian mereka merupakan siksaan bagi mereka yang tidak benar yaitu mereka yang menyembah antikris.

    Yang kedua: kesaksian tentang pengalaman kematian dan kebangkitan untuk dipermuliakan bersama Yesus--pengalaman salib.

    Jadi, jalan kita mengikut Tuhan adalah kematian, kebangkitan, setelah itu baru kemuliaan--seperti Yesus. Kalau mulia tanpa mati dan bangkit, itu sama dengan antikris--antikris tidak pernah mati; ia hanya luka parah dan sembuh, lalu disembah oleh dunia

Sekarang bagi kita, kita sebagai orang kristen jangan lengah. Banyak orang kristen hanya puas menerima kesaksian orang lain, bahkan mencari kesaksian orang lain, tetapi diri sendiri tidak pernah mengalami sendiri. Ini yang bahaya!
Tidak masalah kita mendengar kesaksian orang lain, tetapi jangan puas sampai di situ.

Kalau sekarang kita tidak mengalami sendiri pekerjaan Tuhan lewat firman nubuat dan salib--pengalaman kematian dan kebangkitan--, kita akan masuk dalam aniaya antikris untuk mencari kesaksian Elia dan Musa.
Tetapi kalau sekarang kita sudah mengalami pekerjaan firman nubuat dan pengalaman salib--kematian dan kebangkitan--, kita tidak akan masuk aniaya antikris; tidak perlu lagi kesaksian orang lain termasuk kesaksian Musa dan Elia.

Mari, kita harus menjadi saksi Tuhan tentang pengalaman hidup kita bersama Tuhan.
Tadi, tentang kesaksian ini ditulis dalam bentuk hari--'seribu dua ratus enam puluh hari lamanya'--, artinya setiap hari kita harus menjadi saksi Tuhan, supaya nanti tidak perlu masuk aniaya antikris.

Apa yang harus disaksikan?

  1. Kita harus menyaksikan tentang firman nubuat yang sudah menjadi pengalaman hidup kita sehari-hari.
    Firman nubuat adalah firman yang memberitakan tentang segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi terutama kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan dan penghukuman Tuhan atas dunia--termasuk tentang antikris.
    Dunia akan mengalami tiga kali tujuh penghukuman oleh Allah Tritunggal. Di dalamnya termasuk aniaya antikris selama tiga setengah tahun. Ini yang harus kita beritakan.

    Firman nubuat juga berarti firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Kita sudah menerima penginjilan--percaya Yesus dan bertobat; selamat dan diberkati--, setelah itu kita harus menerima firman nubuat/firman pengajaran/firman penyucian untuk bisa menyambut kedatangan Tuhan.

    Inilah syarat untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali; tidak masuk hukuman, yaitu kita harus mengalami pekerjaan firman nubuat yang menyucikan seluruh hidup kita. Karena itu dalam ibadah harus ada penginjilan--buktinya ada baptisan air--dan pengajaran untuk meningkatkan kualitas rohani kita; menyucikan seluruh hidup kita.

    Apa yang disucikan?


    • Matius 5: 27
      5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
      5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta
      menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

      Yang pertama: penyucian hati dari


      1. Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

        Banyak hamba Tuhan menjadi pencuri yaitu mencuri milik Tuhan seperti Yudas. Bagaimana berkhotbah kalau menjadi pencuri? Jelas kualitasnya tidak memadai. Karena itu doakan gembala-gembala, supaya jangan menjadi pencuri.


      2. Keinginan najis= dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan.
      3. Kepahitan hati= iri, benci, dendam.


      Kalau tidak ada lagi roh jahat, najis, dan pahit, hati kita akan menjadi suci; damai sejahtera, sehingga bisa melihat Tuhan; tidak akan tersandung dan kecewa.
      Hati yang suci tidak akan melihat manusia.


    • Matius 5: 29
      5:29. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

      Yang kedua: penyucian mata, sehingga mata hanya memandang Yesus yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

      Jangan memandang manusia, tetapi Yesus yang benar, suci, dan sempurna.
      Kalau memandang manusia, kita bisa main mata.


    • Matius 5: 30
      5:30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

      Yang ketiga: penyucian perbuatan--tangan--dari perbuatan dosa menjadi perbuatan-perbuatan yang benar, suci, dan baik--menjadi berkat bagi sesama; kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan--, dan perbuatan yang berkenan kepada Yesus, Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.


    • Matius 5: 31-32
      5:31. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
      5:32. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

      Yang keempat: penyucian nikah; sama dengan penyucian tabiat.

      Yang membuat perceraian adalah kebenaran sendiri
      Kebenaran sendiri artinya menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan; tidak pernah mengaku salah.

      Ini harus disucikan supaya kita memiliki kebenaran Tuhan yaitu saling mengaku dan mengampuni--kalau salah kita mengaku dan jangan berbuat dosa lagi, kalau benar kita mengampuni dan melupakan.


    • Matius 5: 33, 37
      5:33. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
      5:37. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

      Yang kelima: penyucian mulut sampai berkata jujur.

      Kalau ada pedang firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua mulut kita bisa tegas apapun resikonya.


    Inilah firman nubuat yang menjadi kesaksian dalam hidup kita; pengalaman hidup sehari-hari. Kalau kita memang memiliki pedang firman, maka hati, mata, perbuatan, tabiat, dan mulut kita akan disucikan.
    Orang yang melihat kita bisa tahu bahwa kita pengikut Yesus. Itulah kesaksian sehari-hari.

    Kalau mulut, hati, dan perbuatan kita suci, maka kita bisa menyembah Tuhan; naik ke gunung Tuhan yang kudus.
    Mazmur 24: 3-4
    24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    'bersih tangannya'= perbuatan suci.
    'murni hatinya'= hati suci.
    'tidak bersumpah palsu'= mulut suci.

    Kita menyembah Tuhan, Sang Pencipta dan Gembala Agung. Ada apa-apa naik gunung untuk menyembah Dia, asalkan dalam kesucian, Dia akan mendengar doa kita, tetapi kalau tidak suci, Dia tidak pernah mendengar doa kita.
    Mazmur 95: 6-7
    95:6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
    95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

    'TUHAN yang menjadikan kita'= Tuhan Sang Pencipta.
    'umat gembalaan-Nya'= Tuhan Gembala Agung.

    Kalau kita banyak menyembah Tuhan hari-hari ini, hasilnya:


    • Tangan Gembala Agung sanggup melindungi dan memelihara kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai berkelimpahan--raja Daud mengatakan: Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.
      Sekarang dunia tambah sulit, biarlah kita disucikan, kita banyak menyembah Tuhan; menyerahkan hidup dalam tangan Tuhan.

      Berkelimpahan= selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain.


    • Tangan Sang Pencipta mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada; mustahil menjadi tidak mustahil. Jangan takut!
    • Tangan Gembala Agung menuntun kita ke Yerusalem baru, kerajaan sorga kekal selamanya. Kita tidak salah arah. Kita semakin dibaharui, semakin bahagia, air mata semakin dihapus, sampai nanti tidak ada setetespun air mata--kita sampai di Yerusalem baru.


    Inilah kesaksian pertama yaitu kesaksian tentang firman nubuat.
    Kalau sekarang kita sudah mengalami sendiri--disucikan dan bisa menyembah Tuhan--kita tidak perlu lagi masuk aniaya antikris.

    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Penyucian hati, mata, tangan, tabiat--nikah--, dan mulut akan meningkat sampai tidak salah dalam perkataan; sempurna seperti Yesus; tidak ada dosa sedikitpun; tidak gelap sedikitpun tetapi menjadi terang dunia seperti Yesus--kita bersaksi tentang firman nubuat sampai menjadi terang dunia.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    'matahari, bulan, dan bintang'= terang dunia.
    Hati-hati! Gereja Tuhan yang sudah disucikan sampai menjadi terang dunia masih dikejar oleh antikris. Ini (permisi) kurang ajarnya antikris.
    Wahyu 12: 3-4, 6, 14
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu
    berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
    12:6. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ
    seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan
    kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'seribu dua ratus enam puluh hari lamanya'= kalau ada kesaksian setiap hari--kita disucikan sampai tidak salah dalam perkataan--, setiap hari kita akan dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan dengan kedua sayap burung nasar yang besar.
    Inilah jaminan dari Tuhan yang melebihi segala harta dunia.

    Semakin disucikan sayap semakin besar sampai tidak salah dalam perkataan sayap sudah maksimal, dan kita bisa terbang ke padang gurun, jauh dari mata ular, jangankan dijamah, dilihatpun tidak bisa. Setiap hari kita dipelihara oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.

    Kita diberkati, silakan, tetapi itu semua hanya sarana. Jangan puas sampai situ, karena sasaran kita adalah kedua sayap burung nasar. Itu yang harus kita miliki. Kalau tidak punya sayap, akan ketinggalan dan bertemu dengan Musa dan Elia.


  2. Bersaksi tentang pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus; sama dengan bersaksi tentang pengalaman salib bersama Yesus.
    Kita harus memiliki kesaksian tentang penyucian dan pengalaman salib setiap hari.

    Salib= sengsara daging bersama Yesus.
    Keluaran 4: 2-3
    4:2. TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat."
    4:3. Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika
    dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

    Tongkat--gambaran salib--harus dipegang! Jangan dibuang!
    Sekarang hamba Tuhan sepenuh bahkan gembala tidak mau salib; tidak pernah berkhotbah. Bahaya! Kalau salib dilepas, ular yang datang, dan kita akan diterkam antikris.

    Kita semua harus memegang salib Tuhan--menghargai salib Kristus.
    Praktiknya:


    • Bertobat; sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan= mati terhadap dosa.
      Bagaimana caranya? Oleh pedang firman yang menunjukkan dosa-dosa kita, kita bisa sadar, menyesal, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.

      Hati-hati! Setan adalah bapa pendusta dan pembunuh. Dosa dusta dan benci tidak boleh ada lagi.
      Inilah awal pertobatan yaitu tidak boleh ada dusta dan kebencian--kita terlepas dari tangan Setan dan berpindah ke dalam tangan Tuhan.


    • Sengsara daging tanpa dosa--seperti Yesus--; sengsara karena Yesus: kebenaran, ibadah dan sebagainya.
      1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Menista nama Yesus= berbuat dosa.
      Kalau kita dinista karena nama Yesus kita akan mengalami Roh kemuliaan--shekinah glory.
      Biar pada kesempatan ini Roh kemuliaan dicurahkan di tengah-tengah kita.

      Tadi kalau mau memegang pedang firman untuk disucikan, kedua sayap burung nasar akan menolong kita.
      Sekarang kalau kita mau memegang salib, maka Roh kemuliaan ada di tengah-tengah kita.

      Hasilnya:


      1. 'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus'= Roh kemuliaan mengubahkan kita dari manusia daging yang fana menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus, yaitu kuat teguh hati--dinista tetapi bahagia; tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan, tidak ragu terhadap Tuhan tetapi tetap percaya berharap Tuhan; tetap menyembah Tuhan apapun yang terjadi; tetap hidup benar apapun yang kita hadapi.

        Dalam penderitaan kalau kita tetap setia, berarti kesetiaan sudah menjadi tabiat.
        Kalau saat diberkati kita setia, belum tentu kesetiaan sudah menjadi tabiat.

        Ini adalah mujizat terbesar. Setan tidak bisa berubah karena dia tidak punya tubuh sedangkan Yesus menebus dalam tubuh jasmani.


      2. Roh kemuliaan mengadakan mujizat jasmani.
        Keluaran 14: 16, 21
        14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
        14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

        'angin timur'= Roh kemuliaan.
        Roh Kudus sanggup membelah laut Kolsom, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil, ada masa depan yang berhasil dan indah.
        Kita hanya berusaha--tangan kita terbatas--, tetapi jangan takut, ada tangan Roh Kudus yang tidak terbatas oleh apapun juga. Dia bisa menolong kita--lebih mudah dari membalik telapak tangan.


      3. Keluaran 15: 23-25
        15:23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
        15:24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
        15:25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

        'kayu'= salib.

        Yang ketiga: Roh kemuliaan sanggup mengubahkan yang pahit menjadi manis.

        Ada kepahitan hati, kepahitan hidup, datang kepada Tuhan. Pegang pedang penyucian dan salib--sengsara daging bersama Tuhan--! Ikuti Dia sungguh-sungguh, dan Roh Kudus yang menolong.

        Yang busuk dalam dosa menjadi harum, gagal menjadi berhasil dan indah, hancur menjadi baik, sampai kalau Tuhan datang kembali Roh kemuliaan mengubahkan kita menjadi sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali--kedua sayap burung nasar mengangkat kita di awan-awan yang permai. Kita bertemu Yesus selama-lamanya.

Apapun yang kita hadapi Tuhan akan menolong kita semua.
Ada yang sudah mulai putus asa, kecewa, pahit, atau bertanya-tanya, serahkan semua. Yang sudah mapan, jangan sombong, kalau tidak ada kesaksian, semua itu tidak ada gunanya karena kehidupan itu akan masuk aniaya antikris.

Pegang pedang dan salib secara pribadi! Dua kesaksian ini harus ada dalam hidup kita sehari-hari, sehingga kita tidak perlu masuk aniaya antikris, tetapi justru ada Roh kemuliaan yang menolong dan melakukan apa saja bagi kita. Tidak ada yang mustahil. Tuhan tolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top