Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukurrupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allahdan mezbahdan mereka yang beribadahdi dalamnya.

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyangdi dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan.

Ada dua hal yang diukurlewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah= ibadah pelayanan dan kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).

  2. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya--mezbah dupa emas; penyembahan sampai daging tidak bersuara lagi--(diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020).

Siang ini kita belajar ayat 2.
Wahyu 11: 2
11:2.Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulanlamanya."

Gereja Tuhan bersama Tuhan digambarkan dengan tabut perjanjian. Tabut perjanjian terdiri dari peti dan tutup pendamaian; peti menunjuk pada kita gereja Tuhan, dan tutupan pendamaian menunjuk pada Tuhan.
Jadi, kalau kerohanian kita memenuhi ukuran, kita akan mengalami tutupan pendamaian; sama dengan tudung perlindungan dan pemeliharaan Tuhan.
Hidup kita aman, ular, badai dan sebagainya tidak bisa masuk, karena sudah ditahan oleh Tuhan.

Tetapi kalau kerohanian tidak memenuhi ukuran--beribadah tidak sungguh-sungguh--, akan masuk aniaya antikrisselama 42 bulan; tiga setengah tahun di bumi.
Ada dua kemungkinan yang terjadi:

  1. Kemungkinan besar, yaitu menyangkal Tuhan saat menghadapi siksaan yang dahsyat; tidak mau menyembah Yesus tetapi antikris, sehingga menjadi sama dengan antikris. Hidupnya enak, aman secara daging tetapi saat Yesus datang kembali ia akan dibinasakan.

  2. Kemungkinan kecil, yaitu hamba/pelayan Tuhan tetap menyembah Yesus sehingga mengalami siksaan yang sangat dahsyat, yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi, sampai mengalami pemancungan kepala--mati syahid terakhir--, tetapi saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan hidup kekal bersama Yesus.

Jalan terakhir ini bukan berarti Tuhan jahat, karena kalau tidak ada jalan terakhir ia akan binasa.
Justru jalan terakhir ini untuk membuktikan bahwa ia mau sungguh-sungguh kepada Tuhan tetapi lewat darahnya sendiri. Sekarang bisa sungguh-sungguh lewat darah Yesus, tidak mau--ibadah main-main--, akibatnya nanti harus menunjukkan kesungguhannya sampai memenuhi ukuran kerohanian lewat dipancung, artinya daging tidak bersuara lagi (pintu tirai terobek dan kelihatanlah tabut perjanjian--sempurna; mati syahid tetapi dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai).

Sekarang kita mempelajari siapa itu antikris dan siapa yang masuk aniaya antikris:

  1. 1 Yohanes 2: 18-22
    2:18.Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
    2:19.Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
    2:20.Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
    2:21.Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
    2:22.Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Yang pertama: antikris atau kehidupan yang masuk aniaya antikris adalah kehidupan yang menyangkal Yesus sebagai Kristus, berarti tanpa Roh Kudus--Kristus artinya 'yang diurapi'--; sama dengan bebas mengikuti keinginan, hawa nafsu, dan naluri daging yang bertentangan dengan firman Tuhan--menjadi sama seperti binatang buas.

    Ini sama dengan kehidupan yang tidak mau tergembala dengan benar dan baik.
    Sekarang seorang gembala yang merasa paling dirugikan dengan sistem penggembalaan karena harus berkhotbah, jemaat juga begitu karena tidak boleh ini itu. Karena itu Tuhan bilang: gembala dulu yang dibunuh--tidak mau tergembala. Hati-hati!

    Imamat 21: 12=> kudusnya para imam
    21:12.Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Ketentuan Tuhan adalah seorang imam harus berada di ruangan suci.
    Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga.

    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--keselamatan--, ruangan suci--kesucian--, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.
    Seorang imam sudah selamat tetapi belum sempurna.

    Jadi, kedudukan imam adalah di ruangan suci. Jangan keluar!
    Kalau keluar dari ruangan suci--keluar ke halaman lagi--, ia tidak akan diukur tetapi diserahkan pada antikris--'Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."'. Lebih baik bertahan di ruangan suci, supaya tidak menghadapi antikris.

    Di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, di zaman rasul-rasul hujan awal menjadi tiga ketekunan.
    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41.Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42.Mereka bertekundalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Zaman kita sekarang menjadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kita diberi minum, supaya segar.

    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      Kita makan supaya kuat; tidak tersandung dan terjatuh. Banyak orang berhenti melayani karena tidak diberi makan.

    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal karena kasih adalah kekal.



    Penggembalaan bukan sistem memerintah atau memaksa tetapi keteladanan. Mulai dari gembala harus tergembala. Kalau gembalanya saja tidak mau memberi makan dalam tiga macam ibadah, masakan dombanya mau makan.

    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga

    • Daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya yang sering meraksasa seperti di zaman Nuh bisa dibendung; daging tidak liar/buas lagi. Di sinilah letak kekuatan penggembalaan.

      Kaum muda, cari ilmu jauh-jauh dari desa ke kota, seringkali dimakan kota; sudah di kota tidak ingat lagi semuanya--buas--, karena tidak tergembala.

    • Kita mengalami penyuciansecara terus menerus, sampai mengalami urapan Roh Kudusyang semakin meningkat, bahkan dikhususkan oleh Tuhan--menjadi biji mata-Nya sendiri.
      Imamat 21: 12
      21:12.Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Kita dilindungi dari antikris yang akan berkuasa di bumi; tidak bisa dijamah bahkan tidak bisa dilihat oleh antikris. Kita aman dalam penggembalaan.

      Inilah urapan Roh Kudus. Jangan anti urapan!

    'supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya'= di luar penggembalaan kita pasti melanggar kesucian--mengikuti daging dengan segala keinginannya--, sehingga kehilangan urapan--kering rohani.
    Buktinya; mulutnya kering= perkataan sia-sia seperti mulutnya antikris: bergosip, memfitnah, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar dianggap salah, yang salah dianggap benar.

    Wahyu 13: 5
    13:5.Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

    Mari tergembala, supaya daging kita dibendung, kemudian disucikan, mengalami urapan, sampai menjadi biji mata Tuhan sendiri.

    Hasilnya: 'takkan kekurangan aku', artinya:

    • Pemeliharaan jasmani  secara berlimpah di tengah ketandusan dunia--sampai mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain.
    • Pemeliharaan secara rohanisampai kesempurnaan.

  2. 1 Yohanes 2: 19
    2:19.Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

    Yang kedua: 'tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita'= antikris atau kehidupan yang masuk aniaya antikris adalah kehidupan kristen yang tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Setan sangat menghalangi ibadah kita karena ibadah mengandung janji untuk hidup sekarang dan hidup kekal. Kalau kita bisa lolos dari halangan Setan dan masuk ibadah, ia akan menghalangi lagi supaya kita tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Hati-hati!

    Tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan artinya:

    • Sudah masuk dalam ibadah tetapi main-maindalam ibadah pelayanan, terutama tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan firman.
    • Tidak setiasampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Contoh: Yudas Iskariot. Kalau dilihat, gembalanya adalah Yesus sendiri--gembala yang sempurna. Kenapa bisa terjadi?Bergantung diri sendiri. Biarpun gembalanya benar kalau yang digembalakan tidak sungguh-sungguh, tidak akan bisa.
    Hati-hati juga dengan gembala palsu! Karena itu kita harus berdoa sungguh-sungguh. Kerohanian adalah suatu perjuangan yang sungguh-sungguh. Kalau masalah jasmani gagal masih bisa diulangi, tetapi kalau masalah rohani gagal, tidak bisa lagi. Sungguh-sungguh serius! Tidak bisa asal-asalan, terutama bagi saya seorang gembala, tanggung jawabnya berat.

    Matius 26: 23-25
    26:23.Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
    26:24.Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
    26:25.Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

    MengapaYudas bisa menjadi antikris? Karena ia tidak sungguh-sungguh, yaitu tidak bisa makan firman penggembalaan yang benar. Bahaya!
    'Bukan aku, ya Rabi?'= saat Yesus berkata: 'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku', seharusnya ia berkata: 'Ya, saya.'
    Perempuan Kanani dalam penderitaan--suaminya tidak tahu di mana, anaknya dirasuk Setan--, tetapi ketika Tuhan memberikan firman yang keras: 'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.', ia bisa makan firman dan berkata: 'Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.', sehingga anaknya sembuh.

    Sikap kita terhadap firman menentukan apakah kita sungguh-sungguh digembalakan atau tidak; sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan atau tidak. Ini yang menentukan nasib kita. Biarpun Yudas seorang rasul, kalau tidak menerima firman, hancur. Sebaliknya sekalipun najis/kotor, kalau mau menerima firman, akan terjadi pengangkatan. Semua bergantung kita!

    MengapaYudas begitu? Karena hatinya sombong. Hati yang sombong berisi keinginan jahat, najis, dan kepahitan hati--hatinya kotor. Ibadah hanya untuk mencari perkara jasmani. Sekarang diajarkan begitu. Salah besar! Kerajaan sorga bukan soal makan-minum!

    Akibatnya: selalu menolak firman--''Bukan aku, ya Rabi?'', berarti menuduh sebelas murid yang lain dan Tuhan. Ia tidak bisa makan firman dan disucikan.

    Jika kita disucikan dan diurapi, urapan Roh Kudus akan membuat kita sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, yaitu:

    • Lukas 24: 32
      24:32.Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Sucikepada kita?"

      Yang pertama: berkobar-kobar saat menerima firman pengajaran yang benar.

      Firman pengajaran yang benar; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Kitab Suci. Ini yang membuat kita berkobar-kobar.
      Gunakan waktu untuk makan firman!

      Jadi ukuran kesungguhan dalam ibadah adalah saat mendengarkan firman Tuhan--saat doa pembukaan sampai akhir tetap sungguh-sungguh tetapi ukurannya adalah saat kita mendengarkan firman Tuhan.

    • Roma 12: 11
      12:11.Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyaladan layanilah Tuhan.

      Yang kedua: Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Kalau kita setia berkobar-kobar saat menyanyi tetapi tidak berkobar saat pemberitaan firman, berarti daging. Tetapi kalau sungguh-sungguh dalam melayani dan mendengar firman, itulah kesungguhan dalam urapan Roh Kudus.

    Inilah antikris atau orang yang harus masuk aniaya antikris untuk memenuhi ukuran Tuhan yaitu kehidupan yang tidak mau tergembala. Kalau mau masuk penggembalaan kita akan dikhususkan sampai 'takkan kekurangan aku'.

    Kemudian kehidupan yang tidak sungguh-sungguh. Tuhan tidak lihat kekurangan dan kehebatan kita, tetapi kesungguhan kita. Kalau kita sungguh-sungguh, Dia juga sungguh-sungguh memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.

  3. 1 Yohanes 2: 22
    2:22.Siapakah pendustaitu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    yang ketiga: antikris atau kehidupan yang masuk aniaya antikris adalah pendusta; sama dengan menyangkal Allah Tritunggal.

    Hati-hati! Kalau biasa berdusta, lama-lama akan menyangkal Tuhan.
    Contoh: Petrus, hamba Tuhan yang hebat tetapi tiga kali ia menyangkal Yesus--menyangkal Allah Tritunggal--karena ia tidak sungguh-sungguh dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--tadi kalau sungguh-sungguh dalam penggembalaan kita akan melekat pada Allah Tritunggal.

    Di dalam Yohanes 21, Tuhan bertanya tiga kali kepada Petrus: 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Gembalakanlah domba-domba-Ku.'.
    Mari perbaiki ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok Ini yang menentukan.
    Kalau tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok, cepat atau lambat kita akan menjadi pendusta sampai menyangkal Allah Tritunggal seperti Petrus. Sungguh-sungguh!

    Hati-hati, menyangkal Yesus bukan hanya lewat perkataan tetapi juga perbuatan jahat; tidak pernah berbuat baik malah membalas kebaikan dengan kejahatan--orang baik dibalas jahat.
    Titus 1: 16
    1:16.Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Tuhan tidak menghendaki kehidupan yang sudah ditebus dan dipakai oleh Tuhan hanya menuju kebinasaan. Karena itu Tuhan berusaha untuk memanggil Petrus kembali lewat kokok ayam.
    Kokok ayam menunjuk pada firman penggembalaan yang diulang-ulang. Sabar dan tekun, kita akan menuai hasilnya.

    Lukas 22: 60-62
    22:60.Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    22:61.Lalu berpalinglah Tuhanmemandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
    22:62.Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    Saat Petrus menyangkal Yesus, ia sudah tidak masuk hitungan karena sudah ada ketentuan 'Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.' Tetapi untung ada kokok ayam, dan Yesus berpaling untuk memberi kesempatan kepada Petrus, dan ia juga melihat Yesus sambil menangis. Karena itu jangan menghina firman yang diulang-ulang. Itu adalah belas kasih Tuhan kepada kita.
    Kalau firman diulang, berarti Tuhan sedang memandang kita dengan pandangan belas kasihan, bukan untuk menghukum.

    Doakan gembala, jangan sampai gembala tidak mau berkhotbah. Jemaat sangat membutuhkan firman penggembalaan yang diulang-ulang. Doakan kami!
    Apapun keadaan kita masih ada firman yang diulang; ada pandangan belas kasih Tuhan yang memandang sampai kedalaman jantung hati kita. Kalau ada sesuatu, akui kepada Tuhan--tadi Petrus menangis.

    'menangis dengan sedihnya'= keubahan hidup yaitu rendah hati dan lemah lembut. Ini yang penting!
    Melembut pada siang ini!
    Matius 11: 28-29
    11:28.Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hatidan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Rendah hati= kemampuan untuk mengakui dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Lemah lembut= kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras apapun, dan kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa-dosa kita sehingga kita mengalami damai sejahtera; kita menjadi tempatnya Roh Kudus.
    Kesempatan ini biar kita menjadi tempatnya Roh Kudus.

    Hasilnya:

    • Kisah Rasul 2: 14, 22
      2:14.Maka bangkitlah Petrusberdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
      2:22.Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

      Hasil pertama: berani bersaksi tentang Yesus.

      Kita bersaksi lewat kabar baik--firman penginjilan--kepada orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan, dan bersaksi lewat kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat supaya bisa digembalakan sampai disempurnakan.
      Kalau tidak bersaksi, pasti menyangkal.

    • 1 Petrus 4: 7
      4:7.Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

      Hasil kedua: kita bisa menghadapi kegoncangan-kegoncangan akhir zaman--badai lautan dunia--dengan diam dan tenang. Inilah urapan Roh Kudus.

      Diam= mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, selesaikan, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.
      Jadi kalau menghadapi masalah, diam di bawah kaki Tuhan, banyak dengar firman Tuhan supaya tahu apa yang jadi kesalahan kita.

      Tenang= menguasai diri supaya tidak berharap kepada yang lain tetapi hanya percaya dan berharap Tuhan sehingga kita bisa berdoakepada Dia; berseru dan berserah kepada Dia.

      Bertobat dan berdoa, dan Tuhan akan mengulurkan tangan yang membuat laut menjadi teduh: mustahil jadi tidak mustahil, semua masalah selesai, semua berhasil dan indah pada waktunya, sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali. Kita bersama Dia selama-lamanya.

Kalau tidak memenuhi ukuran pasti masuk antikris. Siapa dia?

  1. Kehidupan yang menolak urapan Roh Kudus dan tidak mau tergembala. Mari tergembala dengan benar dan baik.
  2. Kehidupan yang tidak sungguh-sungguh. Mari sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan.
  3. Kehidupan yang menyangkal Yesus. Mari bersaksi dan banyak berdoa menyembah Dia; berseru dan berserah kepada Dia apapun yang kita hadapi. Tuhan akan menolong kita semua.

Banyak badai yang kita hadapi, tetap tenang. Kita hanya berharap kepada Tuhan; tetap tergembala, sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan, dan bertobat-berdoa. Berseru kepada Dia!

Kita hanya memandang Tuhan apapun keadaan kita. Jika kita masih sempat menangkap firman penggembalaan--kokok ayam--, Dia sedang berpaling memandang kita dengan pandangan belas kasihan apapun keadaan kita. Dia mau menolong, mengangkat, dan melakukan apa saja baik secara jasmani maupun rohani. Serahkan semua kepada Dia! Jangan kecewa, putus asa, dan mengandalkan yang lain, tetapi hanya Dia yang bisa kita andalkan dan harapkan hari-hari ini.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 16 November 2014 (Minggu Sore)
    ... kita bisa tergembala dengan benar dan baik Supaya kita bisa tergembala dengan benar dan baik maka kita harus mengikuti dua hal Yang pertama supaya kita bisa tergembala dengan benar dan baik kita harus mengikuti jejak gembala. Karena Yesus sebagai Gembala berjalan di depan maka kita tinggal mengikuti jejak Gembala. Jangan mengambil ...
  • Ibadah Doa Malam Malang, 12 September 2017
    ... Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu Kasihilah seorang akan yang lain. Lampu lebih bercahaya lebih banyak berbuah. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2011 (Rabu Sore)
    ... Firman yaitu sikap yang negatif. Pada dasarnya Herodes suka mendengar Firman tetapi hatinya selalu bimbang sehingga tidak bisa praktik Firman. Tanda kebimbangan seperti Herodes salah satunya adalah ada perasaan serba salah dimana Herodes melindungi Yohanes tapi juga mempertahankan Herodias ay. . Artinya Herodes serba salah karena kalau ia mempertahankan Yohanes ia akan kehilangan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juni 2012 (Senin Sore)
    ... dalam penggembalaan. Kita harus hati-hati sebab ditempat yang seharusnya menjadi sumbernya kasih rumah tangga dan penggembalaan malah disitu terjadi kebencian-kebencian. Matius kegelapan selama jam pada waktu Yesus disalib. Artinya TERANG ANAK ALLAH BULAN TIDAK BERCAHAYA LAGI DIBUMI tidak ada penebusan dosa dibumi ini sehingga manusia hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa enjoy ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Februari 2020 (Jumat Sore)
    ... nubuat kabar mempelai--sama dengan kesiapan gereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus-- berbahagia saat kita mendengarkan firman nubuat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga bisa mendengar dengan sungguh-sungguh sampai mengerti percaya yakin dan mempraktikkannya. Wahyu . Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 24 Maret 2013 (Minggu Sore)
    ... dingin. diakhir jaman ada ancaman dimana kasih menjadi dingin dan kedurhakaan meningkat sekalipun kita sudah menerima kasih Allah. Ini yang harus kita jaga sebab ini terjadi justru saat kedatangan Tuhan semakin dekat. Kalau kasih makin meningkat maka kedurhakaan akan hilang. Kalau kasih semakin dingin kedurhakaan akan semakin meningkat. macam kedurhakaan yang ...
  • Ibadah Natal Kartika Graha Malang, 24 Desember 2017 (Minggu Sore)
    ... mereka dan siapakah yang dapat bertahan Lukas - Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Ini ...
  • Ibadah Raya Malang, 30 September 2012 (Minggu Pagi)
    ... mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati mereka tidak mematahkan kaki-Nya tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak dan segera mengalir ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 12 Juli 2019 (Jumat Sore)
    ... rohani menunjuk pada asap yang keluar dari lobang jurang maut yang dari dalamnya berkeluaranlah belalang dan kalajengking. Kalajengking memiliki sengat itulah sengat maut yaitu dosa. Korintus - . Hai maut di manakah kemenanganmu Hai maut di manakah sengatmu . Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Dosa sekecil apapun ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 25 Maret 2018 (Minggu Siang)
    ... lewat hidup benar yang lain korupsi kita tidak mau yang lain menyontek kita tidak mau. Itu sudah bersaksi tentang Kabar Baik--Yesus sebagai Juruselamat. Pelayanan Yesus yang dikaitkan dengan kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Matius - . Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.