English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 September 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala. Lukas 2:11-14
2:11...

Ibadah Doa Surabaya, 22 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta.
SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19, 27
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Juli 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 15 April 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13
1:13 Dan di...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal Malang, 24 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia. Ini...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37 Nubuat ke-7: tentang berjaga-jaga.
Perumpamaan orang yang pergi jauh menunjuk kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3:1
3:1 Adapun Musa, ia biasa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Mei 2020 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 15: 8-10=> perumpamaan tentang dirham yang hilang
15:8. "Atau perempuan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 Januari 2019 (Jumat Malam)
Ulangan 31: 9-13 ("Pembacaan hukum Taurat setiap tujuh tahun")
31:9. Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam...

Ibadah Raya Surabaya, 14 April 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:32-36
14:32. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 "Keadaan Pada Waktu Kedatangan Yesus Ke-2x"
Ay. 29, terjadi badai yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Suragbaya, 26 Januari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan.

Ada dua hal yang diukur lewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah= ibadah pelayanan dan kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya--mezbah dupa emas; penyembahan sampai daging tidak bersuara lagi--(diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020 sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020).

Siang ini kita belajar ayat 2.
Wahyu 11: 2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Gereja Tuhan bersama Tuhan digambarkan dengan tabut perjanjian. Tabut perjanjian terdiri dari peti dan tutup pendamaian; peti menunjuk pada kita gereja Tuhan, dan tutupan pendamaian menunjuk pada Tuhan.
Jadi, kalau kerohanian kita memenuhi ukuran, kita akan mengalami tutupan pendamaian; sama dengan tudung perlindungan dan pemeliharaan Tuhan.
Hidup kita aman, ular, badai dan sebagainya tidak bisa masuk, karena sudah ditahan oleh Tuhan.

Tetapi kalau kerohanian tidak memenuhi ukuran--beribadah tidak sungguh-sungguh--, akan masuk aniaya antikris selama 42 bulan; tiga setengah tahun di bumi.
Ada dua kemungkinan yang terjadi:

  1. Kemungkinan besar, yaitu menyangkal Tuhan saat menghadapi siksaan yang dahsyat; tidak mau menyembah Yesus tetapi antikris, sehingga menjadi sama dengan antikris. Hidupnya enak, aman secara daging tetapi saat Yesus datang kembali ia akan dibinasakan.


  2. Kemungkinan kecil, yaitu hamba/pelayan Tuhan tetap menyembah Yesus sehingga mengalami siksaan yang sangat dahsyat, yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi, sampai mengalami pemancungan kepala--mati syahid terakhir--, tetapi saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan hidup kekal bersama Yesus.

Jalan terakhir ini bukan berarti Tuhan jahat, karena kalau tidak ada jalan terakhir ia akan binasa.
Justru jalan terakhir ini untuk membuktikan bahwa ia mau sungguh-sungguh kepada Tuhan tetapi lewat darahnya sendiri. Sekarang bisa sungguh-sungguh lewat darah Yesus, tidak mau--ibadah main-main--, akibatnya nanti harus menunjukkan kesungguhannya sampai memenuhi ukuran kerohanian lewat dipancung, artinya daging tidak bersuara lagi (pintu tirai terobek dan kelihatanlah tabut perjanjian--sempurna; mati syahid tetapi dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai).

Sekarang kita mempelajari siapa itu antikris dan siapa yang masuk aniaya antikris:

  1. 1 Yohanes 2: 18-22
    2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
    2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
    2:20. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
    2:21. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
    2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Yang pertama: antikris atau kehidupan yang masuk aniaya antikris adalah kehidupan yang menyangkal Yesus sebagai Kristus, berarti tanpa Roh Kudus--Kristus artinya 'yang diurapi'--; sama dengan bebas mengikuti keinginan, hawa nafsu, dan naluri daging yang bertentangan dengan firman Tuhan--menjadi sama seperti binatang buas.

    Ini sama dengan kehidupan yang tidak mau tergembala dengan benar dan baik.
    Sekarang seorang gembala yang merasa paling dirugikan dengan sistem penggembalaan karena harus berkhotbah, jemaat juga begitu karena tidak boleh ini itu. Karena itu Tuhan bilang: gembala dulu yang dibunuh--tidak mau tergembala. Hati-hati!

    Imamat 21: 12 => kudusnya para imam
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Ketentuan Tuhan adalah seorang imam harus berada di ruangan suci.
    Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga.

    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--keselamatan--, ruangan suci--kesucian--, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.
    Seorang imam sudah selamat tetapi belum sempurna.

    Jadi, kedudukan imam adalah di ruangan suci. Jangan keluar!
    Kalau keluar dari ruangan suci--keluar ke halaman lagi--, ia tidak akan diukur tetapi diserahkan pada antikris--'Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."'. Lebih baik bertahan di ruangan suci, supaya tidak menghadapi antikris.

    Di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, di zaman rasul-rasul hujan awal menjadi tiga ketekunan.
    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Zaman kita sekarang menjadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kita diberi minum, supaya segar.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      Kita makan supaya kuat; tidak tersandung dan terjatuh. Banyak orang berhenti melayani karena tidak diberi makan.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal karena kasih adalah kekal.




    Penggembalaan bukan sistem memerintah atau memaksa tetapi keteladanan. Mulai dari gembala harus tergembala. Kalau gembalanya saja tidak mau memberi makan dalam tiga macam ibadah, masakan dombanya mau makan.

    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga


    • Daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya yang sering meraksasa seperti di zaman Nuh bisa dibendung; daging tidak liar/buas lagi. Di sinilah letak kekuatan penggembalaan.

      Kaum muda, cari ilmu jauh-jauh dari desa ke kota, seringkali dimakan kota; sudah di kota tidak ingat lagi semuanya--buas--, karena tidak tergembala.


    • Kita mengalami penyucian secara terus menerus, sampai mengalami urapan Roh Kudus yang semakin meningkat, bahkan dikhususkan oleh Tuhan--menjadi biji mata-Nya sendiri.
      Imamat 21: 12
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Kita dilindungi dari antikris yang akan berkuasa di bumi; tidak bisa dijamah bahkan tidak bisa dilihat oleh antikris. Kita aman dalam penggembalaan.

      Inilah urapan Roh Kudus. Jangan anti urapan!


    'supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya'= di luar penggembalaan kita pasti melanggar kesucian--mengikuti daging dengan segala keinginannya--, sehingga kehilangan urapan--kering rohani.
    Buktinya; mulutnya kering= perkataan sia-sia seperti mulutnya antikris: bergosip, memfitnah, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar dianggap salah, yang salah dianggap benar.

    Wahyu 13: 5
    13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

    Mari tergembala, supaya daging kita dibendung, kemudian disucikan, mengalami urapan, sampai menjadi biji mata Tuhan sendiri.

    Hasilnya: 'takkan kekurangan aku', artinya:


    • Pemeliharaan jasmani  secara berlimpah di tengah ketandusan dunia--sampai mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain.
    • Pemeliharaan secara rohani sampai kesempurnaan.


  2. 1 Yohanes 2: 19
    2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

    Yang kedua: 'tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita'= antikris atau kehidupan yang masuk aniaya antikris adalah kehidupan kristen yang tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Setan sangat menghalangi ibadah kita karena ibadah mengandung janji untuk hidup sekarang dan hidup kekal. Kalau kita bisa lolos dari halangan Setan dan masuk ibadah, ia akan menghalangi lagi supaya kita tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Hati-hati!

    Tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan artinya:


    • Sudah masuk dalam ibadah tetapi main-main dalam ibadah pelayanan, terutama tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan firman.
    • Tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.


    Contoh: Yudas Iskariot. Kalau dilihat, gembalanya adalah Yesus sendiri--gembala yang sempurna. Kenapa bisa terjadi? Bergantung diri sendiri. Biarpun gembalanya benar kalau yang digembalakan tidak sungguh-sungguh, tidak akan bisa.
    Hati-hati juga dengan gembala palsu! Karena itu kita harus berdoa sungguh-sungguh. Kerohanian adalah suatu perjuangan yang sungguh-sungguh. Kalau masalah jasmani gagal masih bisa diulangi, tetapi kalau masalah rohani gagal, tidak bisa lagi. Sungguh-sungguh serius! Tidak bisa asal-asalan, terutama bagi saya seorang gembala, tanggung jawabnya berat.

    Matius 26: 23-25
    26:23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
    26:24. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
    26:25. Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

    Mengapa Yudas bisa menjadi antikris? Karena ia tidak sungguh-sungguh, yaitu tidak bisa makan firman penggembalaan yang benar. Bahaya!
    'Bukan aku, ya Rabi?'= saat Yesus berkata: 'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku', seharusnya ia berkata: 'Ya, saya.'
    Perempuan Kanani dalam penderitaan--suaminya tidak tahu di mana, anaknya dirasuk Setan--, tetapi ketika Tuhan memberikan firman yang keras: 'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.', ia bisa makan firman dan berkata: 'Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.', sehingga anaknya sembuh.

    Sikap kita terhadap firman menentukan apakah kita sungguh-sungguh digembalakan atau tidak; sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan atau tidak. Ini yang menentukan nasib kita. Biarpun Yudas seorang rasul, kalau tidak menerima firman, hancur. Sebaliknya sekalipun najis/kotor, kalau mau menerima firman, akan terjadi pengangkatan. Semua bergantung kita!

    Mengapa Yudas begitu? Karena hatinya sombong. Hati yang sombong berisi keinginan jahat, najis, dan kepahitan hati--hatinya kotor. Ibadah hanya untuk mencari perkara jasmani. Sekarang diajarkan begitu. Salah besar! Kerajaan sorga bukan soal makan-minum!

    Akibatnya: selalu menolak firman--''Bukan aku, ya Rabi?'', berarti menuduh sebelas murid yang lain dan Tuhan. Ia tidak bisa makan firman dan disucikan.

    Jika kita disucikan dan diurapi, urapan Roh Kudus akan membuat kita sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, yaitu:


    • Lukas 24: 32
      24:32. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

      Yang pertama: berkobar-kobar saat menerima firman pengajaran yang benar.

      Firman pengajaran yang benar; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Kitab Suci. Ini yang membuat kita berkobar-kobar.
      Gunakan waktu untuk makan firman!

      Jadi ukuran kesungguhan dalam ibadah adalah saat mendengarkan firman Tuhan--saat doa pembukaan sampai akhir tetap sungguh-sungguh tetapi ukurannya adalah saat kita mendengarkan firman Tuhan.


    • Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Yang kedua: Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.


    Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Kalau kita setia berkobar-kobar saat menyanyi tetapi tidak berkobar saat pemberitaan firman, berarti daging. Tetapi kalau sungguh-sungguh dalam melayani dan mendengar firman, itulah kesungguhan dalam urapan Roh Kudus.

    Inilah antikris atau orang yang harus masuk aniaya antikris untuk memenuhi ukuran Tuhan yaitu kehidupan yang tidak mau tergembala. Kalau mau masuk penggembalaan kita akan dikhususkan sampai 'takkan kekurangan aku'.

    Kemudian kehidupan yang tidak sungguh-sungguh. Tuhan tidak lihat kekurangan dan kehebatan kita, tetapi kesungguhan kita. Kalau kita sungguh-sungguh, Dia juga sungguh-sungguh memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.


  3. 1 Yohanes 2: 22
    2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    yang ketiga: antikris atau kehidupan yang masuk aniaya antikris adalah pendusta; sama dengan menyangkal Allah Tritunggal.

    Hati-hati! Kalau biasa berdusta, lama-lama akan menyangkal Tuhan.
    Contoh: Petrus, hamba Tuhan yang hebat tetapi tiga kali ia menyangkal Yesus--menyangkal Allah Tritunggal--karena ia tidak sungguh-sungguh dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--tadi kalau sungguh-sungguh dalam penggembalaan kita akan melekat pada Allah Tritunggal.

    Di dalam Yohanes 21, Tuhan bertanya tiga kali kepada Petrus: 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Gembalakanlah domba-domba-Ku.'.
    Mari perbaiki ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok Ini yang menentukan.
    Kalau tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok, cepat atau lambat kita akan menjadi pendusta sampai menyangkal Allah Tritunggal seperti Petrus. Sungguh-sungguh!

    Hati-hati, menyangkal Yesus bukan hanya lewat perkataan tetapi juga perbuatan jahat; tidak pernah berbuat baik malah membalas kebaikan dengan kejahatan--orang baik dibalas jahat.
    Titus 1: 16
    1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Tuhan tidak menghendaki kehidupan yang sudah ditebus dan dipakai oleh Tuhan hanya menuju kebinasaan. Karena itu Tuhan berusaha untuk memanggil Petrus kembali lewat kokok ayam.
    Kokok ayam menunjuk pada firman penggembalaan yang diulang-ulang. Sabar dan tekun, kita akan menuai hasilnya.

    Lukas 22: 60-62
    22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    22:61. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
    22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    Saat Petrus menyangkal Yesus, ia sudah tidak masuk hitungan karena sudah ada ketentuan 'Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.' Tetapi untung ada kokok ayam, dan Yesus berpaling untuk memberi kesempatan kepada Petrus, dan ia juga melihat Yesus sambil menangis. Karena itu jangan menghina firman yang diulang-ulang. Itu adalah belas kasih Tuhan kepada kita.
    Kalau firman diulang, berarti Tuhan sedang memandang kita dengan pandangan belas kasihan, bukan untuk menghukum.

    Doakan gembala, jangan sampai gembala tidak mau berkhotbah. Jemaat sangat membutuhkan firman penggembalaan yang diulang-ulang. Doakan kami!
    Apapun keadaan kita masih ada firman yang diulang; ada pandangan belas kasih Tuhan yang memandang sampai kedalaman jantung hati kita. Kalau ada sesuatu, akui kepada Tuhan--tadi Petrus menangis.

    'menangis dengan sedihnya'= keubahan hidup yaitu rendah hati dan lemah lembut. Ini yang penting!
    Melembut pada siang ini!
    Matius 11: 28-29
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Rendah hati= kemampuan untuk mengakui dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Lemah lembut= kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras apapun, dan kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa-dosa kita sehingga kita mengalami damai sejahtera; kita menjadi tempatnya Roh Kudus.
    Kesempatan ini biar kita menjadi tempatnya Roh Kudus.

    Hasilnya:


    • Kisah Rasul 2: 14, 22
      2:14. Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
      2:22. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

      Hasil pertama: berani bersaksi tentang Yesus.

      Kita bersaksi lewat kabar baik--firman penginjilan--kepada orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan, dan bersaksi lewat kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat supaya bisa digembalakan sampai disempurnakan.
      Kalau tidak bersaksi, pasti menyangkal.


    • 1 Petrus 4: 7
      4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

      Hasil kedua: kita bisa menghadapi kegoncangan-kegoncangan akhir zaman--badai lautan dunia--dengan diam dan tenang. Inilah urapan Roh Kudus.

      Diam= mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, selesaikan, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.
      Jadi kalau menghadapi masalah, diam di bawah kaki Tuhan, banyak dengar firman Tuhan supaya tahu apa yang jadi kesalahan kita.

      Tenang= menguasai diri supaya tidak berharap kepada yang lain tetapi hanya percaya dan berharap Tuhan sehingga kita bisa berdoa kepada Dia; berseru dan berserah kepada Dia.

      Bertobat dan berdoa, dan Tuhan akan mengulurkan tangan yang membuat laut menjadi teduh: mustahil jadi tidak mustahil, semua masalah selesai, semua berhasil dan indah pada waktunya, sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali. Kita bersama Dia selama-lamanya.

Kalau tidak memenuhi ukuran pasti masuk antikris. Siapa dia?

  1. Kehidupan yang menolak urapan Roh Kudus dan tidak mau tergembala. Mari tergembala dengan benar dan baik.
  2. Kehidupan yang tidak sungguh-sungguh. Mari sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan.
  3. Kehidupan yang menyangkal Yesus. Mari bersaksi dan banyak berdoa menyembah Dia; berseru dan berserah kepada Dia apapun yang kita hadapi. Tuhan akan menolong kita semua.

Banyak badai yang kita hadapi, tetap tenang. Kita hanya berharap kepada Tuhan; tetap tergembala, sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan, dan bertobat-berdoa. Berseru kepada Dia!

Kita hanya memandang Tuhan apapun keadaan kita. Jika kita masih sempat menangkap firman penggembalaan--kokok ayam--, Dia sedang berpaling memandang kita dengan pandangan belas kasihan apapun keadaan kita. Dia mau menolong, mengangkat, dan melakukan apa saja baik secara jasmani maupun rohani. Serahkan semua kepada Dia! Jangan kecewa, putus asa, dan mengandalkan yang lain, tetapi hanya Dia yang bisa kita andalkan dan harapkan hari-hari ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top