English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 24 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Kita harus berjaga-jaga supaya kita tidak ketinggalan...

Ibadah Kunjungan Ciawi II, 28 Juli 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 April 2018 (Jumat Malam)
Bilangan 27: 1-11
27:1. Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Juli 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Mei 2009 (Kamis Sore)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Hari Raya/Pesta/Perjamuan Paskah, terbagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19: Persiapan Perjamuan Paskah.
Ayat 20-25: Makan Perjamuan Paskah.
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari...

Ibadah Doa Surabaya, 06 November 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Tentena, Poso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 November 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juli 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Persekutuan di Ciawi V, 19 November 2009 (Kamis Siang)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Tuhan berusaha dengan menciptakan manusia baru yang sama...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:33-39 adalah tentang hal berpuasa.

Lukas...

Ibadah Raya Malang, 15 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Artinya sekarang...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Maret 2013 (Senin Sore)
Tema Ibadah di Manokwari

1 Yohanes 4 : 8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Temanya adalah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Oktober 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menaungi/menudungi gereja Tuhan, seperti tutup terhadap peti; sama dengan melindungi, memelihara gereja Tuhan sampai menyempurnakan.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

'seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga'= pribadi Yesus, bintang timur yang gilang-gemilang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019).

Ayat 1-3= tujuh percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019).
  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 4: KAKINYA BAGAIKAN TIANG API
Wahyu 1: 15
1:15. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.

Kaki menunjuk pada pendirian.
Tembaga menunjuk pada penghukuman.
Jadi, 'kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian' artinya kita harus memiliki pendirian yang teguh untuk menghukum segala dosa; sama dengan kehidupan tanpa dosa/hidup dalam terang.

Kita sudah mendengar, kalau kita menghukum dosa, kita akan memiliki persekutuan dengan Tuhan, karena dosa inilah yang memisahkan kita dengan Tuhan. Kita memiliki PERSEKUTUAN YANG INDAH DENGAN TUHAN lewat ibadah pelayanan sampai puncaknya menyembah Dia, kita menjadi rumah doa (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019).

Yesaya 59: 1-2
59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Malam ini maju satu langkah, kalau hidup dalam terang, kita bukan hanya memiliki hubungan Tuhan tetapi juga HUBUNGAN DENGAN SESAMA--persekutuan di dalam terang.
1 Yohanes 1: 7
1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Terang dengan terang pasti bisa bersekutu. Gelap dengan terang tidak akan bisa bertemu--mulai dari dalam rumah tangga.
Gelap dengan gelap juga bisa bertemu, tetapi hanya menuju kebinasaan. Kita harus hati-hati! Kalau seorang tidak benar lalu kita bisa menyatu dengan dia, bahaya, dia gelap kita juga gelap. Kalau dia benar tetapi kita tidak menyatu dengan dia, bahaya juga, berarti kita yang gelap. Tuhan tolong kita semua.
Bukan berarti di sini yang terang di sana gelap, tetapi periksa bagaimana hidup, nikah, dan pelayanannya, bagaimana keuangan milik Tuhan dan keuangan miliki sesama jika ditinjau dari firman bukan kata orang.

Persekutuan dalam terang sama dengan persekutuan/pembangunan tubuh Kristus.
Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

'memperlengkapi orang-orang kudus'= orang yang hidup dalam terang.
Sungguh-sungguh! Di sini juga diperiksa, kalau tidak benar, tidak akan mengarah pada tubuh Kristus tetapi tubuh Babel--hanya ada kejahatan (iri, benci, kikir dan serakah) dan kenajisan.

Kalau hidup dalam terang--kebenaran dan kesucian--kita akan diperlengkapi dengan:

  1. Ayat 11= jabatan pelayanan; sama dengan diangkat menjadi imam dan raja.
    Sebenarnya yang berhak menjadi imam dan raja hanya bangsa Israel asli dan keturunannya. Bangsa kafir tidak bisa masuk.

    Keluaran 19: 6
    19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

    Tetapi lewat jalur kemurahan Yesus, bangsa kafir yang hidup dalam terang--bukan semua bangsa kafir--, bisa menjadi imam dan raja.
    1 Petrus 2: 10
    2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    ''rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar''= lima jabatan pokok sama dengan lima jari Tuhan.
    Jadi, jika kita beribadah melayani sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, kita akan merasa tangan Tuhan bekerja dalam sidang jemaat dan kehidupan kita masing-masing; tangan Tuhan membangun tubuh Kristus dan melakukan apa saja yang kita butuhkan.
    kalau tidak sesuai dengan jabatan, justru merusak--seperti tangan mau jadi kaki--; yang ada justru tangan setan untuk merusak tubuh Kristus.

    Jabatan pelayanan adalah tempat kita dalam tubuh Kristus. Kalau belum memiliki jabatan pelayanan berarti belum ada tempat dalam tubuh Kristus; belum masuk persekutuan tubuh Kristus. Harus ada jabatan pelayanan! Kita semua mendapat kesempatan, yang penting kita hidup benar dan suci.


  2. Karunia Roh Kudus.
    Efesus 4: 7
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

    'kasih karunia'= karunia Roh Kudus, yaitu kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melakukan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Biarpun manusia berkata; mustahil, tetapi kita bisa melakukannya oleh karena karunia Roh Kudus.

    "Salah satu kesaksian dari cucu Pdt van Gessel, dia melihat jadwal saya, dia berkata: 'Tidak mungkin.' Saya sendiri juga merasa tidak mungkin. Tetapi kalau ada karunia, mungkin. Kita semua juga, apapun pelayanan kita, sekalipun sulit, kalau ada karunia Roh Kudus, kita pasti bisa melakukannya. Jadi tidak ada perkataan: tidak bisa. Kalau ada Roh Kudus, semua bisa kita lakukan."


  3. Kasih.
    Efesus 4: 15
    4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

    Kasih adalah motor penggerak untuk melayani Tuhan.
    Kalau motor penggeraknya uang, saat uangnya kurang, dia akan berhenti. Tetapi kalau motor penggeraknya kasih, maka:


    1. Kita bisa melayani tanpa pamrih--tidak menuntut yang jasmani--, malah berkorban.
    2. Kita melayani sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--, tidak akan pernah berhenti di tengah jalan.
      Kalau melayani tiba-tiba berhenti berarti dorongannya sejak dulu bukan kasih.

Kalau kita melayani pembangunan tubuh Kristus dengan hidup dalam terang--kesucian, kebenaran--, jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, karunia Roh Kudus, dan kasih, maka:

  1. Kita bisa bekerjasama satu dengan yang lain sekalipun jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus berbeda-beda; tidak saling menjatuhkan.


  2. Arah pelayanannya benar, yaitu mengarah pada Yesus sebagai kepala; Dia yang mengatur dan menentukan segala sesuatu dalam kehidupan kita. Tidak usah takut!
    Kalau gelap, pasti melayani tanpa jabatan, karunia Roh Kudus, dan kasih; ia hanya menuju Babel.

Mari, hari-hari ini berdiri teguh; hukum dosa! Kita hidup dalam terang; kita bisa bersekutu dengan Tuhan dan sesama--kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
Matius 7: 24-25
7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

(terjemahan lama)
7:25. maka turunlah
hujan lebat dan air pun bahlah, serta angin kencang bertiup dan menempuh rumah itu; tetapi tiada ia roboh, karena ia beralaskan batu.

'di atas batu'= di atas batu karang atau gunung batu.

Dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--bagaikan membangun sebuah rumah rohani--mulai dari rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi tubuh Kristus sempurna; mempelai wanita sorga--, kita menghadapi tiga macam tantangan:

  1. Hujan lebat= setan; naga merah di angkasa dengan roh durhaka dan kenajisan.
    Efesus 2: 1-2
    2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
    2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    Roh durhaka membuat kita durhaka kepada Tuhan:


    • Mulai dari tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Ini yang banyak terjadi, dan akhirnya rumah rubuh.


    • Berbuat dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan (kenajisan). Berhenti dari dosa makan minum dan kawin mengawinkan!


    Ini yang mengarah pada pembangunan Babel, berarti rumah rohani rubuh.


  2. Angin kencang= nabi palsu dengan roh dusta dan ajaran-ajaran palsu; binatang buas di darat--seperti domba tetapi suaranya seperti naga.
    Wahyu 13: 11
    13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

    Hati-hati dengan perkataan! Selama kita berdusta, rumah akan rubuh: rumah tangga rubuh, rumah penggembalaan rubuh, dan antar penggembalaan juga rubuh.
    Kita harus hati-hati!

    Sikap kita adalah menghindari, bukan memusuhi; sama dengan tidak bersekutu. Termasuk di sini, kalau ajarannya palsu, tidak usah datang, rugi, datang hanya untuk rubuh.
    Kita harus tegas!

    Roma 16: 17
    16:17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

    "Sebenarnya pengajaran ini dulu kita dapatkan dari satu guru yaitu Pdt van Gessel, tetapi kenapa terpecah-pecah? Karena ditambah dan dikurangi--firman diubah-ubah."

    'hindarilah mereka'= bukan kita musuhi karena musuh kita bukan manusia darah daging tetapi setan. Untuk bertahan kita harus menghindar/menyingkir dari ajaran palsu; sama dengan tidak bersekutu.


  3. Banjir/air bah= antikris; binatang buas yang keluar dari laut.
    Wahyu 13: 1
    13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

    Kekuatan antikris adalah:


    • Kekuatan Mamon yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Mencuri milik orang lain di sini terutama dalam keluarga.

      Sikap menyingkir dari antikris adalah kita lebih bahagia memberi dari pada menerima.
      Ada rumus: siapa yang memberi, dia akan diberi, terutama diberi karunia-karunia Roh Kudus; kemampuan ajaib yang lebih bertambah sehingga pelayanannya lebih dipakai oleh Tuhan, berarti hidupnya lebih diberkati Tuhan dan lebih indah.


    • Kekuatan mulut, yaitu


      1. Memfitnah; benar jadi salah dan sebaliknya.
      2. Menghujat; menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar dan membenarkan yang salah.,
        Wahyu 13: 5
        13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

        Hati-hati dengan perkataan! Tadi, nabi palsu membuat kita terus berdusta dan bergosip, tetapi antikris langsung memfitnah dan menghujat Tuhan.


      Sikap menyingkir dari antikris adalah kita harus jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. jangan memfitnah; salah jadi benar dan sebaliknya!

Apa yang menentukan tubuh Kristus/rumah rohani hancur atau bertahan dari tiga tantangan? Dasarnya.
Jadi, kita harus memperhatikan DASAR dari bangunan rohani--'rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu'.
Dasar yang benar adalah batu karang/gunung batu.

Ada tiga pengertian gunung batu:

  1. Mazmur 19: 15
    19:15. Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

    Mazmur 62: 3
    62:3. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

    Yang pertama: gunung batu adalah Yesus sebagai Penebus/Juruselamat--dalam Tabernakel, menunjuk pada masuk halaman Tabernakel.
    Ini yang harus menjadi dasar dalam pembangunan tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah. Karena itu menikah harus satu iman.

    Praktik menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat:


    • Pintu gerbang= percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus.
      Jadi, mendengar firman sama dengan membangun dasar.
      Kalau tidak mau mendengar firman berarti tidak punya dasar.


    • Bertobat--mezbah korban bakaran--= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
    • Baptisan air--bejana pembasuhan.
    • Baptisan Roh Kudus--pintu kemah. Kita lahir baru dari air dan Roh sehingga mendapatkan hidup baru; hidup dalam urapan Roh Kudus, yaitu HIDUP DALAM KEBENARAN--tidak berbuat dosa--, dan BERPEGANG TEGUH PADA PENGAJARAN YANG BENAR.

      Kalau berbuat dosa, kita tidak akan sampai ke kerajaan sorga.
      Sebaliknya, tidak berbuat dosa, bagus, tetapi kalau ajarannya tidak benar, kita akan disesatkan, tidak sampai juga ke sorga.
      Jadi, hidup dalam kebenaran dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar harus dijaga kedua-duanya.

      Kita hidup dalam kebenaran dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar, sampai kita benar seperti seperti Yesus benar. kita tidak akan pernah rubuh tetapi bertahan sampai Yesus datang kembali.

      1 Yohanes 3: 7
      3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

      Hati-hati, begitu ada yang tidak benar--sekalipun hanya sedikit--, kita sudah miring. Jangan ikut-ikut! Harus diluruskan; harus diperbaiki, kalau tidak, akan miring terus sampai rubuh.

      Doakan pelayanan kita juga, kalau kita dalam keadaan miring--tidak benar--lalu melayani, kita akan tambah cepat rubuh. Tidak bisa ditawar-tawar! Yang mau masuk dalam rumah tangga, harus benar. jangan menyembunyikan dosa! Masuk nikah dengan menyembunyikan dosa sama dengan masuk nikah dalam keadaan miring, dan sebentar lagi akan gelap bahkan rubuh.

      "Karena itu dalam setiap penataran nikah saya selalu sampaikan: Akui semua dosa. Harus sungguh-sungguh benar. jangan sampai miring!"


    Inilah praktik kita menerima Yesus sebagai Juruselamat.

    Tadi, kita harus hidup dalam terang untuk membangun tubuh Kristus; kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan, karunia Roh kudus, dan kasih.
    Tetapi kita masih menghadapi halangan dari setan tritunggal. Karena itu kita harus memperhatikan dasar, yaitu batu karang bukan pasir.


  2. Kejadian 49: 24
    49:24. namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

    Yang kedua: gunung batu adalah Yesus sebagai Gembala Agung dan Gembala yang baik.

    Membangun rumah rohani di atas batu karang sama dengan kita harus TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK--pembangunan tubuh Kristus adalah sistem penggembalaan; dulu bangsa Israel seluruhnya dalam penggembalaan (di tanah Gosyen).

    Penggembalaan tidak bisa ditawar-tawar karena dahsyatnya hantaman dari setan tritunggal.
    Syarat tergembala:


    • Kita harus selalu berada dalam kandang penggembalaan--ruangan suci; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Pengkhotbah 4: 12
      4:12. Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

      'Tali tiga lembar'= firman Tuhan yang kita terima lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
      'Tali tiga lembar tak mudah diputuskan'= firman penggembalaan yang menyatukan kita dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, dan tubuh Kristus yang sempurna.


    • Dalam penggembalaan kita mengalami penyucian secara terus menerus sampai menjadi kehidupan yang taat dengar-dengaran pada suara gembala, sampai daging tidak bersuara lagi. Terhadap suara asing, menyingkir, bukan hanya tidak mau mendengar. Jangan merasa kuat, karena saat dalam masalah, kita pasti akan terpengaruh.

      Yohanes 10: 27-28
      10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      'pasti tidak akan binasa'= tidak rubuh sampai selamanya.
      Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kasih-Nya sehingga kita hidup dalam tangan Gembala yang baik yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

      Mari, mantap dalam penggembalaan dan mantap dalam tangan Gembala Agung karena kita menghadapi serangan dari setan tritunggal.

      Hasilnya:


      1. 'mereka pasti tidak akan binasa'=


        1. Kita menerima jaminan kepastian dari Tuhan untuk pemeliharaan hidup jasmani secara berkelimpahan di tengah kesulitan dunia dan ketidakberdayaan kita, sampai kita mengucap syukur kepada Tuhan.


        2. Kita mengalami jaminan kepastian pemeliharaan dari Tuhan untuk hidup secara rohani yaitu kita mengalami damai sejahtera, tidak ada kekuatiran, stres, letih lesu, beban berat dan lain-lain, sehingga semua menjadi enak dan ringan.


      2. 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= jaminan kepastian kemenangan atas musuh-musuh karena Tuhan berperang ganti kita.
        Posisi kita dalam pengutusan adalah seperti domba di tengah serigala. Bagaimana kita bisa menang? Karena itu hanya gembala yang dibutuhkan. Kita tidak akan pernah kalah.

        Menang atas musuh artinya masalah yang mustahil diselesaikan, ada masa depan berhasil dan indah, sampai hidup kekal selamanya; tidak binasa.


    Mari, sungguh-sungguh! Terima Yesus sebagai Penebus. Sesudah itu periksa hasilnya yaitu hidup benar, jangan ada yang miring sedikitpun. Pengajaran yang benar jangan dicampur sedikitpun.
    Semua harus benar, sesuai dengan alkitab, sampai nikah harus benar!
    Sekarang banyak hamba Tuhan dihantam soal nikah. Harus tegas, jangan banyak pertimbangan! Kalau banyak pertimbangan, sangat berbahaya, kita yang rubuh. Tidak mungkin naik sebelum diakui.

    Hari-hari ini kita harus punya pendirian yang teguh, yaitu hukum dosa. Jangan elus-elus dosa! Jangan hakimi orang berdosa! Berhenti berbuat dosa! Kita akan masuk dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama.

    Kita diperlengkapi oleh Tuhan tetapi hati-hati, ada tiga halangan, banyak pelayanan yang rubuh di tengah jalan.


  3. Ulangan 32: 4
    32:4. Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.

    Yang ketiga: gunung batu adalah Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--dalam Tabernakel, menunjuk pada ruangan maha suci.

    Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    'memandikannya dengan air dan firman'= kita harus mengalami PENYUCIAN SECARA DOBEL; Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga memandikan kita dengan air--baptisan air; firman penginjilan--dan firman--air hujan firman pengajaran--, supaya kita menjadi sempurna seperti Dia.

    Ulangan 32: 1-2
    32:1. "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
    32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Kita harus dimandikan secara dobel. Kalau tidak dimandikan dalam baptisan air, tidak akan bisa masuk sorga--Yohanes 3: 5: Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kecuali penjahat yang disalib di sebelah Yesus, tidak ada kesempatan untuk masuk baptisan, kita serahkan kepada Tuhan. Tetapi kalau kita menolak baptisan sementara ada kesempatan, kita tidak akan bisa sempurna.
    Setelah menyelam dalam baptisan air, harus dilanjutkan untuk mendalam dalam firman pengajaran yang benar.

    Apa yang disucikan secara dobel? Kusta rohani.
    Imamat 14: 8-9 => tentang kusta
    14:8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    14:9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    'tinggal di luar kemahnya sendiri'= tidak boleh masuk dalam nikahnya. Bagaimana bisa masuk dalam kesatuan tubuh Kristus jika nikahnya belum satu? Tidak mungkin! Kalau dimandikan satu kali, masih ada cacat cela, yaitu nikah jasmani masih tercerai-berai. Karena itu perlu dimandikan dua kali.
    'tahir'= pribadi, nikah menjadi tahir--suci--sampai sempurna.
    Ini pelajaran, banyak yang nikahnya hancur tetapi melayani, kelihatan hebat. Itu sama dengan munafik. Harus dimulai dari nikah dulu! Doakan gembala-gembala, memang berat karena harus memperhatikan nikah dan penggembalaan.

    Pengertian kusta secara rohani:


    • Imamat 13: 45
      13:45. Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!

      Yang pertama: kenajisan, artinya:


      1. Dosa makan minum dan kawin mengawinkan termasuk nikah yang salah.
        Tidak boleh ada lagi! Harus disucikan!

        "Saya kenal seseorang, dia sudah menikah, bercerai, dan dinikahkan lagi. Setelah mendengar pengajaran yang benar, dia tidak mau ke gereja lagi. Sebenarnya masih ada jalan. Semua masih bisa diperbaiki oleh firman, tetapi dia sudah kecewa. Hati-hati, jaga nikah."


      2. Mode pakaian yang menonjolkan daging--berpakaian cabik-cabik.
        Kebenaran dan kesucian dalam berpakaian harus diperhatikan yaitu pakaian laki-laki untuk laki-laki dan perempuan untuk perempuan, apalagi dalam ibadah. Kalau tidak, sama dengan kena kusta. Perhatikan baik-baik!

        Ulangan 22: 5
        22:5. "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

        'kekejian'= kenajisan.


      3. Model rambut juga harus diperhatikan: model rambut perempuan untuk perempuan, demikian juga dengan laki-laki.
        Jangan dibalik-balik!

        "Satu orang laki-laki di zaman Pdt In Juwono, dia berkata kepada Pdt In Juwono: 'Saya mau berambut panjang seperti Yesus karena katanya Yesus berambut panjang.' Beliau menjawab: 'Jangan tiru rambutnya saja, tetapi juga puasanya.' Baru diam dia."


      Jadi, penampilan kita juga harus disucikan! Jangan mempertahankan sesuatu yang berbau daging! Tuhan tolong kita.


    • Kebenaran diri sendiri= menyalahkan orang lain dan Tuhan. Hati-hati, ini banyak terjadi dalam rumah tangga dan pelayanan.
      Contoh: keluarga Musa. Sementara Musa dipakai Tuhan, Miryam dan Harun tidak terima; mereka mengatai Musa dan Tuhan--'Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja?'.

      Bilangan 12: 1-2, 10
      12:1. Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
      12:2. Kata mereka: "
      Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
      12:10. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa
      dia kena kusta!

      Yang benar adalah kita mohon kepada Tuhan kalau memang mau dipakai dalam menyanyi, pembukaan firman dan sebagainya, tetapi jangan menyalahkan orang lain dan Tuhan.


    • Tidak tahu berterima kasih--sepuluh orang kusta disembuhkan, tetapi hanya satu orang yang kembali untuk mengucap syukur pada Tuhan.
      Kalau tidak mengucap syukur pasti bersungut-sungut. Ini merupakan salah satu dosa akhir zaman (2 Timotius 3: 1-2: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama).


    • Keinginan akan uang--Gehazi.


    Inilah yang harus disucikan hari-hari ini, sampai satu waktu kita sempurna seperti Tuhan.

    Tetapi hati-hati, bersamaan dengan proses penyucian secara dobel--penyempurnaan gereja Tuhan lewat air dan firman--, akan terjadi dua hal yang dahsyat:


    • Yang pertama: kalau tidak mau memanfaatkan penyucian, akan terjadi pemisahan--sementara airnya sudah banyak, tetapi dia kering. Ini yang bahaya!
      Ibrani 6: 4-8
      6:4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
      6:5. dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
      6:6. namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
      6:7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
      6:8. tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

      'menghasilkan semak duri dan rumput duri'= kering; menerima air hujan pengajaran tetapi kering--tidak mau disucikan--; hanya menghasilkan sesuatu yang tidak berguna, malah menghambat pembangunan tubuh kristus.
      Akibatnya: dikutuk dan dibinasakan.

      Semak duri dan rumput duri artinya perkataan-perkataan kering yang menusuk perasaan orang lain lewat gosip, fitnah dan lain-lain.
      Kering tidaknya seseorang dilihat dari perkataannya.
      Kalau perkataannya hanya memfitnah, berarti dia kering, kalau kita menanggapi dia, kita akan ikut terbakar.
      Berhenti! Bicara yang baik, yang memuliakan Tuhan; kita berkata benar dan bersaksi, supaya diberkati Tuhan.


    • Ulangan 11: 13-15
      11:13. Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
      11:14. maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
      11:15. dan Dia akan memberi rumput di padangmu
      untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

      Yang kedua: kalau kita mau disucikan kita akan menerima hujan kemurahan Tuhan--kita bangsa kafir memang hidup dari kemurahan Tuhan lewat kurban Kristus, sehingga kita bisa diangkat menjadi imam untuk membangun tubuh Kristus dengan dasar yang benar.

      Kalau kita taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--menerima baptisan air dan firman pengajaran--kita akan disucikan sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua--beribadah melayani Dia dengan segenap tubuh, jiwa, dan roh; beribadah melayani dengan setia berkobar--, dan kita hidup dari hujan kemurahan Tuhan yang besar.

      Kita hidup dalam suasana Kanaan, artinya bersuasana sorga; suasana salib (kematian dan kebangkitan)--Kanaan adalah lembah dan gunung; lembah dan gunung menunjuk pada kematian dan kebangkitan. Kita bergantung pada hujan dari atas, yaitu air hujan firman pengajaran. Kita dibasuh, dan kita akan mengalami air hujan kemurahan Tuhan.

      Air hujan kemurahan Tuhan membahagiakan, menolong, memelihara, menyelesaikan semua masalah, dan melakukan semua bagi kita, bahkan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus. Sekarang hujan kemurahan dari atas ke bawah, tetapi nanti dari bawah ke atas, kita terangkat ke awan-awan yang permai, kita bersama Dia selamanya.

Bangsa kafir jangan melihat yang lain tetapi kemurahan Tuhan! Hidup dalam kemurahan dengan sungguh-sungguh!
Dasarnya adalah

  1. Hidup benar dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar sampai benar seperti Yesus benar.
  2. Tergembala--taat dengar-dengaran.
  3. Kita mau disucikan dengan air hujan.
    Begitu kita mau disucikan, air hujan kemurahan Tuhan akan dicurahkan dan kita hidup dari kemurahan Tuhan.
    Tadi dituliskan: 'Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu', dulu hewan digunakan untuk beribadah. Bagi kita sekarang artinya Tuhan menyediakan berkat supaya kita bisa beribadah.

    "Sejak dulu mulai dari pengerja, saya disuruh melayani tidak ada diberi tiket, karena memang dilatih untuk hidup dari hujan kemurahan Tuhan."

Perjamuan suci adalah sumber dari hujan kemurahan Tuhan. Pemisahan akan terjadi sampai dua orang di tempat tidur terpisah, tetapi biar kita masuk dalam hujan kemurahan Tuhan, tidak sampai kering.
Kemurahan Tuhan tidak bisa kita pikirkan, hitung, dan perkirakan. Semua bisa Dia lakukan. Bangsa kafir yang sebenarnya tidak boleh menjadi imam, bisa menjadi imam; yang sebenarnya tidak mungkin selamat tetapi bisa sempurna dan hidup kekal.

Semua hanya oleh kemurahan Tuhan; kalau yang rohani bisa Dia lakukan bagi kita, apalagi yang jasmani, serahkan semua kepada Dia.
Jangan putus asa, kecewa, dan bangga dengan sesuatu. Setiap detak jantung kita hanya dari kemurahan Tuhan. Dia rela jantung-Nya tidak berdetak supaya jantung kita tetap berdetak sampai selama-lamanya. Selama jantung masih berdetak, masih ada kemurahan Tuhan.

Apapun keadaan kita secara jasmani dan rohani--kering dan hancur--, masih ada kemurahan Tuhan; Dia bisa menolong kita semua dengan cara-Nya sendiri, sampai menyempurnakan kita. Kita bersama Dia selamanya. Doakan keluarga kita, jangan ada yang ketinggalan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top