English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Juni 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Mei 2017 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 24 Januari 2009 (Sabtu Siang)
Kita masih melanjutkan Keluaran 5:3-13, yaitu tuntutan untuk beribadah.

Tekanan Firaun:
Keluaran 5:4-5,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Januari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Februari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:36-39, 41-42
Nubuat ke 7.
Pada jaman Nuh hanya ada 8 keluarga yang selamat....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 04 Juni 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 17-18 dalam susunan tabernakel terkena pada pelita emas.
Keluaran...

Ibadah Doa Malang, 03 Desember 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 12:15b-21
12:15b Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
12:16...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 November 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 April 2011 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 15:20b-47 menunjuk 7 hal yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Januari 2020 (Jumat Sore)
Dari rekaman ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN....


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2016 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Ini tentang dua puluh empat tua-tua di sekeliling takhta.
Dua puluh empat tua-tua terbagi menjadi 2 bagian:

  • 12 tua-tua = 12 rasul hujan awal yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal.
  • 12 tua-tua = 12 rasul hujan akhir yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai kesempurnaan.

Dua kali kegerakan Roh Kudus ini sama dengan dua kali pemecahan roti di dalam Matius 14-15 (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016):

  1. Matius 14: 13-21 => pemecahan roti pertama = kegerakan Roh Kudus hujan awal, yaitu kegerakan dalam injil keselamatan/firman penginjilan--kabar baik--untuk menyelamatkan manusia berdosa.


  2. Matius 15: 32-39 => pemecahan roti kedua = kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam cahaya injil kemuliaan Kristus/firman pengajaran--kabar mempelai--untuk memilih orang-orang yang sudah selamat, supaya disucikan sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Waspada! Dari selamat menuju sempurna, kita harus menjaga, sebab di antara dua kali pemecahan roti, terdapat 3 cerita yang menunjukkan 3 hal:

  1. Matius 14: 22-36 => Yesus berjalan di atas air dan Petrus hampir tenggelam. Sekarang, sama dengan gereja TUHAN dengan pengalamannya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2016).

    Dari selamat, banyak yang tenggelam di tengah jalan, sehingga tidak mencapai kesempurnaan. Ini harus diwaspadai!


  2. Matius 15: 1-20 => perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Sekarang, artinya bangsa Israel dengan kesesatannya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 24 April 2016).

    Di sini banyak yang keras hati dan tersesat. Hati-hati!


  3. Matius 15: 21-28 => perempuan Kanaan yang percaya. Ini menunjuk pada bangsa kafir dengan kebutuhannya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2016).

AD. 3. BANGSA KAFIR DENGAN KEBUTUHANNYA
Matius 15: 24, 26
15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya
kepada anjing."

'anak-anak' = dombanya TUHAN, yaitu umat Israel; umat TUHAN.
'anjing' = bangsa kafir.
Ayat 24= sebenarnya Yesus datang ke dunia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan bangsa Israel--domba-Nya yang terhilang. Tetapi, ada sebagian bangsa Israel yang tegar. Ini merupakan keuntungan dan kesempatan bagi bangsa kafir--anjing.

Sebenarnya, anjing tidak mendapat kesempatan.
Hanya domba terhilang yang mendapat kesempatan untuk diselamatkan oleh TUHAN, sedangkan anjing terhilang untuk selamanya.

Roma 11: 25-26
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini:
Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26
Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
'sebagian dari Israel telah menjadi tegar' = sebagian dari bangsa Israel--domba-domba yang hilang--mau ditolong dan diselamatkan TUHAN, tetapi mereka keras hati dan menolak Yesus, sehingga terbuka kesempatan dan kemurahan/anugerah TUHAN bagi bangsa kafir--anjing-anjing--untuk diselamatkan menjadi domba-domba.

Kita sudah mendengar pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2016: luka kelima Yesus di kayu salib untuk kita bangsa kafir adalah luka yang terdalam dan terbesar--lebih dalam dan lebih besar dari kasih-Nya bagi bangsa Israel. Yang lebih dalam dan lebih besar dari kasih TUHAN bagi bangsa Israel adalah kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir.

Karena bangsa kafir mendapatkan kesempatan dan kemurahan TUHAN, maka seluruh Israel--Israel secara rohani; tubuh Kristus yang terdiri dari bangsaIsrael asli dan bangsa kafir--diselamatkan oleh TUHAN.

Roma 11: 22
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

Ini tentang pokok zaitun.
Bangsa Israel asli adalah pokok zaitun asli. Tetapi ada yang tegar, sehingga ada cabang-cabangnya yang dipotong oleh TUHAN, dan terbuka kesempatan bagi cabang-cabang dari pokok zaitun liar--bangsa kafir--untuk disambung di pokok zaitun asli. Ini adalah kemurahan TUHAN.

Jadi, bangsa Israel yang merupakan umat pilihan TUHAN, kalau sampai keras hati, akan dipotong, apalagi kita bangsa kafir. Ini yang harus kita perhatikan!
Sebab itu, setelah mendapat kemurahan TUHAN, bangsa kafir harus memperhatikan dan tetap tinggal dalam kemurahan TUHAN.

Di luar kemurahan TUHAN, bangsa kafir akan dipotong, dibuang, dan dibinasakan.
Kalau untuk bangsa Israel, ceritanya masih panjang. Setelah dipotong, masih ada sebagian yang diselamatkan lagi pada kegerakan hujan akhir.

Praktik bangsa kafir tetap tinggal dalam kemurahan TUHAN--hidup dalam kemurahan TUHAN--:

  1. Matius 15: 27
    15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

    Praktik pertama bangsa kafir tetap tinggal dalam kemurahan TUHAN: bangsa kafir harus menjilat remah-remah roti, jangan menjilat muntah lagi. Kalau menjilat muntah, berarti di luar kemurahan TUHAN dan binasa.

    'remah-remah roti'= firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
    Menjilat remah-remah roti, artinya menerima firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus--perjamuan suci--; sama dengan ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, sehingga bangsa kafir mengalami penyucian dobel dari tabiat kekafiran.

    Namanya tabiat, berarti sudah mendalam dan melekat, sehingga sulit untuk dilepaskan, kecuali lewat ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Oleh karena itu, ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci sangat penting bagi bangsa kafir.

    Tabiat kekafiran yang harus disucikan hari-hari ini:


    1. Anjing menjilat muntah = perkataan sia-sia, yaitu dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat TUHAN--menyalahkan pengajaran yang benar, dan mendukung pengajaran yang tidak benar. Kalau perkataan sia-sia diteruskan, satu waktu akan menghujat TUHAN.

      Perkataan sia-sia harus disucikan.


    2. Babi yang dimandikan, kembali ke kubangan = perbuatan-perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, dan nikah yang salah).

      Perbuatan dosa tidak boleh ada lagi.


    Inilah bangsa kafir yang memperhatikan dan tetap tinggal dalam kemurahan TUHAN, benar-benar disucikan. Kalau masih merokok, mabuk, dan narkoba, ia masih di luar kemurahan TUHAN dan tidak bisa dikatakan lagi. Israel saja, yang merupakan pokok zaitun yang banyak minyaknya, kalau keras langsung dipotong, apalagi zaitun liar yang tidak ada minyaknya, akan langsung ditebang.

    Bangsa kafir sekalipun tidak berbuat apa-apa, akan langsung ditebang, namun masih ada kemurahan TUHAN bagi kita bangsa kafir. Tetapi, kalau tetap mempertahankan perkataan sia-sia dan perbuatan-perbuatan dosa sampai puncaknya dosa--sekalipun ia hebat--, semua tidak ada artinya, ia akan dipotong dan dibinasakan.
    Jangan pertahankan dosa! Mohon jalan keluar dari TUHAN supaya semua diperbaiki oleh TUHAN.

    Kalau sudah disucikan oleh firman pengajaran dan perjamuan suci--menjilat remah-remah roti--, maka bangsa kafir dipercaya jabatan pelayanan; dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus. Itu merupakan kemurahan TUHAN.

    Efesus 4: 11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12
    untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Biarpun kita bangsa kafir sama seperti anjing dan babi, tetapi kalau sudah disucikan, tidak ada yang bisa melarang kita untuk melayani. Tuhan sendiri--bukan manusia atau gembala--yang memberikan dan memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus.

    Kalau bangsa kafir disucikan dari tabiat kekafiran lewat firman pengajarna yang benar dan kurban Kristus, maka TUHAN percayakan bangsa kafir jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Ini yang akan menggairahkan bangsa Israel. Sekarang kita bersaksi dulu di tengah-tengah bangsa kafir dan nanti Israel akan cemburu saat mendengarnya.

    Arus kemurahan ini akan menuju ke Israel. Seharusnya semua kasih dan kemurahan itu untuk Israel. Tapi karena sebagian menolak, maka kemurahan Tuhan mengalir ke bangsa kafir. Sesudah di bangsa kafir, harus dikembalikan lagi ke Israel, supaya Israel juga menjadi satu. Sekarang, kegerakan di bangsa kafir dulu, tetapi satu waktu, akan ada kegerakan besar di mana Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

    Inilah tinggal di dalam kemurahan TUHAN, yaitu kita mau mengalami penyucian; mau menjilat remah-reah roti--firman pengajaran dan kuraban Kristus.
    Perhatikan ibadah pendalaman alkitab, supaya kita disucikan sampai dipercaya jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Tetap tinggal--hidup--dalam kemurahan TUHAN! Jangan keluar dari situ! Begitu keluar dari situ, langsung ditebang; dipotong, binasa, dan tidak bisa kembali lagi. Itu bahayanya!
    Kalau Israel dipotong, maka kemurahan TUHAN lari kepada bangsa kafir. Tapi nanti, akan kembali lagi ke Israel--sebagian masih ditolong oleh TUHAN.
    Tapi bila bangsa kafir dipotong, tidak bisa lagi dan tinggal dibinasakan, karena sudah terlalu besar dan dalam kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir. Kalau diabaikan, tidak ada lagi pertolongan.


  2. 2 Korintus 4: 1
    4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    'Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini'= tadinya anjing dan babi, tidak bisa melayani TUHAN. Tetapi setelah disucikan, bisa melayani TUHAN.

    Praktik kedua bangsa kafir tetap tinggal dalam kemurahan TUHAN: bangsa kafir harus memperhatikan ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Sudah diangkat jadi imam-imam dan diberi jabatan; bisa beribadah melayani TUHAN--dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus--, sekarang kita memperhatikan ibadah pelayanan.

    Dua hal yang dijaga dalam ibadah pelayanan:


    1. Jangan tawar hati: jangan kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN!
    2. Jangan lalai dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN!
      Yeremia 48: 10a
      48:10a Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai,

      'lalai' = tidak setia.
      Kalau tidak setia, sama dengan terkutuk. Kalau tinggalkan ibadah pelayanan, sama dengan binasa.


    Kita harus sungguh-sungguh, karena harga untuk kita bisa ibadah melayani adalah kemurahan TUHAN.
    Semakin besar pengorbanan kita untuk bisa beribadah melayani TUHAN, semakin besar kemurahan TUHAN yang kita terima. TUHAN tidak pernah menipu kita! Ini rumusnya. Jangan takut!

    Kalau dua hal ini sudah dijaga--jangan kecewa dan lalai--, maka kita bisa beribadah melayani TUHAN dengan setia dan bertanggung jawab kepada TUHAN; setia dan berkobar-kobar; setia dan benar.

    1 Timotius 4: 8-10
    4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi
    ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    4:9
    Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10 Itulah sebabnya kita
    berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    Kalau kita beribadah melayani TUHAN dengan setia dan bertanggung jawab kepada TUHAN, maka hasilnya sangat jelas, yaitu TUHAN bertanggung jawab atas seluruh hidup kita: untuk memberi jaminan kepastian pemeliharaan hidup sekarang di dunia, termasuk hidup yang akan datang--masa depan yang indah, sampai hidup kekal.

    Istilah di ayat 9-10: 'berjerih payah dan berjuang', artinya: setia dan bertanggung jawab--memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu. Kalau kita memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu, maka TUHAN juga memperjuangkan hidup kita lebih dari semua, bahkan Ia sampai mati di kayu salib untuk memperjuangkan hidup kita.
    Jangan takut! TUHAN tidak pernah menipu kita.

    Mari, kita bangsa kafir harus tetap dalam kemurahan TUHAN!
    Yang pertama, Kita selalu menjilat remah-remah roti: mau disucikan oleh firman dan kurban Kristus dari tabiat kekafiran.
    Yang kedua, selalu memperhatikan ibadah pelayanan: beribadah melayani dengan setia-benar; setia-berkobar-kobar; setia-bertanggung jawab. Perjuangkan ibadah pelayann lebih dari semua. Jangan khawatir! TUHAN juga memerperjuangkan hidup kita lebih dari semua.


  3. Mazmur 5:8
    5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau

    (terjemahan lama)

    5:8 Tetapi aku, oleh kebesaran kemurahan-Mu, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

    Praktik ketiga bangsa kafir tetap tinggal dalam kemurahan TUHAN: oleh dorongan kemurahan TUHAN, kita bisa menyembah TUHAN.

    Anjing menjilat remah-remah roti, bukan muntah lagi.
    Dalam cerita Gideon, pada waktu mau menyerang musuh, tentaranya terlalu banyak. Diseleksi terus oleh TUHAN sampai tinggal 300 orang yang minum air seperti anjing menjilat air.

    Doa penyembahan = anjing menjilat air; menjilat kasih Allah. Anjing--bangsa kafir--biasanya menjilat muntah, tetapi tadi bisa menjilat remah-remah roti.
    Sudah menjilat remah-remah roti--sudah disucikan--, bangsa kafir bisa melayani.

    Sekarang lebih disucikan lagi, yaitu bisa menyembah TUHAN--bisa menjilat air kasih Allah.
    Hakim-hakim 7: 5-6
    7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
    7:6
    Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

    Mari, malam ini kita bersyukur kepada TUHAN. Kita yang biasanya menjilat muntah--berdusta dan lain-lain--, sekarang bisa menjilat remah-remah roti--bisa disucikan dan dipakai untuk melayani TUHAN--, dan puncaknya, kita bisa menyembah TUHAN--lidah anjing bisa menjilat air kasih Allah.

    Angka 300 mengingatkan kita pada Henokh yang bergaul erat dengan Allah selama 300 tahun.
    Kejadian 5: 22, 24
    5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
    5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

    Jadi, doa penyembahan artinya kita sedang bergaul erat dengan TUHAN dalam sistem Tabernakel, bukan sembarangan.

    300 = keliling Tabernakel (panjang: 100, lebar: 50).
    Di luar Tabernakel, anjing menjilat muntah, bergaul dengan dunia, setan, dosa, dan hawa nafsu daging untuk dibinasakan. Tetapi di dalam Tabernakel, anjing menjilat remah-remah roti dan menjilat air--menyembah TUHAN; bergaul erat dengan TUHAN.

    Malam ini manfaatkan, tadinya kita di luar sorga--bergaul dengan setan, dosa, dan hawa nafsu daging--, sekarang kita masuk dalam pergaulan Tabernakel--kita bergaul erat dengan TUHAN.

    Tadi, di Mazmur 5: 8 disebutkan: 'Menyembah dengan takut akan TUHAN.' Ini sama dengan bergaul erat dengan TUHAN.
    Jadi, bergaul erat dengan TUHAN sama dengan takut akan TUHAN.

    Mazmur 5: 8
    5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau

    Mazmur 25: 14
    25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

    Dalam penyembahan malam ini--menjilat air--, biarlah kita menjadi orang yang takut akan TUHAN.

    Orang yang takut akan TUHAN adalah orang yang diurapi.
    Yesaya 11: 1-3

    11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2
    Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
    11:3 ya,
    kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Kalau di sawah, tunggul ini adalah jerami yang pendek, tinggal akarnya saja kalau padi sudah dipanen. Tunggul ini hanya diinjak-injak kalau sawahnya basah atau dibakar kalau sawahnya kering, tetapi bisa berbuah. Luar biasa!

    Inilah orang yang menyembah TUHAN--menikmati air kasih Allah; bergaul erat dengan Allah--, yaitu dia akan bernafas dengan takut akan TUHAN (alkitab terjemahan lama: 'iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan'), sebab udara ini dikuasai oleh roh jahat dan roh najis dan hanya firman yang bisa mendeteksinya .
    Ini adalah orang yang hidup dalam urapan Roh Kudus,.

    Tanpa urapan Roh Kudus--tanpa takut akan TUHAN--, bangsa kafir hanya seperti tunggul, sehebat apapun dia.
    Tunggul = sesuatu yang tidak berarti, tidak berharga, tidak ada harapan, dan sesuatu yang dikuasai--kita ingat di kitab Keluaran.

    Dulu, w
    aktu Israel diperbudak oleh Mesir, mereka disuruh membuat batu bata untuk pembangunan Pitom dan Raamses, kota perbekalannya Firaun--sekarang menunjuk pada Babel: roh jahat dan roh najis.
    Awalnya mereka tinggal cetak batu bata, sedangkan jerami diberi oleh Firaun. Tetapi setelah Musa menemui Firaun untuk minta izin beribadah, Firaun marah. Israel disebut: Pemalas. Akibatnya, untuk membuat batu bata, jerami harus mencari sendiri, tetapi jumlah batu batanya tetap. Akhirnya mereka mencari dan mendapat tunggul gandum untuk membakar batu bata--untuk pembangunan Babel.

    Keluaran 5: 10-12
    5:10 Maka para pengerah bangsa itu dan para mandurnya pergi dan berkata kepada mereka: "Beginilah kata Firaun: Aku tidak memberi jerami lagi kepadamu.
    5:11 Pergilah kamu sendiri mengambil jerami, di mana saja kamu mendapatnya, tetapi pekerjaanmu sedikitpun tidak boleh kurang."
    5:12 Lalu berseraklah bangsa itu ke seluruh tanah Mesir untuk
    mengumpulkan tunggul gandum sebagai pengganti jerami.

    "Sekarang memang semua diperberat. Sekolah saja, berat. Tahun 1995, pertama saya datang di Malang, saya menyampaikan kitab Keluaran ini di ibadah kaum muda. Tetapi belum terjadi kalau SMU pulang sampai sore. Dulu jam 12.15 sudah pulang. Tetapi sampai di bagian ini, saya katakan: 'Nanti berat lo, semua diperberat, sekolah diperberat, supaya menjadi tunggul gandum.' Maksudnya, supaya tidak bisa melayani TUHAN, tetapi melayani Firaun--dibakar untuk melayani Firaun: dibakar hawa nafsunya. Tidak lama, benar-benar terjadi. SMU pulang jam 3 sore. Belum lagi ada pelajaran ini itu, susah sekali. Jadi, kalau anak-anak SMP dan SMU bisa menjadi imam-imam--dibakar dengan api firman (ibadah pendalaman Alkitab), api Roh Kudus (ibadah raya), dan api kasih (ibadah doa penyembahan)--, itu benar-benar kemurahan TUHAN. Kalau bukan kemurahan TUHAN, tidak mungkin kalau ada tugas atau ulangan tapi masih bisa ke gereja--tidak cukup waktunya. Memang dibuat seperti itu, supaya tidak bisa beribadah."

    Ini tunggul gandum yang hanya dibakar oleh api hawa nafsu daging, api setan, api dunia, dan api dosa untuk membangun Babel--benar-benar berkubang dalam dosa, tidak ada harapan secara jasmani, tidak berarti, dan dipakai oleh setan, sampai binasa selamanya. Ini akibatnya bila bangsa kafir tidak bergaul dengan TUHAN--tanpa menyembah TUHAN; tanpa takut akan TUHAN; tanpa Roh Kudus.

    Tapi, kalau malam ini kita mohon Roh Kudus menyentuh kita, maka tunggul akan bertunas, berbunga, dan berbuah. Kita mohon kepada TUHAN. Roh Kudus adalah kekuatan bangsa kafir. Paling sedikit menyentuh, kemudian mengurapi, apalagi kalau memenuhi dan meluap-luap dalam hidup kita.


    1. Bertunas = hidup benar dan suci. Belum tentu bertunas kalau punya anak pandai atau hebat. Kalau hanya pandai, tetapi tidak benar dan suci, malah orang tuanya yang nanti tidak dianggap. Kehidupan semacam itu tidak bisa diharapkan. Tetapi sekialipun kurang pandai, kalau ia hidup benar, maka ia punya pengharapan dan bisa diharapkan.

      Jangan bangga dengan perkara jasmani! Doakan dulu yang rohani, supaya kita bisa hidup benar dan suci oleh kuasa Roh Kudus--bukan oleh kita. Kalau kita tidak akan bisa, karena kita hanya anjing dan babi.


    2. Berbunga = masa paling indah; karunia-karunia Roh Kudus; masa dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Hidup itu diperindah oleh TUHAN.

      "Pesan saya selalu kepada kaum muda: Jangan menjadi layu sebelum berkembang! Jaga selalu kesucian supaya tetap berbunga indah! Kita yang sudah berbunga, jangan sampai layu setelah berbunga! Sudah bagus-bagus berbunga, kemudian rontok. Jangan! Pertahankan! Itu adalah masa-masa indah"

      Masa-masa indah adalah masa-masa kita dipakai oleh TUHAN. Kalau sudah tidak dipakai, mau jadi apa?
      Sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan! Itu indah di hadapan TUHAN dan Dia jamin masa depan kita indah dan kita dipakai oleh TUHAN.

      Jangan takut kaum muda! Mungkin pulang ibadah masih belajar, tidak apa-apa. Kita sedang membayar harga, tetapi TUHAN sedang memperindah hidup kita.


    3. Berbuah = 9 buah Roh = kesempurnaan--kembali pada gambar Allah Tritunggal.
      Galatia 5: 22-23
      5:22 Tetapi buah Roh ialah : kasih(1), sukacita(2), damai sejahtera(3), kesabaran(4), kemurahan(5), kebaikan(6), kesetiaan(7),
      5:23 kelemahlembutan
      (8), penguasaan diri(9). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


      1. Kasih, sukacita, damai sejahtera: gambar Allah Bapa; TUHAN.
      2. Kesabaran, kemurahan, kebaikan: gambar Anak Allah; Yesus.
      3. Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: gambar Allah Roh Kudus; Kristus.


      Kita diubahkan terus sampai sempurna seperti TUHAN dan layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selama-lamanya.

Mari, tetap dalam kemurahan TUHAN!

  1. Kita menjilat remah-remah roti, artinya kita disucikan dan dipakai oleh TUHAN--dipercaya dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
  2. Perhatikan dan perjuangkan ibadah pelayanan!--setia dan bertanggung jawab.
  3. Menyembah TUHAN = menjilat air kasih Allah.

Ini semua adalah anugerah kemurahan TUHAN bagi kita semua, sampai Roh Kudus menyentuh kita. Malam ini ada Roh Kudus menyentuh kita semua dan Dia bisa melakukan apa saja bagi kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top