English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 November 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 adalah PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Petrus, rasul yang hebat...

Ibadah Raya Malang, 18 Desember 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:36-46 berjudul DI TAMAN GETSEMANI.

Matius 26:36, 40, 43,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:28-32, adalah NUBUAT TENTANG POHON ARA.
Di sini pohon ara sudah melembut rantingnya, mulai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Mei 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-6, 9
5:5 Lalu berkatalah seorang...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 April 2018 (Jumat Malam)
Bilangan 27: 1-11
27:1. Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk...

Ibadah Doa Malang, 27 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:39
25:39 Dari satu talenta emas...

Ibadah Ciawi IV, 04 Desember 2008 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5-6
ay. 6='semuanya telah terjadi'= semuanya sudah genap (terjemahan lama).
...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:9
7:9 Kemudian dari pada...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Januari 2011 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Medan
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Raya Malang, 27 Maret 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-10, 12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon...

Ibadah Raya Malang, 25 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Malang, 16 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:1-8
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Di sekitar takhta TUHAN ada dua puluh empat tua-tua yang duduk di takhta-takhta.
Dua puluh empat tua-tua terbagi menjadi 2 bagian:

  • 12 rasul hujan awal yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal,
  • 12 rasul hujan akhir yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Kita belajar soal kegerakan ini di dalam injil Matius.
Di dalam Matius 14-15, terjadi 2 kali pemecahan roti (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016):

  1. Matius 14: 13-21 => pemecahan roti pertama: 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang= kegerakan Roh Kudus hujan awal--kegerakan dalam injil keselamatan; firman penginjilan; kabar baik yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.

    Angka 5 menunjuk 5 luka Yesus di kayu salib--kurban Kristus.
    Roti= firman Allah.
    Ikan = Roh Kudus.


  2. Matius 15: 32-39 => pemecahan roti kedua: 7 roti dan beberapa ikan untuk memberi makan 4000 orang= kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus--7 roti menunjuk pada kesempurnaan--dan menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna. Siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.

Kegerakan hujan awal untuk menyalamatkan kita supaya tidak dihukum. Tetapi belum cukup, harus dilanjutkan pada kegerakan hujan akhir, untuk menyucikan kita sampai sempurna seperti Yesus. Inilah tujuan kegerakan hujan awal dan hujan akhir.

Waspada! Di antara pemecahan roti pertama dan kedua, terdapat 3 cerita yang menunjukkan 3 hal:

  1. Matius 14: 22-36 => Yesus berjalan di atas air dan Petrus hampir tenggelam. Sekarang, sama dengan gereja TUHAN dengan pengalamannya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016).
    Hati-hati! Sementara gereja TUHAN diselamatkan dan menuju kesempurnaan, di tengah jalan ada yang hampir tenggelam. Hati-hati!


  2. Matius 15: 1-20 => perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Bangsa Israel menolak Yesus; menolak yang benar dan mempertahankan yang salah.
    Sekarang, artinya bangsa Israel dengan kesesatannya.

    Hati-hati! Sementara gereja TUHAN sudah selamat, mau menuju kesempurnaan dan sampai di takhta, ada yang tersesat karena mempertahankan yang salah dan menolak yang benar.


  3. Matius 15: 21-28 => perempuan Kanaan yang percaya--mengalami kemurahan TUHAN. Ini menunjuk pada bangsa kafir dengan kebutuhannya.
    Bangsa kafir membutuhkan remah-remah roti untuk ditolong oleh TUHAN. Kalau tidak ada remah-remah roti, keadaan bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi yang akan binasa selamanya, tidak bisa ke takhta.

Sementara kegerakan Roh Kudus hujan awal--diselamatkan dan diberkati--sudah kita alami, dan kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kesempurnaan--sedang berjalan, apa yang terjadi?
Hati-hati! Ada yang tenggelam, tersesat, dan kafir--hidup seperti anjing dan babi. Ini penghalang-penghalang yang kita pelajari hari-hari ini.

AD. 1. YESUS BERJALAN DI ATAS AIR DAN PETRUS HAMPIR TENGGELAM = GEREJA TUHAN DENGAN PENGALAMANNYA
Tadi ada 2 macam kegerakan Roh Kudus, ini sama dengan 2 macam makanan rohani, yaitu:

  • Pemecahan roti I/makanan I= kegerakan dalam firman penginjilan, untuk menyelamatkan orang berdosa.
  • Pemecahan roti II/makanan II: kegerakan dalam firman pengajaran yang benar; sama dengan makanan keras untuk menyucikan kita sampai sempurna seperti Yesus.

Matius 15: 18-19
15:18. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19. Karena dari hati timbul segala
pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

Penyucian oleh pedang firman/kabar mempelai dimulai dari penyucian dari dalam hati sampai seluruh hidup kita sempurna seperti Yesus.
Ada 7 hal dalam hati yang harus disucikan:

  • Pikiran jahat, termasuk prasangka buruk.
  • Pembunuhan = kebencian.
  • Perzinahan.
  • Percabulan.
  • Pencurian.
  • Sumpah palsu = dusta.
  • Hujat = menghujat TUHAN. Mulai dari memfitanh sesama, kalau sudah tidak ada lagi, akan menghujat TUHAN--menyalahkan TUHAN; menyalahkan firman pengajaran yang benar.

Dua jenis makanan rohani inilah yang kita butuhkan supaya kita bisa sampai di takhta sorga.
Cirinya: semakin kita disucikan--mulai dari dalam hati--, kita semakin bisa menikmati firman pengajaran yang benar, sekalipun keras dan lama.
Hasilnya: kita semakin disucikan sampai sempurna seperti Yesus, tidak bercacat cela.

"Mungkin tidak sadar, kalau dulu pertama kali mendengar: 'Aduh kok lama?,' tetapi begitu terkena firman, bisa semakin menikmati firman pengajaran yang benar. Ini bukti bahwa kita semakin disucikan. Itu berarti rohani kita sudah meningkat. Kalau dulu biasa minum susu, lalu sekarang diberi makanan keras, tidak biasa. Tetapi kalau semakin disucikan, rohani kita akan semakin dewasa dan kita semakin menikmati firman, malah masih merasa kurang--seperti anak 7 tahun dan 15 tahun yang berbeda makanannya. Lawan katanya, kalau mempertahankan dosa, lama-lama pasti tidak mau mendengar firman pengajaran; tidak kuat mendengar firman. Kalau mau disucikan--seperti tadi kesaksian--mungkin masih jatuh, tetapi kita berdoa: 'TUHAN, ampuni, TUHAN, tolong,' kita masih bisa menikmati firman."

Di mana kita bisa menemukan 2 macam makanan rohani--makanan dobel ini?: Di dalam penggembalaan yang benar dan baik.
Mari, kita harus lebih meningkat. Pertama, terima firman penginjilan. Kita percaya Yesus, bertobat, selamat, tidak dihukum tetapi diberkati. Itu baik, tetapi masih seperti bayi. Oleh karena itu harus meningkat. Harus ada pengajaran/makanan keras.

Jadi, penginjilan dan pengajaran sama-sama penting; harus bekerja sama. Ini MAKANAN DOBEL di dalam penggembalaan.

Mazmur 23: 1-2, 5
23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2. Ia membaringkan aku di
padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:5. Engkau menyediakan
hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Penggembalaan yang benar dan baik yaitu:

  • 'padang yang berumput hijau' dan 'air yang tenang' = firman penginjilan dalam urapan Roh Kudus, untuk memantapkan kita--'dibaringkan'--dalam keselamatan, kebenaran, dan ketenangan.
    Kalau benar, maka hidup kita selamat dan tenang. Kalau tidak benar, hidup kita tidak tenang dan tidak selamat.

    "Oleh sebab itu firman soal percaya, bertobat, dan baptisan air terus diulang, supaya memantapkan kita--bagaikan kita dibaringkan di padang rumput yang hijau dan dituntun ke air yang tenang--dalam damai sejahtera. Sekalipun ada binatang buas mengancam, tetapi kita tetap tenang di dalam penggembalaan."


  • Ayat 5: 'hidangan' ditambah 'minyak urapan' = makanan keras--firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus, untuk menyucikan/mendewasakan kerohanian kita sampai sempurna seperti Yesus.

1 Timotius 5: 17
5:17. Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

'penatua' = gembala.
'berkhotbah' = firman penginjilan.
'mengajar' = firman pengajaran.

Jadi, gembala harus dihormati dua kali lipat sebab memberi makanan firman Allah secara dobel--seperti yang diteladankan oleh Yesus Gembala Agung--, yaitu berkhotbah--firman penginjilan--dan mengajar--firman pengajaran. Ini tugas seorang gembala.

"Oleh sebab itu, selalu ada baptisan air. Entah satu tahun dua atau tiga kali. Ini bukti ada firman penginjilan: ada yang percaya, bertobat dan baptis air lagi. Tetapi juga harus ada firman pengajaran. Kita disucikan, mulai melayani--tadinya tidak melayani. Anak kecil mana bisa disuruh melayani? Anak kecil jika disuruh membawa gelas berisi air, apalagi kalau gelasnya mahal, akan takut dan malah jatuh. Kalau sudah dewasa, bisa melayani. Inilah hasil pemberitaan firman yang dobel."

Matius 11: 1
11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

'mengajar dan memberitakan Injil' =Yesus Gembala Agung juga memberi makanan dobel.

Ibrani 13: 17
13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

'pemimpin-pemimpinmu'= gembala.
Tguas gembala selain memberi makanan dobel adalah berjaga-jaga atas keselamatan jiwa lewat doa penyahutan. Ini pentingnya.

"Doakan kami para gembala, supaya bisa memberikan makanan dobel dan menaikkan doa penyahutan. Selain itu juga besuk, untuk memberi kekuatan kepada jemaat; dan lain-lain."

Tadi, gembala hanya menerima dua kali lipat (2x1). Tetapi, kalau sidang jemaat hormat dan taat kepada gembala, maka sidang jemaat akan mendapat 2 hal yang DOBEL (2x2)--luar biasa yang didapatkan oleh sidang jemaat--:

  • Tudung perlindungan/keselamatan dari doa penyahutan seorang gembala di dunia, ditambah tudung perlindungan--doa penyahutan--dari Yesus Gembala Agung di sorga = tudung perlindungan/keselamatan secara DOBEL.


  • Mazmur 23: 1
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

    'takkan kekurangan aku', artinya menerima pemeliharaan secara jasmani sampai berlimpah-limpah--sampai mengucap syukur kepada TUHAN--, tetapi juga menerima pemeliharaan secara rohani sampai tidak bercacat cela--sempurna.
    Ini adalah pemeliharan secara DOBEL.

Jadi, sidang jemaat mendapat perlindungan dan pemeliharaan yang DOBEL. Jangan ragu-ragu untuk menghormati seorang gembala, terutama menghormati firman yang diberitakan; menikmati firman yang dobel.

Siapa yang harus tergembala?:

  • Yang pertama: semua jabatan pelayanan harus tergembala, supaya mengarah kepada Yesus sebagai kepala.
    Jabatan pelayanan--guru, penginjil dan lain-lain--bagaikan tangan, kaki, perut dan lain-lai. Harus disatukan/digembalakan, supaya mengarah kepada Yesus sebagai kepala. Kalau tidak tergembala, akan tercerai-berai, tidak ada gunanya.


  • Matius 15: 24, 26-28
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada
    anjing."
    15:27. Kata perempuan itu: "Benar TUHAN, namun anjing itu
    makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    'domba' = bangsa Israel.
    'anjing' = bangsa kafir.

    Yang kedua: bangsa Israel--bagaikan domba hilang--, dan bangsa kafir--bagaikan anjing--harus digembalakan, supaya masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang sempurna; jadi satu kesatuan tubh yang sempurna.

    Jadi, persekutuan tubuh Kristus yang sempurna adalah persekutuan untuk makan roti firman Allah.
    Persekutuan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah. Supaya bisa masuk persekutuan tubuh Kristus yang sempurna, suami dan isteri harus sama-sama makan roti firman.
    Dalam penggembalaan, supaya kita menuju kesempurnaan dan duduk bersanding di takhta TUHAN, kita harus makan roti firman.
    Dalam fellowship, supaya masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang sempurna, harus makan roti firman, baik firman penginjilan maupun pengajaran.

    "Dalam fellowship, bukan untuk bertemu satu sama lain, apalagi untuk mencari sesuatu. Sedang membangun gereja tetapi belum ada yang menyumbang gentengnya, lalu datang ke fellowship, siapa tahu ada yang menyumbang. Dapat genteng, tetapi tidak menuju kesempurnaan. Kalau datang untuk makan roti firman, akan menuju kesempurnaan. Kalau sudah menuju kesempurnaan, yang jasmani pasti TUHAN sediakan--'takkan kekurangan aku'. Dobel semuanya. Dalam ibadah semacam ini, kalau kita datang beribadah hanya supaya diberkati, tidak ada gunanya. Kalau kita datang beribadah untuk makan roti firman, kita akan disucikan, dan yang jasmani sudah TUHAN sediakan untuk kita semua."

    Israel dan kafir saja bisa menjadi satu, apalagi dalam nikah dan penggembalaan, pasti bisa menjadi satu.
    Jangan pernah meragukan kekuatan firman pengajaran yang benar, yang sanggup menyatukan dan membahagiakan kita--mulai dari dalam nikah--apapun keadaan kita!

    Perempuan Kanaan--bangsa kafir--keadaannya sangat menderita--anaknya dirasuk setan. Tetapi begitu menikmati remah-remah roti, disembuhkan dan dia berbahagia.

    Mari, arahkan nikah dan buah nikah kita untuk makan roti firman secara dobel, supaya menjadi satu dan bahagia, sampai nanti sempurna--kebahagiaan kekal. Mulai di sini sudah bahagia.
    Dalam penggembalaan, kalau semua makan firman, pasti menjadi satu dan lebih bahagia. Antar penggembalaan, lebih lagi menjadi satu dan bahagia. Sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh sempurna, itulah kebahagiaan yang kekal.

    "Kaum muda, kalau sudah waktunya TUHAN memberi jodoh dan lain-lain--itu namanya bersekutu--tujuannya adalah untuk makan roti. Kita mendapat jodoh, hanya untuk makan roti--makan firman bersama-sama untuk mencapai kesatuan dan kebahagiaan. Kalau tidak, tidak ada gunanya. Di luar firman tidak bisa menyatukan; kekayaan tidak bisa menyatukan. Hanya roti firman yang bisa menyatukan sampai kebahagiaan kekal."

Posisi orang yang tidak tergembala--baik Israel maupun bangsa kafir:

  • Matius 15:24
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Bangsa Israel--umat pilihan Allah--kalau tidak tergembala, akan sama seperti domba yang terhilang; dan binasa.


  • Matius 15:26
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

    Bangsa kafir kalau tidak tergembala, keadaannya sangat menderita terutama dalam nikah dan buah nikah--perempuan Kanaan ini tidak disebutkan di mana suaminya, dan anaknya dirasuk setan--, dan hidupnya seperti anjing dan babi, sehingga terhilang selamanya.

Sebab itu, kita harus sungguh-sungguht ergembala. Karena itu, alkitab mengatakan: Jabatan gembala itu indah. Gembala harus bertanggung jawab sungguh-sungguh, karena menyangkut nasib orang. Tugas pokoknya adalah memberikan makanan secara dobel dan menaikkan doa penyahutan, supaya jemaat menjadi satu dan bahagia--mulai dari dalam nikah--sampai hidup kekal. Tetapi gembala juga masih ditambah tugas besuk, memikirkan jemaat dan lain-lain.

Jadi, penderitaan tanpa firman Allah yang dobel--sebelum bangsa kafir menjilat roti--adalah penderitaan maut, baik bagi bangsa Israel maupun bangsa kafir. Ngeri! Benar-benar menderita, terhilang, sampai binasa.

"Sekali lagi, kaum muda! Mau masuk dalam masa pacaran atau pernikahan, jangan tanpa firman! Kalau tanpa firman, akan masuk dalam penderitaan. Hanya kelihatannya saja senang dapat pacar, tapi sesungguhnya menderita. Alkitab yang menuliskan. Bukan penderitaan biasa, tetapi penderitaan maut; ke arah kutukan dan kebinasaan. Mari, utamakan firman yang dobel hari-hari ini. Masuk kegerakan hujan awal--firman penginjilan--dan hujan akhir--firman pengajaran."

Kalau sudah tergembala--mulai dari dalam nikah--, kita akan menjadi satu dan bahagia. Meningkat lagi pada penggembalaan dan antar-penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna dan kita mengalami kebahagiaan yang kekal bersama TUHAN. Yakin! Tidak ada mustahil bagi TUHAN. Itu keyakinan kita, Israel dan kafir yang jauh bisa menjadi satu, apalagi kita yang masih dekat di dalam rumah tangga dan gereja, pasti bisa, asalkan sama-sama makan firman yang dobel.

Ada 3 kegunaan firman penggembalaan--firman yang DOBEL:

  1. Kegunaan firman penggembalaan yang pertama: untuk menghadapi kelaparan yang DOBEL--kelaparan jasmani dan rohani--yang akan melanda dunia ini, sampai puncaknya pada saat antikris berkuasa selama 3,5 tahun di bumi.

    "Mungkin kita sekarang dicela: 'Apa itu 3 macam ibadah? Seminggu ke gereja 3 kali, kurang kerjaan itu.' Biar saja. Dulu, saat Israel akan keluar dari Mesir untuk beribadah, Firaun langsung marah dan menyebut bangsa Israel sebagai pemalas. Kita jangan sampai disebut pemalas, apalagi gembala. Sekarang ini, gembala juga dicap pemalas; enak kerja Yesus saja sekarang seperti pendeta-pendeta. Diam-diam dapat uang, menganggur di hotel atau di mana, dapat uang. Sekarang ini, gembala dicap pemalas karena tidak mau melaksanakan tugas: tidak mau memberi makan dan lain sebagainya. Kita juga, pelayan-pelayan TUHAN, jangan dianggap pemalas! Harus setia dan sungguh-sungguh dalam jabatan pelayanan."

    Amos 8: 11-14
    8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13. Pada hari itu akan
    rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Hati-hati! Setan menipu hamba TUHAN, pelayan TUHAN, dan anak TUHAN secara DOBEL--ini banyak dobel-dobelnya--:


    1. Sekarang ini setan menipu, supaya kita mengembara untuk mencari uang dan lain-lain.
      Bukan tidak boleh. Yang tidak boleh adalah mengembara untuk mencari uang sampai tidak ada kesempatan untuk makan firman Allah yang dobel.

      Dapat yang jasmani, tetapi satu waktu mengalami kelaparan rohani sehingga tidak puas hidupnya: tidak puas nikahnya--bersungut-sungut, bertengkar dalam rumah tangga, saling menyalahkan--sampai mudah jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

      Orang yang lapar, ia gampang jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa. Tidak sadar, tahu-tahu sudah jatuh dalam dosa. Itu tanda mengalami kelaparan dan tidak ada kepuasan.
      Kalau tidak puas, di mulut ini yang banyak salah.


    2. Setan menipu hamba TUHAN, pelayan TUHAN, dan anak TUHAN yang sudah lapar, supaya mengembara lagi untuk mencari firman tetapi firman sudah tidak ada lagi--setan menipu, karena ia sebenarnya sudah tahu kalau firman sudah tidak ada lagi, tetapi disuruh mencari firman. Dulu tidak boleh mencari firman--hanya mencari perkara jasmani--, lalu sekarang disuruh mencari firman, tetapi firman sudah tidak ada lagi.

      Sudah terlambat, sebab firman dan gereja TUHAN sudah diangkat dari dunia ke padang belantara. Tidak ada lagi firman di dalam dunia. Akibatnya: rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi--orang sudah lapar disuruh mencari makanan ke sana ke mari akan bertambah lapar sampai satu waktu rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi.
      Artinya: hidup/berkubang dalam dosa sampai puncaknya dosa--tidak bisa lagi bertobat--; sama dengan berkubang dalam lautan api dan belerang sampai binasa selamanya.


    Sekarang, mari kita mencari firman penggembalaan; firman yang dobel.
    Firman penggembalan adalah uluran tangan belas kasih dan anugerah Yesus Gembala Agung untuk memelihara hidup kita secara jasmani sampai berkelimpahan--sampai mengucap syukur--dan secara rohani--sampai sempurna ('takkan kekurangan aku').
    Ini adalah pemeliharaan secara dobel.


  2. Matius14: 24, 29-31
    14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya
    tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Kegunaan firman penggembalaan yang kedua: untuk menghadapi angin dan gelombang di tengah lautan dunia--halangan DOBEL.

    Angin= ajaran-ajaran palsu, termasuk gosip-gosip, dan dusta. Ini menghantam perahu kehidupan kita.
    Gelombang= pencobaan dan masalah di segala bidang--ekonomi, kesehatan, studi, masa depan-sampai yang musthail, termasuk dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

    Perjalanan kita menuju ke pelabuhan damai sejahtera--takhta sorga; Yerusalem baru--dihantam oleh halangan/rintangan secara dobel.

    Angin dan gelombang ditiupkan oleh setan menenggelamkan perahu kehidupan kita secara jasmani dan rohani--secara DOBEL.
    Secara jasmani, kesehatan, ekonomi dan lain-lain dihantam; secara rohani, dihantam ajaran palsu dan dosa-dosa.

    Akibatnya: kehidupan jasmani kita merosot--gagal--, dan secara rohani juga merosot, sampai tenggelam dalam lautan api dan belerang--binasa selamanya.
    Ini tujuannya setan, dobel juga, supaya kita mengalami kerusakan yang dobel; tenggelam secara dobel--jasmani dan rohani.

    Oleh karena itu perlu pemecahan roti yang dobel. Kegerakan Roh Kudus juga harus dobel--tidak cukup 12 tua-tua, tetapi harus 24 tua-tua--, supaya kita tidak berhenti di tengah jalan tetapi sampai di takhta.

    Banyak yang sudah selamat, tetapi berhenti di tengah jalan. Oleh sebab itu, makanannya harus dobel, itulah penggembalaan. Harus tergembala!

    "Ini tugas pokok gembala. Kalau mungkin gembala tidak bisa besuk, masih tidak apa-apa. Tetapi kalau memberi makan, harus. Tidak boleh tidak! Coba kalau bayi hari ini diberi makan, besok tidak; bagaimana? Susah! Opa Totaijs pernah mengatakan di kota Batu: 'Tidak ada kata 'maaf' pada saat-saat kita makan firman.' Itu yang saya catat di catatan dan hati saya. Jemaat dan gembala tidak boleh ada kata 'maaf', karena kita menghadapi kelaparan dan halangan yang dobel. Petrus, hamba TUHAN yang hebat bisa tenggelam, lalu siapa kita?"

    Firman penggembalaan yang dobel adalah uluran tangan Gembala Agung kepada kita yang hampir tenggelam, sedang tenggelam--mungkin sudah tenggelam sampai di mulut dan hanya berseru: 'Yesus, tolong!'--, untuk mengangkat kita dari segala ketenggelaman, baik secara jasmani dan rohani. Semua bisa berhasil dan indah, semua bisa sempurna seperti Yesus. Yang sudah hancur dan najis, dipulihkan untuk bisa hidup benar dan suci, sampai sempurna. Nikah yang sudah hancur, dipulihkan menjadi benar dan suci, sampai sempurna.

    Yakinlah! Apapun masalah kita, mari masuk ke dalam kandang penggembalaan yang benar, di mana ada makanan dobel.

    "Tinggal tunggu waktunya. Kalau hanya salah satu yang masuk, mungkin isteri saja atau suami saja, berdoa supaya keduanya bisa masuk kandang penggembalaan. Lihat meja roti sajian! Dua belas ketul rot, dibagi menjadi dua susun. Masing-masing 6 susun. Enam yang pertama adalah suami, enam yang kedua adalah isteri. Kalau sama-sama makan firman yang dobel, lama-lama daging menjadi roti--firman mendarah-daging. Maksudnya diubahkan seturut firman. Suami-isteri diubahkan, betul-betul menyatu dan bahagia. Tetapi kalau sama-sama daging, tidak bisa menyatu dan tidak bahagia. Anak-anak yang belum menjadi satu, didoakan supaya bisa menjadi satu dan berada di dalam tangan Gembala Agung."


  3. Matius 14: 35-36
    14:35. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.
    14:36. Mereka memohon supaya diperkenankan
    menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

    Kegunaan firman penggembalaan yang ketiga: untuk menghadapi penyakit yang DOBEL.

    Dalam perjalanan kita menuju pelabuhan damai sejahtera, selain menghadapi kelaparan yang membuat kita rebah, angin dan gelombang yang menenggelamkan, kita juga menghadapi penyakit-penyakit yang mengakibatkan kematian apabila tidak ditolong.

    Penyakit dobel adalah:


    1. Penyakit jasmani.
    2. Penyakit rohani: dosa kejahatan--kikir dan serakah--, dosa kenajisan--dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--, dosa kepahitan hati, dosa kesesatan--yang benar dianggap salah, salah dianggap benar.

      Dosa kepahitan hati--iri hati, benci, dendam--membuat TUHAN tidak bisa bersama kita. Selesaikan semuanya!


    Firman penggembalaan yang dobel adalah ujung jubah--uluran tangan belas kasih dan kemurahan--dari Yesus Gembala Agung.
    Biarlah malam ini kita berusaha untuk memegang ujung jubah Yesus.

    Ujung jubah ada di bawah, artinya untuk memegang ujung jubah Yesus, kita harus merendahkan diri, supaya bisa mendengar dengan sungguh-sungguh, mengerti, percaya pada firman penggembalaan yang keras dan lama--menikmati firman penggembalaan--, sampai mempraktikkannya.

    Ini yang mendorong kita tersungkur; menyembah di kaki TUHAN. Kalau sudah praktik firman, pasti tersungkur di kaki TUHAN. Hanya menyembah TUHAN: 'Terserah Engkau, TUHAN, saya tidak bisa.'
    Saat itu mujizat terjadi: penyakit-penyakit disembuhkan.
    Ada firman penggembalaan, berarti ada ujung jubah TUHAN di tengah-tengah kita.

    Kesembuhan secara jasmani: penyakit disembuhkan, masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN. Semua menjadi indah pada waktunya.
    Ujung jubah TUHAN itu indah. Dulu, pada ujung jubah imam besar Harun terdapat lonceng emas dan buah delima dari kain berwarna-warni yang berselang-seling. Indah sekali--hidup kita betul-betul indah.

    "Semua bisa terjadi dalam penggembalaan, asal kita bertekun. Saya pernah bersaksi ada seseorang yang sudah habis semua hartanya karena ditipu orang, dan orang ini sudah berusia 60 tahun lebih. Dia mengeluh pada saya: 'Kalau dulu masih 50an, saya masih bisa kejar. Tetapi sekarang saya sudah tidak kuat lagi.': 'Saya tidak punya uang juga, om.' Tetapi saya nasihatkan untuk tekun dalam 3 macam ibadah, dan TUHAN tolong semuanya. Semua diselesaikan oleh TUHAN."

    Kesembuhan secara rohani: dosa apapun disucikan dan diubahkan oleh TUHAN dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Manusia baru/rohani mulai dari tidak boleh ada dusta lagi.
    Selama masih ada dusta, orang itu sakit jiwanya. Mari, jujur! Ya katakan: Ya, tidak katakan: Tidak, apapun resikonya, yang penting kita sehat.
    Dusta kepada TUHAN itu sangat jahat. Dusta kepada sesama, itu jahat. Suami isteri adalah satu tubuh, kalau berdusta, sama dengan mendustai diri sendiri. Itu paling jahat.

    Kalau kita jujur, kita menjadi rumah doa, dan semua doa kita dijawab oleh TUHAN.

    Sampai satu waktu jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, menjadi rumah doa yang besar di awan-awan. Kita tidak salah dalam perkataan, mulut hanya berseru 'Haleluya!' Kita bersama dengan TUHAN untuk duduk di takhta bersama TUHAN selamanya, seperti kedua puluh empat tua-tua di sekitar takhta.

Mari, masuk dalam penggembalaan! Ada dua tangan Gembala Agung, ada ujung jubah TUHAN, ada tangan anugerah yang besar diulurkan bagi kita.

Lapar? Mau rebah? Tenggelam? Sakit? Datanglah kepada TUHAN! Ada tangan anugerah TUHAN. Mugnkin dalam kekurangan, tidak layak, najis, mari datang, masih ada kemurahan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top