English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:6-13
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si...

Ibadah Natal di Mojoagung, 13 Desember 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-46
14:43. Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas...

Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 tentang kegiatan di tahta Surga:
Kegiatan penyucian.
Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 47-56= PENANGKAPAN YESUS.

Matius 26: 47
26:47. Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Malang, 10 Desember 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-13
6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Mangkutana III, 26 Juni 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Penjala manusia adalah...

Ibadah Doa Malang, 12 Juli 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:17
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa,...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Juli 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 10 November 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 05 April 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:6-13 berbicara...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Ada 24 takhta di mana ada 24 tua-tua yang duduk di atasnya. Dalam Tabernakel, menunjuk pada meja roti sajian--meja yang diisi dengan 12 roti di atasnya.

24 tua-tua adalah 12 rasul hujan awal dan 12 rasul hujan akhir.
12 rasul hujan awal dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal; 12 rasul hujan akhir dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Jadi, 12 rasul hujan awal dan 12 rasul hujan akhir dipakai oleh TUHAN sampai dipermuliakan bersama Yesus di takita sorga--takhta-takhta menunjuk pada kemuliaan.

Oleh sebab itu, kita juga harus masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir, supaya kita dipermuliakan bersama Yesus di takhta sorga.

Kita belajar soal kegerakan ini di dalam injil Matius.
Di dalam Matius 14-15, terjadi 2 kali pemecahan roti:

  1. Matius 14: 13-21 => pemecahan roti pertama: 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang.

    Matius 14: 17, 21
    14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
    14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

    'lima roti':


    1. Angka 5= 5 luka Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    2. Roti= firman Allah.


    Ikan= Roh Kudus.
    Kalau ada urapan Roh Kudus, kita bisa menikmati firman Allah--seperti makan roti dengan ikan; kalau mendengar firman dengan daging, akan malas, bosan, dan mengantuk.

    Jadi, 5 roti dan 2 ikan sama dengan firman Allah dalam urapan Roh Kudus yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dalam dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.
    Ini yang disebut dengan injil keselamatan.

    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu

    'ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus' = percaya, bertobat baptisan air, dan baptis Roh Kudus.
    'Injil keselamatanmu'= firman penginjilan= kabar baik (Amsal 25: 25)

    Jadi, pemecahan roti pertama sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan awal, yaitu kegerakan dalam injil keselamatan--firman penginjilan; kabar baik--untuk memanggil orang-orang berdosa, supaya percaya Yesus dan diselamatkan--percaya, bertobat, baptis air dan roh Kudus, dan hidup benar. Kita harus ikut di dalamnya.


  2. Matius 15: 32-39 => pemecahan roti kedua: 7 roti dan beberapa ikan untuk memberi makan 4000 orang.

    Matius 15: 34, 38
    15:34. Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."
    15:38. Yang ikut makan ialah
    empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

    Angka 7= kesempurnaan.
    Roti= firman Allah.
    Ikan= Roh Kudus.

    Jadi, 7 roti dan beberapa ikan adalah firman Allah dalam urapan Roh Kudus yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan/kesempurnaan sebagai raja segala raja dan mempelai pria sorga untuk menyucikan dan menyempurnakaan orang-orang yang sudah selamat.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Disebut juga dengan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Jadi, pemecahan roti kedua sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, menjadi sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai sampai duduk bersanding di takhta sorga; dipermuliakan bersama Yesus di takhta sorga selamanya--sama seperti 24 tua-tua di takhta sorga.

Mari, ikuti kegerakan hujan awal--firman penginjilan--supaya kita selamat. Tetapi dilanjutkan dengan kegerakan hujan akhir--firman pengajaran--, supaya kita siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali dan kita dipermuliakan di takhta sorga bersama Dia.

24 tua-tua ini dipakai oleh TUHAN dan kita juga meneladani untuk masuk dalam kegerakan hujan awan dan hujan akhir.

Waspada! Di antara pemecahan roti pertama dan kedua, terdapat 3 cerita yang menunjukkan 3 hal--sekarang menunjuk nubuatnya--:

  1. Matius 14: 22-36 => Yesus berjalan di atas air. Sekarang, sama dengan gereja TUHAN dengan pengalamannya.

    Petrus hampir tenggelam. Hati-hati! Sementara TUHAN sediakan kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir supaya kita sampai di takhta, tetapi ada terselip cerita-cerita yang mengerikan; bukan sampai takhta, tetapi tenggelam.


  2. Matius 15: 1-20 => perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Sekarang, artinya bangsa Israel dengan kesesatannya.

    Ngeri! Ada yang tengelam, dan ada yang tersesat, sementara TUHAN siapkan kegerakan rohani.


  3. Matius 15: 21-28 => perempuan Kanaan yang percaya--ada kemurahan. Ini menunjuk pada bangsa kafir dengan kebutuhannya.

    Bangsa kafir hanya butuh remah-remah roti, bukan uang dan lain-lain. Begitu bangsa kafir bisa menjilat remah roti: 'Benar TUHAN,' maka beres semuanya. Di luar remah-remah roti, justru hidupnya tidak beres--kerasukan setan.

    Sangat salah kalau bangsa kafir mengejar uang dan lain-lain. Nomor satu, cari remah-remah roti! Kalau ada remah-remah roti, semuanya beres.

Betul-betul ngeri! Banyak yang gagal--banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih--; ada yang tenggelam, tersesat, dan kerasukan setan.

AD. 1. YESUS BERJALAN DI ATAS AIR; GEREJA TUHAN DENGAN PENGALAMANNYA
Sementara ada kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir untuk membawa ke takhta, ada pengalaman tidak enak, yaitu tenggelam; sementara kita mau diangkat, tetapi malah ada yang tenggelam. Ngeri!

Matius 14: 22-36 (dibaca ayat 22-23)
14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang,
Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Ayat 22= ada yang menyeberang, tetapi ada yang pulang. Ini adalah gerakan yang berlawanan--ada yang ikut kegerakan hujan awal dan hujan akhir,tetapi ada juga yang pulang.
Pengikutan kepada TUHAN jangan digampang-gampangkan! Kenyataannya, ada yang terangkat, ada yang tenggelam; ada yang menyeberang, ada yang pulang.

Ayat 23= murid-murid menyeberang, tetapi Yesus naik ke bukit. Inilah yang harus kita pelajari!

Pengikutan kita kepada TUHAN bagaikan menyeberangi lautan dunia, untuk mencapai pelabuhan damai sejahtera, yaitu takhta Yerusalem baru--takhta sorga. Ini adalah tujuan utama dan tujuan terakhir hidup kita.

Pengikutan kita kepada TUHAN harus meningkat--seperti menyeberang laut, lebih jauh lebih dalam--:

  • Pengikutan anak kepada bapa. Dulu, bapa kita memang setan. Lepas dari dosa, dan sekarang bapanya adalah TUHAN--Allah Bapa di sorga. Sudah baik, sudah diberkati, tetapi masih ada anak yang hilang.


  • Pengikutan domba terhadap gembala. Sudah baik, terpelihara apalagi kalau sudah di kandang--semunya sudah disediakan oleh gembala--, tetapi masih ada domba yang terhilang. Berarti harus ditingkatkan lagi.


  • Pengikutan murid terhadap guru. Murid sudah bisa menerima makanan keras--firman pengajaran yang benar--sehingga bertumbuh rohaninya ke arah kedewasaan rohani. Sudah baik, tetapi murid masih terpisah dari gurunya.

    Di sini saja sudah terpisah; muridnya menyeberang, tetapi gurunya--Yesus--naik ke atas gunung.


  • Pengikutan terakhir; pengikutan tubuh terhadap kepala.
    Matius 8: 18-20
    8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
    8:19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
    8:20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi
    Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    "Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." = kepala berada di atas tubuh. Inilah pengikutan tubuh terhadap kepala--puncak pengikutan--. Artinya: kita harus masuk dalam pembangunan/persekutuan tubuh Kristus yang sempurna untuk menerima Yesus sebagai kepala dan kita tidak akan terpisah selama-lamanya.

    Tubuh dan kepala tidak boleh terpisah; kalau terpisah, mati.

Kegerakan hujan awal, sudah. Lanjutkan untuk masuk kegerakan hujan akhir--kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; persekutuan tubuh Kristus yang sempurna untuk menerima Yesus sebagai kepala sampai tidak terpisah selamanya.

Pembangunan tubuh Kristus yang benar yaitu:

  • Mulai dari nikah yang benar,
  • penggembalaan yang benar,
  • antar-penggembalaan yang benar--fellowship--yang benar,
  • sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

Istilah 'benar' artinyan sesuai dengan firman pengajaran yang benar--alkitab--, bukan menurut kata pendeta.

Tadi, TUHAN perintahkan menyeberang.
Jadi, menyeberang di sini artinya: kita harus masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya kita bisa mencapai takhta Yerusalem baru--takhta kerajaan sorga yang kekal. Hari-hari ini, harus menyeberang!

Yesus harus melakukan 2 hal, supaya kita bisa masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai duduk di takhta sorga selamanya:

  1. Matius 14: 22
    14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

    Yang pertama: 'Yesus memerintahkan murid-murid-Nya'= Yesus memerintahkan kita untuk masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini perintah TUHAN.

    Kalau tidak mau atau melanggar perintah TUHAN, sama dengan berbuat dosa yang membawa maut atau menuju kebinasaan.
    Seperti Hawa yang melawan perintah TUHAN--makan satu buah yang dilarang oleh TUHAN--dan mati, langsung terkutuk, menuju kebinasaan.

    "Karena itu setiap saya mengajar Lempin-El "Kristus Ajaib", saya bertanya: "Boleh masuk persekutuan?": 'Boleh': 'Salah! Harus!' Asalkan persekutuan yang benar (berdasarkan firman pengajaran yang benar)."

    Kalau persekutuannya tidak benar--tidak ada Yesus--, sebenarnya itu bukan persekutuan, melainkan persekongkolan untuk melawan Yesus.
    Contohnya: orang Herodian dengan orang Farisi. Ini orang nasionalis dengan bukan nasionalis. Tadinya mereka bermusuhan, tetapi mereka sama-sama menyerang Yesus yang benar. Inilah bersekongkol!

    Kalau persekutuannya tidak benar, justru bersekongkol untuk menghancurkan yang benar. Kalau persekutuan yang benar, akan menampilkan pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar.

    Mengapa TUHAN memerintahkan kita untuk menyeberang--menjadi suatu keharusan; seperti dipaksa--? Perintah TUHAN bukan memaksa, tetapi pasti berguna untuk kita, yaitu untuk menolong kita, supaya kita tidak masuk kegerakan yang lain.

    Kalau tidak mau menyeberang, akan masuk kegerakan yang lain, yaitu kegerakan pembangunan babel.
    Jadi, jangan marah kalau diperintah atau diharuskan oleh TUHAN. Kecuali kalau diharuskan pada perkara yang tidak benar--jangankan diharuskan, dianjurkan saja tidak boleh kita ikuti.

    Pembangunan babel= mempelai wanita setan= puncak/kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan untuk dibinasakan selamanya.
    Mari sungguh-sungguh! Tadi, ada yang pulang. Yang pulang inilah yang akan masuk dalam pembangunan babel!
    Sesuatu yang benar itu bukan paksaan, melainkan pertolongan TUHAN kepada kita, supaya kita tidak masuk yang salah.

    Di ayat 22, yang disuruh hanya murid-murid--tidak semuanya diperintahkan untuk menyeberang--padahal waktu itu ada banyak orang yang mengikuti Yesus.

    Murid= kehidupan yang bisa menerima firman pengajaran yang benar. Inilah yang bisa menyeberang.
    Artinya: kalau sudah menerima firman pengajaran benar, baru bisa bergerak.

    Kalau sudah menerima yang benar, biar diperintahkan apa saja, tidak akan marah, karena sadar: 'Ini untuk kepentinganku, supaya bisa masuk takhta.'
    Tetapi, kalau dirinya sendiri belum benar, lalu diperintahkan, bisa gampang tersinggung atau curiga terus.

    Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam firman pengajaran yang benar. Jangan melihat yang lain--manusia, uang, kedudukan--, tetapi hanya melihat firman pengajaran yang benar--pribadi Yesus. Kalau lihat orang lain--sungkan dan lain-lain--, pasti tersesat!

    "Saya salut pada Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel. Mereka ini orang yang berhutang budi kepada raja. Mereka orang buangan, orang Yahudi yang dibuang di kerajaan Nebukadnesar. Lalu mereka diangkat oleh raja, sudah enak hidupnya. Satu waktu ada masalah rohani, mereka diperintahkan untuk menyembah raja. Tidak peduli, tidak sungkan, hutang budi dibalas budi, bukan membalas dengan menyembah raja (penyembahan palsu). Biar sampai dipaksa bagaimanapun, sampai masuk gua singa, tetap tidak mau.
    Harus balas budi baik kepada orang tua, atau kepada siapapun, tetapi kalau tentang yang rohani harus benar, tidak boleh sungkan.
    Jangan tidak tahu membalas budi! Harus balas budi, tetapi kalau masalah pengajaran dan pengikutan yang benar, itu masalah masing-masing pribadi. Lihat Yesus--pengajaran benar! Tetapi pada akhirnya, kalau tetap kuat--mempertahankan yang benar--, rajanya bisa mengerti dan bersaksi: 'Allahnya Sadrakh.. luar biasa'--dan mereka semakin diangkat lagi. Kalau sungkan, kita sendiri mati dan rajanya juga mati. Harus lebih takut, lebih sungkan pada TUHAN dari pada manusia.
    "

    Tidak sembarangan masuk kegerakan! Hanya murid-murid yang menerima pengajaran dari Yesus yang dipakai oleh TUHAN.
    Jangan sampai kita tersesat hari-hari ini!

    Kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, supaya kita disucikan. Hanya orang yang suci, yang bisa dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    "Sering saya ambil contoh soal Lempin-El. Dibuka oleh Om Yo, lalu Om Pong dan sekarang di Malang. Bukan S1, S2, S3, tetapi Suci."

    Matius 14: 23
    14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

    Hati-hati! Banyak yang pulang, artinya banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.
    Artinya: banyak kehidupan yang menerima firman penginjilan--diselamatkan dan diberkati oleh TUHAN--, tetapi tidak mau menerima firman pengajaran yang benar. Ini sama dengan tidak mau menyeberang; pulang.

    Mari lanjutkan! Penginjilan penting, tetapi setelah itu lanjutkan untuk menyeberang--lebih mendalam lagi, menerima firman pengajaran--sampai ke pelabuhan damai sejahtera. Kalau menolak, sama dengan pulang.

    Pulang= kembali pada hidup yang lama; sudah selamat dan diberkati, tetapi kembali pada hidup yang lama. Kalau tidak mau menerima firman pengajaran yang keras, pasti kembali kepada hidup yang lama.

    Harus menerima firman pengajaran, supaya disucikan terus menerus sampai sempurna. Kalau menolak, tidak akan bisa maju, dan akhirnya mundur--kembali pada hidup yang lama.

    "Jadi sangat disayangkan kalau lulusan Lempin-El kembali pada penginjilan. Lempin-El dididik memang ada penginjilan, tetapi harus fokus pada pengajaran. Kalau kembali ke penginjilan, siapa yang menyeberang?"

    Siapa yang pulang?:


    • Orang Farisi.
      Matius 15: 1

      15:1. Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
      15:2. "Mengapa murid-murid-Mu melanggar
      adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
      15:3. Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

      Orang Farisi menolak perintah Allah--firman pengajaran yang benar--karena mempertahankan adat istiadat yang tidak sesuai dengan firman.


    • Raja Herodes yang menolak firman pengajaran benar karena mempertahankan nikah yang salah--dosa sampai puncaknya dosa. Ditegor oleh Yohanes Pembaptis: 'Tidak halal engkau mengambil Herodias, isteri saudaramu!' Akhirnya ia mengamuk. Kalau ia minta ampun, satu keluarga bisa selamat.

      "Dulu ditanya guru saya: 'Kenapa tidak bisa menerima firman pengajaran?' Saya bingung, karena saya dengar satu kali, sudah tertarik sekali (saya menerima firman pengajaran pada usia 20an). Kalau hamba TUHAN tidak bisa menerima, saya pikir karena tidak sekolah, tidak lulus SD. Ternyata salah. Tidak bisa menerima firman pengajaran karena mempertahankan dosa atau adat istiadat. Contoh adat yang bertentangan dengan firman: anak-anak kecil menginjak telor sampai pecah, supaya selamat."


    • Salomo menolak pengajaran benar--pedangnya dilepaskan--karena mendengar ajaran lain dari isterinya.
      Hati-hati! Setan menggunakan orang yang paling dekat dengan kita.

      "Karena itu saya katakan: Jangan sungkan dengan keluarga (orang tua, mertua). Sekalipun om Pong mertua saya, kalau ajarannya salah, saya juga tidak mau. Jangan sungkan!"


    Lukas 13: 22-24, 29-30
    13:22. Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
    13:23. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
    13:24. Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "
    Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
    13:29. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
    13:30. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

    'sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem'= firman pengajaran membawa kita ke Yerusalem baru.
    'Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan' = tanda salib.

    Mengapa tidak mau menyeberang? Sebab firman pengajaran ada kaitannya dengan pintu sempit--salib. Banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN menolak firman pengajaran yang benar, sebab tidak mau masuk pintu sempit; tidak mau sengsara daging bersama Yesus; hanya mau yang enak saja; menolak salib. Contohnya: baru mendengar firman pengajaran, sudah berkata: Ini terlalu lama, terlalu keras. Inilah menolak salib.

    Menolak pengajaran benar= menolak salib.
    Ingat! Di balik salib--menyeberang sampai ditimbus gelombang--ada kemuliaan--pelabuhan damai sejahtera; takhta sorga. TUHAN tidak pernah menipu kita.
    Jangan takut salib! Contoh menerima salib: besok ujian, pulang kerja, sekarang datang beribadah.

    Kalau mau menerima pengajaran, pasti mau menerima salib. Kalau menolak pengajaran, pasti akan menolak salib.

    Untuk bisa menyeberang, harus rela berkorban. Semua harus dikorbankan--waktu, tenaga dan lain-lain--supaya kita bisa masuk dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kecuali firman pengajaran benar tidak boleh dikorbankan. Cukup satu kali pribadi Yesus dikorbankan. Jangan dikorbankan lagi! Pribadi Yesus (firman pengajaran yang benar) itu sebagai kepala. Kalau pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar--dikorbankan, akan sama seperti tubuh tanpa kepala. Ngeri! Atau sama dengan menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya. Dan itu berarti kebinasaan. Tubuh tanpa kepala juga mati/binasa.

    Kaum muda, menikah tanpa pengajaran benar sama dengan tubuh tanpa kepala. Baru ditutup matanya saja sudah susah untuk hidup, apalagi tanpa kepala. Yang melihat saja ngeri, apalagi yang menjalani. Kita mohon kepada TUHAN. Kalau sudah terlanjur karena dulu belum mengerti, mohon ampun pada TUHAN dan berdoa--isteri atau suami supaya bisa dimenangkan! TUHAN tolong kita semua.

    Demikian juga, kalau tanpa kepala--tanpa firman pengajaran--dalam penggembalaan. Ngeri! Dalam fellowship, kalau tanpa kepala, ngomongnya kacau semua.


  2. Matius 14: 23
    14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

    Yang kedua, supaya kita bisa masuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: 'Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa'=> 'buki' adalah gambaran dari bukit Joljuta--tanda darah--; 'berdoa' sama dengan dupa=>
    ada darah dan dupa.

    Dulu, imam besar Harun masuk ruangan maha suci satu tahun sekali dengan membawa darah dan dupa. Begitu darah dipercikkan dua kali tujuh percikkan dan ada asap berbau harum atau dupa dinaikkan, maka terjadi shekina glory. Ini pelayanan pendamaian dari imam besar.

    Jadi, kalau Yesus naik ke bukit untuk berdoa, Ia tampil sebagai Imam Besar yang membawa darah-Nya sendiri dan dupa--doa--, sehingga terjadi sinar kemuliaan atau shekina glory--kewibawaan TUHAN untuk memanggil murid-murid--orang-orang yang sedang sibuk.

    Lukas 6: 12
    6:12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
    6:13. Ketika hari siang, Ia
    memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

    Markus 3: 13-14
    3:13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
    3:14. Ia
    menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

    Yesus tampil sebagai imam besar dengan kewibawaan atau kemuliaan untuk memanggil, memilih, dan menetapkan 12 murid sebagai rasul.
    Jadi, supaya bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, TUHAN harus memanggil, memilih dan menetapkan hidup kita; bukan dipanggil oleh manusia.

    "Saya selalu pakai sistem Om Yo dan om Pong, yaitu pakai pemberitaan firman (tidak dipaksa) sampai TUHAN sendiri yang memanggil, memilih, dan menetapkan sebagai apa saja. Ditetapkan, artinya diberikan jabatan pelayanan dan karunia."

    Dipanggil= diselamatkan= halaman Tabernakel= orang berdosa dipanggil oleh TUHAN untuk dibenarkan dan diselamatkan lewat percaya Yesus, bertobat, baptisan air, dan baptisan Roh Kudus--lahir baru dari air dan Roh--untuk mendapatkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Harus dibenarkan dahulu! Seperti mobil yang rusak dibenarkan dahulu, baru bisa dipakai.

    Dipilih= ruangan suci= disucikan.
    Supaya bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus--menjadi imam-imam--, harus disucikan.

    Keluaran 29: 1
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Kita disucikan di ruangan suci. Inilah orang yang mau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus--menyeberang. Tadi, diperintah oleh TUHAN: Harus menerima firman pengajaran. Kalau tidak menerima pengajaran, tidak bisa dipakai, karena kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam firman pengajaran yang benar.

    Kemarin pada Ibadah Raya Surabaya, 03 April 2016, Rut tidak boleh ke ladang lain. Bukan pengerja di ladang Boas--hamba TUHAN--yang melarang, tetapi Boas--gambaran dari Yesus--sendiri yang melarang. Kalau ke lain-lain, tidak akan bisa dipakai dan tersesat.

    Terima dahulu perintah Yesus--bukan perintah hamba TUHAN--untuk menyeberang--menerima firman pengajaran yang keluar dari mulut Yesus.
    Pegang firman pengajaran yang benar, baru kita bisa dipakai.
    Selanjutnya, Yesus naik ke atas gunung: kita dipanggil--dibenarkan--, dan disucikan di ruangan suci. Kita tergembala dengan benar dan baik; berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam ruangan suci, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga kita disucikan secara intensif sampai mencapai kesempurnaan.
    Kalau sudah disucikan--digembalakan supaya tidak liar ke sana ke mari--, baru ditetapkan (diberikan jabatan).

    Efesus 4: 11-12, 7
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih
    karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

    Ayat 11= jabatan pelayanan (termasuk juga jabatan pemain musik dan sebagainya).
    Ayat 7= karunia Roh Kudus.

    Setelah disucikan, maka TUHAN memperlengkapi kita dengan 3 hal:


    • Jabatan pelayanan.
    • Karunia Roh Kudus.
      TUHAN memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--ditetapkan menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN-- sesuai dengan jabatan dan karunia yang TUHAN percayakan kepada kita.

      Contohnya: jabatannya sebagai gembala, karunianya menimbang roh; jabatanya sebagai pemain musik, karunianya bisa bermain musik; jabatannya sebagai penginjil, karunianya bisa berupa karunia kesembuhan dan lain sebagainya.

      Yesus harus naik ke bukit/ Kalau tidak, kita tidak bisa dipakai oleh TUHAN!
      Harus terima perintah dulu; menerima firman pengajaran yang benar dan mempraktikkan, supaya jelas arahnya. Setelah itu harus dipanggil, dipilih (digembalakan-disucikan) dan ditetapkan oleh TUHAN.

      Jabatan dan karunia= jubah indah. Kalau kita melayani TUHAN dengan kesucian ditambah jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sama dengan memakai jubah maha indah.
      TUHAN memberikan jaminan, hidup kita indah, dan masa depan kita berhasil dan indah. Semua berangsur-angsur lebih indah.

      Semakin suci, semakin dipakai dan semakin indah, sampai semua indah pada waktunya.


    • Kasih Allah.
      Efesus 4: 15
      4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

      Karena kasih adalah kekal, kalau kita melayani TUHAN dengan dorongan kasih (mengasihi TUHAN), maka pelayanan kita juga kekal, tidak berhenti di tengah jalan.

      Kalau melayani dengan dorongan uang dan lain-lain, tidak akan kekal. Praktik melayani oleh dorongan kasih:


      1. Horizontal: mengasihi sesama sampai mengasihi orang yang memusuhi kita; tidak merugikan, tidak berbuat jahat, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan; tanpa pamrih.

        Justru saat kita bisa melayani orang terkecil, itu kepuasannya terbesar--kebahagiaan terbesar dari TUHAN. Sangat puas dan bahagia. Semoga menjadi pengalaman kita.

        "Satu waktu saya merasa bahagia. Saya keluar kota untuk melayani orang yang kaya. Tetapi di daerah itu ada orang yang miskin dan saya cari karena orang itu sakit. Setelah dapat, saya pulang dengan bahagia. Kalau tidak dapat, saya rasanya tidak mau terus."


      2. Vertikal: mengasihi TUHAN lebih dari semuanya= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
        Contoh: Abraham, janda Sarfat, dan Rut.


      Jadi, pelayanan yang didorong oleh kasih sama dengan pelayanan salib-- jubah dicelup dalam darah.

      Tadi ada jubah indah, tetapi harus dicelup dalam darah. Sudah indah dan enak, tetapi harus dicelup dalam darah,
      Kita dipercaya ibadah kunjungan, bukan enak-enak, tetapi jubah dicelup darah. Ongkos bayar sendiri, harus persiapan juga.


    Mengapa jubah harus dicelup dalam darah--mengalami sengsara--?


    • Supaya jubah tidak bisa direbut oleh setan; kita tidak bisa ditelanjangi oleh setan. Setan bukan takut pada ijazah, kekayaan, atau jemaat yang banyak, tetapi pada darah.


    • Supaya menjadi jubah putih berkilau-kilauan dan kita bisa ke takhta sorga.
      Tadi, 24 tua-tua memakai pakaian putih.

      Wahyu 4: 4
      4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.


    Inilah jalan untuk bisa ke takhta sorga. Dulu 24 tua-tua sudah dituliskan berada di takhta. Sekarang, kita mengikuti kegerakan hujan awal: selamat, percaya, bertobat. Mantapkan kebenaran!

    Lanjutkan dengan pengajaran--kegerakan hujan akhir. Kita menyeberang untuk melayani pembangunan tubuh Kristus. Sekalipun harus menderita, tetapi kita akan mendapatkan pakaian putih. Ini modal untuk ke takhta sorga.

    1 Korintus 1: 23-27
    1:23. tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
    1:24. tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi,
    Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
    1:25. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
    1:26. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
    1:27. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

    Ayat 23= bagi Israel suatu batu sandungan--menolak Yesus--, karena Yesus dianggap anak tukang kayu. Bagi bangsa kafir suatu kebodohan, karena bangsa kafir mencari yang enak-enak bagi daging.
    Contohnya: untuk apa puasa, doa semalam suntuk dan sebagainya?

    Ayat 24= bagi bangsa Yahudi (Israel) dan bukan Yahudi (kafir) yang sudah dipanggil, dipilih, dan ditetapkan oleh TUHAN, Kristus yang disalibkan adalah kekuatan/kuasa dan hikmat Allah; salib adalah hikmat dan kuasa Allah.

    Ayat 27= sekalipun bodoh, kalau pegang salib, kita lebih pandai dari pada orang terpandai di dunia; sekalipun lemah, kalau pegang salib, kita lebih kuat dari pada orang yang kuat.

    Salib adalah hikmat dan kuasa Allah bagi kehidupan yang dipanggil, dipilih dan ditetapkan TUHAN.
    Mari masuk pelayanan salib hari-hari ini!
    Yesus memerintah, lalu kita pegang pengajaran yang benar--taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar--dan pegang salib!

    Kita sudah dipanggil, dipilih, dan ditetapkan untuk melayani dengan salib. Pengajaran dan salib adalah satu. Kalau tidak mau pengajaran, tidak akan mau salib. Kalau mau pengajaran, pasti mau salib.

    Kegunaan hikmat dan kuasa--salib--:


    • Membawa kita dipakai oleh TUHAN dengan kepandaian dan kehebatan yang lebih dari orang dunia, sekalipun kita lemah dan bodoh.

      "Lempin-El jangan takut! Mungkin tidak lulus SD, sudah lulus SD atau yang S3, terserah saja. Yang penting pegang salib! Kita akan lebih pandai dan kuat dari siapapun juga. "


    • Melindungi kita dari antikris.
      Wahyu 13: 18
      13:18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

      Sudah ada satu yang dicakar oleh antikris karena menolak pengajaran dan salib. Yesus berkata: 'Siapa yang mencelupkan roti bersama dengan Aku, dialah itu.' Ini firman pengajaran yang keras, tetapi Yudas berkat: 'Bukan aku!' Yudas tidak mau menerima pengajaran dan salib. Yudas Iskariot dicakar oleh antikris, sampai perutnya robek.

      Hikmat dan kuasa TUHAN juga menjadi 2 sayap burung nasar yang besar untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Kita dipelihara dan dilindungi TUHAN secara langsung selama 3,5 tahun lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.

      Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci adalah latihan kita menyingkir dari antikris.


    • Matius 13: 54
      13:54. Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?

      Yang ketiga: hikmat dan kuasa dari salib sanggup untuk mengadakan mujizat-mujizat:


      1. Mujizat rohani: keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dengan jujur. Rela sengsara untuk jujur.
        Contohnya: Yesus jujur saat Ia mau ditangkap di Getsemani. Yesus bertanya: 'Siapakah yang engkau cari?': 'Yesus.' Ia bisa saja menunjuk yang lainnya, tetapi Ia katakan: 'Akulah Dia.'

        Jujur, artinya ya katakan: Ya, tidak katakan: Tidak, mulai dari jujur soal pengajaran yang benar, nikah yang benar, pelayanan dan penyembahan yang benar. Harus jujur hari-hari ini! Kalau tidak, tidak bisa dipakai oleh TUHAN dan tidak bisa mengalami mujizat.

        Jujur= menjadi rumah doa dan doa kita dijawab oleh TUHAN (Amsal 15: 8 '......doa orang jujur dikenan-Nya').


      2. Kalau sudah jujur, maka mujizat jasmani juga terjadi: yang mustahil menjadi tidak mustahil; dari tidak ada menjadi ada.

        Semua berasal dari salib! Kalau kita pegang salib, maka ada kekuatan dari TUHAN sehingga kita bisa melayani TUHAN. Sekalipun kita lemah dan terbatas, tetapi ada perlindungan dari antikris dan terjadi mujizat-mujizat.


      3. Sampai saat Dia datang kembali, terjadi mujizat yang terakhir, yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia, sempurna seperti Dia dan mendapatkan mahkota emas.

        Tadi dalam Kitab Wahyu 4: 4, dua puluh empat tua-tua memakai pakaian putih dan memakai mahkota emas--kalau mau duduk di takhta, harus memakai mahkota.

        2 Timotius 4: 5-8
        4:5. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
        4:6. Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
        4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
        4:8. Sekarang telah
        tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

        Ayat 5-6= tentang salib.

        Di balik salib ada mahkota untuk kita bisa duduk di takhta bersama TUHAN.

Mari, melayani TUHAN hari-hari ini harus memikul salib.
24 tua-tua adalah kehidupan yang dipakai oleh TUHAN.
Di balik salib ada hikmat dan kuasa Allah; kita mengalami pemakaian TUHAN, perlindungan, dan mujizat, sampai menerima mahkota; kita layak dipermuliakan di takhta sorga seperti 24 tua-tua di takhta sorga.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top