English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 20 September 2009 (Minggu Pagi)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6:1-4, Tuhan menyatakan keadilannya...

Ibadah Raya Malang, 09 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 April 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:7-8, nubuat kedua tentang bangsa-bangsa.
Bangsa-bangsa di dunia akan menghadapi kegoncangan-kegoncangan, baik secara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan tabernakel menunjuk tentang...

Ibadah Doa Malang, 10 September 2013 (Selasa Sore)
Siaran Tunda Ibadah Doa Surabaya

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Januari 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Keluaran 3. Ada 3 pengalaman...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Maret 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:
= dalam susunan Tabernekal menunjuk pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Oktober 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 13 Mei 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13 - Keluaran 15:1-21 adalah...

Ibadah Raya Malang, 12 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juni 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2019 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 03 April 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 3
4:3. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Ada 4 macam batu indah di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Februari 2016):

  1. Ayat 3: permata yaspis (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2016).
  2. Ayat 3: permata sardis (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya,07 Maret 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 09 Maret 2016).
  3. Ayat 6: batu kristal (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2016).
  4. Ayat 3: batu zamrud (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 23 Maret 2016).

1 Petrus 2: 4-7

2:4. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
2:5. Dan biarlah
kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih,
sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "
Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Batu indah; batu mahal; batu hidup = pribadi Yesus, tetapi dibuang oleh tukang-tukang bangunan (diterangkan mulai dari Ibadah Jumat Agung Surabaya, 25 Maret 2016).
Ini menunjuk tentang pribadi Yesus yang disalibkan untuk melakukan 2 hal (diterangkan pada Ibadah Jumat Agung Surabaya, 25 Maret 2016):

  1. Menjadi batu penjuru atau dasar dari pembangunan tubuh Kristus (pembangunan rumah rohani).
  2. Menjadikan batu keras--bangsa kafir yang berdosa--menjadi batu indah; batu mahal; batu mulia (batu hidup), untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dimulai dari nikah yang benar, penggembalaan benar, antar-penggembalaan benar, sampai tubuh sempurna--Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.
Istilah 'benar' artinya berdasarkan firman pengajaran yang benar.

Mengapa kita harus masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang benar--sampai Yesus rela mati untuk melakukan 2 hal di atas--?:
Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

'mengumpulkan'= masuk persekutuan tubuh Kristus yang benar.
'anak-anaknya di bawah sayapnya' = naungan.
Jadi, masuk persekutuan tubuh Kristus yang benar lebih dulu, baru dinaungi. Kalau tidak benar, justru naungan akan terbuka.

Dalam pembangunan tubuh Kristus yang benar, TUHAN Yesus sebagai mempelai pria sorga MENAUNGI kita mulai di padang gurun dunia, sampai duduk di takhta sorga selamanya. Ini adalah puncak naungan.

'Yerusalem, Yerusalem' => menunjuk pada bangsa Israel.
'berkali-kali Aku rindu'= kerinduan/kesungguhan TUHAN.
Jadi, kerinduan Yesus sebagai mempelai pria sorga sebenarnya untuk menaungi bangsa Israel, umat pilihan TUHAN, bukan bangsa kafir.

Tetapi ada kalimat: 'tetapi kamu tidak mau', artinya sebagian Israel menolak Yesus--menolak naungan dari Yesus; menolak Yesus sebagai juruselamat dan mempelai pria sorga sehingga terbuka kesempatan dan kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir untuk menerima naungan TUHAN.
Tadi juga disebutkan, kita batu keras bisa menjadi batu indah karena sebagian Israel menolak Yesus--batu yang indah dibuang oleh tukang-tukang bangunan--, sehingga terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk menjadi batu indah.

Sehebat apapun bangsa kafir, harus menerima kesempatan dan kemurahan TUHAN untuk menjadi batu hidup--menjadi imam-imam--, dan masuk pembangunan tubuh Kristus--dinaungi. Sebenarnya bangsa Israel juga dinaungi, tetapi karena menolak, maka bangsa kafir masuk.

Jadi, bangsa kafir sungguh-sungguh bergantung pada kesempatan dan kemurahan TUHAN. Kalau tidak, akan habis; tetap batu keras, tidak bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, dan berada di luar naungan TUHAN--tidak sampai di takhta dan binasa. Hanya seperti itu nasib bangsa kafir, tetapi untunglah ada kesempatan dan kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir.

Mazmur 68: 5-7
68:5. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!
68:6.
Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7. Allah memberi tempat tinggal kepada
orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Siapa yang berhak menerima naungan TUHAN?:

  1. Janda = putus hubungan dengan daging.
  2. Orang asing ('orang-orang sebatang kara') = putus hubungan dengan dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Maret 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2016).
    Contohnya adalah Abraham yang tingga di kemah. Kemah sendiri sudah berarti naungan; di padang gurun perlu kemah.


  3. Anak yatim = putus hubungan dengan bapa yang lama--setan dan dosa-dosa (diterangkan pada Ibadah Paskah Surabaya, 27 Maret 2016).

Malam ini kita belajar tentang JANDA.
Arti rohaninya adalah orang yang putus hubungan dengan suami. Artinya: putus hubungan dengan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

Roma 8: 7-8
8:7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Keinginan dan hawa nafsu daging membuat kita tidak takluk kepada hukum Allah--tidak taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar--sehingga menjadi musuh Allah. Berarti berada di luar naungan dan binasa selamanya.
Seperti Herodes yang ditegor oleh Yohanes Pembaptis, tetapi tidak mau; tidak taat dan memberontak.

Saat kita tidak taat kepada firman pengajaran yang benar, kita menjadi musuh TUHAN. Jangan anggap enteng, tidak ada tawar-menawar!
Seperti isteri Lot, TUHAN memerintahkan supaya lari terus ke pegunungan, tetapi ia menoleh ke belakang sehingga menjadi tiang garam. Sekalipun hanya menoleh ke belakang--bukan berzinah dan lain-lain--, tetapi menjadi musuh Allah.

"Bukan fanatik. Kalau pengajaran itu benar, harus ditaati. Tidak boleh tawar-menawar, sebab saat kita tidak taat, kita menjadi musuh TUHAN, berada di luar naungan TUHAN dan binasa selamanya."

Jadi, janda secara rohani--kehidupan yang putus hubungan dengan daging dan segala keingingan dan hawa nafsunya--artinya kehidupan yang taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran.
Kita juga sudah mempelajari, Abraham adalah gambaran dari 'orang asing' yang hidup di kemah, artinya tergembala.
Anak yatim, artinya tidak berbuat dosa lagi; hidup benar.
Inilah kehidupan-kehidupan yang dinaungi oleh TUHAN.

Kalau taat, bangsa kafir juga mengalami naungan TUHAN.
Contohnya adalah Rut--janda dari bangsa kafir. Rut berasal dari suku Amon, Moab.
Rut ada tanda-tanda ketaatan sehingga mengalami naungan TUHAN.

Rut 2: 5-8
2:5. Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
2:6. Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah
seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
2:7. Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku
memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
2:8. Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku!
Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.

Rut sibuk memungut dan mengumpulkan jelai di ladang Boas dengan tiada berhenti.
Boas adalah gambaran Yesus sebagai mempelai pria sorga. Jadi, Rut berada di ladang mempelai--kabar mempelai.

'Tidak berhenti' artinya Rut sangat menghargai dan memperhatikan:

  • Pemberitaan kabar mempelai; firman pengajaran yang benar--jelai di ladang Boas.
  • Larangan Boas untuk tidak mencari jelai di ladang lain.
    Yang melarang adalah Boas--Yesus, Mempelai Pria Sorga--bukan pekerja-pekerjanya. Artinya, Rut tegas menolak ajaran-ajaran lain, sesuai dengan perintah Boas. Ini namanya mematikan keinginan daging!

    Yang punya keinginan itu daging; ingin tahu tentang ajaran lain. Sekalipun sudah beda, tetapi masih ingin tahu, itu keinginan daging yang dilarang oleh TUHAN. Yang melarang adalah TUHAN sendiri--digambarkan sebagai Boas--, bukan pendeta--digambarkan sebagai pekerja-pekerjanya Boas. Dalam Roma 15 disebutkan: 'Kalau ada orang mengajarkan ajaran lain, hindarilah!' Kalau ada keinginan tentang ajaran lain, bahaya! Nanti akan ada keinginan kepada laki-laki atau perempuan lain.

    Rut 3: 10
    3:10. Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

    Sikap rohani dari Rut jelas, yaitu tegas menolak ajaran-ajaran lain. Dan sikap jasmani juga tegas, yaitu tidak mengikuti keinginan untuk mengejar-ngejar laki-laki lain.
    Jadi, mematikan keinginan daging artinya tidak mengejar-ngejar ajaran lain--menolak ajaran lain--, dan tidak mengejar-ngejar laki-laki lain. 2 hal ini ada hubungannya!

    "Kalau beda, untuk apa? Saya hanya memberi dua kata: 'begini' dan 'begitu'. Ajaran yang satu 'begini', ajaran yang satunya 'begitu'. Lalu kita paksakan terus, nanti di diri kita sendiri, imannya 'beginitu'. Apa itu 'beginitu'? Tidak pas, karena mengikuti keinginan. Seringkali kita salah, kalau mengasihi berarti ikut sana-sini, padahal ajarannya beda. Itu bukan kasih, tetapi hawa nafsu/keinginan daging. Kalau mengasihi, kita justru bersaksi untuk menarik yang lain. Kalau Rut memiliki kasih, maka ia tidak mengejar-ngejar laki-laki lain. Bedakan kasih dari TUHAN dengan kasih daging! Kasih daging itu hawa nafsu."

Jadi, Rut hanya berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sehingga Rut mendapatkan 2 hal:

  1. Rut 2: 9-10
    2:9. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
    2:10. Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan
    memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"

    'jangan mengganggu engkau'= sudah mulai diperhatikan oleh Boas.
    Kalau Rut berada di ladang lain, habislah dia, tetapi ia tekun di satu ladang dan tidak ikuti keinginan daging.
    Ikuti kasih TUHAN di mana kita harus makan firman dengan sungguh-sungguh dan untuk menarik yang tidak benar!

    Yang pertama: Rut mendapatkan perhatian dari Boas--Yesus, Mempelai Pria Sorga.

    Kalau kita hanya berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, maka kita bangsa kafir sudah diperhatikan oleh TUHAN.

    "Lempin-El, perhatikan! Baru berpegang teguh saja sudah diperhatikan. Tidak usah bingung dan punya jemaat besar dulu."


  2. Rut 2: 12
    2:12. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

    Yang kedua: Rut mendapatkan naungan sayap TUHAN.

    Naungan sayap TUHAN= naungan penebusan.
    Rut 3: 8-9
    3:8. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
    3:9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu:
    kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

    'tengah malam'= saat yang paling gelap; akhir zaman.
    Bangsa kafir mendapatkan naungan sayap TUHAN, sama dengan naungan penebusan.

Inilah janda secara rohani, yaitu berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.

"Bukan berarti sok atau di sini paling benar. Sama sekali tidak, tetapi di mana saja ukurannya adalah alkitab. Kalau cocok dengan alkitab, berarti benar. Kalau tidak cocok--ditambah ini dan itu--itu sudah tidak benar. Misalnya, diktatnya 2+2 = 4, tapi ditambah: 'Yang benar 4 koma nol sekian,' itu sudah tidak cocok. Sesuaikan saja, diktatnya adalah alkitab. Jangan ditambah dan dikurangi!"

Mari, kita bangsa kafir taat dengar-dengaran dan berpegang teguh pada satu firman pengajaran. Kita sudah diperhatikan oleh TUHAN, bahkan lebih lagi, kita mendapat naungan sayap TUHAN, yaitu naungan penebusan. Ini yang dibutuhkan bangsa kafir di akhir zaman--tengah malam--; masa yang paling gelap.

Ada 3 naungan penebusan TUHAN bagi bangsa kafir:

  1. Rut 2: 11-12
    2:11. Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
    2:12. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang
    di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

    'bangsa yang dahulu tidak engkau kenal'= bangsa Israel.
    Bangsa kafir itu 'jauh', tetapi Rut datang ke bangsa Israel dan barulah ia mendapatkan naungan penebusan.

    Naungan penebusan yang pertama: 'meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu' = penebusan dari kekafiran.
    Kita bangsa kafir memang punya tabiat kekafiran. Oleh sebab itu perlu ditebus, supaya lepas dari tabiat kekafiran dan mendapat naungan TUHAN.

    Efesus 2: 11-12
    2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
    2:12. bahwa waktu itu kamu
    tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

    Tanda kekafiran, yaitu:


    • Tanpa sunat = tanpa kesucian; hanya berkecimpung/berkubang di dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, seperti anjing dan babi.
      Puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan. Berkubang, artinya tidak mau lepas.

      Kalau lepas dari tabiat kekafiran, kita bisa hidup suci.


    • Tanpa Kristus = tanpa urapan Roh Kudus sehingga tetap mempertahankan manusia daging dengan tabiat kuatir.
      Banyak kali kuatir sehingga mencari naungan sendiri di luar TUHAN--mencari jalan keluar sendiri di luar TUHAN/di luar firman pengajaran benar.
      Kuatir kurang uang, lalu korupsi; kuatir nilai jelek, lalu mencontek.

      Jalan keluar di luar firman adalah jalan buntu dan menuju kebinasaan.

      Kalau lepas dari tabiat kekafiran, kita bisa menyerahkan hidup kepada TUHAN; ada dalam naungan TUHAN.


    • Tanpa janji untuk hidup kekal, berarti kita binasa selamanya--seperti keledai yang lahir hanya untuk dipatahkan lehernya.

      Mari, lepas dari tabiat kekafiran. Arahkan pandangan kita kepada hidup kekal, jangan hanya kepada perkara di dunia saja. Kalau pandangan hanya kepada perkara di dunia, kita akan menjadi seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun. Akhirnya dicap oleh antikris.

      "Mari, pandangan kita pada hidup kekal semua. Kalau saya berbuat ini, apa saya bisa hidup kekal di sorga? Kalau saya berkata begini, apa bisa hidup kekal di sorga? Ini lepas dari kekafiran, jangan hidup yang binasa."


    • Tanpa pengharapan = mudah putus asa, kecewa, sampai tinggalkan TUHAN saat menghadapi sesuatu di dunia; tetapi juga mudah bangga dengan sesuatu di dunia sampai tinggalkan TUHAN.


    • Tanpa kasih = tanpa kasih, semua tidak berguna; tanpa kasih, semua tidak kekal; binasa selamanya.


    Kita harus ditebus dari lima tanda kekafiran ini.

    Bagaimana penebusan bangsa kafir?:
    Yohanes 19: 32-34
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Pada hari Sabat, tidak boleh ada mayat tergantung di kayu salib. Kalau belum mati, kakinya harus dipatahkan, supaya cepat mati lalu dikubur. Kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus dipatahkan kakinya karena belum mati. Tetapi ketika sampai kepada Yesus, ternyata Ia sudah mati.

    Sebenarnya Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--sebagai kasih-Nya untuk menebus Israel, umat pilihan-Nya. Bangsa kafir tidak mendapat kesempatan.
    Tetapi untunglah, prajurit Romawi--bangsa kafir--yang melihat Yesus sudah mati, tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi menikam lambung-Nya dengan tombak sehingga timbul luka yang kelima--luka yang terdalam dan terbesar. Ini merupakan kemurahan dan anugerah TUHAN untuk menebus bangsa kafir dari lima sifat kekafiran.

    Bukti bangsa kafir sudah ditebus dari lima tanda kekafiran:


    • Menerima tanda darah = bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa.
    • Menerima tanda air = baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersamaYesus, dan bangkit dari air bersama Yesus--keluar dari air--untuk mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.


    Ini sama seperti Rut yang datang dari jauh--Moab--dan mendekat ke Israel. Ia meninggalkan bapa ibunya di Moab--keturunan daging--, dan meninggalkan tanah kelahirannya. Ia meninggalkan semua yang berbau kekafiran untuk mendekat ke Israel.

    Kalau bangsa kafir sudah bertobat, baptis air, dan hidup benar, itu berarti bangsa kafir datang dari jauh untuk mendekat ke Israel, bahkan menjadi satu tubuh dengan Israel.

    Efesus 2: 13-16
    2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk
    menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16. dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    'jauh' = bangsa kafir.
    Jadi, bukti kalau kita sudah DITEBUS DARI KEKAFIRAN adalah bangsa kafir yang jauh menjadi dekat dengan bangsa Israel, artinya Israel dan kafir menjadi satu tubuh dengan Yesus sebagai kepala sehingga terjadi naungan.

    Yesus bertanggung jawab sampai mati menjadi tengkorak di bukit Tengkorak. Tengkorak adalah kepala yang sudah mati.
    Dulu, Yesus hanya bertanggung jawab untuk Israel. Dalam Matius 15, kepada perempuan Kanani Yesus berkata: 'Aku hanya diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel' (Matius 15: 24). Tetapi karena perempuan ini memohon belas kasihan terus-menerus, maka terbuka kesempatan juga bagi bangsa kafir.


  2. Rut 3: 8-9
    3:8. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
    3:9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu:
    kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

    Naungan penebusan yang kedua: naungan sayap penebusan di tengah malam, untuk menghadapi antikris.

    Tengah malam adalah waktu yang paling gelap, di mana antikris berkuasa selama 3,5 tahun di bumi.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Apa yang dituliskan dalam kitab Rut 3: 8-9 digenapkan dalam kitab Wahyu 12: 14.

    Dulu Rut--bangsa kafir--, sekarang adalah 'perempuan'--gereja TUHAN yang terdiri dari Israel dan kafir. Ini yang mendapat dua sayap burung nasar yang besar untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris sehingga kita mengalami naungan TUHAN.
    Kita dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh TUHAN selama 3,5 tahun lewat firman pengajaran benar dan perjamuan suci. Oleh sebab itu, kita butuh ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini adalah latihan menyingkir. Dulu, bangsa Israel dipelihara dengan manna dari sorga, tetapi nanti kita dipelihara dengan firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Ini yang kita terima dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

    Mari, kita harus bertekun dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, supaya dua sayap burung nasar makin bertumbuh dan ini adalah sebagai latihan untuk menyingkir ke padang gurun.

    "Ibadah pendalaman alkitab memang penting. Bagaimana dengan ibadah raya dan ibadah doa? Ibadah raya juga penting, karena ada Roh Kudus. Kalau tidak ada Roh Kudus, bagaimana?. Dalam kebaktian doa, ada kasih Allah dicurahkan. Jadi, masing-masing ibadah penting--ada 3 macam pesta. Dalam ibadah pendalaman alkitab ada makanan kita saat kita di padang gurun. Bagaimana caranya menyingkir ke padang gurun? Saya juga tidak tahu. Kita sama-sama belajar dari alkitab, supaya makin jelas dibukakan. Ikuti rambu-rambu dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci!"

    Syarat supaya bisa mengalami naungan sayap TUHAN--sayap burung nasar yang besar:
    Rut 3: 1-3
    3:1. Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?
    3:2. Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
    3:3. maka
    mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.


    • Rut--bangsa kafir--harus mandi.
      Ini menunjuk pada meja roti sajian, artinya ketekunan dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci--persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus--yang sanggup memandikan--menyucikan--kehidupan kita.


    • Harus berurap--memakai minyak wangi.
      Ini menunjuk pada pelita emas--urapan Roh Kudus--, artinya ketekunan dalam kebaktian umum--persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus.

      Ini cocok. Harus disucikan dahulu ('mandi'), baru ada urapan. Kalau tidak 'mandi', bukan urapan tetapi urakan.

      "Banyak kali kita pelayan TUHAN tidak 'mandi' sehingga urakan, bukan urapan. Berkhotbah urakan, baru muncul sudah seperti kampanye. Menyanyi, main musik urakan karena tidak 'mandi'. Kalau 'mandi'--disucikan--, maka berurap."

      Tanda mengalami urapan Roh Kudus adalah semua tertib dan teratur. Memang bersukacita, tetapi tertib dan teratur.


    • Harus mengenakan pakaian bagus.
      Ini menunjuk pada mezbah dupa emas, artinya ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan--persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--sehingga kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani--menukar pakaian lama dengan pakaian baru.

      Pembaharuan dimulai dengan tidak boleh berdusta sama sekali (Efesus 4).


    Jadi, kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok; kita harus TERGEMBALA dengan benar dan baik sehingga kita mengalami naungan dua sayap burung nasar.

    Tadi, yang pertama, lepas dari lima tanda kekafiran dan lihat lambung Yesus.
    Kemudian yang kedua, kita harus tergembala untuk mendapatkan naungan sayap burung nasar yang besar.

    Semakin tergembala, sayap semakin besar dan hidup semakin ringan.

    Untuk masuk kandang penggembalaan--pintu sempit--memang berat bagi daging, tetapi hidup kita semakin enak dan ringan. Sekalipun hidup semakin berat, tetapi kalau sayap semakin besar, maka kita bisa melewatinya.

    "Banyak kesaksian, bagaimana mujizat TUHAN yang luar biasa terjadi lewat 3 macam ibadah ini. Mari, jangan tanggung-tanggung sayapnya! Sekalipun sayap sudah besar, tetapi kalah hanya setengah--satu sayap--, tidak ada gunanya juga. Dulu saya punya burung merpati, satu sayapnya kena listrik dan tidak bisa digunakan lagi. Dulunya paling cepat, tetapi setelah sayapnya tinggal satu, tidak bisa, malah pontang-panting. Jangan setengah-setengah! Harus full! Biar berat bagi daging, tetapi hidup itu semakin enak dan ringan."


  3. Yesaya 54: 5-10
    54:5. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
    54:6. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.
    54:7. Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.
    54:8. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam
    kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
    54:9. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.
    54:10. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

    Naungan penebusan yang ketiga: naungan penebusan Mempelai Pria Sorga. Itulah penebusan dalam kasih setia TUHAN yang abadi.
    Artinya TUHAN selalu mengingat, memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita; tidak pernah Ia meninggalkan kita. Isteri masa muda ditinggal sebentar, tetapi diambil kembali. Karena memberontak, dia sendiri yang pergi, tetapi sesudah itu diambil kembali oleh TUHAN.

    Ada 3 macam kasih setia TUHAN:


    • Mazmur 17: 7-8
      17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
      17:8.
      Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

      Kasih setia TUHAN yang pertama: kasih setia TUHAN yang ajaib, yang menaungi kita bagaikan biji mata-Nya.
      Artinya:


      1. Kasih setia TUHAN sanggup melindungi dan memelihara kita, mulai sekarang di zaman yang sulit sampai hidup kekal.
      2. Tidak bisa dijamah oleh apapun juga sehingga kita mengalami kebahagiaan sorga di tengah dunia yang terkutuk.


    • Mazmur 69: 14-15
      69:14. Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!
      69:15.
      Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam!

      Kasih setia TUHAN yang kedua: kasih setia TUHAN yang besar, untuk mengangkat kita dari ketenggelaman, yaitu:


      1. Dari kegagalan, menjadi berhasil dan indah;
      2. Dari kejatuhan-kejatuhan dosa, dipulihkan kembali menjadi hidup benar dan suci.
        Raja Daud jatuh dengan Batsyeba, tetapi masih bisa dipulihkan kembali.

        Kita yang pernah jatuh, mari, dipulihkan kembali. Jangan putus asa! Masih ada kasih setia TUHAN yang besar.


    • Yesaya 54: 10, 8
      54:10. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.
      54:8. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam
      kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.

      Kasih setia TUHAN yang ketiga: kasih setia TUHAN yang abadi membuat kita tidak goyah artinya:


      1. Mengalami damai sejahtera sehingga semua enak dan ringan. Sekalipun dunia bergoncang, kita tidak ikut goncang bersama dunia.

        Kalau goyah, kita seperti hidup di tengah gelombang sehingga tidak damai dan ada ketakutan.


      2. Kuat dan teguh hati =


        1. Tidak kecewa dan putus asa, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
        2. Tetap menyembah TUHAN dalam penyembahan yang benar, apapun yang kita hadapi; apapun ancaman dan resikonya.


        Sadrakh, Mesakh, Abednego, dan Daniel dipaksa masuk dalam penyembahan yang tidak benar. Ancamannnya dimasukkan ke dalam gua singa dan api yang dipanaskan 7 kali. Tetapi mereka tidak goyah, dan tetap menyembah TUHAN.

        Hasil kuat dan teguh hati: semua selesai pada waktunya, baik secara jasmani maupun rohani.

        1 Tawarikh 28: 20
        28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

        Secara jasmani: semua masalah sampai yang mustahil diselesaikan.
        Secara rohani: pembangunan rumah Allah rohani/pembangunan tubuh Kristus selesai, artinya kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.
        Jika Yesus datang kedua kali, kita mejadi sempurna dan diangkat ke awan-awan yang permai sampai duduk di takhta sorga bersama Dia selamanya.


    Mari, ada kasih setia TUHAN yang ajaib, yang besar, dan yang abadi, yang menjangkau dan menaungi kita semua malam ini.

    Semua selesai! Kasi setia TUHAN yang ajaib membuat kita terpelihara dan berbahagia sampai hidup kekal. Sekalipun kecil, tetapi kita menjadi biji mata TUHAN. Tidak bisa dijamah oleh apapun.

Yang merasa susah, menderita, atau pahit saat ini, mohon kepada TUHAN. Seperti Rut--bangsa kafir--bisa mendapatkan naungan.
Keluar dari kekafiran dan tergembala dengan benar dan baik, dan kita akan menemukan kasih setia TUHAN.

Kasih setia yang besar mampu mengangkat dan memulihkan kita di manapun ketenggelaman, kejatuhan, dan kegagalan kita.
Kasih stia yang abadi membuat kita tidak goyah sedikitpun--kita mengalami damai sejahtera dan menjadi kuat teguh hati. Dan kasih setia TUHAN akan menyelesaikan semua tepat pada waktunya. Sampai saat Dia datang kembali, kita disempurnakan jadi sama mulia dengan Dia dan kita duduk di takhta bersama Dia selamanya.

Keluar dari kekafiran, tergembala dengan benar dan baik , dan mendapat naungan sayap dari TUHAN, sampai menemukan kasih setia TUHAN--naungan mempelai.
Serahkan semua ke dalam tangan TUHAN. Apa keadaan kita? Mungkin kebalikannya, yaitu:

  • Sulit dalam pemeliharaan, tandus, tidak mampu, tidak bahagia. Mari datang pada TUHAN.
  • Tenggelam, najis, jahat. Mari datang pada TUHAN. Ada kasih setia TUHAN yang besar.
  • Goyah = kecewa, letih lesu, putus asa. Mari, semua kuat lagi. Damai sejahtera dan kuat teguh hati, maka TUHAN yang menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya.

Memang bangsa kafir layak untuk tenggelam, goyah, dan jatuh, tetapi kasih setia TUHAN menolong kita semua.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top