English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Oktober 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10 adalah tentang tujuh kali...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Juli 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-11
9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada...

Ibadah Persekutuan Papua II, 03 Maret 2010 (Rabu Pagi)
Ibrani 4: 12-14
= makanan Firman Tuhan yang bisa dimakan sampai hidup kita bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 November 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 02 Maret 2016 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 27 April 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Paskah artinya kelepasan.
Kita memperingati Paskah untuk memperingati Yesus yang sudah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 April 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 adalah tentang sangkakala kelima,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-5 adalah BERITA TENTANG PASKAH.
Matius 26:1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan...

Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:32
25:32 Enam cabang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 Hal mengikut Yesus.
Lukas 9:57
9:57 Ketika...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21:5: "Aku menjadikan...

Ibadah Doa Malang, 30 Juli 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Februari 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 3

4:3. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Pada ayat 2, TUHAN menunjukkan takhta sorga dan Seorang yang duduk di atasnya.
Kemudian di ayat 3, baik dari pribadi TUHAN maupun takhta-Nya menyinarkan sinar kemuliaan.

Dalam Tabernakel, ayat 2 menunjuk pada tabut perjanjian, dan ayat 3 menunjuk pada shekina glori--sinar kemuliaan.
Dulu, kalautabut perjanjian dipercik darah di bagian atas dan depan tabut, maka langsung terjadi sheknia glory.

Jadi, pribadi TUHAN dan takhta TUHAN memancarkan shekina glory--sinar kemuliaan--dalam bentuk sinar dari batu-batu yang indah--pribadi TUHAN disebutkan seperti permata yaspis, permata sardis, dan di takhta itu ada pelangi yang bagaikan zamurd rupanya.

Ada 4 macam batu yang indah yang menyinarkan kemuliaan baik dari pribadi TUHAN maupun dari takhta-Nya:

  1. Ayat 3: permata yaspis.
  2. Ayat 3: permata sardis.
  3. Ayat 6: batu kristal.
    4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.


  4. Ayat 3: batu zamrud.

Dulu, rasul Yohanes meliihat lewat penglihatan mata jasmani. Tetapi bagi kita sekarang dalam nilai rohani. Seperti Musa melihat Tabernakel secara jasmani, sekarang kita melihat lewat pembukaan firman--pengertian secara rohani.

Kita belajar pengertian rohani dari 4 macam batu yang indah:

  1. Batu/permata yaspis.
    Wahyu 21: 11
    21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Ini adalah permata yang paling indah.
    Arti rohaninya: IMAN--pintu gerbang Tabernakel; kerajaan sorga.

    Begitu kita mempunyai iman--percaya Yesus--, kita sudah masuk pintu kerajaan sorga dan hidup kita sudah indah.
    Iman, artinya: percaya kepada Yesus lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi oleh Rooh Kudus.
    Kalau tidak ada urapan Roh Kudus, kita tidak bisa percaya firman. Baru mendengar saja, sudah mengantuk atau malas. Kalau ada Roh Kudus, bisa sampai percaya.

    Ibrani 11: 8, 31
    11:8. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
    11:31. Karena
    iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

    Ayat 1-40= tentang pahlawan-pahlawan iman.
    Ayat 8= Abraham memiliki iman--mewakili bangsa Israel.
    Ayat 31= Rahab (perempuan sundal)--mewakili bangsa kafir--juga memiliki iman. Sudah najis, tetapi bisa menjadi pahlawan iman, asalkan mau mendengar firman.
    Jadi, bangsa Israel dan kafir sama-sama memiliki iman.

    Pahlawan iman--contohnya Abraham dan Rahab--adalah orang-orang yang menjadi brilian, indah, dan menonjol pada zamannya, karena memiliki iman--percaya TUHAN. Ini yang membuat indah.

    Kemudian, hidupnya selalu memuliakan TUHAN dan memiliki kesaksian Yesus.
    Kita di zaman akhir, hidup kita menonjol dalam arti rohani, yaitu selalu memuliakan TUHAN dan memiliki kesaksian Yesus.
    Inilah kehidupan yang memiliki iman--permata yaspis; permata yang paling indah.

    Kalau tidak ada iman, tidak ada semuanya--tidak ada batu-batu yang lain. Percuma! Dari iman--batu permata yaspis--ini yang menentukan. Rahab, sekalipun perempuan sundal, tetapi kalau mau mendengar firman--bisa memiliki iman--, ia masih bisa menonjol. Tetapi sehebat appaun manusia, kalau sudah tidak mau medengar firman, akan hancur.

    Jadi, saat-saat kita bisa mendengar firman Kristus--firman dalam urapan Roh Kudus--dan bisa memiliki iman, itu adalah harapan bagi kita untuk bisa menonjol/cemerlang. Hidup kita selalu memuliakan/mengagungkan TUHAN dan memiliki kesaksian Yesus.


  2. Batu/permata sardis--berwarna merah--; menunjuk pada tanda darah--mezbah korban bakaran. Dulu, binatang disembelih dan dibakar di atas mezbah korban bakaran.
    Arti rohaninya: BERTOBAT; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Ini lebih indah lagi.

    Kalau berbuat dosa, hidup itu tidak indah, tetapi hina dan hancur.


  3. Batu kristal.
    Wahyu 4: 6
    4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

    'lautan kaca bagaikan kristal'= batu kristal sama dengan lautan kaca. Kita ingat, dulu bangsa Israel menyeberang laut Kolsom dan ditulis sebagai baptisan air--mereka semua telah dibaptis dalam laut Kolsom.
    Nanti, di takhta sorga, berupa lautan kaca. Ini juga menunjuk pada baptisan air

    Jadi, arti rohani dari batu kristal adalah BAPTISAN AIR--kolam pembasuhan.

    Baptisan air sama dengan lahir baru dari air, sehingga kita mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi (tadi sinar dari sorga). Kita yang di dunia ini mendapatkan sinar dari batu-batu indah di sorga.

    Kalau dapat sinar dari permata yaspis, kita mau mendengar firman sampai percaya Yesus. Hidup kita menjadi cemerlang dan menonjol.
    Kemudian, sinar dari permata sardis, sehingga kita bisa bertobat.
    Inilah sinar kemuliaan dari sorga--dari pribadi TUHAN dan takhta-Nya.
    Kalau disinari batu kristal, kita bisa masuk baptisan air. Kita mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi--, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Batu kristal ini banyak sisinya untuk memancarkan sinar.
    Artinya: kita bisa memancarkan sinar kebenaran dari segala aspek hidup kita--pribadi, nikah, pekerjaan, di sekolah, jalan raya dan sebagainya. Sinar kebenaran adalah sinar yang indah.
    Kita terima sinar kristal dari sorga, mari sinarkan kembali di manapun kita berada--sinar kebenaran dari segala aspek hidup kita.


  4. Wahyu 4: 3
    4:3. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

    Batu indah yang keempat: batu zamrud; sama dengan pelangi yang melingkungi takhta sorga.

    Apa itu pelangi? Mulai zaman Nuh ada pelangi.
    Kejadian 9: 13-17
    9:13. Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
    9:14. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
    9:15. maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
    9:16. Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."
    9:17. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."


    Perikop: perjanjian Allah dengan Nuh. Setelah bumi dihukum dengan air bah karena manusia sudah rusak--makan minum dan kawin mengawinkan--, sesudah itu terjadi perjanjian Allah.
    'busur'= pelangi.

    Perjanjian Allah dengan Nuh adalah tidak ada penghukuman lagi. Ini digenapkan dalam Kisah Rasul 2, di mana terjadi pencurahan Roh Kudus.

    Kisah Rasul 2: 14-17
    2:14. Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
    2:15. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
    2:16. tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:
    2:17. Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa
    Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

    Jadi, pelangi yang melingkungi takhta sorga menunjuk pada BAPTISAN ROH KUDUS/kepenuhan Roh Kudus--pintu kemah.
    Ketika murid-murid di loteng Yerusalem dan menerima kepenuhan Roh Kudus, banyak yang menyindir mereka karena mereka berbahasa lidah. Oleh sebab itu, Petrus berdiri dan mengatakan: 'Bukan mabuk, tetapi ini penggenapan dari janji TUHAN mulai dari kitab Kejadian, kitab Yoel, sampai di kitab Kisah Rasul.'

    Kisah Rasul 2: 3-4
    2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Di sini, Roh Kudus menyucikan bangsa Israel. Petrus yang tadinya menyangkal Yesus, akhirnya bisa berkhotbah tentang Yesus--lidahnya disucikan.

    Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Roh Kudus juga menyucikan bangsa kafir, karena tadi di dalam pahlawan-pahlawan iman, bangsa kafir juga masuk.
    Roh Kudus menyucikan bangsa kafir yang seperti anjing dan babi. Kalau hanya dimandikan, akan kembali lagi. Lebih baik dibakar dengan api Roh Kudus.

    Petrus disucikan dari berdusta menjadi berkhotbah tentang Yesus. Tetapi, Roh Kudus juga menyucikan bangsa kafir yang seperti anjing dan babi, sehingga keduanya--Israel dan kafir--menjadi dombanya TUHAN dan berkenan kepada TUHAN ('persembahan yang berkenan kepada-Nya'= domba bisa dipersembahkan kepada TUHAN, tetapi anjing dan babi tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN).

    Jadi, kalau digabungkan: Roh Kudus menyucikan Israel dan kafir, sehingga keduanya hidup dalam kesucian. Inilah batu zamrud--baptisan Roh Kudus. Israel tidak lagi seperti domba yang hilang dan bangsa kafir tidak lagi menjadi anjing dan babi; anjing dan babi dibakar oleh api Roh Kudus.

    Bangsa Israel adalah dombanya TUHAN. Waktu Petrus menyangkal TUHAN, ia menjadi domba yang hilang--anak yang hilang--, tetapi untung ia disucikan dan kembali menjadi dombanya TUHAN.

Kalau kita--bangsa Israel dan kafir--sudah hidup dalam kesucian--memiliki 4 macam batu indah dari sorga, yaitu percaya Yesus, bertobat, baptis air, dan baptis Roh Kudus, sampai hidup suci--, kita akan diberi jabatan pelayanan untuk melayani pembangunan tubuh Kristus.

Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Diperlengkapi dengan jabatan pelayanan, sama dengan kita diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja. Ini adalah batu hidup--batu indah--yang dipakai dalam pelayanan pembangunan rumah rohani, yang berkenan kepada TUHAN.

1 Petrus 2: 5

2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna.
Hati-hati! Ada pembangunan tubuh yang tidak benar, yaitu tubuh Babel.

Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai menjadi satu tubuh yang sempurna--Israel dan kafir.
Kalau dalam nikah ada batu-batu indah, semua akan menjadi indah. Suami punya 4 batu indah, isteri juga. Masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna. Sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yagn sempurna.

Lukas 14: 28-31, 34-35
14:28. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29. Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
14:30. sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:34. Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
14:35. Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

= tentang pembangunan tubuh Kristus.
Kemarin kita belajar dari kitab Hagai: pembangunan Bait Allah ditandai dengan kegoncangan dan harus kita hadapi dengan semangat dan kuat teguh hati, sehingga kita mendapatkan upah (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 28 Februari 2016).

'mendirikan sebuah menara'= di sini , pembangunan tubuh Kristus sama dengan pembangunan menara. Menara ini tinggi, berarti ada hubungan dengan langit--sorga.
Artinya: kalau kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, kita sedang dibawa masuk dalam kerajaan sorga bahkan sampai duduk di takhta sorga bersama dengan Seorang yang duduk di takhta sorga--kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.

Pembangunan tubuh Kristus adalah tangga menuju kerajaan sorga. Tidak ada jalan lain. Dulu, Yakub mimpi tangga dari sorga. Kemduian Musa dalam bentuk Tabbernakel dan kita sekarang adalah kenyataannya.
Jadi, arahnya jelas, yaitu naik ke sorga dan duduk di takhta sorga. Di Wahyu 4: 2-3, TUHAN tampilkan takhta dan pribadi-Nya, supaya kita nanti juga masuk ke sana dan duduk bersanding dengan Dia.

Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan menara--tubuh Kristus--:

  1. Pembangunan dasar.
    Lukas 14: 29
    14:29. Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,

    Matius 16: 18
    16:18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

    'jemaat-Ku'= tubuh Kristus.
    Dasarnya adalah batu karang atau batu penjuru; gunung batu.
    Artinya:


    • Kurban Kristus. Batu yang indah dari sorga dibuang oleh tukang-tukang bangunan--disalibkan. Bukan hancur, tetapi menjadi batu penjuru.
      Kurban Kristus adalah korban pendamaian; korban penghapus dosa.

      Mengapa kurban Krisus menjadi dasar?
      Yohanes 2: 19-21
      2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
      2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
      2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah
      tubuh-Nya sendiri.

      Ada Bait Allah yang dibangun 46 tahun--46 menunjuk pada hukum Taurat yang terdiri dari 4 hukum dan 6 hukum pada kedua loh batu.
      Kalau pembangunan Bait Allah dasarnya hanya hukum Taurat, maka bangsa kafir tidak bisa masuk, karena Taurat hanya untuk banggsa Israel.

      Oleh sebab itu, Yesus berkata: 'Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali'.
      3 hari menunjuk pada kurban Kristus--kemurahan (Yesus mati dan bangkit pada hari ketiga).
      Kalau dasarnya kurban Kristus, maka bangsa kafir bisa masuk di dalamnya. Kita semua bisa masuk ke dalam Bait Allah yang rohani--tubuh Kristus.


    • Batu karang atau gunung batu.
      2 Samuel 22: 31-32
      22:31. Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
      22:32. Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah
      gunung batu selain dari Allah kita?

      Gunung batu sama dengan Allah. Allah sama dengan firman pengajaran yang benar. Artinya: gunung batu sama dengan firman pengajaran yang benar.
      Jadi, dasar yang kedua adalah firman pengajaran yang benar (alkitab).

      Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab--ada firman dan perjamuan suci/kurban Kristus--, kita sedang membangun dasar yang kuat di atas batu karang, sehingga kita tahan uji. Imam dan raja harus masuk dalam ibadah pendalaman alkitab dan peruamuan suci.


    • Gunung batu juga berarti penggembalaan.
      Kejadian 49: 24
      49:24. namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

      Ini adalah dasar membangun tubuh Krsitus. Jangan salah!
      Dasar pertama adalah kurban Kristus; dasar kedua: firman pengajaran yang benar.
      Firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus tidak bisa dipisahkan. Ini dasar yang kuat di atas batu karang. Lalu ditambah lagi dengan penggembalaan.

      Kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok--sehingga tubuh, jiwa, dan roh kita mengalami penyucian terus menerus sampai menghasilkan 'takkan kekurangan aku.' ('TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.')
      Artinya:


      • Kita dipelihara oleh Gembala Agung sampai berkelimpahan--sampai mengucap syukur kepada TUHAN.
      • Hidup sempurna seperti TUHAN.


    Inilah pembangunan dasar.


  2. Pembangunan di atas dasar sampai selesai.
    Kalau tidak selesai, akan malu.

    Pembangunan di atas dasar adalah ibadah/tahbisan kita; ibadah pelayanan kepada TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan masing-masing yang TUHAN percayakan kepada kita dan kita kerjakan dengan setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang.

    Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam pembangunandi atas dasar:


    • Lukas 14: 28
      14:28. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

      Yang pertama: memperhatikan anggaran biayanya.
      Anggaran biaya adalah kasih karunia.

      Pembangunan tubuh Kristus tidak bisa dibayar dengan apapun, tetapi hanya dengan kasih karunia TUHAN--anugerah TUHAN yang seharga kurban Kristus.

      Kalau anggarannya uang, tidak cukup, bahkan defisit. Kalau angarannya kasih karunia Kristus, akan berlimpah-limah; tidak akan pernah kekurangan.
      Kalau mengandalkan manusia saat membangun gereja, tidak akan pernah selesai gerejanya, ppalagi pembangunan tubuh Kristus.

      2 Korintus 8: 1-5
      8:1. Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
      8:2. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka
      kaya dalam kemurahan.
      8:3. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
      8:4. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
      8:5. Mereka
      memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

      Kalau kita menerima kasih karunia TUHAN, maka kita selalu bisa memberi/BERKORBAN untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus, karena dibanding dengan kasih karunia TUHAN, tidak ada apa-apanya.

      Dia sudah berikan semua di dalam korban-Nya, sampai nyawa-Nya. Ini yang mendorong kita untuk bisa memberi bagi pelayanan pembangunan tubuh Kristus sampai memberi seluruh hidup kita kepada TUHAN.

      Segala sesuatu harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan--, kecuali firman pengajaran benar.
      Maksudnya adalah kalau mau menikah tetapi tidak satu iman, jangan korbankan Yesus. Mau tergembala atau fellowship, tetapi kalau tidak satu pengajaran, jangan korbankan Yesus, karena pribadi Yesus adalah pengajaran benar. Kalau mengorbankan Yesus--pengajaran yang benar--, itu berarti menginjak-injak kurban Kristus/menyalibkan Yesus untuk kedua kali.

      Innilah kasih karunia. Tidak akan pernah kekurangan. Sampai jemaat Makedonia yang miskin dan dalam pencobaanpun, masih bisa memberi karena menerima kasih karunia TUHAN. Luar biasa. Ini anggaran biayannya.


    • Lukas 14: 34-35
      14:34. Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
      14:35. Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

      Perkara kedua yang harus kita perhatikan adalah tekad, yaitu tetap MENJADI GARAM YANG ASIN.
      Mau membangun tubuh Kristus harus punya tekad. Kalau tidak, tidak akan pernah jadi.

      Mulai dari nikah, lihat anggarannya--kasih karunia. Kita bisa memberi semaunya, sampai memberikan seluruh hidup kepada TUHAN dan sesama--suami pada isteri dan sebaliknya.

      Kemudian, ada tekad. Jangan mau tawar dalam rumah tangga dan penggembalaan. Bertekad! Jangan santai-santai. Harus ada tekad yang kuat untuk tetap jadi garam yang asin.

      Garam merupakan persoalan hati. Kalau garam jasmani, persoalan lidah. Kalau garam rohani, persoalan hati, yaitu perasaan hati.

      Jangan sampai jadi garam yang tawar--hati tawar. Kalau hati sudah jadi tawar, gawat, baik di dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan.
      Hati tawar, artinya


      • Gampang kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN, tidak ada daya tahan lagi.
      • Letih lesu, beban berat, tidak enak hidupnya dan tidak bahagia.


      Kalau hati tawar, akan busuk. Ini yang bahaya, yaitu berbuat dosa--mulai perkataan dosa--sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

      Kalau garam sudah tawar, berarti hidup dalam kegelapan, sebab garam dan terang ini satu--'kamulah terang dunia; kamulah garam dunia'.
      Artinya: tersandung, jatuh, rebah, rubuh dan hebatlah kerusakannya baik dalam nikah, pelayanan, dan penggembalaan; tidak bisa dibangun dan binasa selamanya.

      Ini yang harus kita jaga, yaitu tekad. Melayani mulai dari dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan, jangan mau jadi garam yang tawar, tetapi tetap menjadi garam yang asin.
      TUHAN tolong ktia semua.

      Garam yang asin, artinya hati yang diurapi Roh Kudus.
      Markus 9: 50
      9:50. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

      Proses menjadi garam yang asin adalah selalu berdamai dengan TUHAN dan sesama.
      Dengan TUHAN: mengaku dosa kepada TUHAN dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Dengan sesama: saling mengaku dan mengampuni. Yang bersalah, mengaku dan jangan berbuat lagi. Yang benar, mengampuni dan melupakan.
      Kalau yang muda bersalah, tetapi tidak mau mengaku pada yang tua, itu sudah terlalu sombong.

      Kalau tidak bersalah,jangan mengaku. Itu namanya cari muka.
      Mengaku dosa bukan untuk dapat kedudukan, pelayanan atau lainnya.

      "Saya sering katakan. Pengerja tahu-tahu datang: 'Om, saya minta ampun.' Lama saya tunggu, tetapi tidak mengaku juga, lalu datang mengaku. Lalu bertanya: 'Saya boleh melayani, om?': 'Tidak boleh!' Kalau mengaku hanya untuk melayani, itu salah besar. Mengaku itu untuk dapat pengampunan dan kelepasan dari dosa, bukan untuk bisa melayani atau dapat kedudukan. Terserah nanti boleh melayani atau tidak, yang penting kita bebas dari dosa. Yang penting jadi garam yang asin. Jangan salah!"

      Kalau sudah berdamai dengan TUHAN dan seama, maka darah Yeuss menghapus segala dosa kita, sehingga hati kita menjadi damai sejahtara--kita diurapi Roh Kudus.
      Artinya:


      • Semua menjadi enak dan ringan. Kita tidak akan berhenti melayani.

        Kalau letih lesu dan berbeban berat, sudah mulai terpaksa dalam pelayanan. Kalau di rumah tangga sudah tawar, kopinya sudah mulai cair. Malam ini, bagaimana di rumah tangga dan penggembalaan? Kalau sudah mulai tawar, akan capek.

        "Sudah saya saksikan. Baru saja menikah, lalu 1-2 kali dia mendengar firman pengajaran dan dia datang. Dia katakan: 'Saya capek.' Saya menangis. Baru menikah, tetapi sudah bilang: Capek menghadapi suaminya. Saya katakan: 'Dengar firman ya, dan saya doakan.' Selang beberapa waktu, dia katakan: 'Sudah baik', karena TUHAN yang mengerjakan. Kalau tawar, benar-benar hancur. Kalau hati damai, akan selalu enak dan ringan. Tidak akan pernah bercerai dan berhenti melayani."


      • Yang kedua, kalau hati sudah damai, kita tidak bisa busuk; dosa-dosa tidak bisa lagi mengganggu sampai satu waktu tidak bisa berbuat dosa lagi seperti Yesus--sempurna.

        Garam asin= terang dunia= mempelai wanita sorga yang sama mulia dengan Yesus.


      Kita dalam pembangunan tubuh Kristu hari-hari ini.

      Perhatikan dasarnya, yaitu firman pengajaran yang benar, kurban Kristus dan penggembalaan.
      Kalau dasarnya tidak benar, semakin hebat bangunannya, akan semakin cepat hancurnya. Sungguh-sungguh tergembala!

      Lalu pembangunan di atas dasar sampai selesai. Kita beribadah melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh sesuai dengan jabatan pelayanan dan setia sampai garis akhir.

      Kita perhatikan kasih karunia TUHAN, sehingga kita bisa memberi sampai memberi seluruh hidup kepada TUHAN.
      Kita juga bertekad untuk tidak mau tawar, tetapi tetap jadi garam yang asin. Jangan loyo! Jangn saling membalas dalam rumah tangga!

      "Dalam pelayanan juga. Saya dulu 2 kali mau lari dari pelayanan--dari Malang dan dari Lempin-El. Sudah cukup! Sekarang bertekad untuk tetap jadi garam yang asin. Kalau melihat anak kena narkoba, tetap bertekad jadi garam yang asin. Dulu anak saya waktu kecil berbohong, saya sudah tidak kuat. Itu terlalu sombong juga. Tetapi tetap bertekad, apapun yang dihadapi, ampuni dia."

      Dari diri kita sendiri harus bertekad, supaya kita tetap menjadi garam yang asin dan tidak mau busuk; tetap enak dan ringan, apapun yang kita hadapi.


    • Lukas 14: 31
      14:31. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

      Perkara ketiga yang kita perhatikan adalah PERGUMULAN ( seperti 10.000 orang melawan 20.000 orang).

      Perhatikan! Pembangunan tubuh Kristus tidak main-main. Ada anggarannya--kasih karunia TUHAN--, ada tekadnya yang luar biasa sampai garis akhir. Yang sudah loyo, mari bertekad lagi. Lalu masih ada pergumulan--peperangan melawan musuh yang lebih kuat.

      Tujuan musuh yang utama adalah menceraiberaikan tubuh Kristus, sehingga Yesus tidak bisa menjadi kepala dan hancurlah semua--serigala dan burung yang menjadi kepala. Nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan tidak menjadi satu.

      Yesus mengeluh: 'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-NYa.' Tubuh sudah dikuasai oleh serigala dan burung--roh jahat dan roh najis yang mengarah pada pembangunan Babel--, yang akan dibinasakan.

      Kesatuan ini yang mau dihancurkan hari-hiari ini, sehingga menuju pada pembangunan Babel yang akan dibinasakan selamanya. Nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan menuju ke Babel dan akan dibinasakan selamanya.

      Ada 2 macam musuh:


      • Dari luar: setan trintungal lewat


        1. Pencobaan-pencobaan sampai yang mustahil. Siapa mau melawan setan?

          Berapa banyak nikah dan penggembalaan pecah karena masalah uang. Uang adalah perkara terkecil di gereja, tetapi kalau setan sudah menghantam soal uang, gereja akan pecah.


        2. Dosa dan puncaknya dosa. Berapa banyak nikah hancur dihantam dosa perselingkuhan dan perceraian.


        3. Ajaran-ajaran palsu, yaitu ajaran kawin-cerai dan lain-lain. Sekarang, penyipangan seks sudah disetujui. Sudah mengarah pada pengajaran dan peneymbahan palsu, yaitu menyembah antikris.


      • Dari dalam: daging dengan segala hawa nafsunya yang membuat kita menjadi keras hati; sekeras hatinya setan.

        Keras hati adalah menggunakan kebenaran sendiri. Ini yang menceraiberaikan. Menggunakan kebenaran diri sendiri, yaitu


        1. Menutupi dosa dengan cara menayalahhkan orang lain.
          Akibatnya, terjadi perpecahan--mulai dari dalam nikah rumah tangga.


        2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan TUHAN--pengajaran yang benar
          pengajaran yang benar disalah-salahkan untuk menutupi kesalahannya.
          Ini yang menimbulkan perpecahan.

          Jangan ikut-ikut dalam perpecahan! Kita bertahan pada yang benar. Kita tinggal melanjutkan saja pengajaran Tabernakel dan mempelai. Kecuali kalau pengajaran kita masih baru dan kita masih mencari mana yang benar.

          Pengajaran ini sudah ulang tahun ke-80. Kita tinggal melanjutkan. Ajaran lain hanya berapa tahun bertahan, lalu hilang. Hanya booming sebentar, setelah itu tidak ada lagi.

          Tetapi, kita ini stabil terus. Tinggal ikuti! Kalau yang merubah, itulah kebenaran sendiri. Jangan ikut-ikut!
          Kita sungguh-sungguh hari-hari ini untuk menghadapi hati yang keras.


        3. Kebenaran di luar alkitab. Alkitab bilang: Tidak boleh, dia bilang: Boleh, dengan berbagai macam alasan.
          Ini sama dengan menambah dan mengurangi alkitab, supaya cocok dengan keinginan dagingnya dan ini yang jadi sumber perpecahan. Coba kalau hanya baca alkitab, pasti kita menjadi satu, karena bukunya hanya satu.


    Kita bergumul lewat doa penyembahan, supaya bisa menjaga kesatuan. Sama dengan kita bergumul untuk menerima kasih TUHAN yang besar. Ini yang bisa menyatukan, karena poosisi kita hanya seperti domba sembelihan. Tidak berdaya apa-apa menghadapi musuh-musuh. Satu langkah jaraknya dengan maut--kehancuran. Kalau kepalanya bukan Yesus, kepalanya adalah maut.

    Mari meneymbah dengan hancur hati untuk menjaga kesatuan di dalam nikah dan penggembalaan, ditambah doa puasa dan doa semalam; sama dengan bergumul untuk menerima kasih Allah.
    Kalau kita bergumul, Yesus juga bergumul. Itu cirinya.

    4 kali Yesus bergumul dalam doa penyembahan, supaya terjadi kesatuan.
    Yohanes 17: 11, 21-23
    17:11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
    17:21. supaya
    mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
    17:22. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya
    mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
    17:23. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna
    menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

    Untuk Lazarus yang mati 4 hari, Yesus hanya berdoa 1 kali. Tetapi untuk kesatuan, Dia berdoa 4 kali.
    Jadi, kesatuan itu lebih sulit dari membangkitkan orang mati.
    Mustahil dan sulit bagi kita, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Allah.

    Ini kesungguhan dari TUHAN, supaya kita ada dalam kesatuan mulai dari nikah kita.
    4 kali diulang juga menunjuk pada 4 penjuru bumii--supaya 4 penjuru bumi jadi satu kesatuan tubuh Kristus yang smepurna.

    TUHAN juga bergumul sampai mati di kayu salib utnuk menyatukan kita. Dia berseru: 'Sudah selesai!' Dosa-dosa diselesaikan supaya kita menjadi satu. Sampai dosa kebenaran sendiri--tembok pemisah--juga dirobohkan, supaya bisa menjadi satu.

    Efesus 2: 13-16
    2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
    mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16. dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah
    oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    Semua dirobohkan, supaya Israel dan kafir bisa jadi satu. Kalau Israel dan kafir bisa menjadi satu, apalagi hanya nikah dan penggembalaan, pasti bisa jadi satu.

    Kalau kita mengulurkan tangan untuk memohon kasih TUHAN dicurahkan, maka Yesus juga bergumul dalam doa di kayu salib, supaya terjadi kesatuan dan untuk mencurahkan kasih-Nya kepada kita, karena Dia tahu kita hanya domba yang tidak berdaya--seperti 10.000 orang melawan 20.000 orang. Dia bergumul dan memperhatikan kita.
    Kalau sudah jadi satu, Dia yang jadi kepala. Kasih-Nya dicurahkan dan semua bisa terjadi. Kalau serigala dan burung yang jadi kepala, akan hancur semuanya.

    Ini yang kita perhatikan, yaitu anggaran biayanya--kasih karunia TUHAN--, tekad untuk menjadi garam asin, dan pergumulan, sehingga TUHAN juga bergumul untuk menyatukan dan mencurahkan kasih-Nya kepada kita.

    Mari, yang penting saat ini adalah bisa menjadi satu dan kasih Allah akan dicurahkan. Bertekad! Kalau sama-sama asin, bisa jadi satu. Kalau tawar, tidak bisa jadi satu.
    Perhatikan anggarannya! Harus berkorban! Kalau egois, tidak bisa menjadi satu. Kita harus berkorban. Kita dapat anugerah TUHAN dan kita curahkan mulai dari dalam nikah rumah tangga. Suami dan isteri berkorbah waktu, tenaga dan sebagainya, kecuali firman pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan.
    Di dalam penggembalaan juga berkorban. Ini yang membuat kita bisa menjadi satu.

    Kalau menjadi satu, maka Yesus menjadi kepala dan tangan kasih-Nya menjamah kita semua. Luar biasa!
    Hasilnya:


    • Roma 8: 35-37
      8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
      8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
      8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita
      lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Hasil pertama: tangan kasih TUHAN membuat kita bertahan--kuat teguh hati--, tidak terpisah dari TUHAN dan sesama. Tidak ada kecewa dan putus asa, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir.


    • Hasil kedua: 'lebih dari pada orang-orang yang menang'= kita dijadikan lebih dari pemenang.
      Kita lemah tetapi bisa menang dari musuh yang lebih kuat, karena kasih Allah berperang ganti ktia. Tidak ada yang mustahil.

      "Kemarin disaksikan, satu department menghadapi beberapa orang, sampai direksinya juga tidak percaya. Dia tetap dianggap salah dan diminta bertanggung jawab, padahal kerugiannya mencapai 30 milyar yang harus dia tanggung juga. Tetapi kalau TUHAN yang berperang, bisa selesai dan dia dinyatakan tidak bersalah. Dia tidak sadar juga. Dia dipanggil oleh direksi untuk masalah lain, tetapi direksinya mengatakan: 'Soal masalah yang itu, sudah selesai ya.' Dia tidak bisa bicara apa-apa, tetapi hanya menangis dan untung ada firman."

      Kita juga banyak bergumul hari-hari ini. Kalau sudah tidak bisa apa-apa lagi, mau apa lagi? Banyak bergumul dan biar tangan kasih TUHAN yang kuat memegang kita. Biar kita lemah, tetapi Dia lebih kuat dari segalanya dan tidak ada yang mustahil.


    • Kolose 3: 14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

      Hasil ketiga: kasih TUHAN menyatukan dan menyempurnakan kita sampai sama seperti Dia. Kita layak menyambut kedatanga-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai dan kita duduk bersanding dengan Dia di takhta-Nya.

Mari, terima sinar dari batu-batu indah! Percaya, bertobat, baptis air, dan baptis Roh Kudus.
Hidup dalam kesucian, lalu kita diangkat menjadi imam-imam--diberi jabatan dan dipakai daam pembangunan tubuh Kristus.

Sesudah dipakai oleh TUHAN, perhatikan soal dasar, yaitu firman pengajaran yang benar, kurban Kristus dan penggembalaan. Perhatikan sungguh-sungguh sampai 'takkan kekurangan aku.' Ini dasar yang kuat.

Kemduian perhatikan pembangunan di atas dasar smapai pelesai. Perhatikan ibadah pelayanan kita sampai garis akhir!
3 hal yang kita perhatikan, yaitu anggarannya--kasih karunia TUHAN, sehingga kita bisa berkorban--, bertekad menjadi garam yang asin, dan bergumul. Yesus juga bergumul untuk kita.

Mungkin kita berpikir, tidak ada yang mau tahu kepada kita. Tetapi, Dia bergumul dalam doa dan di atas kayu salib untuk mengulurkan tangan kasih-Nya.
Kita bergumul malam ini untuk bisa menjadi satu, apapun yang kita hadapi, dan kita menerima kasih Allah yang bekerja di antara kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top