English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 09 September 2011 (Jumat Dini Hari)
JAMINAN UNTUK IMAM-IMAM.

Keluaran 29:31-33
29:31 Domba jantan persembahan...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Medan

Markus 14: 32-38
14:32. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang...

Ibadah Jumat Agung Malang, 06 April 2012 (Jumat Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'.
Yaitu terjadi...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juli 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Roma 10:
10:21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha III Malang, 23 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 April 2013 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Januari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 menunjuk pada kebenaran. 
Tuhan menciptakan...

Ibadah Raya Malang, 27 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 April 2018 (Jumat Malam)
Bilangan 27: 1-11
27:1. Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 November 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 September 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kesaksian:
"Sebelum menyampaikan firman, saya hendak bersaksi. Jadi, kesaksian itu memang penting, harus disaksikan supaya menjadi kekuatan baru bagi kita semua. Sebenarnya hari ini saya tidak mau datang, karena tadi pagi mendadak punggung saya sakit sekali. Tapi masih bisa lolos, saya masih bisa berkhotbah tadi pagi. Tadi sore lagi--makanya saya datang terlambat, mohon dimaafkan--, mau mandi pun saya kesulitan, mau baca alkitab juga. 'Aduh bagaimana ini TUHAN?' Sudah tidur-tiduran tetapi masih terlalu sakit. Jadi, saya pikir kali ini tidak usah pergi, karena memang punggung saya betul-betul sakit. Tetapi saya diingatkan oleh 2 kesaksian: yang pertama, seorang hamba TUHAN di Nias. Sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu, dia menelepon saya pada hari Minggu pagi, 'Om, kaki saya keduanya tidak bisa bergerak'. Tetapi yang saya tanyakan: 'Bagaimana? Mulut bisa berkhotbah?': 'Bisa Om': 'Khotbah saja, kaki tidak ada hubungan dengan mulut. Yang penting kita hamba TUHAN yang sudah fulltimer 100%, harus terus berkhotbah.' Kaki sakit itu hanya coba-coba. Ternyata dia berhasil: 'Saya dibopong, sehingga bisa berkhotbah'. Luar biasa. Yang kedua, tadi pagi. Seorang jemaat. Tadinya sudah menelepon saya: 'Om, anak saya panas badannya, jadi kami tidak berangkat.' Dia tinggal di Pandaan dan saya doakan. Waktu ibadah, saya lihat tiba-tiba mereka datang beribadah. Waktu bersalaman dengan saya, mereka mengatakan: 'Anak kami sudah turun panasnya. Akhirnya kami cepat-cepat berangkat untuk ibadah, walaupun terlambat.' Sebenarnya saya sudah menyerah, kali ini benar-benar tidak bisa. Tetapi karena dua kesaksian ini, saya dikuatkan, saya tidak boleh kalah. Hamba TUHAN tadi kakinya yang tidak bisa gerak, sedangkan saya hanya punggung yang sakit. Saya masih bisa mandi walaupun tertatih-tatih, sedangkan dia tidak bisa jalan. Ternyata, sesudah saya sampai di sini, bisa. Pencobaan itu hanya coba-coba, siapa tahu Widjaja tidak berkhotbah. Maju saja, dan TUHAN akan menolong kita. Setelah kesaksian ini, saya merasa makin sehat. Kesaksian merupakan inventarisasi, makin meningkat. Jangan lupakan kebaikan TUHAN! Saat-saat kita menghadapi apapun, kalau kita ingat itu, kita akan kuat selalu. Mohon tetap didoakan, supaya TUHAN selalu menolong dan memakai kita semua sampai TUHAN Yesus datang kedua kali. Jangan mundur setapak pun! Sebab TUHAN sudah hampir datang. Semoga TUHAN menolong kita semua. Puji TUHAN."

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA; jemaat yang ketujuh--jemaat yang terakhir. Ini merupakan gambaran dari jemaat akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015). Inilah keadaan kita semua.

Kita masih berada pada ayat 18-19.
Wahyu 3: 18-19
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Kita sudah mempelajari, bahwa sidang jemaat Laodikia dalam keadaan suam-suam kuku, artinya secara jasmani sangat kaya--tidak kekurangan apa-apa, diberkati--, tetapi secara rohani sangat terpuruk--melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Betul-betul tidak punya kerohanian; tidak seimbang.

Akibatnya, jemaat Laodikia dimuntahkan oleh TUHANl; dimuntahkan artinya sesuatu yang tidak berguna, jijik, najis, terbuang selamanya/binasa selamanya.

Oleh sebab itu, pada ayat 18-19--karena TUHAN mengasihi jemaat Laodikia--TUHAN menegor dan menasihati lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, bahkan menghajar, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan sorgawi, sehingga kaya secara rohani. Yang jasmani tidak ada kaitan dengan sorga.
Seumpama ukuran jasmani adalah ukuran TUHAN, maka jemaat Laodikia menjadi yang nomor satu, sebab mereka sangat kaya, tidak kekurangan apa-apa dan luar biasa berkatnya. Tetapi tidak ada kaitan dengan sorga; yang rohani yang harus kita cari.
Kita harus menjadi kehidupan yang kaya secara rohani.
Jika kaya secara rohani, hasilnya adalah tidak suam-suam dan tidak dimuntahkan oleh TUHAN; melainkan 'dimakan' oleh TUHAN--bisa dinikmati oleh TUHAN--, menyenangkan dan memuaskan hati TUHAN, sehingga TUHAN juga menyenangkan dan memuaskan kita semua.

Ada 3 macam harta/kekayaan sorgawi yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015); menunjuk pada pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN:


    1. Pakaian penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015).
    2. Pakaian pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015).


  3. Minyak untuk melumas mata, supaya bisa melihat (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2015).

Tetapi hati-hati! Masih ada musuh yang hendak menghancurkan kekayaan sorgawi.
Matius 6: 19-20
6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20. Tetapi kumpulkanlah bagimu
harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Di sorga, harta sorgawi memang tidak bisa rusak lagi; tetapi selama kita masih ada di bumi, masih ada 3 musuh utama yang terus mengincar.

Ada 3 musuh utama yang mengincar, yaitu:

  1. Karat: untuk merusak logam-logam (sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 September 2015).
    Kalau tembaga, emas dan perak berkarat, itu luar biasa.


  2. Ngengat: untuk merusak pakaian putih, sehingga telanjang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 September 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 20 September 2015).


  3. Pencuri: untuk mencuri minyak urapan, sehingga kering.

Malam ini kita belajar tentang musuh ketiga, yaitu PENCURI yang mencuri; merusak minyak urapan sehingga kering rohani, mati rohani, sampai binasa selamanya.

"Ini yang perlu kita doakan. Doakan saya. Kalau sakit masih bisa diterima, tetapi kalau kering, mau apa? Sudah tidak bisa apa-apa lagi."

Ada 3 sikap terhadap minyak urapan Roh Kudus:

  1. Sikap yang pertama terhadap minyak urapan Roh Kudus: menolak urapan Roh Kudus.
    Contoh: Yudas Iskariot.

    Yohanes 12: 3-6
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4. Tetapi
    Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena
    ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Pencuri di sini adalah:


    • orang yang menolak minyak urapan Roh Kudus; sebab ada akar kejahatan--cinta akan uang, sehingga tidak ada lagi kasih TUHAN.
    • orang yang merampas hak orang lain, yaitu:


      1. Merampas haknya TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
      2. Mencuri milik sesama/hak orang lain, yaitu mencuri barang orang lain, korupsi, hutang tidak bayar.
        Selain itu, ada juga mencuri milik sesama yang membutuhkan; sama dengan egois (Matius 25: 42-45).


    Hati-hati! Dalam setiap berkat yang diberikan TUHAN kepada kita, ada haknyaTUHAN yang harus dikembalikan dan milik sesama yang membutuhkan; baru TUHAN mempercayakan harta/berkat kepada kita.
    Kalau mencuri, itu sama dengan menolak/merusak minyak urapan Roh Kudus.
    Sementara kita digerakkan oleh TUHAN untuk memberi dan mengunjungi sesama--mulai di dalam nikah rumah tangga, penggembalaan dan antar penggembalaan--, tetapi kita tidak mau, maka itu berarti egois--kambing.

    Yudas Iskariot juga egois. Ketika ada perempuan yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal--iuntuk penguburan/pembangunan tubuh Kristus yang terakhir/sempurna--Yudas menjadi gusar. Ini orang egois; dia sendiri tidak mau ikut dalam kegerakan, tetapi menjadi gusar/marah kepada orang lain.

    Markus 14: 4
    14:4. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?

    Yudas Iskariot menjadi gusar artinya:


    • Banyak protes/bersungut-sungut terhadap pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
    • Menyalahkan dan menghambat pelayanan pembangunan tubuh Kristus.


    Ini sangat berbahaya. Akibatnya: tidak ada urapan Roh Kudus, sehingga Yudas Iskariot kerasukan setan.
    Yohanes 13: 26-27
    13:26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
    13:27. Dan sesudah Yudas menerima roti itu,
    ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

    Seringkali, orang yang tidak aktif; tidak mau ikut dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan--dia yang akan menjadi gusar--suka protes, gosip dan lain-lain; untuk menghambat pembangunan tubuh Kristus. Ini sangat berbahaya. Karena menolak urapan Roh Kudus, maka akan kerasukan setan dan ditolak oleh TUHAN.

    Karena Yudas Iskariot menolak urapan Roh Kudus, maka dia ditolak oleh TUHAN; dan Yudas Iskariot digantikan oleh Matias; dia dibuang untuk selamanya seperti muntah--binasa selamanya.


  2. Sikap yang kedua terhadap minyak urapan Roh Kudus: tidak menghargai urapan Roh Kudus.
    Contoh: raja Saul.

    Saul sudah diurapi untuk diangkat menjadi raja, tetapi dia tidak menghargai urapan Roh Kudus; ini sama dengan pencuri.
    Pencuri artinya tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--firman penggembalaan yang diulang-ulang; sebab lebih menuruti pikiran dan perasaannya sendiri.
    Perasaan = maksud hati, pikiran, logika.

    Saul tidak taat dalam 2 keadaan--Hati-hati! Seringkali, kita semua juga tidak taat dalam 2 keadaan:


    • Yang pertama: tidak taat pada saat menghadapi keadaan terjepit/susah, sebab menggunakan logika.
      Kalau menurut logika, mungkin dibenarkan; tetapi tidak sesuai dengan kehendak TUHAN.
      1 Samuel 13: 6-13
      13:6. Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
      13:7. malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
      13:8.
      Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
      13:9. Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu
      ia mempersembahkan korban bakaran.
      13:10.
      Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
      13:11. Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "
      Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
      13:12. maka
      pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
      13:13. Kata Samuel kepada Saul: "
      Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

      'aku memberanikan diri' = nekat.

      Saul tidak taat saat dalam keadaan terjepit--saat tidak ada jalan keluar--, karena mengandalkan logika ('maka pikirku').
      Saul disuruh menunggu selama 7 hari--untuk menunggu Samuel datang dan mempersembahkan korban bakaran, karena Samuel seorang imam maka dia yang berhak mempersembahkan korban bakaran; sedangkan Saul tidak berhak. Tetapi karena Saul melihat keadaan semakin kritis, maka Saul memberanikan diri untuk mempersembahkan korban.

      Tidak taat artinya tidak mau menunggu waktunya TUHAN--karena menggunakan logika.
      Hati-hati! Soal apa saja; pekerjaan, sekolah, jodoh dan lain-lain. Seringkali kita tidak mau menunggu waktunya TUHAN, tetapi mau menggunakan cara sendiri di luar firman TUHAN--cara daging/dunia yang sesuai dengan logika, tetapi melawan firman.

      "Seringkali saya beri contoh. Seumpama toko sebelah menjual barang palsu dengan harga miring. Kita mau ikut-ikut. 'Kalau saya mengikuti firman, menjual barang asli dengan harga mahal, toko saya tidak akan laku. Matilah saya.' Akhirnya ikut-ikut cara dunia yang sesuai logika. Mau tanya profesor pun, jawabnya: 'Ya harus, kalau tidak mati kamu, sebab kita bersaing.' Tetapi kalau tidak sesuai firman, itu bahaya."

      Jalan keluar di luar firman Allah, kelihatannya selesai; padahal tidak! Justru merupakan jalan buntu dan kebinasaan!! Masalah tidak selesai, ditambah bonus kebinasaan.

      Kalau jalan sesuai kehendak TUHAN, kelihatannya tidak selesai, tetapi satu waktu--tinggal menunggu waktunya TUHAN--akan selesai dan mendapat hidup kekal.

      Tidak mau menunggu waktunya TUHAN; menggunakan cara dunia; menggunakan jalan sendiri di luar firman adalah tindakan yang bodoh dan nekat.

      Memang kita diperhadapkan pada situasi terjepit, tetapi biarlah kita tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar.
      Semakin terjepit, kalau kita semakin taat--daging makin diperas--, maka urapan Roh Kudus akan semakin bertambah-tambah. Kalau tidak, maka kita akan hancur.


    • Yang kedua: tidak taat saat dalam keadaan diberkati.
      1 Samuel 15: 13-19
      15:13. Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."
      15:14. Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
      15:15. Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik
      dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
      15:16. Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
      15:17. Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau,
      walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
      15:18. TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
      15:19. Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"


      'dengan maksud' = perasaan hati.
      Kambing, domba dan lembu yang terbaik dari orang Amalek tidak ditumpas oleh Saul, supaya bisa dipergunakan untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN.

      Maksud hati raja Saul baik, tetapi tidak sesuai firman. Semua yang tidak sesuai firman, maka itu tidak baik--tidak taat dengar-dengaran.

      Jadi, jangan ikuti pikiran/logika daging dan perasaan hati yang tidak sesuai firman!

      "Kalau tadi, pikiran daging. Samuel belum datang, sedangkan musuh sudah datang dan semua rakyat sudah lari. Mau apa? Jadi, Saul cepat-cepat membakar korban. Kalau tanya pada siapa saja, jawabnya: Benar; tetapi tidak sesuai firman. Itu tidak benar. Sekarang, (mohon maaf) masih muda tetapi ditinggal oleh suami/isterinya, lalu tidak kawin lagi. Bagaimana? Kalau kawin lagi, cocok, karena masih muda; tetapi tidak sesuai firman. Itu yang tidak boleh.Seringkali kita terpaku pada pikiran daging dan perasaan hati yang tidak sesuai firman."

      Hati-hati! Saat dalam keadaan diberkati, seringkali menjadi sombong; melawan TUHAN dan mengabaikan firman pengajaran yang benar--lupa TUHAN--, sehingga menjadi lupa diri; Saul berasal dari suku Benyamin--suku terkecil di Israel--tetapi diangkat oleh TUHAN menjadi raja.

      1 Samuel 9: 21
      9:21. Tetapi jawab Saul: "Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?"

      Dulu, Saul merendahkan diri. Tetapi setelah diurapi dan diangkat menjadi raja, ia menjadi lupa diri--melawan firman.

      Kaum muda, hati-hati! Seringkali baru disekolahkan, sudah lupa diri; melawan orang tua, melawan guru, melawan dosen, dan melawan gembala.

      "Ada satu anak yang berasal dari desa di luar pulau Jawa, saya tampung di Malang lalu saya sekolahkan, saya sampai mengatakan: 'Baru duduk di bangku kuliah, sudah sombongnya minta ampun. Dipanggil tidak mau.' Bagaimana nanti kalau jadi profesor? Tidak tahu nanti Widjaja mau diapakan. Sebentar lagi, datang pada saya sambil menangis, karena mengalami kejatuhan. Lalu, menjadi sombong lagi. Sekarang sudah tidak tahu dia berada di mana."

      Akibatnya: Saul ditolak oleh TUHAN--kehilangan urapan Roh Kudus.
      1 Samuel 15: 26-28
      15:26. Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel."
      15:27. Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi
      terkoyak.
      15:28. Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.


      Raja adalah salah satu jabatan yang diurapi. Ditolak menjadi raja artinya kehilangan urapan Roh Kudus.
      Jubah terkoyak = kehilangan urapan Roh Kudus.

      Kalau tadi, Yudas Iskariot menolak urapan Roh Kudus karena ada akar kejahatan, akibatnya kerasukan setan. Kalau Saul, tidak menghargai urapan Roh Kudus, sehingga kehilangan urapan Roh Kudus.

      Tanda-tanda kehidupan yang kehilangan urapan Roh Kudus:


      1. 1 Samuel 16: 14, 23
        16:14. Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
        16:23. Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya


        'roh jahat yang dari pada TUHAN' = Saul diizinkan oleh TUHAN untuk diganggu oleh roh jahat; karena dia tidak menghargai urapan Roh Kudus.

        Tanda yang pertama kehilangan minyak urapan Roh Kudus: diganggu roh jahat, sehingga tidak ada kelegaan dan ketenangan, tetapi letih lesu, beban berat dan stress--tidak ada kedamaian.

        Perhatikan! Imam-imam dan raja-raja adalah kehidupan yang diurapi Roh Kudus. Tetapi kalau tidak taat, akan kehilangan urapan Roh Kudus dan mulai diganggu roh jahat.

        Akibatnya: letih lesu, beban berat dan stress--kalau stress dibiarkan bisa menjadi sakit, gila dan lain-lain.

        Raja adalah gambaran orang sukses, tetapi kalau tidak ada urapan Roh Kudus, maka hidupnya tidak tenang, tidak damai; semua letih lesu dan beban berat sampai stress.

        "Termasuk kami para gembala. Kalau tidak ada urapan Roh Kudus, maka hidupnya tidak tenang, tidak damai, tidak ada kelegaan, semua letih lesu dan beban berat sampai stress."


      2. 1 Samuel 18: 7-9, 11
        18:7. dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."
        18:8. Lalu
        bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya."
        18:9. Sejak hari itu maka
        Saul selalu mendengki Daud.
        18:11. Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.


        Tanda yang kedua kehilangan minyak urapan Roh Kudus: ada amarah, iri hati, kebencian tanpa alasan.

        "Mulai dari kami para gembala dan pelayan TUHAN. Hati-hati! Kalau mulai ada amarah, iri hati, dan kebencian tanpa alasan--dalam wujud gosip, fitnah dan lain-lain--, berarti sudah kehilangan urapan."

        Akibatnya: doan tidak dijawab oleh TUHAN; tidak bisa berdoa; ibadah pelayanannya tidak diterima oleh TUHAN; pengorbanannya tidak diterima oleh TUHAN. Betul-betul dalam keadaan kering rohani, sampai mati rohani dan binasa selamanya; tidak ada hubungan dengan TUHAN.
        Kalau kering rohani, maka ibadah pelayanannya kering, nikahnya kering, hidupnya kering; semua menjadi kering.

        1 Samuel 28: 5-6
        28:5. Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar.
        28:6. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi
        TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.


    Mari, biarlah kita bersungguh-sungguh. Sesudah kita diurapi Roh Kudus, biarlah kita menghargai urapan, yaitu taat dengar-dengaran. Tidak taat sama dengan pencuri yang merusak/mencuri minyak urapan.

    Tadi, pencuri berarti memiliki akar kejahatan--cinta akan uang. Yudas Iskariot mencuri milik TUHAN, milik sesama dan milik sesama yang membutuhkan, sama dengan egois--menolak urapan. Akibatnya dia ditolak dan kerasukan setan.

    Kalau Saul sudah diurapi, tetapi tidak menghargai minyak urapan; pencuri, yaitu tidak taat dengar-dengaran. Saul tidak taat baik dalam keadaan terjepit maupun dalam keadaan diberkati, karena menggunakan hati dan pikiran sendiri, bukan menggunakan perasaan dan pikiran Yesus.

    Pikiran dan perasaan Yesus adalah taat sampai mati terkutuk di kayu salib. Seharusnya Yesus tidak boleh disalib, karena Dia adalah orang benar, baik, menolong dan lain-lain; yang boleh disalib adalah orang yang jahat dan terkutuk. Kalau penjahat biasa, tidak disalib, tetapi mungkin hanya dicambuk dan lain-lain; hanya penjahat yang terkutuk yang disalib.
    Saul tidak taat dan akibatnya ia kehilangan urapan Roh Kudus, sehingga kehidupannya menjadi kering dan hancur.


  3. Sikap yang ketiga terhadap minyak urapan Roh Kudus: ini sikap yang benar, yaitu menghargai minyak urapan roh Kudus.
    Contoh: Daud.

    Daud dua kali membiarkan Saul hidup; sebenarnya Daud mendapat dua kali kesempatan untuk membunuh Saul--karena Saul mengejar-ngejar untuk membunuh Daud--, tetapi Daud tidak mau karena dia menghargai minyak urapan Roh Kudus:


    • 1 Samuel 24: 4-7
      24:4. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
      24:5. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
      24:6. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
      24:7. lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku,
      kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."

      Kesempatan pertama: saat Saul membuang hajat, Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi Daud tidak mau sebab dia menghargai minyak urapan.

      Jadi, menghargai minyak urapan adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan; tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.

      1 Samuel 23: 28
      23:28. Maka berhentilah Saul mengejar Daud dan pergi menghadapi orang Filistin. Itulah sebabnya orang menyebut tempat itu: Gunung Batu Keluputan.

      Jika kita membalas kejahatan dengan kebaikan, maka TUHAN yang akan melakukan yang terbaik bagi kita--membalas kita dengan segala kebaikan--, yaitu melepaskan kita dari segala kesusahan, masalah-masalah, celaka marabahaya, maut dan lain-lain.
      Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan, sehingga TUHAN tampil sebagai Gunung Batu Keluputan.


    • 1 Samuel 26: 7-9
      26:7. Datanglah Daud dengan Abisai kepada rakyat itu pada waktu malam, dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring sekelilingnya.
      26:8. Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali."
      26:9. Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab
      siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"

      Kesempatan kedua: waktu Saul sedang tidur bersama-sama dengan tentara-tentaranya, Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi Daud tidak mau karena menghargai urapan Roh Kudus.

      1 Samuel 26: 20, 23
      26:20. Sebab itu, janganlah kiranya darahku tertumpah ke tanah, jauh dari hadapan TUHAN. Sebab raja Israel keluar untuk mencabut nyawaku, seperti orang memburu seekor ayam hutan di gunung-gunung."
      26:23. TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN.


      Menghargai minyak urapan, artinya selalu merasa lemah dan kecil--'seperti orang memburu seekor ayam hutan di gunung-gunung'--, sehingga dia akan menjadi orang yang setia dan benar--hanya bergantung pada TUHAN--, dan taat dengar-dengaran.

      Daud tetap setia dan benar; tetap mengingat bahwa Saul adalah atasannya; kita menjadi kehidupan yang setia dalam ibadah pelayanan dan dalam segala hal.
      Daud juga taat dengar-dengaran apapun yang dihadapi saat itu.
      Ini sama dengan orang yang menghargai sistem penggembalaan, artinya tergembala dengan benar dan baik.

      Kalau kita selalu merasa lemah dan kecil--seperti ayam hutan dan domba sembelihan--, maka kita akan menjadi kehidupan yang setia dan benar--setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN-- dan taat dengar-dengaran. Hanya orang yang merasa kuat yang tidak mau setia dalam ibadah pelayanan; tidak pernah mengandalkan TUHAN.

      Semakin diurapi, kita merasa semakin kecil dan lemah; hanya berharap dan menyerahkan hidup kepada TUHAN.

      "Saya ingat, ketika saya masih kelas 3 SMA. Waktu itu saya belum sungguh-sungguh. Sesudah lulus, mau masuk ke perguruan tinggi. Tidak mungkin kalau saya masuk perguruan tinggi swasta, karena biayanya sangat tinggi. Kasihan orang tua saya. Kakak saya sempat mengingatkan saya: 'Setelah ini, kamu mau ke mana?' Saya tersentak dan berpiki:, 'Mau ke mana saya? Bagaimana hidupku?' Saya lari kepada TUHAN. Saya mulai ikut doa puasa, doa semalam suntuk, tekun dalam ibadah bahkan saya ikut membantu mengepel di gereja. Selama masa liburan saya mendekatkan diri kepada TUHAN, karena merasa lemah dan kecil. Jalan yang terbaik adalah setia dan benar dalam ibadah pelayanan, taat dengar-dengaran, menyerahkan hidup kepada TUHAN."


    Kisah Para Rasul 13: 22
    13:22. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

    Kelebihan Daud dari Saul adalah taat dengar-dengaran, sehingga bisa tergembala dengan benar dan baik; menyerahkan segenap hidup ke dalam tangan Gembala Agung.

    1 Samuel 26: 24
    26:24. Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan hendaknya Ia melepaskan aku dari segala kesusahan."

    Sekalipun kita kecil, lemah dan tidak berdaya, tetapi kalau kita setia dan benar, merendahkan diri, taat dengar-dengaran pada TUHAN dan menghargai sistem penggembalaan--tergembala dengan benar dan baik--, maka nyawa kita sangat berharga di mata TUHAN.

    Kehidupan kita sangat berharga di hadapan TUHAN. Kita hanya setia dan taat; mengulurkan tangan kepada TUHAN, dan TUHAN akan mengulurkan tangan kepada kita. Urapan Roh Kudus adalah uluran tangan TUHAN kepada kita.

    1 Petrus 5: 5-6
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6. Karena itu
    rendahkanlah dirimu di bawah tangan TUHAN yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Ini adalah pasal penggembalaan.
    Hasil tergembala:


    • Tangan Gembala yang Baik--urapan Roh Kudus--sanggup meninggikan kita pada waktunya artinya:


      1. membuat berhasil dan indah pada waktunya.
        Orang yang taat dan rendah hati, bisa menunggu waktunya TUHAN.


      2. TUHAN menyelesaikan semua masalah kita sampai yang mustahil pada waktunya.
      3. Semua damai sejahtera, tenang, enak dan ringan pada waktunya.


    • Kita dipakai oleh TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    • Sampai yang terakhir, kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia dan ditinggikan di awan-awan yang permai pada waktu Yesus datang kembali kedua kali. Kita bersama-sama dengan Dia selamanya.

Mari, mujizat TUHAN akan terjadi. Biarlah kita mengecilkan diri di hadapan TUHAN. Jangan seperti Saul yang lupa diri dan lupa TUHAN! Mengecilkan diri = setia dan benar dalam ibadah pelayanan; mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh dan taat dengar-dengaran.

Urusan kita hanya itu saja, yaitu sungguh-sungguh menghargai urapan dan penggembalaan. Dan TUHAN akan mengulurkan tangan pada kita. Semua menjadi urusan TUHAN; kita tinggal menunggu waktunya TUHAN; semua TUHAN yang mengerjakan.
Sekalipun sekarang mungkin kita masih berkata: 'Kok begini?', terus saja!

Seperti Saul yang dalam keadaan terjepit dan semua rakyat berserakan meninggalkan dia. Tidak apa-apa, TUHAN yang akan bekerja; Ia membuat semua berhasil dan indah, semua selesai pada waktunya, menjadi tenang, damai, enak dan ringan; semua dipakai TUHAN, sampai disempurnakan saat Yesus datang kedua kali.

Kalau kita sombong, maka kita jauh dari TUHAN/melawan TUHAN. Tetapi kalau kita rendah hati, maka kita datang kepada TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top