English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 November 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 judul/ kata pengantar.

Wahyu 1:3
1:3 Berbahagialah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 2: 3
2:3. --Seperti...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 September 2014 (Senin Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Raya Malang, 18 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu:
Ay....

Ibadah Doa Malang, 23 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:20-25 adalah tentang makan Perjamuan Paskah. Dulu, makan Perjamuan Paskah adalah makan roti tidak...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Maret 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 08 November 2013 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya,...

Ibadah Raya Malang, 18 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 6:12-16 adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN.

Mengapa harus...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:11
3:11 Aku datang segera. Peganglah...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Mei 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 12-13
26:12. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
26:13. Aku berkata kepadamu:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 09 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:21-22
3:21 Ketika seluruh orang banyak itu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 April 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:12
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 September 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA; jemaat yang ketujuh--jemaat yang terakhir. Ini merupakan gambaran dari jemaat akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.
Artinya, secara jasmani sangat kaya--tidak kekurangan apa-apa--, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--betul-betul terpuruk.

Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna, jijik, najis, dan terbuang--binasa--untuk selamanya. Harta benda bukan ukuran sama sekali--yang jasmani tidak ada kaitan dengan sorga. Kalau ada kaian dengan sorga, pasti dipuji oleh TUHAN.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat pedang firman diabaikan, maka TUHAN menghajar jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan sorgawi. Kalau sudah memiliki harta sorga--kaya secara rohani--, maka kita tidak akan dimuntahkan, tetapi kita 'dimakan' oleh TUHAN bagaikan roti sajian--bisa menyenangkan dan mengenyangkan TUHAN. Dan TUHAN pasti menyenangkan kita semua. Biarlah hari-hari ini, kita berusaha untuk membeli harta sorga.

Ada 3 macam kekayaan sorgawi yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang teruji; iman yang sempurna, yang siap menanti kedatangan Yesus kedua kali.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015); menunjuk pada pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN:


    1. Pakaian penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015).
    2. Pakaian pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015).


  3. Minyak untuk melumas mata, supaya bisa melihat (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2015).

Inilah harta/kekayaan sorgawi yang harus kita miliki hari-hari ini. Ini yang harus menjadi titik berat/fokus kita kepada TUHAN; bukan perkara yang jasmani.

Matius 6: 19-20
6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20. Tetapi kumpulkanlah bagimu
harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Harta di dunia ini akan hancur tanpa bekas bersama dunia--kiamat. Oleh sebab itu, jika TUHAN memberkati kita dengan harta jasmani, jangan menjadi kebanggaan/fokus utama seperti jemaat di Laodikia!--sampai melupakan yang rohani.

Kalau TUHAN memberkati kita dengan harta duniawi, silakan, tetapi jangan terlalu membanggakan dan menggembar-gemborkan harta yang jasmani, sampai melupakan yang rohani.
Tetapi jangan kecewa dan putus asa, kalau masih belum mendapatkan harta duniawi! Itu merupakan kesempatan bagi kita untuk fokus kepada harta sorgawi.

Oleh sebab itu, TUHAN mengarahkan kita--lewat tegoran dan nasihat, bahkan hajaran--kepada harta sorgawi yang kekal.

Di sini kita harus tetap waspada, sebab ada 3 musuh utama yang mengincar, yaitu:

  1. Karat: untuk merusak logam-logam.
  2. Ngengat: untuk merusak pakaian putih, sehingga telanjang.
  3. Pencuri: untuk mencuri minyak urapan, sehingga kering.

Malam ini kita belajar tentang KARAT yang merusakkan logam-logam dari sorga.

Sesudah kita fokus kepada harta sorgawi, kita masih harus berjuang untuk menghadapi 3 musuh utama yang mengincar; yang mau merusak harta sorgawi.

Keluaran 25: 3 bicara tentang pembangunan Tabernakel; sekarang berbicara tentang kerajaan sorga.
Di atas gunung Sinai, Musa melihat kerajaan sorga, kemudian TUHAN memerintahkan supaya Musa membuat kerajaan sorga di bumi; itulah Tabernakel/kemah suci.

Di dalam Tabernakel ada bahan logam-logam.
Keluaran 25: 3
25:3. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;

Logam-logam yang digunakan untuk membangun Tabernakel--kerajaan sorga--, yaitu tembaga, perak dan emas. Ini disebut sebagai logam sorgawi; yang bernilai rohani.

  1. Logam yang pertama adalah tembaga.
    Tembaga artinya penghukuman.

    Ulangan 28: 23
    28:23. Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi.

    'Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga' = penghukuman bagi orang yang tidak taat.
    Bayangkan jika langit menjadi tembaga dan tanah menjadi besi. Mau menanam apa, mau hujan bagaimana? Tidak bisa. Itulah penghukuman.

    Kegunaan tembaga:


    • Kegunaan yang pertama, untuk membuat mezbah korban bakaran.
      Mezbah korban bakaran terbuat dari kayu penaga yang berwarna hitam, kemudian disalut dengan tembaga dari luar dan dalam. Harus disalut dengan tembaga, karena saat membakar korban akan terkena api. Kalau tidak disalut dengan tembaga, maka kayunya akan terbakar.

      Kayu penaga = manusia darah daging; sehebat apapun kita di dunia tetap rapuh dan hancur jika terkena panas, dingin dan lain-lain.
      Berwarna hitam = hitam menunjuk pada dosa.

      Kayu penaga berwarna hitam artinya manusia daging yang berdosa--itulah yang dibuat menjadi mezbah korban bakaran--lalu disalut tembaga dari luar dan dalam. Tadi, tembaga artinya penghukuman.

      Jadi, ,mezbah korban bakaran artinya manusia daging yang berdosa harus dihukum supaya bisa bertobat--daging yang berdosa harus dihukum supaya bisa bertobat.

      "Umpama suka mencuri/korupsi, biasanya enak, tidak usah bekerja; tetapi kali ini tidak mau. Itu namanya dagnig yang berdosa dihukum".

      Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa.
      bertobat adalah harta sorga. Kalau kita diberkati secara jasmani, kemudian kita bertobat, itulah harta sorga.

      Mungkin ada yang masih kekurangan, tetapi kalau bertobat, itulah harta sorga yang lebih dari apapun juga.


    • Kegunaan yang kedua, untuk membuat kolam pembasuhan.
      Keluaran 38: 8
      38:8. Dibuatnyalah bejana pembasuhan dan juga alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin para pelayan perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.

      Dahulu, cermin terbuat dari tembaga yang digosok sampai mengkilat dan digunakan oleh para wanita untuk mempercantik diri.
      Jadi, bejana pembasuhan dibuat dari cermin para wanita--yang digunakan untuk mempercantik diri--yang dihancurleburkan.

      Wanita, secara negatif menunjuk pada daging.
      Cermin digunakan untuk memperbaiki/menyuburkan daging, keinginan daging, hawa nafsu daging.

      "Saya belum mengerti juga, dulu Opa Totaijs sering mengatakan, 'Hai, penginjil muda--pendeta!--kalau berada di depan cermin lebih dari 5 menit, itu sudah jatuh!' Makanya kalau saya ingat itu, saya takut. Tidak mau berlama-lama di depan cermin. Tetapi juga bukan berarti tidak perlu menyisir rambut sebelum berkhotbah. Nanti tidak enak dilihat juga. Yang tidak boleh adalah bercermin dengan tujuan menyuburkan daging dengan segala hawa nafsunya."

      Jadi, bejana pembasuhan--menunjuk pada baptisan air--, artinya daging dengan segala kesuburannya--keinginannya, hawa nafsunya--harus dihancur-leburkan, sehingga kita mendapatkan hidup baru. Kalau tidak dihancurkan, tidak bisa mendapat hidup baru.

      Roma 6 : 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Ada hidup baru, berarti ada juga hidup lama.
      Baptisan air yang benar
      adalah hidup yang lama--daging dengan segala keinginannya--, harus dikuburkan--cermin tembaga dihancurleburkan--bersama Yesus di dalam air, kemudian bangkit--keluar dari air bersama Yesus--untuk mendapatkan hidup baru.

      Dulu, cermin para pelayan wanita harus benar-benar dihancurleburkan, baru bisa dibentuk menjadi bejana pembasuhan. Sekarang artinya daging dengan segala hawa nafsunya harus dikuburkan, jangan ada sedikitpun yang menonjol! Harus dikuburkan semuanya, sampai mendapatkan hidup baru.

      "Semoga lebih jelas lagi tentang baptisan ini. Bukan mengada-ada--karena ini gereja kita, atau karena Pendeta Widjaja yang mengajar--; bukan. Tetapi ini sungguh-sungguh dari firman TUHAN."

      1 Yohanes 3: 7, 9
      3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
      3:9. Setiap orang yang
      lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

      Hasil dari baptisan air yang benar adalah hidup baru, yaitu:


      1. Tidak berbuat dosa lagi = hidup dalam kebenaran--tidak jatuh dalam dosa lagi.
        Dosa a tidak diperbuat lagi, lalu dosa b tidak diperbuat lagi.


      2. 'Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu' = tidak disesatkan; berpegang teguh pada firman pengajaran benar.


      3. Tidak dapat berbuat dosa lagi.
        Dosa a hilang, dosa b hilang, dosa c hilang, sampai dosa z hilang; maka tidak ada dosa lagi = BENAR SEPERTI YESUS BENAR.


      Inilah kekayaan sorga. Dimulai dari bertobat/berhenti berbuat dosa, hidup benar, berpegang teguh pada firman pengajaran benar sampai benar seperti Yesus benar. Ini sama dengan tembaga yang tidak berkarat; karat tidak bisa mengejar kita.

      "Kalau hanya bertobat saja, kita masih dikejar oleh karat--bisa kembali berbuat dosa. Misalnya, kita sudah mau berhenti berbuat dosa korupsi, tetapi karat (setan) mengejar lewat tidak bisa membayar SPP, tidak bisa bayar ini itu. Kita digoda supaya korupsi lagi. Tetapi kalau kita benar seperti Yesus benar, maka kita benar-benar menjadi tembaga yang tidak bisa berkarat. Kita benar-benar masuk ke dalam kerajaan sorga."

      Tetapi, hati-hati! Ada TEMBAGA BERKARAT, artinya mengulangi dosa dan bimbang--mendua hati--dalam pengajaran.
      Ini yang namanya karat mengejar. Kalau tidak jatuh dalam dosa, maka bimbang dalam pengajaran.
      Kita harus menjaga, supaya jangan mengulangi dosa dan jangan bimbang terhadap pengajaran benar!

      "Pengajaran itu satu saja. Jangan dua! 'Sama Om, tapi hanya beda ajaran baptisannya.' Tidak bisa! Itu berarti sudah berbeda jauh. 'Semua sama Om, tetapi yang berbeda hanya kepenuhan Roh Kudusnya.' Sama saja, itu sudah berbeda jauh. Apalagi kalau berbeda penyembahannya, itu sudah jauh sekali. Kalau kita mau, berarti kita bimbang--tembaga berkarat/keropos--, dan hancur".


    • Kegunaaan ketiga, untuk membuat 60 tiang pelataran--menunjuk pada pahlawan iman/tiang iman--, yaitu:


      1. 56 tiang pada Pelataran, yaitu Abraham sampai Yusuf, ayah Yesus.
      2. 4 tiang pada pintu gerbang, yaitu 4 injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes).


      Jadi, tembaga = IMAN = KEBENARAN.
      Mari, pertahankan kebenaran hari-hari ini! Pertahankan hidup dalam kebenaran, pertahankan pengajaran yang benar! Jangan sampai berkarat!
      Kalau tiang dari tembaga berkarat, lama-lama akan keropos dan habis. Pada tiang-tiang Tabernakel diberi layar putih--menunjuk pada kebenaran--, yang memisahkan antara sorga dengan dunia--padang pasir.
      Kalau tiangnya keropos dan rubuh, maka layar-layarnya juga akan jatuh, sehingga campur baur dengan dunia.

      Kalau soal pengajaran kita berkata: 'Tidak apa-apa, hanya beda sedikit', itu berarti karat sudah masuk (korosi). Zat-zatnya sudah mulai dikikis. 'Tidak apa-apa kok, saya hanya mendengar sedikit, yang penting....'; ada juga yang berkata, 'Hanya dosa sedikit, tidak benar sedikit, kita masih hidup di dunia', ini berarti sudah keropos/berkarat. Sebentar lagi akan rubuh dan habis' secara tidak sadar sudah campur baur dengan dunia.


  2. Logam yang kedua adalah perak.
    Perak digunakan untuk membuat alas-alas--dasar. Semua tiang pada Tabernakel memiliki alas dari perak, supaya tiang dapat berdiri.

    Ada 2 pengertian perak secara rohani:


    • 1 Petrus 1: 18-19
      1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
      1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu
      darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

      Pengertian perak yang pertama, yaitu penebusan/penyucian oleh darah Yesus terhadap dosa-dosa masa lalu.

      Dosa masa lalu = dosa-dosa yang sudah terlanjur terjadi; mungkin 10 tahun yang lalu kita pernah mencuri, dan lain-lain, atau 2 hari yang lalu kita berbuat dosa.

      Bagaimana menyelesaikannya? Yaitu dengan perak secara rohani.
      Dosa masa lalu kalau tidak diselesaikan, akan menjadi beban dosa.

      "Makanya para imam yang baru, sampai ditanya mengenai masa lalunya, apakah pernah selingkuh dan lain-lain. Maksudnya bukan ingin tahu borok saudara, tetapi supaya dilepaskan dulu dari beban dosa, baru bisa melayani. Tidak ada yang tahu, hanya saya yang membaca lalu saya doakan. Beban dosa harus dibuang. Kalau berkhotbah sambil mengangkat beban gula 50 kg, tidak bisa. Yang menyanyi, main musik juga, kalau melayani sambil memikul beban tidak akan bisa."

      Dosa masa lalu, yaitu dosa sendiri dan dosa warisan.
      Makanya kemarin pada Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2015 dijelaskan, kalau mau menikah jangan egois! Kalau kita egois, maka anak cucu kita yang menanggung dosa warisan. Oleh sebab itu, jangan egois! Selesaikan semuanya.

      Dosa warisan termasuk adat-istiadat yang tidak sesuai dengan firman TUHAN/melawan firman.
      Misalnya, anak kecil harus menginjak telur supaya selamat. Itu melawan firman, sebab yang menyelamatkan hanya Yesus.

      "Saya tidak akan bicara banyak tentang adat-istiadat ini. Karena saya juga tidak terlalu tahu adat-istiadat masing-masing; karena kita terdiri dari banyak suku. Tetapi kalau hati nurani sudah dipercik oleh darah Yesus, maka kita akan tahu kalau ini bertentangan dengan firman. Kalau adat-istiadat bertentangan dengan firman, jangan lagi dilakukan! Ada juga yang menghitung hari baik untuk melangsungkan pernikahan. Pernah terjadi, dan saya tidak tahu, kenapa mereka memaksa harus hari tertentu. Padahal saya sudah mengatakan: 'Hari lain saja.' Akhirnya saya dengar kalau mereka menghitung hari baik. Ternyata waktu pesta, yang terjadi malah mati lampu karena gensetnya rusak; dan orang yang menghitung harinya tidak bisa datang karena sakit. Jangan main-main! Saya percaya saja, tetapi kalau disalahgunakan bisa gawat.
      Saya bukan raja. Kalau Om Yo, itu raja, sedangkan Om Pong adalah hamba. Kalau saya, lebih hamba dari Om Pong. Itu cerita dari Om Pong. Waktu saya masih menjadi siswa Lempin-El, jam 1 malam Om Pong datang ketika saya sedang menjaga pos. Beliau berkata pada saya, 'Kalau Om Yo, itu raja. Kalau kita ikuti saja apa yang beliau katakan, pasti jadi. Tetapi kalau saya tidak bisa begitu, Pak Wi. Saya hamba, jadi terserah siapa saja. Saya beri kebebasan dan kemurahan. Kalau tepat menggunakan kemurahan, maka akan jadi. Tetapi kalau tidak tepat, tidak akan jadi.' Itu yang beliau pesankan pada saya.
      Kalau ada pertanyaan-pertanyaan, jawab saja, tidak mungkin saya pecat dan lain-lain. Kalau saya panggil, saya hanya nasihati bagaimana yang baik. Untuk mendatangkan orang ke gereja saja sampai harus doa puasa, lalu dibesuk dan lain-lain, masa mau memecat orang sembarangan? Sebenarnya tidak dipecat. Itu pilihannya sendiri. Mau memilih yang benar atau tidak. Dulu di sini anggota zangkoornya hanya 12 orang, termasuk saya dan isteri. Tidak mungkin saya memecat orang sembarangan. Biarlah TUHAN yang menolong kita semua, asalkan kita mau jujur.
      "

      Cara untuk menyelesaikan dosa masa lalu adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada TUHAN (vertikal) dan sesama (horizontal). Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi!
      Artinya, kita mengalami kelepasan dari dosa; darah Yesus mencabut akar-akar dosa. Kalau akar dosa sudah dicabut, maka kita tidak bisa berbuat dosa lagi.

      Rumput kalau tidak ada air, dia terlihat mati. Tetapi kalau akarnya masih ada, begitu menghirup air sedikit saja, maka langsung hidup kembali. Begitu juga dengan dosa. Kalau akar-akar dosa belum dicabut, maka saat ada kesempatan, akan berbuat dosa lagi.

      "Misalnya dosa mabuk. Sudah berhenti, tetapi belum sampai di akarnya. Mungkin tidak mampu beli, karena mahal. Tetapi begitu ada teman yang bawa 1 botol, langsung berbuat lagi. Itu namanya akar dosa belum dicabut. Tetapi kalau akar sudah dicabut, jangankan bawa 1 botol, 1 truk pun tidak akan mau."

      Jadi, perak--penebusan--adalah harta sorga, yang tidak bisa dibeli dengan apapun juga.


    • Mazmur 12: 7
      12:7. Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

      Pengertian perak yang kedua adalah firman pengajaran yang benar/murni--janji TUHAN adalah murni, bagaikan perak yang dimurnikan 7 kali.

      Firman pengajaran benar yaitu firman yang merupakan wahyu/ilham dari TUHAN; firman yang dikatakan oleh TUHAN sendiri, yaituayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; pedang firman.

      Kegunaannya adalah untuk menyucikan dosa-dosa di depan yang merintangi kita; dosa yang menjerat.

      Tadi, beban dosa di belakang--dosa masa lalu--, cara penyelesaiannya adalah mengaku. Kalau kita stress karena dosa, lalu datang ke psikiater, maka kita disuruh untuk tidak mengingat-ingat lagi dosa itu. Tidak bisa!, karena hati kita tertuduh terus.
      Tetapi kalau datang pada hamba TUHAN, kita akan diberi nasihat supaya mengaku dosa, sehingga akar dosa dicabut oleh darah Yesus; kita terlepas dari dosa dan hidup tenang.

      Jerat dosa/dosa yang merintangi yaitu:


      1. Akar kejahatan, yaitu cinta akan uang.
        Hati-hati! Dosa kejahatan, sering kali menjadi jerat bagi kita--sering membuat anak TUHAN, pelayan TUHAN menjadi kikir dan serakah.


      2. Akar kenajisan, yaitu dosa Babel--dosa kenajisan sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.

        Sekian lama, dari kecil mengikut TUHAN, tetapi sering kali kaum muda jatuh soal jodoh.


      Inilah kegunaan pedang firman, yaitu untuk memotong tali jerat dosa. Kita disucikan dari dosa-dosa yang menjerat/merintangi kita, sampai tidak bercacat-cela.

      Wahyu 14: 1, 5
      14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
      14:5. Dan di dalam
      mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

      Ini adalah inti dari mempelai wanita TUHAN.

      Pedang firman memutuskan tali jerat dosa, artiya kita disucikan dari dosa kejahatan dan dosa kenajisan sampai tidak bercacat cela, yaitu tidak ada dusta.

      Hati-hati! PERAK SUDAH BERKARAT kalau ada dusta sedikit saja.
      Perak yang berkarat, merupakan hal yang luar biasa; berdusta bukanlah hal biasa, tetapi merupakan perkara luar biasa!

      Jangan kita mengatakan: 'Ah, cuma berdusta sedikit, itu biasa.' Jangan! Sebab perak sudah berkarat. Baik dalam pekerjaan, dalam hal apapun juga, itu tidak bisa diterima.


    1 Yohanes 3: 2-3
    3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya,
    menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

    'kita adalah anak-anak Allah' = sudah bertobat, baptis air, hidup benar dan diberkati. Tetapi masih belum nyata. Sesudah diberkati, kita mau menjadi apa? Apa keadaan kita kelak? Oleh sebab itu, kita harus maju satu langkah. Kita harus memiliki penebusan oleh darah--perak--dan pedang, sehingga kita menjadi sempurna; ada harapan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Perak yang tidak berkarat adalah kehidupan yang mengalami penyucian terus-menerus oleh pedang firman, sampai sempurna seperti Yesus, sehingga mempunyai pengharapan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai = SUCI SEPERTI YESUS SUCI.
    Jadi, perak adalah PENGHARAPAN = KESUCIAN.


  3. Logam yang ketiga adalah emas = tabiat ilahi = tabiat kasih.
    Matius 5: 43-45, 48
    5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu:
    Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
    5:48. Karena itu haruslah kamu
    sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Praktik memiliki kasih Allah, yaitu:


    • Praktik yang pertama, yaitu mengasihi TUHAN lebih dari semua.
      Artinya: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Seperti Abraham yang taat untuk mempersembahkan Ishak. Mengapa Abraham mau ? Karena Abraham lebih mengasihi TUHAN dari pada Ishak.
      Kalau Abraham lebih mengasihi Ishak dari pada TUHAN, dia akan melawan.

      "Kami hamba TUHAN juga begitu. Kalau mengasihi sesuatu lebih dari TUHAN, maka akan memilih 'sesuatu' dari pada TUHAN, sekalipun itu salah. Sebaliknya, ketika kami menasihati jemaat: 'Ini tidak boleh.' Kalau jemaat lebih mengasihi sesuatu dari pada TUHAN, maka dia juga akan melawan."


    • Praktik yang kedua: mengasihi sesama seperti diri sendiri.
      Paling sedikit, tidak berhutang--tidak berhutang dosa, juga tidak berhutang yang lain-lain--dan tidak merugikan orang lain.

      Roma 13 : 8
      13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

      Jangan berhutang dosa kepada sesama, baik lewat perkataan, perbuatan dan lain-lain! Harus diselesaikan, harus berdamai dengan sesama!
      Berhutang dosa = merugikan sesama.
      Sering kali kita berbuat dosa lewat perkataan. Sesudah duduk di abu, akhirnya Ayub bisa mencabut perkataannya, dan semuanya selesai. Kalau Ayub belum mencabut perkataannya, dia akan tetap dalam keadaan dihajar dan habis-habisan.

      Mari, hari-hari ini kita menyelesaikan dosa lewat berdamai yaitu saling mengaku dan saling mengampuni. Jangan menambah dosa!
      Jangan merugikan sesama, terutama dengan sesama anak TUHAN, hamba TUHAN. Jangan merugikan sesama dalam hal rohani maupun dalam hal jasmani!

      Merugikan sesama dalam hal rohani, yaitu lewat gosip-gosip dan lain-lain. Kalau merugikan sesama, berarti tidak mengasihi sesama.
      Juga jangan merugikan sesama dalam hal jasmani! Jangan ada hutang lain, seperti hutang uang, dan lain-lain. Kalau ada hutang uang, harus diselesaikan.

      "Sebab ini berat. Bukan dilarang atau apa, tetapi ada banyak cerita, kalau berbisnis dengan sesama anak TUHAN, sering kali berakhirnya berat. Yang paling mengenaskan, kami mengenal seseorang ketika pergi ke Israel. Orang ini tidak mau baptisan air, padahal usianya sudah dewasa, 20 tahun lebih. Tetapi dia mau melayani di gereja. Setelah kami menerangkan soal baptisan air, tiba-tiba meminta uang 12 dollar pada ibunya, untuk ikut baptisan air. Ibunya senang sekali, karena seumur hidup anaknya, sampai saat itu dia tidak mau dibaptis. Akhirnya dia dibaptis. Tetapi selang beberapa lama kemudian setelah pulang dari Israel, ketika kami mampir di rumahnya, kami menanyakan bagaimana kabarnya. Ibunya mengatakan: Dia tidak mau lagi pergi ke gereja. Mengapa? Karena dia ditipu orang gereja dalam berbisnis. Ini berat sekali hutang darahnya."

      Jangan sampai kita berhutang uang, ditambah berhutang darah--darah Yesus! Mengerikan sekali. Kita bersalah secara jasmani dan rohani. Oleh sebab itu, kalau berbisnis dengan sesama anak TUHAN/hamba TUHAN, harus benar-benar dijaga dengan pedang--supaya jangan ada akar kejahatan--dan dengan kasih--kalau kita yang dibegitukan bagaimana?

      Kalau sudah bisa mengasihi sesama, maka kita bisa mengasihi musuh.

      Inilah tahapannya. Harus mengasihi TUHAN terlebih dahulu, yaitu taat. Kalau tidak taat, tidak mungkin bisa mengasihi sesama.

      "Misalnya, tidak taat pada firman. Firman mengatakan: 'Jangan korupsi!' Kalau tidak taat: 'Wah, kok enak?' Lalu korupsi semakin banyak."

      Harus taat dulu, baru bisa mengasihi sesama, bahkan mengasihi musuh.
      Rumus untuk mengasihi musuh, adalah berdoa bagi orang yang memusuhi kita; mendoakan supaya dia diampuni dan diberkati TUHAN.


    Kalau sudah memiliki kasih Allah--emas--, maka kasih itu yang menyatukan dan menyempurnakan.
    Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Kasih Allah sanggup mengikat, mempersatukan dan menyempurnakan kita, sehingga kita menjadi SEMPURNA SEPERTI YESUS SEMPURNA.
    Jadi, emas = KASIH = KESEMPURNAAN.

    Tetapi hati-hati! Ada EMAS YANG BERKARAT, yaitu tidak taat dan ada kebencian; bahkan sampai kebencian tanpa alasan. Ini luar biasa. Seharusnya, orang membeli emas, yang dihitung adalah berapa karatnya; bukan emas berkarat.

    Kalau tidak taat, sungguh luar biasa.


    • Adam dan Hawa, sudah sekian lama mereka bahagia, tetapi begitu tidak taat, langsung habis seketika.
    • Saul, sesudah menjadi raja, tapi tidak taat; akibatnya kehilangan semuanya.
    • Isteri Lot, sudah selamat di Sodom-Gomora--dari 1 kota, yang selamat hanya Lot sekeluarga--, tetapi begitu dia tidak taat--menoleh ke belakang--, maka habis.


    Oleh sebab itu, jangan main-main dengan ketidaktaatan dan kebencian!

    Kalau tidak taat, pasti ada kebencian. Permulaan kebencian adalah tidak taat--tidak mengasihi TUHAN.
    Saul, karena tidak taat, maka timbul kebencian kepada sesama. Kakak-kakak Yusuf tidak taat--banyak pelanggarannya dalam penggembalaan; melanggar rambu-rambu dalam firman pengajaran benar--, akhirnya mereka membenci Yusuf tanpa alasan, karena Yusuf diberi jubah maha indah.

    Permulaan kebencian adalah rasa tidak suka, lalu tidak ramah, sampai benci tanpa alasan. Mari, kita selesaikan semuanya.

    "Suami membenci isteri tanpa alasan, luar biasa juga. Coba ingatkan, tanggal berapa, bulan berapa dia baru menyatakan cintanya. Bagaimana dulunya? Tetapi sekarang: 'Aku benci, tidak mau lagi melihat wajahmu.' Ini sungguh luar biasa. Anak terhadap orang tua--yang melahirkan, yang memberi susu dan lain-lain--, kalau tidak taat dan benci, itu luar biasa juga. Ingat anak-anak! Kalau tidak taat pada orang tua, pasti benci kepada orang tua. Mulai dari rasa tidak suka, tidak ramah pada orang tua, itu sudah merupakan kebencian."

    Tetapi biarlah kita mempertahankan emas yang dari sorga = kasih = kesempurnaan.

Kesimpulan
, harta sorga adalah:

  1. Tembaga = iman = kebenaran.
  2. Perak = pengharapan = kesucian.
  3. Emas = kasih= kesempurnaan.

Jadi, harta sorga adalah IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH--kebenaran, kesucian dan kesempurnaan. Kalau sudah sempurna, berarti sudah di sorga, dan karat tidak bisa berbuat apa-apa kepada kita.
Kita sekarang harus berjuang untuk mempertahankan, supaya tembaga, perak dan emas kita jangan berkarat.

Hati-hati! Jangan lagi berbuat dosa dan jangan mendua hati soal pengajaran! Harus menetapkan satu pengajaran. Seperti nabi Elia mengatakan: 'Kalau baal itu benar, sembahlah dia. Kalau TUHAN yang benar, sembahlah Dia!' Harus memilih salah satu, tidak bisa dua-duanya. Bukan dipaksa. Hanya satu pengajaran benar--hanya satu pribadi TUHAN. Kalau dua, maka tembaga sudah berkarat.

Inilah harta sorga yang betul-betul harus kita kejar hari-hari ini.

Kalau mau mencari harta dunia, silakan. Kita memang harus bekerja yang keras, kuliah yang baik. Tetapi jangan lupa untuk mengutamakan harta sorgawi.
Jangan mencari harta dunia sampai membuat yang rohani berkarat, tetapi korbankan harta dunia untuk mendapat harta sorgawi yang tidak berkarat! Kita harus menjaga kemurnian.
Kita tidak akan rugi, TUHAN tidak pernah menipu kita.

Sumber harta sorga--iman, pengharapan dan kasih--adalah kurban Kristus/perjamuan suci:

  1. Roma 3: 23-24
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    3:24. dan oleh kasih karunia
    telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

    'semua orang telah berbuat dosa' = tembaga yang berkarat.
    'telah dibenarkan' = bisa hidup dalam kebenaran.

    Kurban Kristus adalah sumber harta sorgawi, yaitu tembaga = iman = kebenaran.
    Semua orang sudah berbuat dosa--telanjang dan berkarat--, tetapi sudah diampuni dan dibenarkan oleh kurban Kristus; bisa hidup benar.


  2. Ibrani 10: 10
    10:10. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

    Kurban Kristus adalah sumber dari perak = pengharapan = kesucian.


  3. Ibrani 10: 14
    10:14. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

    'satu korban saja' = kurban Kristus.
    Kurban Kristus adalah sumber emas yang murni = kasih = kesempurnaan.

Mari, malam ini, kita membersihkan karat-karat lewat perjamuan suci, supaya kita memperoleh harta sorgawi yang tidak berkarat.

TEMBAGA = IMAN = KEBENARAN.
Apa yang tidak benar, menjadi benar. Buang segala yang tidak benar.

PERAK = PENGHARAPAN = KESUCIAN.
Buang segala dusta. Jangan lagi ada dusta!

EMAS = KASIH = KESEMPURNAAN.
Jangan lagi ada ketidaktaatan! Jangan melawan firman dan jangan lagi ada kebencian! Mari selesaikan semuanya, baik di rumah tangga, maupun penggembalaan.
Apalagi kalau hanya karena gosip. Orang semacam itu, sungguh berat sekali hidupnya, sebab itu sudah merupakan kebencian tanpa alasan. Tidak mengetahui sendiri, tetapi hanya 'katanya...'; hanya menanggung kebencian dari orang lain.

Emas, perak dan tembaga adalah kerangka dari Tabernakel = rangka/kekuatan kehidupan rohani kita, supaya kokoh dan kita tidak ambruk oleh apapun juga.

Kegunaan harta sorga--iman, pengharapan dan kasih:

  1. Kegunaan harta sorga yang pertama, yaitu untuk menghadapi anak yang sudah mati.
    Markus 5: 37-43
    5:37. Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
    5:38. Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
    5:39. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
    5:40. Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
    5:41. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "
    Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
    5:42. Seketika itu juga anak itu
    bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
    5:43. Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka
    memberi anak itu makan.

    Yakobus = iman.
    Petrus = pengharapan.
    Yohanes = kasih.
    Inilah harta sorga yang dibawa oleh Yesus, untuk menghadapi anak yang sudah mati; dulu dalam wujud 3 orang murid.

    'Tetapi mereka menertawakan Dia' = dari menangis, tetapi bisa langsung tertawa, artinya banyak orang munafik.
    Hati-hati! Orang tertawa bisa munafik, orang menangis juga munafik; semua tidak breasal dari hati.

    "Berkhotbah juga tidak dari hati. 'Hati-hati! Jangan menyinggung ini itu! Nanti jemaat keluar.' Pedang mau diayun, tetapi tidak jadi, karena takut si A keluar."

    Ayat 42 => Hati-hati! Banyak anak usia 12 tahun yang mati. Usia 12-17 tahun adalah usia efektif untuk tergembala. Kalau tidak tergembala, maka betul-betul mati. Anak ini mati karena tidak makan firman. Bukti anak ini hidup, yaitu bisa makan firman penggembalaan ('mereka memberi anak itu makan').

    Anak yang sudah mati, artinya:


    1. Kematian rohani karena tidak bisa makan firman penggembalaan, sehingga hidup dalam dosa--enjoy dalam dosa, sampai puncaknya dosa. Tidak ada lagi kesadaran. Datang ke gereja malah tertawa-tawa.

      "Siapapun juga, kalau tidak makan firman penggembalaan, tidak akan bisa. Kalau hanya makan 'camilan', sungguh bahaya. Karena camilan banyak mengandung ini itu, sehingga membuat kita menjadi sakit. Kalau jemaat hanya diberi 'camilan' oleh hamba TUHAN A, lalu bergantian dengan hamba TUHAN B dan hamba TUHAN C; maka semua jemaat tidak makan. Ini tanggung jawab dari gembala. Tugas gembala bukan memberi 'camilan', tetapi memberi makan. Salah kalau jemaat mengatakan, 'Bosan, karena gembalanya cuma 1.' Secara jasmani sama seperti sudah bosan makan nasi. Coba setiap hari kita jangan makan nasi, tetapi diganti dengan yang lain, susah."

      Mari, kita mencari makanan keras--pedang--yang bisa membuat kita sadar akan dosa-dosa, sehingga karat-karat dosa bisa diselesaikan. Kita harus memohon pada TUHAN, supaya TUHAN tetapkan firman penggembalaan yang diulang-ulang. Kalau firman diulang, berarti karatnya masih ada, sebab firman TUHAN sama seperti api tukang pemurni logam.

      "Saya bersaksi, dulu di dekat gereja kami, waktu tahun 90an, ada seseorang yang tidak bisa lepas dari dosa merokok. Akhirnya dia tidak mau lagi datang ke gereja. Selang 15 tahun kemudian, bertemu lagi, tangannya masih memegang rokok. Itu karena dia mencari firman yang tidak menyinggung soal dosa merokok. Kalau dosa kenajisan, dia mencari firman yang tidak menunjuk dosa kenajisan, sehingga dia merasa suci. Senang, padahal sudah enjoy dalam dosa. Yang paling murni, adalah firman penggembalaan yang berurutan. Kalau tidak berurutan, mudah sekali. Misalnya saya sedang tidak punya uang, saya gunakan ayat Maleakhi 3: 10--tentang perpuluhan. Tetapi firman yang berurutan itu murni--tidak bisa dibelokkan."


    2. anak yang sudah mati juga berarti kehancuran nikah dan buah nikah.
      Harus ada harta sorga, supaya nikah dan buah nikah tidak hancur.
      Nikah dan buah nikah yang hancur = penderitaan, tangisan, kepedihan, kesusahan.


    3. Anak yang sudah mati berarti menghadapi kemustahilan.


    Tetapi begitu Yesus datang membawa harta sorga--iman, pengharapan dan kasih--maka anak yang mati dibangkitkan. Apapun masalah kita malam ini, semua bisa selesai.


  2. 1 Korintus 13: 12-13
    13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu
    iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    'suatu gambaran yang samar-samar' = sekarang kita melihat gambaran yang samar-samar dari cermin firman, tetapi akan menjadi lebih jelas.
    Oleh sebab itu ada kebaktian pendalaman alkitab, kebaktian umum dan kebaktian doa penyembahan; supaya kita makin jelas melihat firman; kita semakin jelas melihat wajah kita yang masih penuh kekurangan, dan kita terus diubahkan sampai bisa melihat wajah Yesus yang sempurna.

    Kegunaan harta sorga yang kedua, yaitu untuk membawa kita bisa memandang Yesus; semakin jelas sampai memandang Yesus muka dengan muka di awan-awan yang permai.
    Artinya, kita sudah menjadi mempelai wanita yang sempurna, untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak domba, sesudah itu masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai, sampai masuk Yerusalem baru--kerajaan sorga--selamanya.

    Mulai sekarang, kita harus semakin jelas memandang wajah Yesus lewat mengerti firman Allah--lebih mengerti firman, maka lebih jelas lagi memandang TUHAN--dan lewat menyembah TUHAN--menyerah sepenuh pada TUHAN. Semua akan diselesaikan oleh TUHAN, sampai nanti kita memandang Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai.

Mari, sediakan hidup kita untuk membeli harta sorga yang tidak bisa berkarat, yaitu tembaga, perak dan emas.
Kita harus menghadapi 'anak yang mati' = kematian rohani, kehancuran nikah dan buah nikah, dan kemustahilan. TUHAN akan menolong kita semua, sampai kita memandang Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai.

Apapun keadaan kita, serahkan semua kepada Dia. Kita memandang Dia, menyembah Dia, menyeru nama Yesus dengan iman, pengharapan dan kasih. Jangan berharap pada yang lain. Anak muda yang mati masa depannya, Tuhan juga akan menolong dan Dia menolong kita semua.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top