English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2010 (Jumat Malam)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juni 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Desember 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Raya Malang, 08 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Raya Malang, 22 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Matius 26:57-58
26:57....

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 15 Februari 2011 (Selasa Siang)
Tulah keempat yaitu LALAT PIKAT.

Keluaran 8:23-24
8:23...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Mei 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15....

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan...

Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-46 adalah tentang penghakiman yang terakhir.

Matius 25:31
25:31. "Apabila Anak Manusia...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Mei 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 tentang “kebangkitan Yesus” =...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:10-11
Yudas mengkhianati Yesus

Yudas berteman dengan ahli-ahli Taurat, yang adalah orang-orang...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juli 2019 (Jumat Sore)
Dari rekaman

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA; jemaat yang terakhir. Ini merupakan gambaran dari jemaat akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.
Artinya, secara jasmani sangat kaya--tidak kekurangan apa-apa--, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--betul-betul terpuruk.

Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna, jijik, najis, dan terpisah dari TUHAN--muntah tidak diambil lagi--, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat pedang firman diabaikan, maka TUHAN menghajar jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan Sorga; sehingga yang jasmani dan rohani menjadi seimbang. Justru yang rohani harus lebih utama dari yang jasmani, jangan dibalik. Itu yang berkenan kepada TUHAN--bisa menyenangkan dan mengenyangkan TUHAN.

Ada 3 macam kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang teruji; iman yang sempurna, yang siap menanti kedatangan Yesus kedua kali.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015); menunjuk pada pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN:


    1. Pakaian penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015).
    2. pakaian pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015).
      Yang sudah melayani jangan sampai lalai, tapi harus tetap setia. Bagi yang belum melayani, berdoa supaya TUHAN berikan karunia-karunia.


  3. Minyak untuk melumas mata, supaya bisa melihat.

AD 3.
MINYAK UNTUK MELUMAS MATA

Minyak menunjuk pada minyak urapan Roh Kudus.
Sebenarnya minyak urapan hanya untuk bangsa Israel, tapi oleh kemurahan TUHAN, jemaat Laodikia--bangsa kafir--bisa menerima minyak urapan.

Malam ini kita belajar proses untuk membeli/menerima minyak urapan Roh Kudus:

  1. Kisah Rasul 19: 2-6 => Paulus di daerah Efesus--daerah bangsa kafir
    19:2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
    19:3 L
    alu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
    19:4 ata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah
    bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
    19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka
    dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
    19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka,
    turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

    Proses yang pertama untuk menerima urapan Roh Kudus--proses dasar--yaitu percaya/iman kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat, lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi oleh Roh Kudus.
    Proses untuk percaya:


    • Kita mendengar firman dulu, mengerti firman, baru bisa percaya/iman kepada Yesus.
      Di dalam Tabernakel, ditunjukkan dengan alat pintu gerbang.


    • 'Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat' = bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa.
      Dalam Tabernakel, menunjuk pada mezbah korban bakaran.

      Dulu binatang korban yang dibakar untuk menjadi pengampunan dosa.
      Sekarang Yesus sudah mati di kayu salib--bagaikan dibakar matahari--sehingga kita tidak perlu lagi membawa korban binatang untuk dibakar, tetapi dosanya yang dibakar.


    • Baptisan air; dalam Tabernakel menunjuk pada kolam pembasuhan.
      Baptisan air yang benar, yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikubur bersama dengan Yesus di dalam air, sehingga bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapat hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran; hidup benar di manapun, kapanpun dan situasi apapun.


    • Roh Kudus adalah Roh kebenaran. Kalau kita hidup benar, maka kita akan mengalami BAPTISAN ROH KUDUS; tadi, sesudah dibaptis dan hidup benar, rasul Paulus menumpangi tangan dan mereka menerima Roh Kudus.
      Dalam Tabernakel, menunjuk pada pintu kemah/pintu kedua.

      Sekarang baptisan Roh Kudus, artinya kepenuhan Roh Kudus atau urapan Roh Kudus. Kalau belajar dari Yesus, saat Ia keluar dari baptisan air, Roh Kudus bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya.
      Kalau baptisan airnya benar--syaratnya benar: bertobat, pelaksanaannya benar: dikubur dan hasilnya benar: hidup benar--, maka kita akan mengalami baptisan Roh Kudus--kita mengalami kepenuhan Roh Kudus atau urapan Roh Kudus.

      Dulu, untuk menjadi imam, seorang imam harus dituangi minyak; sekarang, kalau kita sudah mengalami kepenuhan Roh Kudus atau urapan Roh Kudus, maka kita akan diangkat menjadi senjata kebenaran--imam-imam dan raja-raja.


    Inilah proses dasar untuk menerima urapan Roh Kudus. Sebenarnya kita bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi--orang berdosa--, tetapi bisa menerima Roh Kudus; inilah kemurahan TUHAN bagi kita.

    Ikuti prosesnya, yaitu masuk pintu gerbang--percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat lewat mendengar firman--, bertobat, dan baptis air--hidup dalam kebenaran.

    Saat Yesus keluar dari dalam air, Allah berkata: 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan'; yang bekenan di hadapan TUHAN bukan hidup kaya, miskin, dan lain-lain, tapi kalau kita hidup dalam kebenaran.

    Setelah hidup dalam kebenaran barulah kita bisa mengalami kepenuhan atau urapan Roh Kudus, sehingga kita bisa menjadi hamba kebenaran; menjadi senjata kebenaran; menjadi imam-imam dan raja-raja.


  2. Setelah menjadi imam, harus tetap diurapi.
    Imamat 21: 12
    => kudusnya para imam
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Dulu, ini memang berlaku untuk bangsa Israel--suku Lewi. Tetapi di perjanjian baru (1 Petrus 2), bangsa kafir juga bisa menjadi imam-imam.

    'Tempat kudus' = ruangan ruci.
    Proses yang kedua untuk menerima urapan Roh Kudus: Supaya minyak urapan tidak kering, maka seorang imam harus selalu berada di ruangan suci--kandang penggembalaan; dulu menunjuk pada ada 3 macam alat di dalam ruangan suci, sekarang ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    "Soal ketekunan ini harus benar-benar ditekankan. Firman ini sering diulang-ulang untuk memberi kesempatan bagi yang belum tergembala, tapi bagi yang sudah tergembala, supaya lebih mantap dalam penggembalaan. Jangan pikir kalau sudah tergembala berarti aman dari godaan-godaan."


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Alllah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
    • meja roti : ketekunan dalam ibadah pendalama Alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus.
    • mebah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Inilah ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Jadi hanya di dalam ruangan suci--kandang penggembalaan--kita selalu mengalami penyucian dan pembaharuan, supaya tidak melanggar kesucian Allah.

    Tidak ada jaminan hidup suci, jika tidak berada di ruangan suci--sekalipun itu hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang hebat!

    Sasaran dari penggembalaan adalah HATI--pusat kehidupan rohani; kalau hati disucikan dan diubahkan, maka seluruh kehidupan kita juga disucikan. Waktu murid-murid berdoa untuk mencari pengganti Yudas Iskariot, mereka berkata: 'Engkau TUHAN yang mengetahui hati'. Sebab itu, seorang imam harus tergembala, mulai dari seorang gembala harus tergembala.

    Sebagai contoh, Musa. Setelah dewasa, dia rindu untuk melayani TUHAN, karena banyak saudara-saudaranya yang menderita. Tetapi Musa keras hati dan sombong, sehingga ia mengandalkan kepandaian, kekayaan, kedudukan, dan lain-lain untuk melayani TUHAN.
    Akibatnya, Musa tidak bisa melayani 2 orang, bahkan menjadi pembunuh dan gagal total.

    Sebab itu, kita perlu tergembala. Kalau tidak, pelayanan kita akan gagal total seperti Musa.

    Setelah membunuh orang Mesir, Musa dikejar oleh Firaun, lalu lari ke Midian. Di sana ia menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya; artinya Musa masuk dalam sistim penggembalaan, sehingga ia mengalami penyucian dan pembaharuan hati; bisa melembut yaitu rendah hati dan lemah lembut.


    • Rendah hati: kemampuan untuk mengaku dosa dan kelemahan-kelemahan.
      Waktu dalam penggembalaan Tuhan mengutus Musa, tetapi Musa menolak, karena merasa tidak mampu; sebelum masuk di dalam penggembalaan, sebelum ditunjuk oleh TUHAN, Musa sudah mengajukan diri terlebih dahulu.

      Keluaran 4: 10
      4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku
      berat mulut dan berat lidah."

      = Musa bisa rendah hati--mengoreksi diri sendiri bahwa ia tidak layak dan tidak mampu.


    • Lemah lembut: kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain.
      Saat menjadi pemimpin, Musa dikata-katai oleh Miryam dan Harun, tapi Musa tidak melawan, malah tersungkur di bawah kaki TUHAN dan menyerahkan semua kepada TUHAN--Musa melembut--dan TUHAN membela, sehingga Miryam terkena kusta.


    Kalau sudah bisa rendah hati--mengaku dosa--dan lemah lembut--mengampuni--maka dosa-dosa diselesaikan oleh darah Yesus dan MINYAK URAPAN ROH KUDUS DICURAHKAN.

    Tinggal pilih, kalau dosa dipertahankan, maka tidak ada Roh Kudus; akan kering. Tapi kalau rendah hati dan lemah lembut, maka minyak urapan Roh Kudus akan dicurahkan.

    Hasilnya: kita mengalami kelegaan dan damai sejahtera--semua menjadi enak dan ringan--, sehingga kita tidak akan pernah meninggalkan ibadah pelayanan; kita bisa melayani TUHAN sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.

    Kita sudah belajar mengenai Sabat pada Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2015. Hati harus damai dulu, baru bisa melayani dan kita tidak akan pernah meninggalkan pelayanan.


  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan
    nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13
    Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berrbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Proses yang ketiga untuk menerima urapan Roh Kudus: Roh Kudus akan dicurahkan saat kita mengalami nyala api siksaan--percikan darah; sengsara daging karena Yesus.

    Dalam Tabernakel, menunjuk pada ruang maha suci, di mana terdapat tabut dengan 2x7 percikan darah.
    7 percikan darah di atas tutup untuk Yesus dan 7 percikan darah di depan tabut untuk kita.

    Kita harus berpikir, lebih baik mengalami sengsara daging karena Yesus dalam ibadah pelayanan--berpuasa dan sebagainya--dan mempertahankan kebenaran--hidup benar, nikah benar, tahbisan benar--, dari pada sengsara sampai habis-habisan seperti Ayub. Kalau memang sudah waktunya, percikan darah juga bisa dalam bentuk mengalami masalah-masalah sampai yang mustahil, difitnah dan sebagainya.

    "Kami hamba TUHAN, lebih baik disingkirkan manusia, tetapi tidak hilang pelayanan, dari pada dipuji-puji manusia, tetapi hilang pelayanan."

    TUHAN mengijinkan terjadi percikan darah, supaya daging dengan segala hawa nafsu, keinginan, dan ambisinya diperas sampai kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa.

    Seperti Yesus saat berada di taman Getsemani, daging-Nya diperas sampai keringatnya seperti darah. Ini tanda percikan darah. Dia berkata: 'Jika boleh cawan ini lalu dari pada-Ku, tapi bukan kehendak-Ku yang jadi tapi kehendak-Mu.'; keinginan-Nya diperas. Ini wajar sebagai manusia daging; sebab Yesus sebenarnya manusia yang tidak berdosa dan tidak layak untuk disalibkan.

    Malam ini, kita diperas semua--mungkin lewat masalah, kelelahan untuk berangkat ibadah, dan sebagainya--, jangan menyalahkan orang lain, tetapi supaya daging kita diperas dan kita bisa taat dengar-dengaran.

    Di taman Getsemani, Yesus tetap taat, sehingga malaikat datang untuk memberi kekuatan kepada Dia, karena saat itu Yesus dalam ketakutan.
    Begitu juga kita. Apa yang mempengaruhi daging kita hari-hari ini--kekuatiran, ketakutan, dan lain-lain--harus diperas sampai kita bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa.
    Hasilnya: MINYAK URAPAN ROH KUDUS DICURAHKAN kepada kita semua.

    Makin besar nyala api siksaan, kita semakin taat dengar-dengaran, sehingga minyak urapan Roh Kudus semakin kuat di dalam kita; kita semakin dipakai dan diberkati oleh TUHAN! Jangan ragu!

    "karena itu, saya bilang pada pengerja-pengerja dan murid Lempin-El: 'kalau saya dulu menjadi pengerja, disuruh ini, ayo!' Padahal saya di kantor tidak tidur-tidur, tetapi masih ada yang tidak mengepel dan sebagainya. Baik, saya yang melakukan. Dalam hati, saya berkata: 'Kau sengsaranya cuma segitu, aku lebih. Nanti karuniamu saya ambil.'"

Kegunaan minyak urapan:
Titus 3: 5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Minyak urapan Roh Kudus mampu mengadakan mujizat atas hidup kita.
Mujizat terbesar, yaitu mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Kita ingat, saat rasul Paulus menumpangkan tangan, maka mulailah mereka berbahasa Roh dan bernubuat; mulut diubahkan.
Begitu juga di loteng Yerusalem, begitu Roh Kudus turun, mata diubahkan; panca indera yang diubahkan.

Karena malam ini kita membahas mengenai minyak untuk melumas mata, maka kita belajar mata yang diubahkan.
Kisah rasul 2:3
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

'tampaklah' = mata.
Mata diubahkan oleh Roh Kudus, yaitu mata hanya memandang kepada TUHAN, sehingga kita tidak goyah, tetapi KUAT DAN TEGUH HATI.

Mazmur 16: 8
16:8 Aku senantiasa
memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Ingat! Jangan pandang manusia, tetapi pandang TUHAN! Kalau memandang manusia, kita bisa bingung dan tidak damai--dulu begini sekarang begitu atau pengajarannya berubah-ubah. Pandanglah TUHAN, sebab Ia tidak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya, sehingga kita tidak akan goyah juga--kuat teguh hati.

Kalau sudah kuat teguh hati, hasilnya:

  • Yohanes 16: 33
    16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
    Hasil pertama: kita bisa mengalahkan dunia, sehingga kita menjadi setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir, dan kita selalu mengalami damai sejahtera--semua enak dan ringan.

    Dunia ini yang membuat kita tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN (Yakobus 4: 4).


  • 1 Tawarikh 19: 13 => peperangan melawan bani Amon dan orang Aram
    19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Hasil kedua: kita mengalami kemenangan atas musuh-musuh; semua masalah diselesaikan oleh TUHAN bahkan sampai yang mustahil sekalipun dan TUHAN menjadikan semua baik, berhasil, dan indah pada waktunya.


  • 1 Tesalonika 3: 13
    3:13 Kiranya Dia
    menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

    Hasil ketiga: saat kedatangan Yesus kedua kali, kita dijadikan sempurna--tak bercacat cela--seperti Yesus; kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; kita memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya.

Mari malam ini, kita membeli kekayaan ketiga--minyak untuk melumas mata--, yaitu

  1. Dasar dulu, yaitu kita masuk halaman Tabernakel--percaya, bertobat, baptis air dan baptis Roh Kudus; kita hidup benar dan bisa menjadi imam-imam.
  2. Masuk ruangan suci--hati disucikan; kita bisa rendah hati dan lemah lembut--, sehingga Roh Kudus dicurahkan dan betul-betul kita dipakai oleh TUHAN.
    Hasilnya, kita mengalami damai sejahtera.


  3. Terakhir, kita harus mengalami percikan darah, supaya kita diubahkan menjadi kuat dan teguh hati; kita hanya memandang TUHAN hari-hari ini.

    Memandang TUHAN, artinya kita bisa setia--semua enak ringan--, semua masalah terselesaikan, semua berhasil dan indah, sampai kita sempurna seperti Dia.

Malam ini, serahkan semua ke dalam tangan TUHAN. Kuat teguh hati dan mujizat akan terjadi di tengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top