English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 09 April 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Desember 2018 (Minggu Siang)
Dari firman Tuhan ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2012 (Selasa Sore)
(Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Agustus 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Doa Malang, 19 Maret 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding

Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian.

Matius 10:34-42
10:34 “Jangan kamu menyangka,...

Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 24 November 2010 (Rabu Pagi)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 05 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 September 2014 (Senin sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada kesempatan...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Mei 2010 (Rabu Sore)

Pembicara: Sdr. Budiman Tampubolon

Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 April 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:4
11:4. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

Dua saksi, Musa (kuasa untuk merubah air jadi darah) dan Elia (kuasa untuk menurunkan hujan), sama dengan dua pohon zaitun, ada kaitan dengan minyak urapan Roh Kudus.
Dua saksi juga sama dengan dua kaki dian/ pelita emas, berkaitan dengan terang kesaksian.
Jadi, minyak urapan Roh Kudus membuat pelita tetap menyala di tengah kegelapan.
Artinya Roh Kudus memberi kekuatan kepada kita untuk bersaksi di tengah kegelapan dan kegoncangan dunia di segala bidang, krisis dosa sampai puncaknya dosa, kebencian tanpa alasan, masa pra aniaya antikris selama tiga setengah tahun, sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Sampai kita bisa menjadi terang dunia, kehidupan yang sempurna seperti Yesus, mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Sekarang kita belajar tentang kaki dian emas/ pelita emas/ kandil.
Keluaran 25:31-32
25:31. "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya--dengan tombolnya dan kembangnya--haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Kaki dian emas terdiri dari tiga bagian supaya pelita bisa menyala:
  1. Kaki/ dasar, yaitu firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
  2. Batang, menunjuk pada Tuhan.
  3. Enam cabang. Angka 6 menunjuk pada manusia.

Syarat untuk pelita menyala atau syarat kehidupan menjadi saksi Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 April 2020):
  1. Harus memiliki kaki (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 April 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 07 April 2020).
  2. Harus memiliki batang/pokok (diterangkan pada Ibadah Jumat Agung Malang, 10 April 2020).
  3. Harus memiliki enam cabang (diterangkan pada Ibadah Paskah Malang, 12 April 2020).

Ad. 3. Harus memiliki enam cabang.
Tiap cabang terdiri dari tiga rangkaian, yaitu kelopak, tombol, dan bunga.
Jadi setiap cabang memiliki sembilan unit.

Enam cabang harus melekat pada batang/ pokok, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar (pribadi Yesus).
Ini menunjuk pada:
  1. Hubungan kesetiaan/ ketekunan, terutama ketekunan dalam kandang penggembalaan (Ruanga Suci), ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu ibadah raya (persekutuan dengan Allah Roh Kudus), ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci (persekutuan dengan Anak Allah), dan ibadah doa (persekutuan dengan Allah Bapa).
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal.

  2. Hubungan kesucian.

Ranting memang kecil, tetapi kalau setia/ tekun dan suci, ranting akan mengalami urapan Roh Kudus sehingga menghasilkan angka sembilan, yaitu:
  1. Sembilan karunia Roh Kudus.
    1 Korintus 12: 9-10
    12:8. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat(1), dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan(2).
    12:9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman(3), dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan(4).
    12:10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat(5), dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat(6), dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh(7). Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh(8), dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu(9).


  2. Sembilan jabatan pelayanan. Kalau ada karunia pasti ada jabatan.
    1 Korintus 12: 28-30
    12:28. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul(1), kedua sebagai nabi(2), ketiga sebagai pengajar(3). Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat(4), untuk menyembuhkan(5), untuk melayani(6), untuk memimpin(7), dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh(8).
    12:29. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
    12:30. atau untuk menyembuhkan(5), atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh(9)?

    Kalau jabatan ini dimampatkan, akan menjadi lima jabatan pokok:
    • Rasul.
    • Nabi.
    • Pengajar.
    • Jabatan 4-6 disandang oleh seorang penginjil.
    • Jabatan 7-9 disandang oleh seorang gembala.

    Kalau punya sembilan karunia Roh Kudus dan sembilan jabatan, kita akan dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Sorga.
    Efesus 4:7,11-12
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    'kasih karunia' = karunia Roh Kudus.
    Ayat 11 = jabatan pelayanan.

    Tadi, sembilan jabatan dimampatkan jadi lima.
    Lima adalah jari tangan Tuhan. Ada tangan Tuhan dalam sidang jemaat:
    • Jempol = rasul.
    • Telunjuk = nabi.
    • Jari tengah = penginjil.
    • Jari manis = gembala.
    • Kelingking = guru.

    Jadi, jika kita melayani Tuhan dengan kesucian dan kesetiaan/ ketekunan, dan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang dipercayakan Tuhan, mulai dari dalam nikah, maka tangan Tuhan bekerja di dalam sidang jemaat untuk melakukan keajaiban sampai menyempurnakan kita semua.

    Mulai dari dalam nikah perhatikan kesucian dan kesetiaan. Pada masa pacaran perhatikan kesucian dan kesetiaan. Kalau tidak suci dan setia, yang ada hanya tangan setan. Jangan main-main melayani Tuhan dalam nikah dan penggembalaan.

    2 Tawarikh 26:16-21
    26:16. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
    26:17. Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
    26:18. mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."
    26:19. Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.
    26:20. Imam kepala Azarya dan semua imam lainnya memandang kepadanya, dan sesungguhnya, ia sakit kusta pada dahinya. Cepat-cepat mereka mengusirnya dari sana, dan ia sendiri tergesa-gesa keluar, karena TUHAN telah menimpakan tulah kepadanya.
    26:21. Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.

    'dikuduskan'= suci dan setia.
    Tanda orang sombong adalah marah saat diingatkan.

    Sebaliknya, raja Uzia bekerja dengan kekuatan dan kekayaannya sendiri, tetapi tanpa kesetiaan dan kesucian, tidak sesuai dengan karunia dan jabatan dari Tuhan, sehingga ia menjadi sombong.
    Di dalam nikah juga, seringkali suami mulai sombong saat diberkati, memandang rendah istrinya, demikian juga sebaliknya. Ini yang menimbulkan banyak perselingkuhan.
    Di dalam penggembalaan juga mulai memandang rendah gembalanya.

    Sombong juga berarti menggembar-gemborkan perkara jasmani, hanya memikirkan perkara jasmani.

    Kusta = kebenaran sendiri, artinya hanya menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan.
    Kusta juga menunjuk pada kenajisan.
    Marah saat ditegur atau dinasihati = kejahatan.
    Kalau bekerja dengan kesucian dan kesetiaan, maka, akan mengoreksi diri lebih dulu saat ditegur, bukan marah.

    Saul juga pernah membakar korban untuk Tuhan (1 Samuel 13). Ia disuruh menunggu Samuel, tinggal tunggu sedikit waktu lagi, tetapi ia yang membakar korban. Di situ Tuhan katakan sebagai tindakan bodoh dan nekad, tidak taat.
    Akibatnya adalah kehilangan kerajaan, sama dengan kehilangan segala-galanya.
    Tadi, raja Uzia diasingkan dari tubuh Kristus, sama dengan merusak tubuh Kristus, berarti membangun tubuh Babel dan binasa untuk selamanya.

    Jaga kesucian, kesetiaan, dan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan!

  3. Sembilan perbuatan kasih Allah Bapa.
    1 Korintus 13:1-8
    13:1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
    13:2. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
    13:3. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
    13:4. Kasih itu sabar(2); kasih itu murah hati(3); ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    13:5. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
    13:6. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran(4).
    13:7. Ia menutupi segala sesuatu(5), percaya segala sesuatu(6), mengharapkan segala sesuatu(7), sabar menanggung segala sesuatu(8).
    13:8. Kasih tidak berkesudahan(9); nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    Perbuatan kasih yang pertama adalah kasih itu terutama.
    Kasih adalah motor penggerak dari pelayanan, bukan uang. Kalau uang, cepat habis. Setiap jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus harus dikerjakan dalam kasih.

    Kalau motor penggeraknya kasih, hasilnya:
    • Kasih adalah kekal, sehingga ibadah pelayanan kita kekal selamanya sampai di Sorga, tidak mungkin berhenti atau tersandung atau jatuh di tengah jalan, tidak mungkin pensiun.

    • Di dalam kasih, kita akan beribadah melayani Tuhan dengan taat dan setia berkobar-kobar sampai selama-lamanya, tidak akan melawan Tuhan.
      Kalau motornya uang dan sebagainya, maka saat diberkati akan mulai melawan yang benar seperti raja Uzia.
    • Kasih membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Zefanya 3:17-18
      3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      3:18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

      Berubah sama dengan berbuah, menghasilkan sembilan buah roh.

      Galatia 5:22-23
      5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Kasih, sukacita, damai sejahtera = gambar/ tabiat Allah Bapa.
      Kesabaran, kemurahan, kebaikan = gambar/ tabiat Anak Allah.
      Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri = gambar/ tabiat Allah Roh Kudus.

      Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal, berarti kita sempurna, sama mulia dengan Tuhan.


Kesimpulannya adalah lewat sembilan karunia Roh Kudus, sembilan jabatan pelayanan, dan sembilan perbuatan kasih, kita akan dipakai dalam kegerakan pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini sama dengan kita dikembalikan pada gambar Allah Tritunggal. Kita mengalami sukacita Sorga sampai menjadi sama mulia dengan Yesus untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, puncak sukacita Sorga. Kita kembali ke Firdaus, sampai masuk Yerusalem baru.

Setelah memiliki sembilan karunia, sembilan jabatan, dan sembilan perbuatan kasih sampai sembilan buah roh (4 x 9), harus waspada sebab masih ada serangan setan.
Yosua 7:3-5
7:3. Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja."
7:4. Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.
7:5. Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

Serangan setan ini justru di tahap akhir. Yosua memimpin Israel di tahap akhir untuk masuk Kanaan.
Yosua dan bangsa Israel menghadapi Ai yang membunuh 'tiga puluh enam', sama dengan menghancurkan 4 x 9.

Ai artinya kota kecil/ reruntuhan. Dulu Yosua kalah menghadapi reruntuhan, padahal ia menang atas Yerikho yang kuat.
Demikian juga sekarang, dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, setan akan menggunakan roh reruntuhan untuk membuat hamba/ pelayan Tuhan menjadi tawar hati (menghancurkan 4 x 9), artinya kecewa, putus asa, mulai tidak setia, sampai meninggalkan Tuhan/ ibadah pelayanan.

Reruntuhan ini tidak berguna. Harus dibuang! Kalau tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan, akibatnya adalah hancur sampai binasa. Entah nikahnya atau keuangannya pasti hancur. Jangan coba-coba!
Lebih baik dosa reruntuhannya dibuang dari pada jabatannya yang dibuang.

Apa penyebab keruntuhan? Karena meremehkan musuh atau lengah ('biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang') dan tidak mau berkorban ('janganlah kaususahkan seluruh bangsa').
Yosua 7:3-4
7:3. Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja."
7:4. Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.

Di dalam Tabernakel, tiga ribu menunjuk pada ruangan suci (2000) ditambah ruangan maha suci (1000).
Ruangan suci = penggembalaan.
Di dalam ruangan maha suci ada tabut perjanjian, sekarang artinya Kabar Mempelai.

Jadi, 3000 artinya kehidupan yang sudah tergembala oleh Kabar Mempelai. Sudah bagus, tetapi tidak sungguh-sungguh (lengah) dan terutama tidak mau berkorban waktu, tenaga, keuangan, dosa, perasaan dan lain-lain untuk Tuhan.
Kalau tidak mau berkorban, pasti menyakiti dan mengorbankan orang lain sampai mengorbankan Tuhan/ pengajaran yang benar. Ini berarti menjadi sama seperti antikris.

Praktik roh reruntuhan:
  1. Dosa kejahatan, Akhan mencuri.
    Yosua 7:1-2
    7:1. Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.
    7:2. Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai, yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel, dan berkata kepada mereka, demikian: "Pergilah ke sana dan intailah negeri itu." Maka pergilah orang-orang itu ke sana dan mengintai kota Ai.

    Apa yang dicuri? Kain, pakaian, emas, dan perak yang merupakan milik Tuhan.
    Yosua 7:20-21
    7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    7:21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    Yosua 6:24
    6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

    Sekarang artinya mencuri persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan.
    Akibatnya adalah Akhan dilempar ke lembah Akhor, artinya lembah kesukaran.

    Yosua 7:25-26
    7:25. Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
    7:26. Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.

    Dulu Akhan mencuri emas dan perak. Yudas mencuri uangnya Tuhan. Tetapi sekarang mencuri kepercayaan Tuhan kepada seorang gembala tentang persepuluhan dan persembahan khusus. Gembala tidak dipercaya lagi untuk menerima milik Tuhan, sehingga gembala tidak dipercaya juga makanan rohani. Akibatnya jemaat lapar dan mati rohani.

  2. Dosa kenajisan.
    Ulangan 3:11
    3:11. Hanya Og, raja Basan, yang tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Sesungguhnya, ranjangnya adalah ranjang dari besi; bukankah itu masih ada di kota Raba bani Amon? Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, menurut hasta biasa."

    Hati-hati dengan kenajisan dalam nikah, mulai dari masa pacaran.

    Ranjang besi menunjuk pada kekerasan, suami kasar terhadap istri, kata-kata istri menyakiti suami, dan kepahitan.

  3. Perkataan sia-sia: dusta, ingkar janji, fitnah, gosip, sampai hujat.
    Amsal 11:11
    11:11. Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Roh reruntuhan ini dimulai dari tidak sungguh-sungguh dalam kerohanian apalagi sudah dalam pengajaran. Ini yang berbahaya.

Bukti kesungguhan kita adalah jujur.
Amsal 10:20
10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

Kalau tidak jujur, bahaya, berarti masih ada jahat, najis, dan pahitnya.

Contoh kehidupan yang runtuh menjadi antikris: Yudas Iskariot.
1 Yohanes 2:18-19
2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Yudas runtuh, tidak berguna, sampai binasa karena:
  • Tdak sungguh-sungguh dalam penggembalaan yang benar. Gembalanya Yesus tetapi ia masih datang ke ahli Taurat.
  • Tidak sungguh-sungguh dalam firman pengajaran yang benar. Yudas mulai mengkritik Yesus dan seterusnya.
  • Tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan.
  • Tidak jujur.
  • Tidak sungguh-sungguh dalam penyembahan.

Akibatnya adalah 4 x 9 hilang. Jabatannya hilang, berarti semuanya hilang.
Ia kecewa, putus asa, dan gantung diri, sehingga perutnya pecah dan isi perutnya terburai, artinya busuk sampai kebinasaan.

Tuhan tidak melihat kehebatan kita dalam segala hal. Tuhan tidak melihat kekurangan dan kelemahan kita dalam segala hal, tetapi Ia melihat kesungguhan sampai ketulusan/ kejujuran kita semua.

Yosua 7:6
7:6. Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya.

Yosua tersungkur di kaki Tuhan, jujur mengaku ia hanya debu tanah liat, artinya sungguh-sungguh mengaku kelemahan dan kekurangan secara rohani, yaitu dosa sampai puncaknya dosa. Mengaku dosa oleh dorongan firman dan jangan berbuat lagi. Jujur mengaku pikiran daging yang tidak mau berkorban untuk perkara rohani, meremehkan perkara rohani. Jujur mengaku keadaan jasmani yaitu kalah, gagal, tidak bisa apa-apa dan sebagainya.

Hosea 6:3
6:3. Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Jika kita sungguh-sungguh jujur dalam nikah, ibadah pelayanan, dan penyembahan, Tuhan akan muncul seperti matahari dan hujan. Kalau ada matahari dan hujan, akan muncul pelangi. Pelangi kemuliaan Tuhan ada di tengah kita.

Hasilnya:
  1. Uluran tangan belas kasih Tuhan membebaskan kita dari kutukan dan penghukuman Tuhan.
    Kejadian 9:13-15
    9:13. Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
    9:14. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
    9:15. maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

    Kita bebas dari dosa sampai puncaknya dosa, sehingga kita hidup benar. Kita diangkat dari lembah air mata, masalah, penderitaan, dan kita berbahagia, semua masalah selesai.

  2. Tangan Tuhan memberikan pikiran dan perasaan Yesus, yaitu carilah dahulu kerajaan Sorga dan kebenarannya.
    Artinya kita harus mengutamakan perkara rohani dari pada yang jasmani, mengorbankan yang jasmani untuk dapat yang rohani.

    Wahyu 10:1

    10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.

    Kita menjadi hamba Tuhan yang setia.
    Maka kita diangkat dari lembah duri, ketakutan, kekuatiran, menjadi damai sejahtera, semua enak dan ringan.

    Utamakan Tuhan, dan semua akan ditambahkan oleh Tuhan. Dia tidak akan pernah menipu. Kita akan diberkati dan dipelihara oleh Tuhan secara berkelimphan sampai mengucap syukur kepada Dia.

  3. Kemuliaan Tuhan.
    Wahyu 4:3
    4:3. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

    Yehezkiel 1:28
    1:28. Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

    Keluarga Marta mengasihi Tuhan tetapi diizinkan menghadapi awan yang gelap dan hujan lebat, yaitu Lazarus mati.
    Artinya kebusukan, kegagalan.

    Yang gagal jadi berhasil dan indah, mustahil jadi tidak mustahil, sampai kita jadi sama mulia dengan Tuhan. Kita siap untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top