English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 17 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Oktober 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18, ajaran Saduki adalah ajaran yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan,...

Ibadah Raya Surabaya, 28 November 2010 (Minggu Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam
Tema di Jakarta "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Maret 2010 (Rabu Sore)
Markus 2: 18-20
Waktu berpuasa (ay. 20), yaitu saat terjadi jarak antara kita...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Raya Malang, 11 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5, yaitu tentang kedatangan Tuhan Yesus yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Maret 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2017 (Rabu Sore)
Matius 14: 13
14:13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Mei 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan sidang jemaat dalam kemuliaan di awan-awan...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANE.
'Getsemane'= tempat pemerasan daging.
Di Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan/pengikut-pengikut Yesus juga harus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Malang, 12 April 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:4
11:4. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

Dua saksi, Musa dan Elia, diutus oleh Tuhan pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun untuk menguatkan gereja Tuhan yang ketinggalan saat antikris berkuasa di bumi, tidak disingkirkan ke padang gurun. Ini supaya mereka tidak menyembah antikris, tidak menyangkal Tuhan, tidak berkhianat pada Tuhan tetapi tetap menyembah Yesus sekalipun harus mengalami siksaan yang dahsyat sampai dipancung kepalanya (mati syahid). Mati syahid berarti menjadi saksi Tuhan, dan saat Yesus datang kembali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Dua saksi sama dengan dua pohon zaitun, ada kaitan dengan minyak urapan Roh Kudus.
Dua saksi juga sama dengan dua kaki dian/ pelita emas, berkaitan dengan terang kesaksian.
Jadi, Roh Kudus tidak bisa dipisahkan dari terang kesaksian.

Yohanes 15:25-27
15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Roh penghibur = Roh Kudus, Roh kebenaran.
Roh Kudus/ Roh penghibur/ Roh kebenaran adalah:
  1. Kuasa atau kekuatan untuk kita bisa bersaksi di tengah kesulitan, kebencian, kegoncangan dunia yang tidak bisa dipikirkan, termasuk kebencian tanpa alasan, masa pra aniaya antikris, sampai masa antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Kalau tidak ada kuasa Roh Kudus, pasti menyangkal Tuhan.

  2. Minyak urapan yang membuat pelita tetap menyala di tengah kegelapan dunia, kesulitan, aniaya dan lain-lain.
    Mulai dari rumah tangga kita bisa menjadi terang/ kesaksian, kemudian di depan semua orang, sampai nanti menjadi terang dunia, sempurna seperti Yesus.

Sekarang kita belajar tentang kaki dian emas/ pelita emas/ kandil.
Keluaran 25:31-32
25:31. "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya--dengan tombolnya dan kembangnya--haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Kaki dian emas terdiri dari tiga bagian supaya pelita bisa menyala:
  1. Kaki.
  2. Batang.
  3. Cabang.

Syarat untuk pelita menyala atau syarat kehidupan menjadi saksi Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 April 2020):
  1. Harus memiliki kaki (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 April 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 07 April 2020).
  2. Harus memiliki batang/pokok (diterangkan pada Ibadah Jumat Agung Malang, 10 April 2020).
  3. Harus memiliki enam cabang.

Ad. 3. Harus memiliki cabang
Enam cabang harus melekat pada batang/ pokok, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar.
Batang/ pokok menunjuk pada pribadi Yesus.

Melekat pada batang/ pokok artinya hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan kesucian dan kesetiaan/ ketekunan.
Hubungan ketekunan menunjuk pada ketekunan dalam kandang penggembalaan atau ruangan suci, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
  1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

  2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal, karena kasih adalah kekal.

Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh Setan tritunggal. Kita dilindungi Tuhan seperti di Gosyen. Kita tidak akan jatuh dan tersesat, tetapi kita disucikan terus menerus sehingga kita mengalami minyak urapan Roh Kudus.

Ranting memang kecil tetapi kalau melekat pada pokok anggur yang benar/ pribadi Yesus, suci dan setia/ tekun, kita akan mengalami minyak urapan Roh Kudus yang memberikan sembilan karunia Roh Kudus, yang menentukan karunia.
Kalau ada karunia, pasti ada sembilan jabatan pelayanan, dan sembilan perbuatan kasih Allah Bapa.
Terakhir, kita menghasilkan sembilan buah Roh Kudus.

Galatia 5:22-23
5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

'kasih, sukacita, damai sejahtera' = gambar Allah Bapa.
'kesabaran, kemurahan, kebaikan' = gambar Anak Allah.
'kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri' = gambar Allah Roh Kudus.

Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.
Berbuah sama dengan bercahaya, menjadi saksi, sampai menjadi terang dunia, sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Kita mengalami kelepasan dari maut, dan siap untuk diangkat ke awan-awan yang permai, bertemu dengan Yesus yang datang kembali kedua kali. Kita masuk Yerusalem baru selamanya. Kita mengalami kelepasan dari maut/ kebinasaan selama-lamanya.
Biar hari-hari ini kita menjadi pelita yang bercahaya.

Tema Paskah kita adalah KUASA PASKAH SANGGUP UNTUK MENYUCIKAN DAN MENYEMPURNAKAN KITA, SEHINGGA KITA MENGALAMI KELEPASAN DARI MAUT/ KEBINASAAN SELAMANYA. Kuasa Paskah menyucikan kita sampai kita mencapai kesempurnaan.

Keluaran 12:42
12:42. Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.

'keluar dari tanah Mesir'= kelepasan dari Mesir. Bagi kita sekarang, kelepasan dari dunia, disingkirkan ke padang gurun, dan terangkat ke Sorga.
Keluaran 12 bicara tentang perayaan Paskah.

Keadaan kita sekarang di akhir zaman adalah sama seperti keadaan Israel yang siap untuk keluar dari Mesir. Kita semua juga harus siap untuk keluar dari dunia ini.

Ada dua hal yang dahsyat yang kita hadapi:
  1. Mesir menghadapi sepuluh kali penghukuman dari Tuhan.
    Sekarang, dunia akhir zaman menghadapi tiga kali tujuh penghukuman dari Allah Tritunggal sehingga terjadi kegoncangan di segala bidang sampai dengan menghadapi maut yang bergentayangan hari-hari ini. Dulu, di Mesir hukuman terakhir adalah kematian anak sulung.

  2. Israel menghadapi kelepasan dari Mesir menuju padang gurun sampai ke Kanaan, negeri perjanjian.
    Bagi kita sekarang, kita menghadapi kelepasan dari dunia untuk menuju padang gurun selama tiga setengah tahun, awan-awan yang permai, sampai menuju Yerusalem Baru.

Ini dua kedahsyatan yang pasti terjadi.
Yang penting bagi kita adalah malam berjaga-jaga:
  1. Malam berjaga-jaga bagi Tuhan.
    Yesus sebagai Gembala Agung dan Imam Besar selalu menaikkan doa syafaat bagi kita dan memberikan pembukaan firman.
    Tuhan juga mempercayakan gembala-gembala manusia. Karena itu gembala manusia juga harus menaikkan doa penyahutan dan menyampaikan firman pengajaran yang benar.

  2. Malam berjaga-jaga bagi kita. Sidang jemaat yaitu kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada pembukaan firman sekalipun bertentangan dengan kehendak daging, dan banyak menyembah Tuhan, supaya kita tidak dihukum tetapi mengalami Paskah/ kelepasan.
Tahun ini adalah tahun penyembahan, malam berjaga-jaga.

Ada tiga hal yang harus dijaga:
  1. Harus ada tanda darah anak domba Paskah, sekarang darah Yesus, pada setiap pintu rumah.
    Keluaran 12:3,5-6,21-22,29-30
    12:3. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
    12:5. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
    12:6. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
    12:21. Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
    12:22. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
    12:29. Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
    12:30. Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian.

    Ketentuannya adalah anak domba Paskah diambil pada tanggal 10, kemudian dikurung sampai tanggal 14 (empat hari), setelah itu baru disembelih.
    Kemudian darahnya disapukan pada setiap pintu rumah (dua tiang dan ambang atas).

    Pintu rumah menunjuk pada pintu hati dan pintu rumah tangga. Setiap pribadi dan nikah harus ada darah penebusan.
    1 Korintus 5: 7-8, 11
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Darah anak domba Paskah, darah Yesus, sanggup menyucikan dan melepaskan kita dari enam dosa yang mendarah daging:
    • Cabul = dosa percabulan.
    • Kikir.
    • Pemfitnah = salah jadi benar, benar jadi salah.
    • Pemabuk = merokok, mabuk, dan narkoba
    • Penipu.
    • Penyembahan berhala = segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi dan mengutamakan Tuhan/ perkara rohani sehingga selalu lambat dalam perkara rohani.

      1 Samuel 15:23
      15:23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

      Tidak taat/ degil juga sama dengan penyembahan berhala.

    Kalau ada enam dosa, berarti tidak ada tanda darah.

    Enam dosa yang mendarah daging mengakibatkan:
    • Tangisan/ seruan yang hebat = penderitaan, kesusahan, segala bencana termasuk bencana alam, masalah yang membuat kita tidak berdaya seperti sehelai rambut di tengah gelombang, penyakit, dan lain-lain.
      Kisah Rasul 27:33-34
      27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
      27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

      Tanpa tanda darah kita benar-benar seperti sehelai rambut yang binasa.

    • Kematian rohani sampai busuk.
      Tadi anak domba dikurung selama empat hari. Empat hari mengingatkan kita pada Lazarus yang mati dan busuk.

    • Kebinasaan di neraka selamanya.

    Biarlah kuasa Paskah/kuasa darah Yesus menyuccikan dan melepaskan kita dari enam dosa yang mendarah daging, sehingga kita hidup dalam kebenaran dan kemurnian, suci sampai dalam hati. Jangan ada kemunafikan.

    Hasilnya:
    • Sekalipun kita hanya sehelai rambut yang tidak berdaya di tengah gelombang dunia, kita akan mengalami kelepasan dari tangisan yang hebat. Kita mengalami suasana pesta Sorga, kebahagiaan Sorga.

    • Kita terlepas dari kebusukan, dan bisa menjadi saksi Tuhan, menjadi bau harum.

    • Hidup kekal selamanya, tidak binasa.

  2. Harus membawa adonan tanpa ragi yang dibungkus kain/ pakaian dan ditaruh di atas bahu.
    Keluaran 12:34
    12:34. Lalu bangsa itu mengangkat adonannya, sebelum diragi, dengan tempat adonan mereka terbungkus dalam kainnya di atas bahunya.

    Adonan terbuat dari tepung.
    Adonan tanpa ragi artinya firman pengajaran yang benar dan murni.
    Tandanya:
    • Tertulis dalam Alkitab.
    • Diwahyukan oleh Tuhan, dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, bukan ditafsirkan.
    • Disampaikan bukan untuk mencari keuntungan tetapi dengan pengorbanan.
    • Berani mengungkapkan nikah dan tahbisan yang benar.
    • Dipraktikkan.

    Ibrani 4:12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Ayat 12 = pedang = Tumim.
    Ayat 13 = terang = Urim.
    Jadi firman pengajaran yang benar dan murni sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sama dengan Urim dan Tumim yang ada di atas jantung hati Imam Besar [Keluaran 28:30].
    Artinya dalam setiap pemberitaan firman selalu ada hadirat Imam Besar.

    Tadi, adonan harus diletakkan di atas bahu, artinya kita harus bertanggung-jawab untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar apa pun resikonya, dan bertanggung-jawab untuk mempraktikkannya, menyaksikan, dan memberitakannya apa pun resikonya.

    Kemudian adonan dibungkus dengan kain/ pakaian.
    Pakaian menunjuk pada solah tingkah laku hidup.
    Artinya jika kita praktik firman pengajaran yang benar, kita akan mengalami penyucian seluruh hidup sehingga firman pengajaran yang benar mendarah daging dalam hidup kita.

    Apa yang disucikan?
    • Hati dan pikiran.
      Kisah Rasul 5:1-5
      5:1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
      5:2. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
      5:3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
      5:4. Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
      5:5. Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

      Hati dan pikiran disucikan dari keinginan jahat/ keinginan akan uang, ikatan terakhir dari gereja Tuhan. Hati-hati, waktu Israel mau keluar dari Mesir, yang terakhir adalah binatang tidak boleh dibawa ke luar.

      Praktik keinginan akan uang adalah kikir dan serakah.
      Kikir = tidak bisa memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Ananias dan Safira mati. Karena itu harus disucikan dengan Urim dan Tumim. Begitu ada keinginan akan uang, di situ maut bergentayangan. Sekarang mati rohani, tidak bergairah dalam perkara rohani tetapi hanya berbuat dosa.

    • Penyucian pelayanan baik kepada Tuhan mapun sesama.
      Nehemia 7:64-65
      7:64. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
      7:65. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

      Melayani Tuhan harus dengan kesucian. Kalau sudah suci, kita melayani Dia dengan setia berkobar-kobar dan mengasihi Dia lebih dari semua, taat dengar-dengaran.
      Ini pelayanan yang berkenan, dan nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

      Pelayanan kepada sesama adalah lewat perkataan dan perbuatan benar, suci, dan baik.
      Perbuatan benar, suci, dan baik artinya tidak berbuat jahat tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan, sampai mengasihi sesama seperti diri sendiri, dan mengasihi orang yang memusuhi kita. Kalau berbuat jahat tidak akan mewarisi Sorga.

    • Penyucian karakter dosa yang tidak disadari.
      1 Samuel 14:41,43-45
      14:41. Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
      14:43. Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
      14:44. Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
      14:45. Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.

      Seringkali dosa dianggap sedikit, dianggap tidak apa-apa. Mungkin tidak beribadah satu kali dianggap tidak apa-apa, padahal sebenarnya bisa beribadah.
      Hati-hati dengan dosa yang dianggap biasa/ kecil sampai dosa kebanggaan, kecewa, pedih hati, putus asa, karakter yang mendalam.

    Jika hati, pikiran, perbuatan, perkataan, dan karakter disucikan oleh firman pengajaran yang benar (Urim dan Tumim), maka kita akan mengalami penyucian seluruh hidup kita, sama dengan firman pengajaran yang benar mendarah daging dalam hidup kita, tersimpan dalam hidup kita, bahkan menjadi kehidupan kita.

    Keluaran 12:39
    12:39. Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya.

    Keadaan dunia akhir zaman adalah tidak ada bekal yang lain, masuk dalam kelaparan/ krisis yang dahsyat secara jasmani dan rohani.
    Kelaparan secara rohani = tidak mengalami kepuasan, sehingga manusia menjadi jahat, najis, dan sadis. Pembunuhan akan terjadi, sampai rebah, binasa untuk selamanya.

    Tidak ada bekal lain juga berarti bekal satu-satunya untuk menghadapi krisis/ kelaparan di dunia adalah firman pengajaran yang benar harus tersimpan dalam hidup kita; mendarah daging dalam hidup kita.
    Sekalipun kita hanya sehelai rambut kita akan dipelihara oleh Tuhan.
    Firman inilah yang sebenarnya menghidupi kita, sampai nanti di padang gurun kita makan firman dan perjamuan suci. Tuhan tolong kita. Dia sanggup untuk menjamin dan memelihara hidup kita. Tidak ada yang mustahil bagi firman pengajaran yang benar.

    Kita juga mengalami pemeliharaan secara rohani, yaitu kita selalu mengucap syukur dan menjadi saksi Tuhan, sampai nanti nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

  3. Masa perbudakan = harus mengalami percikan darah, sengsara daging karena Yesus, sengsara dalam pelayanan, mempertahankan pengajaran yang benar, berdoa puasa, doa semalam suntuk, lapar karena melayani, dihina, difitnah, masa pra aniaya antikris dan sebagainya. Dan saat antikris berkuasa kita sudah disingkirkan ke padang gurun.

    Keluaran 12:40-41

    12:40. Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
    12:41. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

    Kita mengalami percikan darah sampai kita hanya mengaku bahwa kita hanya sehelai rambut.

    Matius 10:30

    10:30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

    Perikop: penganiayaan, masa antikris.

    Kita memang menghadapi percikan darah seperti sehelai rambut yang tidak berdaya.
    Mengapa Tuhan izinkan terjadi? Supaya kita mengalami Roh kemuliaan. Inilah kuasa Paskah.

    1 Petrus 4:12-14

    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Roh kemuliaan mengadakan mujizat rohani yaitu membaharui kita dari manusia daging menajdi manusia rohani seperti Yesus.

    Yakobus 5:7-11

    5:7. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    5:8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    5:9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
    5:10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    5:11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    Ayub mengalami percikan darah supaya ia menjadi sabar dan tekun. Ini mujizat rohani.
    Kita sabar dalam penderitaan, tidak bersungut dan menyalahkan orang tetapi mengucap syukur dan koreksi diri.
    Kita sabar menunggu waktu Tuhan, tidak mengambil jalan sendiri di luar firman.

    Kemudian kita tekun dalam kandang penggembalaan dan doa penyembahan. Banyak berdoa menyembah Tuhan hari-hari ini!

    Kuasa Paskah mampu melepaskan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yaitu sabar dan tekun seperti Yesus. Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Ia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya, tangan dengan kuasa Paskah, untuk:
    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup untuk menollong kita pada waktunya. Dia menyelesaikan semua masalah yang mustahil pada waktunya.
      Ibrani 4:16
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup untuk membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.
      Pengkhotbah 3:11
      3:11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    • Tangan belas kasih Tuhan meninggikan kita pada waktunya.
      1 Petrus 5:6
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Artinya kita diangkat dari kegagalan dan kemerosotan.
      Secara rohani, kita akan disucikan dan diubahkan untuk disingkirkan ke padang gurun yang jauh dari mata antikris. Kita terlepas dari dunia, sesudah itu kita diangkat ke awan-awan yang permai. Kita bertemu Yesus sampai masuk Yerusalem baru, Paskah terakhir.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top