English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Juni 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:54-56
9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus...

Ibadah Raya Malang, 26 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26= menunjuk pada buli-buli emas berisi manna= keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

ay. 6-13=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Juni 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 11:7-12
11:7. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Januari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31= keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus kedua kali:1. ay. 29
2. ay. 30
3....

Ibadah Raya Malang, 26 Januari 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:1-2
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 menunjuk tentang kebenaran. Tadinya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Agustus 2018 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-3
3:1 "Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Mei 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:7-10
11:7. Dan apabila mereka telah...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Juni 2015 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, kita membaca di dalam Matius 25: 6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= tentang 10...

Ibadah Doa Malang, 23 Februari 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan Penataran II Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 20 Juli 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Kitab Wahyu 2-3.
Wahyu 2-3 dalam susunan tabernakel menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian.

Tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian ini sama dengan 7 surat yang dikirim kepada 7 sidang jemaat bangsa kafir (Wahyu 1: 11).

Wahyu 1: 11
1:11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."

Tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian menunjuk tentang penyucian terakhir yang Tuhan lakukan kepada 7 sidang jemaat bangsa kafir sehingga sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus = menjadi mempelai wanita Surga.
Sebenarnya, ini sudah ditulis dalam kitab Yesaya (merupakan nubuatan dari kitab Yesaya).

Yesaya 4: 1
4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

Jadi, penyucian tujuh sidang jemaat bangsa kafir merupakan kegenapan dari nubuat yang tertulis dari Kitab nabi Yesaya.

Terdapat 2 pengertian dari nubuatan ini:

  1. pengertian negatif yang terjadi di bumi ini, di mana 7 perempuan memegang 1 laki-laki, ini menunjukkan kehancuran nikah, kawin cerai, kawin mengawinkan dan sebagainya ("tujuh lawan satu") = puncak kenajisan yang mengarah pada babel. Misalnya: laki-laki A kawin dengan B, bercerai, lalu kawin dengan C, bercerai lagi, lalu kawin dengan D dan seterusnya.
    '7 perempuan' = 7 wanita di dunia ini (arti negatif).


  2. pengertian positif adalah penyucian atas tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang merupakan kegenapan nubuat yang ditulis dalam kitab nabi Yesaya.
    '7 perempuan' = 7 sidang jemaat bangsa kafir.
    '1 laki-laki' = pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Surga.

Tujuh perempuan memegang satu laki-laki, tujuannya bukan untuk minta makanan dan pakaian.
Tadi disebutkan tujuh perempuan memegang satu laki-laki dan berkata 'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami' artinya ibadah kita di akhir jaman harus sudah meningkat sedemikian rupa, bukan lagi mencari makanan dan pakaian secara jasmani (berkat-berkat jasmani), tetapi kita berlomba-lomba untuk semakin melekat pada Yesus sebagai Mempelai Pria Surga, sehingga kita mengalami penyucian terakhir sampai sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita surga yang tidak terpisah lagi dengan Dia selama-lamanya.

Yesus sebagai Mempelai Pria Surga = suami = kepala. Kita sebagai mempelai wanita = istri = tubuh Kristus.
Kepala dengan tubuh tidak akan terpisah lagi = Mempelai Pria Surga dan mempelai wanita tidak akan terpisah lagi.

Sekarang ini, banyak diajarkan di gereja "ayo, supaya kita banyak diberkati", padahal ini salah besar! Jika di gereja diajarkan untuk mencari berkat-berkat yang jasmani, ini sama dengan ke gunung-gunung untuk mendapatkan kekayaan. Jadi, yang dicari dalam ibadah adalah penyucian, sedangkan makanan dan pakaian itu hanya bonus.

Proses penyucian terakhir sampai kita sempurna seperti Dia:

  1. Yesaya 4: 1
    4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Proses penyucian yang pertama: 'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri ' = penyucian terhadap tabiat daging yang namanya kekuatiran.

    Lukas 12: 29-30
    12:29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
    12:30. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

    Lukas 12: 29 = Matius 6 'Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?'
    'Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah' = bangsa kafir memang mencari ini semua. Jika beribadah mencari yang jasmani, memang mendapatkan yang jasmani, tetapi hilang yang rohani, dan ini suatu kerugian!

    Bangsa kafir selalu kuatir tentang apa yang dimakan, dipakai (kebutuhan sehari-hari), masa depan (kuatir akan jodoh, sekolah dan lain-lain). Inilah yang selalu dipertanyakan oleh bangsa kafir.
    Sebab itu kalau dibuka ibadah yang memberitakan berkat-berkat, bangsa kafir senang, tetapi kehilangan segalanya.

    Kalau bangsa kafir berani berkata 'berani menanggung makanan dan pakaian kami sendiri' (makanan dan pakaian tidak usah diberikan lagi), ini berarti bangsa kafir mengalami penyucian dari tabiat kekafiran yaitu kekuatiran. Inilah yang harus disucikan.

    Contoh kalau ada kekuatiran:


    • yang bekerja: mau datang ibadah, tutup toko, tetapi kuatir terus (langganannya takut diambil orang).
    • yang sekolah: kalau datang ke gereja, nanti belajarnya kurang, sehingga kuatir terus.


    Kalau kita sudah disucikan dari kekuatiran, buktinya:


    • Lukas 12: 31
      12:31. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

      Lukas 12: 31 = Matius 6 'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'.

      Bukti pertama disucikan dari kekuatiran: 'carilah dahulu kerajaan Surga dan kebenarannya' = kita beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan benar (tidak bisa dihalangi oleh apapun), setia dan tanggung jawab, setia dan berkobar-kobar.
      Hasilnya: semua kebutuhan kita akan ditambahkan oleh Tuhan.

      'ditambahkan' = kita menerima dari kayu salib dan selalu surplus, tidak pernah minus (tanda dari salib selalu tanda tambah). Kita memang bekerja dan mendapatkan gaji, tetapi kita hidup bukan dari itu semuanya, melainkan dari salib Tuhan (kemurahan Tuhan). Tuhan tidak pernah menipu kita, sebab Dia sudah mati di kayu salib.

      Kalau hidup dari toko, sebentar lagi ada peraturan "toko, harus begini-begini, akhirnya kita bingung". Kalau hidup dari gaji, nanti ada pajak, dan lain-lain, kita menjadi bingung, akhirnya malah kekurangan.

      Kalau kita hidup dari salib, dalam situasi kondisi apapun, di manapun, kapanpun, kita tetap bisa hidup (bahkan sampai hidup kekal), sebab Tuhan yang memelihara kehidupan kita.
      Biarlah ini menjadi iman kita semua.


    • Lukas 12: 32.
      12:32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

      Bukti kedua disucikan dari kekuatiran: 'kawanan kecil' = menjadi kawanan kecil (sekawanan domba sekalipun kecil dan tidak berdaya) = kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.

      Salah satu faktornya adalah harus selalu berada dalam kandang penggembalaan.

      Musa melihat kerajaan surga di atas Gunung Sinai, lalu Tuhan perintahkan Musa untuk membuat surga di bumi supaya sekalipun kita hidup di bumi tetapi seperti di surga. Seperti doa Tuhan Yesus "di bumi seperti di surga".
      Jadi, itulah tabernakel.

      Dalam Tabernakel, kandang pengembalaan ditunjukan dengan ruangan suci. Di dalam ruangan suci terdapat 3 macam alat (sekarang sudah hancur), ini menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      • pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya (ada kesaksian, nyanyian). Roh Kudus bagaikan air kehidpan. Disini, domba di beri minum.


      • meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran dan korban Kristus.
        Roti = makanan. Disini domba diberi makan.

        Kalau minum saja, tetapi tidak makan, nanti menjadi tidak sehat (perutnya buncit). Jadi harus minum dan ada juga makanan.


      • medzbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya. Doa itu bagaikan bernafas. Disini domba bisa bernafas dengan baik (ada sirkulasi udara yang baik).


      Perhatikanlah tiga macam ibadah! Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal (seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar), sehingga kita mengalami pemeliharaan oleh Allah Tritunggal (Gembala Agung). Ada makanan, minuman dan sirkulasi udara, inilah pemeliharaan.

      Raja Daud mengatakan "Tuhan adalah Gembala ku, takkan kekurangan aku".
      Hasilnya:


      • kita dipelihara secara berlimpah, tidak kekurangan, bahkan sampai mengucap syukur pada Tuhan ('takkan kekurangan aku').

        Berkelimpahan bukanlah berjuta-juta dan lain-lain, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan, baik lewat gaji dan sebagainya.


      • kita mengalami buah-buah yang manis.
        Kalau carang melekat pada Pokok anggur yang benar, pasti akan berbuah manis.
        Carang ini hanya tinggal melekat dan menghisap saja, sebab pokok itulah yang bekerja. Jadi, tergembala itu hanya melekat saja, tadi seperti "tujuh perempuan memegang seorang laki-laki".

        Jangan lepas! Kalau lepas, maka carang itu akan kering. Jika terlepas, jangankan mau berbuah, hidup saja sudah susah.


      • kita juga mengalami pertumbuhan rohani sampai ke arah kesempurnaan.
        'takkan kekurangan aku' berarti tidak ada cacat cela = sempurna.

        Kita ini banyak berbicara tentang bertumbuh. Dimana kita bisa bertumbuh? jika carang tidak melekat pada pokok, tidak akan bisa bertumbuh = jika tidak tergembala, kita tidak akan bisa bertumbuh. Jadi, bertumbuh itu di dalam kandang penggembalaan.

        Jika domba-domba tidak digembalakan, jarang ada domba yang hidup, sebab banyak yang diterkam oleh binatang buas (jangankan bertumbuh, hidup pun sulit).


    • Lukas 12: 33.
      12:33. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.

      Bukti ketiga disucikan dari kekuatiran: 'berikanlah sedekah' = bisa memberi. Selama masih ada kekuatiran, kita tidak akan bisa memberi. Jika sudah terlepas dari kekuatiran, seperti jemaat Makedonia, kita bisa memberi (jemaat Makedonia adalah jemaat yang miskin dan dalam pencobaan tetapi bisa memberi).

      Memberi ini bukan bergantung pada banyak sedikitnya harta, tetapi bergantung pada hati kita. Kalau tidak ada kekuatiran, kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Ini merupakan kegerakan iman (kegerakan memberi).

      Bangsa kafir harus masuk kegerakan iman seperti keledai yang ditunggangi oleh Yesus untuk masuk ke Yerusalem (kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna). Bangsa kafir ini digambarkan seperti keledai, sebab itu harus ditunggangi oleh Yesus.

      Satu waktu kita dituntut pertanggungan jawab oleh Tuhan "ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan, ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum". Tuhan membedakan, kambing di sebelah kiri dengan domba di sebelah kanan. Domba itu "ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan" = inilah kegerakan iman = kegerakan pembangunan tubuh Kristus. Kalau kambing "ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku minum", sehingga Tuhan katakan "terkutuklah engkau".

      Kalau kuatir, kita menjadi egois dan tidak bisa memberi, sehingga menjadi terkutuk.
      Artinya: keledai ditunggangi oleh Bileam yang merupakan gambaran dari nabi-nabi palsu dan antikris untuk menuju pada pembangunan tubuh babel (mempelai wanita setan yang akan dibinasakan selama-lamanya).

      Perempuan babel = pelacur besar.

      Kesaksian:
      "Mohon maaf, kalau saya di anggap sombong dan lain-lain. Kalau bukan karena pembangunan tubuh Kristus, sudah cukup semuanya. Kegiatan ibadah di Malang dan Surabaya sudah sangat cukup. Setiap hari saya kotbah, minimal dua kali sehari. Saya juga mengajar Lempin-El, hanya hari jumat saja praktis satu kali, tetapi itu pun saya hari jumat banyak keluar. Dalam satu bulan ini hari jumat sudah habis. Kemarin hari jumat saya ke Medan dan hari Sabtu sudah di sini, Jumat siang jam 11 berangkat ke Medan, jam 5 sore sampai di sana, jama 6 sore kotbah, setelah itu tidur, lalu jam 3-4 pagi sudah berangkat lagi ke sini, sebab hari sabtu melayani kaum muda di Malang. Sebenarnya ini sudah cukup, tetapi kita jangan menjadi egois, tetapi harus ingat yang lain. Kalau masalah pelayanan dan berkat, sudah cukup semuanya dan sudah enak (maaf).

      Dalam kunjungan, kita berdoa semoga Tuhan buka jalan, kalau bukan kehendak Tuhan ya batal. Tidak ada masalah bagi saya, saya hanya menyerah pada kehendak Tuhan. Inilah kegerakan Iman. Saya pembicara juga bayar sendiri, saya tidak mau dibayari, karena ini masuk kegerakan iman. Kalau saya minta dibayari, dimana imannya?, bagaimana yang akan dibangun imannya?

      Dulu waktu keledai yang ditunggangi Yesus lewat, ada yang menghamparkan pakaiannya, inilah kegerakan iman. Ranting-ranting, makanan juga dibuang. Biasanya bangsa kafir mencari makanan, tetapi begitu ada kegerakan iman, dibuang semuanya (diberikan pada keledai).
      Jadi, dalam kegerakan iman tidak ada kekuatiran lagi, tetapi percaya sepenuhnya kepada Tuhan.


      Mari kita melayani, jangankan mendengarkan firman, belum mendengarkan firman, mereka sudah diberkati. Saya tadi bersaksi di Malang, saya dulu di tempatkan di desa (di Gending) sambil melayani di Johor untuk membantu sebagai pengerja. Kalau ada 2 mobil saja kaum muda ke sana pada saat Natal, melihat 20 orang saja kesana, saya rasanya sudah sangat dikuatkan. Kegerakan iman memang membutuhkan pengorbanan, tetapi Yesus sudah lebih dahulu berkorban segala-galanya untuk kita. Apa yang kita korbankan tidak sebanding dengan korban Kristus."


  2. Yesaya 4: 1
    4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Proses penyucian yang kedua: 'ambillah aib yang ada pada kami'= penyucian dari aib atau cacat cela.

    Apa itu aib atau cacat cela?
    Yesaya 54: 4-5
    54:4. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.
    54:5. Sebab yang menjadi
    suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

    Jika aibnya dicabut ('ambillah aib yang ada pada kami!"), langsung bertemu Yesus ("suamimu") = langsung merasakan penampilan Yesus sebagai Mempelai Pria Surga.

    Terdapat 2 macam aib:


    • aib keremajaan (aib masa muda) = dosa-dosa yang memuncak sampai kepada puncaknya dosa, yaitu


      • dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.
      • dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri).


      Kaum muda jangan sampai ingin tahu bagaimana narkoba, merokok. Sebab, dosa itu mengikat semuanya. Namanya saja dosa makan minum, kawin mengawinkan, jadi diulang-ulang terus, ini berarti kita bisa terikat.
      Puncak dosa ini mengikat kita sampai membawa pada babel dan binasa selama-lamanya.


    • aib kejandaan = kering rohani.
      'janda'= putus hubungan dengan suami/mempelai pria secara rohani (putus hubungan dengan Tuhan).
      Artinya:


      • kering secara rohani, yaitu mulai bosan dalam ibadah pelayanan, bosan mendengar Firman Allah (mengantuk dan lain-lain), tidak ada kepuasan secara rohani, sehingga mencari kepuasan-kepuasan di dunia ini dan bisa jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

        Dulu berkobar-kobar, sekarang sudah bosan dalam ibadah pelayanan. Nomor satu yang dikoreksi mulai dari saya terlebih dahulu.

        Tidak ada kepuasan secara rohani, contohnya: di dalam rumah Tuhan melayani sebagai penyanyi, pemain musik, sebentar lagi pulang dari rumah Tuhan, masih mencari kepuasan di tempat-tempat karaoke dan sebagainya. Ini karena ada aib kejandaan (kering rohaninya).

        Jika kering rohani di lanjutkan, akhirnya bisa mati rohani.


      • mati rohani = tidak bisa menyembah Tuhan.
        Suami adalah kepala. Istri adalah tubuh. Hubungan kepala dengan tubuh adalah leher (penyembahan).
        Karena janda (sudah terpisah), maka hubungan kepala dan tubuh tidak ada lagi = tidak bisa menyembah Tuhan, tidak merasa menyesal saat berbuat dosa bahkan enjoy saat berbuat dosa terutama saat tidak beribadah, sampai sengaja berbuat dosa.
        Tidak beribadah itu juga termasuk dosa. Beribadah itu merupakan perintah Tuhan kepada kita. Tuhan berkata "Musa, pimpinlah Bangsa Israel keluar dari Mesir untuk beribadah kepada Tuhan". Inilah perintah Tuhan. Kalau tidak melakukan perintah Tuhan, berarti dosa.

        Dalam Ibrani 10: 25-27, ini tentang dosa kebiasaan = sudah tidak menyesal lagi.
        Dosa tidak beribadah, contohnya: hari Minggu tidak beribadah, lalu jalan-jalan di Mall dan bertemu temannya "Hei, tadi tidak kebaktian?" Jarang yang jawabannya: "aduh, tolong bantu doa ya", tetapi yang banyak adalah tertawa-tertawa saat tidak beribadah. Inilah yang berbahaya!

        Kesaksian:
        "Saya sebagai hamba Tuhan juga harus diperiksa. Dulu saya baru ditahbiskan menjadi zangkoor, baru dipanggil "zang", sudah lari duluan. Ini harus diperiksa, setelah lama melayani bagaimana? saat latihan zangkoor bagaimana? Inilah diperiksa oleh Tuhan, apakah sudah merasa tak bersalah lagi?
        Kemudian ditahbiskan menjadi gembala di Gending. Pertama kali semangat sekali, biarpun tidak makan, tidak apa-apa, setelah itu bagaimana? di Malang dan Surabaya bagaimana?
        Dulu di Malang saya pernah sakit 1-2 kali, lalu tidak bisa kotbah, saya menangis di tempat tidur "kok bisa aku tidak bisa melayani". Sudah sekian tahun, sekarang bagaimana? mulai tahun 1995 saya di Malang, sekitar 19 tahun, sekarang bagaimana? Apakah malah sengaja tidak mau kotbah sekalipun ada kesempatan atau menyuruh yang lain dan saya santai saja?
        "


    Salah satu bentuk perpisahan (aib kejandaan) diceritakan oleh Alkitab seperti kejadian di mana Yesus naik ke atas gunung dengan mengajak 3 murid sementara yang lain di bawah gunung. Inilah perpisahan, Yesus diatas gunung dan yang lain dibawah gunung. Di bawah gunung terjadi penyakit ayan.

    Jika terjadi aib keremajaan dan aib kejandaan (terpisah dengan Tuhan), akibatnya: menimbulkan penyakit ayan rohani. Dalam Alkitab terjemahan lama, ayan disebut juga gila babi. Dalam Alkitab, babi saja sudah najis, jika gila babi bagaimana?

    Sebab itu, sejak dalam kandungan, anak-anak, remaja, kaum muda harus dibawa ke gereja (jangan sampai terpisah dengan Tuhan). Kalau sudah terkena penyakit ayan, secara tidak sadar akan dibawa semakin jauh dari Tuhan dan akan ngeri akibatnya, sebab ayan ini bisa kambuh sewaktu-waktu.

    Kesaksian:
    "Saya mungkin sudah pernah cerita. Ada anak seorang hamba Tuhan terkena penyakit ayan. Dulu tidak kenal saya, tetapi karena adanya penyakit ayan ini, dia datang persekutuan (bukan daerah jawa). Dia menghadap secara pribadi lalu kami berdoa. Saya sudah beri nasehat "jangan dulu dikuliahkan, tangkap dulu di rumah". Tidak lama setelah berdoa, sudah ketemu, kembali sendiri ke rumah, tetapi dilepas lagi, akhirnya hilang lagi. Sudah kelihatan bisa kuliah, baik, sudah bisa melayani, lalu hilang lagi. Inilah bahayanya ayan, tidak bisa diprediksi. Daripada nanti susah setelah kena penyakit ayan, lebih baik sekarang susah untuk membawa ke gereja (susah menggendong anak kecil, susah membonceng kaum muda ke gereja dan sebagainya)."

    Ayan rohani, artinya:


    • kerusakan moral, seperti gila babi.
    • penderitaan dan air mata. Kalau sudah terpisah dari Tuhan, pasti tidak enak. Yang paling enak adalah dekat dengan Tuhan. Seperti "tujuh peremupuan yang memegang Tuhan Yesus" dan tidak dilepaskan lagi. Inilah yang paling enak.

      Jika ada yang bilang "dia tidak ibadah, tetapi kaya", itu sebenarnya menderita. Jauh dari Tuhan itu penuh penderitaan dan air mata.


    • kehancuran nikah dan buah nikah.
      Anak-anak muda harus memperhatikan. Kalau sudah dianggap dewasa, diberkati pacar, tujuannya harus menikah. Kalau tujuannya untuk senang-senang, ini benar-benar akan hancur. Kalau pacaran yang serius, orang tua sudah tahu. Kalau orang tua sudah menyetujui, saya tidak akan menghalangi dan didoakan.

      Yang sudah menikah juga harus menjaga nikah tersebut.

      "Bapak Pendeta In Juwono Almarhum selalu mengatakan "korban peraneg dunia I, II bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur tidak bisa dihitung."

      Kalau salah satu berkhianat (suami berkhianat pada istri atau sebaliknya), jangan ikut-ikut, tetapi berdoa untuk nikah kita.

      Kesaksian:
      "Ini sudah terjadi di Malang. Ada seseorang mendapat surat panggilan untuk diceraikan oleh suaminya. Saya bilang "tidak usah ikut-ikut ya, kalau ditanya suami, katakan bahwa kamu berpegang pada firman, apa yang disatukan oleh Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia". Masalah suaminya mau pakai jalan belakang, terserah, tetapi kita jangan ikut-ikut dan kita berdoa untuk nikah kita. mari kita bertahan terus."


    • masalah-masalah yang tidak pernah selesai, sampai masalah yang mustahil, seperti ayan yang bisa kambuh sewaktu-waktu (sembuh lalu sakit lagi).
      Kalau kita menghadapi masalah yang tidak pernah selesai, periksa bagaimana hubungan kita dengan Tuhan (hubungan dalam ibadah, saat mendengarkan firman dan dalam penyembahan), jangan malah salahkan orang lain. Perbaiki, supaya Tuhan menolong kita.


    Tuhan mau menolong untuk menyucikan kita dari aib.
    Efesus 5: 25-27

    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk
    menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    "telah menyerahkan diri-Nya baginya" = mati di kayu salib.
    Yesus sebagai Mempelai Pria Surga rela mati di kayu salib untuk menyucikan/memandikan kita secara dobel dari aib:


    • lewat baptisan air,
    • lewat air hujan Firman pengajaran yang benar.
      Sebab itu kebaktian pendalaman Alkitab itu penting!


    Setelah kita menyelam/tenggelam dalam baptisan air, kita harus mendalam (menyelam/tenggelam) dalam Firman pengajaran benar, supaya kita disucikan secara dobel dari aib yang dobel juga (aib keremajaan dan aib kejandaan), sampai kita tidak bercacat cela, sempurna seperti Yesus dan kita bebas dari penyakit ayan.
    Jika kita mau disucikan secara dobel terhadap aib yang dobel, maka segala masalah selesai, bahkan kita tidak bercacat cela dan sempurna seperti Yesus.

    Kalau tidak mau tenggelam dalam baptisan air dan Firman pengajaran yang benar, kita bisa tenggelam dalam lautan api dan belerang untuk selamanya.


  3. Yesaya 4: 1
    4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Proses penyucian yang ketiga: 'biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami'= nama Yesus (nama laki-laki) dilekatkan pada nama kita.

    Bagaimana Yesus menerima nama?
    Filipi 2: 8-9

    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya
    nama di atas segala nama,

    Yesus mendapatkan nama di atas segala nama (nama yang berkuasa) lewat taat sampai mati di kayu salib.
    Sebenarnya, jangankan mati, disalibpun, Tuhan Yesus tidak boleh, karena Ia tidak berdosa (Yesus berbuat baik dengan menolong). Kalau penjahat itu terkutuk, sehingga disalibkan. Tetapi Ia rela untuk melakukan kehendak Bapa sekalipun bertentangan dengan kehendak daging (taat sampai mati di kayu salib).

    Kalau kita mau menerima nama Yesus, maka kita juga harus taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Contoh: Abraham yang taat saat disuruh untuk menyembelih anaknya sendiri. Kalau daging masih bersuara Abraham tidak akan pernah bisa taat, mungkin dianggap gila karena mau menyembelih anaknya.

    "Ada yang mengatakan "jangan begitulah, jangan firman-firman saja, tetapi kasih juga" Kalau kasih tanpa firman, itu bukanlah kasih, tetapi "gombal". Jika ada firman dan firman yang dipraktekkan, itulah kasih, sekalipun bertentangan dengan daging."

    Supaya bisa taat sampai daging tidak bersuara lagi, kita harus mengalami penyucian dari kehendak daging/keinginan diri sendiri.

    Di taman Getsemani, Yesus bergumul "Ya, Abba, Ya Bapa lalukan lah cawan ini dari pada Ku". Secara daging ini memang benar, Dia tidak boleh disalibkan/menderita, sebab Dia tidak pernah berbuat dosa. Tetapi, Ia berkata 'bukan kehendakKu, tetapi kehendakMu'. Inilah penyucian kehendak daging. Begitu Yesus disucikan kehendak dagingNya, Dia bisa taat sampai mati.

    Malam ini juga, kalau kita mengalami penyucian dari kehendak daging, maka kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi apapun resikonya.

    Contohnya:


    • di sekolah, kita harus taat. Yang lain menyontek, tetapi kita jangan menyontek, sekalipun itu UNAS. Buktikan bahwa ada Nama Yesus dalam hidup kita.
    • di kantor. Semuanya korupsi, tetapi kita jangan korupsi sekalipun ada kesempatan.
    • di jalan raya. Banyak yang tidak memakai helm, mungkin Polisinya saja tidak memakai helm, tetapi kita harus memakai helm dan taat.


    Ketaatan ini dimulai dari yang kecil-kecil, mulai soal KTP. Jika memiliki KTP dua, yang satu harus diserahkan (di Indonesia tidak boleh memiliki KTP dua). Memang sakit bagi daging, tetapi kalau kita taat, ada kuasa nama Yesus yang kita alami.

    Jadi, lewat ketaatan sampai daging tak bersuara lagi, maka kita akan menerima kuasa nama Yesus. Nama Yesus ini lebih dari semuanya, jangan dibandingkan dengan apapun.

    Hasilnya:


    • nama Yesus dipercayakan kepada kita, sehingga kita bisa menyeru nama Yesus dan kita mengalami kuasa kemenangan dalam nama Yesus.
      Filipi 2: 9-10
      2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut
      segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,


      • 'segala yang ada di langit'= setan,
      • 'yang ada di atas bumi'= nabi palsu,
      • 'yang ada di bawah bumi'= antikris (dari laut).


      Kuasa kemenangan dalam nama Yesus yaitu kuasa kemenangan atas setan tritunggal.
      Setan tritunggal adalah:


      • sumber masalah. Kalau kita menang, berarti semua masalah selesai,
      • sumber air mata. Yang membuat orang sedih, susah itu setan. Kalau kita menang, berarti air mata dihapuskan dan kita bahagia,
      • sumber penderitaan (letih lesu, beban berat). Kalau kita menang, maka kita tidak menderita lagi, tetapi jadi enak dan ringan,
      • sumber kegagalan. Kalau menang, kita bisa berhasil dan indah pada waktu-Nya di dalam Tuhan,

        Kesaksian:
        "Tadi malam, saya bersaksi kepada kaum muda tentang study. Seringkali kita sebagai kaum muda merasa harus lulus, harus masuk di sini dan sebagainya. Jika Tuhan tidak ijinkan, maka harus periksa. kalau ada dosa, harus minta ampun supaya Tuhan tolong. Kalau tidak ada dosa, sudah setia, baik, taat, sudah belajar, tetapi kok tidak bisa lulus, itu berarti kehendak Tuhan, satu waktu kita akan berhasil dan indah. Biarpun tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi Tuhan mampu untuk membuat berhasil dan indah. Yang penting ada nama Yesus didalam hidup kita.

        Dulu saya begitu, harus masuk jurusan ini, tetapi Tuhan berikan jurusan yang lain. Harus lulus dalam waktu sekian tahun untuk memuliakan nama Tuhan, baru datang ke dosen, dibilang "bodoh", belum dibaca langsung "bodoh", datang lagi "bodoh", bahkan sampai molor waktunya dan saya menjadi kecewa. Saya waktu itu sudah tinggal di gereja, bukan cuma setia, saya setiap hari di gereja, saya mengepel, cuci piring, semuanya saya lakukan di gereja, tetapi kok malah begini. Sudah kotbah kaum muda remaja, saya ditegor oleh anak remaja (SMP) "kenapa Om, kok kelihatan susah?" saya jawab "saya mestinya lulus dalam target 3,5 tahun". Waktu itu peralihan, biasanya kuliah itu lulusnya 7 tahun, jadi ini sulit, belum kredit sepenuhnya, ditambah juga kenaikan tingkat. Lalu dia ingatkan "Ya, Tuhan tolong Om, berserah lah". Lalu saya tersentak "ini, yang dikotbahi malah mengingatkan yang berkotbah"."

        Satu waktu ada keberhasilan dan keindahan dari Tuhan. Kegagalan dalam hal apa saja, Tuhan sanggup menjadikan semuanya berhasil dan indah pada waktu-Nya.


      • sumber dosa sampai puncaknya dosa. Kalau menang, kita bisa lepas dari dosa, hidup benar dan suci.
        Kalau ada dosa, kita harus berseru "dalam nama Yesus, saya lepas".


      Apapun yang kita hadapi, sebut nama Yesus dan kita akan menang.


    • nama Yesus dimeteraikan di dahi kita supaya kita dilindungi dari antikris dan penghukuman yang akan datang (siksaan kalajengking selama 5 bulan).

      Wahyu 9: 2-5
      9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
      9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi.
      9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang
      tidak memakai meterai Allah di dahinya.
      9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka
      lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

      Ayat 2 = nanti demon-demon (roh jahat dan roh najis) akan dilepaskan.
      'lima bulan' = '150 hari'= sama dengan air bah berkuasa di bumi ini. Air bah dan bahtera Nuh ini berkaitan dengan baptisan air.

      Jika baptisan airnya benar, dalam nama Bapa, Anak laki-laki dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus, kita diselamkan/ditenggelamkan dalam air, lalu diangkat, maka nama Yesus dimeteraikan di dahi. Jika kita sering berbuat dosa, meterai nama Yesus akan hilang.

      Oleh sebab itu setelah tenggelam/menyelam dalam baptisan air, harus mendalam (menyelam/tenggelam) dalam firman supaya meterai nama Yesus tetap bertahan. Semakin disucikan oleh firman, semakin jelas meterai nama Yesus dan tidak bisa dihapuskan lagi.

      Sebenarnya, meterai nama Yesus ini dimeteraikan mulai dari penyerahan anak, sebab anak diserahkan di dalam nama Bapa, Anak laki-laki dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Lalu diperjelas lagi dalam baptisan air, diperjelas lagi dalam penyucian, sampai kita duduk di takhta surga.

      Wahyu 22: 3-4
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      22:4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan
      nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

      Siapakah yang bisa sampai di takhta? Orang yang dahinya ada meterai nama Yesus.
      Jadi, materai nama Yesus membawa kita sampai ke tahta Surga.

      Tadi, jika kita taat, kita dipercayakan kuasa nama Yesus, sehingga kita bisa menyeru nama Yesus. Jika terjadi apa-apa, kita berseru "Yesus tolong".

      Kesaksian:
      "Ini sudah saya saksikan, ini yang paling dahsyat. Ada orang yang sudah sakit parah dan dokter bilang ventilatornya tidak boleh dilepas, kalau dilepas bisa mati. Tetapi satu kali dia sudah melayang-layang, seperti mau mati, waktu itu saya di mobil dalam perjalanan ke Walikukun dan saya telepon dia "sebut nama Yesus, Yesus". Akhirnya lepas ventilatornya, dokter marah-marah, tetapi dia malah keluar rumah sakit dan sembuh (tidak mati). Inilah kuasa nama Yesus dan harus kita yakini.

      Jarak tidak menjadi masalah. Seperti kebaktian kaum muda, tentang perwira yang hambanya sakit, dia berkata "jangan datang Tuhan, saya tidak layak menerima Tuhan, katakan sepatah kata saja, hambaku pasti sembuh". Jadi dari jarak jauh pun, nama Yesus bisa menjangkau."


    • 'lekatkan namamu pada kami' = nama Yesus dilekatkan dalam nama kita = nama Mempelai Pria dilekatkan pada mempelai wanita.

      Nama Yesus dilekatkan dalam nama kita artinya


      • kita benar-benar menjadi milik Tuhan selama-lamanya.
      • kita mendapat nama baru dan kita layak masuk Yerusalem Baru, tidak keluar dari situ untuk selama-lamanya.

Bangsa kafir yang tak berguna seperti anjing dan babi, tetapi mau disucikan. Oleh sebab itu buanglah:

  1. kekuatiran, sehingga menjadi setia dan benar.
  2. Aib.
  3. kehendak diri, kepentingan diri dan keinginan daging, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran dan kita bisa menyerukan nama Yesus, kita dimeteraikan nama Yesus dan nama Yesus dilekatkan dalam nama kita. Kita menjadi mempelai wanita Tuhan (menjadi milikNya) untuk selama-lamanya yang siap untuk masuk Yerusalem baru dan duduk bersanding dengan Dia di takhta surga untuk selama-lamanya.

Apapun yang terjadi serukan nama Yesus dan jangan ragu-ragu.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top