English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 12 Agustus 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Maret 2019 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Sesi III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.Kita masih membaca ayat...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2018 (Jumat Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Semarang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Malam Malang, 10 November 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 28:37
28:37 Haruslah patam itu engkau beri...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 19 November 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas tentang kecerdikan setan....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 25 November 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1:1
1:1 Inilah...

Ibadah Doa Surabaya, 04 September 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Malang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Raya Malang, 14 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Maret 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 13-15 menunjuk tentang Kolam Pembasuhan (baptisan air), yaitu: Keluaran 13...

Ibadah Persekutuan di Ciawi III, 18 November 2009 (Rabu Sore)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Pada mulanya Tuhan sudah menciptakan manusia yang sama...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha IV Malang, 24 September 2015 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:9-10
11:9 Oleh karena itu Aku berkata...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Juli 2011 (Sabtu Sore)
bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Markus 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 April 2010 (Kamis Sore)

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja, sebagai Mempelai Pria Sorga yang segera akan datang kembali kedua kali.
Kedatangan Yesus kedua kali tidak diketahui waktunya, oleh sebab itu kita harus selalu berjaga-jaga, siap sedia untuk dapat menyongsong kedatangan Yesus.

Yang harus dipersiapkan adalah PELITA HARUS TETAP MENYALA.

Ada 2 syarat supaya pelita tetap menyala:
  1. Menerima Kabar Mempelai.
    Matius 25:6
    25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

  2. Memiliki minyak persediaan.
    Matius 25:4
    25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

ad. 1. Menerima Kabar Mempelai.
Ada 2 macam pemberitaan firman Allah:
  1. Injil Keselamatan = firman penginjilan = susu = Kabar Baik.
    Efesus 1:13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Injil Keselamatan adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    Proses selamat adalah:
    • percaya kepada Yesus,
    • bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan,
    • lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus.
      Lahir baru akan menghasilkan jenis kehidupan baru yang cocok untuk Kerajaan Sorga, yaitu hidup dalam kebenaran.
      Tidak benar = tidak selamat.

  2. Cahaya Injil Kemuliaan Kristus = firman pengajaran = makanan keras = Kabar Mempelai.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Cahaya Injil Kemuliaan Kristus adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Laki-laki Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

    Karena memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, maka disebut juga Kabar Mempelai.

    Kabar Mempelai ini bukan milik pribadi atau milik satu organisasi gereja, tetapi Kabar Mempelai ini tertulis dalam Alkitab sehingga menjadi milik semua gereja Tuhan, tinggal mau menerima atau tidak.

Supaya pelita tetap menyala, maka kita harus menerima cahaya Injil Kemuliaan Kristus. Kabar Mempelai akan mempersiapkan kita menjadi Mempelai Wanita dengan pelita yang tetap menyala = hidup dalam terang, tidak ada kegelapan sedikitpun.

Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Kabar Mempelai = firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang akan menyucikan kehidupan kita sampai tidak ada kegelapan lagi, sampai tidak ada dosa, menjadi mempelai wanita yang hidup dalam terang. Prosesnya:
  1. Kabar Mempelai menyucikan hati.
    Matius 5:27-28
    5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
    5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

    Hati ini adalah sumbernya dosa, gudangnya kegelapan yang membuat pelita padam.

    Matius 15:19
    15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

    Yang ada di dalam hati:
    • pikiran jahat = prasangka buruk
    • pembunuhan = kebencian
    • perzinahan
    • percabulan
    • pencurian, jangan sampai mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) dan milik sesama
    • sumpah palsu, termasuk dusta
    • hujat, dimulai dengan memfitnah, menjelek-jelekkan orang, sampai menghujat Tuhan. 

  2. Kabar Mempelai menyucikan mata kanan, artinya penyucian pandangan.
    Matius 5:29
    5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

    Pandangan kita harus disucikan supaya kita memiliki pandangan rohani, yaitu memandang Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa = berharap sepenuh kepada Yesus sebagai Imam Besar.

    Jangan sampai seperti Musa yang banyak menoleh kiri-kanan, kemudian membunuh orang dan menyembunyikan mayatnya di pasir, sehingga menjadi busuk.
    Menoleh kiri-kanan = banyak memandang manusia, sehingga akibatnya pasti ada kebusukan, kemunafikan.

  3. Kabar Mempelai menyucikan tangan kanan, artinya menyucikan perbuatan.
    Matius 5:30
    5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

    Perbuatan dosa harus disucikan sehingga kita hanya melakukan perbuatan yang benar dan baik, perbuatan yang tidak merugikan orang lain.
    Perbuatan yang benar artinya jangan melangkahi firman, jangan keluar dari kebenaran firman.

    Kita harus bisa berbuat benar dan baik, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

  4. Kabar Mempelai menyucikan tabiat.
    Matius 5:31-32
    5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
    5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

    Yang menyebabkan perceraian adalah kebenaran diri sendiri, ini tabiat yang harus disucikan.
    Kebanaran diri sendiri adalah menutupi dosa dengan jalan menyalahkan orang lain.
    Tabiat Tuhan adalah mengakui dosa-dosa kita di kayu salib dan mengampuninya, padahal Dia tidak berbuat dosa.
    Demikian kita juga harus mengakui dosa-dosa jika ada kesalahan, juga saling mengampuni dan melupakan.

    Selain penyucian pribadi, juga harus mengalami penyucian nikah, jangan sampai menjadi nikah yang salah.

  5. Kabar Mempelai menyucikan mulut.
    Matius 5:37
    5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

    Mulut yang disucikan adalah mulut yang jujur: jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak.
    Mulut yang jujur adalah bukti pelita yang menyala.

    Kalau mulut jujur, maka ada harapan nikahnya baik, tabiatnya tidak benar sendiri, perbuatannya tidak merugikan orang lain, matanya hanya memandang Tuhan dan pengajaran yang benar, dan hatinya tidak kotor.

    Tetapi kalau mulut tidak jujur, itu jelas pelitanya sedang padam.

    Kita harus jujur dalam hal mengaku dosa, jujur dalam segala hal.

    Yakobus 3:2
    3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Kalau kehidupan kita mau terus-menerus disucikan, sampai tidak lagi salah dalam perkataan, maka kita akan ditampilkan sebagai mempelai wanita Tuhan. Kepada perempuan ini akan diberikan dua sayap dari burung nasar yang besar, yaitu firman dalam urapan Roh Kudus yang akan menyingkirkan ke padang gurun yang jauh dari mata antikris selama 3.5 tahun.

    Wahyu 12:14
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Setelah Yesus datang, dua sayap itu akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai untuk menyongsong kedatangan Yesus kedua kali, masuk Pesta Nikah Anak Domba, masuk Kerajaan 1000 tahun damai, masuk Yerusalem Baru dan selamanya bersama Tuhan.

    Wahyu 19:9
    19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Wahyu 21:9-10
    21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
    21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

2 Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Tetapi sayang, banyak kehidupan Kristen/ hamba Tuhan yang menolak pengajaran mempelai karena ilah zaman ini. Ilah zaman ini adalah keras hati (lembu emas yang bertahan sejak zaman Musa), sehingga mempertahankan dosa-dosa sampai mempertahankan puncaknya dosa.

Akibat kekerasan hati adalah menjadi mempelai perempuan antikris, perempuan Babel. Inilah pelita yang benar-benar padam.

Wahyu 17:1-5
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Perempuan Babel artinya:
  1. Kehidupan yang tidak setia dalam ibadah pelayanan.
    Kalau tidak setia dalam ibadah pelayanan, nanti bisa tidak setia dalam nikah.

    Amsal 25:13
    25:13. Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.

    Pelayan Tuhan yang setia adalah bagaikan air sejuk yang memuaskan Tuhan. Kalau kita bisa memuaskan Tuhan, maka Tuhan juga pasti akan memuaskan kita.

    Tidak setia = tidak puas, akibatnya nanti bisa mencari kepuasan lagi di dunia.

    Musim panen = kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, yang dicari adalah orang yang setia.

  2. Ajaran palsu, yaitu ajaran tentang kemakmuran secara jasmani dan hiburan-hiburan duniawi.
    Dulu Simson disuruh melawak. Kalau ada hiburan jasmani, gereja bukan lagi menjadi rumah Tuhan tetapi dijadikan kuil Dagon.

    Amsal 23:4-5
    23:4. Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
    23:5 Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

    Hati-hati, uang (Mamon, perkara jasmani) adalah sayap rajawali yang palsu.
    Sayap rajawali yang asli adalah firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus. Gereja yang benar akan mengutamakan firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus.

    Ajaran palsu ini juga mulutnya palsu, yaitu suka berdusta, suka menyembunyikan sesuatu.

  3. Hidup dalam kenajisan = puncaknya dosa.
    Puncaknya dosa adalah dosa makan-minum (merokok, mabuk, judi, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (perselingkuhan, dosa seks dan aneka ragamnya, nikah yang salah).
    Nikah yang salah ada jalan keluarnya lewat firman, sekalipun sakit bagi daging. Jalan keluar yang di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan untuk selama-lamanya.

Wahyu 17:1
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Air yang banyak ini menunjuk pada bangsa Kafir.
Sasaran dari perempuan Babel adalah bangsa Kafir yang bebas (seperti lautan bebas), yang tidak tergembala, yang beredar-edar.
Kehidupan yang tidak tergembala, cepat atau lambat pasti akan jatuh dalam dosa Babel.

Yohanes 2:6-7
2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

Supaya bangsa Kafir tidak dikuasai Babel, maka air yang banyak itu harus dimasukkan ke dalam tempayan.
Tempayan ini bukan sembarang tempayan, tetapi tempayan di tempat perkawinan.
Tempayan ini menunjuk pada penggembalaan.
Di tempat perkawinan berarti Kabar Mempelai.
Jadi, bangsa Kafir harus tergembala pada Kabar Mempelai.

Orang yang tergembala akan mengalami mujizat dari Tuhan.

Praktek tergembala adalah setia dan tekun dalam 3 macam ibadah pokok. Enam tempayan menunjuk pada manusia daging yang harus diisi penuh. Tubuh jiwa roh kita harus diisi penuh dengan Kabar Mempelai.
Proses diisi penuh adalah:
  • Mendengar firman dengan sungguh-sungguh.
  • Mengerti firman.
  • Percaya dan yakin akan firman.
  • Praktek firman.
Yohanes 2:8-9
2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

Kalau tempayan sudah diisi penuh, maka akan terjadi mujizat.
Praktek firman memang harus rela berkorban, yaitu mencedok dan membawa kepada pemimpin pesta, padahal isinya adalah air. Kita harus mempraktekkan firman apapun resikonya, kita harus taat dengar-dengaran, maka Tuhan pasti akan beserta kita, dan pasti akan terjadi mujizat.
Mujizat yang terbesar adalah keubahan hidup, pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani.

Pembaharuan ini dimulai dari mencicipi, yaitu pembaharuan mulut menjadi mulut yang manis, artinya:
  • Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak.
  • Mulut yang mengaku dosa.
  • Mulut yang bersaksi, menjadi berkat bagi sesama.
  • Mulut yang hanya menyeru nama Yesus, tidak berharap orang lain; mulut yang hanya berdoa dan menyembah Tuhan.
Pahit manisnya hidup kita, gagal berhasilnya hidup kita, bergantung mulut yang pahit atau manis.
Lidah ini adalah kemudi ke mana kehidupan kita mau dibawa.

Kidung Agung 7:9
7:9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

Mulut yang manis akan menjadi berkat dan kekuatan bagi orang lain, dan akan memancar kepada Tuhan.

Matius 8:23-26
8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Yesus sering tidak bergairah menolong kehidupan kita yang bagaikan sedang ditimbus gelombang. Saat ini terjadi, biar mulut menjadi manis (jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak; mengaku dosa; bersaksil; dan hanya menyeru nama Tuhan), maka mujizat pasti akan terjadi. Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani pasti akan terjadi. Dimulai dengan hati teduh sekalipun di tengah gelombang, itu berarti sudah selesai. Mujizat rohani dan jasmani terus terjadi, sampai menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top