Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atastabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib, untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan sidang jemaat.

7x percikan di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:
  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).

  2. ay. 11-26= Yesus di hadapan Pilatusuntuk menghadapi tuduhan-tuduhan sampai ketidak adilan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012).

  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012).

  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati(mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012).

  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus.
  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan.
  7. ay. 62-66=kubur Yesus dijaga.
Malam ini kita masih mempelajari sengsara Yesus yang keempat: YESUS DISALIBKAN SAMPAI MATI.

ay. 32= praktik salib dalam kehidupan sehari-hari (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012).
ay. 33= tempat penyaliban (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 30 Mei 2012).
ay. 34-44= pengertian salib (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 03 Juni 2012).

ay. 34-44= PENGERTIAN TENTANG SALIB:
  1. Matius 27: 34-37
    27:34. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.
    27:35. Sesudah menyalibkan Dia mereka
    membagi-bagi pakaian-Nyadengan membuang undi.
    27:36. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.
    27:37. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."

    Pengertian salib yang pertama: daging harus dipaksauntuk mati terhadap dosa('minum anggur bercampur empedu')= meninggalkan ketelanjangan= bertobat dan memakai pakaian baru dari Yesus ('membagi-bagi pakaian-Nya').

  2. Matius 27: 38-40
    27:38. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.
    27:39. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
    27:40. mereka berkata: "Hai
    Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"

    Pengertian salib yang kedua: daging harus dipaksauntuk aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

  3. Matius 27: 41-44
    27:41. Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:
    27:42. "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel?
    Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.
    27:43. Ia
    menaruh harapan-Nyapada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."
    27:44. Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.


    Pengertian salib yang ketiga: daging harus dipaksauntuk percaya dan berharap pada Yesus yang disalibkanuntuk bisa diselamatkan, bahkan disempurnakan lewat salib Tuhan.
Malam ini, kita masih pelajari pengertian salib yang ketiga.
Kita harus percayya dan berharap pada Yesus yang disalib, BUKANyang turun dari salib. Banyak kali, kita terpancing pada mujizat-mujizat jasmani yang tidak ada kaitan dengan keselamatan.

Ibrani 10: 14
10:14. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakanuntuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

= Kurban Kristus mampu menyelamatkan sampai menyempurnakan kita.
Kita sudah selamat, tapi masih belum sempurna. Artinya: kita dalam perjalanan menuju kesempurnaan. DAN DITENGAH-TENGAH PERJALANAN INI, MASIH TANDA TANYA, sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Ada 603.550 orang laki-laki Israel yang keluar dari Mesir (tidak termasuk perempuan dan anak-anak). Tetapi yang sampai di Kanaan, HANYA 2orang dari angkatan tersebut, yaitu Yusak dan Kaleb.
Salah satu penyebabnyaadalah 10 pengintai yang tahu pengajaran benar, tetapi dicampur dengan pikiran daging.
Artinya: banyak yang selamat, tetapi sedikit yang masuk kesempurnaan.

Sebab itu, kita harus waspada!KABAR MEMPELAI YANG MURNI TETAPI DITAMBAH SUARA DAGING, AKAN MENJADI KABAR BUSUK YANG MEMBINASAKAN, seperti dilakukan oleh 10 orang pengintai.

Apa yang harus kita lakukan supaya setelah selamat, kita bisa mencapai kesempurnaan?
  1. mempertahankan keselamatan/memantapkan keselamatan.
    Kalau keselamatan belum mantap, tidak mungkin bisa mencapai kesempurnaan.

    Mempertahankan keselamatan= mempertahankan kebenaran= memantapkanhidup benar dalam segala hal.

    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    = tempat untuk memantapkan kebenaran, yaitu kita HARUStergembala pada penggembalaan yang benar, seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar.
    Penggembalaan adalah tempat untuk memantapkan bahkan menumbuhkan keselamatan/kebenaran.

    DagingHARUS DIPAKSAuntuk:

    • menerima Firman pengajaran yang benar,
    • masuk dalam penggembalaan yang benar lewat pintu sempit (ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok).

    Dalam penggembalaan, kita dibimbing oleh Gembala Agunglewat Firman pengajaran benar, supaya kita tetap hidup dalam kebenaran.
    Artinya:

    • tidak jatuh dalam dosa,
    • tidak disesatkan oleh ajaran sesat yang membinasakan

  2. Filipi 2: 12-16
    2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmudengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
    2:16. sambil
    berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

    Langkah kedua: mengerjakan keselamatan, sehingga kita menjadi BINTANG-BINTANGyang bercahaya di dunia/di langit.

    Setelah mantap dalam keselamatan, kita harus mengerjakan keselamatan.

    Secara khusus, 'bintang' ini menunjuk pada gembala.
    Secara umum, 'bintang' menunjuk pada kehidupan yang dipakai oleh Tuhan.

    Menjadi bintang di dunia adalah sesuatu yang sangat dibanggakan dan diperebutkan.
    Tetapi, bintang didunia ini cepat pudar.
    Dan untuk menjadi bintang didunia, butuh banyak proses.

    Untuk menjadi bintangnya Tuhan juga ada prosesnya, yaitu:
    • proses pertama: ay. 12= 'kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar'= mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar= beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan tanggung jawab kepada Tuhan, bukan kepada manusia ('terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir').

      Saat tidak ada gembala, itulah saat ujian bagi kita, apakah kita setia dan tanggung jawab.
      Kalau tidak setia, bintang itu akan pudar dan pasti jatuh.

      Roma 14: 17-18
      14:17. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahteradan sukacita oleh Roh Kudus.
      14:18. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini,
      ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

      = tanda ibadah yang berkenan kepada Tuhan, yaitu:

      • ada kebenaran(meja roti sajian),
      • sukacita oleh Roh Kudus (pelita emas),
      • damai sejahtera oleh kasih Allah(mezbah dupa emas).

      Kalau kita setia tanggung jawabn dan berada dalam sistem penggembalaan yang benar, hasilnya:

      • makan minum adalah urusan Gembala Agung,
      • dihormati oleh manusia. Artinya: KITA MENJADI BINTANG.

      HATI-HATI!Kalau tidak tergembala, suatu waktu akan gugur!
      PERHATIKAN DULU PENGGEMBALAANNYA!

    • proses kedua: Filipi 2: 14= 'tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan'= tidak bersungut-sungut dan tidak berbantah-bantah.= mengalami penyucianoleh pedang Firman Allah.

      Penyucian ini dimulai dari hatidan nanti akan bermuara ke mulut.

      Wahyu 8: 10-11
      8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintangbesar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
      8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab
      sudah menjadi pahit.

      = yang gugur disini adalah kehidupan dengan hati yang pahit.
      Inilah hati yang harus disucikan, supaya tidak ada kepahitan hati (termasuk iri, dendam, prasangka buruk, dll).
      Hati-hati!Mulai dari kitab Kejadian, iri hati ini terjadi pada orang yang tua kepada orang yang lebih muda (seperti Kain kepada Habel dan kakak-kakai Yusuf kepada Yusuf).
      Artinya: yang terdahulu dalam pengajaran, banyak kali memiliki kepahitan hati.

      Wahyu 6: 13
      6:13. Dan bintang-bintangdi langit berjatuhanke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

      = hati yang bimbangjuga harus disucikan.
      Hati bimbang ini terjadi karena digoncang oleh angin yang kencang, sehingga menghasilkan buah mentah.

      Angin ini adalah:

      • angin ajaran palsuyang membuat tidak teguh pada pengajaran yang benar,
      • angin pencobaanyang membuat gugur dari iman.

      Setelah hati disucikan, perbuatanjuga harus disucikan.

      Galatia 5: 19-21
      5:19. Perbuatandaging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia
      tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      Perbuatan daging disucikan untuk menjadi perbuatan benar dan baik, serta perbuatan suci.

      Perbuatan ini harus benarterlebih dulu, baru bisa baik. Sebab kalau baik, belum tentu benar.

      Setelah hati dan perbuatan disucikan, barulah bermuara di mulut (perkataandisucikan).
      Perkataan yang disucikan adalah tidak boleh ada dusta atau fitnah, tidak bersungut, tidak berbantah, dsb.

      Perkataan yang tidak suci ini berasal dari kebenaran sendiri.
      Kebenaran sendiri= kebenaran diluar Firman. Dan inilah yang menimbulkan perbantahan, fitnah, dsb.

      Yakobus 3: 2
      3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      = penyucian perkataan sampai tidak salah dalam perkataan. Artinya: hati dan perbuatan juga tidak salah. Inilah BINTANG YANG BERCAHAYA.

      Jadi, dari keselamatan menuju kesempurnaan, kita HARUS MENJADI BINTANG YANG BERCAHAYA.

    • proses ketiga: Filipi 2: 16= 'berpegang pada firman kehidupan'= berpegang pada Firman kehidupan. INI ADALAH PENENTUNYA.
      Artinya: Firman pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman hidup.

      Sudah setia, tanggung jawab dan suci, tetapi harus ada 'orbitnya', itulah BERPEGANG PADA FIRMAN PENGAJARAN BENAR.

      Kalau tidak berpegang pada Firman pengajaran benar, sekalipun sudah suci, tetap akan jatuh kembali.

      Berpegang pada Firman pengajaran benar, artinya:

      • berpegang teguh pada SATUpengajaran benaryang sudah jadi pengalaman hidup kita.
      • taat dengar-dengaranpada Firman kehidupan, apapun resiko yang kita hadapi.

      Kalau kita berpegang teguh pada Firman kehidupan dan taat dengar-dengaran pada Firman kehidupan, kita seperti mengulurkan tangan pada Tuhan dan Tuhan mengulurkan Tangan belas kasihNya (bintang dipegang oleh Tangan kanan Tuhan). Dan tidak ada yang mampu merebut kita dari Tangan Tuhan, bahkan mautpun tidak bisa merebut kita.

      Wahyu 1: 16
      1:16. Dan di tangan kanan-NyaIa memegang tujuh bintangdan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Salah satu contoh adalah Ester.
'Ester'= artinya: bintang.
Ester tidak berbapa dan beribu, tetapi ikut di saudaranya. Ini adalah gambaran kehidupan yang tidak berdaya, tetapi ia diproses untuk menjadi bintang.

Ester 2: 3, 7-10, 15
2:3. hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.
2:7. Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab
anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.
2:8. Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.
2:9. Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.
2:10. Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya,
karena dilarang oleh Mordekhai.
2:15. Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka
ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

'di balai perempuan'= penggembalaan.
'Hegai'= gembala.
'karena dilarang oleh Mordekhai'= ketaatandari Ester.

ay. 15= 'ia tidak menghendaki sesuatuapapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai'= ketaatanEster. Inilah yang merupakan nilai tambah dari Ester.

Ester 4: 15-16
4:15. Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
4:16. "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan
dan berpuasalahuntuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasademikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

Seringkali sudah suci dan taat, masih ada 1 ujian terakhir, yaitu ujian ketaatan.
Ester hampir saja tidak taat saat disuruh menghadap raja, karena kalau raja tidak berkenan, ia akan dihukum mati.

Saat daging mulai membantah untuk taat, saat itulah saat untuk berpuasa('dan berpuasalahuntuk aku - Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa').

'kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati'= taat sampai daging tidak bersuara lagi. Inilah yang ditunggu oleh Tuhan dan kita benar-benar berada dalam Tangan Tuhan.

Ester 5: 2
5:2. Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emasyang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

Pada akhirnya, Ester mendapat uluran tongkat emas dari raja. Bagi kita sekarang, artinya: kita hidup dalam Tangan kemurahan Tuhan (tongkat emas).
Hasilnya:
  • hidup kita terpelihara, seperti Ester yang tidak jadi mati,
  • Tangan belas kasih Tuhan memberikan masa depan yang indah dan berhasil(Ester menjadi ratu),
  • Tangan belas kasih Tuhan mengubahkan kitasampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan dan siap terangkat saat Ia datang kedua kali (Ester menjadi ratu).
INGAT!Sebagai bintang, kita hanya hidup dari Tangan kemurahan Tuhandan tidak ada hubungan dengan bumi.
Disinilah letak keberhasilan dan kemuliaan kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015 (Minggu Sore)
    ... manusia tanpa Roh Kudus dikuasai oleh keinginan daging sehingga tidak taat dengar-dengaran pada hukum Allah perintah Allah kehendak Allah atau Firman Allah. Tanpa Roh Kudus manusia sehebat apapun tidak bisa taat termasuk dalam pelayanan karena dikuasai oleh daging. Matius - . Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku Tuhan Tuhan akan masuk ke ...
  • Ibadah Doa Malang, 22 Desember 2015 (Selasa Sore)
    ... kedua kali bahkan melihat Tuhan di tahtaNya untuk selama-lamanya. Proses bangsa Kafir untuk bisa membeli minyak urapan Roh Kudus Proses dasar. Kisah Rasul - Ketika Apolos masih di Korintus Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka Sudahkah kamu menerima Roh ...
  • Ibadah Doa Malang, 22 Januari 2019 (Selasa Sore)
    ... Tuhan sebagai senjata kebenaran. Tetapi sekalipun Musa sudah lahir cantik tetap dikejar oleh Firaun untuk dibunuh. Demikian juga kita sekalipun kita sudah lahir baru selamat dipakai dan diberkati Tuhan tetapi tetap dikejar oleh setan dengan kuasa maut. Yaitu lewat pencobaan-pencobaan yang mustahil dosa-dosa sampai puncaknya dosa ajaran palsu kebencian aniaya ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 02 Juli 2011 (Sabtu Sore)
    ... penginjilan. Efesus Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga ketika kamu percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Injil keselamatan memberitakan kedatangan Yesus pertama kali di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Prosesnya Percaya iman kepada Yesus. Iman yang benar kepada ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2015 (Kamis Sore)
    ... untuk mengumpulkan manna sebab berguna untuk hidup sekarang sampai hidup kekal. Kita mempelajari yang ketiga yaitu Manna yang disimpan dalam buli-buli emas. Keluaran - Musa berkata Beginilah perintah TUHAN Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun ketika Aku membawa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Januari 2016 (Kamis Sore)
    ... ratap dan kertak gigi. Ngengat adalah sifat malas dan jahat yang membuat hamba Tuhan pelayan Tuhan menjadi tidak berguna gelap sampai binasa. Amsal Pada musim dingin si pemalas tidak membajak jikalau ia mencari pada musim menuai maka tidak ada apa-apa. Malas artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan bahkan tinggalkan jabatan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015 (Minggu Sore)
    ... tidak semua dipercaya bisa tergembala dengan benar dan baik. Banyak orang mengangkat diri sendiri menjadi gembala tetapi bukan dari TUHAN. Salah satu bukti adalah tidak bisa memberi makan sebab tugas gembala yang nomor satu adalah bisa memberi makan. Saya sendiri dipanggil oleh TUHAN tetapi saya lari tahun. Setelah itu saya ...
  • Ibadah Paskah Surabaya, 04 April 2010 (Minggu Sore)
    ... yang sempurna sehingga terlepas dari dunia ini sampai menuju kerajaan Surga yang kekal. Jadi memperingati paskah bukan hanya perayaan tapi kita memperingati paskah supaya kita mendapatkan KUASA KEBANGKITAN yang dapat menolong dan mempersiapkan kita menjadi mempelai wanita yang sempurna. Lukas kali penampilan Yesus dengan kuasa kebangkitan untuk menolong dan mempersiapkan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 September 2015 (Kamis Sore)
    ... imam dan raja Sebab penghuni kerajaan tahun damai Firdaus yang akan datang adalam imam dan raja. Wahyu Berbahagia dan kuduslah ia yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus dan mereka akan memerintah sebagai raja ...
  • Ibadah Doa Malang, 05 Mei 2009 (Selasa Sore)
    ... dan sempurna lanjut masuk Kerajaan tahun damai Firdaus sampai Kerajaan Sorga yang kekal. Untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali kita MUTLAK HARUS HIDUP DALAM KASIH KARUNIA. Sikap terhadap kasih karunia Jangan menyia-nyiakan kasih karunia. Kehidupan yang menyia-nyiakan kasih karunia akan menjadi batu sandungan dan pasti akan tenggelam ke bawah tidak ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.