English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Juli 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Maret 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:13-16
Paskah = suatu kelepasan. Makan paskah dilakukan di tempat yang besar, lengkap,...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 20 April 2010 (Selasa Pagi)
Pelajaran tentang Kaki Dian Emas/ Pelita Emas/ Kandil.

Keluaran 25:31-40...

Ibadah Doa Malang, 11 Mei 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1-13
Gadis-gadis ini menunjuk pada gereja Tuhan yang harus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2019 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 April 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 13 Oktober 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:32-35 menunjuk pada NUBUAT TENTANG POHON ARA (bangsa Israel).

Pohon ara...

Ibadah Raya Malang, 03 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 Peniupan sangkakala kelima
9:1 Lalu...

Ibadah Doa Malang, 24 September 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:1-11...

Ibadah Natal Surabaya, 19 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 September 2020 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 16: 10-18
Perikop: setia dalam perkara kecil.
Di dalam ayat...

Ibadah Doa Malang, 01 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu yang terdiri dari 22...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Desember 2020 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 17: 1-6, perikop: beberapa nasihat.
Lukas 17: 1-2
17:1. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
17:2. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

'penyesatan'= sandungan.
Ini adalah nasihat tentang dosa sandungan.
Dosa sandungan artinya:

  • Menjadi sandungan bagi orang lain, sehingga orang lain tidak bisa datang kepada Tuhan dan tidak bisa menerima firman.
  • Gampang tersandung kepada orang lain.

Matius 18: 6-9
18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
18:7. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
18:8. Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.
18:9. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

'menyesatkan'= menyandung.
Penyebab sandungan:

  1. Mata.
  2. Kaki.
  3. Tangan.

AD. 1: MATA
Mata menunjuk pada pandangan.
Pandangan yang menjadi sandungan adalah pandangan yang tidak tertuju kepada Tuhan, tetapi manusia dan sebagainya, sehingga menghasilkan pandangan najis dan jahat:

  1. Pandangan najis.
    Matius 5: 28
    5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

    Pandangan najis dimulai dari mata keranjang, yang berakhir pada dosa kawin mengawinkan.


  2. Pandangan jahat.
    Matius 6: 19-23
    6:19. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
    6:20. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
    6:21. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
    6:22. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
    6:23. jika
    matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

    Pandangan jahat adalah pandangan yang tertuju pada uang, yang menimbulkan keinginan akan uang. Ini yang disebut dengan mata duitan, yang akan menuju pada kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

Pandangan jahat dan najis inilah yang menjadi sandungan.

Kita harus memandang Tuhan mulai dengan memandang ladang dan bangunan Tuhan, supaya pandangan kita tidak menjadi sandungan.
Yohanes 4: 35
4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

1 Korintus 3: 9
3:9. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Memandang ladang Tuhan artinya:

  1. Kita harus setia berkobar-kobar dan benar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
  2. Kita beribadah melayani sesuai dengan jabatan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan kepada kita.

Oleh sebab itu kita harus TEKUN DALAM IBADAH RAYA--terkena pada pelita emas; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Kita mengalami urapan Roh Kudus yang membuat kita setia berkobar dan benar; dan kita melayani dengan karunia Roh Kudus.

Tadi, ladang sama dengan bangunan Allah, artinya kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mulai dari nikah--karunia sebagai anak, pacar, tunangan, sampai suami-istri dan orang tua--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

Syarat untuk melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna:

  1. Matius 6: 24
    6:24. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

    Syarat pertama: kita melayani dengan pengabdian diri--doulos.
    Artinya:


    • Tidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban.
    • Tidak menuntut upah tetapi justru berkorban waktu, tenaga dan sebagainya, kecuali firman pengajaran yang benar.


  2. 1 Korintus 3: 9
    3:9. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

    Syarat kedua: bisa bekerjasama dengan Tuhan--sesuai dengan firman pengajaran yang benar--dan bekerjasama dengan sesama.
    Kalau tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar pasti ambruk.

    Kalau tidak bekerjasama dengan sesama, kita akan jadi sandungan; saling menjatuhkan.

Pandang Tuhan, maka hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan.

AD. 2: KAKI
Kaki menunjuk pada perjalanan hidup.

Mazmur 139: 23-24
139:23. Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
139:24. lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Perjalanan hidup yang jadi sandungan adalah perjalanan hidup yang serong--jahat dan najis.
Kalau perjalanan hidup kita tidak benar, kita akan mudah tersandung dan menjadi sandungan.

Perjalanan hidup serong berasal dari hati serong, yaitu hati yang jahat dan najis.
Markus 7: 21-23
7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
7:22. perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

'hujat'= menghujat orang benar dan pengajaran yang benar.
Hati serong berisi dua belas keinginan jahat dan najis, dan kepahitan.

Bagaimana cara terlepas dari hati serong? Harus ada firman pengajaran yang keras, sehingga hati kita menjadi tulus yang berisi dua belas roti--disusun menjadi dua, enam buah sesusun.
Ibrani 4: 12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Oleh sebab itu kita harus TEKUN DALAM IBADAH PENDALAMAN ALKITAB DAN PERJAMUAN SUCI--terkena pada meja roti sajian--, supaya hati dan perjalanan hidup yang serong disucikan, sehingga kita berada dalam perjalanan hidup yang benar, suci, dan kekal.

AD. 3: TANGAN
Tangan menunjuk pada perbuatan.

Galatia 5: 19-21
5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Perbuatan yang menjadi sandungan adalah perbuatan daging; perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

Mazmur 141: 2-3
141:2. Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.
141:3. Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Oleh sebab itu tangan harus diangkat untuk menyembah Tuhan, supaya tidak menjadi sandungan.
Oleh sebab itu kita harus TEKUN DALAM IBADAH DOA--terkena pada mezbah dupa emas.

Di dalam doa penyembahan kita mengalami perobekan daging dengan segala hawa nafsu, keinginan, dan perbuatannya, sehingga kita bisa melakukan perbuatan yang benar, suci, dan baik. Kita tidak merugikan dan menyakiti sesama; kita mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan dan kebenaran.

Tadi, akibat menjadi sandungan adalah leher diikat dengan batu kilangan, dan dilemparkan ke dalam laut sampai ke dalam api bahkan lautan api dan belerang; neraka selamanya.
Artinya: hidup susah payah, letih lesu, beban berat, air mata, bersuasana kutukan, dipakai dalam pembangunan Babel.

Wahyu 18: 21
18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Oleh sebab itu kita harus tergembala dengan benar dan baik--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, sehingga kita bebas dari sandungan.
Roh Kudus menolong pandangan kita kepada Tuhan--setia berkobar dan benar dalam ibadah pelayanan--, perjalanan hidup sesuai dengan firman--hati tulus; perbuatan benar, suci, dan kekal--, dan tangan banyak menyembah Tuhan sampai hanya berbuat benar dan baik.
Kita bebas dari sandungan.

Markus 9: 49-50
9:49. Karena setiap orang akan digarami dengan api.
9:50. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Mulai dari ayat 42 bicara soal sandungan.
Kalau sudah bebas dari sandungan, kita akan menjadi garam dunia.
Artinya: hidup dalam urapan Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus--garam--:

  1. Mencegah kebusukan lewat berdamai; saling mengaku dan mengampuni, sehingga kita bisa hidup benar dan suci--busuk menjadi harum.
    Yang membuat busuk adalah menyimpan dosa atau menghakimi orang lain.


  2. Memberi rasa enak, artinya damai sejahtera, enak, ringan, bahagia, dan menjadi saksi bagi sesama.
  3. Roh Kudus mengadakan mujizat:


    1. Mujizat rohani: pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Kita dibaharui menjadi taat dengar-dengaran.
      Garam memang tidak berharga, tetapi sangat dibutuhkan di mana-mana. Mungkin tidak hebat, penghasilan kecil tetapi dibutuhkan di mana-mana.
      Mari taat apapun keadaan kita. Biarpun kita kecil, kalau taat, kita dibutuhkan di mana-mana.

      Kalau hebat tetapi tidak taat, setengah mati, apalagi kalau tidak hebat ditambah dengan tidak taat.


    2. Mujizat jasmani: tidak ada ikan menjadi ada ikan--pemeliharaan ajaib dari Tuhan--, mustahil jadi tidak mustahil--semua masalah diselesaikan oleh Tuhan--, pintu-pintu terbuka--pintu masa depan berhasil dan indah.
      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Pintu Firdaus dan pintu sorga terbuka bagi kita. Kita tidak pernah tersandung.

Periksa bagaimana mata, tangan, dan kaki kita. Kita harus tergembala, sampai menjadi garam yang asin. Tangan Roh Kudus yang menolong kita dan mengadakan mujizat dalam hidup kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top