English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Februari 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Dari siaran tunda Ibadah persekutuan di Soroako I

Tema: "Bagi Tuhan tidak ada yang...

Ibadah Doa Malang, 25 Mei 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Desember 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 17 Agustus 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Firaun menjadi marah menubuatkan bahwa jika bumi...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL (nubuat ke-6)
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada dua macam kegiatan di...

Ibadah Persekutuan II di Tentena-Poso, 24 September 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 26 Juli 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3

Ibadah Doa Malang, 17 Juli 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6Waktu...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Mei 2018 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Di sekitar takhta TUHAN ada dua puluh empat tua-tua yang duduk di atas takhta-takhta.
Dua puluh empat tua-tua terbagi menjadi 2 bagian:

  • 12 rasul hujan awal yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal,
  • 12 rasul hujan akhir yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Kita belajar soal kegerakan ini di dalam injil Matius.
Di dalam Matius 14-15, terjadi 2 kali pemecahan roti (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016):

  1. Matius 14: 13-21 => pemecahan roti pertama: 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang= kegerakan Roh Kudus hujan awal.

    Roti= firman.
    Angka 5 menunjuk pada 5 luka Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan manusia--kurban Kristus.
    Jadi kegerakan Roh Kudus hujan awal adalah kegerakan dalam injil keselamatan/firman penginjilan--kabar baik--untuk menyelamatkan manusia berdosa sehingga tidak dihukum tetapi diselamatkan dan diberkati.


  2. Matius 15: 32-39 => pemecahan roti kedua: 7 roti dan beberapa ikan untuk memberi makan 4000 orang= kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Angka 7= sempurna.
    Roti= firman.
    Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--kabar mempelai--, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna--tubuh Kristus yang sempurna. Siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai dan duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.

    Sudah menerima kabar baik, harus ditingkatkan pada kabar mempelai.

Waspada! Di antara pemecahan roti pertama dan kedua, terdapat 3 cerita yang menunjukkan 3 hal:

  1. Matius 14: 22-36 => Yesus berjalan di atas air dan Petrus hampir tenggelam. Sekarang, sama dengan gereja TUHAN dengan pengalamannya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2016).

    Sementara kita sudah masuk kegerakan hujan awal dan menuju kegerakan hujan akhir, ada masalah-masalah, yaitu Petrus hampir tenggelam. Kalau ingat Israel dulu, yang keluar dari Mesir--selamat--603.550 laki-laki berumur 20 tahun--belum termasuk wanita dan anak-anak--, tetapi yang masuk Kanaan hanya 2 orang, sedangkan yang lain mati di padang gurun.

    Perjalanan menuju ke Kanaan adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Begitu juga gereja TUHAN, banyak yang dipanggil--selamat, tetapi dalam perjalanan menuju kesempurnaan, banyak yang seperti Petrus--Petrus hampir tenggelam. Untunglah Petrus tertolong, tetapi ada juga yang tidak tertolong--seperti Yudas.


  2. Matius 15: 1-20 => perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Sekarang, artinya bangsa Israel dengan kesesatannya.
    Hati-hati! Banyak yang sesat.


  3. Matius 15: 21-28 => perempuan Kanaan yang percaya--ada kemurahan. Ini menunjuk pada bangsa kafir dengan kebutuhannya.
    Bangsa kafir membutuhkan remah-remah roti. Kalau ada remah-remah roti dan bisa menjilat, semua beres. Kalau tidak ada remah-remah roti, hanya seperti anjing babi, kerasukan setan, sampai binasa.

Inilah tiga hal yang harus kita hadapi; tiga hal yang menujuk pada tiga arti.
Dari selamat sampai mau sempurna--kegerakan Roh Kudus hujan awal sampai kegerakan Roh Kudus hujan akhir--ada tiga cerita.

AD. 2. BANGSA ISRAEL DENGAN KESESATANNYA
Tersesat artinya kehilangan arah ke Yerusalem baru. Tujuan kita mengikut dan melayani TUHAN adalah menuju ke Yerusalem baru--takhta sorga--, seperti dua puluh empat tua-tua sudah disediakan takhta-takhtanya di sekeliling takhta surga.

Dalam Wahyu 3: 21, pada jemaat Ladokia, TUHAN katakan: Barangsiapa menang akan Kududukkan di atas takhta-Ku.

Tersesat ini juga seperti kapal murid-murid yang ditimbus angin gelombang dan hampir tenggelam, tidak sampai ke pelabuhan.
Inilah tersesat atau kehilangan arah ke takhta Yerusalem baru.

Mengapa Israel tersesat--seperti umat Israel yang tidak sampai ke Kanaan, banyak yang mati di padang gurun--?
Ibrani 3: 7-11
3:7. Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
3:8.
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
3:9. di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
3:10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka
sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
3:11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

'mendengar suara-Nya' = suara TUHAN atau firman TUHAN.
Israel kehilangan arah ke Kanaan--sekarang ke takhta Yerusalem baru--karena keras hati seperti nenek moyangnya di padang gurun.

Praktik keras hati sampai bisa tersesat--kehilangan arah ke Yerusalem baru--:

  1. Matius 15: 1-9
    15:1. Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
    15:2. "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
    15:3. Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun
    melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

    Praktik keras hati yang pertama: menolak firman TUHAN karena mempertahankan adat istiadat nenek moyang; firman dikesampingkan demi adat istiadat.


  2. Matius 15: 10-20
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    Praktik keras hati yang kedua: hati diisi dengan keinginan jahat dan najis.

Akibat keras hati: tidak mengenal jalan TUHAN--tersesat--dan tidak bisa masuk tempat perhentian TUHAN--tidak mengalami sabat.
Ibrani 13: 10-11
3:10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
3:11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka
takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

'tidak mengenal jalan-Ku'= tersesat.
'takkan masuk ke tempat perhentian-Ku'= tidak bisa masuk ke Kanaan.

Ada 3 macam sabat:

  1. Sabat kecil= kepenuhan Roh Kudus; hati damai sejahtera atau ketenangan di dalam Roh Kudus sehingga kita tidak berletih lesu dan berbeban berat. Sabat kecil bisa selalu kita alami.

    Sabat pada perjanjian lama dan perjanjian baru itu berbeda.
    Kalau perjanjian lama, kerja dulu baru sabat--berhenti pada hari ketujuh.
    Kalau perjanjian baru, perhentian--damai sejahtera di dalam Roh Kudus--dulu, baru kerja. Kalau ada emosi, iri hati, dendam dan sebagainya, tidak bisa melayani TUHAN.

    Kalau dibalik, Israel tidak mengalami damai sejahtera--tidak mengalami sabat--, sehingga tetap berletih lesu dan berbeban berat. Inilah orang keras hati.


  2. Sabat besar= kerajaan 1000 Tahun Damai; Firdaus yang akan datang.
    Kalau keras hati, tidak bisa kembali ke Firdaus. Dia tidak mengalami damai sejahtera, hidupnya letih lesu terus.

    Kalau letih lesu terus, periksa apakah ada ada kekerasan hati. Kalau tidak mengalami sabat kecil, tidak mungkin mengalami sabat besar.


  3. Sabat kekal= kerajaan sorga yang kekal; Yerusalem baru. Kalau keras hati, tidak bisa masuk Yerusalem baru dan binasa selama-lamanya.

Periksa diri kita masing-masing! Kalau keras hati, akan tersesat, tidak sampai ke tempat perhentian. Kalau sekarang tidak mengalami damai sejahtera, tetapi mengalami letih lesu dan berbeban berat, itulah keras hati. Nanti pada saat kebangkitan pertama, dia tidak dibangkitkan; tidak masuk ke Firdaus, tetapi akan dibangkitkan pada kebangkitan kedua untuk dibinasakan.
Kebangkitan pertama adalah orang yang mati dalam TUHAN akan dibangkitkan dan yang hidup akan diubahkan, sehingga menjadi satu untuk masuk ke Firdaus
Yang penting adalah damai sejahtera!

Amsal 4: 23-27
4:23. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
4:24. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah
bibir yang dolak-dalik dari padamu.
4:25. Biarlah
matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.
4:26.
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.
4:27. J
anganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

'terpancar kehidupan'= sampai hidup kekal, itulah Yerusalem baru. Kalau keras, tidak akan bisa. Sebab itu hati harus dijaga!
Ayat 26= perjalanan hidup dijaga.
Ayat 27= jangan berbuat dosa dan jangan tersesat juga.

Masuk kegerakan Roh Kudus hujan awal--percaya Yesus, selamat, diberkati--, tetapi kita juga harus masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--sempurna oleh pengajaran. Dalam perjalanan menuju kesempurnaan, kita harus hati-hati--Petrus hampir tenggelam. Ini sudah dipelajari.

Kemudian, bangsa Israel tersesat--tidak masuk ke negeri Kanaan atau tempat perhentian--karena keras hati. Kalau keras hati, tidak bisa mencapai sabat yang sekarang, artinya terus mengalami letih lesu, beban berat, bersungut, berbantah, tidak ada damai. Kalau di rumah letih lesu, di kantor juga, di manapun letih lesu, bahaya! Itu berarti hatinya keras! Ada sesuatu yang kita pertahankan sekalipun salah. Jika ini diteruskan, tidak mungkin sampai ke Firdaus--mengalami sabat kecil saja tidak bisa, apalagi sabat besar dan sabat kekal.

Ada 4 hal yang harus dijaga supaya tidak tersesat--sampai ke sorga:

  1. Ayat 23= hati harus dijaga.
    Hati harus dijaga dengan segala kewaspadaan, supaya jangan keras hati, tetapi lembut.

    Yakobus 1: 21
    1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

    Hati yang lembut artinya bisa menerima firman Allah sekeras apapun, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--firman pengajaran yang benar/kabar mempelai.

    Penginjilan ataau kabar baik juga penting dan masih diberitakan. Buktinya masih ada baptisan air--percaya Yesus, bertobat, baptisan air. Tetapi setelah itu harus ditingkatkan pada pengajaran, supaya jangan tergeletak di padang gurun seperti bangsa Israel. Hati-hati! Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih! Karena itu, berjuang!

    Harus ada makanan keras.
    Proses makan firman:


    • Mendengar firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan sekalipun agak lama waktunya, tajam atau keras.


    • Mengerti firman.
      Kalau ada Roh Kudus, anak kecil bisa mengerti firman.

      "Untuk anak-anak kecil, tidak diberikan tempat sendiri untuk bermain. Anak kecil juga diberikan kesempatan untuk mendengarkan firman. Sekalipun bayi, bawa atau gendong saja, asal ditertibkan. Kalau firman yang disampaikan dalam urapan Roh Kudus dan orang tua dalam urapan, firman bisa masuk lewat pori-pori, sehingga dari kecil ia sudah biasa dengan firman."


    • Percaya atau yakin pada firman pengajaran yang benar, sehingga menjadi iman yang tertanam di dalam hati--berakar di dalam hati.

      Kalau firman menjadi iman--tertanam di dalam hati--, maka segala kotoran dan akar dosa kejahatan-kenajisan dicabut semua sehingga kita selamat.

      Yakobus 1: 21
      1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

      Tinggal pilih, apa yang kita beri kesempatan untuk tumbuh dalam hati? Kalau tertanam dan berakar, berarti sudah tumbuh.
      Kalau tidak mau mendengar firman yang keras, sekalipun ia hebat, yang berakar hanyalah kejahatan dan kenajisan. Tetapi kalau kita mendengarkan firman yang keras, sampai firman itu kita yakini--berakar didalam hati--, maka segala kotoran, akar dosa--kejahatan dan kenajisan--akan dicabut.

      Di dalam rumah TUHAN bukan untuk tertawa-tawa, tetapi untuk mencabut akar-akar dosa. Kalau kita pulang ibadah lalu meninggal dan masih ada akar dosa, siapa yang tanggung jawab terhadap keselamatan kita? Kalau semua akar dosa sudah dicabut, kapanpun TUHAN datang kita siap dan pasti selamat.

      "Untung saya dulu dipanggil TUHAN menjadi guru. Ada murid yang tidak naik, sekalipun dia yang salah, saya merasa salah. Apalagi ini menyangkut soal kerajaan sorga, saya tidak mau main-main."

      Yohanes 14: 26-27
      14:26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
      14:27.
      Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

      Kalau sudah mendengar, mengerti, percaya atau yakin kepada firman--sampai menjadi iman--, maka kita akan mengalami damai sejahtera.

      "Kalau guru mengajar di sekolah, sekalipun rata semua, gurunya sudah mengajar juga, tetapi nilainya tidak rata. Tetapi kalau Roh Kudus yang mengajar, sekalipun tidak rata, Roh Kudus mampu menembus semuanya. Jangan remehkan Roh Kudus, Guru besar kita! Kalau ilmu dunia hanya diiingat di otak. Tetapi kalau firman sudah jadi iman, firman akan tersimpan di dalam hati."

      Kalau firman sudah menjadi iman--selalu diingat--dan dosa dibuang, maka kita akan mengalami damai sejahtera dari sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun juga dan hidup kita menjadi enak dan ringan.

      Ini yang pertama, jangan sesat dan keras hati! Jaga hati, supaya lembut--bisa menerima firman sampai percaya dan ada damai. Sekalipun kita belum ditolong, tetapi kalau kita percaya pada firman, kita sudah damai--hidup enak dan ringan. Tinggal menunggu waktu dari TUHAN untuk menolong kita.


    • Praktik firman= perbuatan iman yang menghasilkan buah-buah. Dari akar, sudah bertunas dan berbuah, yaitu buah keselamatan dan kesempurnaan. Setiap dengar firman, firman tertanam dan dosa dibuang, sampai satu waktu tidak ada dosa lagi--berbuah kesempurnaan.
      Ini sama dengan buah-buah hidup kekal.

      Camkan baik-baik! Firman pengajaran yang benar, keras, dan lebih tajam dari pedang bermata dua sanggup memberikan hidup kekal kepada kita, dan pasti sanggup memberikan kehidupan jasmani di dunia--memberikan masa depan yang indah.

      Silahkan sekolah, tetapi itu hanya sarana. Yang menentukan hidup kita adalah adakah firman di dalam kehidupan kita; di dalam hati kita--menjadi iman--dan di dalam genggaman tangan kita--dipraktikkan--? Kalau itu ada, yakinlah, sorga atau hidup kekal diberikan, apalagi hidup di dunia, pasti TUHAN berikan.

      Karena itu, saat menghadapi 5000 orang, yang TUHAN tanya: 'Ada berapa roti--firman--yang ada padamu--di tanganmu--?', karena itu yang menentukan. Sekalipun hanya 5 roti 2 ikan, kalau itu firman, maka semua masalah selesai.

      Janda Sartat menghadapi keadaan paceklik dengan segenggam tepung--praktik firman--dan semua selesai.

      Apa yang ada di jantung hati dan apa yang ada di genggaman kita, itulah yang menetukan nasib kita di dunia sampai hidup kekal selamanya. Satu genggaman tangan, sama dengan ukuran jantung kita.


  2. Amsal 4: 24
    4:24. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.

    Yang kedua: jaga mulut.

    Roma 10: 8-10
    10:8. Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
    10:9. Sebab jika kamu
    mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
    10:10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

    Kalau firman sudah sampai ke dalam hati, firman bisa dipraktikkan--digenggam oleh tangan. Tetapi dari hati, juga bisa sampai ke mulut--diucapkan.

    Kalau hati percaya kepada firman pengajaran yang benar--menjadi iman dalam hati--, pasti mulut mengaku Yesus. Kalau hatinya ada firman, tidak mungkin mulutnya memaki-maki. Tetapi kalau dalam hati tidak ada firman, maka mulutnya sembarangan--dusta, fitnah, memaki. Apa yang di dalam hati akan meluap ke mulut.

    Kalau dalam hati ada firman--iman--, mulutnya hanya mengaku Yesus. Mengaku Yesus, artinya:


    • Mengaku dosa--bukan menghakimi--kepada TUHAN dan sesama--vertikal dan horisontal membentuk kayu salib. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

      Mengaku Yesus juga berarti mengampuni dosa sesama dan melupakannya.

      Saat itu, darah Yesus menghapus dosa-dosa kita, sehingga kita mengalami damai sejahtera. Kalau tidak damai, berarti sedang tersesat; tersandung.
      Jadi, kalau kita mulai tidak damai, hati-hati! Bisa tersesat, terjatuh dan tidak menuju ke sorga lagi.

      Kalau menuju sorga, akan semakin besar damainya--sabat kecil, sabat besar, dan sabat kekal. Cepat berdamai! Selesaikan, antara suami-isteri, anak-orang tua dan sebagainya.

      Kalau keras hati--tidak mau mengaku dan mengampuni, malah menyalahkan orang lain dan menghujat TUHAN--berarti tidak ada damai dan tersesat.

      Lebih baik hati kita melembut dan mulut mengaku Yesus.


    • Bersaksi tentang kabar baik kepada orang yang masih di luar Yesus--belum percaya Yesus--dan disertai dengan hidup benar dan damai sejahtera--bukan sekedar bicara saja.
      Contoh hidup benar: tidak korupsi, tidak menyontek dan sebagainya. Kalau bersaksi, tetapi korupsinya nomor satu, orang hanya tertawa.

      Juga bersaksi tentang kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat, supaya disucikan dan disempurnakan--masuk tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga. Kita bersaksi disertai dengan hidup suci dan damai sejahtera.

      Perkataan kesaksian tentang Yesus, akan dicap oleh darah Yesus dan setan dikalahkan.
      Wahyu 12: 10-11
      12:10. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
      12:11. Dan mereka
      mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

      Kita bersaksi bagaimana kita diselamatkan oleh TUHAN. Itu ada cap darah Yesus yang mengalahkan setan.
      Kalau tidak mau bersaksi, pasti menjadi pendakwa--seperti setan--, yaitu bergosip dan lain-lain.
      Kalau mendakwa/bergosip, berarti keluar dari jalurnya TUHAN dan tersesat.

      Kalau bersaksi, kita berada di jalurnya TUHAN untuk menuju Yerusalem baru--Kanaan Samawi.


    • Menyembah TUHAN sehingga kita mengalami kemuliaan dan kebahagiaan TUHAN yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun.
      Filipi 2: 11
      2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

      Kalau tidak mau mengaku dosa, pasti menghujat TUHAN, dan akan jatuh dan tersesat.
      Kalau tidak mau bersaksi--hanya mendakwa, bergosip--, akan jatuh dan tersesat.
      Kalau tidak mau menyembah TUHAN, akan jatuh dan tersesat!

      Kalau sudah bisa menyembah, akan mengalami kemuliaan sorga, kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Kalau bersuasana sorga berarti sudah tidak tersesat.
      Kalau ada banyak waktu luang, mari banyak menyembah TUHAN. Tidak rugi!

      Kita semakin merasakan kemuliaan dan kebahagiaan dari TUHAN. Seperti murid-murid yang naik di atas gunung untuk menyembah, mereka tidak mau turun lagi karena ada suasana kemuliaan dan kebahagiaan sorga.

      Semakin kita menyembah, kita semakin dekat dengan sorga.


  3. Amsal 4: 25
    4:25. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.

    Yang ketiga: jaga mata.

    Jika hati lembut--berisi firman pengajaran yang benar atau iman--, maka mata hanya tertuju pada pribadi TUHAN. Pribadi TUHAN adalah firman pengajaran yang benar. Kalau hati berisi uang, mata akan tertuju kepada uang.

    Waspada!:


    • Jangan menjadi seperti Musa. Waktu mau menolong orang Israel yang berkelahi dengan orang Mesir, ia lihat kiri kanan dan jadi pembunuh.
      Kalau kita lihat manusia, pasti akan jadi pembunuh--iri hati, gosip, benci, dendam dan lain-lain. Tidak melayani, tetapi jadi pembunuh.


    • Jangan menjadi seperti Isteri Lot yang menoleh ke belakang, bukan melihat ke depan, dan ia jadi tiang garam--matanya hanya memandang kekayaan dunia.

      Tiang garam adalah garam yang tawar. Kalau hanya memandang harta dunia, maka hidupnya tidak ada gunanya. Semua itu hanya sarana, tetapi harus tetap memandang TUHAN. Kalau sudah berpaling dan tidak menomorsatukan TUHAN, lama-lama tidak sadar, sudah tidak bisa bergerak, jadi tiang garam yang tawar--tidak berguna, sudah busuk dan dikuasai dosa Sodom Gomora.


    Sekalipun kita bekerja, kuliah, tetap utamakan TUHAN lewat ibadah pelayanan. Hidup kita dari TUHAN! Hati-hati! Kalau sudah menoleh belakang, akan jadi seperti isteri Lot, sebentar lagi busuk dan binasa.

    Ibrani 11: 8
    11:8. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

    Abraham adalah contoh kehidupan yang matanya tetap memandang pada TUHAN. Hatinya lembut, yaitu berisi firman pengajaran yang benar--iman--, sehingga ia bisa taat dengar-dengaran pada TUHAN sampai daging tidak bersuara lagi. Ini sama seperti Yesus yang taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.

    Abraham tinggalkan semua, tidak tahu ke mana dan Abraham disuruh TUHAN untuk mempersembahkan Ishak, anaknya. Setelah mendapatkan janji dari TUHAN--selama ini ditunggu-tunggu--, lalu disuruh mempersembahkan kepada TUHAN. Tetapi ia ikuti. Inilah taat sampai daging tidak bersuara; pandangan salib; pandangan hanya tertuju kepada TUHAN.

    Semua bergantung pada hati. Karena itu mohon Roh Kudus supaya hati kita bisa lembut--bisa mendengarkan firman sekeras apapun, sampai mengerti, percaya-yakin--, sehingga pandangan kita hanya tertuju pada TUHAN--pandangan salib.
    Pada ayat lain, mendengarkan firman bagaikan pembagian warisan--warisan yang kekal.

    Kejadian 13: 14-15
    13:14. Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
    13:15. sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

    'timur dan barat, utara dan selatan'= salib.
    'seluruh negeri yang kaulihat itu' = negeri Kanaan.

    Kalau pandangannya salib, arahnya jelas, yaitu ke Kanaan atau negeri perjanjian--sekarang Yerusalem baru; kerajaan sorga yang kekal.
    Kalau pandangannya daging, arahnya lain. Contohnya seperti Lot.

    Kejadian 13: 10
    13:10. Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --

    Lot menggunakan pandangan daging. Ia bukan ikut TUHAN, tetapi ikut-ikutan pada Abraham--Lot adalah keponakan dari Abraham. Hamba TUHAN juga seringkali ikut orangnya atau guru atau gembalanya, bukan ikut TUHAN. Setelah orangnya ditarik, sudah lupa semua. Begitulah kalau ikut-ikutan. Hati-hati! Bahaya!

    Kalau ikut-ikutan saja--tidak ikut TUHAN--, pandangannya bisa pandangan daging.
    Artinya: beribadah melayani TUHAN hanya karena mencari perkara daging, yaitu jodoh, kekayaan dan lain-lain. Mari sungguh-sungguh!

    Lot ikut TUHAN hanya untuk mencari perkara jasmani dan arahnya ke Sodom Gomora. Kelihatannya taman sorga, tetapi di balik itu ada hukuman api belerang. Matanya tertutup oleh perkara jasmani.
    Sodom Gomora, sekarang menunjuk pada api belerang itulah neraka. Jangan main-main!
    Pandangan harus tertuju pada TUHAN--pandangan salib. Memang sakit bagi daging, tetapi mengarah pada kerajaan sorga. Yesus disalibkan, lalu mati HANYA 3 hari. Setelah itu bangkit dan mulia untuk selama-selamanya.
    Demikian kita juga. Sekarang kita beribadah paling lama 3 jam--salib--, nanti kita mengalami kemuliaan yang tidak sebanding.

    Kejadian 12: 1-2
    12:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
    12:2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

    Abraham rela meninggalkan semua untuk taat dengar-dengaran pada firman TUHAN--firman pengajaran yang benar. Inilah pandangan salib, sehingga ia pergi ke negeri yang tidak ia ketahui. Sakit bagi daging, tetapi karena perintah TUHAN, ia ikuti. TUHAN memberkati dia dan ia menjadi berkat bagi orang lain. TUHAN tidak menipu!

    Kejadian 22: 10-14
    22:10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
    22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
    22:12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
    22:13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
    22:14. Dan Abraham menamai tempat itu: "
    TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

    'TUHAN menyediakan' = Jehova Jireh.

    Karena memiliki pandangan salib, Abraham mempersembahkan anaknya yang tunggal sehingga ia bertemu dengan Jehova Jireh. Sekarang artinya: dari tidak ada menjadi ada untuk memberkati kita; yang mati menjadi bangkit kembali; yang mustahil jadi tidak mustahil untuk menolong kita; sampai mempersiapkan kita jadi mempelai TUHAN.

    Wahyu 19: 7
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Allah mempersiapkan kita untuk menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna, yang siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali, dan siap untuk duduk di takhta sorga; Yerusalem baru.

    Mari, jaga hati! Jangan tersesat. Kita sudah diselamatkan atau dipanggil oleh TUHAN--masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal--, sesudah itu harus dipilih--masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan kabar mempelai; firman pengajaran yang benar untuk disempurnakan oleh TUHAN. Hati-hati, jangan tersesat! Jaga hati supaya lembut dan bisa terima firman. Jangan keras hati!

    Jaga mulut dan jaga mata! Padangan hanya kepada TUHAN dan jangan kepada yang lain.
    Pandangan Lot kepada Sodom; pandangan daging. Tetapi kita ikuti pandangan salib. Sakit bagi daging tetapi berakhir pada kemuliaan dan kebahagiaan.


  4. Amsal 4: 26-27
    4:26. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.
    4:27.
    Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

    'Janganlah menyimpang'= jangan tersesat.

    Yang keempat: jaga perjalanan hidup.

    Kejadian 13: 14-17
    13:14. Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan
    13:15. sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
    13:16. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.
    13:17. Bersiaplah,
    jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

    Kalau hatinya lembut, maka pandangannya adalah pandangan salib dan perjalanannya juga perjalanan salib.
    'timur dan barat, utara dan selatan'= pandangan salib.
    'jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya'= perjalanan salib.

    Perjalanan salib sama dengan jalan yang rata, jalan lurus, tidak bergunung-berlembah dan tidak berkelok-kelok.
    Amsal 4: 26
    4:26. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.

    Jalan berkelok-kelok= jalannya ular.
    Jalan rata, artinya sekalipun banyak tantangan dan rintangan yang kita hadapi--dosa, bidang ekonnomi dan lain-lain--, tetapi tidak bisa menghalangi kita, karena Yesus selalu beserta kita.

    Jalan lurus/jalan rata adalah jalannya Yesus. Jalan yang berkelok-kelok adalah jalannya ular, yang menyesatkan dan menjatuhkan kita.

    Sakit bagi daging, tetapi ada Yesus di jalan salib.
    Jalan lurus ini sangat langka.

    "Satu waktu saya dikatakan: Kalau pak Wi itu maunya jalan lurus saja. Saya senang, karena berarti saya sudah benar."

    Tidak boleh berkelok sedikitpun, apalagi hamba TUHAN. Kalau hamba TUHAN berkelok sedikit, yang digembalakan sudah hilang semua. Jangan! Harus lurus, apapun yang orang katakan kepada kita. Dalam bekerja, berlalu-lintas, dan sebagainya harus lurus.

    Praktik perjalanan salib:


    • 1 Petrus 4: 1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      'penderitaan badani' = salib.

      Praktik perjalanan salib yang pertama: rela sengsara daging untuk bertobat--berhenti berbuat dosa dan hidup dalam kebenaran--; kembali pada kehendak Allah; berpegang teguh pada pengajaran yang benar--jangan disesatkan ajaran lain--, sehingga Yesus beserta dengan kita dan setan tidak bisa menjatuhkan atau menyesatkan kita.

      Di manapun kita berada, stop dosa, hidup benar dan pegang pengajaran yang benar! Semuanya sesuaikan dengan firman pengajaran yang benar, baik di kantor, di sekolah dan lain-lain. Kalau firman bilang: Tidak boleh, tetapi kita katakan: Boleh, berarti sudah berbelok, turun-naik, dan tidak lurus lagi.
      Kalau ada yang salah, bahaya! Setan bisa menjatuhkan, menyengsarakan, dan menyesatkan kita. Stop semua dan ikuti jalan salib!

      Yang sudah berkelok-kelok, stop malam ini dan ikuti jalan lurus--kita tidak akan jatuh, tidak akan sengsara--, sebab Yesus selalu beserta kita. Jika Yesus beserta--Yesus lewat--, Bartimeus yang buta disembuhkan dan semuanya akan tertolong. Kita menghadapi apa saja, maka Yesus akan tampil untuk menolong kita. Setan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

      Yang sudah hidup benar, masih ada yang kedua, yaitu sudah tidak berbuat dosa, tetapi masih mengalami sengsara. Itulah jalan salib.


    • 1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Praktik perjalanan salib yang kedua: sudah tidak berdosa, tetapi harus menderita. Ini adalah sengsara daging tanpa dosa; sengsara daging bersama Yesus.

      Bentuknya macam-macam: dari kuliah masuk ibadah; dari kerja masuk ibadah; mempertahankan kebenaran--pengajaran yang benar--dan dimusuhi; berpuasa; doa semalam suntuk; difitnah--tidak salah tapi disalahkan. Jangan malah melawan! Kita bersama Yesus, jangan takut!

      'Jangan kamu heran'= jangan heran, tetapi biasa saja--jangan dibesar-besarkan, wajar saja--, karena Yesus sebagai kepala saja sudah tinggalkan sorga dan mengalami sengsara, apalagi kita. Kalau sudah tidak kuat, pandang salib Yesus, Dia lebih menderita dari kita.

      Kita diizinkan menderita, supaya kita mengalami shekina glori--Roh kemuliaan--untuk:


      1. Memberikan kekuatan ekstra sehingga kita tidak kecewa dan putus asa, tetapi malah berbahagia di dalam penderitaan (ayat 14). Ini tidak bisa diterangkan dan semoga jadi pengalaman kita semua.

        Orang berpuasa, panas-panas, orang bilang: Kasihan, tetapi ia bahagia bersama TUHAN, bisa menyembah TUHAN sampai lupa haus dan lapar. Berdoa, supaya jadi pengalaman.


      2. Untuk memuliakan--membaharui, mengubahkan--manusia daging menjadi manusia rohani--manusia baru--seperti Yesus dan menuju Yerusalem baru.
        Kalau mengalami pembaharuan hidup, kita tidak sesat dan sudah pasti arahnya.

        Tadi kita periksa hati, bagaimana saat dengar firman? Menuju ke mana? Kalau keras akan tersesat. Harus lembut! Kalau mendengarkan firman dengan malas, mengantuk, bahaya, sebab setan bisa menyesatkan. Kalau sungguh-sungguh sampai mengerti, arahnya jelas.
        Lalu periksa mulut kita. Bagaimana mulut ini? Apakah mulut bersaksi, mengaku dosa, atau yang lainnya?

        Lalu periksa mata, yaitu pandangan salib; taat dengar-dengaran seperti Abraham. Kita rela sengsara untuk taat dengar-dengaran atau tidak? Kalau taat, kita bertemu Jehova Jireh.

        Dan yang terakhir adalah periksa pembaharuan. Kalau berubah, berarti kita sudah menuju Yerusalem baru. Kita diubahkan sedikti demi sedikit. Kalau tidak berubah sama sekali, dan malah jadi tidak baik, sudah benar-benar gawat.

        "Dulu om Yo cerita. Dulu beliau menjadi tentara, lalu sudah jadi hamba TUHAN, ada temannya berkata: Tetap saja. Om Yo langsung lemas, karena beranggapan belum dibaharui."

        Periksa pembaharuan mulai dari dalam rumah tangga--secedok anggur. Sesudah melayani, aktif di gereja, bagaimana isteri, suami, anak-anak, kaum muda? Bagaimana hidup kita? Kita jalan ke Yerusalem baru atau tersesat?

        Wahyu 21: 11
        21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

        'Kota' = kota Yerusalem baru.

        Pembaharuan Yerusalem baru adalah jernih seperti kristal= jujur dan percaya atau iman yang tulus ikhlas.
        Jujur soal pengajaran, nikah, keuangan.
        Ini adalah yang terakhir kita periksa.

        Kalau tidak jujur, pasti tersesat.
        Kalau jujur, itulah yang benar dan itulah pembaharuan. Kita harus tegas hari-hari ini! Sungguh-sungguh!
        Kalau sudah bisa berkata ya di atas ya dan tidak di atas tidak, setan tidak bisa berbuat apa-apa lagi--jangankan memegang, melihatpun tidak akan bisa. Kalau masih: Ya..tetapi, percayalah, tidak akan pernah sampai.

        Jujur dan percaya untuk menghadapi:


        1. Perempuan yang tertangkap basah--tertangkap tangan atau ada buktinya--sedang berzinah (Yohanes 8).
          Artinya: dalam ketakutan, stress--karena hukumannya dirajam batu--, dipermalukan--karena diarak--, menderita--air mata--, gagal total hidupnya, dalam kenajisan dan kemustahilan--karena hukum Taurat mengatakan orang berzinah harus dilempar batu sampai mati.

          Kalau kita mengalami takut dan stress, kembali jujur dan percaya. Hanya itu jalannya.
          Kalau di alkitab, perempuan ini seperti buluh yang terkulai dan sumbu yang sudah pudar--berasap--, tidak ada harapan lagi. Tetapi untung dibawa ke Bait Allah dan bertemu dengan Yesus. Ia jujur mengakui keadaannya dan ia percaya.

          Yohanes 8: 11
          8:11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

          Kalau jujur--tidak ditutup-tutupi lagi--dan percaya malam ini, bawa kepada Yesus, maka semuanya akan selesai.

          Percaya= iman kepada TUHAN, mengaku dosa dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
          Jika jujur dan percaya, semuanya selesai--tidak dihukum, segala malu selesai semuanya. Tertolong dari gelap menjadi terang. Apapun keadaan kita, TUHAN tolong.


        2. Yohanes 4: 46-47, 49-50, 53
          4:46. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit
          4:47. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu
          hampir mati.
          4:49. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "
          Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
          4:50. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!"
          Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
          4:53. Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

          Ini tentang Yesus menyembuhkan anak pegawai istana. Istana Herodes, menunjuk pada bangsa kafir.

          Yang kedua: kepada bangsa kafir.

          Ayat 49= jujur mengakui nikah dan buah nikahnya yang hancur.
          Ayat 50= percaya pasti anaknya sembuh. Akhirnya anaknya sembuh.

          Nikah dan buah nikah yang hampir mati--buluh terkulai dan sumbu berasap--, masih ditolong TUHAN. Dari gelap menjadi terang kembali; jadi tegak kembali. Tetap mengikut TUHAN, melayani dan menantikan TUHAN.


        3. Yohanes 11: 39-40
          11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
          11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
          Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

          Yang ketiga: menghadapi yang sudah mati--buluh yang patah dan sumbu yang padam.

          "Angkat batu itu!" = harus jujur--tunjukan hati yang busuk dan gagal--dan percaya, sehingga Lazarus yang sudah mati 4 hari bisa dibangkitkan kembali.

          Sudah mustahil, sudah padam pelitanya, sudah patah buluhnya, sudah tidak bisa lagi dan binasa selamanya, tetapi kalau jujur dan percaya, masih bisa ditolong oleh TUHAN.

          Kalau kita diubahkan menjadi jujur dan percaya, maka mujizat-mujizat akan terjadi. Apapun keadaan kita, asalkan kita jujur dan percaya, TUHAN sanggup untuk menolong kita.

          Sampai nanti saat TUHAN datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan yang permai, kita duduk bersanding bersama dengan Dia di takhta sorga untuk selama-lamanya.

Apa saja keadaan kita malam ini, serahkan kepada TUHAN! TUHAN akan menolong kita. Jangan putus asa dan kecewa, apapun yang terjadi. Seperti perempuan yang tertangkap basah berzinah atau seperti anak yang hampir mati--nikah buah nikah yang sudah hampir padam--, bahkan sudah busuk, hancur, TUHAN sanggup menolong kita semua.

Periksa hati, mulut, mata dan terakhir periksa kaki--perjalanan hidup kita. Yang sudah berhasil jangan sombong. Ombak bisa datang sekonyong-konyong. Biarlah semuanya berada dalam tangan TUHAN. Ekonomi mungkin hampir padam, kesehatan juga, studi, kerohanian, kesucian, kebenaran, nikah dan buah nikah dan lain-lain, serahkan semua pada TUHAN. Yang ragu-ragu akan masa depannya, tidak tahu harus berbuat apa, serahkan semua pada TUHAN!

Semua yang busuk dan hancur sudah diminum oleh Yesus di kayu salib untuk memberikan yang terbaik dan terindah bagi kita. Jangan ragu-ragu malam ini! Jangan berharap siapapun, tetapi hanya berharap pada TUHAN! Jujur (Dia sudah menanggung kebusukan kita di kayu salib) dan percaya bahwa Ia akan memberikan yang terbaik kepada kita malam ini. Periksa hati, mulut, mata dan langkah kita, sampai kita menjadi jujur dan percaya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top