English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Mei 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 30 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 29 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:16-30 adalah SIKAP TERHADAP TALENTA.

Sikap yang positif diwakili oleh hamba...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20 -> Tema ibadah di Medan.
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan Tuhan Yesus untuk...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 02 April 2014 (Rabu Malam)
Kita menggunakan waktu untuk bertelut dibawah kaki Tuhan pada malam hari ini, kita menaikkan doa penyembahan bersama-sama...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Doa puasa adalah salah satu bentuk Gesemane dan kita mengalami pemerasan daging tanpa dosa.
Kegunaan doa...

Ibadah Doa Malang, 12 Mei 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 19 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Raya Malang, 08 September 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Kejadian 25:21,24-26
25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN...

Ibadah Doa Malang, 21 Desember 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 : 12-13
6:12...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 30 Desember 2018 (Minggu Siang)

Penyerahan Anak

Yesaya 49: 14-16
49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Karena dahsyatnya keadaan yang dialami oleh bangsa Israel, mereka sampai berputus asa.
Banyak ibu yang melupakan bayi kandungnya, tetapi Tuhan tidak melupakan kita.

Dalam pembacaan ini kita melihat bahwa di akhir zaman akan terjadi krisis di segala bidang, sampai umat Tuhan berputus asa.
Krisis di segala bidang dimulai dari krisis kasih--krisis terbesar--yang terjadi dalam nikah dan buah nikah--hubungan anak dan ibu, juga suami isteri--; terjadi kehancuran nikah dan buah nikah, dan mengakibatkan kehancuran di segala bidang: ekonomi dan lain-lain.

Jalan keluarnya: belajar dari bayi; kita harus hidup dalam kasih Allah, seperti bayi dalam gendongan tangan ibunya, sekarang artinya dalam gendongan tangan Tuhan.

Bagaimana supaya kita menjadi seperti bayi dalam gendongan tangan kasih Tuhan? Prosesnya:

  1. Kita harus tergembala dengan benar dan baik.
    Perhatikan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--kita seperti berada dalam pelukan tangan Tuhan, tidak bisa dijamah oleh yang lain.


  2. Penyembahan; hanya mengulurkan tangan dan menangis kepada Tuhan, sampai hati Tuhan tergerak untuk mengulurkan tangan-Nya kepada kita.
    Untuk apa? 'tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku'--tembok menunjuk pada Yerusalem baru yang temboknya besar lagi tinggi--= tangan Tuhan diulurkan untuk menuntun kita ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.
    Artinya: kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu jujur.

    Mulai dari jujur soal pengajaran, sampai jujur dalam segala hal. Ini adalah mujizat rohani, dan mujizat jasmani juga terjadi, yaitu:


    1. 'tembok' artinya:


      1. Ada perlindungan dan pemeliharaan Tuhan  secara ajaib dan berlimpah--sampai mengucap syukur--di tengah kesulitan dunia.
      2. Mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.


    2. Ada masa depan berhasil dan indah.
    3. Tangan belas kasih Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Apa yang tidak bisa dipikirkan dan dilakukan, biar tangan Tuhan yang melakukan bagi kita.


    Sampai kalau Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna, benar-benar masuk Yerusalem baru. Tuhan tidak melupakan tetapi mengingat sampai di Yerusalem baru.

Ibu bisa meninggalkan anak, suami bisa meninggalkan isteri, isteri bisa meninggalkan suami, orang tua bisa meninggalkan anak-anak, anak-anak bisa lupa pada orang tua, itulah krisis kasih di bumi. Jangan berharap siapapun di dunia. Kita akan menjadi kecewa seumur hidup kita, sampai seperti Israel berkata: TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.
Mari, menjadi seperti bayi berada dalam gendongan tangan Tuhan.

Tuhan memberkati.


Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 10-11
8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Ayat 6-13= keempat sangkakala pertama.
Ada dua kesempatan peniupan sangkakala:

  1. Peniupan sangkakala sekarang ini, yaitu pemberitaan firman penggembalaan--sangkakala ditiup oleh malaikat, yang menunjuk pada gembala--; firman pengajaran yang benar, yang disampaikan oleh seorang gembala untuk disampaikan dengan setia, teratur, dan diulang-ulang, untuk menyucikan dan mengubahkan kita; mendewasakan kerohanian kita sampai sempurna seperti Yesus.

    Kalau sekarang menolak peniupan sangkakala, akan mengalami yang kedua.


  2. Peniupan sangkakala yang akan datang--kitab wahyu--, yaitu penghukuman Anak Allah atas dunia dan isinya yang menolak bunyi sangkakala (firman penyucian)--tidak mau disucikan; menolak firman pengajaran yang keras; hanya mencari yang enak-enak.

Kita sudah berada pada ayat 10-11: peniupan SANGKAKALA KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Anak Allah atas dunia dan isinya yang menolak bunyi sangkakala; jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, sehingga banyak yang mati--KEPAHITAN--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2018).

Secara jasmani ini akan terjadi--dulu di Mesir air jadi darah. Betapa tersiksanya manusia.

"Dulu saya pertama melayani di Gending, mungkin air sumurnya tercemar. Airnya jernih, lalu saya diberi minum air oleh ibu gembalanya--waktu itu beliau belum berangkat ke Palembang--, begitu diminum, pahit sekali; tersiksa."

Sekarang dalam arti rohani--lebih tersiksa lagi yang rohani.
Bintang besar menunjuk pada kehidupan yang dipakai Tuhan secara khusus dan diurapi Roh Kudus. Contoh: raja Saul, Kain--anak sulung--, kakak-kakak Yusuf, yang dipakai secara khusus dan diurapi Roh Kudus, tetapi menjadi iri hati sampai membenci tanpa alasan terhadap yang lain, sehingga mengalami kematian rohani--kehilangan urapan Roh Kudus--, dan mulai memfitnah, mengancam, dan menganiaya yang lain, sampai membunuh, dan puncaknya menjadi antikris yang menganiaya dan membunuh hamba/pelayan Tuhan secara besar-besaran selama tiga setengah tahun (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018).

Kebencian tanpa alasan terhadap orang lain adalah kebencian terhadap orang benar. Dari kitab kejadian sampai wahyu tidak ada orang benar membenci orang tidak benar/orang berdosa, tetapi yang ada adalah orang tidak benar membenci orang benar. Karena itu tidak boleh ada kebencian, apalagi tidak ada alasannya. Kalau kita sampai membenci tanpa alasan, berarti kita yang salah.
Contoh: Kain terhadap Habel.
Tidak ada dituliskan kalau Habel membenci Kain. Orang benar--seperti Yesus--justru mengasihi orang berdosa, bukan dosanya. Yang boleh kita lakukan adalah membenci dosa. Kalau membenci orang lain, pasti dia suka dosa; sebaliknya kalau membenci dosa, pasti mengasihi orang lain.

Membenci tanpa alasan sama dengan binatang buas. Hati-hati! Iri dan benci adalah naluri binatang buas, apalagi kebencian tanpa alasan--memfitnah, menganiaya orang benar. Memang, penampilan antikris merupakan kombinasi dari empat binatang buas.
Hati-hati! Kalau sudah ada iri, kebencian, kemudian mulai memfitnah, itu berarti sudah tampil sama seperti binatang buas; tidak memiliki hati dan pikiran; tidak punya pikiran dan perasaan. Apalagi di dalam nikah. Jangan! Kalau orang membenci kita, jangan dibalas, biar dia yang jadi binatang buas, kita tetap jadi domba yang tergembala. Kalau membalas, kita menjadi binatang buas juga. Tuhan tolong kita semua.

Wahyu 13: 1-2
13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

'binatang keluar dari dalam laut'= antikris yang merupakan kombinasi dari empat binatang buas--secara rohani: praktik sehari-hari penampilan binatang buas--, yaitu:

  1. Naga--Kekuatannya pada ekor.
    Wahyu 12: 3-4
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Pengertian ekor:


    • Ajaran palsu.
      Yesaya 9: 14
      9:14. Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

      Ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit--kehidupan yang dipakai Tuhan.
      Ajaran palsu= roh dusta. Hati-hati! Ajaran palsu bisa dalam bentuk mengajarkan ajaran palsu atau berdusta.

      Iblis adalah bapa pendusta dan pembunuh. Kalau berdusta, pasti ada kebencian.
      Itulah setan/naga. Kalau orang benar tidak mungkin ada kebencian.

      Hari-hari ini, sikap kita supaya tidak tampil seperti naga adalah sungguh-sungguh berpegang teguh pada pengajaran yang benar, dan tegas untuk menolak ajaran palsu. Jangan memberi kesempatan untuk mendengar ajaran lain! Kita tidak akan kuat.
      Kesalahan Yudas Iskariot adalah bersekutu dengan imam-imam dan tua-tua yang menentang ajaran Yesus dan menjelek-jelekkan Yesus, sehingga hancurlah dia. Biarpun kuat, kalau hatinya sudah tidak baik lagi, satu waktu pasti kena.

      Kita harus menyingkirkan kebencian/rasa tidak suka dan menyingkirkan dusta--menjadi jujur--, supaya jangan tampil seperti naga dengan kekuatan ekornya.

      Buang dusta dan kebencian! Minta ampun pada Tuhan! Kita harus mengasihi sesama, bahkan yang memusuhi kita.


    • Pada ekor naga ada (permisi) alat reproduksi; menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, penyimpangan: hubungan sejenis, dan nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

      Hofni dan Pinehas sama-sama pelayan Tuhan, tetapi jatuh dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu kemah. Ini yang bahaya! Mungkin pendeta tetapi berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Sekarang berkhotbah, nanti merokok, mabuk, sudah biasa, begitu juga pemain musik.
      Inilah penampilan naga. Hati-hati!

      Jaga semuanya agar jangan tampil seperti naga dengan kekuatan ekornya, tetapi kita hidup benar dan suci, kita juga menjaga nikah yang benar, suci, dan satu. Kalau nikah sudah benar dan suci, pasti menjadi satu kesatuan sampai mencapai perjamuan kawin Anak Domba--satu kesatuan dengan Tuhan.
      Sebaliknya, kalau nikah tidak benar dan suci, nikah akan berantakan.


  2. Macan tutul--kekuatannya pada kecepatan; untuk menghadang kegiatan rohani dari hamba/pelayan Tuhan.
    Kalau aktivitas jasmani dibiarkan, tetapi yang rohani yang dihantam.
    Kita kerja keras, bagus, tetapi yang rohani harus lebih hebat; kuliah hebat, ibadah harus lebih hebat, kalau tidak, akan tampil seperti macan tutul.

    Jadi kita harus cepat dalam segala hal, terutama dalam beribadah melayani Tuhan. Kalau tidak, pasti didahului oleh macan tutul yang menghalangi kita bahkan menggagalkan ibadah kita.

    Kapan cepatnya? Kalau Tuhan sudah menggerakkan lewat firman, bukan gembala.
    Digerakkan untuk bertobat, kita harus langsung bertobat. Jangan menunda-nunda! Kalau menunda-nunda, besok sudah tidak bisa bertobat lagi.
    Digerakkan untuk masuk baptisan air yang benar, melayani, cepat lakukan. Kalau tidak, nanti saat mau berbuat, ada saja halangannya--kalau berlambat-lambat pasti ketinggalan saat Yesus datang kembali.

    Gerakan Tuhan bukan dari gembala, tetapi firman. Kalau dari gembala, bahaya, sebab gembala ini banyak pantunnya, gampang sekali untuk menggerakkan hati orang.

    "Bahkan ada yang diancam dan saya lihat sendiri: Kalau bapak tidak transfer sekarang, bahaya, ada kutuk. Untung isterinya cerita ke saya. Saya katakan: 'Biar saya doakan, biar dia saja yang terkutuk, jangan suami ibu.' Saya tanya: 'Bapak tergerak?': 'Tidak.': 'Tidak usah dikirim!' Sekarang banyak model ancaman ini. Belum lagi soal jodoh, cari yang bagus-bagus: Ini jodoh, kalau tidak, bahaya, bisa mati. Jawab saja: Bapak saja yang mati. Sekarang seperti itu modelnya. Jangan!"

    Karena itu firman harus diutamakan. Semua aktivitas rohani harus digerakkan oleh firman penggembalaan, jangan yang lainnya.

    Jangan kalah cepat dengan antikris! Kalau kalah cepat, kita akan menjadi macan tutul, yang justru menghalangi perkara rohani.

    Tadi, kalau berdusta dan membenci, kita akan menjadi sama seperti naga--berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Hati-hati! Mari sungguh-sungguh.
    Sekarang, kita harus cepat dalam hal rohani; tidak mau dihalangi, sehingga kita menang atas antikris.


  3. Beruang--kekuatannya pada cakar/kaki yang mempunyai daya cengkeram yang sangat kuat, sehingga mangsanya tidak bisa berkutik/terlepas.
    Cakar antikris adalah keinginan akan uang--ini juga merupakan ikatan terakhir.

    Saat bangsa Israel mau keluar dari Mesir, laki-laki saja yang diizinkan, perempuan dan anak-anak tidak boleh ikut--mau dipecah belah. Musa tidak mau, lalu menghadap Firaun lagi, sampai yang terakhir binatang tidak boleh dibawa ke luar--binatang menunjuk pada kekayaan; yang mau dipersembahkan kepada Tuhan.

    Cakar beruang adalah keinginan akan uang yang begitu mencengkeram dan mengikat hamba/pelayan Tuhan.
    Praktiknya:


    • Kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
      Sekali lagi, nomor satu yang mencuri milik Tuhan adalah hamba Tuhan, seperti Yudas Iskariot.

      Kalau terlepas dari cakar beruang, kita akan lebih bahagia memberi dari pada menerima; mulai dari mengembalikan persepuluhan, memberi untuk sesama yang membutuhkan, memberi waktu dan tenaga kepada Tuhan, sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan--lebih bahagia memberi dari pada menerima.

      "Bukan tidak boleh menerima. Saya juga banyak menerima. Ada yang mengirimkan satu buah pertama dari tanamannya kepada saya. Dia sendiri belum makan, tetapi saya yang makan. Boleh menerima tetapi lebih bahagia memberi dari pada menerima.
      Dulu saat saya masih pengerja, di satu ibadah persekutuan ada persembahan berupa seekor ikan mas. Saya tertawa bersama kaum muda Surabaya, karena belum merasakan. Setelah sekarang, saya baru merasakan. Ada seorang yang memberikan buah delimanya untuk saya--dia sekarang sudah meninggal--: Ini om, saya pelihara ini untuk om, ini hasil pertama untuk om. Baru saya terharu, oh begini seekor ikan dulu. Jangan-jangan dulu dia pelihara mulai kecil, dan ikan yang paling besar itu yang dia bawa untuk dipersembahkan.
      "

      Kalau kikir dan serakah, kita bukan hanya dicakar, tetapi juga akan tampil seperti beruang.


    • Beribadah melayani hanya untuk mencari perkara jasmani--pelayanan dijadikan profesi dan dapat upah jasmani. Gawat, yang jasmani dia dapat, tetapi upah rohani--satu dinar--tidak dapat; kemurahan Tuhan hilang dari hidupnya.


    • Tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya karena mencari uang.


    Biarlah kita terlepas dari cakar beruang yaitu kita harus melatih diri untuk hidup dari Tuhan/firman--hidup dari iman.
    Buktinya: lebih bahagia memberi dari pada menerima, sampai mengutamakan Tuhan lebih dari semua.

    Kita memang akan diperhadapkan terus, tinggal berani atau tidak. Tambah hari tambah jelas pemilihan dan pemisahan, sampai nanti dua orang di tempat tidur terpisah, satu naik, satu ketinggalan. Kalau sama-sama memilih yang benar, tidak akan terpisah. Kalau satu memilih benar, satu memilih yang tidak benar, pasti terpisah.
    Tinggal kita pilih yang benar atau tidak.


  4. Singa--kekuatannya pada mulut, yaitu:


    • Suara mengaum-aum lewat ajaran palsu, gosip, berita yang menakutkan, dan pencobaan-pencobaan untuk membimbangkan kita terhadap:


      1. Pribadi Tuhan--suara singa Yehuda; firman pengajaran.
      2. Kuasa Tuhan.


      Hati-hati dengan auman singa!
      Kalau sudah bimbang, pasti gugur dari iman dan meninggalkan Tuhan/pengajaran yang benar.


    • Merobek dan menelan mangsanya.
      Artinya: menjatuhkan kita dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, bahkan enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa, tidak mau terlepas lagi--kering dan mati rohani.
      1 Petrus 5: 8
      5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

      Kering dan mati rohani= banyak mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan yang jasmani; tidak bergairah lagi dalam perkara rohani: berdoa, ibadah, membaca firman; ini berarti kebinasaan untuk selamanya.

      1 Petrus 5 berbicara soal penggembalaan.
      Jadi hati-hati, orang yang tidak tergembala--tidak bisa makan firman penggembalaan--pasti dimakan oleh singa.
      Hati-hati! Banyak yang beredar-edar, baik gembala maupun sidang jemaat.
      Gembala beredar-edar artinya tidak memberi makan sidang jemaat.
      Jemaat beredar-edar artinya mencari makan sendiri; tidak mau makan firman penggembalaan.

      Waspada! Kalau gembala tidak memberi makan sidang jemaat, ia pasti memakan sidang jemaat, dan dimakan oleh singa.
      Kalau sidang jemaat tidak bisa makan firman penggembalaan, ia pasti dimakan gembala, dan dimakan singa.

1 Petrus 5: 5-7

5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Jalan keluar menghadapi antikris--kombinasi empat binatang buas--: kita harus menyerahkan seluruh hidup kita di dalam tangan Tuhan yang kuat (ayat 6)--hanya tangan Tuhan yang mampu menghadapi kombinasi empat binatang buas.

Proses berada di dalam tangan Tuhan yang kuat:

  1. Kita harus tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar; seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.


  2. Lewat penyembahan.
    Senjatanya bayi hanya satu yaitu menangis. Artinya: kita menyembah dengan hancur hati; merasa tidak mampu, tidak layak; kita hanya bergantung pada belas kasih Tuhan Gembala Agung. Hanya itu saja.

    "Tadi saya bersaksi di Malang. Bangunan di Malang sudah mau berjalan. Saya bertekad bulan Januari maju saja, yang penting perhitungan sudah tepat. Tidak usah takut biayanya. Tuhan pasti tolong; menyerah, bergantung pada belas kasih Tuhan."

    Sikap penyembahan dengan hancur hati yaitu:


    • 1 Petrus 5: 5
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

      Yang pertama: tunduk; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, apapun pengorbanan dan resikonya. Kita hanya bergantung pada belas kasih Tuhan.


    • 1 Petrus 5: 7
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Yang kedua: tidak boleh ada kekuatiran; percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, mulai dengan menyerahkan kekuatiran.

      Kita menghadapi antikris lewat penggembalaan, tidak bisa lainnya. Gembala yang bertanggung jawab untuk menghadapi binatang buas, tidak bisa yang lain. Itu sudah otoritas Tuhan. Karena itu ada gembala domba-domba. Kewajiban utama gembala adalah menaikkan doa syafaat dan memberi makan--pemeliharaan dan perlindungan--, termasuk menghadapi binatang buas. Jangan sampai domba diterkam binatang buas.

      Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada-Nya, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.
      Hasilnya:


      1. Ayat 7: 'sebab Ia yang memelihara kamu'= Tuhan memelihara kita.
        Tetap tekun dalam penggembalaan Kalau tidak tekun, itu sama dengan bayi yang meronta-ronta.
        Dalam ketekunan kita memang diuji.

        "Waktu seorang menghadap saya karena ditipu habis-habisan, saya hanya menasihati: Tekunlah, om, kembali ke kandang. Tekun bukan langsung enak, malah hampir tidak bisa makan. Dagangan kuenya maju, mendadak tidak ada yang beli--ini cerita sesudah dia ditolong Tuhan. Firman Tuhan saat itu: Musa menangis. Dia pulang ke rumah dan menangis. Apa yang terjadi? Sebentar lagi, dari Banjarmasin telepon: Masih ada kue?: Ada satu gudang.: Kirim semuanya. Bayangkan! Kalau jual eceran mau berapa tahun? Ini satu kali telepon langsung minta kirim semuanya. Hanya tangan Tuhan yang mampu."

        Kita berusaha yang baik, tetapi jangan lupa untuk tergembala. Jangan berontak! Kita seringkali mengikuti daging dan tidak mau tekun lagi. Bahaya, kalau jatuh, habislah kita. Diam dan menangis saja apapun yang terjadi, tangan belas kasih Tuhan mampu melindungi dan memelihara kita secara ajaib tepat pada waktunya, mulai sekarang sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.


      2. Tangan Tuhan menolong kita tepat pada waktunya. Apa yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan, biarkan tangan Tuhan yang bekerja.
        Tugas kita hanya tekun tergembala--kita membawa diri untuk dipeluk tangan Tuhan. Jangan meronta-ronta! Baru kurang sedikit uangnya, sudah tidak mau tekun. Jangan! Tetap tekun sampai dipeluk Tuhan; mantap, kemudian kita menangis kepada Tuhan: Tuhan, aku tidak bisa ini...itu..., biar Dia yang mengerjakan semua bagi kita.

        Ibrani 4: 14-16
        4:14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
        4:15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
        4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

        'bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita'= Imam Besar menanggung kelemahan, letih lesu, dan beban berat kita, sampai kita merasa enak dan ringan.

        'mendapat pertolongan kita pada waktunya'= tangan belas kasih Imam Besar sanggup menolong kita; menyelesaikan segala masalah kita. Kita tinggal menunggu waktu Tuhan, dan Dia yang bekerja.
        Kapan menunggu waktunya? Saat kita berada dalam gendongan-Nya; saat kita berada di kandang.

        "Misalnya mempunyai anjing di kandang, lalu lari, saat tuannya datang untuk memberi makan ia tidak ada. Coba kalau sabar di kandang, sebentar lagi makanan datang. Ini kesalahan kita, termasuk kami hamba Tuhan.
        Saya selalu nasihatkan murid saya: tidak apa-apa diizinkan memiliki dua tiga ekor domba. Tunggui! Jangan berharap di sana sini. Itu belum waktunya. Diam dulu, tunggu saja. Tuhan mempercayakan dua tiga orang untuk diuji. Kalau dua tiga ekor saja ditinggal-tinggal, mau diberi tiga ribu, mana bisa?
        "


      3. 1 Petrus 5: 6
        5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

        Hasil ketiga: tangan Tuhan sanggup meninggikan kita pada waktunya.
        Artinya:


        1. Mengangkat kita dari kejatuhan. Kalaupun sudah terlanjur jatuh--bukan menyetujui--, kita masih dipulihkan asalkan mau mengaku.

          Ini gunanya penggembalaan. Pohon ara di pinggir jalan langsung dikutuk saat tidak berbuah. Tetapi pohon ara di kebun anggur ada penjaganya, masih ada doa penyahutan, sehingga terjadi pengangkatan dari dosa--dipulihkan untuk kembali hidup benar dan suci.

          Kalau jatuh, kita mengaku, jangan menyalahkan orang lain!


        2. Mengangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Sabar!

        3. Mengubahkan kita tepat pada waktunya. Mulai dari jujur.
          Mulut ini yang menentukan kita terangkat atau tenggelam--mulut adalah kemudi.

          Kalau jujur, kita pasti terangkat dan semua akan ikut terangkat: pelayanan, ekonomi dan sebagainya.
          Jujur mulai dari soal pengajaran. Kalau pengajaran itu benar, kita dukung dan praktikkan, kalau tidak benar kita menyingkir, bukan memusuhi. Kita pasti terangkat, sampai saat Tuhan datang kita tidak bersalah dalam perkataan; hanya berseru: Haleluya, kita terangkat di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia sampai di Yerusalem baru--yang terindah.

Banyak tanggungan kita: beban berat, letih lesu, persoalan, mari serahkan dalam tangan Tuhan.
Empat binatang buas memang berusaha menerkam kita, tetapi kita ada di dalam tangan Gembala Agung. Bicara kepada Tuhan seperti bayi yang menangis, mengaku tidak mampu. Sungguh-sungguh!

Kita tidak mampu apa-apa menghadapi keadaan dunia akhir zaman--empat binatang buas sedang bergentayangan. Kita harus hidup dalam tangan Tuhan seperti bayi yang tidak bisa apa-apa. Tangan Tuhan yang menolong kita.
Menghadapi apa saja, yakinlah, serahkan kepada Dia. Biar Dia yang bekerja, jangan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 22-24 Januari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top