English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 28 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:31, keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah terdengar tiupan sangkakala...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Kita berada dalam KITAB WAHYU (PENDAHULUAN)

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari Alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena kepada...

Ibadah Doa Malang, 15 Juni 2010 (Selasa Sore)
bersamaaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Kita masih membahas tentang 10...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di...

Ibadah Doa Malang, 21 Juni 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia...

Ibadah Raya Malang, 05 November 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul "Petrus menyangkal Yesus".

Jika Gereja Tuhan tidak mau menjadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang hal mengikut Yesus.
Lukas...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 Januari 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: ôSiapakah yang mengangkat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Salam damali sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, selamat malam dan selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018 (Minggu Siang)

Penyerahan Anak

Markus 2: 13-14
2:13. Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat
Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

Nama dari Matius adalah Lewi. Dalam perjanjian lama, Lewi adalah seorang pelayan Tuhan, tetapi sayang di perjanjian baru Lewi duduk di rumah cukai, bukan rumah Allah, artinya melekat pada uang--nama Lewi artinya melekat--; ada ikatan akan uang yang membuat kikir dan serakah; sama dengan menyembah antikris, melayani antikris sampai menjadi sama dengan antikris yang dibinasakan selamanya.

Tetapi syukur, waktu itu Yesus mengajar kemudian lewat firman pengajaran Dia memanggil dan memilih Lewi sehingga menjadi Matius--seorang rasul; hamba/pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai nama Matius tertulis di Yerusalem baru (pada batu dasar Yerusalem baru ada nama dari dua belas rasul).

Kita menyerahkan anak yang bernama Matthew ini, supaya dia melekat kepada Tuhan bukan apapun di dunia.
Praktiknya:

  1. Yang pertama: melekat pada Tuhan sama seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar.
    Artinya: tergembala pada firman pengajaran yang benar; selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala, sehingga berada di dalam tangan Gembala Agung.


  2. Markus 2: 16
    2:16. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"

    Yang kedua: melekat pada Tuhan sama dengan duduk makan bersama Tuhan.
    Artinya: menikmati firman pengajaran yang benar, sehingga mengalami penyucian secara terus menerus.

    Kalau suci, kita akan diberi jabatan pelayanan, dipakai oleh Tuhan untuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


  3. Yang ketiga: melekat pada Tuhan sama dengan bersandar di dada Yesus--seperti Yohanes.
    Artinya: mengasihi Yesus lebih dari semuanya, sehingga hidup dalam pelukan tangan kasih dan kemurahan Tuhan. Tuhan yang menentukan semua dalam hidup kita--memelihara, memberkati, menolong, dan memakai kita--, sampai Dia menyucikan dan mengubahkan hingga kesempurnaan. Kita layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya--melekat selamanya; tidak terpisah lagi selamanya (seperti rasul Matius masuk Yerusalem baru).

Tuhan memberkati kita semua.

Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 10-11
8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Anak Allah atas dunia--; jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, yang bernama Apsintus--KEPAHITAN--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2018).

Bintang menunjuk pada imam dan raja--hamba/pelayan Tuhan.
Bintang besar menunjuk pada imam-imam dan raja-raja yang dipakai oleh Tuhan secara khusus--ada kelebihan-kelebihan secara khusus--dan diurapi Roh Kudus.

Waspada! Bintang besar bisa jatuh karena apsintus--kepahitan hati.

Contoh: Esau.
Esau adalah anak sulung; ia punya tanda-tanda khusus: warnanya merah--bertobat--, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu--urapan Roh Kudus; karunia-karunia--, dan ada hak kesulungan. Dia gambaran dari bintang besar yang dipakai Tuhan.

Tetapi sayang, akhirnya Esau pahit hati kepada Yakub karena:

  1. Hak kesulungan sudah diambil oleh Yakub.
  2. Berkat-berkat kesulungan juga diambil oleh Yakub.

Esau tidak dapat apa-apa, dan dia menjadi pahit hati.
Ibrani 12: 15
12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Mengapa Esau kehilangan segala-galanya dan menjadi apsintus--pahit hati--? Karena Esau menjauhkan diri dari kasih karunia Allah.
Kasih karunia adalah pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak untuk menerimanya--kasih karunia menyelamatkan sampai menyempurnakan kita semua.

Titus 2: 11
2:11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

1 Petrus 5: 10
5:10. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

(terjemahan lama)
5:10. Maka Allah, pohon segala anugerah, yang sudah memanggil kamu masuk kemuliaan-Nya yang kekal itu di dalam Kristus, sesudahnya kamu merasai sengsara di dalam sedikit masa, sendiri akan
menjadikan kamu sempurna dan tetap dan kuat dan beralas.

Kasih karunia lebih dari segala sesuatu di dunia.
KITA HARUS MENERIMA DAN HIDUP DALAM KASIH KARUNIA TUHAN SAMPAI KESEMPURNAAN. Jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan!

1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Menerima dan hidup dalam kasih karunia adalah rela sengsara daging karena kehendak Allah, bukan berbuat dosa. Ini sama dengan jalan salib.
Jadi, kalau kita menjadi hamba/pelayan Tuhan yang menerima dan hidup dalam kasih karunia, maka kita harus hidup dalam jalan salib, itulah jalan kematian dan kebangkitan, yang menghasilkan kemuliaan--seperti yang dialami oleh Yesus.

Esau tidak mau sengsara--tidak mau jalan salib--, sedangkan Yakub ada di kemah, tidak bisa ke sana ke mari. Esau ke sana ke mari untuk mencari daging binatang, akhirnya ia pahit hati dan kehilangan segalanya; jauh dari kasih karunia.
Sekarang kita belajar untuk mengikuti jalan salib.

Praktik jalan salib:

  1. 1 Petrus 2: 21-24
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    'mengikuti jejak-Nya'= jalan salib.

    Praktik jalan salib yang pertama: mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.

    Prosesnya:


    • Berdamai, yaitu:


      • Oleh dorongan pedang firman Allah yang menunjuk dosa-dosa sampai yang tersembunyi, kita bisa sadar, menyesali, dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.


      • Oleh dorongan pedang firman kita bisa mengakui bahwa kita hanya tanah liat belaka; banyak kekurangan dan kelemahan, sehingga kita bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya, karena kita ingat dosa kita juga banyak diampuni oleh Tuhan.


      Ini gunanya dalam ibadah ada pedang firman, jangan cari yang lawak-lawak, supaya kita berada di jalan salib.
      Ada penginjilan, tetapi harus ada pengajaran supaya ada pendamaian, karena dari mulut Yesus sebagai Imam Besar yang mendamaikan kita, keluar sebilah pedang tajam bermata dua.

      Kalau sudah saling mengaku dan mengampuni oleh dorongan pedang firman, darah Yesus akan membasuh segala dosa kita sehingga kita bisa bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--mati terhadap dosa, yaitu:
      1 Petrus 2: 22-23
      2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
      2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia
      tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.


      • Ayat 22= tidak berbuat dosa.
      • Ayat 22= tidak berdusta.
      • Ayat 23= tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.


    • Proses kedua: masuk baptisan air.
      Dulu Nuh sekeluarga mendapatkan kasih karunia dan masuk dalam satu bahtera. Sekarang kita sekeluarga mendapat kasih karunia kalau masuk dalam satu baptisan air yang benar.

      Baptisan air yang benar kita pelajari dari pribadi Yesus, yaitu:


      • Yesus dibaptis untuk melakukan kehendak Bapa, berarti kita masuk baptisan air sesuai dengan kehendak Bapa/firman.
      • Yesus dibaptis untuk menjadi teladan bagi kita tentang baptisan air yang benar, supaya orang tidak bingung.
        Matius 3: 16
        3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

        'keluar dari air'= sejauh mana keluar dari air?
        Kolose 2: 12
        2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

        Roma 6: 4
        6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

        Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus--hidup untuk kebenaran.


    Berdamai--bertobat--dan masuk baptisan air yang benar sama dengan menerima dan hidup dalam kasih karunia.
    Kalau sudah hidup benar, bilur Tuhan akan menyembuhkan kita dari penyakit secara jasmani dan rohani--sakit hati, stres dan lain-lain--; 'Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh'.

    Ke mana kita setelah hidup benar?
    1 Petrus 2: 25
    2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Sesudah hidup benar, jangan jatuh lagi dalam dosa dan disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu.
    Karena itu setelah kita hidup benar--berdamai/bertobat, dan masuk baptisan air; kita selamat dan diberkati Tuhan--, kita harus tergembala dengan benar dan baik--mantap dalam penggembalaan; menikmati penggembalaan yang benar. Kita selalu berada di kandang, perhatikan ketekunan dalam tiga macam ibadah, dengar-dengaran pada suara gembala, bukan suara asing.
    Bukti tergembala adalah ada suara gembala.

    Hasilnya:


    • Memantapkan kebenaran, keselamatan dan berkat Tuhan. Yang penting benar dan selamat, pasti ada berkat.
      Kalau tergembala, kita tidak akan bisa diterkam serigala--tidak jatuh dalam dosa dan disesatkan.


    • 'pemelihara jiwamu'= kita mengalami pemeliharaan secara jasmani--kenyang; sampai mengucap syukur--dan rohani--tenang; damai sejahtera.
      Kalau jiwa dipelihara oleh Gembala Agung, tubuh juga pasti dipelihara. Jaminannya adalah Dia mati supaya kita hidup.


    Inilah praktik hidup dalam jalan salib.
    Esau lari terus dari kemah--tidak mau tergembala--, dia mencari daging untuk memelihara dirinya sendiri, tetapi tidak mampu, terakhir ia lapar dan ia kehilangan hak kesulungan--jasmaninya lapar, rohaninya habis. Habis semua karena dia mengurus yang jadi urusannya Tuhan; mau sok hebat. Jangan!

    Pemeliharaan adalah urusan Tuhan. Urusan kita adalah mati terhadap dosa dan hidup benar--berdamai dan masuk baptisan air--, kemudian tergembala. Yang lain adalah urusannya Tuhan.


  2. Ibrani 9: 14
    9:14. betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

    Yesus mati supaya kita bisa beribadah, bukan kuliah. Kalau hanya untuk kuliah, orang di luar Yesus lebih hebat dari pada kita. Kalau tidak ibadah, tidak ada artinya; perbuatan sia-sia. Semua yang kita perbuat di dunia ini kalau tidak dikaitkan dengan ibadah akan menjadi sia-sia, hancur dan binasa.
    Kalau bukan untuk ibadah Yesus tidak usah mati.

    Praktik jalan salib yang kedua: beribadah dan melayani Tuhan--menjadi senjata kebenaran.

    Ibrani 10: 25-27
    10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Di akhir zaman justru banyak yang meremehkan ibadah; menjauhkan diri dari kasih karunia.
    Tadi menjauhkan diri dari kasih karunia bentuknya: tidak mau berdamai dan tergembala.

    Waspada! Justru menjelang kedatangan Yesus kedua kali terjadi kedurhakaan yaitu:


    • Dosa kebiasaan= tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, dan tidak menyesal, malah tertawa-tawa bahkan menantang.


    • Kalau dilanjutkan, ia akan sengaja berbuat dosa, yaitu memang tidak mau beribadah melayani Tuhan sekalipun ada kesempatan, sampai satu waktu tidak bisa lagi beribadah melayani Tuhan.

      Jangan lupa! Tuhan itu maha pemurah dan penyayang, kita tidak mau beribadah, masih ditawari lagi, masih diingatkan lewat teman.
      Ingat! Kalau diajak ibadah, jangan marah, itu adalah tali kasih Allah lewat siapapun. Tetapi kalau terus tidak mau, tali-tali akan dipintal menjadi cambuk hukuman, dan satu waktu dia tidak bisa beribadah melayani Tuhan; ia mengalami hukuman api neraka selamanya.

      Bagaimana mungkin dihukum api neraka kalau tidak beribadah? Ada ayatnya. Nanti di sorga kita hanya beribadah. Kalau sekarang tidak mau beribadah, mana bisa masuk sorga? Tidak bisa, karena itu harus dihukum.

      'marilah kita saling menasihati'= yang benar adalah kita saling menasihati dan mendoakan, supaya sungguh-sungguh beribadah. Nasihat tertinggi di akhir zaman adalah nasihat supaya beribadah.
      1 Timotius 4: 8-10
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      4:9. Perkataan ini benar dan
      patut diterima sepenuhnya.
      4:10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

      'patut diterima sepenuhnya'= harus punya iman, karena iman itulah yang mendorong kita untuk beribadah; harus yakin bahwa di dalam ibadah ada janji Tuhan.

      Di akhir zaman ini kita harus saling menasihati dan mendoakan, supaya sungguh-sungguh/setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan; memperjuangkan ibadah lebih dari perkara lain. Bukan berarti tidak usah kuliah lagi, tetapi ditimbang, untuk kuliah ada hujan lebat kita masuk, terlebih lagi untuk ibadah, ada hujan lebat ditambah guntur kita tetap masuk ibadah. Ukur diri sendiri!

      Kalau sudah dinasihati tetapi tidak mau, doakan, nanti nasihati lagi, doakan lagi, sampai kita bisa berjuang sama-sama. Seperti tadi bahtera Nuh, satu bahtera berjuang untuk bertobat, masuk baptisan air, dan tergembala, sekarang satu keluarga bisa berjuang bersama-sama untuk beribadah melayani Tuhan. Ini adalah kasih karunia.

      Hasilnya: ada jaminan dobel dari Tuhan--'mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang'--: untuk hidup sekarang di dunia sampai hidup kekal selamanya, bahkan sampai di takhta sorga.
      Wahyu 22: 3
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Kita beribadah siang malam di takhta sorga selamanya.
      Karena itu orang yang tidak mau beribadah tidak bisa masuk sorga.

      "Kita berjuang untuk ibadah, saya tahu perjuangan untuk keluarga. Anak-anak, bantu orang tua, jangan malah direpotkan; sudah tidak bisa membantu malah merepotkan. Urus pekerjaan sudah pusing, pulang, nilai ulangan anak merah semua. Jangan! Urus diri sendiri, apa yang bisa, bantu orang tua di rumah dan didoakan. Tetapi juga berjuang demi ibadah."


    Jangan seperti Esau! Dia adalah bintang besar, luar biasa--sekarang artinya benar-benar dipakai secara khusus oleh Tuhan--tetapi akhirnya apsintus karena menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, dan ia kehilangan segala-galanya.

    Esau menjauhkan diri dari kasih karunia--di luar jalan salib--, tetapi mari kita berada di jalan salib, praktik pertama: bertobat, masuk baptisan air, dan tergembala. Itu urusan kita, yang lain adalah urusan Tuhan.

    Kemudian praktik kedua: jangan sampai hidup di dunia menjadi sia-sia karena tidak mau beribadah. Kalau memang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya, masih bisa berusaha yang lain, tetapi kalau tidak beribadah, biarpun dia pintar dan hebat, hidupnya akan menjadi sia-sia dan menuju kebinasaan. Tuhan tolong kita.


  3. Filipi 2: 8
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Praktik jalan salib yang ketiga: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib.

    Saul dari suku yang terkecil, dan diangkat jadi raja--bintang besar--tetapi dua kali dia tidak taat--jadi bintang yang gugur, dan kehilangan urapan roh Kudus dan kerajaannya--kehilangan segalanya (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2018).

    Untuk taat dengar-dengaran kita memang harus membayar harga yang mahal, tetapi lebih mahal lagi harga yang harus kita bayar kalau kita tidak taat dengar-dengaran.
    Belajar dari Saul, kalau tidak taat pasti jadi bintang gugur dan apsintus--dia membenci Daud.

    Jadi kalau tidak taat, pasti apsintus; tadi kalau tidak hidup benar dan tergembala juga pasti apsintus; tidak mau beribadah melayani Tuhan juga pasti apsintus.

    Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan belas kasih-Nya; kita hidup dalam belas kasih-Nya yang besar.

    Hasilnya:


    • 1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Hasil pertama: kita mengalami penyucian lahir dan batin, sehingga kita bisa saling mengasihi bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita, berarti bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua.

      Inilah orang yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kalau taat kita bisa melayani dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna--kita menempatkan Yesus sebagai Kepala dalam hidup kita; Dia yang menentukan semua dalam hidup kita.

      Percayalah! Dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala, berarti Dia yang menentukan setiap langkah hidup kita. Tidak rugi!


    • 1 Petrus 1: 23
      1:23. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

      Hasil kedua: dilahirkan kembali; artinya kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--firman Tuhan adalah pedang tajam bermata dua: tajam pertama untuk menyucikan, dan tajam kedua untuk membaharui.

      Markus 13: 28
      13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

      Belajar dari pohon ara, yang harus dibaharui menjelang kedatangan Tuhan adalah kita bisa melembut:


      • Hati melembut.
        Roma 12: 2
        12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

        (terjemahan lama)
        12:2. Dan janganlah kamu menurut teladan orang dunia ini, melainkan ubahkanlah rupamu dengan
        pembaharuan hatimu, supaya kamu dapat mengenal apa kehendak Allah, yaitu akan hal yang baik dan yang berkenan dan yang sempurna.

        Hati lembut= bisa membedakan kehendak Allah dan bukan; membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar.
        Harus tegas untuk membedakan, supaya tidak salah pilih.

        Kalau hati nurani tidak baik, akan salah pilih karena dipengaruhi suara orang, kedudukan dan lain-lain.

        Kalau sudah tahu pengajaran yang benar dan tidak, maka kita juga tahu tahbisan, nikah, sampai semua yang benar dan tidak benar.


      • Lidah lembut.
        Efesus 4: 24-25, 29
        4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
        4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
        4:29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

        Lidah lembut= tidak berkata sia-sia, tetapi perkataan penuh kasih karunia: berkata benar, baik, dan jujur.


      • Tabiat lembut.
        Galatia 5: 22-23
        5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
        5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

        'buah Roh'= kalau ranting pohon ara melembut, itu berarti sudah berbuah.

        Sembilan buah Roh= gambar/tabiat Allah Tritunggal:


        1. Gambar Allah Bapa= kasih, sukacita, damai sejahtera.
        2. Gambar Anak Allah= kesabaran, kemurahan, kebaikan.
        3. Gambar Allah Roh Kudus= kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.


        Tabiat diubahkan berarti kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.
        Lewat penyucian dan pembaharuan kita dikembalikan pada ciptaan semula yaitu segambar dengan Allah Tritunggal.


    Dulu manusia diciptakan segambar dengan Allah Tritunggal, lalu tidak taat sehingga kehilangan gambar Allah Tritunggal. Sekarang kita kembali pada gambar Allah Tritunggal lewat ketaatan--hati lembut, lidah lembut, dan tabiat lembut.

    Kejadian 1: 26
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
    1:27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
    1:28. Allah
    memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut(antikris) dan burung-burung di udara(setan) dan atas segala binatang yang merayap di bumi(nabi palsu)."

    Kalau kita kembali melembut kita akan menjadi tempat menampung kuasa Tuhan.
    Melembut saja, tidak usah keras: hati lembut--bedakan yang benar dan tidak, jangan mau yang tidak benar satu kalipun supaya kuasanya tidak hilang.

    "Saya belajar dari gembala dan guru saya: Pdt In Juwono dan Pdt Pong, tidak pernah hilang kuasanya sampai terakhir; jemaat utuh. Ini contoh yang tegas, biar orang bilang: Itu daging. Biar saja, yang penting kenyataannya ada kuasa Tuhan."

    Hasilnya:


    • 'Allah memberkati'= kuasa untuk memberkati kita yang kecil tak berdaya dan tidak bisa apa-apa--Dia memerintahkan berkat bagi kita.
      Dia sanggup memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

      "Ini bukan untuk sombong. Kalau bicara soal WR Supratman 4 ini, tidak masuk akal saya bisa ada di sini. Saya cari tempat yang kecil, di sini mau berapa? Tetapi Tuhan buka jalan, Dia yang memerintahkan berkat"

      Yang masih di bawah, jangan pesimis. Ikuti jalan salib: bertobat--hidup benar--dan tergembala, perjuangkan ibadah pelayanan, dan taat. Itu saja. Kita akan disucikan dan diubahkan--ada buah-buah.


    • 'Beranakcuculah'= mengalami perkembangan secara rohani--hidup benar dan suci--dan jasmani--masa depan berhasil dan indah pada waktunya.
      Kalau kami dalam pelayanan, mohon kepada Tuhan juga supaya di sini berkembang secara kuantitas dan kualitas. Kalau ada kuasa Tuhan, tidak sulit.


    • 'taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut(di kitab wahyu sudah jadi antikris) dan burung-burung di udara(di kitab wahyu sudah jadi setan) dan atas segala binatang yang merayap di bumi(di kitab wahyu sudah jadi nabi palsu)'= kuasa untuk mengalahkan setan tritunggal: semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan, sumbernya dosa-dosa dan puncaknya dosa dikalahkan sehingga kita bisa sempurna, tidak bercacat cela--sama mulia dengan Yesus--, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai--bintang bukan dijatuhkan tetapi naik sampai ke takhta Tuhan selamanya.

Langit dan bumi Dia ciptakan, Dia mengatur bintang-bintang supaya tidak bertabrakan, apalagi hanya mengatur masa depan kita, Dia pasti bisa. Semua bisa Dia lakukan. Yang sudah tidak mampu, serahkan, ada Yesus di atas kita.
Ada penyakit atau apapun, masih ada kuasa Tuhan.

Jangan putus asa atau kecewa kalau masih ada yang mustahil/sulit; dipikirpun tidak bisa. Ingat, masih ada Tuhan, pencipta kita. Yang sudah berhasil jangan sombong atau bangga. Bintang bisa gugur, apalagi hanya manusia semacam kita.
Serahkan semua kepada Dia! Jangan menyerah kalah! Dia yang menciptakan semua menjadi rapi dan indah; Dia yang mengatur masa depan dan detak jantung kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-21 Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top