English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Agustus 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang kebangkitan Tuhan Yesus dalam tubuh kemuliaan. Ini juga menunjuk shekinah glory,...

Ibadah Raya Malang, 30 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Kaum Muda Malang, 29 November 2008 (Sabtu Sore)
Digabung dengan Pemberkatan Nikah (Sdr. Yusuf & Sdri. Veronica)

Markus...

Ibadah Raya Malang, 23 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malang, 09 Februari 2010 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Matius 24:45-51 adalah...

Ibadah Persekutuan I Makassar, 04 September 2012 (Selasa Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Doa di Malang Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 15 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:52
2:52 Dan Yesus makin bertambah besar...

Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Januari 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Mazmur 131: 3
131:3. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Kita mempelajari tentang BERHARAP PADA...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 10 Mei 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 Juli 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 17
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu:

  1. Ayat 15b-16: membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita mulai sekarang sampai naungan kekal di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2018). Dunia ini bagaikan padang gurun yang tandus, karena itu kita butuh naungan.


  2. Ayat 17: Tuhan tampil sebagai Gembala yang baik untuk menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan/sungai air kehidupan, itulah takhta kerajaan sorga yang kekal selamanya; tempat penggembalaan terakhir (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018).
    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Sungai air kehidupan mengalir dari takhta Allah, berarti mata air kehidupan ada di takhta Allah.

AD. 2
Tuhan menggembalakan dan menuntun kita ke takhta Allah di mana tidak ada setetespun air mata--'Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka'.

Wahyu 21: 4
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Tidak ada air mata lagi sama dengan tidak ada lagi maut; tidak ada lagi perkabungan; kita hidup kekal selamanya.
Mulai sekarang kita harus mengalami tuntunan Tuhan ke takhta sorga di mana tidak ada lagi air mata dan maut.

Praktik tidak ada maut lagi mulai sekarang adalah saling mengasihi; kita mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.
1 Yohanes 3: 11-14
3:11. Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
3:12. bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
3:13. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

'berita yang telah kamu dengar dari mulanya'= saling mengasihi adalah berita yang didengar dari mulanya. Ini menunjuk pada firman pengajaran--'pada mulanya adalah logos/firman pengajaran' (Yohanes 1: 1). Saling mengasihi adalah berita utama dari firman pengajaran yang benar.
1 Yohanes 1: 1-4
1:1. Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
1:2. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
1:3. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
1:4. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Untuk apa diberitakan firman pengajaran tentang saling mengasihi? Supaya kita bisa masuk persekutuan tubuh Kristus dengan sesama, sampai persekutuan tubuh dengan Kepala pada saat Yesus datang kembali kedua kali (ayat 3: 'beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus').

Penekanannya sekarang adalah persekutuan dengan sesama--saling mengasihi--:

  • Mulai dari nikah. Tidak boleh ada kebencian. Kalau ada kebencian, bukan takhta sorga yang ada, tetapi takhta setan. Sekalipun satu pihak menyakiti, tetap tidak boleh ada kebencian. Kalau ada kebencian, malah rugi dua kali: secara jasmani disakiti, secara rohani ada di takhta setan/takhta maut.
    Sebaliknya, sekalipun kita disakiti seseorang, kalau bisa mengasihi, kita akan ada di takhta sorga; kita merasakan takhta sorga.


  • Penggembalaan.
  • Antar penggembalaan.
  • Sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Saling mengasihi adalah berita utama dari firman pengajaran/kabar mempelai, supaya kita masuk persekutuan tubuh Kristus, sampai persekutuan tubuh dengan Kepala di awan-awan yang permai.

Dasar persekutuan yang benar adalah firman pengajaran yang benar/logos.
Mau menikah, lihat dasarnya! Seperti mau membangun rumah, kalau pondasinya salah, akan ambruk; tambah hebat rumahnya tambah ambruk. Dasar masuk nikah adalah satu firman pengajaran yang benar, begitu juga dasar untuk masuk penggembalaan dan fellowship, sampai satu tubuh Kristus sempurna--Yesus sebagai Kepala; kita bersama Dia selamanya. Jangan ada dasar yang lain.

Firman pengajaran yang benar adalah kekal; saling mengasihi adalah kekal. Jika kita masuk persekutuan dengan dasar firman pengajaran yang benar, mulai dari nikah, penggembalaan, fellowship, maka nikah akan menjadi kekal, penggembalaan menjadi kekal--kita dituntun ke penggembalaan terakhir--, dan persekutuan jadi kekal--menjadi satu tubuh.

Kalau berdasarkan firman pengajaran yang benar, pasti saling mengasihi, kalau tidak benar, pasti sesuatu akan terjadi. Antara suami isteri kalau sudah ada yang tidak benar--pengajaran atau hidupnya tidak benar--, akan mulai cari-cari kesalahan; tidak bisa saling mengasihi tetapi saling menuduh. Tuhan tolong kita.

Ada dua macam kegerakan yang besar:

  1. 1 Yohanes 3: 11
    3:11. Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;

    'berita yang telah kamu dengar dari mulanya'= firman pengajaran yang benar.

    Kegerakan yang pertama: kegerakan yang didorong oleh firman pengajaran yang benar--saling mengasihi--, yang menghasilkan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga; bebas dari maut. Semoga kita ada di sini, kalau tidak, semua akan menjadi sia-sia.


  2. 1 Yohanes 3: 12
    3:12. bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

    Kegerakan yang kedua: katanya pembangunan tubuh kristus, padahal bukan, karena dasarnya beda, yaitu didorong oleh kebencian dan iri hati, sehingga menghasilkan kegerakan daging yang mengarah pada pembangunan tubuh Babel--mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan--, dan menuju maut; kebinasaan kekal.

    Kain dan Habel sama-sama melayani Tuhan tetapi persembahan Kain belum diterima, sedang persembahan Habel sudah diterima. Seharusnya Kain belajar dan fellowship dengan Habel, untuk bisa memperbaiki kekurangannya. Di dalam nikah juga begitu--suami ada kekurangan, isteri yang menolong atau sebaliknya. Tetapi Kain justru benci dan iri pada Habel.

    Kalau ada kebencian dan iri hati, itu ajaran palsu, yang menuju maut/kebinasaan selamanya.

    Perhatikan baik-baik! Hari-hari ini tidak boleh ada kebencian kepada siapapun, mulai dari dalam rumah tangga, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Sekalipun berbeda, kita tidak boleh membenci, tetapi jalan masing-masing. Kalau benci, akan menuju maut. Kalau nikah masih ada benci, selanjutnya juga pasti ada kebencian.

Ada dua macam kebencian:

  1. Kebencian dari luar/dunia.
    Seharusnya, dunia yang membenci kita, bukan di gereja Tuhan, tetapi sayang, kebencian masuk ke dalam gereja.

    Ini adalah kebencian tanpa alasan= membenci orang benar/suci, tetapi berteman dengan orang berdosa.
    Yohanes 15: 18-25
    15:18. "Jikalau dunia membenci(1) kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci(2) Aku dari pada kamu.
    15:19. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci(3) kamu.
    15:20. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
    15:21. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.
    15:22. Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!
    15:23. Barangsiapa membenci(4) Aku, ia membenci(5) juga Bapa-Ku.
    15:24. Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci(6) baik Aku maupun Bapa-Ku.
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan(7).

    Ada tujuh kali disebutkan 'kebencian', sampai kebencian tanpa alasan.
    Kebencian tanpa alasan sama dengan kebencian yang sempurna--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan. Hati-hati! Kita harus tulus.
    Kalau kita membenci orang benar, berarti kebencian itu sudah sempurna; sama seperti setan. Itulah kebencian di dunia tetapi juga masuk di gereja Tuhan yaitu kita benar malah dibenci.


  2. Kebencian dari dalam.
    Contoh: Kain terhadap Habel; diawali dengan panas hati, iri hati, sampai membenci tanpa alasan, sampai membunuh Habel padahal Habel tidak ada salah apa-apa.
    Kemudian kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf. Yusuf punya karunia--jubah indah--, mereka iri, dengki, sampai membenci tanpa alasan bahkan mau membunuh Yusuf.

    Sikap yang benar saat menghadapi orang lain lebih diberkati atau dipakai Tuhan adalah:


    1. Mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman, bukan membenci. Kalau ada salah, kita mengaku kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

      Dosa-dosa ini yang membuat berkat dan pemakaian Tuhan terhalang.


    2. Bersekutu dengan hamba Tuhan yang dipakai Tuhan, yang menampilkan firman pengajaran yang benar--hamba Tuhannya diberkati, kita juga akan mendapatkan berkat. Dia sudah melekat pada pokok anggur yang benar, mari kita ikut melekat.

      Cari pokok yang benar, kita pasti diberkati dan dipakai Tuhan.


    Kalau benci, justru semua akan hilang, tidak ada artinya.
    Kakak-kakak Yusuf membenci Yusuf, dan akhirnya masuk kelaparan, bukan hebat; Kain membenci Habel lalu menjadi pembunuh, sehingga ia menjadi pengembara; dalam kutukan--'Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.'

    Tetapi kalau mau mengoreksi diri dan bersekutu yang baik, sungguh-sungguh Tuhan bisa memberkati dan memakai kita semua.

    "Rumus saya yang saya dapat dari guru saya: kalau kaki kiri maju, lihat majunya benar atau tidak. Kalau tidak benar, jangan ikuti, tetapi kalau majunya benar, ikuti, maka satu waktu kaki kanan akan ada di depan juga. Jangan ada iri hati di dalam nikah, penggembalaan, dan fellowship!"

Tadi, kita dituntun ke mata air kehidupan. Di mana itu? Di takhta sorga, di mana tidak ada air mata. Tidak ada air mata sama dengan tidak ada maut.
Bagaimana praktik tidak ada air mata dan maut di bumi ini? Saling mengasihi--berita utama dari firman pengajaran yang benar.
Mengapa jadi berita utama? Supaya terjadi persekutuan; kita masuk persekutuan yang benar. Dasarnya: firman pengajaran yang benar/saling mengasihi, karena ada kegerakan yang tidak benar--berdasarkan kebencian--, yang menuju Babel, kebinasaan selama-lamanya.
Karena itu jangan ada kebencian, tetapi koreksi diri dan berfellowship.

Tanda berada dalam kegerakan rohani/pembangunan tubuh Kristus--mulai dari nikah harus mengalami kegerakan rohani--:

  1. Kisah Rasul 4: 32-37
    4:32. Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
    4:33. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
    4:34. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
    4:35. dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
    4:36. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
    4:37. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

    Tanda pertama berada dalam kegerakan rohani: sehati dan sejiwa= satu hati dan satu pikiran.
    Ini menunjuk pada meja roti sajian--hati dan pikiran menunjuk pada meja.
    Artinya: hati dan pikiran harus diisi dengan satu firman pengajaran yang benar--dua belas roti di atas meja roti sajian disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun--66 menunjuk pada firman pengajaran yang benar/alkitab.

    Kalau suami-isteri, anak-orang tua, kakak adik, penggembalaan, fellowship mau satu hati dan satu pikiran, mejanya harus sama yaitu kembali ke alkitab. Itu saja. Jangan ditambah dan dikurangi!
    Alkitab tidak boleh ditambah dan dikurangi, tetapi dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.
    Kalau ditambah dan dikurangi, itu yang membuat tidak satu hati dan satu pikiran, malah bertentangan dan bertengkar terus.

    Kalau sudah satu firman pengajaran yang benar--satu hati dan satu pikiran--, nanti bisa satu suara--satu penyembahan yang benar; menjadi rumah doa.
    Roma 15: 5-6
    15:5. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
    15:6. sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

    Menjadi rumah doa artinya: ada apa saja kita tinggal berdoa dan Tuhan yang akan menyediakan--rumah tangga menjadi home sweet home; paling manis.

    Juga ada kerukunan, dan di sanalah Tuhan memerintahkan berkat (Mazmur 133).
    Ini yang kita jaga, yaitu satu hati dan satu pikiran mulai dari rumah tangga.

    Kalau satu hati dan satu pikiran di dalam penggembalaan, rumah doa semakin besar lagi, dan berkat lebih besar lagi. Di dalam persekutuan, rumah doa lebih besar lagi.

    "Karena itu saya tidak ragu untuk fellowship. Orang berkata: Dari mana uangnya? Apa tidak habis? Terserah. Tetapi kalau fellowshipnya benar, rumah doa akan lebih besar lagi, dan Tuhan memerintahkan berkat lebih besar lagi."

    Mazmur 133: 1-3
    133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
    133:2. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
    133:3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

    Kalau Tuhan sudah memerintahkan berkat, tidak ada yang bisa menghalangi. Mungkin tokonya jauh dari pasar, tidak strategis, tidak apa-apa, karena Tuhan yang memerintahkan berkat. Tidak ada yang mustahil.

    Inilah tanda berada dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yaitu sehati dan sejiwa; kalau mejanya sama, tidak perlu ada pemaksaan. Kalau tidak satu pengajaran--tidak sehati dan sejiwa--, yang ada hanya perpecahan, kebencian, pemaksaan dan lain-lain.


  2. Kisah Rasul 4: 33
    4:33. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

    Tanda kedua berada dalam kegerakan rohani: bersaksi. Sudah sehati dan sejiwa--satu hati dan satu pikiran--, satu penyembahan, kita menjadi rumah doa, dan Tuhan memerintahkan berkat, setelah itu kita bersaksi.

    Karena itu kalau sudah digerakkan Tuhan untuk bersaksi, kita harus bersaksi; digerakkan ikut serta, kita ikut serta; digerakkan berdoa, kita berdoa dan sebagainya. Ikuti gerakan Tuhan!
    Kalau sudah ditolong Tuhan tetapi tidak mau bersaksi, tidak akan bisa naik lagi, tetapi turun dan direbut oleh setan. Kalau bersaksi, kita akan semakin naik.

    Kalau tidak mau bersaksi, pasti bergosip--memecah belah; kalau mau bersaksi, tidak akan bergosip. Hanya dua itu saja.
    Mari kita bersaksi tentang kabar baik bagi jiwa-jiwa baru atau orang di luar Yesus, supaya diselamatkan, dan bersaksi tentang kabar mempelai/firman pengajaran yang benar kepada orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai disempurnakan.

    Bersaksi juga bisa dalam bentuk memberikan majalah atau mengundang saat ada ibadah persekutuan.

    Inilah suasana kebangunan rohani; kegerakan besar hari-hari ini yaitu sehati dan sepikir, kemudian bersaksi.


  3. Kisah Rasul 4: 32-35
    4:32. Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
    4:33. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
    4:34. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
    4:35. dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu
    dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

    Tanda ketiga berada dalam kegerakan rohani: kegerakan dalam penyucian terutama dari keinginan jahat, dan pasti ada keinginan najis.

    Keinginan jahat= terikat pada keinginan akan uang, karena merasa hidupnya dari uang, bukan Tuhan, sehingga menjadi kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= mencuri milik Tuhan.

    Ini yang harus disucikan supaya kita sungguh-sungguh masuk dalam kegerakan yang benar.
    Kalau disucikan dari keinginan jahat, kita bisa mengembalikan milik Tuhan--persepuluhan dan persembahan khusus--, memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima--puncak penyucian dari keinginan jahat.

    Itulah suasana kegerakan rohani/pembangunan tubuh Kristus yaitu sehati dan sepikir, bersaksi, dan mengalami penyucian dari keinginan jahat dan najis.

    Keinginan najis= dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan, penyimpangan: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, perselingkuhan, kawin campur, kawin cerai). Tidak boleh ada lagi! Kalau ada, akan ambruk.

    Harus disucikan dari keinginan jahat dan najis! Barulah suasana kegerakan rohani kita alami mulai dari rumah tangga, penggembalaan. Di dalam penggembalaan,  kalau hamba Tuhan dan jemaat sudah lebih bahagia memberi dari pada menerima, benar-benar terjadi kegerakan, sudah tidak bisa ditahan lagi.

    Mulailah dari satu hati dan satu pikiran--isi dengan firman pengajaran yang benar--, kita menjadi rumah doa, maka Tuhan memerintahkan berkat bagi kita.
    Kemudian bersaksi, setelah itu mengalami penyucian dari keinginan jahat dan najis.

    Semua harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus, kecuali firman pengajaran yang benar--Yesus sebagai Kepala. Mulai dari nikah harus satu pengajaran, kalau tidak, percuma, sama seperti tubuh tanpa kepala, ngeri dan menabrak sana sini, benar-benar hancur. Begitu juga dalam penggembalaan dan fellowship. Tanpa Yesus, semua akan hancur!

    Kalau sudah disucikan dari keinginan jahat dan najis, Tuhan pasti akan memberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--dimantapkan dalam jabatan pelayanan--, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Di dalam nikah kalau suami isteri sudah suci, lain, nikah itu menjadi enak karena semua sudah diberi jabatan. Jabatan suami: mengasihi isteri dan tidak berlaku kasar pada isteri; jabatan isteri: tunduk pada suami. Betapa indahnya rumah tangga itu. Di dalam penggembalaan juga, jabatan gembala: memberi makan, dan jemaat sesuai dengan jabatan masing-masing.

    Kita pasti dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kita diberi jubah indah, hidup kita akan bertambah indah.
    Tuhan memakai kita bukan untuk menyiksa kita tetapi membuat hidup kita semakin indah. Tuhan tidak menipu! Jangan ragu-ragu untuk melayani Tuhan! Jangan banyak pertimbangan, kalau sudah disucikan pasti Tuhan memberikan jabatan pelayanan.
    Semakin suci, kita akan semakin dipakai, dan hidup semakin indah, sampai yang terindah di awan-awan, kita sudah di takhta sorga selamanya.


  4. Kisah Rasul 4: 36
    4:36. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.

    Tanda keempat berada dalam kegerakan rohani: kita selalu menerima penghiburan dari Tuhan saat menghadapi apapun--sekalipun orang yang kita kasihi harus dipanggil oleh Tuhan--, sehingga kita tetap kuat teguh hati.

    Kuat teguh hati, artinya:


    1. Tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar apapun resikonya.

      "Saya dulu sempat disebut sebagai 'sekte'. Saya sempat marah, tetapi setelah baca alkitab, ternyata rasul Paulus juga disebut 'sekte', Yesus disebut 'orang gila, kerasukan setan.' Jadi ada penghiburan. Mungkin di rumah tangga juga menghadapi, tidak apa-apa, yang penting benar, tetap kuat teguh hati, kalau tidak benar, minta ampun dan perbaiki."


    2. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Ibadah pelayanan menjadi kebutuhan pokok bagi kita--kalau tidak ibadah, seperti tidak makan.

      Seperti doa puasa seharian, memang capek dan lemas, tetapi setelah selesai, senang sekali, ada penghiburan.


    3. Tetap percaya dan berharap Tuhan; bergantung sepenuh pada Tuhan. Tuhan bisa menghapus segala kemustahilan.

Inilah suasana kebangunan rohani yaitu saling mengasihi. Ini adalah berita utama dari firman pengajaran. Mengapa? Karena mendorong kita untuk masuk persekutuan tubuh Kristus, sampai persekutuan tubuh dengan Kepala--kita menyambut kedatangan Yesus.
Hati-hati! Masih ada dua kegerakan: kegerakan yang benar, dasarnya saling mengasihi--tubuh Kristus--, kegerakan yang salah, dasarnya kebencian dan iri hati--tanpa pengajaran yang benar, dan akan menuju Babel yang akan dibinasakan.

Suasananya: sehati dan sepikir--satu pengajaran--, jangan bertengkar, kemudian bersaksi, mengalami penyucian, dan menerima penghiburan--kuat teguh hati.

Kalau kegerakannya sudah benar--saling mengasihi--, dan ada tanda-tanda di atas, kita tinggal menerima hasil.
Hasil kegerakan: memindahkan kita dari maut kepada hidup.

1 Yohanes 3: 14
3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Memindahkan dari maut kepada hidup merupakan kekuatan Roh Kudus.
Roma 8: 11
8:11. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Bagaimana memindahkan kita dari maut kepada hidup? Lewat kekuatan Roh Kudus. Roh Kudus yang sudah membangkitkan Kristus ada di dalam kita, sehingga kita bukan hidup menurut daging lagi, tetapi dalam urapan Roh Kudus; kepenuhan Roh Kudus, dan meluap-luap dalam Roh Kudus. Kita menjadi Bait Allah yang suci.

1 Korintus 6: 19
6:19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Pada kesempatan siang ini, biarlah hasil kegerakan rohani kita alami yaitu memindahkan kita dari maut kepada hidup; kita menjadi tempatnya Roh Kudus--menjadi Bait Allah yang suci.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kegunaan pertama: Roh Kudus sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dengan taat dengar-dengaran dan jujur--mujizat rohani.
    Kalau dusta dan tidak taat, berarti masih ada di dalam maut.

    Jujur dan taat, berarti kita bebas dari maut. Jujur apa adanya dan taat sampai daging tidak bersuara.


  2. Zakharia 4: 6-7
    4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
    4:7. Siapakah engkau,
    gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

    Kegunaan kedua: Roh Kudus sanggup mengadakan mujizat secara jasmani; gunung besar menjadi tanah rata.
    Artinya:


    1. Masalah yang mustahil diselesaikan.
      Ini buktinya berpindah dari maut kepada hidup. Roh Kudus yang bekerja, kita hanya berusaha.


    2. Roh Kudus sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah, sekalipun di luar pikiran kita.


    Yang penting mau digembalakan dan dituntun ke mata air kehidupan yaitu saling mengasihi, untuk masuk persekutuan tubuh Kristus--kegerakan yang benar dengan empat tanda. Kita berpindah dari maut kepada hidup; tidak ada lagi maut.
    Hasilnya: Roh Kudus mengubahkan kita--mujizat rohani--, dan mengadakan mujizat jasmani bagi kita.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk Firdaus, sampai benar-benar berada di takhta sorga, tempat di mana tidak ada lagi air mata dan maut. Kita selama-lamanya bersama dengan Dia, dan juga keluarga kita.

Kita menghadapi maut/kesulitan di dunia ini, gunung-gunung yang besar, kemustahilan dan lain-lain, ada Roh Kudus di tengah-tengah kita. Tuhan tolong kita.
Masuk kegerakan rohani; berpindah dari maut kepada hidup, artinya: Roh Kudus yang membangkitkan Yesus, ada di dalam kita, Dia menguasai kita, dan kita menjadi Bait Allah yang suci. Roh Kudus yang bekerja. Apapun yang mustahil, serahkan dalam tangan Tuhan!

Ada kesedihan, kemustahilan, kehancuran, kegagalan, Roh Kudus mampu menolong. Yang sudah berhasil, biar Roh Kudus lebih membuat berhasil dan indah pada waktunya. Serahkan semua kepada Tuhan!
Yang penting jujur apa adanya, tunjukkan apa adanya, tidak usah menunjuk orang lain, tetapi diri sendiri.
Butuh apa saja, semua ada di dalam Roh Kudus: penghiburan, kekuatan, pertolongan, menghapus kemustahilan, mengadakan mujizat, pembaharuan dan sebagainya. Jangan putus asa!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top