English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Februari 2012 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Pembukaan Lempin-El Kristus Ajaib Angkatan XXXIV.

Matius 26:57-68 berjudul "

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Januari 2015 (Rabu Malam)
Puji Tuhan, selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Mei 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon (Pengerja)

Matius 24: 31
= sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan/sidang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang V, 02 Juli 2009 (Kamis Sore)
Lukas 23: 43
"KEMBALI KE FIRDAUS"
Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan...

Ibadah Doa Malang, 20 Juni 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 17 Desember 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 tentang salam kepada ketujuh jemaat.

Wahyu 1:4-5
1:4 Dari...

Ibadah Doa Malang, 22 Februari 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha S. Toding

Matius 7:7-11
7:7. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah,...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 06 September 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 31 terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Ayat 1-11 mengenai Bezaleel dan Aholiab ditunjuk.Ayat 12-17...

Ibadah Raya Malang, 09 April 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Yudas 1:9
1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 November 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:21-24
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 Januari 2019 (Jumat Malam)
Ulangan 31: 9-13 ("Pembacaan hukum Taurat setiap tujuh tahun")
31:9. Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 07 Juli 2017 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum
sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Di sini merupakan pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan rohani terutama kelaparan akan firman Allah.
Akibatnya: banyak manusia, termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan akan rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya: berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa; tidak bisa bertobat lagi, dan binasa untuk selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Inilah yang akan terjadi.

Jalan keluar untuk menghadapi kelaparan dobel yang akan datang: (ayat 6) (diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017):

  1. Yang pertama: 'Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar')= kita harus memiliki satu dinar (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).
    Pengertian satu dinar:


    1. Satu dinar adalah upah bekerja/melayani di kebun anggur/ladang Tuhan (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017). Kita harus melayani atau menahbiskan diri di ladang Tuhan.


    2. Satu dinar adalah kehidupan yang kembali pada gambar Allah Tritunggal (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).


  2. Jalan keluar yang kedua: 'janganlah rusakkan minyak dan anggur itu'= kita harus punya minyak urapan Roh Kudus (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 11 Juni 2017).


  3. Jalan keluar yang ketiga: 'janganlah rusakkan minyak dan anggur itu'= kita harus memiliki anggur (darah Yesus) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juni 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 21 Juni 2017).

Keluaran 29: 21
29:21. Haruslah kauambil sedikit dari darah yang ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.

Di sini ada DARAH (ANGGUR) DAN MINYAK URAPAN.
Jadi, minyak urapan dan darah (anggur) ada kaitan dengan tahbisan.
Keluaran 29: tentang pentahbisan Harun dan anak-anaknya.

'jangan rusakkan minyak dan anggur (darah)'= jangan rusakkan tahbisan/ibadah pelayanan kepada Tuhan! Ibadah pelayanan ini harus dijaga.

Bagaimana menjaga tahbisan yang benar?
Di dalam Keluaran 29, ada tiga bagian dasar dari tahbisan yang benar:

  1. Bagian dasar yang pertama: korban binatang--darahnya diambil dan dipercikkan pada pakaian imam-imam; ada korban lembu dan dua ekor domba jantan. Ini tentang darah atau anggur (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya. 05 Juli 2017).
    Keluaran 29: 1
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,


  2. Bagian dasar yang kedua: korban makanan (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya. 05 Juli 2017).
    Keluaran 29: 2-3
    29:2. roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.
    29:3. Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu.

    Korban makanan= roti yang tidak beragi= firman pengajaran yang benar--roti tidak beragi artinya murni. Ingat si bungsu, sudah tinggalkan tahbisan; sudah rusak, tetapi ingat makanan/firman, dia bisa kembali pada tahbisan yang benar.


  3. Bagian dasar yang ketiga: minyak urapan.

AD. 3. MINYAK URAPAN
Keluaran 29: 4-7
29:4. Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.
29:5. Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya;
29:6. kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu.
29:7. Sesudah itu kauambillah
minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.

Lewat firman pengajaran yang benar--korban makanan--kita bisa menjaga supaya darah (anggur) dan minyak urapan tidak rusak; tahbisan tidak rusak sehingga kita mengalami perlindungan dan kekekalan.

Kita sekarang bicara tentang minyak urapan.
Proses untuk mendapatkan minyak urapan Roh Kudus (Keluaran 29: 4-7):

  1. Keluaran 29: 4
    29:4. Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.

    Yang pertama: harus dibasuh dengan air; menunjuk pada baptisan air.

    Matius 3: 16
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Dulu Harun sebagai imam besar dan anak-anaknya sebagai imam-imam harus dibasuh dengan air. Di perjanjian baru, Imam Besar adalah Yesus; Ia harus dibaptis, maka kita juga harus dibaptis. Sama!
    'Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya'= kalau ada baptisan air, ada Roh Allah.

    Seorang imam harus dibaptis dengan air seperti Yesus Imam Besar juga dibaptis dengan air.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga ia keluar dari kuburan air--bangkit dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru; hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan ketulusan hati/jujur--merpati gambaran dari hati damai dan tulus.

    Kalau hidup dalam kebenaran dan damai sejahtera, pasti tidak ada kepahitan, iri. Ini orang benar. Kalau tidak benar pasti iri, benci. Catat baik-baik! Kalau benar pasti ada damai sejahtera, tidak ada kepahitan. Jadi kalau kita ada kepahitan--apapun alasannya--, itu artinya hidup kita tidak benar, jangan menuduh yang lain. Kalau kita benar tidak mungkin ada kebencian, tetapi yang ada damai sejahtera, dan justru kita kasihan pada orang yang memusuhi kita. Seperti Yesus, orang sudah meludahi dan menyalibkan Dia, tetapi Dia orang benar berdoa: Bapa, ampunilah mereka. Stefanus dirajam batu: Bapa, ampunilah mereka, bukan: Bapa, hancurkan mereka!
    Stefanus tidak salah tetapi dirajam batu, dia berseru: Bapa, ampunilah mereka!

    Catat baik-baik! Kalau hidup benar, pasti hidup dalam damai sejahtera dan tulus/jujur (ya di atas ya, tidak di atas tidak). Itu orang benar. Kalau berkata: Oya, tapi..., dia tidak benar; pasti ada yang tidak benar.

    Hidup benar, damai, dan jujur/tulus hati adalah tempatnya Roh Kudus--'Roh Allah bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya'. Kalau mau menerima Roh Kudus kita harus mandi dulu--sediakan tempat--, itulah hidup benar, damai sejahtera, dan tulus hati/jujur seperti merpati.


  2. Keluaran 29: 5-6
    29:5. Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya;
    29:6. kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu.

    Yang kedua: harus memakai pakaian. Sudah mandi, jangan telanjang. Harus memakai pakaian pelayanan/jubah pelayanan; pakaian kudus!

    Pakaian pelayanan adalah pakaian kudus. Mau menerima minyak urapan harus mandi dulu, setelah itu memakai pakaian pelayanan.
    Keluaran 28: 2
    28:2. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

    Memakai pakaian kudus artinya kita harus hidup dalam kesucian. Kesucian ini yang menentukan urapan--namanya minyak urapan Roh Kudus, jadi harus hidup dalam kesucian.
    Hidup dalam kesucian= hidup dalam ruangan suci, artinya berada di kandang penggembalaan; kita tergembala dengan benar dan baik--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    1. Ibadah raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
    2. Ibadah pendamaian alkitab= persekutuan dengan Anak Allah.
    3. Ibadah doa= persekutuan dengan Allah Roh Kudus.


    Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, kita mengalami penyucian tubuh, jiwa dan roh oleh Allah Tritunggal--tadi ada serban di atas kepala dan sebagainya--, sehingga kita hidup dalam kesucian, dan kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan; kita memakai jubah pelayanan/jubah indah; memakai pakaian kudus.

    Jubah yang indah= jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus; kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau sudah diberi pakaian indah--ada jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus; kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--, hidup kita mulai menjadi indah. Semakin dipakai, semakin indah hidup kita. Jangan ragu!

    Dipakai dalam nikah, sudah indah. Dalam penggembalaan kita mau melayani, lebih indah lagi. Mau dipakai melayani antar penggembalaan/fellowship, lebih indah lagi, sampai yang terindah kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna, itulah pakaian putih berkilau-kilauan (pakaian mempelai); yang terindah saat Yesus datang.

    Jadi semakin dipakai bukan semakin susah, tetapi semakin indah.

    Sebaliknya, kalau tidak setia bahkan tinggalkan jabatan pelayanan, hati-hati, nasibnya akan sama seperti Yudas Iskariot yang perutnya pecah dan isi perutnya terburai; tidak indah, busuk, buruk--jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa--, sampai binasa selamanya. Ini harus digarisbawahi!

    Masuk baptisan dulu: kita bisa hidup benar, damai dan tulus--kita menjadi tempatnya Roh Kudus. Setelah itu pakai pakaian: hidup suci, diangkat oleh Tuhan menjadi imam-imam dan raja-raja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus; punya jubah indah.


  3. Keluaran 29: 7
    29:7. Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.

    Yang ketiga: menerima minyak urapan.

    Seorang imam yang hidup benar, tulus dan damai, ditambah hidup suci, akan menerima minyak urapan Roh Kudus.

    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Bila seorang imam tergembala--tekun dalam tiga macam ibadah pokok--sehingga hidup suci, ia akan menerima minyak urapan Roh Kudus di atas kepalanya. Semakin suci, minyak urapan Roh Kudus semakin nyata; semakin kuat. Tidak ada jalan lain! Kita harus berada di ruangan suci!

    Baptisan berada di halaman Tabernakel, setelah itu masuk ruangan suci, artinya hidup suci dan menerima jubah indah--melayani Tuhan. Di situlah kita juga menerima urapan Roh Kudus di atas kepala kita.

    Seorang imam yang suci dan dalam urapan Roh Kudus, dan dipakai oleh Tuhan--dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--sama dengan dikhususkan oleh Tuhan (ayat 12: 'menandakan bahwa ia telah dikhususkan'); menjadi biji mata Tuhan sendiri--seperti Maria, wanita yang mengurapi Yesus.

    Yohanes 12: 3-5, 7
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:7. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini
    mengingat hari penguburan-Ku.

    'meminyaki kaki Yesus'= pelayanan pembangunan tubuh Kristus--kaki menunjuk pada tubuh.
    'hari penguburan'= yang terakhir, sesudah dikubur tidak bisa lagi.
    Maria meminyaki kaki Yesus untuk hari penguburan Yesus, artinya pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir dan sempurna, setelah itu tidak ada lagi pelayanan. Zaman Allah Bapa sudah lewat. Zaman Anak Allah sudah lewat. Zaman kita sekarang merupakan zaman Allah Roh Kudus; zaman yang terakhir. Setelah itu tidak ada lagi pelayanan. Sekarang ini kalau mau melayani.

    Maria dikhususkan; jadi biji mata Tuhan sendiri, itulah kehidupan yang suci, diurapi dan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Mari, malam ini kita mohon baptisan air yang benar, sediakan hati (tempat), yaitu hidup benar, damai sejahtera, dan tulus. Itu adalah tempat urapan Roh Kudus.
    Lalu pakaian: kita digembalakan, hidup suci, diberi jabatan dan dipakai Tuhan. Di situlah kita bisa mengalami minyak urapan yang harum--mandi, berpakaian, baru memakai minyak wangi (minyak urapan yang harum).

Kalau sudah hidup suci, digembalakan, diurapi dan dipakai seperti Maria mengurapi kaki Yesus untuk penguburan Yesus (pelayanan terakhir), hasilnya:

  1. Ibrani 13: 15-17
    13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
    13:16. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
    13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

    Kalau kita sudah mengalami minyak urapan Roh Kudus yang harum, maka hasil pertama: kita senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Tuhan; korban berbau harum/berkenan pada Tuhan, yaitu:


    1. ucapan bibir/buah bibir yang memuliakan nama-Nya= perkataan benar dan baik, bersaksi, selalu mengucap syukur sampai menyembah Tuhan. Kalau mengomel, tidak akan bisa menyembah.


    2. Ayat 16: 'janganlah kamu lupa berbuat baik...'= perbuatan kebajikan (perbuatan benar dan baik) yaitu memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Inilah seorang imam.

      Yudas jahat pada Maria. Maria sudah berkorban tetapi dihina, namun Maria diam saja.
      Diam saja, itu sudah membalas kejahatan dengan kebaikan, karena kalau kita balas, akan ramai. Kalau kita diam, akan hilang sendiri. Kalau kita tanggapi, ramai--jahat dengan jahat.


    3. Ayat 17: 'taatilah pemimpinmu...'= taat pada Tuhan sebagai Gembala Agung yang selalu menaikkan doa syafaat untuk kita, juga taat pada gembala di dunia yang menaikkan doa penyahutan.
      Taat pada Gembala Agung dan gembala manusia ini lewat ketaatan pada firman penggembalaan/firman pengajaran yang benar yang diulang-ulang, sehingga: kita tidak mungkin jatuh--dari atas Gembala Agung mengulurkan tangan untuk mengangkat kita, dan dari bawah dijunjung gembala manusia.
      Karena itu penggembalaan itu penting; untuk berjaga-jaga atas nyawa.

      Tuhan katakan: 'apa gunanya kamu dapat seluruh harta di dunia, tetapi nyawamu tidak selamat?' Penggembalaan ini tempat berjaga-jaga untuk nyawa--keselamatan--sampai kesempurnaan. Harus dengan ketaatan pada Gembala Agung dan gembala manusia. Gembala manusia juga harus bertanggung jawab untuk menyajikan firman pengajaran yang benar. Tidak mungkin jatuh, bahkan berhasil dan indah.

      Kalau tergembala dengan benar dan taat dengar-dengaran, tidak mungkin makin merosot, tetapi pelan-pelan akan terangkat. Kalau bimbang--mendua--, pasti merosot. Petrus sudah bisa berjalan di atas air, tetapi bimbang karena ada suara/angin lain, dan akhirnya ia jatuh.

      Mari kita harus mantap! Tidak mungkin jatuh, tetapi diangkat, berhasil dan indah pada waktunya.
      Kalau bimbang tidak mungkin terangkat, tetapi pasti merosot, tenggelam, gagal dan telanjang. Kita sungguh-sungguh!

      Malam ini kita khusus. Percikan darah sudah kita pelajari. Si bungsu tahbisannya sudah hancur, ada di kandang babi. Ini gunanya penggembalaan. Di kandang babi, ia ingat makanan di penggembalaan. Yang diingat makanan. Karena itu firman diulang-ulang, supaya kita selalu ingat; firman diukir dalam hati, ada apa-apa, firman itu keluar dan kita ingat, sampaipun sudah jatuh, masih ingat. Itu kekuatan firman penggembalaan.
      Karena itu jadi gembala tidak bisa main-main. Itu panggilan khusus; jabatan yang indah.

      "Saya sudah bersaksi, saya dulu tidak mau menjadi gembala. Trauma. Tetapi panggilan Tuhan, ya tidak bisa lagi."


  2. Yohanes 12: 3-5, 7
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:7. Maka kata Yesus: "
    Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

    Yudas Iskariot= gambaran dari antikris; setan tritunggal mau mengganggu.

    Hasil kedua: kita dibela dan dilindungi secara langsung oleh Tuhan; tadi, kalau kita dipercik minyak dan darah kita menerima perlindungan dan kekekalan; tidak rusak--jangan rusakkan minyak!
    Artinya: tidak bisa dijamah oleh siapapun termasuk oleh setan tritunggal sehingga minyak tidak rusak.
    Buktinya: ada damai sejahtera.
    Kalau sudah dag dig dug, berarti sudah dijamah setan.

    "Tadi saya sempat terganggu sedikit di jalan tentang IMB. Semua sudah mau, ternyata lurahnya tidak mau. Tetapi saya ingat: Ah..bodoh amat, kalau tidak jadi ya tidak apa-apa, terserah, yang penting ini rencana Tuhan. Ini lurah baru. Saya sudah 23 tahun di Malang, lurahnya tidak pernah bikin pusing, tetapi kali ini tidak mau terus. Tadi sempat terganggu, tapi setelah periksa firman, saya sadar itu sudah dijamah setan. Biarkan, saya damai sejahtera saja; itu namanya tidak dijamah setan. Jaga hati damai! Sekarang saya bilang: Terserah, ini rencana Tuhan. Kalau tidak boleh mundur oleh Tuhan ya sudah, terserah. Dipakai asrama, terserah juga. Nanti Senin ketemu, terserah. "

    Itu namanya tidak dijamah. Jangan sampai dijamah setan saat menghadapi pencobaan. Setan memang melancarkan pencobaan untuk menjamah kita supaya tidak ada damai; minyak sudah rusak. Kalau hati sudah tidak damai, berarti minyak sudah rusak. Hati-hati! Jangan dibodohi oleh setan! Bentuknya macam-macam. Kita berdoa pada Tuhan. Jaga hati damai!

    Kita dilindungi oleh Tuhan dari hukuman yang akan datang: tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, termasuk antikris di dalamnya, kiamat, sampai neraka.


  3. Matius 26: 13
    26:13. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

    Hasil ketiga: diingat oleh Tuhan.

    Orang yang berada dalam minyak urapan--bisa mempersembahkan persembahan yang harum--, dia dijunjung oleh Tuhan supaya tidak jatuh, dibela supaya tetap dalam damai sejahtera. Yang penting bagi setan adalah sampai membuat kita tidak tenang, terlebih lagi sampai tidak bisa berdoa.

    "Dulu pengalaman saya waktu ikut pembangunan gereja, gembala saya panggil saya--saya waktu itu masih usia 20-21 tahun--: 'Om tidak bisa periksa firman, tidak bisa doa': 'Kenapa om?': 'Karena bangunan.' Bangunan itu sudah tahap menghaluskan, memang lama. Itulah, sampaipun sudah positif, sudah membangun gereja, setan bisa alihkan sampai membuat tidak damai; dia mau menjamah kita. Apalagi kalau dalam pencobaan."

    Harus hati-hati! Serahkan pada Tuhan, damai saja. Itu dilindungi oleh Tuhan; tidak akan dihukum.

    Lalu kita diingat selalu oleh Tuhan--seperti bayi digendong--; Dia memperhatikan dan mempedulikan kita untuk memelihara kita secara ajaib di tengah kesulitan dunia, menolong kita secara ajaib dari masalah yang tidak bisa kita lakukan dan pikirkan.

    Kaum muda, masalah apa saja, kalau galau/tidak damai, itu bukan jadi tempatnya Roh Kudus lagi, tetapi jangan-jangan roh setan yang masuk; banyak terjadi kesurupan. Itu akibat tidak damai, yaitu menjadi tempatnya setan.
    Jaga, menghadapi apa saja, tenang saja--tetap damai--, itu tidak bisa dijamah oleh setan tetapi kita diingat oleh Tuhan. Tuhan sanggup menolong kita.

    Tuhan juga memakai kita sampai garis akhir--di mana saja, kapan saja, nama Maria disebut untuk mengingat dia.
    Sampai garis akhir= sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang, bahkan sampai nama ditulis dalam kitab kehidupan dan menerima mahkota kehidupan/mahkota mempelai untuk siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; kekal.

    Tadi, kalau pakaian dipercik darah dan minyak, kita akan dilindungi, dibela, dan kekal selamanya.
    2 Timotius 4: 7-8
    4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
    4:8. Sekarang telah tersedia bagiku
    mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    'memelihara iman'= memelihara tahbisan sampai garis akhir.

    Mari, layani sampai garis akhir, supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan. Selesai. Jangan berhenti di tengah jalan! Minyak urapan di kepala akan menjadi mahkota mempelai; layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita masuk Yerusalem baru, kekal selamanya--jangan rusakkan minyak dan anggur!

Malam ini, minta minyak urapan pada Tuhan!
Kalau sudah loyo dan lain-lain, biar kita menerima minyak urapan dari Tuhan.
Jangan rusakkan minyak! Minta minyak urapan kepada Tuhan, supaya hati selalu damai saat menghadapi apapun, dan juga hati selalu tulus, serahkan pada Tuhan; kita tetap mengikut dan melayani sampai garis akhir, jangan mundur.

Sadrakh, Mesakh dan Abednego berkata: Kalaupun aku tidak ditolong, aku tetap melayani dan menyembah Tuhan. Kita juga. Apapun yang kita hadapi, serahkan pada Tuhan! Jangan rusakkan minyak urapan, tetapi kita tetap diurapi dan tetap damai. Biar kita berjuang bersama Tuhan. Jangan rusakkan tahbisan, jangan rusakkan hati yang damai dan tulus!

Jangan ragu, serahkan semua pada Dia! Mahkota kehidupan diberikan, apalagi hanya perkara di dunia, Tuhan sanggup menolong kita, asal kita dalam urapan. Minyak urapan adalah dua tangan Tuhan yang diulurkan, Dia mampu memegang kita, melindungi, membela, mengingat kita dan melakukan semua yang tidak bisa kita lakukan dan pikirkan. Jangan pernah kecewa, putus asa atau bangga! Andalkan Tuhan, serahkan semua sampai hati damai sejahtera!

Mungkin tidak ada yang tahu, tidak ada yang mau tahu, tetapi Yesus selalu tahu. Orang yang suci akan diurapi dan dipakai; menjadi biji mata Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top