English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Maret 2013 (Senin Sore)
Tema Ibadah di Manokwari

1 Yohanes 4 : 8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Temanya adalah...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I, 05 Agustus 2010 (Kamis Malam)
Lukas 11: 9-10
11:9. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu...

Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 November 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Mei 2009 (Kamis Sore)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Juli 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 14-30
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri,...

Ibadah Raya Malang, 06 Mei 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran I Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 24 Juli 2009 (Jumat Tengah Malam)
Lukas 6:12-16, ini adalah contoh Yesus sendiri yang berdoa semalam-malaman.
Pergi ke bukit menunjuk pada bukit...

Ibadah Raya Malang, 19 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 15 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 November 2012 (Senin Sore)
Masih dalam rangkaian penataran imam dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Juni 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Agustus 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 31-35 => Yesus harus mati di Yerusalem; keluhan terhadap Yerusalem.

Ini menunjuk pada perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem untuk mati di atas kayu salib di sana.
Mengapa Ia harus mati di Yerusalem? Supaya manusia berdosa bisa berjalan dan masuk bersama Yesus ke Yerusalem baru, kerajaan sorga kekal selamanya. Kalau Dia tidak mati di Yerusalem, kita semua tidak akan pernah mencapai Yerusalem baru.

Perjalanan Yesus ke Yerusalem menghadapi tiga macam tantangan dan rintangan:

  1. Orang Farisi.
  2. Herodes--serigala.
  3. Orang-orang Yerusalem yang melempari nabi-nabi dengan batu.

Begitu juga dengan kita. Perjalanan kita ke Yerusalem baru juga menghadapi tiga macam tantangan rintangan:

  1. Herodes= setan.
  2. Orang-orang Yerusalem= antikris.
  3. Orang Farisi= nabi palsu dengan kekuatan ajaran palsu, terutama ajaran kawin cerai yang menghalangi hamba/pelayan Tuhan masuk kerajaan sorga yang kekal.

Lukas 13: 34-35
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
13:35. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

Yesus berkali-kali rindu mengumpulkan orang-orang Yerusalem seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya.
Artinya: Yesus menawarkan perlindungan terhadap serangan setan tritunggal lewat penggembalaan dan pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna.

'tetapi kamu tidak mau'= Yerusalem tidak mau menerima perlindungan Tuhan karena kekerasan hati. Banyak hamba/pelayan Tuhan yang keras hati.

Praktik kekerasan hati:

  1. Yesaya 2: 2-3
    2:2. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
    2:3. dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan
    firman TUHAN dari Yerusalem."

    Praktik pertama kekerasan hati: mendengar firman pengajaran yang benar tetapi tidak mempraktikkannya; sama dengan menolak/melawan firman pengajaran yang benar.
    Contoh: Hawa, mendengar firman Tuhan jangan makan buah yang satu ini, tapi dimakan.


  2. Praktik kedua kekerasan hati: 'melempari nabi-nabi dengan batu'= selalu mengkritik dan menyalahkan firman pengajaran yang benar--nabi adalah orang yang menyampaikan firman pengajaran yang benar--; sama dengan menghujat Tuhan.
    Bentuknya: iri hati, membenci hamba/pelayan Tuhan yang dipakai untuk memberitakan firman pengajaran yang benar.

    Contoh: gembala dibenci, pembicara dalam ibadah persekutuan yang benar dibenci.
    Akibatnya: tidak mau tergembala; tidak mau masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar dan sempurna.

Inilah praktik kekerasan hati.
Akibatnya: rumah menjadi sunyi= sepi, kering, kosong, hampa, tidak pernah puas.

Lukas 13: 35
13:35. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

Kalau rumah sudah kosong, setan akan mengajak tujuh temannya.
Matius 12: 43-45
12:43. "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
12:44. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan
mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.
12:45. Lalu ia keluar dan
mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Dulu kita sudah dikuasai roh jahat dan najis sehingga berbuat dosa dan sebagainya. Setelah ditebus dan diselamatkan Yesus, roh jahat dan najis diusir ke luar. Hati-hati! Kalau kita keras hati lagi--menolak firman pengajaran yang benar, penggembalaan, dan persekutuan yang benar sehingga hidup kita kosong--, setan akan kembali mengajak tujuh temannya sehingga keadaan kita lebih buruk dari semula, baik secara jasmani maupun rohani--berbuat dosa sampai puncaknya dosa dan binasa selamanya. Kita harus hati-hati!

Jangan keras hati setelah diselamatkan dan ditebus oleh darah Yesus! Sesudah selamat harus dilanjutkan pada pengajaran. Jangan sampai menolak pengajaran yang benar. Mari masuk penggembalaan dan persekutuan tubuh Kristus!

Malam ini biarlah kita melembut untuk menerima perlindungan Tuhan lewat pengajaran yang benar untuk membawa kita pada penggembalaan dan persekutuan tubuh Kristus yang benar.

Proses menerima perlindungan Tuhan lewat penggembalaan dan persekutuan tubuh Kristus yang benar:

  1. Tadi Tuhan berkata: 'Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya'. Ini berarti Tuhan tahu, sehebat apapun kita, posisi kita hanya seperti anak ayam. Kalau sombong--merasa hebat--, tidak akan mau tergembala.

    Proses pertama menerima perlindungan Tuhan: kita selalu ingat bahwa sehebat apapun kita di dunia ini, posisi kita hanya seperti anak ayam menghadapi binatang buas; serigala.
    Artinya: kita selalu mengaku tidak layak--banyak dosa--, tidak mampu--banyak kekurangan dan kelemahan, tidak bisa berbuat apa-apa secara jasmani.

    Ini yang harus kita ingat! Jangan merasa hebat, benar, dan dipakai Tuhan! Kita hanya seperti anak ayam sehebat apapun kita di dunia.
    Kita sadar bahwa kita selalu membutuhkan Tuhan sebagai Gembala--induk ayam. Kebutuhan pokok kita adalah induk ayam; pribadi Tuhan, bukan jagung dan lainnya, sehingga mendorong kita bisa mengutamakan Tuhan/penggembalaan dan persekutuan tubuh Kristus yang benar lebih dari semua.

    Jangan terpengaruh oleh godaan dan keinginan!
    Kalau anak ayam di tengah, di kanan induknya, di kiri jagung. Pilih mana? Banyak yang memilih jagung karena keinginan. Kaum muda banyak dipengaruhi oleh godaan dan keinginan daging sampai meninggalkan induk. Sudah dapat jagung, anak ayam mau makan jagung juga tidak bisa, malah dimakan serigala. Inilah taktik setan, kita dibuat mencari ini itu sampai jauh dari Tuhan.

    Tetapi kalau kita tetap fokus pada induk ayam sekalipun banyak kebutuhan--mendahulukan penggembalaan--, kita akan mendapat perlindungan dan segala-galanya.
    Kita harus melembut malam ini. Kita harus merasa kita hanya anak ayam di tengah serigala. Kita akan mendapatkan jaminan segala-galanya. Dahulukan Tuhan!
    Kita memang ada kebutuhan dan keinginan daging, tetapi jangan menggoda kita sampai meninggalkan penggembalaan dan jauh dari Tuhan. Kembali pada Tuhan, biar Dia yang memberikan jaminan kepastian kepada kita baik di dunia sampai hidup kekal.


  2. 1 Yohanes 5: 18-19
    5:18. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
    5:19. Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

    Proses kedua menerima perlindungan Tuhan: kita harus mengalami kelahiran baru lewat baptisan air.

    Syarat baptisan air: iman/percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dan bertobat--mati terhadap dosa, mulai dari dosa dusta dan kebencian (setan adalah bapa pendusta dan pembunuh).
    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran; tidak berbuat dosa lagi/membenci dosa.

    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Ayat 2= syarat baptisan air.
    Ayat 4= pelaksanaan baptisan air.

    Kalau sudah hidup benar, kita akan terdorong untuk tergembala dengan benar.
    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Orang fasik= kehidupan yang mempertahankan dosa-dosa; mengikuti keinginannya. Orang semacam ini tidak akan mau tergembala.

    'mendapati tempat penggembalaannya'= rindu untuk tergembala dengan benar dan baik--mengutamakan penggembalaan lebih dari semua, kemudian masuk persekutuan tubuh Kristus.

    Orang benar selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Tuhan itu tritunggal, setan juga. Karena itu perhatikan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya--termasuk ibadah kaum muda--; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah--serigala tidak bisa menerkam kita--; kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan.

    Yang belum baptisan, bersiap. Yang sudah baptisan, periksa syarat dan pelaksanaannya. Kalau sudah benar, periksa hasilnya. Kalau masih berbuat dosa, buang--membenci dosa--, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.

    Inilah proses menerima perlindungan Tuhan dalam penggembalaan, yaitu: merasa hanya seperti anak ayam yang tidak mampu. Kita butuh induk, bukan yang lain. Memang ada kebutuhan lain, tetapi semua itu disediakan oleh induk--kalau ada induk, ada semuanya. Utamakan Tuhan/penggembalaan!

    Esau mempunyai hak kesulungan tetapi tidak tergembala, akhirnya hilang semua. Sebaliknya Yakub yang tidak mempunyai hak kesulungan, tetapi karena ia diam di kemah, ia dapat segalanya.

    Kemudian lahir baru. Buang dosa, hidup benar, sehingga terdorong untuk tergembala. Kita melekat pada Allah Tritunggal, kita merasa tenang dan kedamaian dari sorga.


  3. Yohanes 21: 15-19
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya
    untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi
    tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Tiga kali pertanyaan Yesus kepada Petrus menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    'tua'= dewasa rohani.

    Proses ketiga menerima perlindungan Tuhan: mengasihi Tuhan lebih dari semua; mengulurkan tangan kepada Tuhan.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita akan mengalami pertumbuhan kasih sampai kasih sempurna. Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan apapun resikonya; kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, dan banyak menyembah Tuhan; hanya percaya dan berharap Dia apapun resiko yang kita hadapi.

    Sebenarnya dua kali Petrus mengulurkan tangan:


    • Saat Petrus tenggelam di lautan dunia.
      Matius 14: 29-32
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
      mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Saat ada kebutuhan kita banyak menyembah Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan untuk menolong dan meninggikan kita tepat pada waktunya.
      Masalah apa malam ini? Ada kebutuhan atau kegagalan apa? Kita boleh menyembah Tuhan. Dia akan menjadikan semua berhasil dan baik pada waktunya.
      Mungkin ada kejatuhan/ikatan dosa malam ini lewat pandangan atau pikiran, Tuhan tolong kita dan memulihkan kita.

      Mungkin sudah tidak setia dalam ibadah pelayanan, membaca firman, menyembah Tuhan karena ada ikatan-ikatan, mari lepaskan dan utamakan Tuhan sampai semua berhasil dan indah. Dia mampu menyelesaikan semua masalah.

      Tetapi kalau hanya sampai di sini--mengulurkan tangan karena ada kebutuhan--, bahaya, satu waktu saat mengalami salib kita bisa menyangkal Tuhan. Petrus sudah ditolong, tetapi saat Yesus ditangkap, ia menyangkal Yesus.
      Oleh sebab itu harus ditingkatkan pada yang kedua.


    • Petrus menyembah Tuhan karena mengasihi Tuhan; taat dengar-dengaran sampai rela berkorban nyawa untuk Tuhan, bukan karena kebutuhan lagi.
      Yohanes 21: 19
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Bagaimana dengan kita? Saat tidak ada persoalan apakah masih menyembah? Seringkali ada persoalanpun kita tidak menyembah.
      Mari, mungkin kita tidak butuh apa-apa, tetapi biarlah kita tetap mengasihi Tuhan--banyak menyembah--karena Ia sudah berkorban untuk kita.

      1 Petrus 5: 5-6
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
      ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Tadi, kita ditinggikan dari ketenggelaman--sudah berada di atas kapal. Sekarang kita ditinggikan lagi, berarti kita ditinggikan sampai ke awan-awan yang permai. Dia menyucikan dan mengubahkan kita hari-hari ini dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita tidak egois lagi, tetapi mementingkan kepentingan Tuhan lebih dari semua, dan memikirkan kepentingan sesama yang membutuhkan.

      Kalau ada waktu dan gerakan dari Tuhan, mari ikut ibadah kunjungan, supaya jangan egois. Tuhan akan memberkati kita, dan memberikan kebahagiaan kepada kita.

      Kita tidak ada lagi kebimbangan terhadap pribadi Tuhan tetapi hanya percaya dan menyerah sepenuh pada Dia.
      Mujizat jasmani juga akan terjadi. Kita dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir yang semakin meningkat: dari rumah tangga bisa menyenangkan orang tua, dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus sempurna. Dan kita benar-benar diangkat ke awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama Tuhan selamanya.

Dua kali Petrus mengulurkan tangan. Ada kebutuhan, silakan, tetapi tingkatkan, kita mengulurkan tangan karena kita mengasihi Tuhan. Kita akan diangkat dan dipakai sampai pada kesempurnaan.
Kita memang hanya anak ayam, serahkan semua kepada Tuhan. Banyak kebutuhan, tetapi lebih dari itu biarlah kita mengasihi Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top