English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juli 2019 (Jumat Sore)
Dari rekaman

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juni 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Raya Surabaya, 10 September 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Raya Malang, 11 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35 menunjuk pada NUBUAT TENTANG POHON ARA (bangsa Israel).

Pohon ara...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 17 Januari 2017 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:1-2
2:1 Seorang laki-laki dari...

Ibadah Doa Malang, 24 Juni 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6:27
6:27 “Tetapi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34, 41
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 12 Juli 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 25:37
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9 dalam susunana Tabernakel...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Doa Surabaya, 12 April 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Juni 2010 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Anak sulung secara rohani adalah kehidupan yang memiliki hak kesulungan, yaitu:
hak untuk menikah= hak untuk masuk dalam...

Ibadah Doa Malang, 03 Desember 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 12:15b-21
12:15b Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
12:16...

Ibadah Kaum Muda Malang, 09 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:9-13 adalah nubuat ketiga, yaitu PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK-ANAK...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 14:21-25
14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2012 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan penataran I Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
  1. ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (mulai diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2012).
  2. ay. 71-72= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Nazaret.
  3. ay. 73-74= Petrus menyangkal Yesus sampai mengutuk dan bersumpah.
Malam ini, kita masih membahas bagian I: PETRUS MENYANGKAL YESUS SEBAGAI ORANG GALILEA
Matius 26: 69-70
26:69. Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu."
26:70. Tetapi
ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud."

Matius 4: 18-20
4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan
Kujadikan penjala manusia."
4:20. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.


Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea, artinya: PETRUS MENYANGKAL PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN, sebab di danau Galilea, Yesus memanggil Petrus dari penjala ikan menjadi penjala manusia (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2012).

Kita sudah mendengar bahwa Tuhan memanggil kita untuk menjadi imam-imam dan raja-raja, artinya seorang yang suci dan memegang jabatan pelayanan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2012).

2 Petrus 1: 10-11
1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan
hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Panggilan dan pilihan Tuhan= hak penuh untuk masuk Surga= PINTU UNTUK MASUK SURGA.

Sebab itu, yang sudah melayani harus berdoa supaya semakin teguh dalam panggilan dan pilihan Tuhan sampai masuk kerajaan Surga. Sedangkan yang belum melayani, juga berdoa supaya bisa menerima panggilan dan pilihan Tuhan untuk menadi imam dan raja.
Bukti Petrus menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan adalah ia kembali menjadi penjala ikan.

Malam ini, kita pelajari SYARAT SUPAYA PANGGILAN DAN PILIHAN MAKIN TEGUH:
  1. 2 Petrus 1: 10= 'kamu tidak akan pernah tersandung'= jangan tersandung dalam panggilan dan pilihan/dalam pelayanan.
    Tersandung= tidak setia, bahkan sampai tinggalkan pelayanan.

    Supaya tidak tersandung, kita harus tetap setia dalam melayani dan tidak meninggalkan ibadah pelayanan.

    Kisah Rasul 20: 19-20, 24
    20:19. dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
    20:20. Sungguhpun demikian aku
    tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
    20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun,
    asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    = kita harus tetap dalam panggilan pilhan Tuhan sesuai jabatan pelayanan masing-masing sampai garis akhir.
    Garis akhir manusia: bisa meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali.

    2 Timotius 4: 7-8
    4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
    4:8. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga
    kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    Jika kita setia dalam pengajaran yang benar (memelihara iman) dan setia dalam pelayanan sampai garis akhir, kita akan mendapatkan mahkota kebenaran (mahkota mempelai untuk bisa masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba sampai masuk kerajaan Surga).

    Kalau tersandung di tengah jalan, sama artinya dengan kehilangan kerajaan Surga.

  2. 2 Petrus 1: 9
    1:9. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

    Syarat kedua supaya panggilan dan pilihan makin teguh: jangan buta rohani.
    Kalau buta dan picik, akan tersandung.

    Jadi, buta dan tersandung (point 1 diatas), sangat erat kaitannya. Artinya: kalau tersandung di tengah jalan, berarti kehidupan itu buta rohani.

    'buta rohani'= 'lupa bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan'= lupa pengampunan dosa= mengulang-ulangi dosa= terikat pada dosa dan tidak bisa lepas dari dosa.
    Kalau sudah buta, tinggal tunggu waktu, kehidupan itu pasti tersandung, sehingga meninggalkan pengajaran yang benar dan pelayanan.

    Kalau buta rohani, tidak akan bisa melayani Tuhan, sebab Tuhan adalah terang (gelap dan terang tidak bisa bersatu).

    Roma 6: 18, 22
    6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
    6:22. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan
    sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

    ay. 18= SYARAT UNTUK MELAYANI TUHAN adalah dibebaskan dari dosa/terlepas dari dosa.
    Jangan mengulang-ulangi dosa. Kalau mengulangi dosa, kehidupan itu akan semakin hancur dan tidak mungkin menjadi lebih baik.

    Buta rohani atau mengulang-ulangi dosa, hidupnya seperti anjing dan babi.
    Anjing= menjilat muntahnya lagi.
    Babi= berkubang lagi setelah dimandikan.

    Anjing dan babi juga merupakan gambaran dari bangsa kafir.
    Buta rohani= hidupnya membabi buta dalam segala persoalan, tidak tahu arah lagi dan pasrah untuk masuk dalam kebinasaan= bagaikan buli-buli tanah liat yang hancur berantakan dan binasa untuk selamanya.

    Anjing dan babi juga merupakan binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan dan tidak boleh dimakan oleh manusia. Artinya: tidak ada hubungan dengan Tuhan dan manusia.

    1 Korintus 5: 11
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    = 6 dosa yang membuat kehidupan manusia menjadi seperti anjing dan babi (dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh manusia).
    'cabul dan mabuk'= dosa yang mengikat tubuh.
    Cabul= dosa kawin mengawinkan.
    Mabuk= dosa makan minum.

    'kikir, pemfitnah dan penipu'= dosa yang mengikat jiwa (menjadi tabiat).
    Kikir= tidak bisa memberi dan cenderung untuk meminta-minta, seperti Bartimeus.
    Pemfitnah= yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar.
    Penipu= dusta.

    'penyembah berhala'= dosa yang mengikat roh.
    berhala= segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi dan mengutamakan Tuhan lebih dari segala sesuatu (untuk beribadah dan taat kepada Tuhan).

    ay. 11= 'dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama'= anjing dan babi tidak boleh makan bersama-sama.
    Artinya: tidak bisa masuk persekutuan tubuh Kristus dan masuk dalam tubuh babel (gereja palsu yang akan dibinasakan).

    1 Korintus 5: 7-8
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu
    marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

    = BATAS PERGAULAN SEORANG IMAM DAN RAJA YANG BENAR, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    Ini menunjuk pada kemurnian dan kebenaran dalam 2 hal:
    • hal pengajaran yang benar. Artinya: kita bergaul dengan pengajaran yang benar dan murni. Jangan mendengarkan suara asing!

      Kita harus tegas hari-hari ini, sebab ragi itu akan dimasukkan dari manapun dan dengan cara apapun untuk mengkhamirkan kita.

      Pengajaran yang benar dan murni adalah pengajaran yang tertulis dalam Alkitab dan disampaikan TANPA pamrih.
      Benar= tidak dicemari oleh ragi.

    • jangan dicampuri dosa.
      Murni= suci sampai dalam hati.

    ay. 8= 'Karena itu marilah kita berpesta'= kalau benar dan murni, kita akan mengalami suasana pesta Surga sampai suatu waktu kita masuk pintu kerajaan Surga (pesta nikah Anak Domba).
    Jadi, dalam melayani Tuhan, kita harus bersuasana pesta.
    Makin benar dan murni, suasana pesta akan makin kita rasakan.

    Kalau kebenaran dan kemurnian menurun, suasana pesta juga akan menurun dan yang ada adalah ratapan dan kertak gigi.

  3. 2 Petrus 1: 3-8
    1:3. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
    1:4. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
    1:5. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk
    menambahkan kepada imanmu kebajikan(1), dan kepada kebajikan pengetahuan(2)
    1:6. dan kepada pengetahuan
    penguasaan diri(3), kepada penguasaan diri ketekunan(4), dan kepada ketekunan kesalehan(5),
    1:7. dan kepada kesalehan
    kasih akan saudara-saudara(6), dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang(7).
    1:8. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.


    = iman dilanjutkan dengan 7 tiang, seperti membangun rumah.
    Amsal 9: 1
    9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

    Syarat kedua supaya panggilan dan pilihan makin teguh: harus masuk pembangunan bait Allah rohani= aktif dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Prosesnya:
    • membangun dasar.
      Dasarnya adalah iman (masuk pintu gerbang Surga).
      Roma 10: 17
      10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      = iman yang benar didapat dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus (Firman pengajaran yang benar).

    • membangun 7 tiang (kesempurnaan), yaitu:
      1. tiang kebajikan= mezbah korban bakaran= bertobat.
        Jadi perbuatan baik yang Tuhan tunggu pertama kali adalah bertobat.
        Segala perbuatan baik tanpa pertobatan, tidak ada nilainya apa-apa.

      2. tiang pengetahuan= kolam pembasuhan= baptisan air.
        Lewat baptisan air, kita mengalami kematian dan kebangkitan Yesus, sehingga kita bisa terlepas dari dosa.

        Filipi 3: 10-11
        3:10. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
        3:11. supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.


      3. tiang penguasaan diri= pintu kemah= kepenuhan Roh Kudus.
        Kalau sudah dibaptis air dan terus hidup benar, kandungan kebenaran akan makin besar dan terjadi kepenuhan Roh Kudus.
        Roh Kudus inilah yang mematikan segala kedagingan dan membuat kita bisa menguasai diri.

      4. tiang ketekunan (tiang ke-4) dan tiang kesalehan (tiang ke-5) (dalam terjemahan lama: ibadah)= ketekunan dalam ibadah= ruangan suci (ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok).

        Ibrani 10: 36
        10:36. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

        = DALAM KETEKUNAN, TERLETAK SEMUA KEBUTUHAN KITA.
        Jadi, yang terpenting adalah ketekunan dalam penggembalaan. Dan semua urusan kita adalah urusan Gembala Agung.
        Jangan sampai perkara-perkara dunia membuat kita tidak tekun.

      5. tiang kasih akan saudara-saudara= mengasihi sesama seperti diri sendiri= masuk ruangan maha suci.
      6. tiang kasih akan semua orang, termasuk mengasihi musuh= sudah mendapatkan kasih yang sempurna, bagaikan kasih matahari.

        Matius 5: 43-45
        5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
        5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
        5:45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak
        Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

        Kasih matahari= kasih sempurna yang tidak pernah berhenti, bagaikan Tangan kasih Tuhan memeluk kita semua.
Kegunaan kasih matahari:
  • Mazmur 84: 12
    84:12. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

    Kegunaan pertama: sebagai perisai yang mampu melindungi kita dari panah api si jahat dalam bentuk dosa sampai puncaknya dosa.
    Kita juga dilindungi oleh Tuhan, sehingga kita tidak putus asa, tetapi tetap setia dan berharap pada Tuhan.
    Tuhan juga melindungi kita dari celaka marabahaya, bahkan melindungi kita dari penghukuman Tuhan yang akan datang.

  • Matahari= kemurahan dan kebaikan Tuhan untuk memelihara kehidupan kita di tengah kegelapan dunia.
    Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani (kita tetap hidup benar dan suci).

    Kasih dan kebaikan Tuhan juga mampu menyelesaikan semua masalah dan pergumulan kita.

  • Matahari= kemuliaan Tuhan utnuk memuliakan kita.
    Secara jasmani: hidup kita dijadikan indah dan bahagia.
    Secara rohani: kita dipakai oleh Tuhan sebagai bejana-bejana kemuliaan
    Kemuliaan matahari juga mengubahkan kita dari buli-buli tanah liat yang hancur menjadi buli-buli emas, kehidupan yang sempurna seperti Yesus.

    Keubahan hidup dimulai dengan jujur (ada terang matahari dan tidak ada kegelapan).
    Kalau tidak jujur, matahari sedang ditutup oleh mendung yang tebal dan semuanya menjadi gelap.

    Kalau ada kejujuran, hidup kita akan makin indah sampai sempurna seperti Yesus.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top