English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 08 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 November 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:21-22
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103: 8-10
103:8. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9. Tidak selalu Ia menuntut, dan...

Ibadah Raya Malang, 16 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Otniel Sudarjo

Puji syukur kepada Tuhan dan kami mengucapkan salam sejahtera dalam kasih dan kemurahan Tuhan.

Wahyu 2:...

Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan darah...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Februari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Raya Malang, 27 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sebelumnya, Yudas Iskariot diperingatkan...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:
= kemunafikan dalam...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (mulai diterangkan pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 18 Januari 2018 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 21: 5: "Aku menjadikan segala sesuatu baru"

Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "
Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian pada awal penciptaan, TUHAN sudah menciptakan langit bumi serta isinya termasuk manusia yang sama mulia dengan Dia--satu gambar dengan TUHAN--dan manusia ditempatkan di taman Eden. Semua baik dan semua bahagia pada waktu diciptakan. Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular dan jatuh dalam dosa, sehingga kehilangan kemuliaan Allah; telanjang dan diusir ke dunia, sehingga manusia hidup dalam suasana kutukan, letih lesu, penderitaan, susah payah, dan air mata. Kalau tidak ditolong, manusia akan binasa selamanya.

Oleh sebab itu Tuhan menciptakan langit dan bumi yang baru di mana terdapat Yerusalem baru, dan menciptakan manusia baru untuk ditempatkan di Yerusalem baru, bahagia dan kekal selamanya.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN.
Dalam Wahyu 21, ada empat macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore).
  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU

Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Pembaharuan suasana baru dibagi menjadi empat:

  1. Wahyu 21: 4= suasana tanpa maut/tanpa air mata dan perkabungan (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi).


  2. Wahyu 21: 5-6= suasana kepuasan/kebahagiaan sorga (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015-Rabu Sore).


  3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015-Kamis Pagi dan Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 11 Agustus 2016-Kamis Pagi) ditambah Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018.


  4. Wahyu 21: 8= suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 17 Januari 2018).

AD. 4. Suasana kebenaran, kesucian dan kesempunaan
Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7 )dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ada delapan dosa yang langsung menenggelamkan anak Tuhan ke dalam neraka, binasa untuk selamanya.
Delapan dosa ini melawan kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan.

Delapan dosa bisa dikelompokkan:

  1. Penakut dan tidak percaya= melawan kebenaran (halaman Tabernakel).
  2. Keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, penyembah berhala= melawan kesucian (ruangan suci).
  3. Dusta= melawan kesempurnaan (ruangan maha suci).

PENAKUT (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 17 Januari 2018)
Penakut artinya:

  1. Apa/siapa yang harus kita takuti, justru tidak ditakuti.
  2. Apa/siapa yang tidak perlu ditakuti, justru ditakuti.

Hanya sahabat Mempelai yang bisa mengerti dan tahu bahwa kita harus takut akan Tuhan, untuk satu waktu menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

Penakut--pengecut--artinya: hamba/pelayan Tuhan yang takut pada 'sesuatu di dunia'--bisa manusia, kedudukan, uang dan lain-lain--sehingga tidak takut pada Tuhan; melawan Tuhan; tidak sungguh-sungguh dalam hal rohani (ibadah pelayanan kepada Tuhan).

1 Yohanes 2: 18-19
2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

'waktu yang terakhir'= sudah tidak ada kesempatan lagi. Ini yang bahaya.
'tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita'= penakut/pengecut.
Karena tidak takut pada Tuhan, jadi tidak sungguh-sungguh pada Tuhan. Kalau takut pada Tuhan, pasti kita sungguh-sungguh.

Pada akhir zaman, banyak hamba/pelayan Tuhan yang tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sehingga menjadi sama dengan antikris.
Istilah 'tidak sungguh-sungguh' harus kita garis bawahi.
Contoh: Yudas Iskariot. Orang hebat, rasul, bendahara--dapat kepercayaan lebih dari Tuhan. Tetapi ia jadi sama dengan antikris (ia menjual Yesus).

Wahyu 6: 15-17
6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah puncak dari ketakutan--pembukaan meterai yang keenam.
Puncak dari penakut adalah ketakutan untuk memandang Yesus yang akan datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai.
Siapa itu? Antikris dan pengikutnya. Kehidupan yang sungguh-sungguh, sudah terangkat bersama Yesus.

Kalau sekarang kita selalu memilih 'sesuatu' saat diperhadapkan antara Tuhan atau 'sesuatu', saat itu tidak mungkin kuat menghadapi antikris, tetapi pasti menyembah dan jadi sama dengan antikris; tertinggal saat Yesus datang kembali kedua kali, dan ia akan mengalami hukuman Tuhan, kiamat, sampai kebinasaan di neraka selamanya--tenggelam dalam lautan api dan belerang.

Banyak yang tidak sungguh-sungguh dalam perkara rohani karena ia takut pada sesuatu di dunia.
Kisah Rasul 20: 28-31
20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
20:29. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
20:30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

'jagalah'= waspada.
'penilik'= gembala. Gembala bukan ditetapkan oleh manusia, tetapi Roh Kudus. Kalau ditetapkan manusia/diri sendiri, enak--tiga tahun lagi saya tidak jadi gembala lagi tetapi bendahara saja. Bukan begitu.
Juga dalam menggantikan seorang gembala yang dipanggil Tuhan, tidak sembarangan. Kita harus menantikan Roh Kudus/kehendak Tuhan. Kalau sembarangan, hancur; kalau dari Roh Kudus, orang bilang hancur, tetapi jadi. Yang penting apa kata Roh Kudus.

'diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri'= penggembalaan tidak bisa dibayar berapa juta. Sekalipun hanya dipercaya dua orang, itu seharga darah Yesus yang tidak bisa dibayar dengan apapun. Kita harus hati-hati.

Penggembalaan itu seharga darah Yesus. Gembala harus sungguh-sungguh, domba juga harus sungguh-sungguh, kalau tidak, akan berhutang darah Yesus. Tidak main-main! Jadi yang menentukan gembala bukan manusia, tetapi Roh Kudus.

'serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu'= kalau tidak memikirkan kelanjutan penggembalaan, ia adalah serigala.
'jalan benar'= pengajaran yang benar. Kalau pengajarannya beda, tidak mungkin jalannya benar. Pengajaran adalah kepala, yang menentukan semuanya. Kalau kepalanya satu, geraknya akan sama.
Jangan dibodohi oleh setan! Baca alkitab!

Kita harus waspada karena banyak murid--hamba/pelayan Tuhan yang dibina dalam firman pengajaran kabar mempelai--diseret ke luar dari pengajaran yang benar oleh ajaran-ajaran palsu sehingga menjadi antikris karena tidak sungguh-sungguh dan berjaga-jaga (lalai).

"Pdt In Juwono mendirikan Lempin-El untuk mendidik murid-murid di dalam firman pengajaran yang benar."

"Pdt. Pong Dongalemba mudah saja memberi ilustrasi: diseret itu dibelokkan sedikit, seperti rel, tetapi tidak akan pernah bertemu lagi. Kalau kita bohong, ajaran palsu masuk, kalau jujur, ajaran palsu tidak bisa masuk. Kalau kita terus membela yang salah, kita akan terseret semakin jauh."

"Kalau digambarkan dengan ruangan ini, kita dari luar, segar (pengajaran yang benar), begitu masuk, busuk, kita harus cepat keluar. Kalau sudah tahu di dalam bau tetapi terus bertahan, lama-lama saat keluar justru menganggap yang di luar--yang segar--uty bau."

Ini terjadi karena kita tidak waspada dan berjaga-jaga.
Kehidupan yang dibina oleh firman pengajaran harus berjaga-jaga, ini yang menjadi sasaran. Kalau lalai, tidak sadar akan diseret antikris.

Ada dua macam kelalaian/tidak sungguh-sungguh:

  1. Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Kelalaian yang pertama: lalai dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; lalai dalam jabatan pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

    Matius 25: 25-26, 30
    25:25. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu,
    hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Lalai dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sama dengan menjadi hamba Tuhan yang jahat dan malas.
    Malas= tidak setia. Kalau sudah tidak setia, pasti jahat. Kalau tidak setia main musik, nanti akan main mulut--bergosip. Gembala tidak setia berkhotbah, akan khotbah di handphone dengan hamba Tuhan lain (bergosip). Tetapi kalau bekerja terus, tidak akan bisa bergosip.

    Jahat= mulai dengan memukul hamba Tuhan yang lain lewat gosip, fitnah, memecat, menganiaya, dan menghujat Tuhan.
    Menghujat Tuhan= menyalahkan pengajaran yang benar--berkata: 'aku takut', padahal bukan takut Tuhan, tapi takut pada 'sesuatu'--dan menghalangi, tetapi mendukung ajaran yang tidak benar.

    "Om Pong mengatakan: 'Aku tidak mau memecat-mecat orang.': 'Kenapa?': 'Kalau pecat-pecat orang, saat tidak ada yang dipecat, aku akan pecat diriku sendiri.'--tinggalkan jabatan pelayanan seperti Yudas."

    Ayat 30= kalau jahat dan malas, ia akan menjadi hamba yang tidak berguna, bahkan merusak/menganiaya tubuh Kristus.
    Yang berguna adalah kehidupan yang setia.

    Amsal 18: 9
    18:9. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

    'Si perusak'= ular/setan--tadinya Tuhan menciptakan bumi yang baik, tetapi dirusak oleh setan. Hati-hati!

    Akibatnya: mengalami ratap dan kertak gigi--suasana kutukan, letih lesu, beban berat, penderitaan lahir dan batin, air mata sampai kegelapan paling gelap, kebinasaan untuk selamanya.

    Matius 25: 30
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Hari-hari ini jangan lalai! Seringkali kita lengah, melayani dianggap profesi, tidak takut akan Tuhan. Inilah cikal bakalnya antikris, keluar dari tubuh Kristus.
    Amsal 20: 6-7
    20:6. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
    20:7. Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya.

    Yang dicari Tuhan adalah kehidupan yang SETIA-BENAR, setelah itu SETIA-BAIK.

    "Kalau hanya baik saja, tetapi tidak benar, itu sama dengan pencopet. Di daerah saya ada pencopet, ambil tikar sepuluh, yang sembilan diberi ke rumah ibadah--baik. Jangan salah!"

    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    'perkara yang besar'= dipakai dalam kegerakan kuda putih; kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Wahyu 19: 11
    19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    Sidang jemaat juga jangan mengangkat diri sendiri. Sekalipun banyak memberi pada orang lain, kalau tidak setia, itu hanya pelayan sosial. Seringkali yang dinilai hanya yang memberi, padahal yang Tuhan cari adalah yang setia-benar dan setia-baik.

    "Kita memberi apa, jangan dibesar-besarkan. Itu terlalu kecil. Dunia lebih hebat. Tuhan tidak lihat itu. Setia baru benar, setia baru baik."

    Kalau tidak setia, tetapi baik, itu berarti pura-pura baik untuk menutupi ketidaksetiaannya.

    Untuk bisa setia-benar dan setia-baik, kita harus meneladan Yesus yang berkorban nyawa di atas kayu salib--tadi penunggang kuda putih adalah Yesus.
    Dalam perkataan 'berkorban nyawa' sudah terkandung arti berkorban sorga; sorgapun Dia tinggalkan.
    Kita juga harus bisa berkorban apa saja: waktu, tenaga, uang, pikiran, sampai menyerahkan hidup kita untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kecuali, firman pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan karena pengajaran yang benar adalah pribadi Yesus.

    Persekutuan/pembangunan tubuh itu mulai dari nikah. Jangan menikah tanpa pengajaran yang benar, itu sama dengan tubuh tanpa kepala. Ngeri sekali hidup itu, tabrak sana, tabrak sini! Benar-benar hancur lebur.
    Penggembalaan tanpa pengajaran yang benar, kasihan, domba-domba akan hancur lebur. Persekutuan tanpa kepala, kita pulang akan menabrak-nabrak dan pelayanan hancur.

    2 Timotius 2: 13
    2:13. jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

    Ayat ini jangan dibuat kesaksian: 'sekalipun tidak setia, tetapi Tuhan tetap menolong saya', nanti semua tidak ibadah. Itu kesaksian yang salah.
    'jika kita tidak setia, Dia tetap setia', artinya: panjang sabarnya Tuhan. Jika kita tidak setia, maka Tuhan selalu datang dengan firman-Nya untuk menyucikan dan mengubahkan kita supaya kita setia seperti Dia.

    "Opa Totaijs selalu mengingatkan bahwa panjang sabar Tuhan seperti karet. Satu kali bisa, dua kali bisa, malah bisa bersaksi dengan bangga. Sebentar lagi putus. Jangan begitu!"

    Mari sungguh-sungguh! Setia dulu, bukan baik dulu. Orang di luar Tuhan begitu baik pada orang tuanya, hamba Tuhan jangan-jangan lupa pada orang tua dan mertuanya.
    Kalau kita tidak setia, Tuhan masih setia, buktinya Ia datang memberikan firman kepada kita supaya kita menjadi setia. Tetapi ingat, ada batas waktu panjang sabar Tuhan! Kalau panjang sabar Tuhan sudah habis, dan kita belum setia, celaka, kita akan masuk dalam kegelapan yang paling gelap, bukan dipakai kuda putih.

    Filemon 1: 9-12
    1:9. tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
    1:10. mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus
    1:11. --
    dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.
    1:12. Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--.

    Contoh: Onesimus. Dia tidak setia, tetapi jahat, tidak berguna, bahkan merusak, tetapi bisa ditemukan kembali, tidak dibuang.


    • Pertama, lewat panjang sabarnya Tuhan. Jangan berkata: Aku dibuang. Tidak! Tuhan tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri.
      Dia tetap mencari kita. Inilah kekuatan dari kabar mempelai.

      Kabar mempelai ini milik semua gereja--bukan satu golongan--, tinggal mau menggunakan atau tidak. Onesimus kena tusukan pedang dan betul-betul dia tertolong, bisa dipakai lagi. Ini adalah panjang sabarnya Tuhan lewat kabar mempelai; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan dan mengubahkan Onesimus sampai bisa diterima.


    • Kedua, lewat korban Kristus. Yesus rela dibuang di kayu salib--terkutuk--, dibuang di luar Yerusalem (kota suci) sehingga Onesimus--bangsa Israel--dan kita bangsa kafir yang jahat dan tidak setia bisa diterima kembali oleh Tuhan, tidak dibuang selamanya, bahkan satu waktu kita bisa diterima di Yerusalem baru. Luar biasa!


    Mari sungguh-sungguh hari-hari ini. Kesungguhan Tuhan luar biasa, mari kita sungguh-sungguh berjuang menjadi setia-benar dan setia-baik.

    Kalau sudah setia-benar dan setia-baik di dalam Tuhan, kita akan setia-benar dan setia-baik dalam segala hal--pekerjaan, kuliah.
    Yesus bisa menunggangi kuda putih lewat membuktikan Dia setia-benar dan setia-baik. Kita juga, buktikan kalau kita setia-benar dan setia-baik, dan kita akan menunggangi kuda putih sampai masuk Yerusalem baru.

    Inilah kelalaian pertama. Sekarang hamba Tuhan tidak setia dianggap biasa, padahal ia diseret oleh Babel; kekayaan tetapi tanpa penyucian sehingga ada kejahatan dan kenajisan. Karena itu disebut pelacur besar--pelacur artinya tidak setia.


  2. Yeremia 48: 10b
    48:10b. dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Kelalaian yang kedua: lalai dalam penyucian.

    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Kita harus mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Ada firman penginjilan--injil keselamatan; kabar baik--, untuk membawa orang berdosa percaya pada Yesus dan diselamatkan. Tetapi ada firman pengajaran--kabar mempelai--untuk membawa orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai sempurna seperti Yesus.

    Kita harus menerima firman pengajaran supaya bisa mengalami penyucian sampai penyucian dari dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran.
    Jika kita menyembunyikan dosa-dosa di hati dan pikiran--mungkin sudah dalam perbuatan dan perkataan--, maka hadirat Tuhan juga tersembunyi. Percuma! Dalam nikah jadi kering, penggembalaan kering, pulang dari fellowship tambah kering.
    Rugi!

    Karena itu kita mohon supaya fellowship tidak kering, tidak ada yang tersembunyi. Kalau fellowship segar, kita yang datang kering pulang menjadi segar, kalau kita datang segar pulang semakin segar dan melimpah-limpah.

    Kalau kita mau disucikan oleh pedang firman sampai dosa yang tersembunyi dalam hati dan pikiran, hadirat Tuhan akan menjadi nyata dalam kehidupan kita, nikah, penggembalaan, dan lebih nyata lagi di dalam fellowship.

    "Saya bilang pada sidang jemaat: penggembalaan itu seperti di bawah pohon ara. Enak, rindang, sementara yang lain kepanasan kita sejuk. Tetapi Tuhan katakan: kalau kamu keluar dari pohon ara, kamu akan lihat Anak Manusia turun naik. Itulah fellowship. Di penggembalaan memang enak, semua ditata oleh Tuhan. Bagus. Tetapi Tuhan katakan: keluar! Lebih bagus nanti."

    Pembangunan tubuh Kristus sama dengan melihat pribadi Yesus nyata.

    "Kalau menampilkan pokok anggur yang benar--dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan--, maka 'Bapa-Kulah pengusahanya', tidak akan pernah bangkrut tetapi justru mengarah pada kesempurnaan."

    Di mana kita disucikan? Di ruangan suci. Jangan lalai! Dulu ada tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Ini adalah tempat penyucian yang intensif:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar, sehingga selalu dibersihkan sampai berbuah.

    Kemudian, penyucian dalam fellowship; antar penggembalaan. Ini penyucian yang lebih besar lagi. Karena itu fellowship jangan dibuat yang macam-macam, tetapi sungguh-sungguh kita mau disucikan sampai sempurna.
    Fellowship juga harus dalam sistem penggembalaan, di mana ada Yesus sebagai Gembala Agung. Jelas!

    Di dalam ruangan suci atau fellowship, kita mengalami penyucian secara intensif untuk menumbuhkan kerohanian sampai sempurna.
    Bertumbuh= kita semakin disucikan dan diubahkan.

    Apa yang menyucikan kita? Firman penggembalaan/firman kasih karunia.
    Kisah Rasul 20: 31-32
    20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
    20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada
    firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

    Firman penggembalaan sama dengan firman kasih karunia, yaitu firman pengajaran yang benar--makanannya harus benar, kalau tidak, akan sakit dan mati--, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan pada domba-domba dengan setia, teratur, berurutan, berkesinambungan, dan diulang-ulang. Kalau tidak diulang-ulang, itu bukan makanan, tetapi camilan. Kalau firman berurutan, itulah firman yang murni. Tidak ada yang lebih murni dari penyampaian firman secara berurutan.

    "Seorang laki-laki datang pada saya: 'Om saya kerja sampai jam 6, jam 7 mau tidur, tidak boleh sama isteri dan anak.' Saya sudah mau ikut marah. Saya terbawa perasaan juga. Tetapi isteri saya langsung berkata: 'Tanya dulu kenapa?'--isteri ini perasaannya kuat, kalau suami pikiran, harus saling menolong. Saya tanya: 'Kenapa?': 'Aku mendengkurnya keras.' Wah...... Ya ini bahayanya kalau konseling, bisa terbawa perasaan. Hati-hati. Banyak tidak murninya. Paling murni adalah lewat penyampaian firman yang berurutan. Jemaat jangan salah paham ya, bukan tidak boleh konseling, tetapi jangan sering-sering, bahaya, nanti perasaan yang terbawa. Kalau dari firman bisa teratasi, itulah jalan Tuhan."

    Firman kasih karunia tidak bisa dipelajari di manapun, tetapi hanya di bawah kaki Tuhan.

    "Karena itu, untuk Lempin-El Kristus Ajaib, saya anjurkan: setelah lulus, kamu harus kuliah di universitas pengalaman kematian di bawah kaki Tuhan. Ini ajaran guru saya, saya hanya melanjutkan saja. Saya katakan kepada Lempin-El: Jangan kalian anggap Om lebih pandai, Om hanya lebih dulu--angkatan XVIII. Belum tentu gurunya lebih pandai, yang benar adalah lebih dulu masuk. Karena itu saya tidak ragu-ragu, kalau bapak-bapak bertanya, saya bisa jawab, ya saya jawab. Kalau saya tidak bisa jawab, berarti PR buat saya. Saya tidak malu, dari pada saya seenaknya menjawab tidak berdasarkan Alkitab. Tidak perlu sulit-sulit menjadi hamba Tuhan: kalau masih rumah kontrak, puji Tuhan. Tuhan saja kuburan tidak punya. Tuhan tolong semua. Di Lempin-El itu hanya pembentukan jadi hamba Tuhan, selanjutnya di bawah kaki Tuhan."

    Kasih karunia adalah pemberian yang sangat berharga dari Tuhan kepada orang yang sangat tidak layak menerima. Itulah firman kasih karunia yang membangun dan menyucikan kita.

    Bagaimana sikap kita? Harus positif, jangan negatif seperti Yudas.
    Kisah Rasul 2: 36-37
    2:36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

    Inilah sikap positif:


    • 'tahu dengan pasti'= oleh kekuatan Roh Kudus kita bisa mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti firman pengajaran yang benar dan mempercayainya. Firman menjadi iman di dalam hati. Di situlah kita puas (kenyang), dan mengucap syukur pada Tuhan.
      Hati dan pikiran sudah dijamah oleh Tuhan. Kalau sudah puas, kita akan tenang.

      Kalau hamba Tuhan tidak tenang, berarti ia lapar. Sidang jemaat kalau bergosip berarti lapar juga.

      "Hamba Tuhan juga koreksi diri, jangan hanya katakan: jemaat pemberontak. Saya dulu juga begitu, digosipkan oleh jemaat, saya lawan juga di mimbar. Tambah kering. Terbawa perasaan. Setelah koreksi diri, tidak emosi lagi, pemberitaan firman baik, jemaat kenyang, mengucap syukur dan tidak ada gosip lagi."


    • 'hati terharu'--ditusuk pedang--= sadar akan dosa-dosa yang tersembunyi, menyesalinya, dan mengakuinya pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Kita mengalami kelepasan dosa= kita mengalami penyucian sampai sempurna, tidak bercacat cela.


    "Dalam fellowship ini saya enak dan tenang, tidak mengurus siapa yang tidak datang. Buat apa urus yang tidak datang? Pusing. Tapi urus yang datang, beri makan sepuasnya. Kalau puas, akan kenyang, dan nanti dia akan bersaksi kepada yang tidak datang. Itu ajaran guru saya. Pesan terakhir guru saya: jangan telpon-telpon minta khotbah dan jangan paksa orang untuk datang. Wajar saja. Biar Tuhan yang bekerja di tengah kita sekalian."

    Sikap negatif seperti Yudas--selalu berkata: 'bukan aku'--; mengelak terus, sehingga dosanya makin bertimbun-timbun dan satu waktu meledak--perutnya pecah. Dosa yang disembunyikan; ragi disimpan di tempat gelap, lama-lama akan meledak.

    Sikap lain dari Herodes: tidak mau ditegor firman; marah, sehingga sekeluarga binasa--istri, anak sekalipun tidak sah, ikut binasa.
    Sungguh-sungguh!

    "Ada hamba Tuhan dan murid bertanya: Om bagaimana itu 1..2..3, saya sudah coba tulis 1..2..3.., tetapi tidak tahu isinya apa. Saya katakan: Saya juga tidak tahu, kalau tahu, saya sudah kasih tahu caranya. Saya hanya berdoa, terus saya tulis, itu saja. Tetapi saya diajari satu rahasia oleh guru saya, om Pong: puasa. Sehat untuk tubuh dan rohani. Tapi ini bukan perlombaan. Opa van Gessel juga berkata: jangan ingin lebih tinggi/hebat dari yang lain, tetapi permohonan kepada Tuhan."

    Kisah Rasul 20: 31
    20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

    'berjaga-jagalah'= jangan lalai!
    Batas waktu dari pekerjaan firman penggembalaan untuk menyucikan dan menyempurnakan adalah tiga tahun--jangan diartikan secara hurufiah. Tiga tahun di sini adalah waktunya Tuhan. Mengapa tiga tahun ini batas waktunya? Dibandingkan dengan Lukas 13.

    Lukas 13: 6-9
    13:6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
    13:7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
    13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
    13:9. mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

    Pohon anggur sudah tiga tahun tidak berbuah dan harus dipotong. Untung ada penjaganya--menunjuk pada gembala. Karena itu jemaat harus sungguh-sungguh tergembala. Gembala itu penjaga jiwa; bertanggung jawab.

    "Saya ini beruntung. Bukan jurusan guru, tetapi bisa mengajar menjadi guru. Dulu jadi wali kelas, ada murid tidak naik, saya yang malu, padahal dia yang nakal. Apalagi gembala, kalau jemaat sampai tidak masuk sorga, bagaimana?"

    Jemaat, jangan sombong, itu masih ada doa gembala, kalau sudah hilang, habislah sudah.
    Pohon ara ditanam di pinggir jalan, begitu tidak berbuah langsung dikutuk dan kering sampai akar-akarnya. Tetapi pohon ara yang ditanam di kebun anggur--tergembala--sekalipun belum berbuah, ia tidak langsung ditebang/dikutuk karena ada doa penyahutan seorang gembala untuk menarik belas kasih Tuhan dan memberi kesempatan untuk berbuah; untuk menarik panjang sabar Tuhan.

    Lebih lagi fellowship ini, kalau doa seorang gembala manusia didengar Tuhan, di dalam fellowship yang berdoa adalah Gembala Agung. Karena itu jangan buat fellowship ini main-main!

    Kalau belum berbuah, jangan putus asa, ada Gembala Agung saat ini berdoa untuk kita, belum ditebang, tetapi diberi kesempatan untuk lebih sungguh-sungguh.

    "Karena itu jangan melarang siapapun hadir dalam fellowship. Saya juga tidak melarang anak kecil masuk, kecuali Lempin-El. Kalau bawa anak kecil dalam fellowship, ditertibkan. Saya senang sekali dalam fellowship. Yang tidak bisa ditanggulangi dalam penggembalaan, jadi bisa di dalam fellowship."

    Ibrani 13: 7, 17
    13:7. Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
    13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

    Tugas pokok gembala:


    • Memberi makanan secara dobel (firman penginjilan dan firman pengajaran) dengan pengorbanan. Jangan orang lain yang memberi makan, tetapi harus gembala!


    • Menaikkan doa penyahutan dengan pengorbanan. Kalau ada makanan, ada doa penyahutan; kalau tidak ada makanan, tidak ada doa.


    Gembala yang tidak memberi makan--tidak memperhatikan firman--, doanya adalah kekejian.
    Harus memberi makan, baru ada doa penyahutan.

    Kalau gembala tidak mau memberi makan, ia akan memilukan hati Tuhan, dan hukuman datang. Di zaman Nuh hati Tuhan pilu dan hukuman datang.
    Gembala juga jangan membuat jemaat berkeluh kesah!

    Sidang jemaat jangan membuat gembala berkeluh kesah! Kalau gembala berkeluh kesah, Tuhan akan pilu. Tidak ada tudung dan hukuman Tuhan turun. Saling menghargai dalam penggembalaan; sama-sama menjaga karena harganya sama yaitu seharga darah Yesus.

    Tadi pohon ara di kebun anggur tidak berbuah, dicari penyebabnya.
    Lukas 13: 8
    13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

    'Mencangkul tanah'= memperbaiki akar--yang tidak kelihatan. Yang di luar hebat, tetapi tidak berbuah, ternyata yang di dalam yang harus diperbaiki.

    Jalan keluarnya supaya bisa berbuah: PENYUCIAN AKAR:


    • Akar kejahatan.
      1 Timotius 6: 9-10
      6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
      6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      'Akar kejahatan'= mengasihi uang sehingga mencari uang dengan cara tidak halal, yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= mencuri milik Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus) dan sesama, mulai dari gembala. Kalau gembalanya pencuri, jemaat jadi apa? Fellowship hebat, diperiksa, ada buahnya atau tidak? Akar ini disucikan.


    • Akar busuk.
      Yesaya 5: 24
      5:24. Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

      Akar busuk= justru menolak pengajaran yang benar dan mendukung ajaran yang salah. Biar hebat, tidak akan berbuah; jadi kering.


    • Akar racun.
      Ulangan 29: 18
      29:18. Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.

      Akar racun= tidak setia dalam ibadah pelayanan, dan meninggalkan jabatan pelayanan kepada Tuhan.
      Kalau gembala tidak setia, jemaat akan diracun.

      "Guru saya berkata: kalau kita sendiri kosong, apa yang mau dibawa? Kalau melimpah dalam penggembalaan, pasti melimpah ke luar. Makanya tidak usah telpon, karena akan melimpah sendiri. Tidak usah jadi pengurus dulu baru melimpah. Saya dulu pengurus, tetapi tidak pernah saya suruh orang datang. Kita sendiri tidak setia di penggembalaan; kosong tetapi mau keluar, itu menipu--racun."


    • Akar kepahitan= iri, benci, kebencian tanpa alasan.
      Ibrani 12: 15
      12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

      Yusuf yang benar malah dibenci, tetapi yang salah malah dibela.
      Inilah kepahitan, tidak akan bisa tumbuh.


    Akar-akar disucikan. Orang lain tidak tahu, tetapi Tuhan yang tahu akar kita. Kalau akar disucikan, akan muncul kesungguhan kita kepada Tuhan; kesungguhan untuk beribadah melayani Tuhan; kesungguhan untuk mengasihi Tuhan. Tuhan tolong kita semua.

    Kesimpulan: Tuhan tidak memperhatikan kehebatan pohon--sudah berdaun/besar--, Tuhan tidak memperhatikan kehebatan atau kelemahan kita termasuk beban berat kita, tetapi Tuhan memperhatikan kesungguhan hati kita.

    2 Tawarikh 16: 9
    16:9. Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

    Tuhan akan melimpahkan kekuatan dan kuasa-Nya kepada yang sungguh-sungguh. Ini keadilan Tuhan! Cabut akar-akar yang tidak baik, jangan berharap pada yang lain, tetapi kita bersandar pada Tuhan.

    2 Tawarikh 16: 7-8
    16:7. Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.
    16:8. Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun
    TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya.

    Kesungguhan hati kita untuk bersandar pada Tuhan, ini yang dilihat Tuhan. Jangan bersandar kepada orang lain, kurangi untuk telepon orang lain! Banyak bicara pada Tuhan hari-hari ini!

    Pada perjamuan suci, Yohanes bersandar di dada Yesus; sungguh-sungguh dalam ibadah, sungguh-sungguh mengasihi, dan sungguh-sungguh percaya dan berharap Tuhan.
    Penggembalaan adalah tempat bersandar bagi domba-domba.

    "Saya bersaksi: ketika saya fellowship dengan Pdt Pong, saya merasa luar biasa. Untuk mau tiga macam ibadah, sulit. Waktu saya jadi murid Lempin-El, saya pikir semua GPT sama dengan jalan Johor--Selasa, Jumat, Minggu full. Saya pikir hebat GPT ini. Tetapi ada kepala asrama berkata: oh tidak, sulit untuk bisa datang tiga macam ibadah. Ketika jadi hamba Tuhan, saya fellowship dengan om Pong; hanya bersandar, beliau yang cari firman, saya sudah tahu mau khotbah apa untuk Minggu, saya enak. Selasa, kamis orang mulai datang. Sekarang sudah 80 persen. Masih kurang, tetapi saya sudah merasakan. Itu yang sangat saya rasakan. Berkat-berkat yang om Pong terima, saya bisa terima juga. Enak. Tetapi kalau fellowshipnya salah, habislah kita. Jangan main-main! Yang benar adalah alkitab, cari yang sesuai dengan alkitab. Apalagi yang lulusan Lempin-El sudah tahu, tinggal jujur atau tidak. Selama tidak jujur, jangan harap berbuah."

    Hasilnya: Tuhan memberikan kekuatan dan kuasa-Nya untuk:


    • Ulangan 4: 37
      4:37. Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,

      Hasil pertama: melepaskan kita dari dosa sampai puncaknya dosa. Ada kebencian pada suami karena sudah disakiti bertahun-tahun, lepaskan, bersandar pada Tuhan. Betapa indahnya.

      Kalau bisa terlepas dari dosa, masalah apapun bisa terlepas. Tuhan yang akan menyelesaikan bagi orang yang bersandar kepada-Nya.
      Ada masa depan yang berhasil dan indah.


    • Ulangan 8: 18
      8:18. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

      Hasil kedua: kekuatan kuasa Tuhan untuk memberikan berkat-berkat dari sorga.

      Berkat jasmani: memelihara kita di padang gurun dunia.
      Berkat rohani dan rumah tangga juga diberikan.


    • 1 Tesalonika 3: 13
      3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

      Hasil ketiga: Tuhan memberikan kita kekuatan untuk kuat dan teguh hati sehingga kita terus mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna seperti Dia. Tidak salah dalam perkataan. Kita hanya menyeru: Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali, kita bersama Dia selamanya.

Lemah, tidak berdaya dan lain-lain, Tuhan hanya lihat kita mau bersandar di mana. Kalau takut pada Tuhan, kita akan bersandar pada Tuhan; kalau takut pada manusia, kita akan bersandar pada manusia. Takutlah pada Tuhan! Berseru dan berserah pada-Nya! Dia akan mengulurkan tangan kuasa-Nya kepada kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top