English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2010 (Senin Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam II
Tema di Jakarta "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Januari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Raya Malang, 15 Februari 2009 (Minggu Pagi)
KEBAKTIAN PENYERAHAN ANAK
Mazmur 144:12, kita doakan supaya anak yang diserahkan menjadi...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2010 (Jumat Malam)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Bersamaan Penataran Imam-Imam & Calon Imam II

Ibadah Raya Malang, 18 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 dalam Tabernakel menunjuk suatu alat yaitu Buli-Buli...

Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

Matius 25: 16-17, 19-21
25:16. Segera pergilah...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juni 2013 (Rabu Sore)
Melanjutkan tema Ibadah Persekutuan di Bagan Batu

Markus 9 : 23b
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 10 Agustus 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 25 dimulai dengan korban bahan-bahan untuk pembangunan Tabernakel.

Keluaran 25:1-9 dibagi menjadi 3...

Ibadah Raya Malang, 26 Juni 2016 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Mazmur 23:1,6
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:6 Kebajikan dan kemurahan...

Ibadah Raya Malang, 09 Januari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Doa Malang, 21 April 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:14-21
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak...

Ibadah Doa Malang, 17 Juli 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6Waktu...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juni 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Kita sudah belajar tentang aktivitas kita di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Mei 2018).
Sekarang kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu membentangkan kemah-Nya di atas mereka; sama dengan mengembangkan sayap-Nya; memberikan naungan kepada mereka yang berdiri di hadapan takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018).

Siapakah 'mereka' ini?
Yesaya 54: 2-3
54:2. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
54:3. Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan
memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

'memperoleh tempat bangsa-bangsa'= bangsa-bangsa menunjuk pada bangsa kafir.
Sebenarnya, Tuhan membentangkan tenda--mengembangkan sayap-Nya untuk menaungi--hanya kepada bangsa Israel, umat pilihan Tuhan--inti dari gereja yang sempurna/tubuh Kristus, sedangkan bangsa kafir hanya merupakan kelengkapan tubuh Kristus.

"Seperti tubuh kita, intinya misalnya kepala dan tubuh, sedangkan bangsa kafir adalah tangan dan kaki--kelengkapan."

Tetapi karena sebagian Israel menolak Tuhan, maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk menerima naungan sayap-Nya.

Wahyu 7: 15
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

SYARAT untuk menerima naungan sayap Tuhan: 'berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya'= harus beribadah melayani Tuhan siang malam di Bait Suci-Nya; di hadapan takhta sorga. Ini disebut dengan PELAYANAN MEMPELAI. Dari segi tempatnya, siapa yang boleh melayani siang malam? Tuhan Yesus seorang laki-laki. Lalu ada perempuan yang boleh melayani Dia siang malam. Siapa itu? Hanya seorang mempelai/isteri yang boleh melayani siang malam di manapun suami berada--di mana Yesus berada, kitapun berada.

Yohanes 12: 26
12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Pelayanan mempelai adalah puncak pelayanan. Ada pelayanan anak kepada bapa--Yesus adalah Bapa yang baik--tetapi tidak boleh ikut terus. Hati-hati, ada anak bungsu! Banyak kali kita hanya mengenal Yesus sebagai Bapa yang baik--biasanya orang yang percaya, bertobat, baptis air, dan baptis Roh Kudus lalu berkata: Saya diberkati. Tetapi anak bungsu justru jauh dari Tuhan setelah menerima warisan. Bukan berkatnya yang salah, tetapi pelayanannya yang harus ditingkatkan sampai kepada pelayanan mempelai wanita terhadap Mempelai Pria--pelayanan tubuh terhadap Kepala yang tidak bisa dipisahkan.

Pengikutan pelayanan kita kepada Tuhan jangan berhenti pada anak terhadap Bapa, domba terhadap Gembala--ada domba yang hilang--, tetapi sampai tubuh terhadap Kepala. Bangsa kafir dituntut sampai di sini.
Bangsa kafir hanya merupakan kelengkapan.

"Tahun 1993 saya diikutkan dalam ibadah kunjungan ke New Zealand. Saya tidak punya apa-apa, uang saku juga tidak ada. Saya hanya menjadi kelengkapan saja. Dari sepuluh orang, gratis satu. Naik bis, ada kursi kecil dekat sopir, saya duduk di situ. Nanti masuk ke mana, sepuluh orang dulu yang dihitung, baru saya boleh masuk. Itulah kelengkapan. Yang sepuluh orang menjadi inti, saya hanya kelengkapan: Untunglah bisa masuk. Begitu saja. Itu pelajaran bagi saya. Bangsa kafir tidak boleh macam-macam; kita hanya merupakan kelengkapan. Kalau peraturan berubah: bayar sepuluh tidak ada gratis satu orang, saya tidak akan bisa masuk."

Itulah kelengkapan yang harus kita manfaatkan sungguh-sungguh. Kita harus melayani dengan sungguh-sungguh.
Yohanes 12: 20-26 => tentang orang yang mau beribadah
12:20. Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
12:21. Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."
12:22. Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.
12:23. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
12:24. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
12:25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

'orang Yunani'= bangsa kafir.
'Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus'= bangsa kafir luar biasa, sebenarnya beribadah mau bertemu Yesus bukan uang, tetapi sekarang dibelokkan oleh pendeta yaitu beribadah untuk bertemu berkat: Ayo datang supaya diberkati. Pendetanya yang salah. Termasuk saya juga harus dikoreksi.

SIAPA yang sebenarnya boleh beribadah melayani Tuhan sampai mendapatkan naungan sayap Tuhan? Hanya bangsa Israel asli dan keturunannya.
Keluaran 19: 5-6
19:5. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

'kerajaan imam'= imam dan raja.
Jadi, lewat jalur keturunan bangsa kafir tidak bisa dan tidak boleh menjadi imam dan raja yang beribadah melayani Tuhan. Tetapi Tuhan membuka jalan bagi bangsa kafir lewat jalur kemurahan-Nya, yang seharga kurban Kristus sehingga bangsa kafir bisa menjadi imam dan raja yang beribadah melayani Tuhan.

Ini yang harus kita sadari, yaitu kita hanya merupakan kelengkapan, sedangkan intinya adalah bangsa Israel asli.
1 Petrus 2: 9-10
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'imamat yang rajani'= imam dan raja.
'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
Catat baik-baik! Ibadah pelayanan bangsa kafir adalah seharga kurban Kristus. Jabatan pelayanan yang kita terima dari Tuhan juga seharga darah Yesus. Kalau kita tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan meninggalkan jabatan pelayanan, kita akan berhutang darah yang tidak bisa dibayar dengan apapun, sekalipun dengan hukuman neraka. Karena itu kita harus menghargai ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Kita bekerja keras, sekolah yang keras, tetapi jangan lupa berjuang untuk beribadah melayani Tuhan--Dia berjuang untuk ibadah pelayanan bangsa kafir sampai mencucurkan darah dan mati di kayu salib. Tuhan tolong kita semua.

TANDA ibadah yang benar: harus ada kerinduan untuk bertemu Yesus.
Yohanes 12: 21
12:21. Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."

Banyak kali kami hamba Tuhan salah, yaitu bersekutu hanya untuk bertemu teman dan lain-lain, apalagi bertemu uang. Salah besar!

"Sekarang hati-hati, orang-orang yang berdagang masuk ibadah bukan untuk melihat Yesus tetapi prospeknya. Ini sungguh-sungguh terjadi, hanya ingin bertemu dengan uang, karena pendetanya yang salah dengan mengajarkan: Ayo datang, supaya diberkati. Bukan bertemu Yesus."

Yohanes 12: 22
12:22. Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

Dulu, jalan bangsa kafir untuk bertemu Yesus adalah lewat Andreas dan Filipus.
Artinya:

  • Apa keistimewaan Andreas?
    Yohanes 1: 35-40
    1:35. Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
    1:36. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
    1:37. Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
    1:38. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
    1:39. Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
    1:40. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

    'Apakah yang kamu cari?'= malam ini kita datang, apa yang kita cari? Kalau mencari berkat jasmani, jangan datang ke gereja.
    Andreas adalah orang yang mencari tempat tinggalnya Yesus di dunia. Tempat tinggal Yesus yang rohani adalah di sorga.
    Lalu di dunia, di mana tempat tinggalnya Yesus? Dulu Musa naik ke atas gunung Sinai, dan Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepadanya, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel (Keluaran 25-40).

    Jadi tempat tinggal Yesus di dunia adalah Tabernakel/Kemah Suci. Sekarang dalam arti rohani, yaitu pengajaran Tabernakel.

    Jadi, Andreas mewakili pengajaran Tabernakel yang sesuai dengan kehendak Tuhan--Tuhan selalu berkata kepada Musa: Hendaklah kamu buat..... Inti pengajaran Tabernakel adalah kehendak Tuhan.


  • Apa keistimewaan Filipus?
    Yohanes 1: 45
    1:45. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

    Filipus adalah seorang ahli Taurat tetapi mengakui Yesus bukan melawan Yesus--ia sudah lembut hatinya.
    Hukum Taurat berisi kasih--dua loh batu menunjuk pada kasih. Sekarang, kasih merupakan inti dari pengajaran mempelai.

Jadi untuk bertemu Yesus bangsa kafir harus menerima pengajaran Tabernakel dan mempelai--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua: tajam pertama: pengajaran Tabernakel, tajam kedua: pengajaran mempelai. Kalau digabung, ini yang kita kenal dengan istilah kabar mempelai dalam terang Tabernakel.
Ini yang menuntun bangsa kafir untuk bertemu dengan Yesus.

Ibadah yang benar--lewat pedang--akan bertemu dengan Yesus--mengalami penyucian. Tidak enak bagi daging. Kalau enak-enak, bukan bertemu Yesus.
Ibadah tanpa salib/pedang tidak akan bertemu dengan Tuhan, tetapi hanya yang enak-enak bagi daging: uang, kedudukan, jodoh dan lain-lain. Hanya itu yang dicari.
Tetapi kalau ada pedang/salib, kita benar-benar akan bertemu dengan Yesus.

Kita sudah menerima Kabar Baik/firman penginjilan--percaya Yesus, bertobat, dan baptis air sehingga kita diselamatkan dan diberkati--; kita bertemu Yesus yang datang pertama kali, tetapi untuk bertemu Yesus yang akan datang kembali kedua kali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, kita harus menerima kabar mempelai dalam terang Tabernakel.

Bangsa kafir, jangan sembarangan! Bisa beribadah seperti ini merupakan kesempatan emas. Seharusnya tidak boleh, tetapi karena darah Yesus kita bisa beribadah. Jangan disalahgunakan lewat beribadah untuk bertemu teman, uang dan lain-lain! Salah besar! Yang lebih salah lagi adalah kami hamba Tuhan. Anak-anak Tuhan pulang kantor, pulang kuliah, langsung datang beribadah, tetapi disalahgunakan, hanya diajarkan: Ayo diberkati. Hamba Tuhan seperti itu terlalu berhutang darah di hadapan Tuhan! Harus serius hari-hari ini! Kita harus bertemu Yesus: lewat firman penginjilan, sudah kita alam, sekarang bertemu Yesus yang akan datang kembali kedua kali harus lewat pedang. Pedang/salib tidak enak bagi daging.

Kalau tidak mau pedang, pasti tidak mau salib; kalau tidak mau salib, pasti tidak mau pedang; pasti mencari yang enak bagi daging: uang, jangan-jangan dosa--enak sebentar bagi daging tetapi pahit seumur hidup. Merokok, mabuk tetapi boleh main musik, yang penting pintar; berkhotbah sekalipun isterinya dua, boleh, yang penting khotbahnya hebat, orang senang, dan uang datang.
Sekarang ibadah yang dicari adalah ibadah yang enak bagi daging; tanpa salib/pedang. Tuhan tolong kita semua.

Inilah tanda ibadah bangsa kafir untuk benar-benar bertemu dengan Yesus.
Mari bersaksi kepada keluarga yang belum mengenal pedang firman Jangan sampai hanya 'dininabobokan'.

"Satu waktu saya berkhotbah di Jakarta, ada satu orang kaya sekali, membangun gereja besar sekali di satu daerah. Setelah mendengar firman, pulang ibadah, dia berkata: 'Kalau begitu selama ini aku dininabobokan--hanya diajarkan soal berkat--, nanti kalau Tuhan datang, aku tidur. Ini baru bisa membangunkan.'"

TINGKATAN ibadah pelayanan yang benar:

  1. Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Ayat 41= Kabar Baik. Biasanya hanya berhenti sampai di sini: percaya, bertobat, baptis air, baptis Roh Kudus, dan diberkati. Malah ada gejala tidak perlu pendeta lagi. Kita sudah merasa hebat karena ada Roh Kudus yang mengajar kita. Salah! Masih ada ayat berikutnya.
    Sesudah ibadah tingkat pertama--baptis air dan Roh Kudus--, masih ada ketekunan.

    Tabernakel--kerajaan sorga--ada di bumi, di situlah ibadah kita.
    Tabernakel terdiri dari tiga bagian:


    • Halaman (keselamatan)= percaya, bertobat, baptis air, dan baptis Roh Kudus; kita hidup benar dan diberkati.
    • Ruangan suci= penggembalaan.
    • Ruangan maha suci= kesempurnaan; benar-benar kerajaan sorga yang kekal.


    Kita sudah bertobat dan diselamatkan, sekarang lanjut di ayat 42.
    Dulu, pada zaman Musa: tiga alat di ruangan suci; di gereja hujan awal: tiga macam ketekunan, sekarang hujan akhir: ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.




    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; kita diberi minum supaya tidak dehidrasi, kering, dan mati--Roh Kudus bagaikan air yang segar.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita diberi makan, supaya kita memiliki kekuatan ekstra dari Tuhan, sehingga tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Tingkatan pertama ibadah pelayanan yang benar: ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--kandang penggembalaan.

    Kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh; Allah juga Tritunggal.
    Jadi di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal, kita tidak bisa jatuh dalam dosa dan gugur dari iman--ada jaminan perlindungan dari Tuhan. Kita tetap mengikut dan melayani Tuhan, bahkan meningkat dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Itulah sistem penggembalaan. Kalau setan menjamah kita, itulah yang membuat kita tidak bisa meningkat.


  2. Kisah Rasul 2: 46
    2:46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

    Tingkatan kedua ibadah pelayanan yang benar: beribadah melayani Tuhan tiap-tiap hari di Bait Allah. Ini bukti kita tergembala, yaitu meningkat, tidak bisa ditarik oleh setan.

    Akan ada satu titik di mana kita tidak mampu lagi menghadapi dunia dengan kejahatan, kesulitan, dan kenajisannya, sehingga kita harus beribadah melayani Tuhan setiap hari, bukan hanya ketekunan dalam tiga macam ibadah.


  3. Wahyu 7: 15a
    7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.

    Tingkatan ketiga ibadah pelayanan yang benar: beribadah melayani di hadapan takhta sorga siang malam; di mana Yesus berada, kitapun berada (Yohanes 12: 26)--pelayanan mempelai, yang tidak bisa terpisahkan lagi.

Inilah pengajaran, yaitu ada peningkatannya. Bukan hanya diajarkan: percaya Yesus, bertobat, baptisan air, dan diberkati. Bukan tidak penting. Itu sangat penting. Harus ada penginjilan. Tetapi harus meningkat. Penginjilan sama dengan pengajaran dasar. Harus ditingkatkan, ibadahnya juga ditingkatkan sampai siang malam beribadah melayani Tuhan di hadapan takhta sorga, kita tidak terpisah dengan Tuhan selamanya.

Tadi, tanda ibadah pelayanan yang benar: harus bertemu Yesus lewat Andreas dan Filipus, artinya: harus ada pengajaran/pedang/salib.
Kemudian, tingkatan ibadah pelayanan yang benar: mulai dari ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, beribadah setiap hari, sampai siang malam beribadah melayani Tuhan di hadapan takhta sorga.

PROSES ibadah pelayanan yang benar, yang bertemu Yesus:
Yohanes 12: 23-24
12:23. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
12:24. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

'Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan'= kalau bangsa kafir sampai bisa menerima pengajaran Tabernakel dan mempelai, itu berarti menerima Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga. Mari beritakan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (kabar mempelai) sampai bangsa Israel juga menerima Yesus.

Prosesnya adalah:

  1. Ayat 24= 'biji gandum harus jatuh ke dalam tanah'= merendahkan diri serendah-rendahnya sampai mengaku hanya tanah liat.
    Biji gandum= anak Tuhan yang sudah menerima firman pengajaran.

    Jadi kalau rohani dan ibadah pelayanan kita benar dan meningkat, kita bukan bertambah sombong, tetapi justru semakin merendahkan diri sampai mengaku kita hanya tanah liat.

    Mengaku sebagai tanah liat, artinya:


    • Merasa tidak layak.
    • Mengaku banyak kesalahan, kelemahan dan kekurangan secara rohani, sehingga mendorong kita untuk selalu mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Kalau selalu menyalahkan orang lain, berarti ibadah pelayanannya belum benar. jangan!

      Di alkitab, kita boleh menghakimi bukan soal dosa, tetapi pengajaran, dalam arti selektif dalam pengajaran. Jangan menghakimi orang lain, bahaya, bisa kembali kepada kita sendiri. Tuhan tolong kita semua.


    • Merasa tidak mampu, tidak berdaya, dan tidak bisa apa-apa.
    • Merasa tidak berharga apa-apa; hanya layak untuk diinjak-injak--namanya tanah liat memang untuk diinjak-injak; tidak layak untuk dihormati.
    • Kalau sudah merasa tidak berharga, maka kita bisa menghargai orang lain; tidak suka menonjolkan diri; menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri.
      Filipi 2: 3
      2:3. dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

      Terutama dalam nikah, banyak pertengkaran di dalam nikah karena mau lebih utama dan dilayani, bukan melayani. Seringkali ada perkataan yang saling menyakiti karena merasa diri hebat. Di dalam nikah sudah terjadi, apalagi di dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.


  2. Yohanes 12: 24
    12:24. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

    Biji gandum sudah jatuh ke tanah kalau tidak mati, akan busuk.

    Proses kedua ibadah pelayanan yang benar: 'mati'= menyangkal diri.
    Artinya:


    • Tegas untuk berkata: 'Tidak!' pada sesuatu yang tidak berkenan pada Tuhan/firman pengajaran yang benar, sekalipun menguntungkan dan membuat kita bahagia. Misalnya ditawari banyak uang tetapi tidak benar, kita tegas berkata: Tidak! Soal apapun harus tegas.

      Contoh: Yusuf tidak kompromi dengan kakak-kakaknya, sekalipun ia dibenci oleh mereka; ia tetap menyampaikan kepada ayahnya tentang kejahatan kakak-kakaknya. Ia bisa saja berdusta supaya disayangi kakak-kakaknya, tetapi ia tidak mau.

      "Kami hamba Tuhan juga, sekarang dijepit di dalam rapat, hanya satu suara, harus berani tegas berkata: Tidak, kalau tidak benar. Dianggap tidak mau kerjasama, tidak apa-apa, lebih baik dikeluarkan dari pada bekerja sama dengan yang salah. Kita bangsa kafir hanya kelengkapan, salah sedikit sudah dikeluarkan; di kitab Roma kita hanya dicangkokkan. Tuhan tolong kita semua."


    • Mau diinjak-injak; mau direndahkan, bukan hanya merendahkan diri. Kalau tanah liat diinjak, akan tambah masuk ke dalam--mau direndahkan.
      Contoh: tidak salah disalahkan, dicaci-maki, dan difitnah, tetapi kita tidak melawan. Kita harus berdiam diri.

      "Dulu kalau ada sesuatu, saya bilang ke isteri: 'Saya jelaskan kepada dia.' Akhirnya malah diputar balik sampai hari ini. Salah sendiri. Coba dulu saya diam, sekarang sudah selesai. Harus berdiam diri. Apalagi menghadapi orang yang memfitnah atau mencaci maki--kebenaran sendiri; dia tahu dia yang salah dan kita yang benar--, mau dijelaskan bagaimanapun juga tidak akan bisa. Sampai bertemu dengan seseorang saya berkata: 'Saya tidak berbuat begitu.': 'Pasti, saya lihat dari jauh.': 'Ini isteri saya di sini, bagaimana, ma?': 'Tidak begitu.' Sampai terakhir dia masih ngotot, dan karena masih orang dekat, saya bilang: 'Kalau saya berbuat itu, saya tidak akan dipakai Tuhan, dan saya pasti mati kalau tidak mengaku.' Tetapi tetap saja. Tidak ada gunanya. Lebih baik berdiam diri."

      Kita direndahkan merupakan cara Tuhan supaya kita cepat merendahkan diri.

      "Tadi saya mau berangkat sudah sombong. Minta ampun, masih ada salah. Inilah bangsa kafir. Tetapi tidak boleh tinggal dalam kesalahan. Tadi itu mengenai pembelian rumah yang 100 meter. Orangnya sudah keterlaluan, sampai saya bilang: 'Tidak usah dijual saja, nanti saya tutup jendelanya!' Saya minta ampun. Masih diproses terus, harus diinjak. Dulu kita minta-minta ke belakang untuk bisa buka jendela sedikit buat kamar mandi, sudah dimarah-marahi, sekarang lupa, saya mau tutup punya orang lain. Saya sudah jahat. Jangan!"

      Kita belajar merendahkan diri. Kita mau direndahkan supaya cepat merendahkan diri sampai daging tidak bersuara lagi--seperti Yesus merendahkan diri sampai mati di kayu salib. Itu maksud Tuhan.


    Mari, banyak berdiam diri. Berdiam diri dalam segala hal sama dengan menyerah sepenuh kepada Tuhan. Kalau diapa-apakan sudah bisa diam, sudah enak. Ini sama dengan biji gandum jatuh ke tanah dan mati. Bukti 'mati' adalah tidak melawan lagi, berarti kita sedang mati bersama Tuhan, untuk bangkit/hidup di dalam Tuhan. Istilah biji gandum: kita sedang bertunas dan berbuah. Melawan tetapi kering, untuk apa? Bodoh sekali! Kalau kita diam saat orang memfitnah atau mencaci-maki kita, orang itu yang kering, sedangkan kita bertunas dan berbuah. Kita berdiam diri saja, banyak berdoa menyembah Tuhan; berserah sepenuh kepada-Nya.

    Kita bertunas dan berbuah, apa buahnya? Tadi prosesnya di ayat 24, sekarang buahnya di ayat 25.
    Yohanes 12: 25
    12:25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

    Buahnya adalah: buah kasih= mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu bahkan lebih dari nyawa kita.

    "Ini tidak bisa diterangkan. Saya banyak melayani jiwa-jiwa yang tetap mengasihi Tuhan sampai garis akhirnya--mengasihi Tuhan lebih dari nyawanya. Buktinya dia tidak mengeluh, tetapi tetap percaya Yesus. Sudah sampai di garis akhirnya--meninggal dunia--ia tetap mengasihi Tuhan. Kalau mengasihi nyawa lebih dari pada Yesus, dia pasti mengomel."

    Ini harus menjadi pengalaman hidup kita. Mulai dari yang kecil-kecil. Seringkali hanya karena waktu kita sudah tidak bisa mengasihi Tuhan--'Aku terlalu capek, aku terlalu sibuk.' Bagaimana kira-kira kalau menghadapi keadaan seperti kekasih-kekasih kita yang sudah mendahului kita, yang sudah harus berjuang dengan Tuhan sampai garis akhir? Bagaimana kalau harus menyerahkan nyawa? Ini pelajaran juga bagi saya.

    "Dulu saya penakut, sakit sedikit sudah bingung. Tetapi saya belajar dari sidang jemaat biarpun saya gembala. Seringkali saya akui iman saya kalah dibanding sidang jemaat. Sekarang sudah bisa lebih tenang dan memberi nasihat."

    Mengasihi Tuhan lebih dari semua= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib. Barulah kita bisa memenuhi ayat 26.
    Ayat 24: prosesnya, ayat 25: berbuah, dan ayat 26: pelayanannya.

    Yohanes 12: 26
    12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    Kalau sudah taat sampai daging tidak bersuara lagi--mengasihi Yesus lebih dari semua--, berarti kita sudah sampai pada puncak ibadah pelayanan yaitu pelayanan mempelai, yang tidak bisa terpisahkan lagi; di mana Yesus berada, kitapun berada; siang malam/setiap waktu kita bersama Dia. Ini sama seperti rasul Yohanes bersandar di dada Yesus.

    Saat-saat perjamuan suci adalah saat untuk bersandar. Serahkan semua kepada Tuhan. Kita rela merendahkan diri dan menyangkal diri, sampai taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--mengasihi Tuhan. Kita bersandar di dada Yesus; Dia yang menjadi sandaran hidup kita.

Saat-saat perjamuan suci adalah saat yang tepat untuk bersandar.
Yohanes 13: 23 => tentang perjamuan malam; makan perjamuan suci.
13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Bersandar di dada Yesus= Tuhan Yesus yang menjadi sandaran hidup kita. Punya toko, deposito, ijazah dan lain-lain, boleh, tetapi bukan itu tempat bersandar kita. Yesus adalah tempat bersandar kita, yang tidak pernah berubah dari dulu, sekarang, dan selamanya.
Rasul Yohanes--bangsa Israel asli; inti mempelai--bersandar di dada Tuhan--mengaku dan menyerahkan segala kekurangan dan kelemahan kepada Tuhan--apalagi kita bangsa kafir, kita harus bersandar di dada Tuhan. Mari kita serahkan segala kekurangan dan kelemahan kita, sampai seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Kalau kita bersandar di dada Tuhan--taat; menyerah sepenuh--, maka Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, mengerti keadaan kita, dan bergumul bagi kita semua. Semua menjadi tanggung jawab Tuhan; kita seperti bayi yang digendong, bersandar di dada ibu.

Hasilnya--kita menyerah sepenuh kepada Tuhan, taat dengar-dengaran, banyak menyembah Dia, dan bersandar di dada-Nya, dan kita akan menerima naungan sayap Tuhan; Dia memeluk dan menaungi kita--:

  1. Wahyu 7: 16
    7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

    Hasil pertama: 'tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi'= tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup memelihara kita yang lemah tak berdaya di tengah kesulitan dunia yang besar, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.


  2. Hasil kedua: 'matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi'= tangan kasih setia Tuhan yang besar sanggup melindungi kita yang kecil tak berdaya dari segala pencobaan di dunia, dosa-dosa, celaka marabahaya, dan hukuman Tuhan (tiga kali tujuh penghukuman Tuhan, kiamat, sampai neraka).

    Bukti kita ada dalam perlindungan Tuhan sampai neraka tidak bisa menjamah kita: kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.
    Biar Tuhan yang memperhatikan dan mempedulikan kita yang lemah dan tak berdaya.

    Yang penting taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--mengasihi Tuhan lebih dari semua--dan banyak menyembah Tuhan--berserah dan berseru kepada Tuhan. Kita akan dipeluk oleh tangan anugerah Tuhan yang besar--Dia membentangkan kemah untuk menaungi kita. Kita seperti bayi dalam gendongan Tuhan. Itulah posisi kita. Karena itu cari ibadah pelayanan yang benar, jangan yang sembarangan!


  3. 2 Tawarikh 14: 9-12
    14:9. Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa.
    14:10. Lalu Asa maju menghadapinya. Mereka mengatur barisan perangnya di lembah Zefata dekat Maresa.
    14:11. Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: "
    Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya TUHAN, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya TUHAN, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!"
    14:12. Dan
    TUHAN memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa dan Yehuda. Orang-orang Etiopia itu lari,

    'Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat'= bersandar kepada Tuhan.

    Hasil ketiga: tangan kasih setia Tuhan yang besar sanggup memberikan kemenangan kepada kita yang lemah tak berdaya atas musuh-musuh yang jauh lebih kuat. Jangan ragu!
    Artinya: tangan anugerah Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Yang penting serahkan semua kelemahan dan kekurangan kita kepada Tuhan! Dia yang bergumul untuk kita. Bangsa kafir tidak punya kelebihan apapun.


  4. Yohanes 21: 20-23
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    21:23. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

    (terjemahan lama)
    21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam
    bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Hasil keempat: hidup mati kita menjadi urusan Tuhan. Itu enaknya orang yang bersandar. Tuhan yang menentukan hidup mati kita.

    Kita bisa berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan hidup mati kita. Urusan kita adalah melayani Dia sungguh-sungguh sampai bersandar di dada-Nya; siang malam melayani dia.
    Perhatikan tingkatan ibadah pelayanan yang benar, dan proses ibadah pelayanan yang benar. ikuti sampai bersandar. Itu urusan kita. Yang lain menjadi urusan Tuhan.

    Hidup mati di dalam tangan Tuhan, artinya:


    1. Tuhan yang menentukan nasib hidup kita.
    2. Tuhan sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Dia yang menentukan setiap langkah hidup kita.
    3. Tuhan yang menyucikan dan mengubahkan kita; Dia menutupi segala kekurangan dan kelemahan kita, sampai satu waktu kita sempurna seperti Dia, tidak bercacat cela, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

      Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah rohani--, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan sorga kekal. Kita berdiri di hadapan takhta Allah, melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya, tidak terpisah lagi selamanya.

Sungguh-sungguh! Hari-hari ini kita serahkan hidup kita kepada Tuhan.
Bangsa kafir hanya merupakan kelengkapan mempelai. Kesempatannya kecil, tetapi karena kemurahan Tuhan besar, kita bisa masuk. Gunakan sungguh-sungguh!

Kita beribadah untuk bertemu Yesus; harus bertemu dengan firman pengajaran; bisa menikmati pengajaran. Pedang/salib harus ada. Itu ibadah yang benar.

perhatikan tingkatan ibadah pelayanan yang benar: tekun dalam penggembalaan sampai nanti setiap hari di Bait Allah, dan siang malam melayani di hadapan takhta Allah; bersandar di dada Tuhan.
Kemudian prosesnya: jatuh ke tanah--merendahkan diri--, dan mati. Kita berbuah; mengasihi Tuhan lebih semua--taat/bersandar di dada Tuhan. Itu urusan kita. Urusan selanjutnya adalah urusan tangan anugerah Tuhan yang besar.

Orang mengatakan: tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi bagi Tuhan: lebih mudah dari pada membalikkan telapak tangan. Dia mampu melakukan apa saja bagi kita.
Jangan pandang besarnya pencobaan dan lain-lain! Ada tangan anugerah yang besar, kita bersandar di dada-Nya. Serahkan semua kepada-Nya! Kaum muda, jangan ragu-ragu! Kita seperti bayi yang tidak bisa apa-apa, tangan anugerah Tuhan yang besar, yang memeluk kita.

Kalau kita sungguh-sungguh melayani Dia, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Jangan ragu! Yohanes bersandar di dada Yesus; kita juga bersandar di dada-Nya. Lewat perjamuan suci kita menyatu dengan Dia, kita tidak akan pernah dibiarkan. Butuh apapun malam ini, Dia tidak membiarkan kita. Bangsa kafir memang banyak kelemahan dan kekurangan. Yang sudah berhasil jangan sombong! Semua hanya karena setetes darah Yesus. Kita hanya merupakan kelengkapan; kalau tidak ada kemurahan Tuhan, kita sudah binasa.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top