English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Paskah Ngunut, 01 April 2011 (Jumat Sore)
Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Oktober 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 04 Juni 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 17-18 dalam susunan tabernakel terkena pada pelita emas.
Keluaran...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juni 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 13 Mei 2010 (Kamis Sore)
Kenaikan Tuhan Yesus dikaitkan dengan 3 hal:
Penyertaan...

Ibadah Doa Surabaya, 22 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Mula pertama saya menyampaikan selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 21 Februari 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Gideon Pakpahan

Matius 26:62-64...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 November 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 28 tentang pakaian kudus atau...

Ibadah Raya Malang, 13 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Raya Malang, 28 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali. Natal adalah kedatangan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 Mei 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN sebagai dasar...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 24 November 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada 3 teladan dari Yesus dalam doa semalam suntuk:
Yesus...

Ibadah Raya Malang, 31 Juli 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:4
4:4 Dan sekeliling takhta itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Ayat 8a: 'bersayap enam', ini menunjuk pada enam hari TUHAN bekerja, dan pada hari ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan menyucikan hari itu sebagai hari Sabat--hari perhentian.

2 Petrus 3: 8
3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan TUHAN satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari

Satu hari sama dengan seribu tahun; berarti enam hari sama dengan enam ribu tahun. Ini adalah masa TUHAN bekerja dan hari ketujuh adalah kerajaan Seribu Tahun Damai--Firdaus yang akan datang. Sesudah itu masuk kerajaan sorga yang kekal--Yerusalem baru--; tidak ada tahunnya lagi, berarti kekal selama-lamanya. Ini bisa kita pelajari dari peta zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2016).

  1. 2000 tahun--zaman permulaan; zaman Allah Bapa--: dihitung dari Adam sampai Abraham.
  2. 2000 tahun--zaman pertengahan; zaman Anak Allah--: dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib.
  3. 2000 tahun--zaman akhir; zaman Allah Roh Kudus--: dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Inilah pekerjaan TUHAN yang dilakukan dalam kehidupan manusia.
Setiap zaman--dari zaman permulaan sampai zaman akhir--selalu terjadi pengangkatan ke sorga:

  1. Zaman permulaan--Adam sampai Abraham--: empat makhluk diwakili oleh Henokh yang terangkat ke sorga (sudah diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2016).


  2. Zaman pertengahan--Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kal--i: empat makhluk diwakili oleh Musa (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2016) dan Elia.


  3. Zaman akhir--kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--: empat makhluk diwakili oleh Yesus dan nanti yang terakhir adalah kita semua gereja TUHAN.

Musa hidup selama 120 tahun, yang terbagi menjadi tiga bagian, masing-masing 40 tahun.
Artinya: hidup Musa ditandai dengan perobekan daging/penyaliban daging; benar-benar bergantung pada TUHAN; tidak bergantung pada kekayaan, kepandaiannya dan lain-lain. Musa meninggal, tetapi dibangktikan dan naik ke sorga.

Kita pelajari, supaya kita bisa mengikuti apa yang sudah terjadi--sebab giliran kita belum terjadi. Kita ikuti yang sudah terjadi, bagaimana jalannya supaya bisa naik ke sorga.
Kalau Henokh: bergaul dengan Allah; Musa: hidup dalam perobekan daging.

Malam ini kita belajar tentang ELIA.
2 Raja-raja 2: 1-2, 4, 6, 8, 10-11
2:1. Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.
2:2. Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel
2:4. Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke
Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
2:6. Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke
sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2:8. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga
menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
2:10. Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu
naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

'berjalan dari Gilgal'= berarti Elia dan Elisa ada di Gilgal.
Ini adalah prsoes Elia naik ke sorga. Kita pelajari. Ini bukan dongeng, tetapi benar-benar suatu kejadian yang harus kita ikuti, supaya kita juga bisa terangkat ke sorga. Saksinya banyak: Henok, Musa, Elia, dan Yesus--empat saksi. Padahal alkitab katakan dua saksi sudah sah dan tiga saksi sudah sempurna, tetapi TUHAN berikan empat saksi, supaya kita bisa terangkat ke sorga.

Jadi, kalau sampai tidak terangkat ke sorga--tertinggal dan binasa--itu salahnya sendiri. Sudah diberikan empat saksi, begitu murahnya TUHAN, supaya kita jangan gagal naik ke sorga saat Yesus datang. Kalau gagal, semua yang di bumi ini jadi percuma; tidak ada arti sediktipun.

Mari, di bumi ini kita kerja dan sekolah yang keras, tetapi jangan lupa, kita juga harus siap untuk menyabut kedatngan Yesus kedua kali, supaya kita juga terangkat ke sorga. Kita gereja TUHAN yang terakhir, yang terangkat ke sorga--setelah itu tidak ada lagi.

Kita pelajari proses Elia naik ke sorga:

  1. Ayat 1= harus sampai ke Gilgal.
  2. Ayat 2= harus sampai ke Betel--Betel artinya rumah Allah.
  3. Ayat 4= harus sampai ke Yerikho.
  4. Ayat 8= harus menyeberangi sungai Yordan. Setelah itu, baru terangkat ke sorga.

Dulu, proses ini secara jasmani, tetapi sekarang dalam arti rohani. Jangan diartikan secara jasmani!
Mari, kita pelajari satu persatu.

AD. 1: HARUS SAMPAI KE GILGAL
Yosua 5: 8-9
5:8. Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh.
5:9. Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Elia harus sampai ke Gilgal dulu, baru bisa terangkat.
Apa yang terjadi di Gilgal? Di sini terjadi penyunatan kuliit khatan secara jasmani, untuk menghapus dosa/cacat cela.
Ini langkah pertama untuk bisa terangkat sorga, yaitu harus berani masuk penyunatan.

Dulu secara jasmani, tetapi sekarang secara rohani, yaitu sunat Kristus. Jangan diartikan jasmani lagi! Seringkali kita salah; contohnya pencurahan Roh Kudus terjadi di loteng Yerusalem, lalu pergi ke sana untuk mendapatkan urapan baru. Yang tidak punya uang ke Yerusalem, berarti tidak ada urapan. Bukan begitu. Sekarang dalam arti rohani: Yerusalem aritnya hati damai. Kalau hati damai, akan ada urapan.

Kolose 2: 11-12
2:11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Sekarang, kita harus mengalami sunat Kristus--sunat rohani--untuk menghapus dosa atau cacat cela.

Ada dua pengertian sunat Kristus:

  1. Pengertian sunat Kristus yang pertama: ayat 12: 'kamu dikuburkan dalam baptisan'= baptisan air.

    Ini penting! Untuk bisa terangkat ke sorga, baptisan air harus mantap. Ini bukan tata cara gereja, pendapat orang atau pendapat pendeta, tetapi ini merupakan kehendak TUHAN, supaya kita bisa naik ke sorga. Kalau dulu, Elia harus smapai ke Gilgal; kalau tidak mau, ia tidak akan terangkat ke sorga.

    Begitu juga kita. Kalau salah dalam baptisan air, jangan mimpi untuk bisa terangkat ke sorga. Ini baru dasarnya--dari empat langkah. Kalau salah, tidak akan bisa lanjut, pasti roboh.

    Roma 6: 1-4
    6:1. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:3. Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    'dalam kematian-Nya'= waktu Yesus mati, Ia tidak dibakar, tetapi dikubur.

    "Karena itu, Lempin-El dengarkan! Kalau melayani orang meninggal dunia lalu orangnya minta dibakar, saya katakan: 'Ya bakar sendiri saja.' Saya tidak mau biarpun dia orang kristen, karena tidak sama dengan firman. Yesus dikubur; kepala dikubur, kalau tubuhnya dibakar, terus mau ke mana? Lalu ada yang protes: 'Om, kalau peraturan negara bagaimana?': 'Ya, di Indonesia tidak ada peraturan itu.' Itu logika yang dipakai, di sini tidak ada peraturan itu. TUHAN tolong kita semua."

    Ayat 1-2= persiapan baptisan air, yaitu bertobat--mati terhadap dosa; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN.

    Kalau kita pelajari di kitab Keluaran 13-15, itu adalah persiapan, pelaksanaan, dan hasilnya baptisan.

    Ayat 3-4= pelaksanaan baptisan air yang benar, yaitu kita yang sudah mati terhdap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus di dalam nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus, yaitu TUHAN Yesus Kristus--tidak sembarangan. Saat itu nama Yesus dimeteraikan di dalam kehdiupan kita. Ini artinya kita dimiliki oleh Yesus--tanda meterai berarti sudah ada tanda kepemilikan.

    Jadi, baptisan tidak main-main. Mulai dari situ kita sudah jadi milik TUHAN. Persiapannya harus mantap. Bagaimana bisa bertobat? Caranya adalah mendengarkan firman. Tidak usah yang lainnya, karena semua dari TUHAN. Nanti kalau dengar firman dan ditunjukkan dosa-dosa, kita mengaku, berhenti berbuat dosa dan bertobat. Itu saja persiapannya.

    Hasil baptisan air yang benar adlaah hidupb aru--hidup sorgawai--; kita menjadi anak Allah. Dulu, kita dilahirkan oleh ibu kita secara jasmani kita menjadi anak ayah dan ibu kita, tetapi setelah baptisan air--lahir baru--, kita menjadi anak Allh.

    "Ini jadi masalah. Ada orang tua yang memarahi saya: 'Apa ini, pak? Gara-gara baptisan air, anak saya bukan lagi anak saya, tetapi anak Allah': 'Sama, om, secara jasmani anak om, tetapi secara rohani dia anak Allah.': 'Oh tidak, dia bilang: Anak Allah.' Pusing jadinya. Memang begitu, kalau sudah baptisan air, kita menjadi anak-anak Allah."

    1 Yohanes 3: 9-10
    3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah
    3:10. Inilah
    tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

    'lahir dari Allah'= baptisan air.
    Tanda anak Allah:


    • Tidak berbuat dosa lagi; sama dengan hidup dalam kebenaran. Jangan pernah katakan: Ah cuma satu ini. Jangan! Sekalipun satu, kalau salah, tetap salah.

      Kalau sudah hidup dalam kebenaran, kita bisa mengasihi sesama, bahkan mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Orang yang hidup benar tidak akan memusuhi; yang tidak benar itu yang memusuhi. Kalau orang benar, tidak akan memusuhi, tetapi mengasihi sesama

      Mengasihi musuh bukan artinya kita mempunyai musuh, tetapi kita tidak memusuhi orang yang memusuhi kita.


    • Tanda anak Allah yang kedua: kita tidak berbuat dosa sampai tidak dapat berbuat dosa lagi (ayat 9).
      Ini sama dengna benar seperti Yesus benar.
      Sekarang, kita masih bisa berbuat dosa, tetapi kita buang dosa itu dan tidak mau kita ulangi lagi. Begitu terus, sampai satu waktu tidak dapat berbuat dosa.

      Inilah anak-anak Allah, yaitu hidup dalam kebenaran--tidak berbuat dosa lagi--, dan mengasihi sesama--bahkan musuh.


    • Tanda anak Allah yang ketiga: setia dalam rumah Allah, artinya setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
      Mau terangkat ke sorga, tetapi tidak ada di rumah Allah, mana bisa.

      Kalau tinggalkan ibadah pelayanan, akan tertinggal saat TUHAN datang kembali.

      Kalau tidak benar--mempertahankan dosa--, juga akan tertinggal saat TUHAN datang kembali.


    Kita harus hidup benar! Mulailah dengan membuang apa-apa yang salah: 'Saya masih jatuh di dosa ini TUHAN, ampuni TUHAN.' Bertekad! Itu kuasa baptisan air, yaitu penyunatan secara rohani; di ayat lain dikatakan: sunat hati.

    Bergantung pada hati kita. Kalau hati jahat dan najis, tidak akan bisa berhenti berbuat dosa.
    Tetapi kalau mau disunat dalam baptisan air--yang menghasilkan hati nurani yang baik--, kita akan menjadi anak Alah. Mari, berhenti berbuat dosa, hidup benar sampai benar seperti Yesus benar, dan setia dalam rumah Allah. Setia dan benar tidak bisa dipisahkan.

    SETIA DAN BNEAR ini seperti memberi makan dan minum kepada Yesus--memuasakan TUHAN--dan kita juga akan dipuaskan/dipelihara oleh TUHAN.
    Ini janji TUHAN yang harus kita aminkan.

    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Di sini adalah pelayanan di ladang dan di rumah.
    Ikat pinggang= setia dan benar.

    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Jadi, menjadi anak Allah sama dnegan hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang melayani dengan setia dan benar--berikatpinggang. Ini sama dengan memberi makan dan minum kepada TUHAN--memuaskan TUHAN; berkenan pada TUHAN.

    Hasilnya: TUHAN memelihara, memuaskan, dan merapikan hidup kita--ikat pinggang untuk merapikan pakaian--; hidupnya tidak pontang-panting; semua jadi indah.
    Kalau hidup pontang-panting, tidak bisa berpikir lagi. Kalau hidup itu tidak rapi, benar-benar sengsara.

    "Dulu teman saya isi bensin, sadelnya tidak ditutup, tetapi dia langsung naik. Saya juga, kejar dosen, sampai tidak lihat lampu merah. Itu karena pontang-panting, sampai tidak bisa berpikir lagi."

    Inilah baptisan air. Mau terangkat ke sorga, harus lewat baptisan air lebih dulu. Dengan firman sungguh-sungguh, supaya persiapannya benar, pelaksanaannya benar, dan hasilnya juga benar.

    Yang sudah baptisan air, periksa bagaimana persiapannya. Kalau salah, minta ampun. Periksa pelaksanaannya, kalau salah, berarti belum dibaptis. Setelah itu, periksa hasilnya. Pertahankan kebenaran dan kesetiaan; menjadi anak Allah yang setia dan benar--melayani TUHAN dengan setia dan benar. Kita memuaskan TUHAN dan Ia pasti memelihara kita ('sesudah itu engkau boleh makan dan minum'). Ada jaminan kepastian untuk mengalami pemeliharaan dan kepuasan sorga. Kita tidak akan terseret oleh pergaulan dunia. Dan yang terakhir, TUHAN merapikan kita dan membuat hidup kita menjadi indah.


  2. Kolose 2: 11
    2:11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

    Pengertian sunat Kristus yang kedua: penyucian; menanggalkan tubuh yang berdosa; menghapus cacat cela.

    Inilah jalan untuk maik ke sorga.
    Yang pertama: pergi ke Gilgal. Artinya: masuk baptisan air dulu, setelah itu lanjutkan dengan penyucian. Sampai nanti kalau sudah menyeberang sungai Yordan, pasti terangkat ke sorga.

    Jadi, senang sekali kalau membaca alkitab. Kita tahu ada orang naik ke sorga--apalagi TUHAN Yesus disaksikan oleh 500 orang--, kita juga pasti bisa naik ke sorga. Kita tinggal ikuti saja.

    Dengan apa kita disucikan? Dengan sunat.
    Dulu, sunat jasmani menggunakan pisau dari batu--keras dan sakit. Sekarang dalam arti rohani.

    Keluaran 4: 24-25
    4:24. Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.
    4:25. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku."

    'berikhtiar untuk membunuhnya'= kalau lupa pada perjanjian sunat, akan dibunuh, bukan terangkat ke sorga. Jangan main-main! Musa lalai dalam menyunat anaknya. Biar ia hebat dan orang pilihan TUHAN, tetapi TUHAN marah dan ia mau dibunuh. Artinya sekarang, tidak bisa terangkat dan binasa. Tidak ada pengecualian! TUHAN tidak ada memihak sana sini, tetapi hanya memihak yang benar.

    Ayat 25: 'Lalu Zipora mengambil pisau batu'= ini gunanya isteri. Kalau suami lupa atau lalai, didoakan, bukan bertengkar atau lainnya.
    Kalau lupa--tidak mau disucikan--, akan mati--tertinggal saat TUHAN datang kembali. Tetapi kalau ingat--mau disucikan--, akan jadi pengantin ('engkau pengantin darah bagiku'); jadi mempelai wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan TUHAN kedua kali, sekalipun kita banyak kekurangan. Ini keadilan TUHAN.

    Malam ini kita juga, mungkin pernah jatuh dalam dosa, tetapi kalau mau disucikan, kita masih bisa menjadi pengantin TUHAN. TUHAN adil, tidak mendendam. Sekalipun sudah pernah lalai dan jatuh, tetapi kalau sadar, mau terima pisau batu lagi--mau disucikan--, masih ada kesempatan utnuk jadi mempelai wanita sorga.
    Kita bersyukur pada TUHAN. Siapa manusia tidak pernah jatuh? Mungkin dalam pandangan, pikiran atau perbuatan. Tetapi kalau mau terima pisau batu, masih ada kesempatan untuk menjadi mempelai wanita TUHAN.

    Pisau batu sekarang menunjuk pada firman pengajaran yang keras; yang lebih tajam dari pedang bermata dua--urim dan tumim.
    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Firman pengajaran bekerja mulai dari hati.
    Ayat 12= peang= tumim.
    ayat 13= urapan Roh Kudus= terang= urim.
    Urim dan tumim ada di atas jantung hati imam besar.

    Ini adalah langkah pertama supaya bisa terjadi pengangkatan. Dimulai dengan baptisan air yang benar. Kita menjadi anak-anak Allah dengan tanda yang jelas.
    Kemudian, kita mengalami penyucian oleh pedang firman--tidak bisa dengan yang lainnya.

    Apa yang disucikan oleh pedang firman?


    • Yesaya 27: 1
      27:1. Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

      'ular naga yang di laut'= menguasai lautan.
      'lautan'= manusia, terutama bangsa kafir yagn dikuasai oleh Lewiatan, ular naga. Ini yang harus dihukum dengan pedang--disucikan.

      Apa itu Lewiatan?
      Mazmur 74: 13-14
      74:13. Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.
      74:14. Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara.

      Dulu, Lewiatan menguasai laut. Sekarang, apa yang menguasai laut? Di perjanjian baru dijelaskan apa itu naga; apa itu Lewiatan. Inilah ayat menerangkan ayat. Tidak perlu kita belajar dari lainnya. Sekarang dalam arti rohani; dalam arti nubuat. Apa arti dari pedang menghukum Lewiatan--naga yang menguasai laut--?

      Wahyu 17: 1, 5, 15
      17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
      17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
      17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

      'pelacur besar'= Babel.
      'bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa'= bangsa kafir.
      'Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk'=> dulu Lewiatan menguasai laut, sekarang menunjuk pada Babel.

      Jadi, yang pertama: kita harus mengalami penyucian oleh pedang firman terhadap dosa babel, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

      Harus kita alami hari-hari ini. Tidak bisa tidak! Ini ikatan yang kuat. Kalau tidak ada pedang, tidak mugnkin menang melawan naga/Lewiatan.

      Dosa makan-minum= merokok, mabuk, dan narkoba.
      Sekarang, dosa ini sudah dahsyat. Kalau narkoba sudah dahsyat, mohon maaf, merokok dan mabuk ini sekarnag sudah seperti handphone, semua punya termasuk hamba TUHAN dna pelayan TUHAN. Sungguh-sungguh! Inilah Lewiatan yang menguasai bangsa kafir.
      Harus ada pedang firman. TUHAN tolong kita semua.

      Doa kawin-mengawinkan= dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, termasuk penyimpangan seks (homoseks, lesbian, dan seks pada diri sendiri), sampai nikah yang salah. Sudah terjadi di mana-mana. Hanya tinggal satu saja yang didesak oleh naga; kalau tidak ada pedang firman, satu waktu gereja akan setuju dengan kawin-mengawinkan--seks bebas.

      Kalau soal kawin-cerai, gereja TUHAN sudah biasa. Banyak argumennya: 'Masih muda, kasihan....'--tetapi itu merupakan kebenaran sendiri dan menyesatkan.
      Kalau kawin-cerai, itu berarti sudah dililit oleh naga; tidak bisa lepas. Tetapi kalau ada pedang, ada harapan untuk menghukum naga dan bisa terlepas. Harus ada pedang! Kalau tidak ada pedang, sampai kiamat; sampai TUHAN datangpun, ia akan ketinggalan. Tidak akan mampu.

      Semua sudah, homoseks dan lesbian sudah disetujui oleh beberapa negara. Tinggal kawin-mengawinkan. Dan nanti, gereja juga akan menyetujui itu. Kalau tidak ada pedang firman, gampang, dari pada jemaat keluar atau lainnya. Yang penting adalah pelacur besar ini memakai emas, kain bagus, artinya yang penting uang, dari pada susah-susah.

      "Dulu saya jadi guru tahun 1986, ada istilah baru: 'kumpul kebo'. Lalu saya tanya murid perempuan saya kelas 1 SMA: 'Bagaimana kamu?': 'Kalau saya setuju, pak.' Mau pingsan saya: 'Aduh, kok bisa nak?' Padahal orangnya cantik. Itu tahun 1986. kalau sekarang bagaimana kira-kira? Betul-betul ngeri."

      Inilah persiapan untuk naik ke sorga. Harus ada pedang! Lewiatan harus dihukum.


    • 1 Tawarikh 21: 1-2, 7, 16-17
      21:1. Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.
      21:2. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: "Pergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka."
      21:7. Tetapi hal itu
      jahat di mata Allah, sebab itu dihajar-Nya orang Israel.
      21:16. Ketika Daud mengangkat mukanya, maka dilihatnyalah malaikat TUHAN berdiri di antara bumi dan langit, dengan di tangannya
      pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem. Lalu dengan berpakaian kain kabung sujudlah Daud dan para tua-tua.
      21:17. Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu."

      Daud menghitung jumlah tentaranya, ini menunjuk pada kebanggaan di dunia--menggembar-gemborkan yagn jasmani.

      Yang kedua: penyucian dari dosa kesombongan atau kebanggan secara jasmani.

      Jangan sombong, tetapi juga jangan putus asa dan kecewa!
      Kalau disucikan dengan pedang, kita tidak sombong, tetapi tetap bergantung [ada TUHAN, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

      Kalau kita dapat ssesuatu, tidak salah, tetapi jangan bangga. Semua tanpa TUHAN, sia-sia. Kalau belum diberkati, jangan putus asa dan kecewa, tetapi tetap bergantung pada TUHAN--percaya bahwa TUHAN bisa menolong kita--, sehingga kita selalu mengucap syukur.

      Itulah penyucian pedang yang kita alami. Kita disucikan dari dosa Babel dan tabiat sombong.


    • Kisah Rasul 5: 1-5, 7-9
      5:1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
      5:2. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
      5:3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau
      mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
      5:5. Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
      5:7. Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
      5:8. Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
      5:9. Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua
      bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."

      Ini adalah ayat mengenai pekerjaan urim dan tumim.

      Yang ketiga: penycuian oleh pedang--urim dan tumim--dari perkataan sampai perbuatan dusta--terutama soal uang; keinginan akan uang. Hati-hati dengan keinginan akan uang! Kita harus jujur, jangan dusta, yaitu:


      1. Kita harus jujur terutama soal pengajaran yang benar-- termasuk soal tabhisan dan penyembahan yang benar. Kalau benar katakan: benar, tidak benar, katakan: tidak benar.


      2. Jujur soal nikah.
        Ibrani 13: 4
        13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

        Jujur soal nikah, artinya jaga jangan sampai ada roh persundalan. Kaum uda, jaga betul-betul permulaan nikah dalam kesucian! Sebelum menikah, kaum muda masih tanggung jawab orang tua. Jadi harus jujur pada orang tua.
        Jangan sampai sembunyi-sembunyi. Bahaya! Kalau gelap bertemu gelap, akan 'kecelakaan'. Semua harus jujur.
        Setelah jadi suami-isteri, harus jujur soal nikah, jangan sampai ada roh persundalan. TUHAN tolong kita semua.


      3. Jujur soal keuangan, yaitu mengenai uangnya TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus harus dikembalikan pada TUHAN--dan kembalikan juga milik sesama.

        Ibrani 13: 5
        13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

        Jangan seperti Anaias dan Safira. Memang sepakat, tetapi dalam dusta. Akhirnya habis. Hati-hati!

        Kalau sudah jujur dan tulus soal pengajaran, kita tidak akan bisa dipengaruhi oleh apapun--langit terbuka dan Roh bagaikan burung merpati turun dari sorga, artinya hati tulus itu turun dari sorga; ada dalam urapan Roh Kudus. Harus sungguh-sungguh.

        Kalau tidak jujur, akan jadi ular; kkalau jujur, jadi merpati. Karena itu TUHAN mengeluh, yang dijual di Bait Allah adalah merpati, sehingga banyak ular di situ. Hati-hati! Kita harus tegas hari-hari ini. Bukan berarti di sini yang paling benar, tetapi jangan dibodohi yang tidak benar. Harus ada kejujuran dan ketulusan dari sorga.


      4. Kemudian, jujur dan tulus dalam segala perkara; termasuk jujur dan tulus dalam mengaku dosa.


      Jujur dan tulus= kita menjadi seperti bayi yang hanya menangis.
      Kalau sudah jujur dan tulus, kita akan menjadi rumah doa. Kita merasa tidak bisa apa-apa dan hanya menangis kepada TUHAN apapun yang terjadi. Kalau ada dosa, kita minta ampun. TUHAN tidak akan tinggalkan kita dan doa kita dijawab oleh TUHAN!

      Amsal 15: 8
      15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

      Ibrani 13: 5
      13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

      'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'= TUHAN beserta kita; TUHAN memperhatikan dan mempedulikan serta bergumul untuk kita.

      Praktikkan KEJUJURAN DAN KETULUSAN!


    Inilah sunat kalau kita mau terangkat ke sorga. Tadi, setia dan benar, ditambah dengan kejujuran. Kita akan menjadi rumah doa. Itu saja, sederhana.

    Mari, kita dibaptis air yang benar, sampai hidup benar--setia dan benar; kita beribadah melayani dnegna setia dan benar. Itu adalah pijakan/dasarnya.

    Yang kedua, dasarnya adalah penycuian. Kita disucikan dari dosa babel dan tabiat kebanggaan, sampai kita jujur dan tulus seperti bayi yang hanya menangis--menjadi rumah doa. Dan TUHAN tidak akan membiarkan kita, tetapi Ia beserta kita--Ia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.

    Contoh kejujuran:


    • Seorang ayah yang anaknya sakit ayan--tidak bisa apa-apa--, lalu ia mengaku--jujur--bahwa persoalan ini terjadi karena ia sering tidak percaya dan menggunakan kekuatannya sendiri.

      Sekalipun kita sudah berbuat salah, tetapi kalau pedang firman bicara dan kita mau jujur dan tulus--mau diubahkan--, kita bisa menjadi rumah doa; TUHAN bergumul dan mempedulikan kita.

      Markus 9: 23-24
      9:23. Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
      9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya.
      Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

      Mengapa terjadi penyakit ayan? Laki-laki--gambaran ayah--sering ragu-ragu pada pribadi TUHAN--pengajaran yang benar--dan kuasa TUHAN.

      Seringkali kita membesarkan pencobaan dari pada firman--seperti sepuluh pengintai. Seringkali kita mengejek firman: 'Masak satu gereja tidak masuk gereja.'

      "Guru saya selalu mengakatakan: Kalau kami hamba TUHAN mengajaran ajaran palsu, satu gereja kena racun."

      Laki-laki bimbang pada pribadi dan kuasa TUHAN karena mengandalkan kekuatan dan kebenarannya sendiri. Sudah selingkuhpun, isterinya yang disalahkan. Inilah laki-laki.

      Akibatnya: anaknya kena penyakit ayan yang tidak bisa disembuhkan, artinya:


      1. Menghadapi kemustahilan,
      2. menghadapi dosa-dosa sampai puncaknya dosa--kehancuran moral--,
      3. menghadapi kehancuran nikah dan buah nikah--isterinya tidak tahu ada di mana.
      4. Penderitaan dan sengsara.


      Ini akibat dari menggunakan ke'aku'annya.

      Tetapi bersyukur pada TUHAN, dia jujur. Dia bukan katakan: 'Tolonglah anakku,' tetapi: 'Tolognlah aku.' Dia akui segala kekurangannya, yaitu tidak percaya.
      Dia diubahkan menjadi kehidupan yang percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada TUHAN. Dia buang segala kekuatan dan kebenaran sendir, dan mujizat terjadi: yang mustahi jadi tidak mustahil; kehancuran moral jadi hidup benar dan suci; kehancuran nikah dan buah nikah dipulihkan; penderitaan dan sengsara dijadikan bahagia.

      Kalau ada orang jujur, TUHAN datang dan bergumul. Kalau bayi menangis, ibunya pasti datang. Begitu juga TUHAN. Kalau kita sudah jujur akan segala hal di hadapan TUHAN dan hanya mengandlkan TUHAN--sadar tidak bisa apa-apa--, pasti TUHAN memperhatikan kita. Kaum muda, menghadapi apa saja, serahkan semua pada TUHAN!


    • Seorang ibu.
      Markus 7: 27-30
      7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi
      anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
      7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "
      Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
      7:30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      Ibu ini menghadapi anaknya yang kerasukan setan, artinya menghadapi yang mustahil, kerusakan moral, dan jadi sama seperti setan--berbuat dosa sampai puncaknya dosa--, bahkan membela diri.

      Mengapa anaknya kerasukan setan? Karena lidahnya seperit anjing yang menjilat muntah.

      Hati-hati! Kalau laki-laki sudah bimbang pada firman pengajaran yang benar dan kuasa TUHAN, maka penyakit ayan mulai datang--air mata, kehancuran dan kemustahilan mulai datang. Sungguh-sungguh!

      Kalau perempuan lidahnya sudah menjilat muntah--gosip, fitnah dan lain-lain--, Roh Kudus akan pergi dan mulai datang setan, mulai kering. Hati-hati!

      Ini semua--laki-laki dan perempuan--gambaran dari gereja TUHAN. Kalau kita sudah mengandalkan kekuatan dan kebenaran sendiri--bimbang pada firman pengajaran yang benar dan kuasa TUHAN--, maka mulai datang penyakit ayan.
      Dan kalau lidah mulai menjilat muntah--gosip dan lain-lain--, setan mulai datang.

      Kerasukan setan artinya menghadapi kemustahilan, kerusakan moral, kehancuran nikah dan buah nikah--tidak tahu suaminya di mana--, penderitaan, air mata, tidak ada damai, dan stres/ketakutan.

      Tetapi untunglah perempuan ini jujur. Ia mengakui sebagai anjing: 'Ini bukan salah anakku, tetapi salahku.' Setalah itu ia diubahkan. Lidahnya menjilat roti, artinya perkataan yagn benar dan baik, jadi berkat, sampai perkataan iman. Dan TUHAN mempedulikan/memperhatikan dia.

      Dia berdoa kepada TUHAN. Tadi, ayah juga menangis kepada TUHAN; ibu ini juga menangis kepada TUHAN. Terjadi mujizat dan TUHAN tolong semua.

Mari, malam ini, kalau mau terangkat ke sorga, pijakan pertama adalah baptisan air--setia dan benar--, kemudian penyucian dari dosa Babel, kesombongan, sampai bisa jujur dan tulus seperti bayi.

Kita jujur dan terus mengaku dosa kita sehingga kita diubahkan, sampai saat TUHAN datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia. Tidak salah lagi dalam perkataan, hanya menyeru: Haleluya. Kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai sampai terangkat ke sorga.

Jadilah rumah doa hari-hari ini! Dibaptis--setia dan benar dalam pelayanan--, kemudian disucikan--jadi rumah doa. Kita hanya menangis eperti bayi dan Dia yang memperhatikan dan mempedulikan kita. Kaum muda, apapun kegagalan dan lain-lain, serahkan pada TUHAN! Jujur di hadapan TUHAN!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top