English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 18 Januari 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 5 seluruhnya menunjuk pada kebenaran di dalam firman Tuhan.
Perempuan Kanani membenarkan firman sekalipun...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Maret 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Kartika Graha Malang V, 21 Agustus 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 19 Juni 2012 (Selasa Sore)
Matius 27:11-26 percikan darah kedua yang dialami Yesus yaitu:
Ayat 11-14 Yesus menghadapi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 November 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah...

Ibadah Raya Malang, 06 Mei 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku...

Ibadah Paskah Persekutuan I di Hotel Tunjungan Surabaya, 08 Mei 2015 (Jumat Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 11: 28-30
11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Lukas 1:26-31
1:26 Dalam bulan yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Oktober 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6: 25-34
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Malang, 10 April 2009 (Jumat Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Terjadi kegoncangan, badai maut melanda...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 27 Agustus 2014 (Rabu Sore)

Disertai dengan puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 2: 1-7 => penyucian sidang jemaat EFESUS (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2: 6 yang menerangkan tentang sidang jemaat di Efesus (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Agustus 2014). Ini merupakan penyucian terakhir/percikan darah terhadap sidang jemaat di Efesus yang kehilangan kasih mula-mula.

Wahyu 2: 6
2:6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

Sidang jemaat Efesus membenci/menolak segala pengikut ajaran Nikolaus, yaitu pengajaran tentang mengumpulkan orang banyak dalam ibadah dengan menghalalkan segala cara, terutama lewat cara-cara dunia, dengan tujuan kalau banyak orang terkumpul maka banyak uang yang terkumpul.

Dalam Wahyu 2: 2-3, 6, ada sembilan kelebihan/kebisaan pada sidang jemaat di Efesus, yaitu:
Wahyu 2: 2-3, 6
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu(1): baik jerih payahmu(2) maupun ketekunanmu(3). Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat(4), bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul(5), tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar(6) dan menderita oleh karena nama-Ku(7); dan engkau tidak mengenal lelah(8).
2:6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau
membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus(9), yang juga Kubenci.

  1. pekerjaan,
  2. jerih payah,
  3. ketekunan,
  4. tidak dapat sabar terhadap orang jahat,
  5. mencobai orang yang mengatakan dirinya rasul tetapi adalah pendusta,
  6. sabar,
  7. menderita oleh karena nama Tuhan,
  8. tidak mengenal lelah,
  9. membenci pengajaran Nikolaus.

Tanpa kasih mula-mula, 9 kelebihan hanya akan menjadi kebanggaan/kesombongan.
Akibatnya: jatuh ketempat yang dalam ('betapa dalamnya engkau jatuh') = kegelapan yang paling gelap.
Sebab itu, Tuhan sucikan supaya kembali lagi pada kasih mula-mula.

Namun, jika sembilan kelebihan/kebisaan DITAMBAH kasih mula-mula, maka akan menjadi 9 karunia Roh Kudus, 9 jabatan pelayanan dari Anak Allah dan 9 perbuatan kasih Allah Bapa.
Kalau sudah ada karunia, kebisaan-kebisaan, misalnya bermain gitar, kalau ditambah kasih mula-mula dan terus berkobar-kobar bisa menjadi karunia bermain gitar, sehingga ada jabatannya (Tuhan menetapkan jabatannya).

9 karunia dan 9 jabatan harus dilakukan dengan kasih.
Apapun kebisaan kita, kalau ditambah kasih mula-mula dan diserahkan pada Tuhan, maka akan menjadi karunia Roh Kudus dan Tuhan akan menetapkan jabatan pelayanan, setelah itu Tuhan berikan kasih sebagai motor penggerak pelayanan.
(sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Agustus 2014).

1 Korintus 12: 4-6
12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
12:5
Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
12:6 Dan ada berbagai-bagai
perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

ay. 4= karunia dari Roh Kudus.
ay. 5= jabatan pelayanan dari Anak Allah.
ay. 6= perbuatan ajaib/kasih dari Allah Bapa.
Seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang suci akan diperlengkapi dengan 3 hal, yaitu

  1. 9 karunia Roh Kudus, menunjuk pada pribadi Allah Roh Kudus = Kristus.
    Kalau ditekuni terus menerus maka akan menjadi mahkota 12 bintang = terang bintang.


  2. 9 jabatan dari anak Allah, menunjuk pada pribadi Anak Allah = Yesus.
    Kalau ditekuni akan menjadi bulan di bawah kaki = terang bulan.


  3. 9 perbuatan kasih Allah Bapa, menunjuk pribadi Allah Bapa = Tuhan.
    Kalau ditekuni akan menjadi selubung matahari = terang matahari.

Kesimpulan: hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang suci akan diperlengkapi/dipercaya dengan:

  • pribadi Allah Tritunggal yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus di dalamn Tuhan Yesus Kristus yang merupakan sumber segala sesuatu. Semua bisa habis kalau hanya diperlengkapi dengan segala sesuatu dari dunia ini.
    Jangan takut melayani Tuhan!
    Kalau diperlengkapi dengan Allah Tritunggal, itu menjadi kekal/tidak habis-habis, apa yang kita butuhkan disediakan oleh Tuhan dan tidak ada yang mustahil.


  • terang matahari, bulan dan bintang.

Kesaksian
:
"Saya melanjutkan kesaksian tentang hotel yang kemarin kita pakai di Malang. Tagihannya datang dan istri saya yang bayar. Sales Manager yang mengurus itu seorang anak Tuhan. Setelah istri saya membayar dia berkata 'Bu, ini pengalaman spiritual saya yang pertama kali sejak jadi orang Kristen, belum pernah terjadi seperti ini, tidak pernah mengalami yang demikian dasyat dan tidak mungkin'. Tidak mungkin terjadi tapi bisa terjadi karena yang menyertai kita adalah pribadi Allah Tritunggal, sehingga semua bisa dan semua Tuhan kerjakan. Ini mengajar kita untuk tidak perlu takut. Kalau suci, kita diperlengkapi dengan pribadi Tuhan sebagai sumber segala sesuatu yang tidak ada habis-habisnya."

Kegunaan terang matahari, bulan dan bintang:

  1. Kejadian 1: 16-18
    1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
    1:17
    Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
    1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk
    memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

    'siang dan malam'= ada terang matahari, bulan dan bintang.

    Kegunaan terang matahari, bulan dan bintang yang pertama: untuk memisahkan terang dan gelap supaya kita bisa tetap hidup benar dan suci di tengah kegelapan dunia akhir jaman, di mana dosa sudah memuncak sampai pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, nikah yang hancur dan sebagainya).

    Jangan lepaskan pelayanan! Kalau kita melepaskan pelayanan, maka tidak ada jabatan, karunia dan kasih, sehingga tidak ada terang.
    Akibatnya: campur baur dengan gelap.

    Harus sungguh-sungguh dan ada pemisahan yang tegas!
    Kalau kita benar-benar ikuti pemisahan sampai terjadi pemisahan yang tegas dan tidak ikuti yang gelap, tetapi kita tegas untuk tetap hidup dalam terang (benar dan suci), tidak mau berbuat yang gelap sedikitpun sekalipun orang bilang 'sok benar', hasilnya: 'Allah melihat bahwa semuanya itu baik'.
    Artinya: Tuhan sanggup menjadikan semuanya baik.


  2. Yeremia 33: 19-21
    33:19 Firman TUHAN datang kepada Yeremia, bunyinya:
    33:20
    "Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya,
    33:21 maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku.

    'siang'= matahari.
    'malam'= bulan dan bintang.
    'memerintah di atas takhtanya'= raja.
    Selama ada siang dan malam, tetap ada jabatan raja/iman.

    Kegunaan terang matahari, bulan dan bintang yang kedua: supaya kita tetap menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Kita tetap beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali bahkan sampai di tahta Tuhan.
    Ini perjanjian Tuhan yang tidak akan diingkari untuk membawa Israel ke negeri perjanjian/tahta Surga.

    Wahyu 22: 3
    22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

    Kalau kita tetap menjadi imam-imam dan raja-raja, tatapi beribah melayani Tuhan sampai garis akhir apapun tantangannya, hasilnya: mulai sekarang tidak akan ada lagi kutukan/laknat, tetapi yang ada suasana Firdaus.
    Kita hidup dalam suasana Firdaus sekalipun hidup di tengah dunia yang penuh kutukan (imam dan raja hidup di Firdaus).

    Jangan lepas dari jabatan dan karunia supaya kita jangan kembali ke dunia/kutukan. Kita sudah diangkat menjadi imam dan raja bukan untuk disiksa tetapi dipindahkan dari suasana kutukan menjadi suasana Firdaus.


  3. Wahyu 12:1
    12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Kegunaan terang matahari, bulan dan bintang yang ketiga: puncaknya, kita ditampilkan menjadi terang dunia (mempelai wanita Surga).
    Yesus berkata 'Akulah terang dunia, kamulah terang dunia', kita sama dengan Yesus.

    Kita ditampilkan sebagai terang dunia, mulai dari menjadi terang di rumah tangga, terang di depan semua orang (kantor, sekolah dan di mana saja), sampai puncaknya menjadi terang dunia.
    Kalau sudah hidup dalam terang dan tampil sebagai terang di rumah tangga, di depan orang sampai menjadi terang dunia, kita akan mendapat dua sayap burung nasar yang besar.
    Perempuan yang ditampilkan dengan terang ini dikejar oleh antikris.

    Wahyu 12: 3-4, 6, 13-14
    12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4
    Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
    12:6
    Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
    12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
    12:14
    Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kalau kita sudah tampil sebagai terang, sekalipun belum menjadi terang dunia tetapi terus mengarah pada terang dunia, kita sudah mendapatkan sayap burung nasar. Semakin besar terangnya, semakin besar sayapnya.

    2 sayap burung nasar yang besar inilah yang kita butuhkan hari-hari ini.
    2 sayap burung nasar yang besar ini bagaikan pelukan 2 tangan Tuhan yang kuat atas kehidupan kita.

Kegunaan 2 sayap burung nasar:

  1. Ayub 39: 30-31
    39:30 Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
    39-31 Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.

    'rajawali'= burung nasar.

    Kegunaan pertama 2 sayap burung nasar yang besar: sayap burung nasar/pelukan tangan Tuhan membawa kita naik ke gunung penyembahan ('gunung yang tinggi').
    Gunung penyembahan = tempat yang paling dekat dengan Tuhan, tempat yang sulit dijangkau oleh musuh ('di gunung yang sulit didatangi') = tempat perlindungan/pemeliharaan Tuhan secara istimewa kepada kita bagaikan biji mataNya sendiri.
    Dari seluruh anggota tubuh, biji mata ini yang paling istimewa. Kalau yang lain, bagian tubuh yang lemah dilindungi dengan tulang di depannya, tetapi biji mata tidak ada tulang di depannya. Tuhan sendiri yang mengawasi.

    Tanda kita punya sayap atau tidak adalah apakah kita suka menyembah atau tidak. Koreksi bagi kita semua. Kalau kita masih terpaksa dalam menyembah, berarti sayapnya masih terlalu kecil atau bahkan belum punya sayap, sehingga susah untuk naik gunung dan masih merayap-rayap di kaki gunung. Tetapi, kalau sayapnya sudah besar, maka sangat enak untuk naik gunung (suka menyembah Tuhan).

    Mazmur 17: 8
    17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Daud sudah tidak kekurangan apa-apa, tetapi ia selalu berdoa 'Peliharalah aku seperti biji mataMu'.
    Tidak rugi menyembah Tuhan. Mari kita menyembah Tuhan mulai di rumah dan secara bersama-sama. Inilah tempat yang dekat dengan Tuhan.

    ay. 8= Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah kesulitan dunia. Dua tangan Tuhan yang kuat sanggup membawa kita melintasi badai di tengah lautan dunia (semua masalah bahkan sampai yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan), kita tidak akan tenggelam sampai pada jaman antikris 3,5 tahun berkuasa.

    Saat mencapai gunung, burung nasar membuat sarang untuk bertelur lalu mengerami telurnya sambil mengganti bulu-bulunya jadi muda kembali.
    Inilah doa penyembahan yaitu mengganti bulu-bulu sehingga menjadi muda kembali = ada pembaharuan.

    Mazmur 103: 5
    103:5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

    (terjemahan lama)
    103:5. Yang mengenyangkan mulutmu dengan kebajikan, dan
    membaharui hal mudamu seperti burung nasar.

    Ini kuncinya kalau mau awet muda, yaitu banyak menyembah.
    Dalam penyembahan, kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, dimulai dengan belajar taat dengar-dengaran.

    Kalau tidak taat, yang ada hanya hidup dalam kesusahan, berwajah muram, iri dan sebagainya, sehingga wajahnya tua dan kering.

    Tapi kalau taat dengar-dengaran (mengasihi Tuhan dan sesama), maka muka menjadi terang/bersinar-sinar.
    Inilah yang dimaksud dengan pembaharuan masa muda, seperti kembali ke masa muda.

    Resep untuk kembali ke masa muda adalah naik ke gunung. Kita berubah secara rohani dan secara jasmani kita juga awet muda (wajah bersinar-sinar).
    Sekalipun sudah tua tapi kalau bersinar akan terlihat muda, tapi sekalipun masih muda kalau wajah tidak bersinar ('layu sebelum berkembang').
    Kaum muda, kalau banyak masalah, naiklah ke gunung! Itu tempat yang sulit dijangkau. Masalah-masalah tidak akan menjatuhkan kita, tetapi justru Tuhan selesaikan. Terutama yang paling banyak adalah masalah nikah dan buah nikah dan penggembalaan (bagi hamba Tuhan).
    Kalau kita bawa ke gunung penyembahan, kita akan tenang dan terjadi pembaharuan.

    Taat dengar-dengaran adalah sumber segala sesuatu (sumber keberhasilan, pemeliharaan, kebahagiaan dan lain-lain).


  2. Yesaya 40: 29-31
    40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    40:30
    Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
    mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    'tiada berdaya'= sayap terkulai. Ini banyak terjadi menjelang kedatangan Tuhan.
    'Orang-orang muda'= gambaran kekuatan. Masih kuat, tetapi sudah loyo. Bagaimana yang sudah tua? Ini maksudnya kalau tidak punya kekuatan sayap.

    Kegunaan kedua 2 sayap burung nasar yang besar: sayap burung nasar memberi kekuatan baru kepada kita, sehingga kita tetap kuat teguh hati dalam menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali.

    Banyak yang kita nantikan dan harapkan hari-hari ini, tetapi harapan tertinggi adalah menanti kedatangan Tuhan kedua kali.
    Jangan sampai tertinggal saat kedatangan Yesus kedua kali!
    Kalau sampai tertinggal, semua yang di dunia ini menjadi sia-sia, tidak ada gunanya.

    Kuat teguh hati, artinya:


    • tidak letih lesu, berbeban berat, tetapi kita damai sejahtera, semua enak dan ringan. Sekalipun banyak masalah, jangan sampai mempengaruhi kita. Tetap jaga hati damai lewat menyerah pada Tuhan seberat apapun beban kita!
      Kalau ada sayap, semua akan enak dan ringan. Disuruh naik gunung juga tidak apa-apa. Tetapi kalau tidak ada sayap, baru setengah gunung sudah capek.


    • tidak jatuh/tersandung oleh dosa-dosa sampai puncak dosa, tetapi kita tetap hidup benar dan suci.
    • tidak jatuh/tersandung oleh ajaran-ajaran palsu, kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar, tidak merosot sedikitpun.
      Jangan anggap sama! Kalau sudah bilang 'sama saja', berarti sudah tidak sama (sedikit ragi sudah menghancurkan).
      Kalau tidak searah, tidak akan pernah ketemu lagi.
      Pertahankan pengajaran yang benar!


    • tidak jatuh/tersandung dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar sampai Tuhan datang.
      Usia bertambah, tetapi kalau ada kekuatan sayap, kita akan lebih setia berkobar-kobar.


    Kita terus dibaharui sampai puncaknya saat kedatangan Yesus kedua kali, kita akan mendapatkan 9 buah-buah Roh Kudus/buah mempelai.

    Galatia 5: 22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih(1), sukacita(2), damai sejahtera(3), kesabaran(4), kemurahan(5), kebaikan(6), kesetiaan(7),
    5:23 kelemahlembutan(8), penguasaan diri(9). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Sembilan buah-buah Roh Kudus, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:


    • Kasih, sukacita, damai sejahtera = gambar dan rupa/tabiat dari Allah Bapa.
    • Kesabaran, kemurahan, kebaikkan = gambar dan rupa/tabiat dari Anak Allah.
    • Kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri = gambar dan rupa/tabiat dari Allah Roh Kudus.


    Pelayanan kita tidak sia-sia, kita kembali pada gambar dan rupa Allah tritunggal. Kita menjadi sempurna sama mulia seperti Yesus.
    Dulu, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah Tritunggal, tetapi karena dosa, berubah menjadi gambar setan.
    Tetapi sekarang, biar kita naik ke gunung dan mengalami penbaharuan terus menerus sampai kembali pada gambar dan rupa Allah Tritunggal.
    Kita menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatanganNya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

Mari, pelayan Tuhan yang suci dibawa masuk di bawah naungan sayap burung nasar yang besar/di dalam pelukan 2 tangan Tuhan supaya tidak lepas lagi sampai nanti kita betul-betul terbang ke awan-awan bersama dengan Dia selama-lamanya.

Mari, jika ada yang loyo karena penyakit atau apa saja, kembali kuat, ada pelukan tangan Tuhan (dua sayap burung nasar). Tuhan tolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top