English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 16 Desember 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah glory atau...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Juli 2017 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Agustus 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-20
1:17 Ketika aku melihat Dia,...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Oktober 2017 (Jumat Sore)
Pembicara: Pdm. Juli

Puji nama Tuhan.
Efesus 6: 10
6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

'Akhirnya'= garis akhir kehidupan kita...

Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Berita Tentang Kelahiran Yesus.

Lukas 1:26-27
1:26 Dalam bulan...

Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah penyucian terakhir yang...

Ibadah Raya Malang, 08 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 13 Mei 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13 - Keluaran 15:1-21 adalah...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun...

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Oktober 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 21 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya,11 Maret 2018 (Minggu Siang)

Penyerahan anak

Kita menyerahkan anak bernama Daniel. Kita ingat kisah Daniel di alkitab. Dulu Daniel menghadapi singa yang lapar di dalam gua singa; juga anak Daniel ini hidup di akhir zaman, suasana yang sulit, tandus, jahat, najis, ada ajaran palsu dan sebagainya--seperti di gua singa. Kalau tidak benar-benar mengalami pertolongan Tuhan, hanya akan dimakan singa.

Tetapi bersyukur pada Tuhan, Ia memberikan contoh Daniel yang bisa lolos dari gua singa, bahkan dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya selamanya.

Bagaimana anak Daniel bisa bertahan di akhir zaman yang bagaikan gua singa dengan singa-singa yang lapar?


  1. Daniel 6: 11
    6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

    'biasa'= tekun.

    Yang pertama: lewat ketekunan/kesetiaan dalam kandang penggembalaan.
    Perhatikan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; kesetiaan dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan!
    Dalam ibadah kita selalu mendekat kepada Tuhan, membawa hidup kita bersama Tuhan, dan Dia juga beserta kita.

    Untuk menghadapi singa (iblis) kita hanya bisa dekat pada Tuhan, tidak bisa dengan kepandaian dan lain-lain.


  2. Yang kedua: kuat teguh hati. Ini yang kita doakan untuk anak ini, selain dari sekolahnya dan lain-lain.
    Kuat teguh hati=


    • Tidak bimbang, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan saat menghadapi apapun juga, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    • Tetap menyembah Tuhan; berserah dan berseru pada Tuhan; mengangkat tangan kepada Tuhan. Dan Ia akan turun tangan untuk mengatupkan mulut singa.


    Kalau kita kecewa, habis. Petrus bisa jalan di laut yang bergelombang, sudah bagus, tetapi begitu bimbang, habis.
    Berserah dan berseru= seperti bayi yang hanya menangis kepada Tuhan, sampai ada belas kasih Tuhan untuk mengatupkan mulut singa.

    Mengatupkan mulut singa artinya:


    • Tangan Tuhan sanggup memelihara dan melindungi di dunia yang sulit secara jasmani dan rohani, sampai zaman antikris berkuasa, bahkan sampai hidup kekal selamanya.
    • Tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menyelesaikan masalah yang mustahil.
    • Tangan Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah--dengan mulut singa dikatupkan, Daniel mendapat kedudukan tinggi.
      Bukan hanya di situ saja, ia juga dipakai Tuhan--Daniel menjadi saksi Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya; dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Mulai dari masa kecil, sekolah minggu, anak ini sudah dipakai oleh Tuhan.


    Anak ini terus hidup di dalam tangan anugerah Tuhan yang besar. Sampai kalau Tuhan datang kedua kali, akan diangkat di awan-awan yang permai, disempurnakan oleh Tuhan, dan bersama Tuhan selama-lamanya.

Inilah rumus untuk menghadapi keadaan akhir zaman; seperti Daniel menghadapi gua singa dengan singa-singa yang lapar--kesulitan, kejahatan, kenajisan, ajaran palsu dan lain-lain.

Tekun ditambah kuat teguh hati, sudah cukup. Kita hanya menangis kepada Tuhan, dan Ia akan mengulurkan tangan; Ia sanggup mengatupkan mulut singa. Tangan anugerah Tuhan yang besar, yang menjamin sampai terangkat ke sorga saat Dia datang kembali.

Kita belajar dari Daniel kecil, hanya menangis kepada Tuhan, tidak bisa apa-apa.

Tuhan memberkati.


Ibadah Raya
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV


Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Ambon: Yohanes 10: 10b
10:10b. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Mengapa Yesus harus datang ke dunia untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan? Karena setan sudah merusak dunia ini, sehingga dunia menjadi seperti padang gurun--tandus, gelap, penuh binatang buas--sehingga tidak ada kehidupan jasmani dan rohani di dunia ini.
Tidak ada kehidupan jasmani= di padang pasir sulit untuk menabur dan menuai.
Tidak ada kehidupan rohani= banyak manusia hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa: jahat, najis, dan kepahitan.

Akibatnya: yang ada hanyalah kesulitan, kejahatan, kenajisan, kepalsuan, kebencian, kehancuran, sampai kebinasaan di neraka selamanya.
Itu yang ada di dunia ini karena sudah dirusak oleh setan.

Di dalam dunia tidak ada yang bisa memberikan kehidupan. Karena itu Yesus harus datang untuk memberikan hidup dalam kelimpahan.

Bagaimana caranya Yesus memberikan hidup dalam kelimpahan? Dia harus mati di kayu salib--kalau Dia mati kita hidup--, tetapi Dia bangkit dan naik ke sorga untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan.

Hidup dalam kelimpahan bukan dihitung secara jasmani, tetapi artinya:

  • Hidup yang dipelihara oleh Tuhan sampai selalu mengucap syukur. Banyak orang sudah banyak hartanya, tetapi tidak pernah mengucap syukur; mengeluh terus, banyak bersungut.
    Sebaliknya, sepertinya tidak cukup, tetapi bisa mengucap syukur--seperti lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang.

    Murid-murid sudah menghalangi: Untuk apa lima roti dua ikan ini? Tetapi Yesus menerima lima roti dan dua ikan, lalu Ia mengucap syukur pada Bapa, sehingga terjadi kelimpahan, lima roti dan dua ikan bisa memberi makan lima ribu orang.

    Kita harus selalu mengucap syukur.
    Kalau banyak bersungut dan mengomel, itu sudah terpengaruh suasana auman singa.


  • Hidup dalam kebangunan rohani--kelimpahan itu seperti di tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya--; selalu bergairah dalam perkara rohani/ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Ini ukuran hidup berkelimpahan.

    Kalau rohani sudah tidak bergairah lagi, bahaya, itu berarti sudah pingsan, sudah di mulut singa, dan sebentar lagi mati rohani.


  • Hidup kekal selamanya di sorga.

Kepada siapa Tuhan memberikan hidup dalam segala kelimpahan? Kepada seorang imam; hamba/pelayan Tuhan, yang ditahbiskan dan dipakai oleh Tuhan.
Yeremia 31: 14a
31:14a. Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan

Sasaran utama Tuhan untuk memberikan hidup dalam kelimpahan adalah imam yang ditahbiskan dan dipakai oleh Tuhan.
Keluaran 29: 9
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

(terjemahan lama)
29:9. Maka hendaklah kauikatkan pinggang mereka itu, yaitu Harun dan anak-anaknya, dengan ikat pinggang itu dan ikatkanlah kopiah itu di atas kepalanya, supaya padanya imamat itu suatu hukum yang kekal selama-lamanya; dan hendaklah
kaupenuhi tangan Harun dan tangan anak-anaknya.

'kaupenuhi'= melimpah; hidup berkelimpahan dari seorang imam.
Di perjanjian lama, tangan Harun (Imam Besar) dipenuhi, tangan anak-anaknya (imam-imam) juga dipenuhi. Artinya: hidup dalam kelimpahan.
Di perjanjian baru, Imam Besar bukan Harun lagi. Kalau masih Harun, kita bangsa kafir tidak bisa menjadi imam. Harun hanya Imam Besar untuk keturunan Abraham sehingga imam-imamnya harus dari bangsa Israel, bahkan ditentukan dari suku Lewi. Orang luar/bangsa kafir tidak boleh menjadi imam.

Oleh sebab itu di perjanjian baru, Yesus (Imam Besar) dipenuhi tangan-Nya, artinya: membawa atau memberikan hidup dalam segala kelimpahan kepada kita semua. Kita (imam-imam) dipenuhi tangannya, artinya: kehidupan yang dipanggil dan dipilih (diselamatkan, dibenarkan, disucikan, dan diangkat menjadi imam) oleh Tuhan untuk menerima hidup dalam kelimpahan.

Kita harus dibenarkan dulu, baru bisa disucikan dan dipakai oleh Tuhan.
Kalau kita dipanggil dan dipilih Tuhan menjadi imam, bukan untuk disiksa atau dimiskinkan dan sebagainya, tetapi menerima hidup dalam segala kelimpahan.

Yang belum melayani, berdoa. Yang sudah melayani, jangan tinggalkan jabatan pelayanan, supaya tetap menerima hidup dalam segala kelimpahan. Sampai nanti kita menerima hidup kekal di sorga, kita tetap beribadah melayani Tuhan.
Mau ke mana kita sekarang? Di sorga beribadah melayani, kalau tidak mau atau malas beribadah melayani, berarti malas masuk sorga; tidak bisa masuk sorga. Tidak ada main-main di sorga, yang ada hanya beribadah melayani Tuhan! Sungguh-sungguh!

Sudah jadi imam, masih ada syarat untuk menerima hidup dalam kelimpahan.
Yudas Iskariot bukan menerima hidup dalam kelimpahan, tetapi habis-habisan. Semua yang ia curi hanya untuk membeli tanah kuburan dan perutnya pecah; tidak ada artinya.

Wahyu 17: 14
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

'yang terpanggil (diselamatkan), yang telah dipilih (disucikan dan dipakai) dan yang setia'= imam.
Syarat untuk menerima hidup dalam kelimpahan: imam--hamba/pelayan Tuhan--harus setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya.

Bukan hanya menerima hidup dalam segala kelimpahan tetapi juga mengalami kemenangan bersama Yesus. Kita menang atas setan tritunggal, sampai kemenangan terakhir kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga; siang malam kita beribadah melayani dan menyembah Dia.

KESETIAAN, ini yang dituntut oleh Tuhan.
Ada tiga macam kesetiaan:

  1. Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kesetiaan yang pertama: setia dan baik.

    Kita harus menjadi imam--hamba/pelayan Tuhan--yang setia dan baik. Kalau baik tetapi tidak setia, itu pura-pura baik, supaya orang tidak mengomel. Setia dulu baru baik.

    Ibrani 13: 18
    13:18. Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.

    Kalau mau semua baik, hati nurani harus baik lebih dulu.
    Ukuran baik adalah hati nurani yang baik.

    Jadi, seorang imam harus melayani Tuhan dengan SETIA DAN HATI NURANI YANG BAIK.
    Kalau hati nuraninya baik, ia benar-benar baik.

    Manusia dilahirkan oleh ibu, hanya manusia darah daging yang hati nuraninya cenderung jahat, najis, dan pahit seperti pada zaman Nuh, sehingga ditenggelamkan di dalam air bah sampai binasa.
    Dari mana kita mendapat hati nurani yang baik?


    • Baptisan air.
      1 Petrus 3: 20-22
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
      3:22. yang duduk
      di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

      Dulu hanya delapan orang yang punya hati nurani yang baik. Ini kenyataan.
      Ayat 22= kalau hati nurani baik, kita ada kaitan dengan sorga; kalau tidak, akan tenggelam di lautan api dan belerang.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang baik. Dari pada ditenggelamkan di air bah dan lautan api dan belerang, lebih baik ditenggelamkan di dalam baptisan air bersama Yesus.

      Baptisan air yang benar/hati nurani yang baik adalah landasan yang kuat untuk menerima hidup dalam segala kelimpahan dan mengorbitkan kita sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga.

      "Seperti landasan pesawat. Pesawat turun dulu, artinya: Yesus membawa berkat di dunia ini. Tetapi satu waktu pesawat lepas landas, artinya kita naik sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga."


    • Berdoa (Ibrani 13: 18: 'Berdoalah...'). Mungkin sudah ditenggelamkan dalam baptisan air, tetapi masih tetap jahat, benci, dan pahit. Mari berdoa kepada Tuhan, mohon kepada Tuhan untuk memberikan hati nurani yang baik!


    Praktik hati nurani yang baik:


    • Bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar--mulai dari soal Tuhan dulu/yang rohani. Kalau sudah bisa, kita akan bisa membedakan semua yang benar dan tidak: ibadah, nikah, pekerjaan, kuliah, pergaulan. Tidak usah bertanya lagi; sudah tahu itu benar atau tidak benar.

      "Boleh saja kalau mau bertanya, tetapi kalau bertanya, biasanya sudah tahu jawabannya, tetapi berharap siapa tahu omnya khilaf. Seperti bertanya pada Yesus: Bolehkan menceraikan suami atau isteri? Sebenarnya sudah tahu jawabannya, pasti tidak boleh, tetapi berharap siapa tahu Yesus khilaf. Itu pertanyaan percobaan."

      Kalau hati nurani baik, tidak usah bertanya karena Tuhan sudah mengarahkan kepada semua yang benar.


    • Melayani tanpa pamrih:


      1. Tidak mencari kepentingan sendiri/dunia, tetapi kepentingan Tuhan/sorga.
        Kita benar-benar melayani Tuhan untuk bisa mencapai sorga yang kekal, bukan hanya di dunia.


      2. Tidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban.


      Matahari, bulan, dan bintang hanya bersinar, tidak ada minta dibersihkan--tanpa pamrih.


    • Perbuatan dan perkataan yang baik, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Setia ditambah perbuatan dan perkataan yang baik, ini yang menjadi berkat bagi sesama.

      Kalau baik pada orang yang baik pada kita, belum tentu hati nurani kita baik. Tetapi kalau sudah bisa membalas kejahatan dengan kebaikan, itulah hati nurani yang baik; benar-benar dari Tuhan.

      "Seorang ibu yang kaya dan hebat, sudah jengkel dengan adiknya: Memang harus disikat--nanti saat pertemuan. Tetapi begitu mendengar firman ini, dia menangis: 'Aku tidak berani lagi, harus aku buktikan kalau aku mengasihi adikku yang sudah membuat aku sangat marah. Nanti saat pertemuan saya akan bilang: kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan.' Saya dan isteri hanya menjawab: 'Kami juga harus membalas kejahatan dengan kebaikan.' Tuhan tolong kita semua."


    Hasilnya: 'aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'= kita dipercaya untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar, itulah pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (kegerakan hujan akhir), sampai menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, dan masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.

    "Contoh sederhana saja. Menutup pintu dengan tangan kanan lalu tangan kirinya terjepit kusen. Tidak mungkin tangan kiri membalas tangan kanan. Kalau membalas, itu bukan tubuh. Karena itu banyak kali tidak dipakai."

    Namanya pelayanan tubuh Kristus, kalau saling membalas hancur semua tubuh kita, tidak bisa dipakai. Tetapi kalau bisa membalas kejahatan dengan kebaikan, baru bisa dipakai.

    "Saya juga sadar, kalau hanya baik pada orang yang baik, itu pura-pura baik, tidak bisa dipakai. Tetapi kalau bisa membalas kejahatan dengan kebaikan--seperti bibir tergigit sampai berdarah, tetapi masih dibersihkan--, itulah yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus."

    Pembangunan tubuh Kristus:


    • Dimulai dari nikah. Mungkin suami belum baik, isteri jangan membalas tetapi berusaha untuk tetap melayani; membalas kejahatan dengan kebaikan. Begitu juga suami terhadap isteri, anak-orang tua, kakak-adik. Tidak usah berpikir yang lainnya, yang penting ikuti firman!


    • Dalam penggembalaan. Sungguh-sungguh dengan hati nurani yang baik, tidak akan terjadi perpecahan.

    • Antar penggembalaan.
      Mungkin tidak bisa ikut semua karena jauh, kita berdoa. Kita satu tubuh, kita mendukung dalam doa, berkorban dan lain-lain.

      "Pengorbanan bukan untuk saya, tetapi hamba-hamba Tuhan yang ditampung secara cuma-cuma bersama anak-anak Tuhan di sana."


    • Sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali--'turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'. Kita masuk dalam nikah yang rohani/sempurna bersama dengan Tuhan.


    Inilah yang pertama: setia dan baik--hati nurani yang baik.


  2. Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Di sini ada ciri melayani yaitu ada ikat pinggang, seperti Yesus.
    Yesaya 11: 5=> Raja damai yang akan datang; nubuat tentang Yesus
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Kesetiaan yang kedua: setia dan benar.
    Kita harus beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Matius 6: 33
    6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Setia artinya mencari dahulu kerajaan sorga; mendahulukan sorga; setia dalam ibadah. Sekolah, kerja yang keras, tetapi dahulukan sorga! Ini rumus kita. Tetapi juga harus benar--'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya'.

    Benar artinya berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

    Jadi seorang imam harus melayani dengan setia dan benar, artinya:


    • SETIA DAN BERPEGANG TEGUH PADA FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR.
      Tadi lewat hati nurani yang baik kita sudah tahu mana yang benar dan tidak; mana pengajaran yang benar dan tidak. Kalau sudah tahu dan merasakan, pegang teguh pengajaran yang benar itu dan praktikkan!


    • SETIA DAN HIDUP DALAM KEBENARAN.
      Kalau sudah berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, kita akan hidup dalam kebenaran; nikah, tahbisan, dan semuanya juga benar.


    Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar itu seperti jalan di atas rel. Jangan pindah-pindah! Ikuti saja, nanti hidup, nikah, dan tahbisannya juga akan benar, sampai nanti benar seperti Yesus benar. Tidak akan pernah gulung tikar.
    Kalau keluar dari rel--memaksa yang tidak benar--, akan jatuh; bukan tambah maju, tetapi tambah hancur.

    Lukas 17: 8
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Memakai ikat pinggang (beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar)= memberi makan dan minum kepada Yesus; memuaskan hati Tuhan; berkenan kepada-Nya. Ini yang dicari.
    Mengapa kita tidak puas, merasa hampa, kekurangan terus sekalipun sudah beribadah? Karena belum setia dan benar; belum bisa memberi makan dan minum kepada Yesus; belum benar-benar memuaskan hati Tuhan; hanya asal datang saja. Mari sungguh-sungguh!
    Ubah sikap kita!

    Mulai dari setia dan baik. Ini dasarnya. Kalau tidak setia dan baik--tidak ada dasarnya--, lalu Tuhan disuruh memberkati. Kalau Tuhan memberkati, berarti Ia jahat.

    "Seperti di bandara Juanda, jangankan landasannya rusak, baru retak rambut sedikit saja, pesawat sudah tidak boleh turun. Kalau dipaksa turun, habis semua baik pesawat maupun landasannya."

    Dasar ini harus kuat. Kalau sudah setia dan baik, ditambah dengan setia dan benar, kita memuaskan hati Tuhan dan setelah itu kita boleh makan dan minum--'sesudah itu engkau boleh makan dan minum'.

    Hasilnya: kita mendapatkan jaminan dobel dari Tuhan:


    • Hidup jasmani: semua dari salib; semua ditambahkan (hidup dari kayu salib/kurban Kristus); selalu surplus, tidak pernah negatif. Kurban Kristus tidak pernah kalah atau menipu kita.
      Surplus= saat dibutuhkan, selalu ada; Tuhan yang memberikan dari kurban-Nya di kayu salib. Benar-benar jaminan yang dobel.


    • Hidup rohani: kepuasan/kebahagiaan sorga yang mendorong kita untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan, sehingga kita tidak perlu lagi mencari kepuasan-kepuasan semu di dunia, yang membuat jatuh dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa.


    Jasmani dan rohani kita benar-benar aman dan dipelihara oleh Tuhan.
    Urusan kita adalah memberi makan dan minum kepada Yesus; memuaskan hati-Nya, dan urusan makan-minum dan segalanya menjadi urusan Tuhan, Dia sudah rela mati di kayu salib untuk memberikan hidup kepada kita, Dia tidak akan menipu kita.


  3. Lukas 12: 41-43
    12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah
    pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

    Kesetiaan yang ketiga: setia dan bijaksana--ada kaitan dengan memberi makan.

    Jadi setia dan bijaksana dimulai dari seorang gembala--'pengurus rumah'; Pelayan rumah menunjuk pada sidang jemaat. Kalau pengurusnya tidak tanggung jawab, tidak tahu di mana pelayannya.

    Gembala harus memberi makan sidang jemaat tepat pada waktunya (setia), dengan berkesinambungan, berurutan, dan diulang-ulang.
    Namanya makanan, berarti diulang-ulang--tidak bosan, kalau bosan, itu camilan--, sehingga sidang jemaat bertumbuh ke arah kedewasaan rohani/kesempurnaan bersama Yesus untuk menjadi mempelai wanita sorga.

    Kalau sudah bosan dengan makanan, berarti sudah di pintu maut, bahaya. Kita boleh bosan dengan camilan, tetapi makanan, jangan.
    Mau bertemu Yesus harus sudah dewasa. Kalau minum susu terus, bagaimana mungkin jadi pengantin? Harus sudah dewasa!

    Kalau gembalanya sudah setia dan bijaksana, sidang jemaat juga akan mengikuti setia dan bijaksana, yaitu menikmati firman penggembalaan; makan firman penggembalaan sehingga bertumbuh sampai pada kesempurnaan.

    Matius 7: 24
    7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

    Bijaksana artinya mendengar dan taat dengar-dengaran pada perkataan Yesus--ayat menerangkan ayat dalam alkitab; firman pengajaran yang benar.
    Setia dan bijaksana= SETIA DAN TAAT DENGAR-DENGARAN. Ini sama dengan mengangkat tangan kepada Tuhan.

    Mulai dari setia-baik--dasarnya--, setia-benar, sampai setia dan taat, itu sudah merupakan penyembahan/penyerahan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada Tuhan; hanya menangis kepada Tuhan: Terserah Engkau, Tuhan.

    Hasilnya:


    • Daniel 12: 3
      12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Hasil pertama: menjadi bintang yang bercahaya= menjadi saksi Tuhan yang memuliakan nama Tuhan, untuk menuntun orang-orang berdosa bisa percaya Yesus (selamat)--bersaksi tentang firman penginjilan. Jadi bintang di rumah tangga, sekolah dan di mana-mana! Banyak orang belum percaya Yesus yang harus diselamatkan.

      Kita juga bersaksi kepada orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai sempurna seperti Tuhan--bersaksi tentang firman pengajaran. Kalau hanya berhenti sampai selamat dan diberkati, saat Tuhan datang, ia akan ketinggalan. Harus disucikan sampai disempurnakan!
      Inilah bintang yang bercahaya; hidup kita ada terang.

      Jangan jadi bintang yang gugur seperti Yudas Iskariot! Hati-hati, sepertiga bintang akan gugur. Bertahan setia-baik, setia-benar dan setia-taat! Pegang terus sampai bisa dipakai sebagai bintang-bintang!


    • Matius 7: 25
      7:25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      Hasil kedua: tahan uji karena memiliki batu.

      Batu menunjuk pada kurban Kristus. Ini alas/dasar kita.
      Tahan uji artinya: tidak rubuh menghadapi apapun juga; tidak berhenti di tengah jalan.

      Jangan berhenti di tengah jalan!
      Berhenti di tengah jalan sama dengan rubuh; dasarnya dari pasir. Kalau dasarnya pasir, kelihatannya cepat dan hebat, tetapi tidak bijaksana.

      Sebaliknya, kalau dasarnya dari batu, kita tidak akan berhenti di tengah jalan. Kita tetap mengikut dan melayani Tuhan dengan setia dan berkobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya (mendapatkan mahkota kehidupan/mahkota mempelai).

      Mari tahan uji! Kalau tidak kuat, mohon pada Tuhan! Angkat tangan kepada Tuhan! Menghadapi apapun, Tuhan tolong kita.


    • Wahyu 3: 7-8
      3:7. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
      3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

      'menuruti firman-Ku'= taat.
      'tidak menyangkal nama-Ku'= setia.

      Hasil ketiga: Tuhan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang memegang kunci Daud untuk membuka pintu-pintu bagi kita, yang tidak bisa ditutup oleh siapapun.

      Tadi, Tuhan membuka pintu gua singa bagi Daniel. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego juga tidak mau menyembah patung; mereka tetap setia dan taat: Biarpun Tuhan tidak menolong saya, saya tidak mau menyembah patung tuanku. Saya tetap menyembah Tuhan.

      Berserah dan berseru kepada Tuhan; menyerah sepenuh kepada Tuhan bukan melihat pertolongan-Nya, tetapi kita sedang melihat Pribadi-Nya. Kalau melihat pertolongannya, saat tidak ditolong, akan kecewa. Tetapi kalau melihat Pribadi-Nya, mau ditolong atau tidak, kita tetap mengasihi Dia lebih dari semua.

      Tetapi Dia tidak pernah meninggalkan kita. Kalau kita sudah mengasihi Dia; menyerah sepenuh, Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya untuk membuka pintu bagi kita, artinya:


      1. Memelihara dan melindungi kita di tengah kesulitan dunia (seperti dilemparkan ke dalam api yang dipanaskan tujuh kali), sampai zaman antikris--Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dilemparkan ke dalam api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi mereka tetap hidup.


      2. Menyelesaikan masalah sampai yang mustahil--Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dikeluarkan dari dalam api.
      3. Ada masa depan yang berhasil dan indah di dalam Tuhan--Sadrakh, Mesakh, dan Abednego mendapatkan kedudukan tinggi.
      4. Dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--raja bisa mengakui Tuhannya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

        Yang belum melayani, berdoa. Yang sudah, tingkatkan menjadi setia-baik--hati dulu--, setia-benar, dan setia-taat.

        Kalau dasarnya sudah bagus, kita tinggal mengulurkan tangan; menangis kepada Tuhan.


      5. Kita diangkat sampai di awan-awan saat Yesus datang kembali. Artinya: mulai dari sekarang kita harus sudah diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, dimulai dari jujur/tulus.

        Hati nurani yang baik itu jujur--seperti bayi; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
        Kalau sudah berani jujur apapun resikonya, itu sudah merupakan pengangkatan oleh Tuhan sekalipun diPHK oleh manusia. Harus jujur!

        Orang jujur menjadi rumah doa dan sedang diangkat oleh Tuhan. Sampai kalau Tuhan datang kita sempurna seperti Dia, hanya bersorak-sorai: Haleluya, kita berada di awan-awan yang permai, bersama Dia selamanya. Tentu bersama keluarga kita juga. Doakan! Pintu Firdaus terbuka, dan pintu sorga terbuka bagi kita.

Apa saja kelemahan dan kekurangan kita, berserah kepada Tuhan, menyembah Dia!
Tuhan yang tanggung jawab. Urusan kita adalah setia-baik, setia-benar, dan setia-taat dengar-dengaran. Urusan yang lain menjadi urusan Tuhan.
Kita mengasihi Pribadi-Nya sungguh-sungguh, bukan hanya pertolongan atau berkat-Nya.

Nomor satu: hati nurani--landasan. Ada kesulitan dengan hati nurani? Masih sering jahat, najis, pahit, bimbang, kecewa, putus asa, berdoa kepada Tuhan--selain baptisan, juga lewat doa. Tunjukkan kepada Tuhan bagaimana hati kita. Jujur!

Hati kita mengasihi Tuhan atau hanya pertolongan berkat-Nya? Kalau hanya berkat-Nya, saat berkatnya kurang, kita sudah malas.
Tetapi kalau kita mengasihi Pribadi-Nya, sudah dibuang ke dalam api sekalipun kita tetap mengasihi Dia.

Justru di saat Tuhan belum menolong, bahkan kita sengsara; dalam percikan darah, buktikanlah bahwa kita bukan mengasihi pertolongan/berkat-Nya, tetapi Pribadi-Nya. Kita hanya menangis, menyembah kepada Dia, dan urusan Tuhan untuk membuka pintu-pintu bagi kita.

Serahkan hidup kepada Tuhan apapun yang terjadi! Sudah cukup Dia yang memeluk kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top